Meimo News

Meimonews com – Sebanyak 460 guru dan sekitar 40 kepala sekolah perwakilan persekolahan PAUD, SD, SMP hingga SMA di bawah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke mengikuti kegiatan Penguatan Esensi Dasar di Rumah Bina Pankat, Kelapa Lima (Merauke), 27 Juli – 1 Agustus 2026.

Dalam kegiiataan tersebut, para guru dan kepala sekolah yang ada di Kota Merauke dan daerah – daerah pelosok Papua Selatan ini mendapat pembekalan materi terkait Artificial Inttelligence /AI (kecerdasan buatan), Dampak Digitalisasi Medsos, dan Filsafat Pendidikan.

Kegiatan yang mengusung tema Pelatihan AI, Coding, serta Penguatan Esensi Dasar Pendidikan ini dipuncaki dengan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 SMA St. Yoanes XXIII sebagai SMA pertama di Papua Selatan, yang diawali msa syukur di Gereja Katedral Merauke dan dilanjutkan dengan ramah-tamah di kompleks sekolah.

Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Komunitas Dinas Pendidikan Peovinsi Papua Selatan Oliva Koneng (mewakili Kepala Dinas), dan dihadiri Ketua Yayasan YPPK Keuskupan Agung Merauke RD Alowisius Kelbulan serta pemateri seminar AI RD Christy Mahendra, Anggota YPPK Richard Dumatubun dan Frits Hernan Pangemanan.

 

Kegiatan ini merupakan langkah strategis YPPK bersama Tim Mutu dan pengelola sekolah-sekolah Katolik se-Keuskupan Agung Merauke untuk mencerdaskan para Insan Pendidikan Katolik (IPK) dalam isu-isu terkini medsos, termasuk dampak AI, serta penguatan hakikat dasar pendidikan Katolik dari sisi filosofi pendidikan.

“Melihat antusias para guru dalam seminar ini, terutama topik AI (Kecerdasan Buatan)
bagi pembelajaran sekolah dan dampak medsos bagi dunia pendidikan, kami merencanakan untuk melanjutkan seminar serupa ke lebih banyak sekolah di wilayah-wilayah pelosok Papua selatan,” ujar Ketua YPPK Pastor Kelbulan.

Langkah strategis seminar ini, jelasnya, sejalan dengan Piagam Sinodal Pendidikan Katolik Indonesia hasil Konferensi Sinodal Pendidikan Katolik (KOSDIK II) 24-26 Juni 2026 di Jakarta, yang mendorong Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) untuk menyikapi secara serius dampak teknologi, medsos, terutama kecerdasan buatan.

Menurutnya, mengikuti mandat Piagam Sinodal, LPK harus menyiapkan murid agar mampu memahami, menggunakan, dan mengkritisi teknologi –termasuk kecerdasan buatan– tanpa kehilangan kebijaksanaan, relasi personal, hati nurani, dan tanggung jawab moral.

Karena alasan itu, YPPK Keuskupan Agung Merauke menegaskan tujuan seminarnya adalah untuk lebih memerkaya potensi guru dan kepala sekolah agar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi pengembangan ekosistem pendidikan Katolik yang bermutu, berkarakter, bermartabat, dan berkelanjutan.

Karena visi dasar pemberdayaan Insan Pendidikan Katolik (IPK), seperti ditegaskan Piagam Sinodal, adalah menjadikan mereka kurikulum hidup dan saksi iman ewat kaderisasi kepemimpinan yang melayani dan profetik.

Dalam pemaparan materinya, Pastor Christy (Dosen Teknik Informatika Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso Purwokerto) menyajikan seluk-beluk AI, sejarah dan evolusi AI yang meliputi expert system, machine kearning, big data hingga AI modern.

Para guru dengan antusias mengikuti pengenalan bahasa oemrograman AI, yang
meliputi bahasa tingkat rendah yang cepat dan efisien; dipakai untuk optimasi algoritma dan sistem AI tertanam (embedded).

Para guru YPPK dari pelosok daerah Papua Selatan ini tidak ketinggalan diperkenalkan cara kerja AI (simulasi) yang meliputi slur data, pelatihan model, hingga hasil-hasil prediksi AI; Algoritma dalam AI yang mencakup machine learning klasik, deep learning, dan reinforcement learning; serta teknologi AI, glgenerative AI dan tren terbarunya yang mencakup hierarki AI, LLM, sgentic AI, dan arah perkembangan terkini.

Secara umum, para guru diperkenalkan dengan proses coding (koding) teknologi AI yang memungkinkan para guru mampu menulis perintah dalam bahasa pemrograman agar komputer dapat menjalankan tugas secara otomatis.

Para guru diajak berpikir komputasional yang melatih logika dan pemecahan masalah rumit dengan skema-skema kerja AI yang menuntun pada literasi teknologi dengan memahami cara kerja mesin cerdas, pengelolaan data, dan dasar pemograman.

Semua ini sangat berguna bagi para guru untuk mengaplikasikannya pada pembelajaran kelas yang menggunakan teknologi modern serta secara bersamaan para guru dilengkapi dengan standar etika digital yang membantu para guru maupun siswa di kelas memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara aman dan bijak untuk terhindar dari rambu-rambu hukum IT.

Sejalan dengan kebijakan Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses PM, pemateri Frits mengangkat trilogi filsafat Yunani yang menawarkan lima hakikat dasar pendidikan yang tetap relevan hingga kini.

Kelima faktor itu, mencakup pertama, Identitas guru dengan hakikat tugas dan misi dalam pendidikan; kedua, metode pembelajaran sebagai seni-mengajar untuk melahirkan pengetahuan anak didik; ketiga, tools sebagai teknik-teknik khusus pembelajaran; keempat, hakikat pendidikan yang mendasari seluruh proses belajar-mengajar; dan kelima oaradigma yang membentuk model pembelajaran membatin dalam diri pendidik.

Mengikuti cara berpikir Yunani, sebutnya, identitas guru ibarat bidan ide, pengetahuan, dan pengenalan diri. Ia hadir di kelas sebagai bidan yang melahirkan pengetahuan lewat dialog-dialog.

Hakikat pendidikan, menurutnya, adalah pengenalan dan penemuan utuh diri manusia. Ucapan masyhur Sokrates diabadikan Plato dalam karyanya Apology yakni tanpa pengenalan diri, hidup manusia tidak bermakna, tak layak dihidupi. Paradigma pendidik dalam perspektif ini bak penemu harta karun di hati murid yang belum tercerahkan.

Diungkapkan, fungsi guru lalu menjadi pembawa pencerahan siswa tentang realitas sesungguhnya yang belum terpahami. Tools ke arah pengetahuan ini oleh Plato disebut dialektika yang memberi penyelarasan atas Tripartite Soul antara nalar (kepala), moralitas dan keyakinan (dada dan hati), serta nafsu dan kecenderungan jasmani (perut).

Kekayaan pedagogi Yunani diteruskan Aristoteles yang memerkaya peran guru sebagai obor budi dan moralitas. “Guru bagaikan pelita yang membawa terang melalui apa yang disebutnya Eudaimonia : kearifan menempa nalar dan moral siswa untuk tumbuh secara penuh,” ujarnya

Dengan peran penting ini, para guru mengakui bahwa kemajuan teknologi dan informasi dengan sumber belajar semakin luas telah membuat tugas guru kian berat untuk menguasai disiplin ilmu yang kian meluas.

Kemajuan dunia medsos sekaligus membawa tantangan para guru untuk mengimbangi pengetahuan siswa yang tak kalah maju dan bermutu akibat adanya fasilitas lebih besar yang kerap dimiliki orangtua siswa sendiri.

SMA St. Yoanes XXIII Merauke ini berdiri pada 1 Agustus 1963, dua tahun setelah wilayah Vikariat Apostolik Merauke berubah statusnya menjadi Keuskupan Agung Merauke pada 15 November 1961 di bawah kepemimpinan Mgr. Herman Tillemans MSC (1902-1975).

Semboyan yang digunakan sekolah ini adalah Widyatama yang berarti lmu pengetahuan utama atau insan pendidikan berilmu dan berwatak keutamaan luhur. (LAF)

Meimonews.com – Saat ini sejumlah daerah termasuk Kota Manado mengalami fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas batas normal. Fenomena ini mengubah pola angin dan arus laut global, sehingga memicu penurunan curah hujan drastis dan musim kemarau yang lebih kering.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado pimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan edukasi Siaga El Nino.

Kepada Meimonews.com, di suatu lokasi, Jumat (7/8/2026), Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, ada enam poin yang diperlukan untuk menghadapi fenonena tersebut.

Pertama, E (Efisiensi menggunakan air). Yang bisa dilakukan adalah gunakan air secukupnya, perbaiki kebocoran kran dan pipa, tampung air hujan saat tersedia, gunakan ulang air yang masih layak untuk menyiram tanaman.

Saat El Nino, sebutnya, curah hujan cemderung berkurang sehingga ketersediaan air bisa menurun. “Air adalah sumber yang sangat berharga. Maka, gunakanlah dengan bijak !” ujarnya.

Kedua, L (Lindungi diri dari cuaca panas).Yang bisa dilakukan adalah gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, kurangi aktivitas berat pada siang hari, dan jaga kesehatan tubuh agar tetap fit dan terhindar dari headstroke.

Hal itu, jelas Sambuaga, karena suhu udara saat El Nino dapat terasa lebih panas dari biasanya.

Ketiga, N (No bakar sampah). Yang harus dihindari adalah membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, dan menyalakan api di lahan kosong.

“Yang harus dilakukan adalah segera laporkan jika melihat titip api,” ujarnya seraya menyebutkan nomor telefon yang bisa dihubungi yakni Call Center 112atau WhatsApp 085161167112.

Menurutnya, cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Satu percikan api dapat menjadi kebakaran besar saat musim kemarau. “Mari bersama menjaga lingkungan tetap aman,” imbau mantan Camat Wenang ini.

Keempat I (Ikuti informasi resmi). Sumber informasi resmi adalah BMKG, BPBD Kota Manado, dan Pemerintah Kota Manado.

Pantau perkembangan cuaca dan peringatan dini dari sumber terpecaya. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang tepat menbantu kita mengambil.langkah yang tepat, selalu ikuti informasi resmi dan terpercaya,” ujarnya.

Kelima, N (Nyalakan kepedulian lingkungan). Yang bisa dilakukan adalah jaga kebersihan lingkungan, lakukan kerja bakti bersama warga, rawat tanaman dan ruang terbuka hijau, serta hemat air dan gunakan seperlunya.

Lingkumgan yang bersih dan terawat, menurutnya, lebih siap menghadapi dampak musim kemarau. “Lingkungan yang terjaga hidup lebih sehat dan resiko bencana berkurang,” jelasnya.

Keenam O (Optimalkan kesiapsiagaan). Dijjelaskan, kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi dampak El Nino. “Tanggao, siap, selamat !” tandasnya seraya menambahkan, siap menghadai El Nino.

“Ingat ! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil hari ini, kita bisa mencegah bencana besar di masa depan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw memaparkan presentasi sebagai nomine dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2026 di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Berbagai capaian penyelenggaraan PTSP serta berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan Pemerintah Kota Manado sepanjang tahun 2026 dipaparkaan Walikota, di dampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado M. Sofyan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan bahwa perekonomian Kota Manado menunjukkan ketahanan yang kuat selama periode 2021-2025 dan secara konsisten tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sulut maupun nasional.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Manado meningkat dari 5,53 persen menjadi 5,77 persen, yang menunjukkan penguatan momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Walikota juga memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang diterapkan Pemerintah Kota Manado untuk mendukung iklim investasi, antara lain menjaga keamanan dan kenyamanan kota agar tetap kondusif bagi investor, meningkatkan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kebijakan subsidi yang tepat sasaran, memperluas pasar melalui peningkatan konektivitas antar daerah dan sektor pariwisata, serta memperkuat sistem pelayanan perizinan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kemudahan berusaha.

“Sebaik apa pun infrastruktur, perizinan, dan investasi, tetapi kalau daya beli masyarakat rendah dan tidak tersedia market, maka tidak mungkin investor akan masuk ke kota kita,” ujar Walikota.

Pemaparan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai profil Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado, meliputi aspek kelembagaan, inovasi pelayanan, transformasi digital, serta berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam mendukung percepatan investasi dan kemudahan berusaha di Kota Manado. (elka)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid menegaskan, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk di sektor ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan panen jagung ini, kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus memanfaatkan lahan yang ada secara optimal. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak,” ujar Kapolresta Manado terkait pelaksanaan Panen Jagung di Desa Sea Kecamatan Pineleng (Minahasa), Rabu (5/8/2026).

Panen jagung tersebut digelar Polresta Manado sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional di lahan pertanian yang berada di desa Sea.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif untuk meningkatkan hasil pertanian.

Panen jagung ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polresta Manado, unsur pemerintah setempat, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait. Suasana kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung dengan semangat gotong-royong.

Kapolresta Manado menambahkan, keterlibatan Polresta Manado dalam program ketahanan pangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan para petani.

Kegiatan panen jagung tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Manado dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan, sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. (AF)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof.  Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).

Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.

Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.

“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.

Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)

Meimonews.com – Ada tujuh tugas utama dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI kepada Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang harus jadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Tugas tersebut, pada ppkoknya adalah memastikan layanan akademik harus berjalan baik dan lancar, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi tetap optimal, serta seluruh aktivitas kampus berjalan secara normal, tertib, aman, dan kondusif.

Tugas tersebut, jelas Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu dalam siaran persnya, telah disampaikan Plt Rektor Unsrat pada saat Rapat Pimpinan Unsrat yang diadakan di ruang rapat Rektorat, Rabu (5/8/2026).

Rapat ini dihadiri para Wakil Rektor, Ketua Senat universitas, para Kepala Lembaga dan Biro universitas serta para Dekan se-Unsrat.

Tugas pertama adalah memastikan layanan akademik berjalan lancar. Seluruh fakultas, program pascasarjana, program studi, biro, dan unit pelayanan akademik harus menjamin mahasiswa memperoleh layanan yang cepat, tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses akademik, mulai dari perkuliahan, registrasi, pengisian rencana studi, pembimbingan akademik, ujian, seminar, penelitian mahasiswa, penyelesaian tugas akhir, yudisium hingga kelulusan harus berjalan sesuai kalender akademik.

Tugas kedua adalah memastikan seluruh aktivitas kampus tetap berjalan normal. Kegiatan tersebut meliputi administrasi, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan, serta kerja sama.

Tugas ketiga adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpimpinan. Dalam masa pelaksanaan tugas ini koordinas menjadi sangat penting. “Sebagai Plt Rektor saya meminta agar tidak ada unit kerja yang berjalan sendiri-sendiri dan setiap persoalan lintas unit segera diselesaikan melalui koordinasi yang cepat dan efektif,” ujar Jompa.

Tugas keempat, para wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, dan kepala biro agar menyampaikan laporan berkala mengenai perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

Masalah yang dapat diselesaikan di tingkat fakultas atau unit kerja agar segera diselesaikan tanpa harus menunggu arahan dari tingkat universitas. Namun, persoalan strategis yang berdampak luas harus segera dilaporkan agar dapat ditangani bersama-sama.

Tugas kelima, menjaga tata kelola, integritas, dan kepatuhan terhadap peraturan. Seluruh keputusan dan tindakan administrasi harus berpedoman pada perundang-undangan serta ketentuan internal universitas.

Tugas keenam, menjaga suasana kampus yang aman, damai, dan kondusif. Universitas Sam Ratulangi adalah rumah bersama bagi seluruh sivitas akademika.” Oleh karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga suasana akademik yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari intimidasi maupun konflik yang tidak produktif,” ujarnya.

Ditambahkan, setiap perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme kelembagaan yang tersedia. Jangan membiarkan perbedaan berkembang menjadi persoalan yang mengganggu pelayanan akademik dan aktivitas kampus.

Tugas ketujuh, menjaga keberlanjutan program strategis universitas. Program yang telah direncanakan dan sedang berjalan harus tetap dilaksanakan sepanjang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi kemajuan universitas.”Saya mengajak seluruh pimpinan bekerja dengan semangat kebersamaan. Tanggung jawab menjaga keberlangsungan universitas bukan hanya berada pada Plt Rektor, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pimpinan universitas,” ujarnya

Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar ini mengajak kepada pimpinan Unsrat untuk menjalankan dengan mengutamakan kepentingan institusi, kepentingan mahasiswa, dan kepentingan masyarakat. Harus juga dipastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memberi kepastian, menjaga stabilitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Jompa mengharapkan dukungan, kerja sama, loyalitas terhadap institusi, serta komitmen kuat dari seluruh pimpinan, serta mengajak agar bekerja secara profesional, cepat, tepat, dan tetap berhati-hati dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. (FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar Jamaluddin Jompa diangkat Kementerian Pendidilan Tinggi, Sains dan Teknolpgi (Kemendiktisantek) RI sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggantikan Oktovian Berty Alexander Sompie.

“Benar telah ada Plt Rektor Unsrat berdasarkan SK Kemendiktisaintek RI menggantikan Prof Sompie,” ujar Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (5/8/2026).

Humas Unsrat Max Rembang, yang dihubungi sebelumnya, mengakui hal yang sama bahwa sudah ada Plt. Rektor Unsrat. “Saat ini sedang ada rapat yang dipimpin Plt Rektor,” ujar Rembang.

Rapat perdana pimpinan Unsrat yang dipimpin Plt Rektor Jamaluddin Jompa

Sesuai perkembangan yang ada, setelah pengangkatannya sebagai pimpinan universitas kebanggaan masyarakat Sulut ini, Jompa langsung bergerak cepat dengan mengadakan rapat perdana.

Rapat yang diadakan di ruang rapat Rektor ini dihadiri Ketua Senat Unsrat, para Wakil Rektor, para Kepala Lembaga dan Biro serta para Dekan se-Unsrat. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).

Apel tersebut, menurut Walikota, menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personil dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Apel ini juga digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok

Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, menegaskan, Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.

“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Melalui apel tersebut, sambung Kapolresta seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Kepada.masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Hadir pada apel yang dipimpin Walikota Manado yang juga membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie ini adalah Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Rotinsulu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, jajaran TNI-Polri, personil Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta undangan lainnya. (FA)

Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Ada satu angka yang paling menarik perhatian dari penyelenggaraan 9th World Youth Transnational Championships 2026 di Hefei, China. Bukan jumlah negara peserta, bukan pula hadiah yang diperebutkan, melainkan 98 tim yang mendaftar pada kategori Under-16 (U16).

Angka ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi perkembangan olahraga bridge dunia.

Bahkan, World Bridge Federation (WBF) mengakui bahwa jumlah peserta U16 jauh melampaui perkiraan. Antusiasme yang luar biasa tersebut membuat panitia harus memberlakukan biaya pendaftaran pada kategori U16 untuk membantu menutup meningkatnya biaya penyelenggaraan. Hal ini menunjukkan bahwa ledakan jumlah peserta benar-benar di luar ekspektasi penyelenggara.

Fenomena ini memberikan sinyal yang sangat positif. Selama bertahun-tahun, bridge sering mendapat stigma sebagai olahraga yang didominasi pemain senior. Namun kenyataan di Hefei justru memperlihatkan hal sebaliknya. Minat generasi muda terhadap bridge terus bertumbuh, terutama di kelompok usia paling dini.

Hampir seratus tim U16 berarti ratusan pemain berusia di bawah 16 tahun datang dari berbagai belahan dunia untuk berkompetisi. Mereka bukan hanya belajar bermain bridge, tetapi juga belajar berpikir logis, bekerja sama, mengambil keputusan, serta menjunjung sportivitas.

Inilah investasi terbesar bagi masa depan olahraga bridge. Banyak negara kini menyadari bahwa pembinaan harus dimulai sejak usia sekolah. Program bridge di sekolah, klub junior, hingga kompetisi usia dini mulai berkembang pesat di Eropa, Asia, maupun Amerika. Hasilnya mulai terlihat dari semakin banyaknya pemain muda yang tampil pada kejuaraan dunia.

Sayangnya, di tengah perkembangan yang sangat menggembirakan tersebut, Indonesia belum ikut ambil bagian. Tidak ada satu pun tim Indonesia yang tampil pada kategori U16 di Hefei.

Kondisi ini patut menjadi bahan evaluasi bersama. Indonesia sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam olahraga bridge. Prestasi internasional pernah diraih, bahkan Indonesia termasuk negara yang disegani di kawasan Asia. Namun prestasi hanya dapat dipertahankan apabila regenerasi berjalan dengan baik.

Keikutsertaan dalam kejuaraan dunia usia muda bukan semata-mata mengejar medali. Yang jauh lebih penting adalah memberi kesempatan kepada pemain muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman internasional, memperluas wawasan, membangun jaringan pertemanan, sekaligus menumbuhkan motivasi untuk terus berkembang.

Keberhasilan WBF menarik hingga 98 tim U16 membuktikan bahwa masa depan bridge dunia sedang berada di tangan generasi muda. Negara-negara yang hari ini serius membina pemain usia dini kemungkinan besar akan memetik hasil dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Indonesia tidak boleh tertinggal. Sudah saatnya pembinaan bridge usia muda menjadi prioritas. Program masuk sekolah, festival bridge pelajar, kompetisi U16 dan U21 yang berkesinambungan, serta dukungan pemerintah dan organisasi bridge perlu berjalan seiring.

Semoga pada kejuaraan dunia berikutnya, Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton. Akan jauh lebih membanggakan apabila Merah Putih turut berkibar melalui tim-tim muda yang siap bersaing dengan pemain terbaik dunia.

Karena masa depan bridge Indonesia sesungguhnya dimulai dari anak-anak yang bermain bridge hari. (Penulis adalah Pemain Bridge dan PB Gabsi)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administrasi maupun pengelolaan keuangan.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Berbasis Aplikasi E-Integrity, yang diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Senin (3/8/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut Heru Setiawan, selaku narasumber utama, Sekretaris Inspektorat Kota Manado, para kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Penilaian SPIP tidak hanya dua hal tersebut, “tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penerapan SPIP secara konsisten, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh karenanya, Walikota mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengikuti proses penilaian maturitas SPIP dengan sungguh – sungguh, termasuk melakukan penginputan data secara benar, lengkap, dan tepat waktu melalui aplikasi E-Integrity.

Menurut Walikota, data yang akurat menjadi dasar dalam mengukur tingkat kematangan sistem pengendalian intern serta menjadi acuan dalam penyempurnaan tata kelola pemerintahan di masa mendatang.

“Saya berharap setiap perangkat daerah dapat melakukan penginputan data penilaian maturitas SPIP Terintegrasi berbasis aplikasi E-Integrity dengan baik. Dengan demikian, kita dapat memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai tugas, fungsi, dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (elka)