Meimo News

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Di seluruh dunia, jutaan orang menunggu babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan harapan sederhana : melihat negaranya menjadi juara dunia. Namun, di sebuah warung kopi, ada seorang pria yang justru sibuk menghitung sesuatu yang sama sekali berbeda.

Bukan peluang juara. Bukan probabilitas adu penalti, melainkan peluang siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak.

Temannya mulai heran. “Negara mana yang kamu dukung ?” Pria itu mengangkat kepala sebentar. “Saya mendukung MbappĂ©, Messi, Kane… dan tadi sebenarnya Haaland juga.”
“Lho ? Bukannya mereka main untuk negara yang berbeda ?” “Itulah justru indahnya.” Temannya langsung sadar. “Oh… kamu tukang bridge, ya ? Pria itu hanya tersenyum.

Bagi pemain bridge, dunia memang sedikit berbeda. Kalau orang lain melihat bagan pertandingan, mereka melihat jalan menuju trofi. Pemain bridge melihat pohon kemungkinan (game tree).

Kalau orang lain menghitung penguasaan bola, pemain bridge menghitung peluang. Kalau orang lain berteriak “Ayo menyerang!”, pemain bridge malah bertanya, “Kalau Inggris lolos, berarti Kane masih punya dua kesempatan menambah gol. Tapi kalau Norwegia yang lolos, Haaland juga masih hidup. Mana yang lebih menguntungkan ?”

Begitulah otak seorang pemain bridge bekerja. Awalnya, ia memiliki impian yang menurutnya sangat indah. Semifinal diisi oleh Prancis, Inggris, Norwegia, dan Argentina. Empat negara.
Empat monster pencetak gol. Mbappé. Messi. Haaland. Kane.

Semuanya masih hidup sampai akhir turnamen. Persaingan Sepatu Emas dijamin berlangsung sampai detik terakhir. Sayangnya… Sesudah membuka bagan pertandingan FIFA lebih teliti, wajahnya langsung berubah. “Lho…”

“Inggris ketemu Norwegia di perempat final?” Ia menepuk jidat. “Berarti salah satu pasti pulang.” Logika bridge yang begitu rumit akhirnya dikalahkan oleh sesuatu yang sangat sederhana. Bagan pertandingan.

Tetapi pemain bridge jarang menyerah.
Kalau kontrak gagal, masih ada papan berikutnya. Kalau rencana A gagal, buat rencana B. Maka lahirlah skenario baru. Prancis. Argentina. Spanyol. Ditambah salah satu dari Inggris atau Norwegia. Masih lumayan. Minimal perebutan Sepatu Emas tetap panas.

Di sinilah orang biasa dan pemain bridge mulai sulit saling memahami. Seorang penggemar sepak bola berkata, “Saya ingin negara saya juara dunia.” Pemain bridge menjawab, “Saya ingin top skor baru ditentukan pada pertandingan terakhir.” “Jadi kamu tidak peduli siapa juara?” “Bukan begitu.”

“Lalu?” “Kalau juara sudah ketahuan, pertandingan selesai.” “Kalau Sepatu Emas belum selesai, setiap gol masih mengubah cerita.”

Bahkan ia memiliki teori sendiri. Trofi Piala Dunia hanya diangkat satu kali. Tetapi perebutan Sepatu Emas bisa berubah setiap menit. Satu gol. Satu penalti. Satu tendangan bebas. Satu sundulan.

Semuanya bisa mengubah klasemen pencetak gol. Itulah drama yang membuatnya tidak berani meninggalkan televisi, bahkan hanya untuk membuat secangkir kopi.

Ketika Mbappé mencetak gol kedelapannya, ia tersenyum. Ketika Messi menyamai jumlah gol itu, ia mengangguk puas. Ketika Kane terus mendekat, ia mulai menghitung ulang. Dan ketika Haaland masih memiliki peluang, ia bahkan sempat berharap Norwegia membuat kejutan. Bukan karena ia orang Norwegia. Melainkan karena persaingan akan semakin seru.

Temannya kembali bertanya. “Kalau nanti Inggris mengalahkan Argentina?” Ia menjawab santai. “Berarti Kane naik.” “Kalau Argentina menang?” “Messi menjauh.” “Kalau MbappĂ© cetak hat-trick?” “Lebih bagus lagi.” “Kalau tidak ada yang mencetak gol?” Ia menghela napas.
“Itu namanya hasil seri bagi para pemburu Sepatu Emas.”

Akhirnya temannya tertawa. “Sekarang saya mengerti.” “Mengerti apa?” “Kalau menonton sepak bola bersama pemain bridge ternyata berbeda.” “Kenapa?” “Karena kami menonton pertandingan.” “Kalau kamu?” “Aku sedang memainkan probabilitas.”

Dan mungkin, hanya mungkin, di seluruh dunia memang ada segelintir orang yang menonton semifinal Piala Dunia bukan terutama untuk melihat siapa yang akan mengangkat trofi. Melainkan untuk memastikan persaingan Sepatu Emas tetap hidup hingga peluit terakhir final.

Kalau anda bertemu orang seperti itu, jangan heran. Kemungkinan besar, ia adalah seorang pemain bridge. Dan, di kepalanya, setiap pertandingan selalu terasa seperti satu papan besar yang harus dianalisis sebelum kartu pertama dimainkan. (Penulis adalah Pengurus dan Pemain Bridge)

Meimonews.com – Setidaknya, peneliti dari tiga negara serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mengadakan oenelitian tentang spesimen Ikan Purba Jenis Raja Laut

“Sudah ada peneliti dari tiga negara dan BRIN serta beberapa peneliti lainnya telah meminta izin untuk melakukan penelitian Ikan Purba Jenis Raja Laut (Latimeria menadoensis) yang kini disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” ujar Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran.

Ketiga negara tersebut adalah Cina, Prancis dan Jepang sementara dari Indonesia, antara lain adalah BRIN (sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan, dan inovasi nasional).

Dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026), Ockstan merincikan para peneliti tersebut, yang telah mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian ikan yang sudah dianggap punah karena hidup di zaman Dinosaurus itu.

Walau demikian, sambungnya menegaskan, pihaknya masih menunggu legalitas/izin dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI.

“Bila sudah ada legalitas dari KKP RI maka kami segera menindaklanjutinya sehingga para peneliti bisa melakukan penelitian terhadap ikan purba yang kini dititipkan/disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” sebutnya.

Dengan banyaknya antusiasme peneliti baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik melakukan penelitian terhadap ikan purba ini, sambungnya, maka setidaknya nama daerah Sulut pada umumnya serta Universitas Sam Ratulangi dan FPIK Unsrat pada khususnya terangkat/diharumkan.

Hal senada disampaikan Kepala Laboratorium Terpadu Unsrat Stenly Wullur. Dihubungi terpisah, Stenly mengakui bahwa menyusul tersebarnya informasi adanya penemuan ikan purba ienis Latimeria menadoensis (Raja Laut) pada beberapa waktu lalu, sudah beberapa pihak yang menghubungi FPIK Unsrat dan pihaknya.

“Sudah ada sejumlah pihak (para peneliti) yang menghuhungi FPIK Unsrat dan kami untuk melakukan penelitian. Kelanjutannya tinggal menunggu keputusan dari FPIK Unsrat dan legalitas dari KKP,” ujarnya kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).

Dijelaskan, keputusan ada di FPIK Unsrat. Laboratorium Terpadu Unsrat hanya tempat titipan, tempat penyimpanan.

Wullur optimis, dengan terobosan dari Dekan baru FPIK Unsrat (Ockstan Jurike Kalesaran) legalitas dari KKP segera keluar sehingga penelitian terhadap ikan purba ini bisa dilaksanakan.

Dan, ini, sebutnya akan menjadi kebanggan bagi daerah Sulut serta Unsrat dan FPIK Unsrat.

Diketahui (Baca Meimonews.com : Ikan Purba Bahkan Dianggap Sudah Punah Ditemukan di Perairan Pulau Siladen, Kini Tersimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat), Ikan Purba Jenis Latimeria menadoensis (Raja Laut) ditemukan di perairan Pulau Siladen depan Resort Celebes Diver oleh nelayan lokal bernama Soni Pontoh sekitar pukul 09.50 Wita, saat melaut mencari ikan.

Jenis ikan langka/purba tersebut, saat ini, telah disimpan di suatu lemari dengan pendingin suhu tertentu di Laboratorium Terpadu Unsrat.

Spesimen itu sangat penting terutama dunia sains karena species ini sebenarnya sudah tidak ada. Dia hidup di zaman Dinosaurus yang sudah tidak ada tapi ternyata masih ada. (FA)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Bangsa yang besar tidak pernah hidup hanya dari kejayaan masa lalu. Ia bertahan karena mampu menerjemahkan nilai-nilai leluhurnya ke dalam tantangan zamannya.

Minahasa pernah melahirkan banyak negarawan yang memberi warna bagi perjalanan Republik Indonesia. Nama-nama seperti Sam Ratulangi, AA Maramis, Johannes Leimena, GA Siwabessy, dan WZ Johannes bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan bagian dari fondasi bangsa.

Pertanyaannya bukan lagi, mengapa tokoh seperti mereka tidak lagi banyak muncul ? Pertanyaan yang lebih penting adalah Bagaimana melahirkan generasi pemimpin baru yang mampu membawa nilai-nilai Minahasa ke panggung Indonesia abad ke-21 ?

Menurut saya, jawabannya bukan dengan kembali ke masa lalu, melainkan dengan menghidupkan kembali roh kepemimpinan Minahasa dalam bentuk yang sesuai dengan zaman.

Kepemimpinan tidak lagi cukup mengandalkan karisma. Abad ke-21 adalah era yang berbeda. Pemimpin tidak cukup hanya berwibawa. Ia harus mampu membangun komunikasi digital, memahami ekonomi global, mengelola keberagaman, menguasai teknologi, sekaligus menjaga integritas.

Dalam dunia yang berubah sangat cepat, kualitas moral justru menjadi semakin penting. Di sinilah filosofi Minahasa menemukan relevansinya kembali.

Tou Keter: Kuat dalam Integritas, Bukan Sekadar Kekuasaan

Selama ini kata “kuat” sering dipahami sebagai kemampuan mengendalikan orang lain. Padahal Tou Keter memiliki makna yang lebih dalam.
Kekuatan sejati adalah keberanian mengambil keputusan yang benar sekalipun tidak populer.

Pemimpin masa depan harus berani melawan korupsi, politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan segala bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.

Kekuatan bukanlah dominasi. Kekuatan adalah keberanian memikul tanggung jawab.

Tou Leos : Politik yang Memanusiakan

Politik sering dipersepsikan sebagai perebutan kekuasaan. Padahal hakikat politik adalah mengurus kehidupan bersama.

Tou Leos mengingatkan bahwa kepemimpinan harus berangkat dari kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, pemimpin yang mampu merangkul jauh lebih dibutuhkan daripada pemimpin yang gemar membelah masyarakat menjadi “kami” dan “mereka”.

Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang menyembuhkan daripada mempertajam perbedaan.

Tou Nga’asan: Kepemimpinan Berbasis Pengetahuan

Dunia modern semakin kompleks. Masalah ekonomi, perubahan iklim, kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga geopolitik global tidak dapat diselesaikan hanya dengan retorika. Karena itu, Tou Nga’asan menjadi semakin relevan.

Pemimpin harus terus belajar. Ia harus mampu membaca data, memahami ilmu pengetahuan, mendengarkan para ahli, dan membuat keputusan berdasarkan bukti.

Popularitas tidak boleh menggantikan kompetensi.

Lima Agenda Besar Kepemimpinan Baru

Jika ingin kembali melahirkan tokoh nasional, menurut saya Sulawesi Utara perlu membangun lima agenda strategis.

Pertama, Pendidikan kepemimpinan sejak dini. Sekolah, gereja, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan komunitas harus menjadi tempat lahirnya calon pemimpin. Kepemimpinan tidak muncul secara kebetulan. Ia dibentuk.

Kedua, Politik berbasis gagasan. Sudah waktunya ruang publik lebih banyak membicarakan ide daripada sekadar figur. Budaya diskusi, debat kebijakan, dan kajian publik harus dihidupkan kembali. Masyarakat perlu memberi penghargaan kepada mereka yang menawarkan solusi, bukan hanya slogan.

Ketiga, Memanfaatkan era digital. Generasi baru harus hadir di ruang digital dengan narasi yang mencerahkan. Media sosial bukan sekadar tempat mencari popularitas, melainkan ruang pendidikan publik. Pemimpin masa depan harus mampu menjelaskan gagasan yang rumit dengan bahasa yang sederhana.

Keempat, Membangun jejaring nasional, Tokoh Sulawesi Utara tidak cukup dikenal di daerah sendiri. Mereka harus aktif dalam organisasi nasional, dunia akademik, dunia usaha, komunitas profesional, dan berbagai forum lintas daerah. Pemimpin nasional lahir dari jejaring nasional.

Kelima, Menghidupkan budaya kolaborasi, Persaingan adalah bagian dari demokrasi. Namun persaingan tidak boleh berubah menjadi saling menjatuhkan. Budaya mapalus mengajarkan bahwa keberhasilan bersama lebih penting daripada kemenangan pribadi. Semangat ini perlu diterjemahkan ke dalam politik modern.

Dari Mapalus Menuju Indonesia

Mapalus bukan hanya tradisi gotong royong. Ia adalah filosofi bahwa kemajuan seseorang tidak boleh memiskinkan orang lain.

Dalam dunia yang semakin individualistis, semangat ini justru menjadi kekuatan baru. Indonesia membutuhkan lebih banyak kolaborasi daripada konflik. Lebih banyak kepercayaan daripada kecurigaan. Lebih banyak solusi daripada sensasi.

Nilai-nilai Minahasa dapat memberi kontribusi penting bagi kehidupan berbangsa apabila diterjemahkan secara kreatif.

Penutup

Saya percaya Sulawesi Utara tidak sedang mengalami krisis pemimpin. Yang sedang dihadapi adalah perubahan zaman yang menuntut cara baru dalam membangun kepemimpinan.

Filosofi Tou Keter, Tou Leos, dan Tou Nga’asan tidak pernah kehilangan relevansinya. Yang perlu diperbarui adalah cara kita menghidupkannya.

Apabila pendidikan, integritas, kolaborasi, dan keberanian moral kembali menjadi fondasi kehidupan publik, maka tokoh-tokoh nasional dari Sulawesi Utara akan lahir kembali.

Mungkin mereka tidak akan menjadi “KDM dari Manado”. Dan memang tidak perlu. Yang dibutuhkan Indonesia bukan salinan tokoh dari daerah lain, melainkan pemimpin yang autentik—berakar pada budaya Minahasa, berpikiran nasional, dan mampu menjawab tantangan dunia.

Itulah makna sejati menghidupkan kembali Tou Keter, Tou Leos, dan Tou Nga’asan untuk Indonesia abad ke-21. (Penulis ada Pengurus/pemain bridge)

Meimonews.com – Fakultas Peternakan Unsrat Manado resmi memiliki dekan definitif menyusul pelantikan Stanly Oktavianus Bryneer Lombogia sebagai Dekan oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pelantikan Lombogia sebagai orang nomor satu di Fakultas Peterbakan Unsrat periode 2026-2030 ini dilakukan bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Senat Unsrat John Socrates Kekenusa, serta beberapa anggota Senat Unsrat dan Fakultas Peternakan Unsrat di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Selasa (7/7/2026).

Hadir pada acara pelantikan tersebut di antaranya para Wakil Rektor, Ketua Senat Unsrat, pimpinan lembaga Unsrat, Kepala-kepala Biro dan Dekan-dekan Fakultas di lingkungan Unsrat.

Kekenusa dilantik sebagai Sekretaris Senat Unsrat menggantikan Jacobus Ronald Mawuntu yang telah dilantik menjadi Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Rabu (24/6/2026).

Lombogia dilantik menjadi Dekan menyusul keterpilihannya pada proses pemilihan Dekan untuk masa jabatan 4 tahun yang diikuti 3 calon, Jumat (3/7/2026).

Lombogia meraih suara mayoritas yakni 25 suara atau 71 persen mengalahkan Jein Rinny Leke yang meraih 8 suara (23 persen) dan Tiltje A. Ransalele yang hanya memperoleh 1 suara (3 persen).

Dalam sambutannya, Rektor menyanpaikan selamat kepada mereka yang dilantik dan selamat menjalankan tugas. (FA)

Meimonews,com – Penerimaan mahasiswa baru (Maba) Jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Unsrat Tahun Akademik 2026-2027 dimulai.

Pelaksanaan ujian diadakan di Gedung Unit Pelaksana Teknis Teknologi dan Ilmu Komunikaai (UPT TIK) Unsrat Manado ini berlangsung Senin-Kamis (6-10/2026).

Ujian Jalur Mandiri T2 dilaksanakan setiap hari ada 3 (tiga) sesi yaitu sesi pertama jam 06.30 – 09.30 Wita, sesi kedua jam 10.00 – 13.10 Wita serta sesi ketiga jam 13.30 – 16.40 Wita.

Sebanyak 3 330 calon Maba akan berkompetisi dalam proses penerimaan Maba yang diselenggarakan Panitia yang diketuai Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria

Agar pelaksanaan ujian berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, Rektor Unsrat melakukan pemantauan pelaksanaannya pada hari pertama (Senin, 6/7/2026).

Secara cermat dan teliti, Rektor di dampingi Wakil Rektor 1/Ketua Panitia melihat pelaksanaannya, bahkan, sesekali, Rektor bertanya kepada peserta. (FA)

Meimonews,com – Kota Manado berhasil masuk dalam nominasi 5 (lima) besar tingkat kota pada Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026.

Hal tersebut tak terlepas kaitannya dengan keberhasilan Pemerintah Kota Manado dalam melaksanakan program pembangunan termasuk 15 program unggulan.

Keberhasilan masuk masuk nominasi tersebut terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara dalam rangka Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri tim dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Asisten II Setda Kota Manado Atto Bulo, para kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Oleh karenanya, Walikota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada tim penilai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI atas pelaksanaan kegiatan penilaian.

Di kesempatan itu, Walikota memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Manado, termasuk 15 program unggulan yang menjadi fokus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Walikota menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pemerintah adalah meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menekan biaya hidup melalui pembangunan yang berorientasi pada peningkatan aktivitas ekonomi.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kota Manado yang mencapai 5,77 persen, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sebesar Rp124 juta, tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara.

“Ini fokus kita sehingga dapat menekan kemiskinan di Kota Manado. Kita genjot dengan perbaikan infrastruktur supaya investasi berjalan dengan baik dan mendukung perputaran ekonomi sehingga juga mendorong kesejahteraan masyarakat Kota Manado,” ujarnya.

Selain memaparkan kondisi ekonomi makro Kota Manado yang dibandingkan dengan tingkat provinsi dan nasional, mantan Ketua DPRD Sulut ini juga menjelaskan berbagai pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang telah dilaksanakan, termasuk pengembangan layanan transportasi publik melalui Bus Trans Manado sebagai upaya meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan mobilitas masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie berharap seluruh Unit Kerja yang ada di lingkungan Unsrat memastikan data yang diinput telah lengkap, benar, valid, dan sesuai dengan bukti pendukung

Dengan demikian, data yang diimput oleh masing-masing Unit Kerja dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Monitoring dan Evaluasi Finalisasi Penginputan Data Kinerja Remunerasi P2 Periode Januari – Juni 2026.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Unit Kerja di lingkingan Unsrat ini diadakan di gedung Rektorat Unsrat Manado, Senin (6/7/2026).

Rektor menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan tahapan akhir yang sangat menentukan dalam proses penilaian kinerja dan pembayaran remunerasi. (FA)

Meimonews.com – Fakultas Hukum Unsrat Manado menggelar kegiatan peringatan Dies Natalis ke-68 yang diadakan di Luis Swimming Pool Desa Sukur, Minahasa Utara, Jumat (3/7/2026).

Pembukaan.kegiatan yang mengusung tema Bergerak Unggul, Berdampak Bagi Negeri ini dilakukan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pembukaan kegiatan dihadiri pimpinan dan civitas akademika Fakultas Hukum serta sejumlah undangan lainnya termasuk para Wakil Rektor Unsrat,

Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan, 68 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan komitmen Fakultas Hukum dalam melahirkan lulusan yang berkualitas, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan penegakan hukum di Indonesia.

Tema dies tahun ini, menurut Rektor, mengajak pimpinan dan civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Oleh karenanya, Rektor berharap Fakultas Hukum terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas kerjasama dengan berbagai mitra, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, juga menjunjung tinggi integritas, etika dan keadilan.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat Jacobus Ronald Mawuntu dalam laporannya menegaakan, perayaan dies Natalis ke-68 menjadi sangat istimewa karena kita mengusung tema yang sarat makna yakni Bergerak Unggul, Berdampak Bagi Negeri.

“Tema ini menjadi sebuah komitmen dan panggilan pengabdian bagi kita semua. Bergerak Unggul menuntut kita
meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan mengejar standar pelayanan akademik tertinggi. Sementara itu, Berdampak Bagi Negeri menjadi pengingat bahwa ilmu hukum yang kita kaji, kembangkan, dan ajarkan di kampus Gorela ini haruslah memberikan manfaat nyata, menghadirkan keadilan, dan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan bangsa dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ditegaskan, untuk mewujudkan tema besar tersebut, kekuatan institusi ini bertumpu pada kolaborasi dan dedikasi sumber daya manusia yang luar biasa.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, Dekan ingin menyampaikan kebanggaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen keluarga besar fakultas kita yang terus bergerak unggul setiap harinya. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw dan Tim menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintahan Kota (Apeksi) Tahun 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat ini berlangsung Minggu – Sabtu (28/6-4/7/2026) di Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai agenda strategis, antara lain Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai kota di Indonesia.

Rakernas Apeksi menjadi wadah penting bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman dan inovasi, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing.

Kehadiran Walikota Manado dan tim dalam forum nasional ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Manado untuk terus memperkuat kerja sama antarpemerintah kota, mendorong kolaborasi lintas daerah, serta mendukung perumusan kebijakan strategis guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Tim yang mendampingi Walikota Manado kegiatan nasional tersebut, Ketua TP PKK Irene Angouw Pinontoan, Asisten 1 Julises Ohler, Asisten 2 Atto Bulo, Inspektur Kota Juddy Eduard Mantiri, Kadis Perindag Hendrik Warroka, Kadis Pendidikan Bart Peter Assa, Kaban BPBD Donald Sambuaga, Kaban Bappenda Jeffry Mondong, Kadis PMPTSP M. Sofyan serta sejumlah Kadis dan Kepala Bagian Setdakot. (elka)

Meimonews.com – Menyusul adanya permasalahan yang terjadi pada proses pemilihan Dekan Fakultas Pertanian beberapa waktu lalu sehingga Dekan terpilih tidak bisa dilantik, Senat Fakultas kembali melakukan proses pemilihan dekan baru.

Pada proses pemilihan dekan yang dilaksanakan di aula fakultas, Jumat (3/7/2026), telah terpilih dekan baru masa bakti 2026-2030.

Hadir pada proses pemilihan ini, di antaranya Wakil Rektor 1 Arthur Gerhart Pinaria (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) dan Plt Dekan Fakultas Peternakan Unsrat Ralfie Pinasang (Wakil Rektor 3 Unsrat).

Dekan terpilih Fakultas Peternakan Unstat Stanly OB Lombogia

Dari tiga calon yang ikut dalam proses pemilihan, Stanly OB Lombogia berhasil meraih suara mayoritas. Stanly meraih 25 suara atau 71 persen mengalahkan Jein Rinny Leke yang meraih 8 suara (23 persen) dan Tiltje A. Ransalele yang hanya memperoleh 1 suara (3 persen).

Setelah terpilih dekan, proses pelantikannya akan disesuaikan, setelah berkoordinasi dengan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie yang akan melantik. (FA)