Meimonews.com – emangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga lewat aksi nyata berupa kepedulian terhadap sesama.

Hal itulah yang ditunjukkan Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Resort Tomohon dengan menggelar kegiatan berbagi kasih kepada anak-anak anggota Polri yang memiliki keterbatasan fisik.

Selain menyerahkan bantuan, ormas mitra Polri tersebut bersama Bhayangkari juga memberikan dukungan moril kepada keluarga penerima agar tetap kuat dan optimis dalam mendampingi putra-putri mereka.

Kegiatan ini dihadiri Kapolres Tomohon/Pembina KBPP Polri Resort Tomohon AKBP Nur Kholis bersama Ketua dan Pengurus Bhayangkari Cabang Tomohon, Wakil Sekretaris KBPP Polri Sulut/Caretaker Ketua KBPP Polri Resort Tomohon Mario A. Rumbani, serta Pengurus KBPP Polri Resort Tomohon Julita I. Nelwan.

AKBP Nur Kholis mengapresiasi kepedulian KBPP Polri Resort Tomohon yang terus menunjukkan perannya sebagai bagian dari keluarga besar Polri.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini merupakan cerminan nilai-nilai Bhayangkara yang mengedepankan pengabdian, kepedulian, dan kemanusiaan.

Rumbani menjelaskan, kegiatan berbagi kasih ini merupakan bentuk perhatian KBPP Polri kepada keluarga anggota Polri, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan lebih.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus bertumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.

Momentum menjelang HUT Bhayangkara tahun ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Melalui kegiatan ini, KBPP Polri Resort Tomohon kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir, peduli, dan berbagi bersama keluarga besar Polri dan masyarakat. (*/AF)

Meimonews.com – Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (Pokja PWI) Manado bekerjasama dengan Pemerintah Kota Manado menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado.

Kegiatan dengan target pengumpulan 403 kantong darah yang diadakan di Aula Lantai 2 Kantor Walikota Manado, Selasa (23/6/2026) ini ditinjau langsung oleh Wakil Walikota (Wawali) Manado Richard Sualang.

Saat mengunjungi lokasi kegiatan donor darah, Wawali mengungkapkan apresiasi Pemerintah Kota Manado dan memberikan respek positif terhadap kegiatan yang merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini adalah kegiatan yang sangat baik dan menyentuh kebutuhan kemanusiaan. Manfaatnya dapat dirasakan banyak orang, khususnya pasien yang membutuhkan transfusi darah. Saya memberikan apresiasi kepada Pokja PWI Kota Manado yang telah mengambil peran dalam aksi sosial seperti ini,” ujarnya.

Ditegaskan, donor darah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menebarkan kebaikan.

Oleh karenya, diimbau warga Kota Manado yang sehat dan memenuhi syarat untuk tidak ragu mendonorkan darahnya demi membantu sesama yang membutuhkan.

“Setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain. Karena itu saya mengajak masyarakat yang sehat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini,” sebutnya.

Wawali berharap, kegiatan donor darah yang diprakarsai Pokja PWI Kota Manado dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena memiliki dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali sempat menanyakan mekanisme pelayanan dan penyaluran darah kepada masyarakat yang membutuhkan saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Menjawab pertanyaan tersebut, Koordinator UDD PMI Sulut Julita Pinontoan menjelaskan, mekanisme penyaluran darah dilakukan melalui kerjasama resmi atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PMI dan rumah sakit.

Julita menegaskan, pasien peserta BPJS tidak dikenakan biaya tambahan terkait pelayanan darah sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa apabila stok darah tersedia di PMI, keluarga pasien tidak perlu lagi mencari pendonor pengganti.

“Jika stok darah tersedia, pasien dapat langsung dilayani sesuai kebutuhan medis tanpa harus mencari orang untuk mendonorkan darah terlebih dahulu,” ujarnya.

Ketua Pokja PWI Kota Manado Hut Kamrin menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wawali Richard Sualang dalam kegiatan ini.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado yang terus memberikan dukungan sehingga kegiatan donor darah ini dapat terlaksana dengan baik. Semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama adalah tanggung jawab bersama,” ujar Hut Kamrin.

Ia berharap target 403 kantong darah dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam memeriahkan HUT ke-403 Kota Manado. (*/elka)

Meimonews.com – Sejumlah nama mencuat untuk.duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) masa bakti tahun 2026-2029 baik sebagai pengurus maupun pembina atau penasehat.

Ada figur lama tetapi banyak pula figur-figur baru yang diharapkan masuk dalam kepengurusan baru PB PneT pimpinan Edwin OJ Poluan, hasil Munaslub yang diselenggarakan di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Untuk dua nama yakni Deitje W. Mawuntu dan Stien Rosok sudah dipastikan akan masuk dalam kepengurusan sebagai Sekretaris Umum dan Bendahara Umum, halmana karena sudah ada ‘signal’ dari Ketua Umum terpilih kepada mereka.

Menurut sumber Meimonews.com, Poluan telah meminta kesediaan Ketua Panitia Pelaksana Mubeslub Deitje W. Mawuntu untuk mendampinginya sebagai Sekretaris Umum dan Stien Rosok sebagai Bendahara Umum.

Begitu juga di dalam struktur Dewan Pembina atau Dewan Penasehat, terakomodir figur dan tokoh-tokoh hebat asal etnis Tombulu, yang bersedia untuk membawa perkumpulan ini bersama-sama dengan pengurus untuk bisa memberikan manfaat bagi warga Tombulu itu sendiri dirantau.

Kehadiran figur-figur lama dan baru tersebut diharapkan semakin memantapkan kehadiran organisasi ini ke depan, mengingat organisasi sudah ada sekitar sepuluh tahun dan berbadan hukum (ada akta notaris dan telah tercatat di Kementerian Hukum dan HAM RI) walau sempat fakum beberapa tahun.

Awal berdirinya organisasi ini, ungkap Mawuntu,.adalah atas arahan dan bimbingan Tonaas Wangko Benni Tengker (Ketua KKK), yang dulu pernah tinggal dan bersekolah di Tomohon (SMP Gonsaga saat ini). Tengker merasa bagian dari wanua sub etnis Tombulu.

Selain Tengker (kini telah meninggal dunia), ada juga figur Yessy Wenas (tokoh legendaris bidang budaya dan seni yang menciptakan lagu “Mutiara yang Hilang” yang dinyanyikan artis terkenal Yuni Sarah) yang juga punya andil untuk kehadiran organisasi ini.

Judul lagu tersebut, diharap Mawuntu menjadi semangat bagi tou-tou Tombulu dirantau, untuk tidak menjadi mutiara-mutiara yang hilang, tapi bisa saling memberi manfaat dalam wadah ini, saling menopang, gotong-royong, tolong-menolong.

Selain itu, tetap menjaga budaya dan setia dengan slogan Zumani yang artinya mengedepankan spirit kerukunan, solidaritas, toleransi, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama warga masyarakat, khususnya sub etnis Tombulu, Minahasa (Sulawesi Utara) tanpa membedakan latar belakang agama, politik , ekonomi dan pendidikan serta golongan dan status sosial. (elka)

Meimonews.com – Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) menggelar Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Mubeslub diikuti perwakilan wanua-wanua/perkumpulan se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi) baik secara luring (hadir langsung) maupun secara daring (online).

Mereka adalah perwakilan pengurus dari Taratara, Woloan, Kakaskasen, Kembes, Koka, Rurukan, Pangolombian, Talete, Tanawangko, Rambunan, Walian, Kinilow, Tondangow serta dari Sawangan-Tikela-Kamangta, Koka, Kakaskasen. Hadir juga perwakilan perkumpulan KKK Tomohon.

Mubeslub yang dilaksanakan Panitia Penyelenggara yang diketuai Deitje Mawuntu (pendiri/penggagas PneT) ini dipimpin Robby Pandey (utusan Tara-tara) di dampingi Helen Kumenit (Tanawangko) sekretaris dan Jemmy Pongoh (Koka) anggota serta pimpinan sidang sementara yakni Steven Pangkerego (Talete).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam Mubeslub yang diawali doa oleh Pdt. Dabby Loula Rombot dan diikuti utusan wanua-wanua/kampung sub etnis Tombulu yang ada di Kawasan Megapolitan di Indonesia ini.

Di antaranya Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, Pembahasan AD dan ART serta Pemilihan Ketua Umum Pemgurus Besar (PB) baru.

Peserta Mubeslub secara aklamasi memilih Edwin OJ Poluan (Woloan) sebagai Ketua Umum PB PneT periode 2026-2029.

Dengan terpilihnya Poluan sebagai Ketua Umum PB, maka kepadanya diberi kewenangan untuk menyusun/melengkapi struktur kepengurusan ini sampai dengan waktu satu minggu ke depan.

Setelahnya akan diadakan acara Pengukuhan/Pelantikan PB PneT untuk masa bakti 3 tahun ke depan, yang akan dihadiri oleh semua anggota, warga Tombulu yang ada di Jabodetabek.

“Untuk waktu pelaksanaan akan diatur oleh panitia juga pengurus baru yang akan dilantik, setelah berkoordinasi dengan seluruh calon pengurus juga Dewan Pembina dan Dewan Penasehat yang terakomodir,” ujar Mawuntu kepada Meimonews.com via WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).

Mawuntu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama para wanua-wanua atau perkumpulan yang sudah hadir dan memberikan dukungannya bagi ketua umum yang baru serta kepada pimpinan sidang sementara dan pimpinan sidang tetap yang telah memimpin jalannya sidang dengan penuh semangat.

Diketahui, Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) telah telah memiliki akte notaris dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI sejak tahun 2016. (elka)

Meimonews.com – ASKLIGI (Asosiasi Klinik dan Laboratorium Gigi Indonesia) dalam program prioritasnya mengupayakan turut mengatasi permasalahan kesehatan gigi yang memprihatinkan.

Data Cek Kesehataan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan menunjukkan, pada 2025 dari sekitar 36 juta orang yang diperiksa ternyata masalah terbanyak adalah penyakit gigi.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 ternyata 56,9 persen penduduk mengeluhkan sakit gigi, namun hanya 11,2 persen yang mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Saat ini, terdapat 2.667 puskesmas atau 26,2 persen dari seluruh puskesmas di Indonesia tidak ada dokter gigi.

Pernyataan tersebut mengemuka dalam siaran pers ASKLIGI mengenai program kerja hasil Rapat Kerja Nasional, Sabtu (2/5/2026).

Ketua Umum ASKLIGI Hananto Seno (kiri) dan Bayu Yudanto dari BPJS Kesehatan

Pada Rakernas tersebut ditetapkan program kerja untuk turut serta mengatasi permasalahan kesehatan gigi nasional secara mendasar serta konseptual.

ASKLIGI akan menumbuhkan kesadaran bahwa selain perlu melaksanakan perawatan, namun untuk mereduksi besarnya permasalahan, maka prioritas harus pada promosi kesehatan gigi serta pencegahan penyakit gigi.

Dalam pelaksanaan program ASKLIGI sangat mengapresiasi arahan dari BPJS Kesehatan pada pembukaan Rakernas. ASKLIGI siap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana ditetapkan pada UU Badan Penyeleggara Jaminan Sosial.

Direktur Utama BPJS Kesehatan diwakili Bayu Yudanto menyampaikan pidato pengarahan pada pembukaan Rakernas. Dikemukakan, kepersertaan BPJS Kesehatan hingga Maret 2026 telah mencakup 284.690.797 orang atau 99,03 persen penduduk Indonesia.

Pada kondisi mayoritas masyarakat Indonesia memiliki keluhan gigi dan mulut, dipaparkannya bahwa BPJS Kesehatan telah melakukan pelayanan kesehatan gigi, yang pada tahun 2025 telah menghabiskan biaya sebesar Rp. 2,8 triliun.

Dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan gigi serta menekan beban pembiayaan, maka perlu dijalankan promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi. Selanjutnya diharapkan dukungan stakeholder dalam pemenuhan pelayanan kesehatan gigi.

Ketua Umum ASKLIGI Hananto Seno memaparkan program kerja yang telah ditetapkan rakernas. Menurutnya, sesuai dengan upaya mengatasi permasalahan kesehatan gigi pada masyarakat Indonesia secara mendasar, bukan hanya kuratif, namun orientasi prioritas promosi kesehatan serta pencegahan penyakit gigi akan dikedepankan.

Selanjutnya orientasi ini diharapkan dijalankan fasilitas pelayanan kesehatan gigi baik pada operasional sehari-hari, maupun juga ketika terjun langsung ke masyarakat dalam kegiatan bakti sosial.

Program kerja unggulan ASKLIGI yang ditetapkan Rakernas meliputi pengembangan profesionalisme fasilitas pelayanan kesehatan gigi dalam bentuk seminar, pembelajaran, kelompok studi, dan pelatihan.

Kemudian akan diselenggarakan program peningkatan managerial skills, pendampingan akreditasi, pengelolaan limbah medis gigi, dan bantuan hukum bagi fasilitas pelayanan kesehatan gigi.

Selanjutnya dalam pelaksanaan program kerja, Hananto menjelaskan, ASKLIGI akan menggalang kerjasama dengan organisasi profesi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), serta PTGMI (Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia), dan PTGI (Persatuan Teknisi Gigi Indonesia).

Sesuai dengan hakikatnya masing-masing, ASKLIGI sebagai asosiasi fasilitas pelayanan kesehatan gigi akan erat bersinergi dengan organisasi profesi yang menghimpun tenaga medis gigi dan tenaga kesehatan gigi.

Perihal pengorganisasian, Hananto mengatakan, ASKLIGI yang baru berusia setahun telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum RI sebagai perkumpulan berbadan hukum. Pada Rakernas ditetapkan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pembentukan kepengurusan tingkat wilayah.

Diharapkan ASKLIGI mampu berperan lserta dalam penguatan sistem kesehatan, terutama pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. (*/Afer)

Meimonews.com – Sidang gugatan terkait terbitnya surat keputusan (SK) penonaktifan ST sebagai tenaga medis mitra RSUP Kandou kembali digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Rabu (22/4/2026).

Sidang kasus penonaktifan ST karena adanya temuan Satgas Pencegahan dan Penanganan Perundungan Faked Unsrat dan RSUP Kandou yang berlangsung di Ruang Olden Bidara ini menghadirkan 2 (dua) orang saksi dari pihak tergugat.

“Agenda sidang adalah pemeriksaan tambahan bukti surat serta pemeriksaan saksi dari pihak tergugat. Keterangan 2 saksi tersebut memperkuat terbitnya SK penonaktifan tersebut.,” ujar Humas RSUP Kandou kepada Meimonews.com, Jumat (24/4/2026).

Ketua Majelis Hakim menerima dua saksi dari pihak tergugat yakni dr. Ronaldy Tumbel, SpTHT-KL (saksi pertama) dan dr. Michele (saksi kedua) ke dalam ruang sidang dan menyaksikan sumpah kedua saksi akan memberikan keterangan sebenar-benarnya.

Saksi pertama menjelaskan dirinya sebagai Ketua Tim Satgas Investigasi yang dibentuk bersama oleh Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat dan RSUP Kandou untuk menangani laporan dugaan perundungan.

Saksi, jelas Humas RSUP Kandou, menyebut proses diawali adanya laporan dugaan perundungan di program studi (Prodi) Anak, dan ditindaklanjuti bersama oleh institusi pendidikan dan RS melalui Tim Satgas Investigasi dengan pemeriksaan sejumlah pihak yang terlibat.

“Tim investigasi menggali informasi kepada 9 peserta didik, 5 tenaga pendidik, Dr.dr. Suryadi Tatura, SpA(K) sebagai terlapor, hingga sopir terkait dugaan pembayaran jasa transportasi. Hasilnya, sopir mengaku menerima pembayaran dari mahasiswa, bukan dari dokter Suryadi saat pemeriksaan terakhir kepada sopir,” ujar Ronaldy, seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

Ronaldy menambahkan, pihak tim kerja pendidikan dan pelatihan RS secara rutin melakukan proses monitoring mutu pendidikan dan pencegahan perundungan melalui berbagai upaya, yang salah satunya survei kuisioner rutin kepada peserta didik untuk mengidentifikasi dugaan perundungan.

Jadi, jelasnya, satgas hanya bertugas melaksanakan investigasi ada tidaknya perundungan dan menyampaikan rekomendasi hasil investigasi kepada Dekan Faked Unsrat dan Direktur Utama RSUP Kandou. Mengenai sanksi yang diberikan diserahkan kepada para pimpinan kedua institusi.

Saksi kedua mengaku pernah diminta oleh seniornya untuk memesankan dan membayar jasa rental mobil untuk penggugat bertugas sebanyak empat kali.

“Saya pernah mendapatkan sanksi hukuman dan dipersulit nilainya, Saya bersama rekan satu tim dalam pelatihan praktis di rumah sakit bagi mahasiswa kedokteran (Stase). Hanya karena kelalaian lupa memesankan kendaraan untuk dokter Suryadi bertugas ke Rumah Sakit Noongan,” ujar Michele.

Selain itu, saksi mengungkap adanya tekanan untuk menyewa kamar kos milik usaha penggugat.

Michele mengakui pernah sekali menerima total transfer Rp 2 juta yang berasal dari 3 dokter spesialis (salah satunya tergugat) yang dibantu saksi kedua pada Desember 2024 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugasnya di RS Wolter Mongisidi ketika ia ditugaskan di sana oleh Prodi Anak Faked Unsrat.

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada 29 April 2026 dengan agenda pemeriksaan bukti dan saksi dari pihak tergugat. (*)

Meimonews.com – Suasana penuh keakraban dan kekerabatan mewarnai Halal Bi Halal dan Silaturahmi Tahun 2026 Keluarga Besar Rajawali Baru (Rukun Tetangga 04 dan 05 RW 11 Rajawali Baru Halim Perdanakusuma) yang diadakan di Lapangan Futzal Jalan Rajawali Baru, Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Masyarakat di kedua lingkungan tersebut berkumpul bersama-sama secara guyub dan kekeluargaan.

Kegiatan masyarakat di kedua lingkungan yang berkumpul bersama-sama secara guyub dan kekeluargaan ini terlaksana berkat partisipasi seluruh warga Rajawali Baru (Rabar).

Tampak hadir pula, sesepuh warga kehormatan Rajawali Baru Marsda TNI Purn. Anastasius Sumadi (terakhir menjabat sebagai Aspers Kasau merupakan alumnus AAU 1984) serta Marsma TNI Antariksa Anondo.

Dalam sambutannya, Anondo mengungkapkan kebanggaannya tentang kehidupan kebersamaan warga rajawali baru. “Saya merasa bangga melihat kebersamaan warga kompleks Rajawali Baru yang terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Di tengah-tengah kesibukan kedinasan masing-masing, sambung Pati yang dituakan di kompleks Rajawali Baru tersebut, kita masih dapat meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dan memperkuat rasa persaudaraan.

“Ini merupakan modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman dan penuh kekeluargaan,” tambahnya.

Marsma Anondo mengingatkan bahwa hidup bertetangga itu bukan hanya soal tinggal berdampingan, tetapi tentang bagaimana antarsesama saling peduli, saling membantu dan saling menjaga. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, itulah karakter yang harus dihidupkan dan dikembangkan.

Kegiatan Halal Bihalal ini diawali dengan doa bersama, foto bersama, halal bihalal, jalan sehat keliling kompleks rajawali, ramah-tamah, sambutan, sesi perkenalan warga baru, terakhir diskusi.

Dalam.diskusi dibahas informasi dan tantangan yang dihadapi warga Rajawali Baru khususnya tentang kebersihan lingkungan. Diskusi ini dipimpin Ketua RT 04/RW 11 Kolonel Kum Ade Rustian di dampingi Ketua RT 05/RW 11Letkol Tek Abdul Haris Purba.

Melalui pelaksanaan Halal Bi Halal ini diharapkan seluruh warga Rajawali Baru dapat memulai awal yang baru, selesai Lebaran 2026 dengan semangat paguyuban dan komitmen yang lebih kuat.

Hal ini, sebut Patipen Letkol Sus Michiko Monengkey, dalam keterangannya kepada Meimonews.com, secara tidak langsung, mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara, khususnya di bidang pembinaan teritorial TNI AU. (AF)

Meimonews.com – Kumpulan Nazareth Kleak menggelar Syukuran Paskah Bersama di rumah keluarga Tumewu – Rorong, Kleak Lingkungan 1 Manado, Minggu (5/4/2026) siang.

Belasan keluarga yang tergabung dalam keanggotaan Kumpulan Nazareth Kleak baik yang ikut arisan maupun belum ikut arisan hadir pada momen penuh keakrabam tersebut.

Mereka tidak hanya hadir semata tapi secara sukarela membawa makanan, buah-buahan dan lain-lain untuk santap kasih bersama, yang menggambarkan kebersamaan dan sukacita bersama.

Ketua Kumpulan Nazareth Kleak James Tumewu menjelaskan, maksud dan tujuan diadakan Syukuran Paskah Bersama ini adalah untuk menghadirkan kembali kebiasaan (tradisi) dari para pendahulu, dimana setiap Hari Raya Paskah setelah ibadah/misa di gereja ada kegiatan kumpul bersama.

Saat itu, mereka (para pendahulu yang adalah orangtua anggota kumpulan) berkumpul saling berbagi kisah dan cerita, saling menguatkan dalam iman dan pergumulan hidup serta saling berbagi berkat lewat makanan dan minuman yang dibawa/disiapkan setiap anggota untuk disajikan dan dinikmati bersama-sama.

“Apapun itu (ubi, milu rebus, daong popaya/daun pepaya , dan lain sebagainya) yang dibawa, pokoknya semampu dan sebisa yang dibawa dengan rasa iklas dan untuk kebersamaan serta demi rasa persaudaraan,” ujarnya.

Yang dibawa tersebut, menurutnya, akan dibawa sebagai wujud syukur atas pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang telah rela disalibkan dan wafat demi menebus dosa kita dan lewat kebangkitannya kita semua diberikan jaminan untuk kehidupan yang kekal.

Anak mantan pelatih koor dan dirigen ini berharap, para anggota kumpulan dapat menyambut baik dan meluangkan waktu untuk syukuran Pesta Paskah ini.

“Ibaratnya torang dan samua anggota keluarga cuma mo pindah tampa makang (mau pindah tempat makan siang – red) dan bisa sharing iman bagi anggota yang tersentuh dan ingin berbagi kesaksian iman, dan doa syukur,” tambah aktivis yang rajin memimpin ibadah ini.

Nelson Udang (Keluarga Udang – Tumewu), salah seorang anggota kumpulan yang memberikan gagasan untuk diadakannya kembali kegiatan seperti Paskah Bersama Kumpulan Nazareth Kleak memberikan penjelasan seputar kegiatan yang dilakukan para pendahulu yang tergabung dalam Kumpulan Nazareth Kleak.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam Kumpulan Nazareth, menurutnya, sangat bermanfaat bagi anggota kumpulan. Bila ada yang mengalami kedukaan, anggota Kumpulan langsung hadir dan bergotong-royong melakukan sesuatu hal positif yang bermanfaat bagi anggota yang mengalami kedukaan.

Dan, sambungnya, banyak lagi kegiatan positif lainnya yang menggambarkan kebersamaan sebagai anggota Kumpulan. Itulah sebabnya, ia menyarankan kepada pengurus Kumpulan saat ini untuk ‘menghidupkan kembali’ kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan para pendahulu dulu. (lex)

Meimonews.com – Catatan bersejarah dan penting ditorehkan Sintya Nindya Christin Bojoh, seorang wartawati Tomohon pada pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konorov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara Tahun 2026.

Di forum tertinggi organisasi profesi tingkat provinsi lima tahun sekali yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (31/3/2026) tersebut, Sintya terpilih sebagai Ketua PWI Sulut.

Sintya berhasil menjadi orang nomor satu di organisasi PWI Sulut ketika memenangkan pemilihan Ketua untuk masa jabatan 2026 – 2031,

Sintya berhasil mengalahkan dua calon lain yang maju bersaing dalam kompetisi yang berlangsung demokratis tersebut.

Dari 261 anggota biasa yang memiliki hak suara dalam pemilihan sebagaimana tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang totalnya berjunlah 265 anggota yang ditetapkan PWI Pusat tersebut Sintya berhasil unggul lebih dari 50 persen suara yakni 149 suara sementara dua calon lainnya yakni Marson Simbolon dan John Paransi masing-masing mendapat 109 suara dan 4 suara. 3 suara dinyatakan tidak sah.

Dengan demikian, Sintya berhasil mencatatkan sejarah dan menorehkan hal penting karena menjadi perempuan pertama Ketua PWI Sulut dan menunjukkan kesetaraan gender di Bumi Nyiur Melambai.

Tanda-tanda keterpilihan dan dukungan yang banyak untuk Sintya telah terdengar dan terlihat saat pemaparan visi dan misinya serta ketika pembacaan hasil perhitungan suara.

Ini jo, sah dan sejumlah kata-kata penegasan lainnya terlontar dari mulut para pendukungnya dalam jumlah suara yang banyak.

Mereka ingin agar Sintya menjadi Ketua PWI perempuan pertama di Sulut dan adanya reformasi menuju kemajuan PWI ke depan.

Di akhir agenda Konprov yang juga menghasilkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut dan keputusan lainnya, Sintya menerima pataka PWI sebagai bentuk pengakuan organisasi, yang diserahkan Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh, mewakili Ketua PWI Pusat Akhmad Munir. (elka)