Meimo News

Meimonews.com – Tanggal 29 Juni 2026 merupakan hari yang istemewa bagi Pastor Johanis Mangkey MSC. Betapa tidak, pada tanggal tersebut, Pastor Yance (panggilan akrabnya) genap 45 tahun imamatnya.

Memperingati tahun imamatnya tersebut Pastor Yance merayakannya di Seminari Menengah Kakaskasen pada Sabtu (18/7/2026).

Dipilihnya tempat ini karena di seminari inilah menjadi tempat pendidikan/pembinaan awal sebelum ia menjadi imam/pastor.

Pastor Yance saat memberikan sambutan (gambar atas), dan Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Si saat mengantar acara launching bukunya Pastor Yance (gambar bawah)

Ada beberapa agenda acara pada peringatan 45 tahun imamatnya di seminari yang berlokasi di Kota Tomohon tersebut yakni ziarah ke makam dua rekan imam seangkatan, perayaan ekaristi, syukuran dan launching bukunya yang berjudul 45 Tahun Imamatku : Luceat lux vestra coram hominibus… Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang….(Mat. 5 : 16.).

Menariknya, saat launching buku setebal 210 halaman (di luar cover depan dan belakang) tersebut, Pastor Yance mengumumkan bahwa hasil penjualan buku di momen peringatan tersebut disumbangkan bersama dengan sejumlah uang untuk donasi bagi Seminari Menengah Kakaskasen,

Launching di awali Kata Pengantar oleh Dr. Frits Herman Pangemanan, M.Sc dan penyerahan buku tersebut oleh Pastor Yance kepada sejumlah di antaranya Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr.

Buku tersebut berisi tulisan dalam dua bahasa yakni Indonesia dan bahasa Inggris karena karya tersebut memuat tulisannya baik yang dimuat secara online dalam Majalah Good News Bulletin maupun dalam Bulletin of St. Peter Canisius International Catholic Parish di Menteng, Jakarta Pusat. Kedua media tersebut berbahasa Inggris sehingga perlu ada teriemahannya dalam nahasa Indonesia.

Selain Sekapur Sirih dari Frits, Sapaan Khusus dari Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi MSC dan Dari Penulis oleh Pastor Yance, buku ini berisi tiga bagian dalam bahasa Indonesia dan tiga bagian dslam bahasa Inggris serta Daftar Pustaka dan Kilasan tentang Pengarang.

Dalam bahasa Indonesia, bagian satu : Misi Kasih Manusia berisi tujuh tulisan. Pertama, Manusia Pengemban Misi; kedua, Hati Kudus Yesus, Lambang Kasih Allah yang Sejati; ketiga, Dia Harus makin Besar, Aku Harus makin Kecil (Yohanes 3 : 30).

Keempat, Kasih adalah Jalan Panggilanku; kelima, Mewartakan Sabda Allah; keenam Kehidupan Liturgis; dan ketujuh Kuasa Pengampunan.

Bagian dua tentang Hidup dalam Iman berisi delapan tulisan. Pertama Doa Yesus; kedua, Salam, Penuh Rahmat; ketiga, Hidup dalam Kedamaian Batin; keempat, “Diam ! Tenanglah !” (Markus 4 : 35-41).

Keempat, Kasih adalah Jalan Panggilanku; kelima, Tindakan Kecil Berdampak Besar; keenam, Ephphata – Terbukalah !; ketujuh, Perjumpaan dan Pertobatan; dan kedelapan, Orang-Orang Kudus di Sekitar Kita.

Bagian ketiga tentang Membawa Terang Bagi Dunia berisi enam tulisan. Pertama, Cahaya bagi Bangsa-Bangsa; kedua, Keberpihakan pada Kaum Miskin dan Renta; ketiga, Menjalankan Kebebasan Bertanggung Jawab; keempat, Kaum Pengungsi dan Perdagangan Manusia; kelima, Hak untuk Bekerja dan Mendapatkan Pekerjaan; dan keenam, Memahami Gangguan Kecemasan.

Dalam bahasa Inggris, Chapter One : Original Source of the Reflevtions yang berisi tujuh tulisan. Pertama, A Person with A Mission; kedua, The Sacred Heart of Jesus, the Eloquent Symbol; ketiga, He Must Increase I Must Decrease (John 3 : 30).

Keempat, My Vocation Is Love; kelima, Preaching the Word of God; keenam, Liturgical Life; dan ketujuh, The Power of Forgiveness.

Chapter Two : Life in Faith yang berisi delapan tulisan. Pertama, Jesus Prayer; kedua, Hail, Full of Grace; ketiga, To Be At Peace; keempat, “Quiet ! Be still !” (Mark 4 : 35-41);

Kelima, Small Action, Significant Impact; keenam, Ephphatha – Be Opened !; ketujuh, Encounter and Conversion; dan kedelapan, Saints Next Door.

Chapter Three : Bringing Light to the Word berisi enam tulisan. Pertama, A Light to the Nations; kedua, Option for the Poor and Vulnerable; ketiga, The Responsible Practice of Freedom; keempat, Refugees and Human Trafficking; kelima, The Right To Work And To Education; dan keenam, Anxiety Disorder.

Kumpulan tulisan-tulisan dalam buku ini, menurut Pastor Yance, merupakan lanjutan dari buku berjudul Tolle Lege yang terbit pada HUTnya ke-70 pada Mei 2024.

Dalam perjalanan imamat selama 45 tahun (Pastor Yance bersama dua rekan seangkatan yang telah meninggal yakni Pastor Aloysius Roong MSC dan Pastor Fransiskus Rares MSC ditahbiskan sebagai imam pada 29 Juni 1981 di gereja Katedral Manado oleh Uskup Manado Mgr. Theodorus HAJ Moors), Pastor Yance telah mengalami begitu banyak kasih, perhatian, dukungan dan doa dari begitu banyak orang.

Ada begitu banyak tantangan, oergumulan dan tanda tanya yang dihadapi. Di atas semuanya, ada Tuhan yang selalu setia berjalan dan mendampinginya serta tidak segan menegurnya apabila tidak setia.

Sambil tetap menimba inspirasi dari motto tahbisannya yakni Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3 : 30), Pastor Yance menyadari bahwa ia harus membawa dan menjadi terang yang “bercahaya di depab orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (sic luceat lux vestra coram hominibus ut videant vestra bona opera et glorificent Patren vestrum qui in caelis est (Matius 5 : 16).

Lahirnya buku ini dengan bagian sederhana, menurut Frits H. Pangemanan, mengikuti hakikat isi naskah-naskah yang tampak kontemplatif.

Garapan naskah oleh pengarang ini (Pastor Yance – red), kecuali tidak bertele-tele, juga menunjukkan kedalaman pikiran. Dari kekayaan pikirannya lahir refleksi-refleksk kontemplatir bernilai ‘eksistensial’ yang ditemuoan di banyak peristiwa yang dilaluinya.

Kepekaan penulis untuk melihat makna tersirat di balik peristiwa-peristiwa, menunjukkan pengarang melihat tak hanya dengan.mata, tapi juga dengan hati yang penuh bela-rasa (compassion). Dari hati berbela-rasa, lahir narasi-narasi reflektif yang menyentuj sukma.

Pada hemat Frits, yang ditulisnya pada Sekapur Sirih buku ini, setiap naskah lahir dari meditasi mendalam Pastor Yance sebelum menuliskannya sebagai bahan publikasi di banyak media.

Naskah-naskah itu berbicara sendiri dan mengantar pada discernment rohani bagi pembaca yang merindukan makna eksistensial yang hilang di peradaban kini. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Prestasi gemilang diukir Bank SuluraGo (BSG) di ajang Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (Porsebank) Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sulut (BMPD) Sulut Tahun 2026.

Di ajang bergengsi antar-insan perbankan yang dilaksanakan 4-19 Juli 2026 di Kantor Pusat BSG ini, tim ‘Torang pe Bank’ berhasil menjadi juara umum.

Dari total 11 cabang perlombaan yang ditandingkan, Tim BSG tampil mendominasi dengan berhasil mengamankan 5 medali emas. Raihan ini menyudahi perlawanan sengit dari 29 perbankan yang ikut ambil bagian dalam ajang dua tahunan tersebut.

Direksi BSG menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan tim official yang telah berjuang habis-habisan di lapangan.

“Prestasi ini adalah bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan soliditas seluruh karyawan Bank SulutGo. Kami tidak hanya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di sektor finansial, tetapi juga menunjukkan mental juara di bidang olahraga dan seni,” ujar Direktur Umum BSG Joubert RJ Dondokambey.

Porsebank BMPD Sulut 2026 yang berlangsung dua pekan ini sukses menjadi wadah silaturahmi sekaligus panggung unjuk bakat bagi ribuan karyawan perbankan di Sulawesi Utara. Persaingan ketat yang tersaji di setiap cabang olahraga tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan.

Dengan menyandang gelar Juara Umum tahun ini, BSG berhasil membuktikan ketangguhannya dan siap membawa semangat juara ini untuk terus memajukan perekonomian daerah. (elka)

Meimonews.com – Kolaborasi berskala besar antara Unsrat (Universitas Sam Ratulang)i dan Kodam (Komando Daerah Militer) XIII/Merdeka dalam program Karya Bakti 2026 terus membuahkan hasil nyata bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud.

Aksi nyata ini mencakup penyediaan akses air bersih, survei energi terbarukan, hingga inovasi material bangunan ramah lingkungan.

Hingga Senin (20/7)/2026, menurut Dokumen Unsrat, Tim Dosen dan Mahasiswa Unsrat telah menuntaskan survei geolistrik di 14 titik yang tersebar di Kecamatan Essang, Beo, dan Rainis. Survei yang bertujuan mendukung Korem 131/Santiago dalam menentukan lokasi sumur bor ini akan berlanjut hingga 23 Juli 2026 di Kecamatan Rainis dan Melonguane.

Selain air bersih, tim mikrohidro Unsrat bersama Korem 131/Santiago juga mengeksplorasi potensi energi terbarukan di Air Terjun Makatara dan Air Terjun Ampa Doap.

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahit bahkan turun langsung memimpin survei Jembatan Taloare serta rencana pengaspalan paving stone di Desa Bantik Lama, Kecamatan Beo.

Tak hanya di lapangan, kontribusi ilmiah Unsrat juga ditunjukkan melalui riset Genteng Komposit Berbahan Dasar Sabut Kelapa yang saat ini tengah diuji di Laboratorium Kimia FMIPA Unsrat.

Memanfaatkan kandungan selulosa tinggi pada limbah sabut kelapa, riset ini diproyeksikan menghasilkan material bangunan ramah lingkungan yang kuat, optimal, dan efisien secara biaya.

Di tingkat tapak, integrasi horizontal terwujud erat melalui mahasiswa Unsrat di berbagai posko kecamatan yang bahu-membahu bersama personil TNI dan warga lokal dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan desa.

Sinergi ini menegaskan komitmen nyata akademisi dan TNI dalam mendorong kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di wilayah beranda utara NKRI. (FA)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat termasuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Unsrat terus melakukan berbagai upaya terkait dengan produk dan mutu capaian di era yang penuh tantangan ini.

Itu terlihat ketika LSP P1 melakukan Full Assesment (asesmen penuh) di Ruang Rapat LPMPP Unsrat Mando, Sabtu (18/7/2026) yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie).

Hadir pada kegiatan ini Ketua dan Pengurus LSP.P1 Unsrat, Asesor Kompetensi Pengelola Tempat Uji Kompetensi (TUK), Pimpinan Fakultas, serta seluruh personil yang terlibat dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi.

Full Assesment yang merupakan salah satu tahapan strategis dalam proses memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini menghadirkan dua Asesor Lisensi BNSP (Lamria Napitupulu dan Yudhi Herutama) yang ditugaskan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan LSP P1 Unsrat dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi.

Wakil Rektor 4 dalam sambutannya menegaskan, pengembangan LSP P1 merupakan bagian dari komitmen Unsrat untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui pengakuan komptensi.yang sesuai kebutuhan dunia kerja, dunia usaha dan dunia industri.

“Kehadiran LSP P1 diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan Unsrat di tlngkat nasional,” ujar Wallah di dampingi Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene dan Kepala LSP P1 Ockstan Jurike Kalesaran.

Usai seremoni pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan mekanisme asesmen oleh Tim Asesor Lisensi BNSP.

Dalam proses asesmen, Tim Asesor BNSP melakukan verifikasi secara komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan LSP meliputi legalitas kelembagaan, sistem manajemen mutu, struktur organisasi, kompetensi personil, proses sertifikasi, pengelolaan TUK serta implementasi seluruh prosedur yang dipersyaratkan BNSP.

Salah satu fokus utama dalam Full Assesment ini adalah verifikasi terhadap 13 skema sertifikasi kompetensi yang telah disusun LSP P1 Unsrat. Ketigabelas skema tersebut mewakili berbagai bidang keilmuan dari 9 fakultas di lingkungan Unsrat dan dirancang sesuai dengan kebutuhan kompetensi pada masing-masing program studi.

Verifikasi dilakukan terhadap kelengkapan dokumen skema, kesesuaian unit komptensi, Materi Uji Kompetensi (MUK), perangkat asesmen, serta kesiapan asesor kompetensi dan TUK sebagai bagian dari persyaratan lisensi.

Selain pemeriksaan dokumen, Tim Asesor juga melakukan wawancara dan klarifikasi kepada pengurus LSP serta penanggung jawab setiap skema untuk memastikan bahwa sistem yang telah dibangun tidak hanya memenuhi persyarakatan administratif tetapi juga telah diimplementasikan secara efektif sesuai dengan pedoman BNSP.

Proses ini menjadi bagian penting dalam memastiikan kesiapan LSP P1 Unsrat untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi secara profesional, objektif dan kredibel.

Di akhir kegiatan, Tim Asesor BNSP menyampaikan hasil verifikasi beserta sejumlah rekomendasi penyempurnaan yang perlu ditindaklanjuti LSP P1 Unsrat. Masukkan tersebut menjadi dasar bagi peningkatan sistem dan penyempurnaan dokumen sebelum tahapan berikutnya dalam proses perolehan lisensi.

Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, seluruh fakultas, tim penyusum skema, asesor kompetensi, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan Full Assesment.

“Kolaborasi lintas fakultas menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi yang berkualitas dan sesuai dengan standar nasional,” ujarnya.

Ditegaskan, melalui pelaksanaan Full Assesment ini Unsrat menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu dan menghaailkan kelulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.

Sebelum Full Assesment ditutup pelaksanaannya oleh Kepala LPMPP Unsrat, Kepala LSP P1 menandatangani dokumen validasi dan diserahkan kepada Tim Asesor BNSP.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Ockstan menjelaskan, LSP P1 Unsrat terus berkomitmen perkuat Unsrat sejalan dengan visinya yakni Bersama menata Unsrat menjadi universitas unggul dan berbudaya.

“Proses lisensi LSP P1 Unsrat ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga lembaga ini segera beroperasi sebagai penyelenggara sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa dan lulusan di berbagai bidang keahlian,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff dan Bendahara LPMPP Unsrat Reynald J. Pakasi. (FA)

Meimonews.com – Sejumlah acara mewarnai Peringatan 45 Tahun Imamat Pastor Johanis Mangkey MSC yang diadakan di Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon, Sabtu (18/7/2026).

Acara tersebut adalah ziarah ke makam beberapa pastor, perayaan ekaristi (misa), syukuran dan peluncuran buku.

Saat ziarah, Pastor Yance (sapaan akrab Pastor Johanis Mangkey MSC) yang di dampingi beberapa kenalan serta Pastor Danny Surentu Pr (Rektor Seminari Menengah Kakaskasen), Pastor Ardi Watuseke MSC (Pembina/Seksi Liturgi Seminari) dan Pastor Bernadinus Palangngan MSC (Pastor Paroki Sta Ursula Watutumouw) memberikan percikan air kudus dan memasang lilin di kedua makam rekan imam seangkatannya.

Kedua rekan imam seangkatannya tersebut adalah alm. Pastor Frans Rares MSC (meninggal sekitar tahun 2020) dan alm. Pastor Aloysiis Roong MSC (meninggal sekitar tahun 1998).

Makam para imam yang berjumlah 87 makam (84 sudah permanen sementara 3 belum karena belum lama dimakamkan) termasuk makam Pastor Rares dan Pastor Roong tersebut berada di belakang kompleks seminari.

Saat perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estehanus Rolly Untu MSC di dampingi 18 pastor/imam, yang diadakan di gereja seminari, hadir sekitar 200-an undangan dan 140-an para seminaris baik yang berada di dalam maupun luar gereja (karena kapasitasnya terbatas).

Saat syukuran, diadakan peluncuran buku 45 Tahun Imamatku : Luceat lux vestra coram hominibus (Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang) tulisan Pastor Yance, yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih di buku tulisan Pastor Yance).

Di momen ini, Pastor Yamce menyampaikan bahwa ia menyumbang Rp 45 juta dan uang hasil penjualan buku tersebut untuk pembangunan ruang aula/ruang rekreasi yang sementara dalam pengerjaan di seminari.

Acara syukuran berlanjut di sebuah ruangan yang berada di kompleks seminari. Selain makan bersama, terlihat para undangan berfoto bersama Pastor Yance dan meminta tanda tangannya di buku tulisan Pastor Yance yang dibeli mereka.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah dibuat oleh Pastor Yance selama dalam tugas panggilannya sebagai imamat sungguh luar biasa.

Lewat motto tahbisan imamat Pastor Yance yakni ‘Ia harus semakin besar tetapi aku harus makin kecil,’ sebut Mgr. Rolly, kita melihat kebesaran yang dibuatnya dengan spiritualitas yaitu semangat yang dihidupi dan dijiwai serta dirangkum dalam rupa-rupa sudut pandang dan lain-lain, yang kemudian menjadi kesaksian bagi kita semua yang hadir pada perayaan ini.

Selain itu, apa yang dibuat Pastor Yance, menurut uskup yang juga tahbisan imamatnya sama tanggal dan bulannya tapi hanya berbeda tahun, juga sesuai dengan bacaan yakni ‘sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran.’

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (gambar atas) dan Rektor Seminari Menengah Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr (gambar bawah) saat memberikan sambutan

Mantan Provinsial MSC Indonesia ini, menjelaskan, setelah menempuh perjalanan di Seminari Kakaskasen dan Seminari Pineleng, terlihat tanda-tanda kebijakan dan kecerdasan Pastor Yance (seperti yang sudah disebut Pastor.Dammy Pongoh Pr saat menyampaikan homili dan Pastor Danny Surentu).

Ada sejumlah kelebihan dari Pastor Yance (pernah menjadi Provinsial MSC Indonesia) yang diungkap Mgr. Rolly termasuk ketika Mgr. Rolly menjadi Provinsial MSC, yang menggunakan kelebihan dari Pastor Yance.

Mgr. Rolly berharap, kelebihan seperti yang ditunjukkan Pastor Yance bisa menjadi pedoman bagi para seminaris dan para imam dalam berkarya, menjalankan panggilan imamat.

Motto tahbisan imamat Pastor Yance, menurut Mgr. Rolly, menunjukkan kerendahan hatinya, seperti yang telah ditunjukkan Yesus Kristus, yang menanggalkan kemuliaan dan kesetaraanNya dengan Allah yang turun untuk mengangkat kita agar memperoleh kebahagiaan keilahian Yesus sendiri. “Saya kira, ini menjadi dan mewarnai sepak terjang Pastor Yance,” ujar uskup kelahiran Lembean, Minahasa (sekarang masuk Kabupaten Minahasa Utara).

Pastor Johanis ‘Yance’ Mangkey MSC saat memberikan sambutan

Rektor Seminari Menengah Kakaskasen dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah hari yang istimewa, saat kita merayakan 45 tahun kesetiaan Tuhan dalam hidup dan pelayanan Pastor Yance. Karena itu pantaslah kita menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.

“Saya senang karena Pastor Yance tidak pernah lupa akan seminari ini, almamater yang telah membesarkannya. Sikap itu mengingatkan saya pada semangat penulis Surat Pertama Rasul Yohanes :Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasishi kita. (1 Yoh 4:19),” ujar Pastor Danny.

Disebutkan, seorang alumnus sejati mengenang dan mengasihi almamaternya, karena di tempat inilah ia lebih dahulu dikasihi Tuhan : dididik, dibina dan dibentuk dalam panggilan.

Peluncuran buku karangan Pastor Johanis Mangkey MSC yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih) dibuku yang ditulis Pastor Yance

Pastor Yance pulang ke rumah yang dulu membentuknya, berbagi kebahagiaan dan kesaksian hidup sambil membawa serta kenangan akan dua sahabat yang telah berbahagia di Surga.

Kedua sahabat tersebut adalah almarhum Pastor Aloysius Roong MSC dan almarhum Pastor Fransiskus Rares MSC. Mereka bertiga ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Manado Mgr.Theodorus HAJ Moors MSC di Gereja Katedral Manado pada 29 Juni 1981.

“Hari ini, sesungguhnya, kita merayakan dua kebahagiaan sekaligus. Pertama, 45 tahun imamat, dan kedua, 60 tahun perjalanan panggilan sebagai seminaris alumnus Seminari Kakaskasen,'” ujar Pastor Danny.

Motto tahbisan yang dipilih Pastor Yance,, menurutnya, adalah komitmen yang telah menjadi nyawa pelayanannya. “Inilah rahasia seorang alumnus yang tidak pernah lupa : ia terus mengecilkan diri agar Kristus dan rahmat panggilannya semakin besar,” ujar Pastor Danny.

Hari ini, sambungnya, di hadapan kita, Pastor Yance datang bukan untuk memamerkan keberhasilan, melainkan untuk bersyukur dan membagikan berkat, seraya tetap rendah hati mengingat akar panggilannya di seminari ini.

Kepada para seminaris, Rektor mengajak melihat di hadapan kita, para pastor, yang pernah seperti mereka yakni kecil, kadang ragu, rindu rumah, haus, lapar, jenuh. Tetapi mereka (para pastor – red) bertahan karena percaya bahwa Allah yang memanggil. Allah pula.yang memelihara.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa almamater ini bukan sekedar bangunan, melainkan rahim rahmat yang melahirkan para pelayan altar. Hari ini angkatan ke-39 pulang merayakan dan memberi kesaksian. Suatu hari nanti, kalian (para seminaris – red) – entah angkatan ke berapa- juga akan pulang untuk bersaksi.

Pastor Yance bersama Mgr. Rolly (gambar atas) dan Pastor Yance saa menyapa beberapa seminaris, usai misa

Dalam sambutannya, Pastor Yance menjelaskan perjalanan panjang mulai dari saat ia masuk Seminari Kakaskasen, setelah lulus Sekolah Rakyat Katolik Tataaran II hingga keberadaannya saat ini.

Diungkapkan, penugasan pertama dan satu-satunya di paroki adalah sebagai Pastor Rekan di Paroki Katedral Manado. Sesudahnya dan sampai sekarang ia tidak pernah mendapat tugas di paroki, tetapi hanya di lingkup Tarekat MSC. “Ini tidak berarti saya tidak melayani sebagai imam. Pelayan sebagai imam tetap berjalan,” ujarnya.

Dalam perayaan syukur imamatnya ke-45, Pastor Yance mengambil panduan refleksi teks Kitab Suci yakni ‘Hendaknya terangnu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatannu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga (Matius 5 : 16).

Dikemukakan, ungkapan Yesus, yang merupakan bagian dari kotbah di Bukit tentang Sabda-sabda Bahagia tersebut menginspirasinya untuk direfleksilan secara lebih mendalam serta menemukan maknanya dalam penghayatan dan pengamalan imamatnya.

“Saya ingin agar terang itu bercahaya melalui pelayanan dan perbuatan baik agar Bapa di Surga yang dimuliakan,” ujar penulis sejumlah buku ini.

Pastor Yance juga menjelaskan alasan ia mau bersyukur di Seminari Menengah Kakaskasen. Pertama, perayaan syukur 5 tahun lalu dibatalkan karena situasi Covid-19. Kedua, ia memulaikan secara resmi pendidikan sebagai calon imam pada Juli 1966 (60 tahun lalu) di seminari ini.

Ketiga, ia ditahbiskan menjadi imam pada 45 tahun lalu bersama dengan dua rekan seangkatannya, yang sudah kembali ke seminari ini, yang kini dimakamkan di kompleks seminari ini. Keempat, sampai sekarang, seminari ini menjadi sumber panggilan imam-imam dan khususnya anggota-anggota baru Tarekat MSC.

Kepada para seminaris, Pastor Yance memberi saran agar mengingatkan kata-kata bermakna yakni Pastores dabo vobis iucta cor meum (Yeremia 3 : 15). ‘Belajar baik-baik, berdisiplin,manfaatkan baik-baik waktu yang ada di seminari ini untuk menempa diri dalam iman, pengetahuan dan karakter,’ ujarnya. (LAF)

Meimonews.com – SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks sekolah pimpinan Erry Ratag, Senin – Jumat (13-17/7/2026).

Pelaksanaan MPLS Ramah SMP yang secara umum mengusung tema Murid Baru SMP Berkarakter dan Siap Belajar ini setiap harinya ada tema yang diangkat, yang setiap harinya berbeda dan merupakan penjabaran dari tema umum.

Beberapa materi diberikan pada MPLS Ramah SMP yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Yanti Rosanti Tatu tersebut, di antaranya adalah Pengenalan profil dan visi misi sekolah; Pengenalan tata tertib dan budaya sekolah; Ice breaking dan permainan kerja sama.

Pembiasaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; Tur lingkungan sekolah; Pengenalan sarana dan prasarana sekolah; Pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler; Games edukasi dan refleksi.

Sekolah ramah anak dan anti perundungan; Pendidikan karakter dan budaya 5 S; Hidup bersih dan sehat di sekolah; Simulasi tanggap darurat keselamatan sekolah; Refleksi dan jurnal harian MPLS.

Sopan santun bermedia sosial; Pencegahan hoaks dan keamanan digital; Motivasi belajar dan meraih pestasi; Mengenal kurikulum dan pembelajaran SMP; Presentasi kelompok dan refleksi.

Review materi MPLS, Pentas kreasi dan unjuk bakat; Penyusunan komitmen murid SMP; Pengisian refleksi dan evaluasi MPLS; Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza.

Pembawa materi di hari terakhir yang membawakan materi Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza adalah Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob Lexie Kalesaran.

Materi dibawakan secara interaktif agar para puluhan siswa yang mengikuti edukasi ini bisa mudah memahami/mengerti materi yang disampaikan, apalagi ditampilkan pula dengan LCD.

Dalam pemaparan materinya, Kalesaran menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokkannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Dijelaskan pula aspek resiko bila telah menyalahgunakan, beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza, penyebab penyalahgunaannya, serta seharusnya siswa berbuat apa ?

Penyalahgunaan dan peresaran gelap Narkoba ungkap Kalesaran, sudah menjadi permasalahan yang sangat memprihatinkan di seluruh dunia termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara.

Halmana, antara lain karena penggunanya sudah merembes sanpai kepada para siswa dan mahasiswa yang adalah generasi penerus bangsa.

Kondisi narkoba dewasa ini telah menjadi kejahatan bersifat lintas negara (transnational crime), kejahatan terorganisasi (organized crime) dan kejahatan serius (extra ordinary crime).

“Karena semakin besarnya pengguna dan luasnya peredaran narkoba dan lain-lain permasalahannya maka Indoesia telah menetapkan Darurat Narkoba,” ujarnya.

Oleh karenanya, para siswa diedukasi agar tidak coba-coba pakai karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya untuk para pengguna tapi juga bagi keluarga, masyarakat dan negara, apalagi jadi pengedar karena ada sanksi hukumnya.

Para siswa diajak untuk fokus belajar untuk menahan diri, belajar arti kehidupan, belajar untuk masa depan. Belajar yang baik selama menempuh pendidikan di sekolah, dan di luar sekolah.

Diajak untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik dalam hal pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain-lain. “Jadilah anak muda yang dibanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga keagamaan,” harap penggiat dan relawan anti narkoba yang sudah lama bergerak di bidang ini termasuk menjadi pemateri dan pelaksana kegiatan. (*)

Meimonews.com – Ada sebanyak 1.318 kuota disiapkan Unsrat untuk penerimaan mahasiswa baru (maba) program Strata 1 (S1) Jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Tahun Akademik 2026/2027. Kuota tersebut tersebar di beberapa program studi di 8 (delapan) fakultas.

Disiapkannya kuota tambahan tersebut dikarenakan saat penerimaan Maba Jalur T2 gelombang pertama belum tercukupi jumlah kuota yang disediakan.

Penerimaan Maba Jalur Mandiri T2 Gelombang II ini berdasarkan pengumuman resmi yang dikeluarkan pimpinan Unsrat Nomor : 6760/UN12.1/PD/2026.

“Oleh karenanya, Unsrat membuka seleksi penerimaan Maba Jalur T2 Gelombang II,” ujar Humas Unsrat Max Rembang kepada.wartawan, Jumat (16/7/2026).

Informasi lengkap mengenai syarat pendaftaran, jadual seleksi, tata cara pengisian form online sebutnya, dapat diakses langsung melalui laman resmi Universitas Sam Ratulangi di https://www.unsrat.ac.id.

Kedelapan fakultas tersebut adalah Fakultas Teknik adalah S1 Perencanaan Wilayah dan Kota 23 kuota; Fakultas Pertanian terdiri dari ​S1 Teknik Pertanian 26 quota, S1 Teknologi Pangan 39 kuota, ​S1 Agribisnis 62 kuota, ​S1 Agroteknologi 40 kuota,​S1 Ilmu Kehutanan 36 kuota, ​S1 Ilmu Tanah 47 kuota, ​S1 Proteksi Tanaman 41 kuota, ​S1 Agronomi 45 kuota.

​Fakultas Peternakan adalah ​S1 Peternakan 99 kuota; ​Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan terdiri dari ​S1 Ilmu Kelautan 105 kuota, ​S1 Manajemen Sumberdaya Perairan 47 kuota, ​S1 Budidaya Perairan 41 kuota, ​S1 Teknologi Hasil Perikanan 42 kuota, ​S1 Agrobisnis Perikanan 53 kuota, dan ​S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan 25 kuota.

​Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah ​S1 Ekonomi Pembangunan 65 kuota; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri dari S1 Ilmu Politik 26 kuota, S1 Sosiologi 39 kuota, ​S1 Ilmu Perpustakaan 47 kuota, ​S1 Antropologi Sosial 38 kuota.

​Fakultas Ilmu Budaya terdiri dari ​S1 Sastra Indonesia 42 kuota ​S1 Sastra Jerman 30 kuota,​S1 Ilmu Sejarah 38 kuota; ​Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam terdiri dari ​S1 Matematika 68 kuota, ​S1 Fisika 62 kuota, ​S1 Biologi 36 kuota, dan ​S1 Kimia 56 kuota. (FA)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Oktovian Berty Alexander Sompie menerima kunjungan pimpinan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (16/7/2026)

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka benchmarking (studi banding) terkait penguatan tata kelola kelembagaan serta peningkatan kualitas layanan Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PTN-BLU).

Di dampingi Wakil Rektor 2 Roike Iwan Montolalu dan Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah dan tim, Rektor Unsrat menyambut kedatangan rombongan pimpinan UIN Sunan Gunung Djati di ruang utama rektorat.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dengan semangat kolaborasi antar-perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Unsrat, sebagai tempat benchmarking.

Rektor menegaskan, tatakelola yang transparan, akuntabel, dan adaptif adalah kunci utama bagi perguruan tinggi berstatus BLU untuk memberikan layanan prima.

“Kami sangat menyambut baik kehadiran pimpinan UIN Sunan Gunung Djati. Momentum ini bukan hanya sekadar berbagi pengalaman mengenai pengelolaan finansial dan akademis BLU, tetapi juga menjadi jembatan untuk mempererat sinergi demi kemajuan mutu pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Rektor.

Pimpinan UIN Sunan Gunung Djati mengungkapkan bahwa rekam jejak Unsrat dalam mengelola fleksibilitas BLU dan mempertahankan kualitas mutu pelayanan publik menjadi alasan utama kunjungan ini.

Melalui diskusi intensif ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dalam efisiensi birokrasi, optimalisasi aset, dan digitalisasi layanan kampus.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis dari kedua universitas serta penyerahan cendera mata sebagai simbol komitmen kemitraan yang berkelanjutan. (FA)

Meimonews.com – Puluhan siswa SMP Katolik St. Dominiko Savio Bumi Beringin Manado pimpinan.Betrisiana Lemgkong (Kepala Sekolah) diberikan edukasi tentang Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif)/Narkoba (Narkotika Psikotropika dan Bahan Berbahaya) oleh Ketua KTN Lexie Kalesaran di salah satu ruang kelas sekolah, Rabu (15/7/2026).

Pemberian materi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Monika Korompis di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Ch. Taulu Kelurahan Bumi Beringin Manado ini,

Materi-materi yang diberikan selama MPLS, Senin – Jumat (13-17/7/2026) tersebut, di antaranya Pengenalan Diri oleh Panitia; Wawasan Wiyata Mandala oleh Kepala Sekolah; Aku dan Sekolahku oleh Frini Wuisan; Aku dan Sekitarku oleh Monika Manoppo; Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat oleh Prisilia Pangemanan; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Korompis.

Kemudian, Pertemuan Pagi Ceria, Cek Denyut Jantung dan Tes Fleksibilitas oleh Prisilia Pangemanan; Ruang Perjumpaan Murid Baru oleh Frini Wuisan; Siaga Bencana oleh Billi Muskitta; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo; Identifikasi Awal Kondisi Sosial-Emosional dan Konsentrqsi Belajar Muris, Asesmen Literasi Numerasi dan Identifikasi Bakat dan Minat oleh Panitia; Literasi Digital oleh Frini Wuisan; Pencegahan Isu Napza oleh Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran; Refleksi dan Doa Penutup oleh Monika Manoppo;.

Ada juga tentang Sahabat Hebat : Dengar Peduli dan Hargai oleh Josua Somba; ASRI : Aku, Kamu dan Lingkungan Kita Bersama oleh OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan semua guru; Pengenalan Kurikulum melalui Penumbuhan Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif oleh Kepala Sekolah; Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah oleh Susan Kapoh, Refleksi dan Doa Penutup oleh Susan Kapoh; Pertemuan Pagi Ceria oleh OSIS; Unjuk Karya oleh Billi Muskita.

Pemaparan materi oleh Ketua KTN dibawakan secara interaktif agar para siswa lebih mudah mencerna/memahami pemaparan materi, yang juga ditampilkan lewat LCD.

 

Ketua KTN menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya. Dijelaskan pula kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa, sebutnya, menjadi sasaran empuk bagi pengedar karena cukup rentan. Beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza dirincikan.

Penyebab penyalahgunaan Narkoba/Napza disebutkan agar menjadi perhatian. Ada faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian serta faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Oleh karenanya, diingatkan kepada para siswa untuk katakan tidak, tolak dan jangan sekal-kali mencoba Narkoba/Napza. Seharusnya para siswa belajar menahan diri, belajar arti kehidupan dan belajar untuk masa depan.

Disarankan untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, Pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan,dan lain-lain.

“Jadilah anak muda yang dibanggakan, baik keluarga, sekolah, masyarakat atau lembaga keagamaan,” ujarnya mengajak. (*)

Meimonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado di ruang rapat dewan, Kelurahan Buha, Selasa (14/7/2026).

Hadir pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey ini, antara lain Walikota Andrei Angouw, Wakil Walikota Richard Sualang yang di dampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Pinontoan dan Merry Mawardi.

Turut hadir Asisten III Setdaprov Sulut Fransiscus Manumpil (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), jajaran Forkopimda Kota Manado, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Manado, Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado, pimpinan instansi vertikal, sejumlah kepala daerah,

Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel di dampingi Ketua DWP Kota Manado, Ny. Syenny Dandel-Tamuntuan, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan syukur atas bertambahnya usia Kota Manado yang kini memasuki tahun ke-403 serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut, DPRD Kota Manado, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung pembangunan Kota Manado.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut menyampaikan penghargaan kepada para Walikota dan Wakil Walikota Manado terdahulu yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Manado.

Di kesempatan itu, Walikota memaparkan berbagai indikator pembangunan Kota Manado, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif serta PDRB per kapita yang telah mencapai Rp. 174,42 juta per tahun.

Selain itu, IPM Kota Manado juga terus mengalami peningkatan, seiring dengan berbagai program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa Kota Manado telah berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga tidak lagi terdapat masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut.

Walikota juga menjelaskan berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, di antaranya penanganan persoalan kebersihan, peningkatan layanan air bersih, penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara tepat sasaran, pengembangan sektor pendidikan dan transportasi publik.

Mengakhiri sambutannya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kerukunan Kota Manado. (elka)