Meimo News

Meimonews.com – Polresta Manado mendukung upaya Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam mempercepat digitalisasi layanan administrasi kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan aktivasi IKD bagi personil Polresta Manado yang dilaksanakan di Mapolresta Manado, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pada apel pagi, kemudian dilanjutkan dengan pelayanan aktivasi yang diberikan langsung oleh petugas Dukcapil Kota Manado.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado Erwin Kontu menjelaskan, IKD memberikan kemudahan bagi masyarakat karena identitas kependudukan dapat tersimpan secara digital pada perangkat seluler dan digunakan sesuai kebutuhan tanpa harus selalu membawa dokumen kependudukan fisik.

“ Kami menyampaikan apresiasi kepada Polresta Manado atas dukungan dalam kegiatan ini. Kami berharap personel yang sudah memiliki IKD juga dapat membantu menyampaikan informasi dan manfaatnya kepada masyarakat saat melaksanakan tugas di lapangan,” ujarnya.

Menurut mantan Kadis Kominfo Manado, personil kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memiliki peran penting dalam membantu memperluas informasi mengenai layanan digital kependudukan.

Kegiatan pelayanan aktivasi IKD oleh petugas Dukcapil Kota Manado berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA dan mendapat dukungan dari personil Polresta Manado.

Lebih dari 150 personil Polresta Manado berhasil melakukan aktivasi IKD pada perangkat telepon seluler masing-masing.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyampaikan, Polresta Manado mendukung inovasi pelayanan publik yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital untuk administrasi kependudukan.

“Polresta Manado mendukung setiap upaya yang memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, personel tidak hanya mendapatkan manfaat dari IKD, tetapi juga dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat yang ditemui dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Ditambahkan, pemanfaatan IKD sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan praktis.

Polresta Manado berharap kolaborasi dengan Dukcapil Kota Manado dapat terus dilakukan dalam mendukung program pelayanan publik berbasis digital serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya administrasi kependudukan.

Bagi masyarakat yang belum melakukan aktivasi IKD, layanan tersebut dapat diperoleh melalui Dinas Dukcapil Kota Manado maupun kegiatan pelayanan aktivasi yang dilaksanakan di berbagai lokasi. (AF)

Meimonews.com – Polda Sulut lewat Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar jaringan penipuan daring love scamming dan investasi bodong yang dikendalikan oleh empat mantan pekerja scam jaringan Poipet, Kamboja.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan Dirreskrimsus Polda Sulut Kombes Pol FX Winardi Prabowo di dampingi Kasubdit Siber AKBP Effendy Tubagus dan Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Peter Gosal pada konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sulut, Rabu (7/10/2026).

Empat tersangka yang berhasil diringkus yakni lelaki DW (aktor utama), lelaki BS (admin pengoperasian), perempuan MP (pemeran karakter manipulasi), serta lelaki RL (penarik dana).

“Komplotan eks Kamboja ini diketahui telah beroperasi di wilayah Sulut sejak bulan Juli 2026. Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, aksi penipuan online dan love scam yang mereka jalankan berhasil meraup total keuntungan mencapai Rp1 miliar,” ujar Kombes Pol. Winardi.

Dijelaskan, salah satu korban dengan nilai kerugian terbesar dialami oleh perempuan berinisial JSZ, yang dijebak melalui jerat asmara palsu dan investasi bodong hingga mengalami kerugian mencapai Rp 850.180.000. Penyelidikan intensif dilakukan oleh Subdit V Siber usai menerima laporan resmi korban pada 15 September 2026.

Menurutnya, sindikat ini bekerja layaknya perusahaan scam profesional dengan pembagian peran yang sangat rapi.
Tersangka DW berperan mencari korban melalui akun Facebook palsu bernama “Marvel Supit”. Setelah membangun komunikasi dan merayu korban hingga terbuai hubungan asmara daring, DW melakukan panggilan video manipulatif dengan mengarahkan kamera ke rekaman video orang lain sembari menyuarakan isi percakapan.

Setelah korban percaya penuh, pelaku mulai mengarahkan korban ke bisnis fiktif “angka bonus” nonton drama pendek di aplikasi Melolo dengan menghubungi admin fiktif PT BTC yang dikendalikan oleh tersangka BS. Korban awalnya dipancing dengan deposit kecil senilai Rp 35.000 dan Rp 370.000 yang langsung dikembalikan beserta keuntungan instan.

Setelah korban tergiur, korban diarahkan mengambil paket tugas berdeposit fantastis sebesar Rp 95.780.000 dan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp “007VIP MEMBER 95780K”.

Di dalam grup tersebut, tersangka BS mengendalikan 3 akun admin fiktif, sedangkan tersangka MP mengendalikan 4 akun member palsu untuk membagikan bukti transfer rekayasa guna menekan psikologis korban agar terus mentransfer uang berantai hingga ratusan juta rupiah.

Uang hasil kejahatan dikirimkan korban sebanyak 15 kali transaksi ke rekening penampung Bank Jago dan ditarik tunai di agen-agen BRILink wilayah Ratatotok oleh tersangka DW dan RL. Hasil kejahatan tersebut digunakan untuk membeli mobil, sepeda motor, barang elektronik, hingga pesta hura-hura.

Dari tangan para tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 133.781.000, 2 unit mobil Honda Brio, 5 unit sepeda motor (Honda Vario dan CRF 150), unit komputer dan PC, 8 unit smartphone, 1 unit iPad 11, serta belasan lembar dokumen bukti transaksi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Di akhir konferensi pers, Kombes Pol Winardi menyampaikan imbauan tegas sekaligus ajakan empati kepada seluruh lapisan masyarakat. “Para pelaku ini adalah sindikat profesional yang terlatih di Kamboja untuk memanipulasi emosi, rasa empati, serta harapan baik para korban. Mereka mengeksploitasi sifat tulus masyarakat yang ingin mencari nafkah maupun membangun hubungan,” ujarnya,

Mantan Kabid TIK Polda Sulut ini berharap agar para korban kejahatan siber tidak merasa takut atau malu untuk melapor. “Jika anda atau kerabat mengalami hal serupa, jangan menyembunyikannya karena takut dihakimi lingkungan atau keluarga,” ujarnya.

Polda Sulut, tambahnya, selalu terbuka untuk mendengarkan, melindungi, dan menindaklanjuti laporan masyarakat tanpa stigma negatif.

Kejahatan siber ini bisa diputus rantainya jika kita saling merangkul, saling mengingatkan, dan tidak ragu memberikan informasi kepada aparat penegak hukum demi menjaga orang-orang terkasih di sekitar kita. Tetap kedepankan logika rasional dalam berinteraksi di ruang digital. (AF)

Meimonews.com – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Unsrat bekerjasama dengan Google Indonesia dan Paideia Educational Solutions menyelenggarakan pelatihan Gemini Academy for Higher Education.

Kegiatan yang berlangsung Rabu – Sabtu (7-10/10/2026) di Ruang Pelatihan Lantai 1 Gedung A LPMPP Unsrat ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa di dampingi Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perguruan tinggi bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasi Kepala Pusat Teknologi dan Inovasi Pembelajaran LPMPP Unsrat Sary DE Paturusi dan Kepala Pusat Data dan Dokumen Penjaminan Mutu dan Pembelajaran Henry Valentino Florensius Kainde.

Pelatihan berfokus pada dua teknologi AI generatif dari Google. Ada dua materi yang diberikan pada pelatihan ini yang dibawakan Andy dan Tresna dari Paideia Educational Solutions, yang di dampingi Surya Putra Sarungu dari Google.

Materi pertama adalah Gemini AI : penguasaan prompt engineering untuk riset, penyusunan bahan ajar, pembuatan silabus dan modul, serta efisiensi administrasi akademik. Materi kedua adalah Gemini Notebook yang meliputi optimalisasi analisis dokumen riset, sintesis jurnal ilmiah, pengelolaan ruang kerja digital, dan pemanfaatan fitur Audio Overview.

Peserta mengikuti sesi materi dan praktik langsung menggunakan akun Google Workspace for Education (email resmi Unsrat). Setelah itu, peserta mendaftar dan mengikuti ujian sertifikasi bersama.

Melalui program ini, peserta dapat mengikuti ujian sertifikasi internasional Gemini Certified Faculty dan Gemini Certified University Student tanpa biaya.

Sertifikat dikeluarkan langsung oleh Google dan Paideia. Perguruan tinggi yang meraih minimal 50 sertifikasi Gemini Certified Faculty juga berpeluang memperoleh pengakuan sebagai Gemini for Education Reference Institution dari Google.

Program ini diharapkan turut mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Unsrat, khususnya pada aspek kerja sama internasional dan sertifikasi kompetensi.

Kepada Meimonews.com, Kepala LPMPP Unsrat menjelaskan, kegiatan ini dibagi dalam 4 (empat) sesi. Hari pertama (7/10/2026) pagi diikuti 69 peserta dari unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan unit di lingkungan Unsrat. Pada sesi siang, 72 peserta mengikuti pelatihan yang terdiri dari Kepala Pusat di LPPM, Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta Direktur dan Wakil Direktur RSGM.

Hari kedua (8/10/2026)) peserta kegiatan adalah Koordinator Program Studi dan Kepala Laboratorium dari seluruh fakultas serta Program Pascasarjana yang berjumlah 147 orang dalam dua sesi.

“Tanggal 9-10/10/2026 pelatihan dilanjutkan secara daring dengan sasaran sekitar 1.000 dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” ujarnya di dampingi Reynald J. Pakasi (Staf LPMPP Unsrat).

Pelaksana Tugas Rektor Unsrat dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Rektor 1 menjelaslan perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini bergerak sangat cepat dan telah mengubah lanskap pendidikan tinggi global.

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka, Unsrat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam era transformasi digital ini. Kita harus menjadi garda terdepan yang adaptif, inovatif, dan terampil memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Filosofi pahlawan nasional kita, Dr. GSSJ Ratulangi yakni Si Tou Timou Tumou Tou (Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain) harus terus kita jiwai.

Di era modern ini, menurutnya, memanusiakan manusia juga berarti membekali diri kita, dosen kita, tenaga kependidikan kita, dan mahasiswa kita dengan kompetensi digital berstandar global agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Oleh karena itu, Plt Rektor menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini yang dilaksanakan dalam skema komprehensif. Kehadiran para pimpinan teknis perguruan tinggi ini sangat vital untuk menggerakkan integrasi teknologi AI di unit kerja masing-masing.

Ditegaskan, pelatihan ini bukan sekadar seminar umum, melainkan sebuah program sertifikasi kompetensi bertaraf internasional. Melalui materi Gemini AI dan Gemini Notebook, kita akan mempelajari teknik prompt engineering untuk mempercepat riset, penyusunan bahan ajar, sintesis literatur ilmiah, hingga efisiensi administrasi akademik.

“Penting untuk kita pahami bersama, kegiatan ini memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Sam Ratulangi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik membacakan sambutan Plt. Rektor.

Disebutkan seluruh peserta memiliki kesempatan untuk mengambil ujian sertifikasi internasional (Gemini Certified Faculty dan Gemini Certified Student) dari Google secara gratis.

Saya mengimbau kepada seluruh peserta—khususnya para Dosen dengan Tugas Tambahan pada sesi luring hari ini dan esok hari, serta para Dosen, Tendik, dan Mahasiswa pada sesi daring nanti—untuk mengikuti seluruh rangkaian materi dan ujian sertifikasi ini dengan sungguh-sungguh.

Plt. Rektor mengajak kepada para peserta untuk memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah dan efektivitas kerja akademik.

Kepada jajaran Paideia Educational Solutions dan Google Indonesia, Plt Rektor Unsrat menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi dan komitmennya dalam mendukung akselerasi digitalisasi di Unsrat.(FA)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan mengadakan pemantauan pelayanan rumah sakit, Selasa (6/10/2026).

Telusur pelayanan yang dilakukan Dirut menjadi cara manajemen memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya mengecek kinerja pelayanan di sejumlah unit, Dirut yang di dampingi Manager Hukum dan Humas Erwin Kristanto juga menyapa dan berdialog langsung dengan pasien serta keluarga pasien.

Dari ruang pelayanan hingga unit perawatan, kondisi di lapangan dipantau secara langsung, termasuk berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi kenyamanan dan kecepatan pelayanan pasien.

Kehadiran Dirut di tengah pasien dan keluarga mendapat respons positif. Ia terlihat berbincang secara langsung, mendengarkan keluhan maupun kebutuhan pasien dan keluarga, serta memastikan mereka memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya.

Sikap terbuka dan kedekatan tersebut juga mendapat perhatian dari dokter, perawat hingga pegawai administrasi. Dirut menunjukkan bahwa pelayanan rumah sakit tidak cukup hanya dilihat dari laporan, tetapi harus dipastikan secara langsung di lapangan.

Dalam telusur itu, Dirut memonitor pelayanan di Poli Bedah dan IGD Bedah. Dirut mengecek pelaksanaan pelayanan, memantau jadual operasi serta melihat secara langsung kondisi pelayanan pasien di IGD.

Salah satu perhatian utama adalah waktu tunggu pasien di IGD hingga proses pemindahan ke ruang rawat inap. Hal ini menjadi bagian penting yang dipantau untuk memastikan pasien tidak terlalu lama menunggu dan alur pelayanan berjalan efektif.

“Koordinasi antarunit harus terus dilakukan demi kelancaran pelayanan. Kalau ada kendala di lapangan, segera dicarikan solusi sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu,” ujar Dirut Starry di sela kegiatan penelusuran.

Dirut juga melakukan koordinasi dengan unit terkait ketika menemukan persoalan di lapangan. Setiap kendala yang ditemui tidak dibiarkan berlarut, tetapi diarahkan untuk segera mendapatkan penyelesaian.

Langkah tersebut menunjukkan pola kerja Dirut yang menempatkan pelayanan pasien sebagai perhatian utama. Dengan turun langsung, manajemen dapat mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus mengambil langkah perbaikan secara cepat.

Baginya, keberadaan manajemen di tengah pasien dan petugas menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang semakin responsif. Rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan manusiawi, sekaligus memastikan pasien dan keluarga merasa diperhatikan selama berada di RSUP Kandou. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manado dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado dan kembali menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino,

Kegiatan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sulut, Kementerian Kelauatan dan Perikan (KKP) melalui PT Pelni, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 pekan lalu ini dilakukan di 4 (empat) lokasi di 3 (tiga) pulau yakni di Dermaga Bunaken, Dermaga Siladen, Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 dan Dermaga Negeri Manado Tua 2.

“Ada sebanuak 64 liter air yang diberikan bantuan ke 3 (tiga) pulau tersebut,’ sebut Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Kantor BPBD Manado, Selasa (6/10/2026).

Setelah berkoordinasi dengan Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak Camat, air bersih tersebut disalurkan,

Di Dermaga Bunaken ada 20.000 liter yang disalurkan. Di Dermaga Siladen 10.000 liter, di Dermaga Pangalingan Manado Tua 1 Lingkugan Tiga 10.000 liter dan di Dermaga Negeri Manado Tua Dua Lingkungan Satu 30.000 liter. (elka)

Meimonews.com – Polresta Manado mengungkap sejumlah perkara tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Kota Manado. Pengungkapan tersebut disampaikan pada Konferensi Pers yang dipimpin Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid di dampingi Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Elwin Kristanto dan Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono, di Mapolresta Manado, Senin (5/10/2026).

Dalam pemaparan tersebut, tim l Polresta Manado mengungkap dua perkara menonjol, yakni dugaan penguasaan senjata api rakitan beserta amunisi tanpa izin serta kasus dugaan pencurian berantai.

Pada perkara pertama, polisi mengamankan seorang pria berinisial SR (25). Ia diamankan pada 15 September 2026 sekitar pukul 23.30 Wita di depan Indomaret Jalan Raya Politeknik, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol berwarna hitam, satu butir peluru kaliber .38 dan lima butir peluru kaliber 5,56 mm.

Kasus ini terungkap setelah SR mendapat informasi dari seorang pria berinisial JO mengenai keberadaan senjata api dan amunisi. SR kemudian mendatangi lokasi dan mengambil barang tersebut yang disimpan dalam sebuah tas plastik berwarna kuning.

Berdasarkan pemeriksaan awal, SR mengaku berencana membawa senjata dan amunisi tersebut ke Papua untuk ditukarkan dengan narkotika jenis ganja. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul senjata api tersebut serta pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Jajaran Satreskrim Polresta Manado juga berhasil mengamankan FH alias Licing (44), seorang terduga pelaku pencurian berantai yang diduga beraksi di sejumlah wilayah Kota Manado.

FH diamankan Tim Gabungan URC Team Delta dan Team Charlie Satreskrim Polresta Manado setelah diduga berupaya melarikan diri ke Jakarta.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 499 lembar uang Poundsterling pecahan 50 dengan nilai konversi sekitar Rp 595.057.500, serta 20 lembar Poundsterling pecahan 20 dengan nilai konversi sekitar Rp 4.770.600.

Selain uang tunai, turut diamankan satu buah kalung emas, lima buah cincin emas, satu buah kalung emas putih, satu buah gelang emas anak, satu buah cincin emas putih dan lima buah batu cincin.

Kapolresta Manado Kombes menegaskan, pengungkapan tersebut menjadi bukti keseriusan jajarannya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Polresta Manado akan terus melakukan penegakan hukum terhadap setiap bentuk tindak pidana. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnyam

Kapolresta mengapresiasi kerja keras personil yang telah melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap perkara dan mengamankan para terduga pelaku.

“Kami akan terus mengembangkan setiap perkara untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dapat terungkap, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana,” ujarnya.

Untuk perkara dugaan penguasaan senjata api, SR dijerat Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. Sementara perkara dugaan pencurian yang melibatkan FH masih dalam proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh penyidik Polresta Manado. (AF)

Meimonews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado terus menjalankan program Capil Pdkt seperti terlihat pada Senin (5/10/2026) di lingkungan Polda Sulut, setelah apel pagi

Program itu dilaksanakan bersama Polda Sulawesi Utara untuk meningkatkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di kalangan anggota Polda Sulut.

Kolaborasi ini terjalin berkat sinergi Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin S. Kontu dan Direktur Binmas Polda Sulut Kombes Pol. Rio Alexander Panelewen. Kedua instansi berkolaborasi agar seluruh anggota Polda Sulut memiliki IKD.

Petugas Dukcapil Manado mendampingi anggota Polda Sulut mengaktifkan IKD di ponsel masing-masing. Dengan IKD, identitas kependudukan menjadi lebih praktis, aman, dan mudah diakses kapan saja.

Setelah ini, Polda Sulut akan berencana akan mewajibkan setiap peserta ujian satpam Polda Sulut memiliki IKD terlebih dahulu sebelum mengikuti ujian.

Kolaborasi Dukcapil Manado dan Polda Sulut ini diharapkan terus berlanjut untuk mewujudkan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah. (elka)

Meimonews.com – Sepanjang Agustus hingga September 2026, Polresta Manado berhasil mengungkap 7 perkara dalam penanganan tindak pidana narkotika, obat keras, serta barang ilegal,

Pengungkapan perkara tersebut disampaikan Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, di dampingi Kasat Narkoba Polresta Manado AKP Ferry Freds Atotoy dan Kasi Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono pada konperensi pers di Mapolresta Manado, Senin (5/10/2026).

Dari total 7 perkara yang diungkap, jajaran Polresta Manado menangani 3 perkara narkotika jenis sabu, 2 perkara obat keras jenis trihexyphenidyl, 1 perkara narkotika yang melibatkan anak, serta 1 perkara kosmetik tanpa izin edar.

Dalam tiga perkara sabu, polisi mengamankan tersangka berinisial EP (37), warga Kelurahan Kairagi II, Kecamatan Mapanget, Kota Manado; JP (32), warga Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado; dan OM (27), warga Desa Pineleng Satu, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.

Dari ketiga perkara tersebut, diamankan total 12 paket yang diduga narkotika jenis sabu, yakni EP sebanyak 6 paket, JP sebanyak 5 paket, dan OM sebanyak 1 paket. Polisi juga mengamankan sejumlah alat hisap, telepon genggam, plastik kosong, lakban serta barang lainnya yang berkaitan dengan perkara.

Untuk peredaran obat keras jenis trihexyphenidyl, polisi mengamankan dua tersangka. Masing-masing berinisial CI (18), warga Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan barang bukti 2.000 butir, serta AD (29), warga Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan barang bukti 103 butir. Dengan demikian, dari dua perkara tersebut diamankan sedikitnya 2.103 butir obat keras.

Sementara itu, Polsek Tikala bersama Satres Narkoba Polresta Manado juga menangani perkara yang melibatkan seorang anak berinisial AT (17), warga Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Dalam perkara tersebut diamankan 1 paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat 0,03 gram.

Tidak hanya narkotika dan obat keras, jajaran Polresta Manado juga mengungkap temuan kosmetik merek Brilliant yang tidak memiliki izin edar dari BPOM. Sebanyak 500 paket kosmetik diamankan dari tujuh dus yang ditemukan di kapal yang berlayar dari Kepulauan Sangihe menuju Kota Manado.

Dengan demikian, dalam rangkaian pengungkapan tersebut, Polresta Manado mengamankan 6 orang yang tercatat dalam perkara, termasuk satu anak, serta mengamankan sedikitnya 13 paket yang diduga narkotika jenis sabu, 2.103 butir obat keras jenis trihexyphenidyl, dan 500 paket kosmetik tanpa izin edar.

Polresta Manado tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukumnya. “Upaya pemberantasan akan terus dilakukan melalui penguatan penyelidikan, penindakan terhadap pelaku, serta sinergi dengan berbagai pihak untuk mencegah peredaran barang-barang yang dapat membahayakan masyarakat,” tandas Kapolresta Manado.

Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membantu kepolisian mengungkap jaringan maupun peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang. Jangan ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkotika maupun obat keras di lingkungan sekitar,” sebut Kapolresta.

Ditegaskan, pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan lingkungan pendidikan, untuk melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Polresta Manado akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap berbagai bentuk peredaran narkotika, obat-obatan terlarang dan barang ilegal, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari bahaya narkoba. (AF)

Meimonews.com – Guna memastikan kesiapan Gedung Pusat Onkologi RSUP Kandou Manado sebelum difungsikan menjadi fokus site visit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Selama beberapa hari, pekan lalu, Tim Kemenkes RI yakni Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Ghotama Airlangga dan staf di dampingi Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) turun langsung untuk pengecekan kesiapan fasilitas, termasuk nantinya penempatan alat kesehatan dan tempat tidur pasien.

Penempatan alat kesehatan (alkes) dan tempat tidur pasien diperhatikan secara cermat agar nanti tidak menghalangi pergerakan petugas maupun proses tindakan medis. Penataan peralatan juga akan disesuaikan dengan kondisi dan luas masing-masing ruangan.

Dirut mengatakan, pengecekan tersebut penting untuk memastikan seluruh fasilitas telah tertata dengan baik sebelum gedung digunakan untuk pelayanan pasien.

“Penempatan alat kesehatan harus diperhitungkan dengan baik. Jangan sampai mengganggu proses pelayanan dan tindakan kepada pasien. Yang paling penting adalah pasien merasa nyaman dan pelayanan dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan gedung tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga bagaimana fasilitas di dalamnya ditata untuk mendukung kelancaran pelayanan.

Site visit Kemenkes ini diharapkan dapat memastikan Gedung Pusat Onkologi RSUP Kandou siap digunakan dengan penataan fasilitas yang mendukung pelayanan aman, efektif dan mengutamakan kenyamanan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Presiden Prabowo Subianto akan mengundang dokter dari negara lain untuk praktik di Indonesia untuk waktu yang terbatas intuk mengatasi kekurangan yang menurutnya, Indonesia kini membutuhkan setidaknya 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo pada pidato di Rapat Paripurna DPR dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Khusus mengenai dokter gigi warga negara asing menjadi pembahasan utama webinar yang diselenggarakan PSMKGI (Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia) pada 4 Oktober 2026. Dalam pengantarnya dikemukakan, hal ini penting untuk dibahas terutama bagaimana dampaknya terhadap kedokteran gigi di Indonesia.

Paulus Januar yang menjadi narasumber mengemukakan, rencana tersebut perlu ditelaah secara kritis. Menurut narasumber yang semasa mahasiswa pernah menjadi ketua Senat Mahasiswa dan kini aktif di Pengurus Besar PDGI, permasalahannya bukan hanya mengenai jumlah namun juga tidak meratanya penyebaran tenaga medis maupun tenaga kesehatan.

Mengutip data Kementerian Kesehatan, pada 2024 terdapat 5,99 persen. Puskesmas kekurangan dokter, 32,51persen puskesmas kekurangan dokter gigi, dan 0,22 persen puskesmas dengan status kekurangan perawat.

Sebanyak 56.769 dokter spesialis, jumlah terbanyak berada di Pulau Jawa Bali (65,88 persen) dan Sumatera (18,21 persen) sedangkan dokter spesialis di wilayah Timur hanya 15,91 persen yang tersebar di pulau Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurut dokter dan dokter gigi ini selain ketersediaan serta penyebaran tenaga medis dan tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor penting antara lain: sistem kesehatan, prasarana dan sarana, peralatan, pendanaan, kondisi kerja, dan pemahaman sosio kultural.

“Ini semua harus dikelola dengan baik, hingga mengatasi permasalahan kesehatan tidak sesederhana hanya dengan mendatangkan dokter dan tenaga kesehatan asing yang cenderung hanya tambal sulam,” ujarnya.

Dikemukakan, asumsi mendatangkan dokter asing terutama untuk mengatasi beban kebutuhan masyarakat yang menderita sakit (kuratif dan rehabilitatif). Padahal, sebenarnya, sebelum menderita sakit, yakni ketika dalam keadaan sehat yang diperlukan adalah pendekatan promotif dan preventif. Dengan melaksanakan promotif dan preventif akan mengurangi beban terjadinya penyakit.

Dalam mengatasi masalahan kesehatan, di samping menambah jumlah dokter dan tenaga kesehatan, sebutnya, terlebih dahulu perlu dilakukan perubahan sistem pelayanan kesehatan dengan menjadikan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit sebagai prioritas.

Melaksanakan program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit agaknya tidak perlu dengan mendatangkan dokter asing.

Ditambahkan, kenyataan menunjukkan negara-negara maju sekalipun yang berlimpah dana serta sumber daya manusia ternyata tidak akan sanggup mengatasi masalah kesehatan kalau penanganannya menunggu hingga manfestasi penyakit sudah terjadi.

“Di negara-negara maju tetap upaya promotif dan preventif diprioritaskan secara bersunggung-sungguh, tidak sekedar menjadi semboyan belaka,” sebutnya.

Ternyata kekurangan dokter gigi bukan hanya di Indonesia. Paulus Januar mengungkapkan, data menunjukkan Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, serta juga Cina masih mengalami kekurangan dokter gigi. Malah berdasarkan pemberitaan pada agustus 2026 menunjukkan, di Belanda karena kekurangan kini sekitar seperempat dari seluruh dokter gigi yang berpraktik berasal dari negara lain terutama dari Siria, Afrika Selatan, Turki, Brasil, dan Irak.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, dikuatirkan hadirnya tenaga medis dan tenaga kesehatan sub-standar dari luar negeri. Belum tentu dapat mengatasi permasalahan distribusi pemerataan tenaga medis dan tenaga kesehatan, pungkas,” tandasnya.

Narasumber lain yakni Ketua Tim Pendayagunaan Tenaga Medis dan Kesehatan WNI Kementerian Kesehatan RI Lita Dwi Astari mengatakan, pendayagunaan tenaga medis dan tenaga kesehatan asing selama ini dijalankan secara terbatas dan selektif.

Menurutnya, pendayagunaan tenaga medis dan tenaga kesehatan asing adalah dalam rangka alih ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diatur dalam regulasi. Sehingga tidak tepat kalau dikatakan untuk mengambil lahan praktik tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Diuraikannya, untuk menjalankan kegiatannya di Indonesia, maka harus melalui Komite Evaluasi yang terdiri dari unsur Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, para pakar dan dari kalangan profesi, serta juga Kolegium.

‘Evaluasi berdasarkan kualifikasi minimal dokter spesialis / subspesialis atau untuk tenaga kesehatan minimal KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) level 8, dengan disertai ketentuan pengalaman kerja, dan juga pelaksanaan pendayagunaan dilakukan dalam jangka waktu terbatas,” ujarnya. (Afer)