Meimo News

Meimonews.com – Polda Sulawesi Utara menyambut dengan sukacita dengan kehadiran Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditserse PPA dan PPO) yang telah dilaunching oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara nasional dari Mabes Polri dan diikuti Polda seluruh Indonesia secara zoom, Rabu (21/1/2026).

“Pembentukan Direktorat yang baru, ini merupakan sejarah baru termasuk di Polda Sulut,” ujar Wakil Kapolda Sulut Brigjen Pol. Awi!Setiyono kepada wartawan seusai acara Launching Direktorat Reserse PPA dan PPO oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Diketahui, sebelumnya, Direktorat yang ada di Polda Sulut terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Direktorat Reserse Narkotka dan Psikotropika (Ditresnarkoba) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Kantor Direserse PPA dan PPO Polda Sulut

Pembentukan direktorat baru Ini juga menurut Wakapolda, merupakan hal yang positif untuk pembinaan karier khususnya di kepolisian termasuk Polda Sulut. Karena ada promosi (personil), yang sebagaimana pula arahan Kapolri mengedepankan gender.

“Kemajuan kita juga menjadi penyemangat baru karena job Kombes. Ke depan ada promosi-promosi jabatan,” ujarnya di dampingi Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol. Suryadi, Kasubdit AKBP Paulus Palamba dan Kasubbid Penmas AKBP Peter Gosal.

Terkait kinerja, disebutkan, kalau dulu Subdit IV Renata dari Ditreakrimum kemudian pecah menjadi Ditreserse PPA dan PPO. Tentunya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi teman-teman yang nota bene, dulunya cuma Subdit, sekarang telah menjadi Direktorat.

Dijelaskan, ke depan, laporan-laporan sebagaimana disampaikan Kapolri, mulai dari penanganan kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap perempuan, kelompok rentan, kasus-kasus pelecehan seksual termasuk IT perempuan dan anak, semuanya itu ditangani Ditres PPA dan PPO. “Tidak lupa juga kasus perdagangan orang,” ujarnya.

Di dalam Direktorat ini ada tiga Subdit. Ada peran dan tugas masing-masing untuk mengoptimalkan tugas pelayanan.

Dengan adanya direktorat ini, masyarakat bisa jera dan tidak lagi melakukan tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan serta perdagangan orang.

Terkait dengan sarana seperti ruangan bagi pelaku perempuan, ini menjadi tantangan tersendiri. “Ke depan akan disiapkan sarana dan prasarananya termasuk ruang tahanan,” ujarnya. (AF)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry H. Rampengan menegaskan, tantangan tata kelola tarif tidak hanya pada peningkatan volume layanan.

Penegasan tersebut disampaikan Rampengan pada acara pembukaan Workshop Tata Kelola Tarif dan Optimalisasi Layanan Rumah Sakit, di Aula Lantai Dua Kantor Pusat RSUP Kandou, Senin (19/1/2026).

“Tetapi kemampuan rumah sakit mengelola pendapatan secara efektif, menyusun tarif yang rasional dan akuntabel, serta memastikan layanan tetap mengutamakan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Direktur SDM Pendidikan dan Diklit Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Workshop ini, sebutnya, merupakan bagian dari langkah RSUP Kandou dalam memperkuat tata kelola tarif yang berkeadilan dan berkelanjutan berbasis mutu, sekaligus mendorong optimalisasi layanan rumah sakit yang berintegritas di berbagai aspek, mulai dari medis-perawatan, SDM, pendidikan hingga keuangan.

Ditambahkan, workshop ini sekaligus bentuk keseriusan RSUP Kandou dalam menghadapi tantangan finansial rumah sakit, dengan tujuan akhir mencapai remunerasi yang lebih baik, adil, dan bermartabat berbasis kinerja.

“Dengan workshop ini, besar harapan kami akan terjadi peningkatan pemasukan, perbaikan remunerasi, dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh insan RSUP Kandou. Rumah sakit yang sehat secara finansial akan menghasilkan mutu layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Dikemukakan, keberhasilan RSHS Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil meningkatkan pendapatan rumah sakit secara signifikan (dari sekitar Rp. 850 miliar menjadi Rp1,3 triliun) yang turut berdampak pada peningkatan remunerasi pegawai di RS tersebut.

Keberhasilan tersebut, menurut Rampengan, menjadi contoh nyata bahwa tata kelola yang tepat dapat membawa perubahan positif bagi keuangan rumah sakit, teknologi pelayanan, hingga kesejahteraan pegawai.

Kegiatan dua hari ini (Senin-Selasa, 19-20/1/2026) yang dimoderatori Asisten Manajer Diklat Sekplin Sekeon ini berjalan interaktif dengan paparan materi dan diskusi bersama narasumber yang telah berpengalaman dalam tata kelola tarif dan optimalisasi layanan rumah sakit di tingkat nasional.

Para narasumber tersebut berasal dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang menjadi mitra pelaksanaan kegiatan workshop. Mereka adalah Dirut H. Rachim Dinata Marsidi, Direktur Medik dan Penunjang Iwan Abdul Rachman, Asisten Tim Kerja Akuntansi Suryandrizal, serta Wakil Kepala Instalasi SIRS Bagus Yudha Gartono Putranto.

Asisten Manajer Diklit RSUP Kandou Neni Ekseardhani eelaku Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan struktur kegiatan, target peserta, serta narasumber yang terlibat.

Workshop ini sebutnya, diikuti oleh-oleh unsur direksi, pejabat struktural, komite medik, para manajer dan kepala instalasi, unit pelayanan, serta tim keuangan, akuntansi, dan SDM. Total peserta mencapai puluhan orang dengan komposisi internal RSUP Kandou dan pendamping materi dari RSHS Bandung. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai terobosan penting dan membanggakan dilakukan RSUP Prof. Dr. RD Kamdou (acap disebut RSUP Kandou RS Kandou) yang kini dipimpin Starry H. Rampengan (Direktur Utama). Dan, capaian penting ini menguatkan layanan kesehatan.

Terbaru, rumah sakit rujukan utama di Kawasan Timur Indonesia ini resmi menghadirkan layanan pemeriksaan renografi, sebuah metode diagnostik kedokteran nuklir yang mampu menilai fungsi ginjal secara akurat, cepat, dan aman.

Renografi menjadi salah satu pemeriksaan yang banyak direkomendasikan untuk mengetahui kondisi ginjal secara menyeluruh, termasuk menilai aliran darah, kerja ginjal kanan dan kiri, hingga pengeluaran urin. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat terdeteksi melalui metode konvensional.

Renografi memberikan gambaran komprehensif mengenai fungsi masing-masing ginjal sehingga memudahkan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat.

“Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan dugaan gangguan ginjal maupun pasca tindakan medis,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Arlene Angelina.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan dalam berbagai kondisi, di antaranya menilai keseimbangan fungsi ginjal kanan dan kiri; dugaan penyumbatan saluran kemih; pemantauan pasca transplantasi atau operasi ginjal; rvaluasi hipertensi akibat gangguan ginjal; dan kelainan saluran kemih bawaan pada anak

Penggunaan isotop dalam renografi aman dan tidak berbahaya bagi tubuh. Dosis radioaktif yang dipakai sangat kecil dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman.

Kehadiran layanan ini sekaligus menempatkan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Sulawesi yang telah menyediakan pemeriksaan renografi. Hal ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menghadirkan teknologi kedokteran yang inovatif dan berkualitas.

Manajemen RSUP Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal, terutama pada kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diabetes, kelainan saluran kemih, serta pasien pasca operasi.

“Dengan renografi, pasien tidak perlu menunda pemeriksaan karena teknologinya non-invasif, cepat, dan hasilnya sangat membantu menentukan terapi yang tepat,” jelas Arlene.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan renografi dapat diperoleh melalui Instalasi Kedokteran Nuklir atau layanan informasi RSUP Kandou Manado.

Dengan dukungan teknologi modern dan tenaga kesehatan kompeten, RSUP Kandou terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana alam dalam rangka penanggulangan bencana alam di kota Mamado dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado selama tahun 2025.

“Ada sejumlah kegiatan yang kami laksanakan sebagai bentuk upaya penanggulangan bencana alam di Kota Manado pada tahun lalu (2025),” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Kegiatan tersebut, jelasnya, ada yang dilakukan sendiri oleh BPBD Kota Manado namun ada juga yang berkolaborasi dengan pihak terkait.

Kalak BPBD Kota Manado Donald Sambuaga

Disebutkan, kegiatan-kegiatan telah dilaporkan Walikota Manado (Andrei Angouw) kepada Gubernur Sulut.

Kegiatan tersebut, antara lain, pertama, Pemkot Manado telah mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Manado No. 426/KEP/B.06/BPBD/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana di Kota Manado 28 Oktober – 28 Desember. Kedua, Sosialisasi dan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Kelurahan Tangguh Bencana (4-12 September)

Ketiga, bekerjasama dengan Polresta Manado mengadakan Gladi Kesiapsigaan terhadap Bencana di Lapangan Sparta Tikala yang dipimpin Walikota Manado (21 Oktober). Keempat, mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan BMKG Stasiun II Sam Ratulangi untuk data dan informasi peringatan dini cuaca ekstrim di wilayah kota Manado (28 Oktober).

Kelima, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Kajian Resiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana dan Rencana Kontigensi Daerah Kota Manado (20 November). Keenam, mengadakan FGD dalam rangka penyusunan Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana Kota Manado (5 Desember).

Ketujuh, bekerjasama dengan Korem 131/Stg mengadakan Pelatihan Penanggulangan Banjir Latihan Lapangan dan Gladi Posko Komando Penanggulangan Bencana Daerah (8 Desember). Kedelapan, mengadakan Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi di beberapa Sekolah dan Instansi.

Kesembilan, melakukan Pendataan kejadian bencana khususnya bencana alam hidrometeorologi (Januari – .November). Kesepuluh, pengadaan peralatan dan kendaraan BPBD. Kesebelas, pengadaan Posko Siaga Darurat Bencana di kantor BPBD Manado. (elka)

Meimonews.com – Pajak Daerah Sulut Tahun Anggaran (TA) 2025 mencapai 94,17 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) TA 2025.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bapenda Sulut June E. Silamgen kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (20/1/2026).

“Tahun anggaran 2025, pajak daerah Sulut berjumlah Rp. 1.076.657.785.007 atau 94,17 persen dari target APBDP 2025 sebesar Rp. 1.143.261.370.444,” ujarnya.

Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel

Dari tujuh item yang masuk kategori Pajak Daerah, sebut pejabat yang rajin turun lapangan ini, tiga item hasil capaiannya lebih dari 100 persen.

Ketiga item tersebut adalah Opsen Pajak Bukan Mineral Bukan Logam dan Batuan Lainnya (MBLB) yang mencapai 122,78 persen atau Rp. 6.138.922.601 dari target Rp. 5.000.000.000; Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) 107,86 persen atau Rp. 346.751.740.523 dari target Rp. 321.490.286.524; dan Pajak Air Permukaan (PAP) 103,92 persen atau Rp. 7.500.514.528 dari target Rp. 7.217.473.607.

Untuk item lainnya, Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel, yang dihubungi terpisah menjelaskan, untuk Pajak Rokok 94,98 persen atau Rp. 204.274.760.115 dari target Rp. 215.078.473.136.

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 90,44 persen atau Rp, 323.591.769.675 dari target Rp. 357.791.414.860; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 79,81 persen atau Rp. 187.289.871.000 dari target Rp. 234.683.722.317; dan Pajak Alat Berat 55,51 persen atau Rp. 1.110.106.566 dari target Rp. 2.000.000.000. (elka)

Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado yang dipimpin Erwin Kontu terus melakukan upaya pemberian pelayanan prima kepada warga yang ada di kota Manado.

Selang tahun 2025, tak kurang dari 56.783 Kartu Penduduk Elektronika (KTP-El) berhasil dicetak dan langsung diterima warga tersebut tanpa melalui proses panjang dan berbelit.

Hal ini disebabkan karena ada eebanyak 9 loket pelayanan yang disediakan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kota Manado ini selain yang beada di kkompleks Mall.Pelayanan Publik (berlokasi di samping kompleks Mantos Manado).

Kadis.Dukcapil Manado Erwin Kontu

“Tahun lalu (2025), Dukcapil Manado telah menerbitkan 56783 KTP-El,” ujar Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (19/1/2026).

Sekretaris Dinas Dukcapil Manado Tenny Rorong

Selain itu, Dukcapil.Manado, menurutnya, telah menerbitkan 36.756 perubahan kartu keluarga, 7.198 perekaman KTP-El, 6.539 penerbitab NIK warga negara Indonesia, 26 penerbitan NIK OA, 11.104 penerbutan KK, 19.749 kartu identitas anak, 18.788 kedatangan, dan 20.993 perpindahan.

Penduduk Kota Manado tahun 2025 berjumlah 461.670 orang dengan perincian laki-laki 232.034 orang dan peerempuan 229.596 orang. (elka)

Meimonews.com – Sebuah buku berjudul Mendidik Dengan Hati karya Drs. El Constantinus, BA, M.Si yang adalah mantan guru SMA Negeri 1 Manado siap diluncurkan.

Buku setebal 184 halaman ini rencanananya dicetak sebanyak 700 buku, yang hasil jualnya akan didediiasikan ke mantan guru-guru SMA Negeri 1 Manado.

“Buku ini akan diluncurkan pertama pada acara Natal Alumando di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) dan kedua pada acara Paskah Rukun Keluarga Guru dan Mantan Tata Usaha (RKGTU) SMA Negeri 1 Manado pada April 2026” ujar El kepada Meimonews.com via telefon, Minggu (18/1/2026).

Buku ini berisikan refleksi atas pengalaman-pengalaman inspiratif bersama siswa dan alumni SMA Negeri 1 Manado.

Ada tujuh bab yang ditulis pria kelahiran Semawi, Kei Kecil pada 15 Mei 1953. Ketujuh bab tersebut adalah pertama, Menjadi guru di SMA Negeri 1 Manado. Kedua, Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas 2007 – 2013. Ketiga, Kunjungan ke universitas, wisata pendidikan dan pentas seni.

Keempat, Sambutan hangat alumni. Kelima, Menjadi guru inspiratif. Keenam, Rukun Keluarga Mantan Guru dan Tata Usaha SMA Negeri 1 Manado. Ketujuh, Apa kata mereka! Kedelapan, Testimoni.

Dalam Kata Pengantarnya, penulis mengungkapkan, panggilan untuk mendidik di lembaga pendidikan ternama, SMA Negeri 1 Manado yang terletak di Jl. Pramuka 102, Manado, 42 tahun lalu merupakan suatu kesempatan emas baginya untuk mengaktualiasi kompetensi, kapabilitas dan kapasitas dalam mendidik para siswa yang dipercayakan kepadanya.

Panggilan tersebut memuat keluhuran karena menyangkut tugas mulia mempersiapkan generasi muda menyusun dan mewujudkan visi masa depan.

Sebagaimana hakekat dari pendidikan yakni “membawa atau mengantar” para anak didik keluar dari ketidaktahuan atau membantu mereka agar sedapat mungkin
mengembangkan semua potensi diri mereka sampai ke tingkat tertinggi maka panggilan
sebagai pendidik menjadi jauh lebih berat dari profesi lain mana pun.

Berbicara tentang pendidikan berarti kita tidak hanya berurusan dengan peningkatan kemampuan kognitif para anak didik tetapi terutama pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai dan pengembangan
kepribadian anak didik dalam etika dan tata krama.

Yang menarik ialah sebagai pendidik,
penulis berhadapan dengan manusia, sosok-sosok yang saling berbeda dalam hal bakat, minat, talenta, potensi dan karakternya.

Dalam mengelola keberagaman para siswa penulis berpendapat bahwa kiat yang
paling efektif ialah mendidik dengan hati, mendekati mereka sebagai person, individu dengan keunikannya, mendengarkan suka duka mereka dan turut merasakan pergumulan-pergumulan mereka.

Dalam rentang waktu 30 tahun mendidik para siswa di SMA Negeri 1 Manado, ia berusaha memahami kepribadian setiap siswa kendati jumlah siswa di SMA Negeri 1 sepanjang sekitar 30 tahun penulis mengajar seringkali “over capacity”, minimal 40 siswa setiap kelas.

Dalam kondisi sekolah dengan jumlah siswa per satu tahun ajaran minimal 1500 siswa maka penulis harus bisa mendedikasikan diri seoptimal mungkin dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran.

Termotivasi pula oleh akumulasi pengalaman berinteraksi dengan ribuan subyek didik, bergaul akrab dengan rekan-rekan guru, berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan secara khusus terinspirasi oleh para alumni yang bukan hanya sukses mewujudkan mimpi mereka tetapi sungguh mencerminkan kehidupan yang bermakna dan kontributif kepadakalian masyarakat maka penulis bertekad untuk menulis “memoir” ini dengan harapan bisa menjadi sumber inspirasi bagi para pendidik muda di SMA Negeri 1 Manado dan pihak-pihak lain yang dapat mengambil manfaatnya.

“Memoir” ini ditulisnya dengan mengacu pada pengalaman sebagai pendidik selama
sekitar 30 tahun di SMA Negeri 1 Manado.

Tulisan ini tidak sekedar menyajikan fakta dan beberapa momen penting tetapi juga memaparkan suasana batiniah, relasi akrab, komunikasi dan interaksi yang intense dengan para siswa maupun rekan guru.

Dan, tentu saja, peran penulis sebagai pendidik yang secara konsisten berupaya memotivasi dan menginspirasi para siswa agar kelak bisa menjadi alumni yang mampu memaknai dan memberi makna atas masa menerima pendidikan di SMA Negeri 1 Manado dan mampu berkontribusi secara signifikan kepada masyarakat sehingga pada gilirannya mengharumkan nama Alma Mater.

“Memoir” ini tidak akan berwujud buku dan menjadi kenyataan kalau tidak mendapat
dukungan riil dari para alumni yang telah bersedia memberikan testimoninya yang begitu indah, menyentuh dan menginspirasi (cf. BAB VIII Testimoni para alumni).

Tidak kalah menarik dan mengesankan ialah kesan dan pesan dari beberapa mitra, para orang tua dan rekan guru yang menulis dengan tulus pesan dan kesan indah mereka (cf. BAB VII Apa kata mereka).

Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tulus dan apresiasi yang tinggi
kepada para kontributor/alumni yang telah memberikan testimoninya. Mantan yuri Lomba Debat Bahasa Inggris tahunan antar SMA se-Indonesia dari 2002-2008 ini lantas menyebut nama-nama mereka.

Penulis juga mengapresiasi dengan kasih dan rasa hormat kepada para mitra, para orang tua dan rekan guru yang telah menyampaikan kesan dan pesan mereka sebagai afirmasi dan peneguhan bagi penulis dalam mendidik dengan hati. Ia pun menyebutkan nama-nama mereka.

“Last but not the least”, buku ini penulis dedikasikan kepada keluarga kecil penulis, istri terkasih Greety Lembong, putri tercinta Angel bersama menantu Azaryo dan kedua cucu tercinta Chantal dan Charlene. Terima kasih untuk kasih sayang dan pengorbanan kalian.

El menjelaskan, memoir ini merupakan refleksi atas akumulasi pengalaman-pengalaman inspiratif penulis dalam proses mendidik dengan hati yang diperkaya oleh perjumpaan yang menyentuh dan bermakna dengan para siswa, alumni SMA Negeri 1 Manado dan para pemangku kepentingan.

“Banyak sekali momen, kesempatan, peristiwa dalam komunikasi dan interaksi baik di ruang kelas, maupun di luar ruang kelas yang memperkaya wawasan dan pengalaman penulis yang dapat direkam dalam memoir ini walaupun tidak semua,” ujar El yang adalah juga mantan pengajar Bahasa Inggris di SMA Katolik Rex Mundi Manado 2001-2007 dan 2013-2019,

Penulis berharap “memoir” ini dapat menjadi salah satu acuan inspiratif dan edukatif bagi rekan-rekan guru yunior, para siswa SMA Negeri 1 Manado terutama “gen Z” dalam menapaki masa depannya.

Harapan yang sama juga ditujukan kepada para alumni, kiranya memoir ini dapat menjadi cermin kebanggaan terhadap Alma Mater. (Lexie)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Literasi pengendalisn internal dan strategi anti Fraud di Ballroom Lantai 9 Kantor Pusat Bank SulutGo (BSG), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSG dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan memperkuat pengawasan internal di seluruh lini bisnis.

Literaa ini menghadirkan pakar yang sangat berpengalaman di industri keuangan yakni Beston Panjaitan

Sebagai mantan Pejabat Pengawas Perbankan OJK Pusat, Beston membedah secara mendalam mengenai pola-pola mitigasi risiko serta pentingnya sistem pengendalian internal yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan modus kejahatan perbankan terkini.

Direktur Utama BSG Revino M.Pepah menegaskan, kepercayaan nasabah adalah fondasi utama perbankan. Pengendalian internal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, melainkan budaya kerja yang harus mendarah daging di setiap insan BSG.

“Kita harus memiliki zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan,” tegas Revino yang juga menjadi pembicara utama.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah penandatanganan Pakta Integritas Anti Fraud secara kolektif yang dilakukan oleh seluruh Branch Manager (Pemimpin Cabang) dan Sub Branch Manager (Pemimpin Cabang Pembantu) BSG.

Penandatanganan ini disaksikan oleh jajaran direksi dan narasumber, menandakan komitmen hitam di atas putih para pimpinan cabang untuk menjaga wilayah kerja mereka dari praktik-praktik yang merugikan perusahaan maupun nasabah.

Dengan adanya literasi ini diharapkan seluruh jajaran pimpinan di tingkat cabang mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi fraud, sekaligus memastikan operasional bank berjalan sesuai dengan standar etika dan hukum yang berlaku.

Kegiatan ini diwanai pula dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemimpin cabang berkonsultasi langsung dengan Beston terkait tantangan riil pengendalian internal di lapangan. (elka)

Meimonews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia sebagai bagian dari penguatan arah kebijakan dan transformasi pendidikan nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026) ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Unima turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Rektor Joseph Kambey di dampingi Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Grace Sherly Luntungan dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum. (FISH) Theodorus Pangalila

Dalam taklimat tersebut, Presiden RI menyampaikan arahan strategis terkait peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola perguruan tinggi, serta pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan institusi pendidikan.

Arahan ini menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Arahan Presiden RI menjadi penguatan bagi Unima untuk terus berkomitmen mendorong kemajuan pendidikan di Minahasa dan Sulawesi Utara.

Unima diarahkan secara langsung oleh Presiden Prabowo untuk semakin adaptif terhadap dinamika pembangunan, memperkuat kualitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memastikan bahwa setiap program institusi memberikan dampak nyata bagi masyarakat khususnya di Minahasa. (*/FA)

Meimonews.com – Sepanjang tahun 2025, Bank SulutGo (BSG) menunjukkan kinerja yang patut diapresiasi sebagai Bank Pembangunan Daerah di tengah tantangan perlambatan ekonomi global dan nasional.

Ketika perekonomian dunia memasuki fase low growth yang penuh kehati-hatian, Bank SulutGo mampu menjaga stabilitas usaha, memperkuat fundamental keuangan, serta tetap berperan aktif dalam mendukung perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Secara makro, kondisi ini sejalan dengan kinerja ekonomi regional yang relatif solid.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang berada di atas rata-rata nasional memberikan ruang bagi perbankan daerah untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi, meskipun tekanan eksternal dan ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc

Dalam konteks tersebut, capaian Bank SulutGo sepanjang 2025 dapat dibaca sebagai hasil dari pengelolaan yang semakin berhati-hati dan profesional.

Dari sisi kinerja keuangan, pertumbuhan laba yang signifikan menjadi salah satu sorotan utama. Laba yang meningkat lebih dari 24 persen (yoy) mencerminkan perbaikan profitabilitas, yang juga tercermin pada kenaikan Return on Asset (ROA) menjadi 1,65 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 17,19 persen.

Likuiditas bank juga menunjukkan perbaikan, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang turun ke level yang lebih sehat. Capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank SulutGo tidak semata bersifat ekspansif, tetapi juga disertai upaya penguatan struktur keuangan.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga yang cukup tinggi mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bank SulutGo. Bagi bank daerah, kepercayaan publik merupakan aset strategis. Tanpa kepercayaan, fungsi intermediasi tidak akan berjalan optimal.
Dalam hal ini, Bank SulutGo berhasil menjaga persepsi positif masyarakat di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Namun demikian, sebagai seorang akademisi ekonomi, saya memandang kinerja tersebut secara proporsional. Pertumbuhan kredit yang relatif moderat serta kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) perlu dicermati sebagai sinyal penting.

Walaupun NPL masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, tren kenaikan ini mengingatkan kita bahwa ekspansi ke depan harus semakin selektif dan berbasis manajemen risiko yang kuat.

Dalam pandangan saya, tahun 2025 dapat disebut sebagai tahun konsolidasi. Bank SulutGo berhasil menjaga kinerja di tengah tekanan, namun tantangan ke depan justru menuntut strategi yang lebih matang. Fokus ke depan tidak lagi semata pada seberapa cepat bank bertumbuh, tetapi seberapa berkualitas pertumbuhan tersebut.

Ke depan, terdapat beberapa catatan penting yang menurut saya perlu menjadi perhatian. Pertama, arah ekspansi kredit perlu semakin difokuskan pada sektor-sektor produktif unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Pembiayaan yang terhubung dengan aktivitas ekonomi riil akan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat kualitas portofolio kredit bank.

Kedua, penguatan manajemen risiko dan kualitas aset menjadi kunci. Dalam situasi global yang masih rentan, kehati-hatian bukanlah tanda perlambatan, melainkan prasyarat keberlanjutan. Sistem peringatan dini, kualitas analisis kredit, serta pengelolaan kredit bermasalah perlu terus diperkuat agar stabilitas bank tetap terjaga.

Ketiga, diversifikasi sumber pendapatan juga menjadi penting. Ketergantungan yang terlalu besar pada pendapatan bunga akan semakin menantang di tengah volatilitas suku bunga dan perubahan perilaku nasabah. Inovasi layanan, pengembangan pendapatan berbasis jasa, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.

Keempat, transformasi digital perlu ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas tata kelola, bukan sekadar modernisasi sistem. Digitalisasi yang tepat akan memperkuat transparansi, mempercepat layanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Pada akhirnya, kinerja Bank SulutGo sepanjang 2025 patut diapresiasi, tidak hanya sebagai capaian korporasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga denyut perekonomian daerah. Tantangan 2026 dan seterusnya tentu tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga dinamika fiskal daerah. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun, Bank SulutGo memiliki peluang untuk terus bertumbuh secara sehat.

Bagi saya, ukuran keberhasilan bukan sekadar angka pertumbuhan tahunan, melainkan kemampuan bank untuk tumbuh konsisten, berdaya tahan, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang mampu berjalan jauh, tidak tergesa-gesa, tetapi kokoh dan berkelanjutan. (Penulis : Prof. Joy E. Tulung, SE, M.Sc., Ph.D/Guru Besar FEB Unsrat / Ketua ISEI Cabang Manado)