Meimo News

Meimonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado di ruang rapat dewan, Kelurahan Buha, Selasa (14/7/2026).

Hadir pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey ini, antara lain Walikota Andrei Angouw, Wakil Walikota Richard Sualang yang di dampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Pinontoan dan Merry Mawardi.

Turut hadir Asisten III Setdaprov Sulut Fransiscus Manumpil (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), jajaran Forkopimda Kota Manado, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Manado, Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado, pimpinan instansi vertikal, sejumlah kepala daerah,

Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel di dampingi Ketua DWP Kota Manado, Ny. Syenny Dandel-Tamuntuan, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan syukur atas bertambahnya usia Kota Manado yang kini memasuki tahun ke-403 serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut, DPRD Kota Manado, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung pembangunan Kota Manado.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut menyampaikan penghargaan kepada para Walikota dan Wakil Walikota Manado terdahulu yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Manado.

Di kesempatan itu, Walikota memaparkan berbagai indikator pembangunan Kota Manado, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif serta PDRB per kapita yang telah mencapai Rp. 174,42 juta per tahun.

Selain itu, IPM Kota Manado juga terus mengalami peningkatan, seiring dengan berbagai program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa Kota Manado telah berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga tidak lagi terdapat masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut.

Walikota juga menjelaskan berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, di antaranya penanganan persoalan kebersihan, peningkatan layanan air bersih, penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara tepat sasaran, pengembangan sektor pendidikan dan transportasi publik.

Mengakhiri sambutannya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kerukunan Kota Manado. (elka)

Meimonews,com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang menggelar Pesta Rakyat di Manado Beach Walk (MBW), Rabu (14/7/2026).

Pesta Rakyat ini merupakan puncak rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403.Kota Manado.

Beberapa acara diadakan di Pesta Rakyat yang mengusung tema Manado Juara, Maju dan Sejahtera ini dihadiri ribuan warga baik kota Manado maupun warga lainnya.

Beragam hiburan disuguhkan, mulai dari pertunjukan musik, olahraga tinju tarung bebas, tarian daerah, lomba rakyat, bazar UMKM, penampilan Live DJ, hiburan dari artis ibu kota, hingga ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit Kota Manado.

Ada juga acara lain yang dilaksanakan di Pesta Rakyat yang mengusung tema Manado Juara, Maju dan Sejahtera ini yaApi Lauching barcode Menu Cakalang Fufu, Penandatangan MoU Pemkot Manado dengan PT Gerbang Nusa Perkasa (kerjasama pengelolaan parkir.di kawaaan Mantos), Penyerahan Akta Kerjasama.antara Pengadilan Negeri Manado dan Dinas Dukcapil Manado.

Penyerahan Penghargaan 112 kepada Polresta Manado, PT PLN Manado dan PT Telkom, Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba Line Dance 87 Kelurahan, Penyerahan Hadiah kepasa Juara Pemilihan ASN Berprestasi, serta Pengumuman Pemenang dan Pemberian Award Akumulasi Penggunaan QRIS selama HUT Kota Manado bagi UMKM di MBW,

Hadir pada kegiatan penuh sukacita dan kebersamaan ini, Kepala Dinas Pariwiaata Sulut Kartika Devi Tanos (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), Walikota Manado Andrei Angouw, Wakil Walikota Manado Richard Sulang, Forkopimda Manado, Sekretaris Kota Manado Steven Dandel dan pejabat Pemkot Manado.

Turut hadir, Ketua TP PKK Manado Irene Pinontoan, Sekretaris TP PKK Manado Merry Mawardi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Manado Syenny Tamuntuan, Pengurus FKUB dan BKSAUA Manado serta undangan lainnya.

 

Kepada seluruh masyarakat kota Manado, Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus menyampaikan selamat HUT dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan Pesta Rakyat ini.

“Pesta Rakyat ini bukan sekedar perayaan ulang semata tetapi juga menjadi simbol kebersamaan serta wujud nyata dan rasa syukur dan semangat dari seluruh elemen masyarakat dalam membangun dan memajukan Kota Manado yang kini cintai bersama,” ujar Devi membacakan sambutan tertulis Gubernur.

Dikemukakan, Kota Manado telah melewati sejarah yang panjang hingga mencapai 403 tahun. Sepanjang perjalanan sejarah tersebut Kota Manado tidak hanya tumbuh menjadi pusat kemajuan ekonomian dan pembangunan tetapi juga menjadi miniatur Indonesia yang mencerninkan keberadaan budaya, suku, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.

Seiring perjalan waktu, perayaan ulang tahun ke-403 Kota Manado ini tidak hanya menjadi milik jajaran Pemerintah Kota Manado semata tetapi juga menjadi kegembiraan yang dirasakan dan dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara.

Hal ini menunjukkan bahwa momentum historis seperti ini memiliki kekuatan untuk menyatukan kita semua dalam keberagaman serta mempererat hubungan persaudaraan.

“Pesta rakyat yang dilaksanakan hari ini menjadi momen penting untuk terus merawat nilai-nilai luhur, menjaga diri, rukun dan damai serta senantiasa mengobarkan semangat Torang Samua Basudara, yang telah menjadi identitas dan wajah sejati Provinsi Sulawesi Utara,” tandas Gubernur.

Karena itu, di temgah kegembiraan perayaan HUT ini, Gubernur mengajak dan mengimbau kepasa seluruh masyarakat dan pengunjung untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

“Mari kita kawal Pesta Rakyat ini agar berlangsung dengan kondusif. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kesadaran kita semua untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di area pelaksanaan acara. Keindahan dan kebersihan lokal ini adalah cerminan dari budaya dan kepribadian kita sebagai warga Sulaweesi Utara,” ajak Gubernur.

Kita sambungnya, harus memastukan bahwa nilai-nilai kerukunan dan kebersihan ini dapat terus dijaga dan diwarisian kepada generasi muda.

Peata Rakyat ini diharapkan pula oleh Gubernur semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta menjadikan keberagaman sebagai jembatan yang kokoh untuk bersatu. “Mari jadikan perayaan HUT ke-403 Kota Manado sebagai cerninan bahwa kekuatan daerah kita terletak pada persatuan,” sebutnya

Ada oerhargaan terhadap nilai perdamaian, serta pada semangat untuk terus melangkah bersama, bahu-membahu membangun Kota Manado semakin maju, sejahtera dan diberkati.

Dalam sambutannya, Walikota Manado menyampaukan selamat ulang tahun Kota Manado untuk kita semua. Dirgahayu ke-403. Semoga dengan perayaan ke-403 ini kita semakin semangat untuk merawat, menjaga dan membangun Kota Manado tercinta.

“Selalu baku-baku bae, baku-baku sayang, jaga toleransi. Jangan buang sampah sembarangan, jaga kebersihan dan infrastruktur yang telah dibuat pemerintah,” ujar.mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Di momen Pesta Rakyat tersebut, Walikota dan Wakil Walikota mengambil kesempatan untuk menonton pertandingan tinju yang diadakan di dekat tribun utama sehingga beberapa pertandingan final terlihat semakin semarak dan menarik. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Manado berkolaborasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Manado menggelar Sidang Keliling Teroadu di Kompleks Kantor Dukcapil Manado, Tikala, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara PN Manado dan Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang dalam memberikan kemudahan akses layanan hukum bagi masyarakat, khususnya terkait proses persidangan yang berkaitan dengan dokumen Dukcapil.

Melalui layanan jemput bola seperti ini, masyarakat dapat mengurus proses hukum secara lebih cepat, mudah, dan tanpa harus datang langsung ke pengadilan.

Dinas Dukcapil Kota Manado di bawah kepemimpinan Erwin Kountu (Kepala Dinas) berkomitmen untuk terus melanjutkan dan mengembangkan kerjasama ini secara berkelanjutan, sebagai wujud pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat Kota Manado. (elka)

Meimonews.com. – Perkuat wilayah perbatasan serta menunjukkan komitmen menjaga dan membangun wilayah beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terlihat ketika Kodam XIII/Merdeka membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026.

Program strategis TNI Angkatan Darat ini difokuskan di dua wilayah kepulauan paling utara Indonesia, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Aksi nyata pembangunan daerah perbatasan kali ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, salah satunya dengan menggandeng civitas akademika dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Sejumlah mahasiswa dari Unsrat dilibatkan dalam program ini sebagai Satgas. Meteka yang sudah berangkat beradal dari FPIK, FPMIPA, FH, FEB, FISIP dan Fatek. Keterlibatan mahasiswa Unsrat dalam satgas ini disambut positif sebagai bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Para mahasiswa yang ikut bertolak dari Pelabuhan Bitung nantinya akan membaur bersama prajurit TNI untuk melaksanakan berbagai program.

Melalui sinergi Kodam XIII/Merdeka dan Unsrat pimpinan Rektor Oktavian Berty Alexamder Sompie ini, diharapkan akselerasi pembangunan di Kepulauan Sangihe dan Talaud dapat berjalan lebih masif, sekaligus memperkokoh sabuk pengaman di utara Nusantara.

Upacara Pemberangkatan Sathas Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 ini dipusatkan di Pelabuhan Samudera Bitung, Sulut, Sabtu (11/7/2026).

Upacara pelepasan dipimpin Pangdam XIII/Merdeka dan turut dihadiri antara lain Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat), Dekan FH, Dekan FEB, Dekan FPMIPA, Dekan FISIP dan Dekan Fatek. Beberapa Dekan juga terlibat sebagai panitia.

Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan, Karya Bakti Skala Besar ini bukan sekadar program rutin, melainkan wujud kehadiran negara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.

“Kolaborasi kemanunggalan TNI dengan rakyat dan akademisi akan menjadi motor penggerak pembangunan di Sangihe dan Talaud,” ujar Pangdam. (FA)

Meimonews.com – Kabar menggembirakan mencuat dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado. Hal ini dikarenakan 2 (dua) mahasiswa dari fakultas yang dipimpin Dekan Ockstan Jurike Kalesaran itu dikabarkan telah berangkat menuju Bologna (Italia).

“Benar, ada dua mahasiswa kami telah berangkat menuju Bologna, Italia. Saat ini (Sabtu, 11 Juli 2026) mereka telah di Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk .melanjutkan perjalanan ke Bologna, Italia,” ujar Ockstan kepada Meimonews.com via telefon, Sabtu (11/7/2026) sore.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Farah Aliyyah Haryono Putrì dan Jessica Elenvania Werot.

Mereka berangkat ke Bologna, jelas Dekan, terkait kerjasama Univercity (Universitas) Bologna Italia dengan Unsrat Manado dalam hal pertukaran akademik.

Proyek ini berfokus pada studi komparatif dan restorasi habitat pesisir antara terumbu biogenik tropis dan beriklim sedang (temperate).

Mereka akan tinggal selama satu (satu) bulan di Ravenna Campoes yang adalah Cabang dari Universitas Bologna, yang terkenal dengan keunggulan dalam bidang warisan budaya, teknik pesisir dan hukum lingkungan. Ada sejumlah agenda kegiatan selama mereka magang di sana. (lexie)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado Richard Sualang membuka Half Marathon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado di Malalayang Beach Walk (MBW) II, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema Manado Juara dan mempertandingkan kategori 21K dan 5K ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga pelari internasional, termasuk dari Kenya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado untuk mendorong gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mempromosikan Kota Manado sebagai kota yang aktif, sehat, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Sekda Kota Manado Steaven Dandel, Asisten II Kota Manado Atto Bulo, Asisten III Kota Manado, Donal Franky Supit, Kadispora Kota Manado Bonyx Yusak Saweho dan Camat Malalayang Yusuf Kopitoy.

Usai pelaksanaan lomba, Panitia langsung menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba. Penyerahan hadiah dilakukan Wakil Walikota Kapolresta Manado dan pejabat Pemkot lainnya.

Wakil Walikota Manado, dalam sambutannya, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan lomba lari perdana yang digelar Pemerintah Kota Manado tersebut.

“Ini pertama kali diselenggarakan Pemerintah Kota Manado dan kami sangat bersyukur antusias masyarakat maupun atlet begitu tinggi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Forkopimda Manado, Kapolresta manado dan seluruh jajaran pemerintah,” ujarnya.

Kegiatan ini, menurutnya, tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kota Manado, tetapi juga merupakan upaya pemerintah mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga.

Wakil Walikota berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-403 Kota Manado mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. “Semoga seluruh rangkaian HUT ke -403 ini menjadi penyemangat bagi masyarakat dan pemerintah untuk bersama – sama membangun Kota Manado yang semakin maju, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.

Kehadiran Kapolresta Manado dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan positif yang mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan.

Kapolresta Manado menyampaikan bahwa olahraga bukan hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Half Marathon 2026 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, komunitas, dan seluruh masyarakat.

Polresta Manado akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya

Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, Polresta Manado menurunkan personil di sejumlah titik guna melaksanakan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para peserta lomba. (elka)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kalau ada yang bertanya kapan waktu senggang bagi pemain bridge pada semester kedua tahun 2026, ? jawabannya mungkin sederhana yakni hampir tidak ada.

Mulai Juli hingga Desember, kalender turnamen bridge dipenuhi berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Hampir setiap akhir pekan terdapat turnamen yang dapat diikuti. Bahkan, ada beberapa periode ketika dua atau tiga kejuaraan berlangsung hampir bersamaan.

Juli menjadi pembuka dengan Pesta Sukan Singapura dan Walikota Pontianak Cup. Memasuki Agustus, intensitas kompetisi langsung meningkat. Diawali Ernst Gultom Memorial Trophy di Jakarta, kemudian World Youth Transnational Championship di Hefei, Intercity Hong Kong, World Bridge Series di Katowice, hingga Kejuaraan Pasangan HUT ke-81 RI DPP KKK di Jakarta.

Kesibukan berlanjut pada September. Tugu Muda Cup di Semarang menjadi pembuka sebelum disusul EA 2nd International Bridge Championship di Chennai, Kejuaraan Nasional Bridge di Mamuju, APBF Youth Championships di Hainan, serta Gubernur Kanagawa Cup di Jepang.

Belum sempat beristirahat, Oktober langsung diawali HCL International Bridge Championship di New Delhi, dilanjutkan FISU Mind Sports University Games di Liaocheng, China, dan ITS Challenge di Surabaya.

November bahkan menjadi bulan paling padat. Asia Pacific Fall Transnational Championship di Qingdao, Porprov Kalimantan Barat, Festival Online Wanita WBF, Seoul International Bridge Tournament, Rektor UGM Cup, serta kemungkinan Piala Pahlawan Surabaya membuat hampir seluruh akhir pekan terisi agenda bridge.

Desember pun belum menjadi waktu untuk bersantai. Kalender masih menghadirkan 9th SEABF Championships dan 42nd Asian Bridge Clubs Championship (ABCC) di Kuala Lumpur, peringatan HUT GABSI dan Hari Bridge Nasional, serta rencana penyelenggaraan Christmas Bridge Festival di Manado.

Yang menarik, kalender tersebut kemungkinan masih akan bertambah padat.

Memasuki Oktober hingga Desember, sejumlah provinsi diperkirakan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang mempertandingkan cabang olahraga bridge. Hingga saat ini baru Porprov Kalimantan Barat yang telah mengumumkan jadual resminya, sedangkan provinsi-provinsi lain masih menunggu pengumuman resmi.

Artinya, jadual yang sudah padat ini masih sangat mungkin bertambah.

Padatnya kalender tentu membawa tantangan. Atlet harus pandai mengatur jadwal, menjaga kondisi fisik dan mental, serta menentukan prioritas turnamen yang akan diikuti. Pengurus dan penyelenggara juga perlu berkoordinasi agar benturan jadwal dapat diminimalkan.

Namun, di sisi lain, ramainya kalender merupakan indikator positif. Semakin banyak turnamen berarti semakin banyak kesempatan bertanding, semakin banyak pengalaman yang diperoleh atlet, serta semakin besar peluang munculnya pemain-pemain muda berbakat.

Bridge Indonesia tampaknya sedang memasuki fase yang sangat menggembirakan. Aktivitas kompetisi tidak lagi terpusat di beberapa kota saja, tetapi menyebar ke berbagai daerah dan terhubung dengan kalender internasional.

Kini, tantangannya bukan lagi mencari turnamen, melainkan bagaimana mengelola begitu banyak kesempatan tersebut agar benar-benar menghasilkan prestasi.

Melihat kalender semester kedua tahun 2026, rasanya judul tulisan ini memang sangat tepat : “Ketika Kalender Bridge Nyaris tak Menyisakan Akhir Pekan.” (Penulis adalah Pengurus/pemain bridge)

Meimonews.com – Tak mengenal lelah dan pelbagai upaya terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June E. Silangen dalam upaya penerimaan daerah seperti lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dikarenakan PAD tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah Sulut, yang kini dipimpin Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay,

Hal itu terlihat sejak bulan Mei hingga saat ini, Tim Bapenda Sulut melakukan penelusuran tunggakan PKB (pajak kendaraan bermotor) secara door to door untuk pemberitahuan dan sosialisasi pembayaran secara online sepanjang belum mengganti STNK (surat tanda nomor kendaraan).

“Kegiatan ini sekaligus juga dilakukan pendataan kendaraan yang masih aktif tapi belum membayar pajak dan yang tidak aktif (rusak berat, dijual dan mutasi luar daerah),” ujar Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel kepada Meimonews.com, Sabtu (11/7/2026).

Ditambahkan, kegiatan penelusuran dari kantor pusat Bapenda dilakukan seminggu dua kali oleh masing-masing bidang yang ada, selain kegiatan penelusuran dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah (UPTD PPD) se-Sulut. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Pesta Pelindung, umat Stasi Santo (St) Benedictus Kakaskasen Tiga Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon menggelar misa dan syukuran di lantai dasar gereja stasi, Sabtu (11/7/2026).

Tak kurang dari 200-an umat Stasi pimpinan Maria Sengkey.serta pimpinan organisasi gerejani Stasi seperti Ketua WKRI Ranting Sta. Threresia Steify Sepang, dan pimpinan Wilayah Rohani hadir pada misa yang dipimpin Pastor Paroki Noldy Gedefridus Karamoy Pr ini.

Turut hasir pula pada kegiatan kerohanian dan penuh kekeluargaan/kebersamaan ini dua pimpinan inti Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yakni Koordinator Bidang (Korbid) Organisasi dan Kaderisasi Viany Lolong dan Korbid Kerohanian Fidelia Engelien Pontoh.

Di momen istimewa ini, dua anak kembar bernama Charina dan Karmel (anak keluarga Mentu – Ruru) mendapat sakramen pembaptisan oleh pastor Noldiy.

Pembaptisan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan umat stasi.

Dalam kotbahnya, Pastor Noldy menjelaskan siapa itu Santo Benedictus, yang menjadi pelindung dari stasi ini. Selain itu, hal-hal yang patut ditiru dari spiritualitas Santo kelahiran Nursia (Italia Tengah) tersebut diharap menjadi pegangan/pedoman bagi umat.

Peringatan St. Benedictus, menurut Pastor Noldy, mengajarkan kepada kita untuk mencari Allah dalam doa, kerja dan disiplin dalam hidup, yang sejalan dengan motto Ora et Labora (bekerja dan berdoa).

Mantan Pastor Paroki St. Petrus Langowan ini mengajak umat Stasi Benedictus Kakaskasen untuk menjadi pewarta dan tidak takut mewartakan kabar baik. Hal itu sejalan dengan yang ada dalam Kitab Suci : “inilah aku utuslah aku.’

Saat syukuran yang diwarnai dengan makan bersama, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Stasi James Wewengkang memberikan laporan progres pembangunan gedung yang peletakan batu pertama dilakukan tahun 2020 dan dan dimulai pengerjaannya pada tahun 2021 ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai misa dan syukuran, Maria di dampingi Fedelia berharap pembangunan gedung gereja stasi bisa cepat selesai karena sangat penting dan menjadi tempat ibadah/misa umat stasi.

Kondisi saat ini masih terbilang sederhana tapi sudah difungsikan bagian bawahnya untuk dijadikan tempat ibadah/misa umat stasi. (lex)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Di seluruh dunia, jutaan orang menunggu babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan harapan sederhana : melihat negaranya menjadi juara dunia. Namun, di sebuah warung kopi, ada seorang pria yang justru sibuk menghitung sesuatu yang sama sekali berbeda.

Bukan peluang juara. Bukan probabilitas adu penalti, melainkan peluang siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak.

Temannya mulai heran. “Negara mana yang kamu dukung ?” Pria itu mengangkat kepala sebentar. “Saya mendukung Mbappé, Messi, Kane… dan tadi sebenarnya Haaland juga.”
“Lho ? Bukannya mereka main untuk negara yang berbeda ?” “Itulah justru indahnya.” Temannya langsung sadar. “Oh… kamu tukang bridge, ya ? Pria itu hanya tersenyum.

Bagi pemain bridge, dunia memang sedikit berbeda. Kalau orang lain melihat bagan pertandingan, mereka melihat jalan menuju trofi. Pemain bridge melihat pohon kemungkinan (game tree).

Kalau orang lain menghitung penguasaan bola, pemain bridge menghitung peluang. Kalau orang lain berteriak “Ayo menyerang!”, pemain bridge malah bertanya, “Kalau Inggris lolos, berarti Kane masih punya dua kesempatan menambah gol. Tapi kalau Norwegia yang lolos, Haaland juga masih hidup. Mana yang lebih menguntungkan ?”

Begitulah otak seorang pemain bridge bekerja. Awalnya, ia memiliki impian yang menurutnya sangat indah. Semifinal diisi oleh Prancis, Inggris, Norwegia, dan Argentina. Empat negara.
Empat monster pencetak gol. Mbappé. Messi. Haaland. Kane.

Semuanya masih hidup sampai akhir turnamen. Persaingan Sepatu Emas dijamin berlangsung sampai detik terakhir. Sayangnya… Sesudah membuka bagan pertandingan FIFA lebih teliti, wajahnya langsung berubah. “Lho…”

“Inggris ketemu Norwegia di perempat final?” Ia menepuk jidat. “Berarti salah satu pasti pulang.” Logika bridge yang begitu rumit akhirnya dikalahkan oleh sesuatu yang sangat sederhana. Bagan pertandingan.

Tetapi pemain bridge jarang menyerah.
Kalau kontrak gagal, masih ada papan berikutnya. Kalau rencana A gagal, buat rencana B. Maka lahirlah skenario baru. Prancis. Argentina. Spanyol. Ditambah salah satu dari Inggris atau Norwegia. Masih lumayan. Minimal perebutan Sepatu Emas tetap panas.

Di sinilah orang biasa dan pemain bridge mulai sulit saling memahami. Seorang penggemar sepak bola berkata, “Saya ingin negara saya juara dunia.” Pemain bridge menjawab, “Saya ingin top skor baru ditentukan pada pertandingan terakhir.” “Jadi kamu tidak peduli siapa juara?” “Bukan begitu.”

“Lalu?” “Kalau juara sudah ketahuan, pertandingan selesai.” “Kalau Sepatu Emas belum selesai, setiap gol masih mengubah cerita.”

Bahkan ia memiliki teori sendiri. Trofi Piala Dunia hanya diangkat satu kali. Tetapi perebutan Sepatu Emas bisa berubah setiap menit. Satu gol. Satu penalti. Satu tendangan bebas. Satu sundulan.

Semuanya bisa mengubah klasemen pencetak gol. Itulah drama yang membuatnya tidak berani meninggalkan televisi, bahkan hanya untuk membuat secangkir kopi.

Ketika Mbappé mencetak gol kedelapannya, ia tersenyum. Ketika Messi menyamai jumlah gol itu, ia mengangguk puas. Ketika Kane terus mendekat, ia mulai menghitung ulang. Dan ketika Haaland masih memiliki peluang, ia bahkan sempat berharap Norwegia membuat kejutan. Bukan karena ia orang Norwegia. Melainkan karena persaingan akan semakin seru.

Temannya kembali bertanya. “Kalau nanti Inggris mengalahkan Argentina?” Ia menjawab santai. “Berarti Kane naik.” “Kalau Argentina menang?” “Messi menjauh.” “Kalau Mbappé cetak hat-trick?” “Lebih bagus lagi.” “Kalau tidak ada yang mencetak gol?” Ia menghela napas.
“Itu namanya hasil seri bagi para pemburu Sepatu Emas.”

Akhirnya temannya tertawa. “Sekarang saya mengerti.” “Mengerti apa?” “Kalau menonton sepak bola bersama pemain bridge ternyata berbeda.” “Kenapa?” “Karena kami menonton pertandingan.” “Kalau kamu?” “Aku sedang memainkan probabilitas.”

Dan mungkin, hanya mungkin, di seluruh dunia memang ada segelintir orang yang menonton semifinal Piala Dunia bukan terutama untuk melihat siapa yang akan mengangkat trofi. Melainkan untuk memastikan persaingan Sepatu Emas tetap hidup hingga peluit terakhir final.

Kalau anda bertemu orang seperti itu, jangan heran. Kemungkinan besar, ia adalah seorang pemain bridge. Dan, di kepalanya, setiap pertandingan selalu terasa seperti satu papan besar yang harus dianalisis sebelum kartu pertama dimainkan. (Penulis adalah Pengurus dan Pemain Bridge)