Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat termasuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Unsrat terus melakukan berbagai upaya terkait dengan produk dan mutu capaian di era yang penuh tantangan ini.
Itu terlihat ketika LSP P1 melakukan Full Assesment (asesmen penuh) di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Mando, Sabtu (18/7/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie).
Hadir pada kegiatan ini Ketua dan Pengurus LSP.P1 Unsrat, Asesor Kompetensi Pengelola Tempat Uji Kompetensi (TUK), Pimpinan Fakultas, serta seluruh personil yang terlibat dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

Full Assesment yang merupakan salah satu tahapan strategis dalam proses memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menghadirkan dua Asesor Lisensi BNSP (Lamria Napitupulu dan Yudhi Herutama) yang ditugaskan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan LSP P1 Unsrat dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi.
Wakil Rektor 4 dalam sambutannya menegaskan, pengembangan LSP P1 merupakan bagian dari komitmen Unsrat untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui pengakuan komptensi.yang sesuai kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri.
“Kehadiran LSP P1 diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan Unsrat di tlngkat nasional,” ujar Wallah di dampingi Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene dan Kepala LSP P1 Ockstan Jurike Kalesaran.

Usai seremoni pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan mekanisme asesmen oleh Tim Asesor Lisensi BNSP.
Dalam proses asesmen, Tim Asesor BNSP melakukan verifikasi secara komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan LSP meliputi legalitas kelembagaan, sistem manajemen mutu, struktur organisasi, kompetensi personil, proses sertifikasi, pengelolaan TUK serta implementasi seluruh prosedur yang dipersyaratkan BNSP.

Salah satu fokus utama dalam Full Assesment ini adalah verifikasi terhadap 13 skema sertifikasi kompetensi yang telah disusun LSP P1 Unsrat. Ketigabelas skema tersebut mewakili berbagai bidang keilmuan dari 9 fakultas di lingkungan Unsrat dan dirancang sesuai dengan kebutuhan kompetensi pada masing-masing program studi.
Verifikasi dilakukan terhadap kelengkapan dokumen skema, kesesuaian unit komptensi, Materi Uji Kompetensi (MUK), perangkat asesmen, serta kesiapan asesor kompetensi dan TUK sebagai bagian dari persyaratan lisensi.
Selain pemeriksaan dokumen, Tim Asesor juga melakukan wawancara dan klarifikasi kepada pengurus LSP serta penanggung jawab setiap skema untuk memastikan bahwa sistem yang telah dibangun tidak hanya memenuhi persyarakatan administratif tetapi juga telah diimplementasikan secara efektif sesuai dengan pedoman BNSP.
Proses ini menjadi bagian penting dalam memastiikan kesiapan LSP P1 Unsrat untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi secara profesional, objektif dan kredibel.
Di akhir kegiatan, Tim Asesor BNSP menyampaikan hasil verifikasi beserta sejumlah rekomendasi penyempurnaan yang perlu ditindaklanjuti LSP P1 Unsrat. Masukkan tersebut menjadi dasar bagi peningkatan sistem dan penyempurnaan dokumen sebelum tahapan berikutnya dalam proses perolehan lisensi.
Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, seluruh fakultas, tim penyusum skema, asesor kompetensi, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan Full Assesment.
“Kolaborasi lintas fakultas menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi yang berkualitas dan sesuai dengan standar nasional,” ujarnya.
Ditegaskan, melalui pelaksanaan Full Assesment ini Unsrat menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu dan menghaailkan kelulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Sebelum Full Assesment ditutup pelaksanaannya oleh Kepala LPMPP Unsrat, Kepala LSP P1 menandatangani dokumen validasi dan diserahkan kepada Tim Asesor BNSP.
Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Ockstan menjelaskan, LSP P1 Unsrat terus berkomitmen perkuat Unsrat sejalan dengan visinya yakni Bersama menata Unsrat menjadi universitas unggul dan berbudaya.
“Proses lisensi LSP P1 Unsrat ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga lembaga ini segera beroperasi sebagai penyelenggara sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan di berbagai bidang keahlian,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff dan Bendahara LPMPP Unsrat Reynald J. Pakasi. (FA)


























