Meimonews.com – Setidaknya, ada (6) lembaga yang telah memberikan dukungan kepada Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc untuk menjadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Filipina.

Keenam lembaga tersebut menilai bahwa pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini pantas dan layak untuk menduduki jabatan perwakilan pimpinan di negara tetangga Indonesia ini.

Penilaian tersebut dilatarbelakangi rekam jajak positif dari suami Johana Mantiri, SE dengan dua orang anak (Camellia Maria Pangemanan, MD dan Johanes Prajogo Pangemanan ini.

Dukungan tersebut dibuat dan ditujukan pimpinan keenam lembaga tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subiiyanto.

Frits Herman Pangemanan (memegang buku) saat bertemu dengan Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin

Keenam lembaga tersebut adalsh Asian Social Institute, Tebtebba (Indigennous People’s International Centre for Policy Research and Education dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sulawesi Utara.

Selain itu, Keuskupan Aging Merauke, Keuskupan Amboina dan Keiskupan Manado.

Sejumah tokoh masyarakat di Indonesia juga menyuport mitra kerja Drs. Sinyo Harry Sarundayang (mantan Gubernur Sulut) ketika menjadi Dubes Indonesia untuk Filipina.

Bersama Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan (kemeja putih)

Mereka di antaranya, Ketua KWI/Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Letjen TNI Purn. Agum Gumelar (mantan Gubernur Lemhannas).

Selain itu, tokoh Kawanua Minahasa Mayjen TNI Purn. Glenny Kairupan, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker, dan Patris Rumbayan (ibu dari Letkol Teddy Indra Wijaya. (Lexie)

Meimonews.com – Sejak tahun 1996 hingga 2025, sudah 20-an buku dihadirkan DR. Frits Herman Pangemanan, M.Sc baik yang ditulis sendiri maupun bersama beberapa rekan penulis.

“Sampai saat ini, sudah 20-an buku yang saya buat, baik secara pribadi maupun ada beberapa bersama teman,” ujar Frits dalam percakapan dengan Meimonews.com via telefon, Sabtu (9/1/2026).

Ada lima buka yang dibuat pria kelahiran Manado, 19 Oktober 1956 ini di awal tahun-tahun dalam karyanya sebagai penulis yakni dari tahun 1996 hingga 1999.

Buku pertama yang dihadirkan berjudul Sejarah Perrtambangsn Minyak Indonesia. Buku yang diterbitkan Majalah Uang & Efek Jakarta pada Oktober 1996 ini ditulisnya bersama dua teman wartawan.

Buku yang kedua ditulis secara penuh (dengan hanya 1 artikel diambahan sebagai sumbangan dari seorang kawan wartawan Budi Purnomo) berjudul Panorama Bursa Jiran: Dari Malaysia Hingga Singapura – Dialog Persahabatan AEI (Asosiasi Emiten Indonesia) (Jakarta: Penerbit Grafika Sacra, terbitan November 1997).

 

Buku ketiga adalah Mengapa Harus Reksa Dana? (Jakarta: Majalah Uang & Efek, terbitan Desember 1997 — Co-Author).

Buku keempat berjudul Tragedi Peradaban: Refleksi Kehidupan Sosial (Jakarta: Grasindo & Hati Baru, terbit Maret 1999).

Buku kelima berjudul Mencinta Hingga Terluka: Refleksi Peradaban Cinta (Jakarta: Grasindo & Hati Baru, terbit Maret 1999).

Penulis lepas buk dan publikask Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manilia (Filipina yang dijagokan menjadi Duta Besar RI untuk Filipina ini lantas menjelaskan buku-buku lainnya yang dihasilkan hingga tahun 2025.

Di antara lebih dua puluh karya publikasi bukunya di dalam maupun luar negeri, tersaji di sini panorama karya ilmiah bukunya. Di antaranya, pertama, A Short History of Indonesia: Land, People, and Society (Manila dan Yogyakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila dan Penerbit Pohon Cahaya, Edisi-1 2019 dan Edisi-2 2024).

Kedua, Melihat dari Dekat Sistem Pendidikan Filipina (Manila dan Yogyakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia Manila dan Penerbit Pohon Cahaya, 2024). Ketiga, Sun-Shattering Mythology of Tanimbar, Indonesia – A Transformative Journey To Humanity (Manila: The Asian Social Institute, 2022).

Keempat, Myth Within Us – Revisiting Mythology from Eliade, Campbell, and Jung (Manila: The Asian Social Institute, 2020). Kelima, HUMANITY: From Without and From Within – People-Centered Models of Field Studies in Applied Cosmic Anthropology (Co-writer and assisting editor), (Manila: Asian Social Institute, 2019).

Keenam, Journeys toward Transformative Praxis (Co-writer and assisting editor), (Manila: Asian Social Institute, 2018). Ketujuh, Restorasi Misi Katolik di Kepulauan Maluku: 1888-1994 – Sebuah Catatan Kronologis (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2016).

Kedelapan, Masuknya Agama Katolik di Awear, Pulau Fordata, Tanimbar (MTB) – Percikan Dinamika Kebudayaan (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2014). Kesembilan, Uskup Johannes Aerts MSC: Vikaris Apostolik Papua Belanda – 1921-1942, Tewas oleh Kekejaman Pasukan Jepang (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2012).

Kesepuluh, Pengantar Umum Kitab Suci (Jakarta: Grafika Sacra, 2011). Kesebelas, Sejarah Gereja Katolik di Tanimbar 1910-2010 (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010). Keduabelas, Refleksi 50 Tahun Hidup Membiara MSC: ‘Ad omne opus bonum paratus’ (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2010).

Ketigabelas, Profil Negara-Negara Filipina (The Republic of the Philippines) (Manila: KBRI Manila, 2008). Kesempatbelas, Let’s Speak Indonesian – An Introduction to Indonesian Grammar (Manila: Indonesian Embassy, 2007).
Karya terjemahan:

Karya terjemahan sang penulis mencakup, antara lain Bila Warga Ikut Menata Negara: Wacana Negeri-Negeri Jiran, Thailand, Indonesia, Filipina (Manila: IPD, 2005) dari karya asli Citizen Participation in Local Governance: Experiences from Thailand, Indonesia, and the Philippines (2004); dan Buku Panduan Strategi Advokasi dan Pengembangan Teknik-teknik (Manila: IPD, 2004) dari karya asli Handbook on Advocacy Strategy and Techniques Development (Manila: IPD, 2004).

Dalam bidang editing (sebagai editor penulis), Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Graduate Studies Institute Ilmu-ilmu Sosial Asia Manila, Filipina ini juga menyunting sejumlah buku filsafat sosial, teologi, sejarah, dan pastoralia.

Produk tersebut, antara lain Perang Melanda Kepulauan Kei (Penerbit Kanisius, 2012); Tanah “Langgur: Sebuah Mutiara dari Timur (Penerbit Kanisius: 2010); Sejarah Gereja Katolik di Kepulauan Aru (Penerbit Hati Baru, 2009); Buah-Buah Iman dalam Peziarahan Iman:

Antara Refleksi dan Pemikiran (Penerbit Hati Baru, 2009); Buah-Buah Iman dalam Praksis Pastoral – Sebuah Dialog Teologal di Ranah Sosial Politik (Penerbit Hati Baru, 2009); Umat Yang Terkasih (Penerbit Hati Baru, 2009); dan Oase Kehidupan: Wacana Refleksi Kegembalaan, Seri-1 (Penerbit Kanisius, 2011). (Lexie)

Meimonews.com – Toleransi adalah sikap menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan yang ada pada orang lain, baik dalam hal suku, ras, agama, budaya, pendapat, maupun pilihan hidup, tanpa memaksakan kehendak dan memberikan kebebasan pada orang lain untuk meyakini atau menjalani hidupnya selama tidak melanggar norma.

Sikap ini penting untuk menjaga kerukunan dan persatuan dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia, dengan inti “setuju dalam perbedaan” (agree in disagreement).

Toleransi merupakan kekuatan utama bangsa dan negara termasuk di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, “Mari jo jaga dan pertahankan toleransi tersebut.”

Meimonews.com – Menyongsong hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus (akrab disebut Natal) Tahun 2025, Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melakukan kegiatan sosial berbagi kasih.

Ada beberapa keluarga baik yang telah berumur 89 tahun, sakit berat, tidak bisa lagi melihat, tinggal di tanah orang lain (ada izin), janda dan lain-lain yang memerlukan bantuan didatangi Pengurus PPP Brimob dan beberapa pengantar untuk diberikam bantuan beras dan telur.

Penyerahan bantuan dilakukan dari rumah ke rumah di Kelurahan Bailang dan Kelurahan Pandu, Manado, Kamis (18/12/2025).

Ketika memberikan bantuan di Kelurahan Bailang, Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran di dampingi salah satu Kepala Seksi dan 3 kepala lingkungan yang ditugaskan Lurah Bailang Aldo Sumerah sementara ketika menyerahksn bantuan di Kelurahan Pandu, di dampingi Yakobus Tobing (tokoh masyarakat setempat).

Para penerima bantuan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari PPP Brimob yang mau mendatangi tempat tinggal mereka (ada yang hanya menggunakan tempat tinggal orang lain alias bukan milik mereka) dan memberikan bantuan sembako.

Pengurus PPP Brimob berterima kasih kepada Lurah Bailang dan staf/kepala lingkungan yang telah merekomendasikan nama keluarga yang perlu dibantu dan meminta agar mendampingi saat penyerahan bantuan.

Disampaikan terima kasih pula kepada Yakobus Tobing yang telah merekomendasikan nama keluarga yang perlu dibantu bahkan turut mendampingi saat penyerahan bantuan tersebut.

Program peduli sosial/berbagi kasih seperti ini sering dilakukan PPP Brimob dan sudah berlangsung sejak lama.

Bantuan diberikan dari rumah ke rumah, bahkan ada beberapa keluarga yang tempat kediamannya harus didatangi dengan berjalan kaki. (*)

Meimonews.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Tuminting bekerjasama dengan Perum Badan Logistik (Perusahaan Umum Bulog) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) Polri di Kelurahan Sumpompo Kecamatan Tuminting Kota Manado, Selasa (9/12/2025).

GPM ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan membantu kebutuhan masyarakat khususnya keterkaitannya dengan pangan.

Kegiatan yang dilaksanakan pagi hingga siang hari ini dihadiri Kapolsek Tuminting Iptu Victorrico A. Hartono, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tumumpa Dua Aiptu D. Sukoroharjo, dari Bulog SulutGo Amir Goni dan Clief Sambeka serta Lurah Sumompo Sufiane Wongkar dan staf kelurahan.

Sebanyak 285 masyarakat kelurahan setempat menghadiri dan berbelanja dalam program ini.

Mekanisme penjualan bahan pangan beras dimulai dengan registrasi terhadap warga masyarakat yang akan membeli beras. Warga masyarakat yang sudah terregistrasi dipanggil sesuai antrian. Untuk penjualan beras dibagi untuk warga Kecamatan Tumminting

Bahan pangan yang dipasarkan dan hasil penjualan adalah beras jenis SPHP 5 Kg/sak. Harga beras per 5 Kg/sak Rp. 58.000. Dari stok yang disediakan sebanyak 800 sak, habis terjual.

Seluruh rangkaian kegiatan GPM Polri ini berjalan lancar dan situasi kondusif. Masyarakat berterima kasih kepada Polri dan Bulog yang telah membantu masyarakat dalam rangka stabilitasi pasokan dan harga pangan beras.

GPM Polri ini memberikan solusi bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan karena harga yang tinggi di pasar, dan sangat membantu masyarakat khususnya yang berada di Kecamatan Tuminting. (Lexie)

Meimonews.com – BSG Choir kembali bersiap menorehkan harmoni terbaiknya di Festival Paduan Suara Sektor Jasa Keuangan (FPSSJK) 2025 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Tahun ini, komposisi tim semakin berwarna dengan hadirnya sejumlah karyawan dan karyawati baru yang telah mulai berlatih intensif sejak September 2025. Semangat, disiplin, dan kekompakan menjadi nada dasar yang terus dijaga di setiap sesi latihan.

“Harapan kami, BSG akan terus mengharumkan Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan membawa prestasi yang optimal di tahun ini. Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa yang terus diberikan oleh manajemen,” ujar Manager BSG Choir Audy Thuda, seperti dikutip
Pemimpin Departemen Public Relation Nicky Laoh kepada Meimonews.com via WhatsAppSelasa (14/10/2025).

Dengan harmoni suara dan semangat kebersamaan, sebutnya, BSG Choir siap menghadirkan penampilan terbaik, bukan hanya untuk kompetisi, tetapi untuk mempersembahkan karya dan semangat positif dari insan BSG bagi seluruh sektor jasa keuangan Indonesia. (Afer)

Meimonews.com – Di Indonesia ada 109 bahasa daerah belum termasuk Papua dan sebagian besar terancam kepunahan. Menurut data UNESCO, setiap tahun ada sepuluh bahasa di dunia ini yang punah.

Pada abad ke-21 ini, diperkirakan laju kepunahan bahasa akan lebih cepat lagi. Di antara 6.000 lebih bahasa yang ada di dunia pada abad ke-20, hanya tinggal 600-3.000 bahasa saja yang masih dapat bertahan menjelang abad ke-21 ini.

Dari 6.000 bahasa di dunia itu, sekitar separuh adalah bahasa yang dengan jumlah penutur tidak sampai 10.000 orang, dan seperempatnya lagi kurang dari 1.000 penutur. Padahal, salah satu syarat lestarinya sebuah bahasa adalah jika penuturnya mencapai 100.000 orang, Salah satu bahasa daerah yang terancam punah adalah bahasa kampung saya, bahasa Tondano.

Bahasa Tondano buat tukang bridge adalah bahasa ibu karena merupakan
bahasa pertama yang dipelajari sejak lahir melalui interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar, yang juga berfungsi sebagai alat komunikasi alami dan dasar identitas budaya.

Bahasa ini memungkinkan ekspresi pikiran, perasaan, dan ide secara lebih jelas dan mendalam, serta menjadi warisan yang menghubungkan anak dengan budaya dan tradisi nenek moyan.

Menguasai bahasa ibu di Indonesia penting untuk melestarikan identitas dan warisan budaya daerah, memperkuat hubungan keluarga dan komunitas, serta menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar bahasa asing anak.

Dengan menguasai bahasa ibu, generasi muda dapat terhubung dengan akar budayanya dan menghargai kearifan lokal yang diwariskan dari leluhur.

Pentingnya Bahasa Ibu untuk Identitas dan Budaya
Pertama, fondasi Identitas dan Warisan Budaya :.Bahasa ibu adalah bagian dari jati diri dan warisan budaya yang tak ternilai. Melestarikan bahasa daerah berarti juga melestarikan budaya dan peradaban masyarakatnya.

Kedua, memperkuat Identitas Nasional : Mempertahankan bahasa daerah memperkuat keberagaman linguistik dan budaya Indonesia, yang merupakan bagian dari identitas nasional.
Manfaat untuk Perkembangan Anak.

Ketiga, Perkembangan Kognitif : Menguasai bahasa ibu sejak dini membantu anak lebih mudah memahami konsep, tata krama, dan norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Keempat, Kemampuan Berpikir Kritis dan Logis :
Penggunaan bahasa yang tepat akan mengasah kemampuan anak dalam berpikir kritis dan logis, serta membangun kerangka berpikir yang kuat.

Kelima, Fondasi Belajar Bahasa Lain : Penguasaan bahasa ibu yang baik menjadi fondasi bagi anak untuk mempelajari bahasa asing atau internasional.

Keenam, Meningkatkan Kepercayaan Diri : Anak yang merasa dianggap sebagai bagian dari sebuah kebudayaan akan merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi dan memiliki rasa bangga terhadap asal usulnya.

Koneksi dengan Keluarga dan Komunitas
Pertama, Memperkuat Hubungan Keluarga :
Bahasa ibu menjadi cara untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga, terutama dengan generasi yang lebih tua seperti kakek dan nenek.

Kedua, Memperkaya Wawasan : Melalui bahasa ibu, anak dapat mempelajari literatur daerah, musik, dan cerita rakyat yang memperkaya wawasan dan tumbuh kembang emosionalnya.

Pentingnya dalam Era Globalisasi
Menyeimbangkan Globalisasi : Mengejar globalisasi bukan berarti meninggalkan identitas bangsa. Penting untuk mengajarkan anak bahasa asing sekaligus menanamkan pentingnya mengutamakan dan melestarikan bahasa ibu dan Bahasa Indonesia.

Semoga dengan pemahaman ini, semua stake holder yang terkait mau bahu membahu mempertahankan bahasa ibu terutama yang mulai terancam punah seperti bahasa ibu tukang bridge bahasa Tondano.

Secara pribadi tukang bridge telah mulai pada tanggal 19 November 2008 dengan memberanikan diri membuat Group Lestarikan Bahasa Tondano di Facebook yang saat itu mulai mewabah di Indonesia.

Kenapa saya pilih Facebook karena menurut pengalaman saya, keengganan anak-anak Tondano menggunakan bahasa daerah karena mereka malu. Ber bahasa Tondano terkesan kampungan.

Jadi, dengan adanya bahasa Tondano di Facebook mudah-mudahan generasi muda yang akrab dengan internet akan tertarik dan merasa bangga menggunakan bahasa Tondano.

Melihat hanya dalam tempo kurang dari setahun, anggota group Lestarikan Bahasa Tondano telah mencapai sekitar 3100 orang maka rasanya misi saya cukup berhasil. (Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Wanitia Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Pineleng mengandeng Laboratorium Prodia Manado menggelar Pemeriksaan Papsmear Gratis serta Seminar dan Edukasi Kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pastoran Paroki Pineleng, Sabtu (27/9/2025) ini diikuti 56 pengurus/anggota dari WKRI cabang lain dan masyarakat sekitar.

Kegiatan dibuka Ketua WKRI Cabang Pineleng Leyliana Makarawung di dampingi Jasinta Paat dan Novi Tangapo (Wakil Ketua dan Sekretaris Cabang).

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu dan semoga ke depan semakin banyak kegiatan-kegiatan positif yang bisa kita laksanakan dan bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Leyliana ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan. (elka)

Meimonews.com – Penutupan akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh aliansi kelompok masyarakat memicu persoalan serius di Kota Manado. Akibat aksi sepihak ini, sampah menumpuk di berbagai sudut jalan, menimbulkan bau menyengat, menciptakan pemandangan kumuh , serta meresahkan warga.

Tindakan aliansi masyarakat dinilai sumber kepada Meimonews.com via WhatsApp, Kamis (24/9/2025) pagi, merugikan kepentingan publik. Alih-alih menyampaikan aspirasi dengan cara persuasif, aksi menutup TPA justru menjadikan masyarakat luas sebagai korban.

Warga Manado, sebutnya, kini, harus berhadapan dengan ancaman kesehatan, mulai dari penyebaran penyakit hingga pencemaran lingkungan, akibat sampah yang tidak terangkut.

“Pemerintah Kota Manado menyayangkan sikap aliansi masyarakat yang mengabaikan dampak sosial luas. Aparat bersama instansi terkait berupaya melakukan mediasi agar akses ke TPA segera dibuka kembali, sehingga pelayanan kebersihan kota dapat berjalan normal,” ujarnya.

Masyarakat berharap, kepentingan umum tidak lagi dijadikan alat tekan oleh kelompok tertentu, sebab dampaknya langsung dirasakan oleh nasyarakat

Salah seorang warga Sario menegaskan, sampah sudah dua hari tidak terakut. “Kalau penyebabnya karena TPA ditutup, seharusnya aliansi kelompok tersebut lebih mendahulukan kepentingan umum ketimbang kepentingan kelompok tertentu, dan cari solusi terbaik,” ujar Ventje

Pemerintah Kota Manado bersama aparat terkait terus berupaya mencari solusi agar permasalahan ini segera teratasi. Dialog dengan perwakilan aliansi masyarakat pun tengah ditempuh guna membuka kembali akses ke TPA.

Masyarakat berharap agar persoalan ini dapat segera diselesaikan, mengingat penumpukan sampah bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan dan lingkungan yang lebih serius. (*)

Meimonews.com – Kabar dukacita beredar. Mantan birokrat dan salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Manado (meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) yakni Ir. Joost Leopold Tambayong berpulang ke rumah Bapa pada Minggu (14/9/2025) sore di RSUP Kandou Manado karena sakit.

Kabar meninggalnya anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Johan Tambajong (papa) dan Wihelmina Dotulong (mama) menjadi perbincangan karena merasa kehilangan tokoh yang banyak karyanya bukan hanya di lingkungan gereja Katolik tapi juga di lingkungan pemerintah Kota Manado dan Provinsi Sulut serta masyarakat/umum.

Itulah sebabnya, sejak kabar meninggalnya suami dari Lieke Theresia Tanod (istri) tersebut beredar banyak orang yang mendatangi rumahnya yang berada di Kelurahan Winangun 1 Kota Manado.

Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC menyempatkan diri melayat ke rumah duka

Betapa tidak, papa dari tiga anak ini semasa hidupnya menjadi pernah menjadi pejabat di lingkungan pemerintah baik di tingkat kota Manado maupun provinsi Sulut seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU) Manado, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Kadis SDA Sulut dan Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Sulut.

Dalam lingkungan gereja, Joost pernah memegang jabatan penting, di antaranya Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik (PK) Sulut, Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, mantan Dewan Pertimbangan (Depertim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado.

Ir. Joost Leopold Tambajonh bersama Lieke Theresia Tanod (istri)

Selain itu, mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Prodiakon Paroki HKY Karombasan, dan aktivis Merriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado,

Kader/senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut kelahiran Manado, 12 September 1950 ini pernah pula menjadi Ketua Umun Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sulut.

Rencananya, misa requiem tokoh berprinsip tegas tapi baik hati (suka dan telah banyak membantu orang dan organisasi) ini akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di rumah duka pada Kamis (18/9/2025) siang. (lex)