Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mendorong seluruh pihak untuk mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Masyarakat yang bekerja perlu mendapatkan perlindungan sehingga dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman,” ujar Walikota pada acara Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (26/8/2027).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Juwenly Jona Librata Soselisa, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, para Camat dan Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, mantan Ketua DPRD Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Walikota menjelaskan pentingnya pelayanan ketenagakerjaan, termasuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan berbagai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.

Menurutnya, perlindungan tersebut memiliki kaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesejahteraan keluarga.

Kepada para Lurah, Walikota menekankan pentingnya validasi data kepesertaan, termasuk memastikan data warga yang telah meninggal dunia diperbarui. Validasi data yang akurat diperlukan agar hak dan manfaat jaminan sosial dapat diberikan kepada pihak yang berhak.

Walikota juga meminta agar proses pengunggahan dan validasi data dapat dilakukan secara efektif di tingkat kelurahan.

Selain persoalan jaminan sosial ketenagakerjaan, Walikota mengingatkan juga kepada para Lurah dan Ketua Lingkungan mengenai sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya data kemiskinan ekstrem, kamtibmas, khususnya kasus yang berkaitan dengan senjata tajam, kebersihan dan pengelolaan sampah, PJU, anak terlantar, ODGJ, serta pengukuran tanah yang menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ditegaskan, Ketua Lingkungan dan Lurah memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk melakukan pemutakhiran data serta menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Setelah membuka kegiatan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Perisai, yang ditandai penyerahan rompi dan kartu nama anggota Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) serta penyerahan santunan kematian kepada ahli waris. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Manado, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Semarang yang dipimpin Walikota Agustina Wilujeng dan rombongan diterima Walikota Manado dan tim di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang, Kepala Dinas Perkim Peter Eman, Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau, Kabag Prokopim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, rombongan Pemkot Semarang, serta undangan lainnya.

Kunker tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemkot Manado dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya terkait penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Walikota Manado menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan kependudukan, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pembahasan kemudian difokuskan pada pengelolaan PJU di Kota Manado. Walikota menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu titik PJU di Kota Manado.

Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PJU adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling). Menurut Walikota, Kaling memiliki peran penting karena mengetahui kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Apabila ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis terkait, termasuk Dinas Perkim Kota Manado.

Selain sistem pemantauan berbasis IoT, pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell) turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemkot Manado dan Pemkot Semarang. (elka)

Meimonews.com – Bupati Malang HM Sanusi dan rombongan mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (18/8/2026).

Bupati Malang dan rombongan diterima Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Asisten III Setda Kota Manado Donald Supit, serta para Kepala Perangkat Daerah lainnya di Aula Serbaguna Pemkot Manado.

Kunker Pemerintah (Pemkab) Malang ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2025–2029, khususnya terkait percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan melalui penguatan konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi kelautan, pariwisata, investasi, serta inovasi pembangunan daerah.

Melalui kunker ini, Pemkab Malang bermaksud melakukan koordinasi sekaligus studi pembelajaran kepada Pemerintah Kota Manado terkait berbagai program dan inovasi pembangunan yang telah diterapkan di Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja sekaligus memaparkan gambaran umum Kabupaten Malang, meliputi kondisi kependudukan, wilayah, sosial kemasyarakatan, serta perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor industri dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Walikota Manado menyampaikan gambaran umum Kota Manado, khususnya kondisi perekonomian daerah yang turut didukung oleh sektor perdagangan dan jasa.

Walikota menjelaskan, Kota Manado merupakan kota jasa dan perdagangan, sementara sektor pariwisata juga terus berkembang meskipun kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih belum sebesar sektor perdagangan dan jasa.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut memaparkan perkembangan penduduk Kota Manado.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, antara lain penerangan jalan umum (PJU), posisi Kota Manado sebagai wilayah transit bagi daerah-daerah di sekitarnya maupun negara tetangga.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, Command Center dan Call Center 112, peran Ketua Lingkungan, keterlibatan tokoh-tokoh agama, serta berbagai hal lainnya.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Malang. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan, kedaulatan harus terus dijaga melalui persatuan dan keberamaan, keadilan diwujudkan melalui imtegritas serta keberpihakan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberikan sambutan pada upacara memperongati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Imdonesia yang diadakan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (17/8/2026).

Untuk kemakmuran, sambung Walikota Manado yang menjadi Inspektur Upacara (Irup), dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan inovasi.

“Kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata bagi kemajuan Kota Manado dan Indonesia,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini Wali mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang telah memasuki usia ke-81 tahun dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Hadir pada upacara ini, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan.Merry Mawardi, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Ketua DWP Kota Manado Syenny Dandel-Tamuntuan.

Selain itu, Pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Walikota Manado dan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) bukan sekadar sebuah prestasi pribadi, melainkan kepercayaan dan kehormatan besar yang harus dijaga serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika menjadi Inspektur Upacara dalam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Manado Tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (15/8/2026).

Pada upacara tersebut, sebanyak 38 anggota Paskibraka, terdiri dari 19 putra dan 19 putri, secara resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Manado Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Manado Richard Sualang, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado Sonny Takumansang, serta undangan lainnya.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah misi mulia, yaitu menjaga kehormatan Sang Merah Putih, mengibarkannya dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak seluruh anggota Paskibraka untuk menjadi generasi muda yang berakhlak baik, cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi bagi nusa dan bangsa.

Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orangtua dan pihak sekolah atas dukungan moral maupun material selama proses seleksi dan pelatihan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para pembina dan instruktur atas dedikasi, kesabaran, serta kerja keras dalam membimbing dan mempersiapkan para anggota Paskibraka agar mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selamat atas pengukuhan anggota Paskibraka Kota Manado Tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai tugas dan pengabdian kita sekalian untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Tim Penilai Uji Petik Nomine Pemerintah Kota Manado memgadakan pertemuan dengan Walikota Manado Andrei Angouw di Ruang Rapat Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Kadin Manado, serta undangan lainnya tersebut terkait dengan Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Kota Manado.

Penilaian Kinerja PTSP dan PPB merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pelayanan perizinan sekaligus melihat berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang semakin baik.

Penilaian ini juga mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, efektivitas pelayanan, serta kualitas tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam penilaian kinerja PTSP, sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain efektivitas kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta standar pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP).

Sementara itu, penilaian kinerja PPB mencakup berbagai aspek terkait kecepatan, kemudahan, dan kepastian dalam pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko bagi investor maupun pelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut, tim penilai juga melakukan wawancara dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait penyelenggaraan pelayanan PTSP dan berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan.

Tim penilai turut memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pelayanan.

Kota Manado sendiri telah tiga kali masuk dalam nominasi penilaian kinerja PTSP dan PPB dan pada penilaian sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional.

Tim penilai berharap Pemerintah Kota Manado dapat menjaga konsistensi kinerja yang selama ini telah berjalan dengan baik serta terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Setelah penyampaian hasil dan arahan dari tim penilai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dari Tim Penilai kepada Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw memaparkan presentasi sebagai nomine dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2026 di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Berbagai capaian penyelenggaraan PTSP serta berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan Pemerintah Kota Manado sepanjang tahun 2026 dipaparkaan Walikota, di dampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado M. Sofyan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan bahwa perekonomian Kota Manado menunjukkan ketahanan yang kuat selama periode 2021-2025 dan secara konsisten tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sulut maupun nasional.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Manado meningkat dari 5,53 persen menjadi 5,77 persen, yang menunjukkan penguatan momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Walikota juga memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang diterapkan Pemerintah Kota Manado untuk mendukung iklim investasi, antara lain menjaga keamanan dan kenyamanan kota agar tetap kondusif bagi investor, meningkatkan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kebijakan subsidi yang tepat sasaran, memperluas pasar melalui peningkatan konektivitas antar daerah dan sektor pariwisata, serta memperkuat sistem pelayanan perizinan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kemudahan berusaha.

“Sebaik apa pun infrastruktur, perizinan, dan investasi, tetapi kalau daya beli masyarakat rendah dan tidak tersedia market, maka tidak mungkin investor akan masuk ke kota kita,” ujar Walikota.

Pemaparan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai profil Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado, meliputi aspek kelembagaan, inovasi pelayanan, transformasi digital, serta berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam mendukung percepatan investasi dan kemudahan berusaha di Kota Manado. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).

Apel tersebut, menurut Walikota, menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personil dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Apel ini juga digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok

Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, menegaskan, Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.

“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Melalui apel tersebut, sambung Kapolresta seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Kepada.masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Hadir pada apel yang dipimpin Walikota Manado yang juga membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie ini adalah Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Rotinsulu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, jajaran TNI-Polri, personil Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta undangan lainnya. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administrasi maupun pengelolaan keuangan.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Berbasis Aplikasi E-Integrity, yang diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Senin (3/8/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut Heru Setiawan, selaku narasumber utama, Sekretaris Inspektorat Kota Manado, para kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Penilaian SPIP tidak hanya dua hal tersebut, “tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penerapan SPIP secara konsisten, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh karenanya, Walikota mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengikuti proses penilaian maturitas SPIP dengan sungguh – sungguh, termasuk melakukan penginputan data secara benar, lengkap, dan tepat waktu melalui aplikasi E-Integrity.

Menurut Walikota, data yang akurat menjadi dasar dalam mengukur tingkat kematangan sistem pengendalian intern serta menjadi acuan dalam penyempurnaan tata kelola pemerintahan di masa mendatang.

“Saya berharap setiap perangkat daerah dapat melakukan penginputan data penilaian maturitas SPIP Terintegrasi berbasis aplikasi E-Integrity dengan baik. Dengan demikian, kita dapat memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai tugas, fungsi, dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Setelah melalui proses sesuai mekanisme, Walikota Manado Andrei Angouw dan Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran (TA) 2027.

Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) TA 2027 tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Manado yang dipimpin Wakil Ketua Mona Kloer, di ruang rapat dewan, Jln. SH Sarundayang Kelurahan Buha Manado, Jumat (24/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Manado, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel., para kepala perangkat daerah, para camat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota Manado menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, khususnya Badan Anggaran (Banggar) DPRD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah menyelesaikan pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 dengan baik.

Walikota menjelaskan bahwa penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027, yang selanjutnya akan dilanjutkan pada pembahasan Rancangan APBD.

Menurut Walikota, seluruh program dan alokasi anggaran yang disusun diarahkan untuk mendukung pembangunan Kota Manado serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas.

Rapat Paripurna kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 antara Pemerintah Kota Manado dan DPRD Kota Manado, yang diakhiri dengan penyerahan dokumen Nota Kesepakatan dari Ketua DPRD Kota Manado kepada Walikota Manado. (elka)