Meimo News

Meimonews.com – Puluhan warga Desa Sea Tumpengan mendapat edukasi pencegahan dan pengendalian hipertensi dan peningkatan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM (penyakit tidak menular).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga, baru-baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Oleh karenanya Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Manado yang terdiri dari Elisabeth N. Barung, Djois S. Rintjap, dan Elvie R. Rindengan mengelar edukasi ini.

Kegiatan yang mengangkat tema Edukasi penyakit tidak menular (PTM) pada masyarakat dan pelatihan deteksi dini PTM (Diabetes Melitus dan Hipertensi) pada kader kesehatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengendalian diabetes melitus (DM) serta hipertensi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan agar mampu melakukan deteksi dini PTM secara tepat dan membantu masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kegiatan dibuka Hukum Tua Desa Sea Tumpengan Filadelfus Kukihi, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kukihi menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit serta mendukung program kesehatan.

Usai sambutan Hukum Tua, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai DM dan hipertensi, termasuk faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan dan pengendalian melalui penerapan perilaku hidup sehat.

Selain edukasi kepada masyarakat, kegiatan juga diisi dengan pelatihan deteksi dini PTM bagi kader kesehatan.

Kader diberikan pelatihan mengenai tata cara pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah serta pengukuran faktor risiko lainnya, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, termasuk perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Pelatihan dilakukan melalui demonstrasi, simulasi, dan praktik langsung sehingga kader memperoleh pengalaman dalam melakukan pemeriksaan secara benar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian diabetes melitus dan hipertensi semakin meningkat, sekaligus memperkuat kapasitas kader sebagai penggerak kesehatan masyarakat dan pelaksana deteksi dini PTM di Desa Sea Tumpengan secara berkelanjutan. (lex)

Meimonews.com – Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado menggelar Edukasi Pencegahan Diabetes Mellitus dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan Berisiko Kesehatan.

Kegiatan Pengabmas yang diketuai Djois S. Rintjap, dengan anggota Elisabeth N. Barung dan Rilyn N. Maramis serta dibantu mahasiswa ini dilaksanakan di Desa Sea Tumpengan Kecanatan Pineleng, baru-baru.

Kegiatan edukasi pangan sehat untuk pencegahan diabetes mellitus dan pelatihan deteksi sederhana boraks dan formalin pada makanan menggunakan indikator alami ini dihadiri Hukum Tua Desa Sea Tumpengan Filadelfus Kukihi dan jajarannya, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK dan masyarakat setempat.

 

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat pangan sehat untuk pencegahan diabetes mellitus harus memenuhi unsur gizi yang seimbang serta aman dari bahan-bahan berbahaya seperti boraks dan formalin.

Dukungan terhadap masyarakat dalam hal keamanan pangan diperlukan sehingga kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih serta mengonsumsi pangan yang sehat dan aman.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan diawali sambutan Hukum Tua yang menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan ini dan berterimakasih kepada Tim Pengabmas yang telah memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Sea Tumpengan untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait identifikasi boraks dan formalin dalam makanan.

“Diharapkan kegiatan Pengabmas ini dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan wawasan bagi masyarakat,’ ujarnya.

Setelah sambutan Hukum Tua, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian edukasi mengenai pangan sehat untuk pencegahan diabetes nellitus, di mana makanan harus memenuhi syarat gizi serta bebas dari bahan berbahaya boraks dan formalin yang dapat mengganggu kesehatan.

Masyarakat diberikan wawasan mengenai diabetes mellitus, pangan sehat dan bahan berbahaya bagi makanan dan ciri-ciri fisik makanan yang mengandung boraks dan formalin.

Pada kegiatan ini, pengurua dan anggota TP PKK, kader kesehatan dan masyarakat dilatih untuk mendeteksi secara sederhana boraks dan formalin dalam makanan seperti mie basah, bakso, tahu menggunakan indikator alami yaitu sari kunyit dan kulit buah naga.

Metode identifikasi ini mudah dilakukan secara mandiri, murah karena menggunakan bahan-bahan yang dapat diperoleh di lingkungan sekitar, sederhana, mudah diaplikasi oleh ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Sea Tumpengan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa semakin meningkat pengetahuan mengenai pangan yang sehat, bijak memilih makanan, serta memiliki keterampilan dasar untuk melakukan deteksi sederhana terhadap boraks dan formalin menggunakan bahan alami sebagai indikator. (lex)

Meimonews.com – Sebanyak 57 mahasiswa baru Fakultas Peternakan Unsrat (yang memiliki 74 dosen aktif) memulai kuliah perdana mereka di ruang kuliah fakultas, Selasa (18/8/2026).

Para maba tersebut adalah bagian dari 101 mahasiswa yang lulus penerimaan mahasiswa baru (maba) tiga jalur yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Test (SNBT) dan Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Tahun 2026.

“Saat ini, baru sebanyak 57 mahasiswa tersebut yang mengikuti kuliah perdana. Mereka telah terdaftar dan memiliki nomor induk mahasiswa (NIM), sementara yang lainnya menunggu proses selanjutnya,” ujar Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Stanly Oktavianus Bryneer Lombogia kepada Meimonews.com di sela pemantauan perkuliahan perdana.

Para maba yang.berasal dari Sulut dan berasal dari antara lain Toraja (Sulswesi Selatan), Papua, dan Sumatera tersebut akan menjalani proses perkuliahan di Prodi (program studi) Ilmu Peternakan.

Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Stanly Oktovianus Bryneer Lombogia saat memberikan arahan kepada beberapa dosen/staf

Di dampingi dosen Eva Tangkere (yang memberikan mata kuliah Unggas), Lombogia berpesan kepada para maba tersebut untuk fokus menjalani masa perkuliahan agar bisa tepat waktu menyelesaikan studinya di fakultas ini.

Dekan juga memotivasi kepada para maba untuk mengambil makna postif dari semangat belajar para lulusan fakultas ini. “Lulusan pertama fakultas ini ada yang menjadi Rektor Unsrat yakni Prof. Lucky Sondakh,” ujarnya.

“Diharapkan tiga tahun setengah atau empat tahun mereka (para mahasiswa baru tersebut) sudah selesai studi di fakultas ini,” ujarnya dalam.percakapan dengan Meimonews.com di sela pemantauannya.

Dengan telah selesainya masa perkuliahan ini diharapkan mereka bisa mendapat pekerjaan, menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara, melanjutkan studi atau membuka lapangan pekerjaan baru seperti wirausaha. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 34 siswa SMK Negeri 5 Manado di dampingi Wali Kelas mereka dapat edukasi informasi produk kesehatan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas penggunaan produk melalui Cek KLIK di kompleks sekolah, baru-baru.

Kegiatan ini diselenggarakan Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado yang diketuai Sri Handayani Gurning, dengan anggota Selfie PJ Ulaen dan Resi Yunita bersama sejumlah mahasiswa Jurusan Farmasi tersebut.

Edukasi dilakukan karena berdasarkan data yang diperoleh penyelenggara kegiatan, setiap tahun, BPOM mendapat temuan terkait kandungan berbahaya pada kosmetik, kosmetik yang ilegal atau tanpa izin edar dan obat herbal yang mengandung bahan kimia obat.

Cantik memang tidak perlu yang mahal, tapi harus hati-hati juga dalam memilih produk yang aman dan berkualitas, salah satunya dengan cara Cek KLIK.

Siswa sekolah menengah menjadi sasaran kegiatan ini karena pada masa remaja terjadi banyak perubahan fisik (tubuh dan wajah) yang akan mempengaruhi tingkat percaya diri.

Kosmetik dan obat herbal yang tidak memiliki izin edar tidak menjamin keamanan dan kualitasnya.

Dampak yang dapat terjadi bila menggunakan kosmetik yang tidak menjamin keamanan dan kualitasnya adalah adanya iritasi kulit, gangguan pada organ tubuh (seperti ginjal, hati), penyakit kulit kronis, dan gangguan saraf, sehingga perlu dilakukan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dalam memilih produk kesehatan menggunakan Cek KLIK.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dari pre-test dan post-test.

Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 92,65 persen pada pre-test menjadi 99,12 persen pada post-test, dengan peningkatan sebesar 6,47 poin (6,98 persen).

Pada aspek sikap, rata-rata skor meningkat dari 88,82 persen menjadi 96,84 persen atau meningkat sebesar 8,01 poin (9,02 persen).

Siswa sangat antusias dengan kegiatan ini karena mendapatkan pengetahuan cara mengecek legalitas produk melalui Cek BPOM serta menggunakan metode Cek KLIK sebelum membeli dan menggunakan produk.

Peningkatan terbesar pada aspek perilaku menunjukkan bahwa edukasi tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga berpotensi mendorong penerapan informasi dalam proses pemilihan dan penggunaan produk kesehatan.

Dengan demikian, kegiatan telah mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum menggunakan atau membeli produk kesehatan. (lex)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan, kedaulatan harus terus dijaga melalui persatuan dan keberamaan, keadilan diwujudkan melalui imtegritas serta keberpihakan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberikan sambutan pada upacara memperongati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Imdonesia yang diadakan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (17/8/2026).

Untuk kemakmuran, sambung Walikota Manado yang menjadi Inspektur Upacara (Irup), dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan inovasi.

“Kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata bagi kemajuan Kota Manado dan Indonesia,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini Wali mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang telah memasuki usia ke-81 tahun dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Hadir pada upacara ini, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan.Merry Mawardi, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Ketua DWP Kota Manado Syenny Dandel-Tamuntuan.

Selain itu, Pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Walikota Manado dan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey. (elka)

Meimonews.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dan memberikan gelar.

Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Mensiktisantek dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu mewakili Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa pada Upacara Peringatan HUT ke – 81 Kemerdekaan RI
di Lapangan Unsrat Manado, Senin (17/8/2026).

 

Upacara ini dihadiri antara lain Wakil-wakil Rektor, .Pimpiman Senat, Pimpinan Lembaga/Biro, Dekan Fakultas se-Unsrat dan staf/pegawai Kantor Pusat.

Oleh karena itu, Mendiktisantek mengajak kita untuk menjadikan setiap ruang kelas sebagai tempat menyiapkan masa depan dan kampus sebagai pusat perjuangan untuk kemajuan Indonesia.

Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81 ini, jelas Mendiktisantek, tidak diberikan begitu saja, tapi dengan perjuangan, keberanian, pengorbanan, persatuan bahkan darah dan air mata para pahlawan.

“Tugas kita untuk meneruskannya dengan memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, berhasil menghadirkan kesejahteraan, membangun kemandirian dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Montolalu mengutip Mendiktisaintek.

Dalam sambutannya, Plt. Rektor mengemukaksn, dalam masa transisi, prioritas kita harus jelas yakni roda organisasi harus tetap berjalan, proses akademik tidak boleh terganggu, pelayanan kepada mahasiswa harus tetap optimal.

Selain itu, “tugas dosen dan tenaga kependidikan harus memperoleh dukungan yang memadai, serta standar mutu universitas harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Wakil Rektor 2 membacakan sambutan Plt. Rektor.

Di momen semangat kebangsaan tersebut, Wakil Rektor 2 di danpingi Wakil Rektor 1/Plt Wakil Rektor 3 Arthur Gehart Pinaria dan Wakil Rektor 4 Steenie Edward Wallah menyerahkan piagam penghargaan / sertfikat kepada sejumlah pimpinan prodi, dosen dan mahasiswa beprestasi. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) bukan sekadar sebuah prestasi pribadi, melainkan kepercayaan dan kehormatan besar yang harus dijaga serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika menjadi Inspektur Upacara dalam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Manado Tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (15/8/2026).

Pada upacara tersebut, sebanyak 38 anggota Paskibraka, terdiri dari 19 putra dan 19 putri, secara resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Manado Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Manado Richard Sualang, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado Sonny Takumansang, serta undangan lainnya.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah misi mulia, yaitu menjaga kehormatan Sang Merah Putih, mengibarkannya dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak seluruh anggota Paskibraka untuk menjadi generasi muda yang berakhlak baik, cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi bagi nusa dan bangsa.

Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orangtua dan pihak sekolah atas dukungan moral maupun material selama proses seleksi dan pelatihan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para pembina dan instruktur atas dedikasi, kesabaran, serta kerja keras dalam membimbing dan mempersiapkan para anggota Paskibraka agar mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selamat atas pengukuhan anggota Paskibraka Kota Manado Tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai tugas dan pengabdian kita sekalian untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan pemantauan, evaluasi dan koordinasi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di kelurahan yang terdampak.

Kegiatan yang masuk dalam program penanggulangan bencana ini dilakukan tim BPBD Manado yang dikoordiner Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Michael Andrian Karundeng di beberapa lokasi, pekan lalu.

“Beberapa lokasi telah didatangi tim dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini, menurut Sambuaga, bertujuan untuk mendeteksi titik api secara dini, menyelaraskan langkah penanggulangan lintas sektor, serta mengukur efektivitas kesiapsiagaan sumber daya daerah dalam menekan risiko bencana di musim kemarau.

“Sasaran kegiatan adalah meningkatkan efektivitas pencegahan, kecepatan penanganan darurat serta memperkuat sinergi lintas sektor guna meminimalkan luas wilayah terdampak dan risiko kerusakan lingkungan di daerah rawan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat Tahun 2026 resmi ditutup, Jumat (14/8/2026).

Penutupan kegiatan yang diadakan di Auditorium Unsrat Manado dan diikuti sekitar 1.000 mahasiswa baru (maba) perwakilan 11 fakultas di lingkungan Unsrat ini dilakaukan Wakil Rektor 1 Arthur Gehart Pinaria, mewakili Plt. Rektor Jamaluddin Jompa.

Sementara itu, maba baru lainnya mengikuti penutuan kegiatan di fakultas masing-masing oleh Dekan Fakultas.

Berdasarkan data yang dijelaskan Pinaria, ada.5.000-an maba yang diterima lewat jalur prestasi, jalur tes dan jalur mandiri. Sebanyak 5018 maba yang telah terdaftar dan memiliki nomor induk mahasiswa (NIM).

Dalam sambutannya kerika menutup kegiatan, Pinaria berterima kasih dan mengapresiasi atas keikutsertaan para maba baik yang dilaksanakan di fakultas masing-masing (hari pertama dan kedua) maupun yang hadir pada kegiiatan di Auditorium Unsrat (hari kedua).

Pinaria memberi semangat kepada maba ini untuk proses.perkuliahannya di fakultas pilihan mereka, serta bisa menyelesaikan dengan tepat waktu.

Salah satu maba ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya berterima kasih mereka bisa diterima di universitas kebanggaan Sulawesi Utara.

Kepada pimpinan universitas dan fakultas serta panitia disampaikan terima kasih karena telah menerima dengan baik di saat pelaksanaan PKKMB.

Kepada rekan-rekan maba diajak untuk saling mengenal satu sama lain, dan bergandengan tangan menyambut masa depan yang cerah serta menjadikan tempat perkuliahan sebagai tempat pembuktian bahwa kita adalah mahasiswa yang cerdas dan memiliki attitude yang baik. (FA)

Meimonews.com – Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab serta kemampuan untuk menentukan arah masa depan. Menjadi mahasiswa bukan sekedar datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, kemudian memperoleh gelar.

Masa studi di perguruan tinggi harus menjadi kesempatan untuk membentuk kemampuan akademik, karakter, integritas, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa ketika memberikan sambutan pada Sidang Senat Unsrat dengan agenda kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsrat 2026 di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (14/8/2026).

“Karena itu, sejak hari pertama saudara menjadi mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, saya mengajak saudara untuk memiliki satu tekad yang kuat yaitu menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Lulus tepat waktu, menurut Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar ini, bukan berarti sekadar mengejar kecepatan. Lulus tepat waktu berarti mampu mengelola kesempatan, membuat prioritas, menjaga konsistensi, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.

Oleh karenanya, Plt. Rektor mengajak para maba untuk menyusun target akademik sejak awal. Pahami kurikulum, program studi, rencanakan mata kuliah dengan baik, jaga prestasi akademik, dan bangun komunikasi yang aktif dengan dosen pembimbing akademik, dan teman-teman di prodi (program studi).

“Ketika menghadapi kesulitan, jang membiarkan berlarut-larut. Bertanyalah berdiskusilah, dan manfaatkan berbagai fasilitas serta layanan akademik yang telah disediakan oleh universitas,” sebutnya.

Menurut guru besar dan dosen bidang Biologi dan Ekologi Kelautan pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas ini, keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan.

Banyak orang yang memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi keberhasilan membutuhkan membutuhkan lebih dari itu. Dibutuhkan disiplin untuk tetap belajar ketika menghadapi kesulitan, ketekunan ketika hasil belum sesuai harapan, serta keberanian untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

Akademisi kelahiran Takalar (Sulsel), 8 Maret 1967 ini menyentil pula tokoh bangsa asal Sulut (dijadikan nama universitas) yakni Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi yang mewariskan semangat Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain). “Semangat tersebut harus menjadi bagian dari perjalanan saudara di kampus ini,” tandasnya.

Dikemukakan, pendidikan yang ditempuh bukan hanya untuk memperoleh pekerjaan atau meningkatkan kehidupan pribadi, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga masyarakat, daerah, bangsa dan negara

Waktu, jelasnya, akan berjalan dengan sangat cepat. Karena itu jangan sia-siakan kesempatan yang telah diperoleh. “Datanglah ke kampus dengan tujuan. Ikutilah setiap proses dengan sungguh-sungguh.Tetapkan target kelulusan sejak sekarang, kemudian buktikan target tersebut melalui disiplin dan kerja keras setiap hari,” ajaknya.

Usai memberikan sambutan, Plt. Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor, pimpinan senat universitas dan panitia, memasangkan atribut almamater kepada perwakilan fakultas-fakultas, yang di dampingi para dekan, setelah itu (sebelum sidang senat ditutup), para maba mengucapkan janji mereka. (FA)