Uskup Manado Keluarkan Surat Puasa Tahun 2024

by -3577 Views

Meimonews.com – Sesuai Kalender Liturgi Gereja Katolik, mulai Rabu (14/2/2024), komunitas gereja Katolik memasuki masa Prapaskah tahun 2024, yang diawali dengan Perayaan Penerimaan Abu, tanda pertobatan.

Di hari itu juga, sesuai Kalender Pemerintah Indonesia, komunitas gereja Katolik  akan ambil bagian dalam Pesta Demokrasi untuk memilih Presiden/Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Di hari yang sama, sebagaimana sudah mulai menjamur dalam lingkungan kehidupan anak remaja dan orang muda serta orang dewasa, khususnya pasangan suami istri, ada merayakan Hari Cinta Kasih atau Hari Kasih Sayang.

Oleh karena itu, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa Tahun 2024 yang ditandatangani 9 Februari 2024.

Surat Gembala Keuskupan Manado yang bertemakan Sejahtera Ekonomiku, Lestari Alamku ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/biarawati dan umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Manado, yang tersebar di tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Tiga momen tersebut, menurut Mgr. Rolly, sapaan akrab gembala kelahiran Lembean, Minahasa Utara (dulu masih tergabung dalam Minahasa), punya nilai dan pesan penting untuk hidup pribadi, hidup berkeluarga, hidup menggereja dan hidup bernegara.

“Nilai yang memersatukan sebagai keluarga, warga gereja, dan warga  adalah Cinta. Dengan Cinta kita membangun hidup bersama lewat rupa-rupa perjumpaan. Itulah Cinta kepada sesama manusia yang semartabat,” sebut Mgr. Rolly.

Dengan kita menuju tempat pemungutan suara, jelasnya, untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi sambil memilih Presiden/Wakil Presiden, dan Wakil-wakil Rakyat di semua tingkatan, itulah cinta untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang kita cintai ini, itulah Cinta seorang patriot proklamasi (lagu Garuda Pancasila).

Baca juga  Uskup Manado Berkati Gua Maria dan Terimakan Sakramen Krisma di Stasi St. Thomas Aquinas Sea

Dikemukakan, dengan Cinta, kita memasuki masa Prapaskah sambil mengupayakan pertobatan dan pembaruan hidup, sambil mengusahakan kesejahteraan ekonomi dan kelestarian alam, itulah cinta terhadap kehidupan dan alam sudah diciptakan Allah.

Dalam konteks masa Prapaskah, Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi – red) KWI (Konferensi Waligereja Indonesia – red) dan Keuskupan Manado, mengambil tema untuk Aksi Puasa Pembangunan 2024 ini yakni Ekonomi Berkeadilan Ekologis.

Muncul pertanyaan, mengapa Gereja mengangkat tema ini ? Mengapa kita harus peduli dengan ekonomi ekologis ?

Jawaban utama untuk pertanyaan tersebut, sebut Uskup, adalah kesadaran bersama bahwa manusia sejahtera tak terpisahkan dari fakta bumi yang subur. Manusia mengupayakam kesejahteraan hidup ekonominya sambil mengupayakan juga kesuburan alam yang menjadi tempat dan hidupnya.

Kesatuan atau ketakterpisahkannya manusia dari alam menegaskan tanggung jawab besar manusia. Manusia punya tanggung jawab untuk masa depan manusia dan juga masa depan alam. Itulah yang biasa dimengerti kalau kita berbicara tentang ekonomi dan ekologi berkelanjutan.

Orientasi permenungan dan aksi nyata dari tema ini, menurut mantan Superior Provinsial MSC Indonesia ini adalah Sejahtera Ekonomiku, Lestari Alamku.

Manusia dipersilakan mengambil manfaat dari alam demi kesejahteraan ekonominya, tetapi secara bertanggungjawab, yakni terhadap alam dan kekayaannya sehingga generasi-generasi selanjutnya masih dapat menikmati manfaat-manfaat dari alam itu.

Ditegaskan, alam dan kekayaannya dimaksudkan oleh Pencipta untuk memberi manfaat kepada segenap generasi manusia, dan bukan hanya kepada generasi tertentu, atau generasi kita sekarang ini.

Firman Tuhan yakni penuhilah bumi dan taklukkan itu, berkuasalah ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang di bumi’ (Kej. 1:28), menurutnya, harus ditafsirkan dengan benar.

Baca juga  Bapenda Sulut Gelar Rakorev dan Penandatanganan Pakta Integritas

Perlu ditegaskan terkait teks ini adalah penafsiran benar tentang ‘menaklukkan bumi. Untuk menaklukkan bumi, manusia sudah diperlengkapi dengan akal budi, suara hati dan organ fisik, khususnya tangan.

Manusia diberi akal budi supaya berpikir dengan benar dan menghasilkan pengetahuan yang benar. Manusia diberi suara hati supaya merangkai kehendak yang baik. Manusia diberi organ fisik, khususnya tangan, supaya dapat bekerja dengan rajin.

Semua perlengkapan yang sudah diberikan Allah ini dimaksudkan supaya manusia menaklukkan bumi secara benar dan baik, menjaga dan melestarikannya, dan bukan merusak dan menghancurkannya.

Manusia diberi kewenangan untuk menaklukkan bumi sambil mengedepankan Cinta, yaitu Cinta ekonomis dan cinta ekologis.

“Memang  pada hidup sudah ditunjukkan lewat upaya-upaya serius untuk mewujudkan hidup  sejahtera. Sudah banyak tips yang dibagikan dan dipelajari seperti kerja keras, hidup hemat, budayakan menabung, demi terwujudnya hidup makmur dan sejahtera,” tegas Mgr. Rolly.

Menurutnya, keberpihakan pada alam juga sudah ditunjukkan lewat upaya-upaya serius untuk melestarikan alam. Alam adalah bagian penting dari hidup manusia. Kesejahteraan ekonomi manusia adalah bagian dari kelestarian alam. Alam adalah tempat di mana manusia berpijak.

“Sejahtera ekonomiku, lestari alamku dapat menjadi pada waktu semua pihak yang berkepentingan mengelola ekonominya sambil menunjukkan cintanya juga pada alam.

“Selamat memasuki Masa Prapaskah dengan Cinta ! Selamat merayakan Pesta Demokrasi, dan Selamat Datang di Tempat Pemungutan Suara dengan Cinta ! Selamat merayakan Hari Kasih Sayang dengan semangat Puasa dan Pantang !” sebut Uskup di akhir surat puasanya. (lk)

About Author: Redaksi Meimo News

Gravatar Image
Meimonews.com Pengelola : PT Meimo Berjalan Bersama Badan Hukum : Keputusan Menkumham dan HAM RI No. : AHU-0057475-AH.01.01 Tahun 2022 Notaris : Budiharto Prawira, SH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Lexie Kalesaran Alamat : Jl. Kampus Timur No. 84 Kleak Manado 95115 Telp. 082190565818 - WA 0895395534143