Meimo News

Meimonews.com – Pemerintah Provinsi Sulut lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut menggelar High Level Meeting (HLM) bertajuk Membangun Fondasi Fiskal yang Kuat melalui Optimalisasi Digitalisasi Pendapatan Asli Daerah di Hotel The Sentra, Selasa (20/10/2026).

Forum strategis yang dipandu Kepala Bapenda June.E. Silamgen ini dirancang untuk mempercepat integrasi ekosistem transaksi nontunai sekaligus memperkokoh transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah di bumi Nyiur Melambai.

HLM ini dihadiri Wakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto, Koordinator Tim Ahli Gubernur Ferdinand Mewengkang, serta Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulut Ni Made Ayumulidyawati.

HLM ini melibatkan juga partisipasi aktif para pimpinan daerah tingkat kabupaten dan kota di Sulut di antaranya Wakil Bupati Minahasa Selatan Brigjen TNI Purn. Theodorus Kawatu dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Dony Lumenta, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, para Asisten Sekretaris Daerah.

Selain itu, Kepala UPTD PPD Bapenda se-Sulut, jajaran direktur rumah sakit daerah seperti Direktur RS Mata Meilanny Muaja dan Direktur RS ODSK David Kolibu, dan jajaran pejabat Eselon III Pemprov Sulut.

Dalam pemaparan materi teknis, Group Head Operasional Bank SulutGo (BSG) Nolvy Kilanta, yang hadir mewakili Direktur Utama PT Bank SulutGo Revino Maydi Pepah menegaskan komitmen penuh BSG dalam menyokong akselerasi penerimaan daerah berbasis digital.

Nolvy memaparkan peran BSG dalam mendukung digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Opsen BBNKB, hingga Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP).

Untuk memperluas aksesibilitas wajib pajak, BSG memaksimalkan integrasi kanal transaksi. Akses tersebut mencakup jaringan kantor cabang dan teller, ATM, Mobile Banking, BSGdirect, BSGqris Mobile, loket di Kantor Bersama Samsat, hingga kanal digital pihak ketiga seperti Tokopedia dan sistem nasional SIGNAL.

Dukungan operasional tersebut diperkuat melalui integrasi kode bayar dengan sistem Bapenda, peningkatan standar keamanan siber, kemudahan pelaporan data real-time, serta proses rekonsiliasi dan settlement dana secara berkala baik harian maupun triwulanan.

Rangkaian HLM ini turut diwarnai dengan penyerahan apresiasi dan hadiah dukungan transaksi QRIS di lingkungan rumah sakit binaan Pemprov Sulut.

Bank SulutGo secara resmi menyerahkan hadiah pembinaan kepada Rumah Sakit Mata Provinsi Sulawesi Utara dan Rumah Sakit Manembo-nembo atas keberhasilan optimalisasi digitalisasi layanan transaksi publik.

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital tata kelola keuangan daerah demi kemandirian fiskal Sulut yang berkelanjutan. (elka)

Meimonews,com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (FPIK) Unsrat menggelar Diskusi Akademik Perspektif Tenurial Perempuan dalam Tata Kelola Pesisir dan Restorasi Mangrove di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di auditorium FPIK Unsrat, Rabu (21/10/2026) ini diikuti 75 peserta yang adalah dosen, mahasiswa serta alumni FPIK Unsrat.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Diskusi Akademik Florence Verra Longdong, ada tiga tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, mendapatkan masukkan akademik untuk usulan kebijakan penguatan restorasi mangrove dengan pendekatan pemberdayaan perempuan.

Kedua, desiminasi hasil studi awal situasi tenurial perempuan di wilayah pesisir di Indonesia. Ketiga, memperkuat suara perempuan pesisir untuk mendorong kebijakan yang menjamin tenurial perempuan dalan tata kelola restorasi wilayah pesisir.

Diskusi Akademik ini menghadirkan CRH Manager YCP dan Direktur YBT.

Setelah pemaparan hasil kajian literatur YCP, ada pembahasan tanggapan akademik oleh empat pakar yakni Rignolsa Djamaludin, Denny Karwur, Stephanus V. Mandagi, dan Reiny A. Tumbol.

Setelah itu, ada tanggapan dari peserta yang diawali pertanyaan pemantik untuk mendapatkan masukkan akademik, serta perumusan catatan dan kesimpulan sementara sebagai draf awal masukkan hasil diskusi untuk masukkan draf Policy Brief.

Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Dekan 1 Daisy Monica Makapedua ketika membuka kegiatan menjelaskan, ekosistem mangrove bukan sekadar kumpulan pepohonan yang tumbuh di wilayah pesisir.

Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pantai, menjadi habitat berbagai organisme, menyimpan karbon, sekaligus menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, keberhasilan konservasi dan restorasi mangrove tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam atau berapa luas kawasan yang dipulihkan.

“Kita juga perlu bertanya, siapa yang terlibat dalam pengambilan keputusan ? Siapa yang memiliki akses dan kontrol terhadap sumber daya ? Dan siapa yang memperoleh manfaat dari upaya konservasi tersebut ?” sebut Dekan.

Ditambahkan, dalam konteks inilah, keterlibatan perempuan pesisir menjadi sangat penting. Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pemilik pengetahuan lokal, pelaku pengelolaan sumber daya, dan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjembatani kebutuhan ekologis, keadilan sosial, dan kebijakan publik. Melalui diskusi ini, saya berharap lahir pandangan yang kritis, konstruktif, dan berbasis bukti ilmiah,” sebut Makapedua mengutip Dekan.

Lebih dari sekadar pertukaran gagasan, pertemuan ini, sambungnya, diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, aplikatif, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pimpinan FPIK Unsrat menyampaikan apresiasi kepada YCP, YBT, para akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kerjasama ini terus berkembang melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di waktu yang akan datang. (FA)

Meimonews.com – Profesi kedokteran menempatkan mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji pada posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pasien datang dengan harapan untuk memperoleh pertolongan, rasa aman, dan kesembuhan.

Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada Sidang Terbuka Senat Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat yang dipimpin Linda Rotty (Ketua) dalam rangka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter dan Dokter Gigi di auditorium fakultas, Rabu (20/10/2026).

“Oleh karena itu, kemampuan ilmiah dan keterampilan klinis harus selalu disertai dengan empati, kejujuran, ketulusan, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia,” ujar Pinaria mengutip Plt Rektor.

Ada tiga hal penting yang ingin ditekankan kepada 45 dokter (16 dokter umum, 6 dokter gigi, dan 23 dokter spesialis) dilantik dan diambil sumpah/janji yang turut dihadiri Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Direktur SDM Yuna Laukati, serta undangan lainnya termasuk orangtua/keluarga yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya.

Hal oenting tersebut adalah pertama, junjung tinggi integritas dan etika profesi. Jadikan sumpah yang diucapkan hari ini sebagai komitmen yang terus hidup dalam setiap keputusan dan tindakan. Laksanakan pelayanan berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi, keselamatan pasien, dan prinsip kemanusiaan.

Kedua, utamakan keselamatan dan kepentingan pasien. Setiap pasien memiliki kondisi, kebutuhan, dan latar belakang yang berbeda. Layani mereka dengan adil, tanpa diskriminasi, serta dengan komunikasi yang baik dan penuh penghormatan. Ingatlah bahwa di balik setiap diagnosis terdapat manusia yang membutuhkan perhatian, pengertian, dan kepedulian.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat saat membacakan sambutan Plt. Rektor Unstat Jamaludin Jompa

Ketiga, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Ilmu kedokteran berkembang dengan sangat cepat. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan harus terus diperbarui melalui pembelajaran sepanjang hayat, penelitian, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan kolaborasi antartenaga kesehatan. Jadilah tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan etika dan nilai kemanusiaan.

“Khusus bagi para dokter spesialis, saya berharap saudara-saudara dapat menjadi rujukan keilmuan, teladan profesionalisme, serta mitra bagi pengembangan kompetensi tenaga medis lainnya.,’ sebut Plt. Rektor.

Bagi para dokter dan dokter gigi, diajak teruslah membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Menurut Plt. Rektor, Unsrat melalui Fakultas
Kedokteran, memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk pemerataan tenaga medis, peningkatan mutu layanan, perkembangan teknologi kesehatan, dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas serta terjangkau, para lulusan diharapkan mampu mengambil bagian dalam memberikan solusi nyata.

Disadari, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.

Dalam konteks ini, kehadiran tenaga medis yang kompeten, profesional, dan memiliki semangat pengabdian sangat dibutuhkan.
Saya berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut.

“Di mana pun saudara-saudara bertugas, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, institusi pendidikan, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya, berikanlah
pelayanan terbaik sesuai kompetensi dan tanggung jawab profesi,” ajaknya.

Sebelum melantik para dokter dan dokter gigi tersebut, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menegaskan, profesi dokter dan dokter gigi adalah profesi yang mulia dan luhur yang harus dijaga dan dipertahankan.

Untuk itu, Dekan mengingatkan lima hal penting. Pertama, senantiasa meningjatkan dan mengembangkan diri dalam keilmuan keahlian, dengan beroedoman pada pendidiksn sepanjang hayat. Kedua, mengembangkan ilmu kesehatan khususnys ilmu kedokteran dengan ikutserta dalam pendidikan dan pelatihan serta mencari penyelesaiannya masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pekayanan kesehatan.

Ketiga memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesi seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia, sesuai debgan etika kedokteran dan etika kesehatan.

Keempat, berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif dan bersifat terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah yang sama.

Kelima, kerendahan hati harus dipunyai oleh dokter dan dokter gigi yang baik. Kerendahan hati adalah perisai terhadap arogansi intelektual. Kerendahan hati harus sungguh-sungguh, tidak pura-pura dan tidak hanya dirasakan tetapi juga didemonstrasikan. Belas kasihan dan kerendahan hati terkadang mempunyai nilai terapi lebih beaar daripada technical skill atau intelektual brilliant. (FA)

Meimonews.com – Dies Natalis adalah kesempatan untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui, menilai pekerjaan yang masih harus diselesaikan, serta menetapkan langkah bagi kemajuan fakultas pada masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Pinaria pada acara Puncak Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan Unsrat di aula fakultas, Selasa (20/10/2026).

Oleh karenanya, Pelaksana Tugas Rektor mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat (yang kini dipimpin Stanly OB Lombogia) untuk terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Selain itu, menghadirkan pembelajaran yang membentuk lulusan berintegritas, menguasai keilmuan, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulut Weldie Ruddy dalam sambutannya mengatakan, perayaan Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan kiranya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi, memperkuat ketahanan pangan hewani dan membangun peternakan yang maju, mandiri, modern serta berkelanjutan.

Gubernur juga mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat untuk memperkuat kolaborasi dan bekerja bersama demi mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju dan sejahtera sekaligus mendukung cita-cita besar Indonesia menuju kemandirian pangan. (FA)

Meimonews.com – Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unsrat/RSUP Kandou Manado, pimpinan Unsrat memberikan klarifikasinya.

Ada beberapa poin klarifikasi yang disampaikan pimpinan Unsrat lewat Humas Unsrat Max Reinhart Rembang kepada wartawan dalam keterangan persnya, Selasa (20/10/2026).

Peratama, terkait rumor yang beredar di media sosial, berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan oleh program studi (prodi) serta pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua residen yang bersangkutan (senior dan junior) pada 19 Oktober 2026.

“Kedua pihak menyatakan sepakat bahwa tidak terjadi tindakan perundungan,” tandas Rembang mengutip pernyataan kedua residen tersebut .

Kedua, sampai dengan diterbitkannya pernyataan ini, residen junior yang bersangkutan masih tercatat sebagai peserta didik PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Program Studi telah memberikan pendampingan dan akan terus melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

Ketiga, antara residen junior dan residen senior yang dimaksud memang sempat terjadi kesalahpahaman. Hal tersebut merupakan permasalahan pribadi yang telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, serta perlu ditegaskan bahwa tidak pernah terjadi kontak fisik dalam bentuk apa pun di antara keduanya.

Keempat, berdasarkan pernyataan bersama kedua residen, rangkaian unggahan di media sosial tidak dilakukan oleh kedua residen yang dimaksud, melainkan oleh pihak lain luar kedua residen tersebut. Unggahan tersebut telah berdampak merugikan terhadap nama baik institusi serta berdampak secara personal terhadap kedua residen yang bersangkutan.

Kelima, adapun video yang disebutkan dalam unggahan tersebut merupakan kejadian yang bersifat insidental. Video tersebut tidak memiliki makna sebagaimana yang dinarasikan di media
sosial, dan tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun.

Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Faked Unsrat menegaskan komitmennya untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Setiap peserta didik yang mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan dapat melapor melalui kanal resmi dan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan menjaga kerahasiaan pelapor.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta menghormati privasi kedua residen yang bersangkutan,” ujar.Rembang.

Pernyataan klarifikasi telah ditandatangani kedua residen tersebut yakni residen yunior
Warouw Scriven Yosia dan residen senior Jonathan I. Baan, yang diketahui pimpinan Faked Unsrat dan pimpinan RSUP Kandou. (FA

Meimonews.com – Irjen Pol. Yudo Hermanto di dampingi Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta komunitas jalan roda di Kota Manado, Selasa (20/10/2026).

Menariknya, di saat kegiatan, ada beberapa warga negara asing ingin berbincang dan berfoto bersama Kapolda dan Kapolresta Manado. Kapolda dan Kapolresta Manado berkenan berdialog sejenak dan berfoto bersama.

Kegiatan silaturahmi yang mewujudnyatakan slogan Polri Bersama Masyarakat, Bersinergi Menjaga Manado Aman dan Kondusif ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang harmonis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Manado.

Dalam suasana penuh keakraban, silaturahmi tersebut menjadi wadah untuk bertukar pikiran, menyerap aspirasi, serta mendengarkan berbagai masukan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan komunitas jalan roda terkait situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Kapolda Sulut di dampingi Kapolresta Manado menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial.

Kehadiran komunitas jalan roda dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jalinan komunikasi antara Polri dan berbagai kelompok masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang semakin dekat, terbuka, dan saling mendukung.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta menciptakan Kota Manado yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Polresta Manado terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mengedepankan pendekatan humanis, serta memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.(AF)

Meimonews.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado menggelar seminar internasional di auditorium Fakultas, Selasa – Rabu (20-21/10/2026).

Seminar internasional ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-65 FPIK Unsrat yang diketuai Medy Ompi sementara Ketua Panitia Seminar adalah Calvin Sondakh.

Seminar internasional Coastal, Marine and Freshwater Ecosystem Management for Sustainability (CEMPOS) 2026 yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unsrat Iwan Roike Montolalu atas nama Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa ini mengangkat tema Marine and Freshwater Ecosysten for a Resilient Blue Economy.

Wakil Rektor 2 Unsrat Iwan Roike Montolalu saat membuka kegiatan secara zoom

Ada sejumlah pakar baik dari daerah/negara Indonesia maupun pakar dari 6 negara yakni Italia, Cina, Jerman, Amerika Serikat, Israel, dan Indonesia tampil sebagai pembicara dengan pembicara kunci Plt. Rektor Unsrat,

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 dosen dan mahasiswa FPIK serta dari CTI dan BRIN ini dilakukan secara luring (hadir langsung dari auditorium fakultas) dan secara zoom 76.

Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran saat memberikan kata pengantar

Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dalam kata pengantarnya menyampaikan apresiasi kepada semua pembicara, peserta, peneliti, dan mitra yang telah bergabung dalam pertemuan ilmiah yang penting ini.

“Terutama, pembicara kunci seminar internasional ini yakni Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanudin dan juga Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado,” ujarnya.

Dekan percaya bahwa FPIK Unsrat memainkan peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan ilmiah, di mana temuan penelitian dapat berfungsi sebagai solusi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat penelitian interdisipliner, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kemitraan internasional, dan mendukung pengelolaan perikanan dan sumber daya laut yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dekan berharap seminar ini akan menjadi platform yang bermakna untuk bertukar ide, berbagi hasil penelitian, dan mengeksplorasi pendekatan inovatif untuk konservasi dan pengelolaan ekosistem. (FA)

Meimonews.com – Puluhan Personil Polresta Manado bersama insan pers mendomorkan darahnya lewat kegiatan Bakti Kesehatan berupa Domor Darah.

Kegiatan yang diadakan lobby lantai 1 Polresta Manado, Selasa (20/10/2026) ini diselenggarakan Humas Polresta Manado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Humas yang mengusung tema 75 tahun Humas Polrri : Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri.

Para personil tersebut terdiri dari beberapa pejabat utama Polresta Manado di antaranya Kasi Humas Iptu Agus Haryono, Kasat Polairut AKP Dumadi, Kasat Samapta Iptu Jefry Mamangkey, Kasi Keu Iptu Maikel Lahiking, dan Kasiwas Jani I. Ramoh serta personil Polresta dan Polsek jajaran serta insan pers.

Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid melalui Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Polri terhadap sesama sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui aksi kemanusiaan.

“Melalui donor darah, Polresta Manado berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini, sebutnya, menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara Polri, masyarakat, dan insan media dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Partisipasi insan pers dalam kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya sinergi dan kebersamaan antara Polri dan insan Pers . Tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, insan media turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi sesama.

Melalui momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polresta Manado menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang humanis, memperkuat kemitraan dengan insan pers, serta meningkatkan pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan semangat Polri Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri, Humas Polresta Manado terus berupaya membangun komunikasi yang positif, mempererat sinergi, dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. (AF)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado dengan Nomor 289/KEP/B.06/2026 dan Surat Edaran (SR) untuk pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nomor 2415 Tahun 2026.

Selain itu, Pemkot Manado telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado Nomor 395/KEP/B.06/BPBD/2026 yang berlaku 14 (empat belas) hari terhitung mulai 8 Oktober 2026 sampai dengan 21 Oktober 2026.

Sejalan dengan itu, sejumlah tindakan nyata telah dilakukan Pemkot Manado seperti penyediaan/pembagian air bersih kepada warga di sejumlah kelurahan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Senin (19/10/2026) menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Manado.di bawah kepemimpinan Walikota (Andrei Amgouw) dan Wakil Walikota (Richard Sualang) terkait dengan dampak yang ditimbulkan akibat Musim Kemarau dan fenomena El Nino.

Salah satu contohnya adalah penyaluran air bersih keoada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan sejunlah pihak terkait.

“Selang Agustus hingga 13 Oktober 2026, sudah 9 kelurahan diberiikan bantuan air bersih kepada warga di kelurahan tersebut. Jumalh air bersih yang disalurkan telah berkisar 576.500 liter,” ujarnya.

Perinciannya adalah Kelurahan Paniki Bawah Lingkungan 6 dan 7 (6 KK); Kelurahan Paniki Dua Lingkungan 1 ( 64 KK, 174 jiwa) Lingkungan 2 (16 KK), Lingkungan 3 (7 KK); Kelurahan Mapanget Barat Lingkungan 4 (24 KK, 98 Jiwa), Lingkungan 3 (41 KK), Lingkungan 7 (46 KK);

Kelurahan Manado Tua Dua Lingkungan 1 (80 KK, 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK, 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK, 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK, 196 jiwa); Kelurahan Bunaken Lingkungan 1 – 3 (457 KK, 1367 jiwa), Lingkungan 7 (117 KK, 365 jiwa);

Kelurahan Kima Atas Lingkungan 1 (3 KK ), Lingkungan 3 (22 KK); Kelurahan Meras Lingkungan 1 – 3 ( 25 KK, 83 jiwa); Kelurahan Pandu Lingkungan 1 (16 KK); Kelurahan Bailang Lingkungan 2 (17 KK, 83 jiwa).

Instansi/lembaga yang terlibat dalam kegiatan ini selain dari BPBD adalah Perumda Wanua Wenang/PDAM Manado, Balai Prasarana Permukiman Wilayah BPPW Sukut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWS SI), Polairud Polda Sulut, PT Pelni, Kejati Sulut, PMI Sulut dan instansi/lembaga lainnya.

“Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan yang terdampak ikut terlibat juga dalam kegiatan penyaluran,” ujar mantan Camat Wenang ini. (elka)

Meimonews.com – Pada mulanya sebuah bilangan terangkum rindu dan harapan, demi tumbuh kembangnya kehidupan. Lima puluh sembilan tahun berselang, rindu dan harap tersebut bersemi dan berbuah dalam umat yang bertumbuh dan bertambah, mengolah hidup dan hidup saling memanusiakan sebagai syukur dan sembah kepada Tuhan.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado Andre Angouw dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga pada acara Syukuran HUT ke-59 Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan di Aula Paroki, Minggu (18/10/2026).

Peringatan HUT tersebut di awali misa syukur di gereja paroki (samping aula) yang dipimpin Pastor Paroki HKY Karombasan Pastor Herry Purasa MSC, yang dihadiri umat setempat serta para undangan.

Menurut Walikota, masing-masing ada depe tiap-tiap. Tiap orang ada depe talenta. Dari hal mengenali, memahami dan menerima diri, nisscaya kita juga dapat mengenali, memahami dan menerima sesama manusia, berbagi dalam kepedulian, saling mengasihi dan menghidupkan.

“Kepedulian adalah jangkar kemanusiaan kita di tengah ombak dan gelombang pencobaan dunia,” ujar Sambuaga mengutip sambutan Walikota.

Walikota menyampaikan doa dan harapan terbaik, kiranya umat Katolik Paroki Hati Kudus Karombasan senantiasa rukun dan bersatu padu serta mengajak umat setempat melakukan beberapa hal penting.

“Bergiatlah dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Jadilah garam dan terang dunia, pembawa damai sejahtera, kebaikan dan kemajuan melalui pemikiran, perilaku dan perbiatan,” ajak Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak juga umat paroki HKY Karombasan untuk membangun kehidupan yang dimulai dari hal-hal sederhana. Hidup rukun, hidup sehat, jaga kebersihan.

“Mulailah dari diri sendiri dan keluarga, rumah dan lingkungan sekitar. Ini hal-hal kecil tapi manfaatnya besar dan berkelanjutan bagi semua orang,” ajaknya.

Kebaikan, jelas Walikota, ibarat benih yang ditanam dan dirawat. Pada waktunya akan berbuah, dan buah itu akan dinikmati tidak hanya sekarang tapi juga generasi mendatang.

Terkait musim kemarau panjang, Walikota mengajak untuk waspada dan antisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya, misalnya bahaya kebakaran, terlebih lagi di kawasan padat pemukiman.

“Sekai lagi, perhatikan dan antisipasi hal-hal kecil, misalnya instalasi listrik dan peralatan elektronik. Jangan sembarang membakar sampah atau menyalahkan api tanpa pengawasan. Jangan buang puntung rokok sembarangan, dan lain sebagainya,” ujar Sambuaga mengutip Walikota. (elka)