Meimonews.com – Vencentius Mamoradia kembali dipercayakan memimpin organisasi Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Rike untuk jabatan tahun 2021-2025.

Pada Musyawsrah Paroki (Muspar) yang diadakan di Aula Paroki, Sabtu (20/3/2021), Vence (sapaan akrabnya) berhasil mendapat suara mayoritas saat pleno Pemilihan Pengurus di mana setiap peserta memiliki satu hak suara.

Dari 19 suara yang ada, Vence mendapat.12 suara sementara Yayan Linaldo 4 suara dan Jimmy Wawolangi 1 suara. Satu suara rusak/tidak sah (karena menulis dua nama) dan satu suara lagi abstain (kosong/tidak menulis nama).

Dengan hasil pemungutan suara (setiap peserta menulis satu nama calon di selembar kertas) tersebut, Pimpinan Sidang yang terdiri dari Josi Landasan (Ketua), Ambrosius Loho dan Frans Tana, dengan disaksikan beberapa saksi serta semua peserta termasuk perwakilan dari Badan Pengurus KBK Kevikepan Manado dan Pengurus KBK Keuskupan Manado serta Pastor Paroki YGYB Rike/Penasehat Rohani KBK Rike Pastor Melky Christoforus Pantouw Pr menetapkan Vence sebagai Ketua BP KBK Rike.

Mayoritas kembali memilih Vence karena dinilai berhasil menahkodai organisasi gerejani di Paroki Rike selang periode sebelumnya. Banyak program yang telah dibuat baik untuk orqanisasi (KBK) maupun paroki. Sinergitas dengan Pimpinan Gereja/Pastor Paroki sangat bagus.

Kepada Vence yang juga dipilih sebagai Formatur Tunggal, diberikan kesempatan selama seminggu untuk menyusun komposisi dan personalia BP KBK Rike untuk masa jabatan empat tahun ke depan.

Pastor Paroki/Penasehat Rohani KBK Paroki Rike P. Melky Christoforus Pantouw Pr mengapresiasi dan menghormati keputusan yang telah diambil dalam Muspar termasuk dipilihnya kembali Vence sebagai Kerua KBK Paroki.

Siapapun yang terpilih dalam Muspar sebagai pimpinan KBK Paroki hendaknya dihargai/dihormati karena telah melalui mekanisme yang disepakati bersama.

“Mari kita bekerjasama untuk kemajuan bersama, untuk Paroki kita,” ujar Pastor Melky saat memberikan sambutan pada acara penutupan.

Selain berhasil memilih Ketua/Formatur Tunggal, Muspar tersebut. telah menetapkan program-program untuk kepengurusan 2021 – 2025. (af)

Meimonews.com – PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Kota Jajakan Gorontalo menggelar Dialog Moderasi Beragama untuk Menangkal Radikalisme dan Menumbuhkembangkan Toleransi Beragama, Sabtu (20/3/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara zoom meeting (dipandu Kartika F. Budiman/Pengurus PMKRI Gorontalo) dengan peserta perwakilan ormas kemahasiswaan berbasis keagamaan seperti GMKI, HMI, PMII, IMM, KMHDI dan PMKRI ini dibuka pelaksanaannya oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung.

Ketua Tim Kerja Dialog Refalsy JB Melo melaporkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan rasa toleransi terhadap keberagaman beragama, mendukung program Pemerintah dalam pencegahan paham radikalisme, dan menjalin silaturahmi antarorganisasi kemahasiswaan melalui konsep pluralisme.

Koordinator PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Stevan A. Lintang berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan ini akan terbangun kesadaran dan komitmen yang kuat dari para peserta (ormas berbasis keagamaan dan kebangsaan) untuk proaktif menumbuhkembangkan pemahaman dan praktek keagamaan yang moderat dan toleran dalam rangka terwujudnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung mengungkapkan, moderasi beragama menjadi jargon nasional dalam penguatan cinta kebangsaan terhadap NKRI, dan termasuk dalam salah satu RPJMD oleh Pemerintahan Jokowi.

“Kemenag selalu berupaya mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada seluruh sendi umat beragama tentang pentingnya moderasi beragama,” ujar Baderung ketika memberikan aplikasi sekaligus materi pada kegiatan tersebut.

Ditegaskan, tidak ada agama yang disebarkan di nusantara ini dengan menggunakan kekerasan. Islam dalam sejarahnya disebarkan oleh ulama dan pedagang, sedangkan kristen disebarkan oleh misionaris kaum Eropa

“Agama selalu menggunakan budaya atau tradisi untuk berkembang dan saling menguatkan. Kita adalah bangsa yang terdiri dari ribuan bahasa, tetapi bahasa kita bukan dari salah satu suku di Indonesia. Itu bukti bahwa bangsa ini tidak memilih-milih budaya, yang ada saling menyatukan,” sebutnya.

Ditegaskan, semua agama moderat, karena semua agama cinta damai. “Yang tidak moderat adalah pola pikir yg sempit,” ujar Baderung

Ir. Alim Niode (Budayawan), dalam pemaparannya mengungkapkan, Gorontalo dulunya hanya berupa bukit-bukit yg tergenang udara, setelah surut jadilah daratan dan di situlah terbentuknya Gorontalo. 17 Linula (kerajaan kecil) sepakat membentuk suatu kerajaan yg disebut dengan Hulonthalo.

Pada tahun 1525, sebutnya, masuklah Islam melalui perkawinan Raja Sultan Amai dengan putri Kerajaan Palasa yang berada di Sulawesi Tengah. Raja Kerajaan Palasa mengharuskan syarat Raja Sultan Amai dan rakyatnya harus masuk Islam.

Semua agama apapun, paling tidak memiliki 5 kandungan yaitu: aspek mistikal, aspek ritual, aspek ideologikal, aspek intelektual dan aspek sosial. Banyak tokoh lintas agama yang bekerja sama dengan Nani Wartabone dalam mengibarkan merah putih dan memerdekakan Gorontalo, bukti moderasi agama sudah ada dalam sejarah Gorontalo, “ujar Niode.

Samsi Pomalingo, MA (PW NU Provinsi Gorontalo) menjelaskann, melihat banyaknya konflik sosial dan konflik agama, maka moderasi agama sangat penting. “Banyak yang bilang kenapa agama harus dimoderasi? Sebenarnya bukan agamanya yang dimoderasi, melainkan sikap kita terhadap agama yang harus dimoderasi,” tandasnya.

NU dan Muhamadiyah, jelasnya, terus mendukung Pemerintah dalam mewujudkan universal beragama. “Membangun moderasi agama memang bukan hal yang gampang, tetapi kita harus terus yakini bahwa pentingnya moderasi agama untuk mewujudkan toleransi di negeri ini,” kata Niode.

Pomalingo menegaskan, polemik dan konflik moderasi yang beragama lebih banyak pada kaum milenial, karena gampang mereka terprovokasi apalagi di dalam isu beragama. “Aksi kekerasan agama banyak dari kelompok anak muda yang salah belajar agama sejak dini,” tandasnya.

Pembimaskat Kemenag Provinsi Gorontalo Reinne Koraag menjelaskan, moderasi beragama bisa dimulai dengan membuka diri terhadap agama-agama lain.

Kami yang beragama Katolik, sebutnya, secara jumlah kecil, tetapi kami tidak minoritas, karena keberadaan kita di Gorontalo sangat bergantung dan tidak dibeda-bedakan oleh masyarakat Gorontalo. “Ini bukti bahwa moderasi beragama di Gorontalo sudah ada,” ujarnya.

Ditambahkan, kita punya satu keinginan, dengan kemajemukan Indonesia kita bisa bergandengan tangan dalam memajukan negeri ini. Kita tidak bisa berdialog dalam doktrin tataran, tetapi kita bisa berdialog dalam tataran universal yang bisa mempersatukan kita.

Depertim (Dewan Pertimbangan) PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Sule berharap, menyampaikan para narasumber dapat diimplementasikan di organisasi dan kehidupan kita masing-masing.

“Upaya kita bersama menangkal radikalisme dan mengembangkan toleransi,” ujar mantan Ketua PMKRI Cabang Manado itu. (af)

Meimonews.com – Meski di tengah pandemi covid-19, Generasi Baru Indonesia Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara melaksanakan sosialisasi Urban Farming dalam rangka menyambut Word Water Day (WWD).

Kegiatan yang dilakukan adalah pengenalan Urban Farming, dengan mengenal cara bercocok tanam secara hidroponik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan dr. Lucas, Karombasan, Selasa (16/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri pihak Bank Indonesia yang juga menjadi pembina dari Generasi Baru Indonesia, perwakilan dari generasi baru Indonesia, dengan pemateri konsultan hidroponik ranoponik.id, dan juga dari pengelola/pengasuh dari panti asuhan dr. Lucas, Karombasan.

Kegiatan yang dilakukan GenBI Sulut dalam rangka WWD ini tentu menjadi pertanda bahwa kaum milenial sudah memiliki kepedulian tinggi dan mampu menjadi pengantar pesan kepada masyarakat akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sekaligus pemanfaatan air yang lebih sedikit dari pertanian konvensional, menjadi bentuk penghargaan terhadap air melalui hidroponik.

“Pihak Bank Indonesia Sulut berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dan tersebar luas bagi masyarakat Sulut khususnya yang tinggal di wilayah Manado,” ujar Glen Tielung, fasilitator kegiatan kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (17/3/2021).

Hidroponik telah dikenal baik di Indonesia maupun dunia internasional sebagai metode bertani yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman dan hemat air.

Kekurangan lahan perkotaan dan terbatasnya air menjadi pilihan efektifnya hidroponik dibandingkan bertani secara konvensional oleh para petani milenial. Keinginan untuk mengkonsumsi tanaman sehatpun menguatkan semangat para peserta pelatihan ini.

Kegiatan Divisi Social and Community Development GenBI Sulawesi Utara yang didukung penuh oleh Bank Indonesia akan mendampingi anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas mulai dari pengenalan, proses tanam hingga panen hasil pertanian Hidroponik ini.

Menurut Weski Putra Pratama (Manager Unit Kehumasan Bank Indonesia Kpw Sulut, Bank Indonesia Sulut turut mendukung sekaligus berbangga atas terselenggaranya kegiatan GenBI Sulut di Panti Asuhan dr. J. Lucas melalui gerakan Urban Farming Bersama Generasi Milenial dengan tema Jangan Malu jadi Petani.

Gerakan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan dorongan terhadap anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas untuk menggiatkan pertanian di perkotaan melalui penanaman tanaman dengan metode hidroponik.

Pengalaman di kota-kota lain di Indonesia yang telah lebih dahulu melaksanakan pertanian urban juga membuktikan bahwa usaha berbasis tanaman hidroponik mampu memberikan penghasilan bagi petani sekaligus mendukung swadaya pangan di lingkungan sekitar.

Ketua Divisi Social and Community Development Generasi Baru Indonesia Serjio Saeh menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari Generasi Baru Indonesia, dan juga menyambut WWD dengan kegiatan Urban Farming berbasis tanaman hidroponik,

“Kegiatan tersebut mengajak seluruh masyarakan khusunya para kaum milenial untuk tetap aktif d itengah pandemi, dan juga agar kiranya mereka mampu menghasilkan bahan pangan yang mampu dikonsumsi sendiri atau dijual,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, melalui menanam melalui hidroponik dapat memanfaatkan air sebagai media utama. Konsep kegiatan tersebut juga yakni melakukan perkenalan hidroponik, melakukan pendampingan serta sampai proses panen. (af)

Meimonews.com – Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) menggelar aksi simpatik lewat kegiatan Batanam Pohon, baru-baru.

Khusus suster-suster yang berada di wilayah Manado melakukan kegiatan batanam di Perkebunan JMJ di kompleks Akademi Keperawatan Tomohon sedang yang berada wilayah lain seperti di Piru, Papua dan Sugeng menanam di perekebunan masing-masing.

Mengenai jenis tanaman yang ditanam, jelas Suster Monica Suparlan kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (11/3/2021), bermacam-macam.

“Pohon yang ditanam adalah mahoni, pala, sirsak dan pohon buah lainnya,” ujar Suster Suparlan.

Kegiatan menanam ini, ungkap Provinsial SIMJ Manado Suster Justien Tiwow SMSJ adalah dalam rangka pencanangan bulan Maret 2021 sebagai Bulan Santo Joseph yang dicanangkan Bapa Suci.

“Selain berdoa novena, kita melakukan penanaman pohon. Satu pohon kita potog, satu pohon pula kita tanam,” ujar Suster Tiwow saat berbicara di acara penanaman di Perkebunan JMJ di Akper Tomohon. (lk)

Meimonews.vom – SD Kartika Wirabuana 7 adalah sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Kartika Jaya Koordinator XXII Korem 131 Cabang XXI Merdeka. Sekolah yang terletak di Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea Manado ini berdiri tahun 1968.

Dalam sejarah perjalanan panjang sekolah ini, sudah beberapa kali terjadi perubahan nama, yang merupakan perubahan TNI di daerah ini, mulai dari Kodam XIII kemudian Korem 131 dan kembali Kodam lagi dengan Korem 131 satu perangkatnya.

Kendati begitu, arah dan daerah pendidikan tetap tidak berubah, sejalan dengan izin operasional persekolahan ini. Lokasi sekolah tidak pernah pula berpindah. Sejak berdiri hingga saat ini tetap berlokasi di tempat yang sama.

Para Kepala Sekolah telah mengalami beberapa kali pergantian, sesuai dengan kebutuhan. Sejak tahun 2014, Kepala Sekolahnya adalah Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd, yang menggantikan (Alm) Baatje Lumantau.

Murid sekolah ini dari tahun ajaran ke tahun ajaran berikutnya bertambah, kecuali pada masa pandemi Covid-19 yang agak berkurang. Mereka dididik / dibina oleh beberapa guru baik yang berstatus ASN maupaun pegawai yayasan.

Murid – murid sekolah ini bertempat tinggal di Kelurahan Pakowa dan Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea. Mayoritas tinggal di Asrama Gabungan TNI, yang berada di sekitar sekolah.

Perkembangan murid dari tahun ke tahun, jelas Kepala SD Kartika Wirabuana Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd merendah saat berbincang dengan Meimonews.com  di ruang kerjanya, Jumat (12/3/2021) memang terbilang biasa – biasa saja, halmana disebabkan adanya beberapa sekolah baik negeri maupun swasta di sekitaran sekolah mereka.

Kendati begitu, kualitas pendidikan di sekolah ini tetap dijaga. Kegiatan baik sesuai dengan kurikuler maupun ekstra-kurikuler tetap diatur sesuai aturan / baru yang berlaku.

Kegiatan seperti pembinaan keagamaan, kesenian, olahraga dan pramuka tetap dilaksanakan sesuai kebutuhan yang ada.

Kapoh mengakui, tidak banyak prestasi besar yang diraih murid – murid sekolahnya, tetapi ada sejumlah besar yang telah diraih di beberapa tahun terakhir, di antaranya ada muridnya yang menjadi Juara I Karate Putra Olimpiade Olahraga Siswa Nasional UPTD Wanea tahun 2016 dan Juara I Lomba Pidato Putra Tingkat SD PAI se – Kota Manado Tahun 2015.

Dalam tahun ini dan tahun – tahun ke depan, pihaknya akan melakukan kegiatan – kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahun – tahun sebelumnya dan akan meningkatkannya.

Sekolah ini mengusung visi ‘Terwujudnya insan unggul, bertaqwa dan iptek, berkualitas, berkepribadian’, dengan empat visi yakni pertama, mempersiapkan rencana berkwalitas dan medan Imtaq dan Iptek; kedua, membentuk sumber daya manusia yang kreatif sesuai perkembangan zaman; ketiga, membangun citra sekolah terpercaya di dalam masyarakat; dan keempat, menanamkan sikap karakter bangsa.

Sementara tujuan sekolahnya adalah pertama, siswa beriman dan bertagwa kepada Tuhan yang Mahaesa; kedua, siswa sehat jasmani dan rohani, siswa memiliki dasar pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk melanjutkan pendidikan pada lebih tinggi; ketiga, mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan budaya.

“Program pendidikan karakter akan menjadi perhatian pihak sekolah. Program telah dan akan disediakan, ”ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Ketua Relawan Anti Narkoba (RAN) Sulut Monica Satriawan mengingkatkan, bagi RAN yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi bertingkat, mulai dari sanksi teguran sampai pemberhentian.

Hal tersebut disampaikan Monica ketika tampil sebagai narasumber/pembicara pada Asistensi Penguatan Relawan Dalam Rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba di Desa Sea Tumpengan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, Jumat (5/3/2021).Meimonews.com

Kegiatan yang diselenggarakan BNN Sulut yang diikuti dua puluhan warga desa setempat tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut.

Selain Monica, yang adalah istri Brigjen Pol. Lasut itu, tampil pula sebagai narasumber/pembicara pada kegiatan yang dipandu/dimoderatori Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran adalah Korbid Rehabilitasi Reine Wowiling serta arahan singkat dari Kobid P2M Sam G. Repi.

“Ada sanksi yang diberikan secara bertingkat, mulai dari teguran lisan, tertulis oleh Ketua RAN sampai pada pemberhentian sebagai RAN oleh Pembina Fungsi (BNN) berupa pencabutan sertifikat dan pin RAN, dinonaktifkan dari RAN dan dihapus nomor registrasi pada aplikasi atau dengan cara lain sesuai kebijakan Pembina Fungsi,” tegasnya.

Selain itu, tambah Monica, bila melakukan pelanggaran pidana, diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Monica lantas menguraikan apa yang menjadi hak dan kewajiban dari RAN. Hak para Relawan adalah memperoleh pin BNN RAN dilengkapi sertifikat, bekerjasana dengan BNN RI/Provinsi/Kabupaten/Kota, memperoleh pembinaan langsung BNN, dapat mengikuti kegiatan pencegahan, penyalahgunaan Narkotika diselenggarakan oleh BNN.

Untuk kewajiban RAN adalah menaati aturan yang berlaku bagi relawan, menjalankan penyebarluasan informasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba melalui tatapmuka atau kampanye melalui media, berpartisipasi aktif dalam kegiatan pencegahan yang dilaksanakan BNN/BNNP/BNNK, bantu kembangkan kegiatan RAN, jaga nama baik relawan dan BNN serta melaporkan kegiatan ke BNN.

Dalam sambutannya, Lasut menguraikan tentang jenis-jenis narkoba dan bahaya akibat penyalahgunaannya serta peta penyebarannya.

Diungkapkan, kondisi penyalahgunaan narkoba di Sulut termasuk kawasan rawan narkoba di Sulut, yang sungguh memprihatinkan. “Ada sejunlah kelurahan rawan narkoba di Sulut tahun 2021. Ada 29 kelurahan yang masuk kategori bahaya,” ujar mantan Direskrimum Polda Sulut ini.

Karena Desa Tumpengan akan dijadikan Desa Bersinar (bersih dari narkoba), sebut Lasut maka akan sejumlah kegiatan yang dilakukan setelah asistensi ini. Di antaranya akan dibentuk satgas (satuan tugas).

“Akan ada tim dari BNN Sulut yang turun ke sini (Desa Sea Tumpengan) untuk mengaturnya, berkoordinasi dengan Pemerintah di sini,” jelasnya. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Talkshow/Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMP Binasari Manado, Kamis (4/3//2021).

Puluhan siswa persekolahan yang terletak di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil tersebut mengikuti kegiatan dengan tetap memperhatikan protokol keesehatan (prokes) yang ditetapkan Pemerintah.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J.. Lasut itu menampilkan Ketua Relawan Anti Narkotika (RAN) Sulut Monica Satriawan dan Camat Singkil Zainal Nawawi sebagai narasumber sedang Ketua Komunitas Narkoba Lexie Kalesaran menjadi moderator.

Dalam sambutannya, Lasut antara lain memaparkan kondisi penyalahgunaan narkoba di Sulut termasuk kawasan rawan narkoba di daerah ini yang sungguh memprihatinkan.

“Ada sejunlah kelurahan rawan narkoba di Sulut tahun 2021. Dari 29 kelurahan yang masuk kategori bahaya, salah satunya adalah Kelurahan Ketang Baru Manado,” ujar Lasut.

Mantan Direskrimum Polda Sulut ini lantas menguraikan peta pesebaran narkotika termasuk bagaimana hal tersebut masuk ke daerah ini.

Lasut berharap dengan adanya kegiatan ini, siswa-siswi di SMP Binasari Manado menjadi tahu tentang bahayanya narkoba dan tidak menggunakannya/memakainya termasuk tidak mencoba-coba.

Ketua RAN Sulut Monica Satriawan dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang Ran baik tentang definisi; azas, prinsip kerja dan fungsi; persyaratan/kriteria umum; standar kompetensi; hak dan kkewajiban maupun bagaimana berkomunikasi dengan baik. (af)

Meimonews.com – Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Bapenda dan jajarannya yakni UPTD-UPTD se-Sulut di bulan awal tahun 2021 cukup signifikan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakuan, selang Januari 2021, angka kepuasan masyarakat mencapai 97,42 persen terhadap pelayanan lembaga yang mengurusi pendapatan daerah (Patda) ini.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Evaluasi Pelayanan Bapenda Sulut yang diikuti pejabat struktural Bapenda Sulut dan para Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) se-Sulut, Kamis (18/2/2021).

Rapat digelar secara zoom meeting, mengikuti protokol kesehatan Pandemi Covid-19. Yang hadir di ruang rapat Bapenda Sulut hanya pejabat struktural terkait.

“Meski pencapaian ini cukup memuaskan, namun pelayanan di seluruh UPTD harus lebih ditingkatkan,” ujar Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng yang memimpin rapat.

Atteng mengingatkan kepada seluruh Kepala UPTD untuk mengawasi langsung dan melaporkan kinerja pelayanan serta petunjuk-petunjuk yang disampaikan.

Ke depannya, sambung Atteng, Bapenda Sulut akan memperbanyak loket-loket pelayanan bekerjasama dengan Kantor Pos Indonesia, Pegadaian, Indomaret dan lain-lain.

Disebutkan, Bapenda Sulut juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membayar pajak secara online melalui fasilitas Bank SulutGo.

“Upaya ini bertujuan untuk mendekatkan atau memudahkan layanan akses terhadap Wajib Pajak Kendaraan Bermotor tapi juga untuk menunjang program Pemerintah mengenai Protokol Kesehatan dengan adanya Pandemi Covid 19,” ujar Atteng. (lk)

Meimonews.com – Memperingati World Marriage Day 2021” (Hari Perkawinan Sedunia), yang sejak 1993 ditetapkan untuk dirayakan pada hari Minggu II dalam bulan Februari atas restu Paus Johanes Paulus II, Komunitas Marriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado menggelar Misa Khusus di Kapela Biara MSC Manado, Minggu (14/2/2021).

Sejumlah pasutri (pasangan suami istri) Komunitas ME Distrik Manado mengikuti miss yang dipersembahkan Pastor Berty Tijow MSC (Eklesial Team ME Koordinator Distrik VIII Manado tersebut.

Perayaan Hari Perkawinan Sedunia tahun ini sangat unik, “Karena dirayakan bertepatan dengan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day),” ujar Pastor Berty salt membawakan kotbah.

Karena itu, tanbahnya, dalam perayaan ini kita menghangatkan kembali dan memperbaharui komitmen kasih sayang yang mendasari keberanian anda berdua melangkah ke depan altar di hari perkawinan anda.

Dikemukakan, walaupun digagas dan diselenggarakan oleh komunitas ME, perayaan itu merupakan bentuk perhatian Gereja secara istimewa kepada keluarga-keluarga di seluruh dunia. “Dalam perayaan ini, selain berdoa dan memohonkan berkat Tuhan untuk keluarga anda masing-masing, dalam kesatuan dengan seluruh Gereja,” jelasnya.

Kita, sambungnya, mendoakan semua keluarga di seluruh dunia, terutama keluarga-keluarga yang mengalami pergumulan dalam relasi suami-istri maupun dalam kehidupan berumahtangga pada umumnya.

Diungkapkan, melalui perayaan ekaristi keluarga yang berhimpun bersama itu menyatakan perhatian dan cinta kepada keluarga mereka dan kepada semua keluarga.

Karena itu, Pastor Berty berharap dan menghimbau agar di tahun-tahun yang akan datang, Perayaan Hari Perkawinan Sedunia seperti ini bisa medapatkan perhatian lebih serius dari para pastor paroki dan komisi keluarga di paroki-paroki.

“Agar semakin banyak keluarga terlibat dan menyatakan kepedulian terhadap pastoral keluarga demi meminimalisir jumlah keluarga-keluarga yang bermasalah dan akhirnya berantakan (cerai),” ujar mantan Supda MSC Sulkaltim ini.

Karena itu, “saya senang bahwa ada paroki-paroki, antara lain, Paroki Bunda Hati Kudus Kairagi, Manado, yang juga menyelenggarakan Misa Minggu (14/2) sebagai Perayaan World Marriage Day,” tegas Pastor Berty.

Berkaitan denman motto Hari Perkawinan Sedunia yakni Love One Another, dalam misa tersebut diadakan upacara Peneguhan Janji Pernikahan oleh para pasangan suami-istri yang hadir, dan diteguhkan serta didoakan Doa Berkat untuk keluarga oleh imam yang memimpin.

Di akhir perayaan, keluarga-keluarga mempersembahkan diri, sekali lagi, kepada Pasutri Kudus, Santo Yusuf dan Santa Maria, untuk perjalanan hidup keluarga-keluarga di masa yang akan datang. (af)

Meimonews.com – Beberapa hari setelah dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/1/2021), Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi mengeluarkan Program Prioritasnya.

Ada enam belas Program Prioritasnya sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,MSI yang memasuki masa pensiun.

Keenambelas Program Prioritas tersebut adalah Pertama, penataan kelembagaan. Kedua, perubahan sistem dan metode organisasi. Ketiga, menjadikan SDM Polri yang unggul di era Police 4.0. Keempat, perubahan teknologi kepolisian modern di era Police 4.0.

Kelima, pemantapan kinerja pemeliharaan kamtobmas. Keenan, pemantapan kinerja penegakan hukum. Ketujuh, pemantapan dukungan Polri dalam penanganan Covid-19. Kedelapan, pemulihan ekonomi nasional.

Kesembilan, menjamin keamanan Program Prioritas Nasional. Kesepuluh, penguatan penanganan konflik sosial. Kesebelas, peningkatan kualitas pelayanan publik Polri. Keduabelas, mewujudkan pelayanan publik Polri yang terintegrasi.

Ketigabelas, pemantapan komunikasi publik. Keempatbelas, pengawasan pimpinan dalam setiap kegiatan. Kelimanelas, penguatan fungsi pengawasan. Keenambelas, pengawasan oleh masyarakat pencari keadilan (public complaint). (lk)