Meimo News

Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Kantor Bupati, Jumat (25/9/2026).

Rapat strategis ini memfokuskan pembahasan pada penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan program inklusi keuangan di daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Rapat pleno yang berlangsung dinamis ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Sangihe Michael Thungari, Kepala OJK Sulutgo Malut Robert Sianipar, serta Penjabat Sekda Sangihe Johanis Pilat, Kepala Dinas terkait di lingkungan Pemkab Sangihe beserta tamu undangan lainnya.

Turut hadir, jajaran pimpinan lembaga perbankan, seperti Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan bersama Pincab Bank SulutGo Tahuna Fernando Mamahi dan perwakilan Pincapem Tamako, serta pimpinan cabang Bank BRI dan Bank Mandiri.

Dalam arahannya, Bupati Sangihe memberikan penegasan keras agar agenda TPAKD tidak berhenti pada kegiatan seremonial belaka. Bupati menuntut agar setiap program yang dirancang mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

“Agenda TPAKD tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial yang minim tindak lanjut. Kita harus memastikan program ini mampu memberikan dampak nyata dan menghadirkan akses keuangan riil bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sangihe,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sangihe mendesak pihak perbankan (khususnya Bank SulutGo, BRI, dan Mandiri) untuk mempermudah proses penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pembiayaan ini diproyeksikan untuk memperluas akses modal bagi UMKM, petani, serta para nelayan lokal.

Selain sektor perdagangan dan pertanian, rapat pleno juga menyoroti pentingnya optimalisasi sektor kelautan melalui penguatan pembiayaan untuk budidaya ikan dan perikanan tangkap, mengingat potensi maritim Sangihe yang sangat besar.

Melalui sinergi yang solid antara Pemkab Sangihe, OJK, dan industri perbankan yang hadir, TPAKD diharapkan mampu menjadi motor penggerak percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar ijasah akademik. Persaingan global dan dinamika industri yang begitu cepat mengharuskan lulusan perguruan tinggi (PT) memiliki proof of competence (bukti nyata kompetensi) yang diakui secara nasional.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor (Warek) 1 Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada pembukaan kegiatan Witness BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Penyaksian Uji Kompetensi LSP P1 Unsrat.

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Sabtu (26/9/2026) yang diikuti puluhan mahasiswa Unsrat, para asesor termasuk Dekan FEB Unsrat Victor PK Lengkong dan 4 Wakil Dekan serta pimpinan/staf LPMPP (Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran) Unsrat.

“Pelaksanaan witness oleh BNSP hari ini merupakan tonggak sejarah (milestone)
yang sangat penting sekaligus emosional bagi Unsrat,” ujar Warek 1 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Ditegaskan, perjalanan mendirikan LSP (Lembaga Sertifkasi Profesi) ini bukanlah proses yang instan; butuh waktu kurang lebih dua tahun penuh dengan dedikasi, ketekunan, serta koordinasi intensif dari jajaran LPMPP dan tim terkait.

Kehadiran LSP di lingkungan Unsrat ini memberikan keuntungan yang luar biasa strategis bagi institusi Unsrat, terutama dalam memastikan penguatan kompetensi
mahasiswa secara terstandar.

Dengan memiliki LSP sendiri, Unsrat dapat
secara mandiri menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri. Terlebih lagi, saat ini kita telah memiliki 11 skema sertifikasi yang siap untuk melaksanakan uji kompetensi, yang mencakup berbagai bidang keahlian mahasiswa kita.

Hal ini tentu akan mendongkrak daya saing lulusan Unsrat di pasar kerja nasional maupun global. “Sertifikasi profesi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan paspor utama bagi lulusan Unsrat untuk menembus dunia industri dengan penuh rasa percaya diri,” tandasnya.

Atas nama sivitas akademika Unsrat, Plt Rektor Unsrat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), khususnya kepada kedua asesor yang hadir yakni Fauziah dan Hasnawati.

“Kehadiran bapak/ibu sekalian adalah kehormatan sekaligus wujud nyata dukungan BNSP dalam memastikan standar kompetensi terbaik bagi lulusan kami,” sebutnya.

Kepada para asesor, Plt Rektor berharap agar seluruh proses dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, objektif, transparan, dan sesuai dengan standar sertifikasi yang berlaku. “Laksanakan tugas dengan profesional, tetapi tetaplah memberikan suasana asesmen yang edukatif dan konstruktif bagi mahasiswa,” pintanya.

Kepada mahasiswa peserta witness, diharap memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. “Tunjukkan bahwa mahasiswa Unsrat tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga benar-benar kompeten, terampil, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja melalui skema-skema yang telah disiapkan,” pinta Plt. Rektor.

Usai acara pembukaan, diadakan turun lapangan/asesmen ke tempat uji kompetensi (TUK), mengisi berkas-berkas kompetensi, penyerahan berkas dan acara penutupan oleh Kepala LPMPP Unsrat Max RJ Runtuwene.

Dalam sambutannya ketika menutup kegiatan, Kepala LPMPP Unsrat menyampaikan terima kasih kepada dua asesor dari BNSP yang sudah datang dan memberikan asesmen sehingga kegaitan ini bisa berjalan dengan baik.

Kepada para asesor, Runtuwene berterima kasih atas kehadiran dalam kegiatan ini serta dukungan yang telah diberikan selama ini termasuk ketika BNSP menerbitkan lisensi bagi LSP.Unsrat dengan 11 skema.

Runtuwene menyampaikan juga terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah menberikan dukungan seperti mantan Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie sehingga LSP P1 Unsrat mendapat lisensi tersebut.

Ditegaskan, tugas kita belum selesai. Baru mulai untuk menghasilkan mahasiswa yang kompeten. Dan, saat ini, bukan cuma Unsrat tapi juga seperti ITB dan UGM, perlu menghasilkan lisensi banyak skema.

“Hal ini, seperti kata Plt Rektor Unsrat (saat memberikan sambutan pada acara pembukaan), ijasah itu cuma pengantar. Tapi, kompetensi itu yang membawa mereka (para mahasiswa – Red) bisa sukses,” tandas pejabat inovatif, kreatif dan familiar ini.

Ditegaskan pula, kesuksesan bisa dicapai karena adanya kebersamaan. Ada kerja tim. Keberhasilan yang diraih LPMPP termasuk LSP Unsrat tidak terlepas kaitannya dengan dukungan dan kerjasama tim seperti asesor, kaprodi serta pimpinan dan staf LPMPP Unsrat.

Secara terbuka, Runtuwene mengungkapkan rencana LPMPP Unsrat ke depan baik untuk tahun berjalan ini (2026) maupun tahun depan (2027) seperti asesor untuk mahasiswa, penambahan ruang lingkup, dan pelatihan asesor kompetensi.

Ketua LSP P1 Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran kepada Meimonews.com menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah BNSP datang untuk menyaksikan uji kompetensi pertama yang dilakukan LSP P1 LPMPP Unsrat.

“Hal ini merupakan kelanjutan dari diterbitkannya lisensi LSP P1 Unsrat oleh BNSP untuk 11 lisensi,” ujarnya di dampingi Kepala Pusat Pelatihan Kompetensi Reni Lusia Kreckhoff, Manajer Sertifikasi Wisard Kalengkongan, Manajer Teknis Eric Alfonsius dan Bendahara Reynald J. Pakasi.

Saat ini, sebutnya, sudah ada 23 mahasiswa yang berkompeten. Dan, setelah melalui proses sesuai mekanisme yang ada, mereka akan mendapat sertifikat dari BNSP yang berlaku secara nasional dan internasional. (FA)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Jamaluddin Jompa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan di lingkungan universitas, Jumat (25/9/2026).

Rakor yang dilaksanakan di ruang rapat Rektorat ini dihadiri kajaran pimpinan universitas yakni para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, para Dekan Fakultas, Kepala-kepala Lembaga, hingga Kepala Biro di lingkungan universitas.

Dalam arahannya, Plt. Rektor menekankan pentingnya penguatan sinergi, konsolidasi program kerja, serta optimalisasi tata kelola perguruan tinggi (PT).

Hal tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kinerja akademik dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Rakot menyepakati sejumlah langkah taktis serta komitmen bersama seluruh elemen pimpinan untuk mempercepat pencapaian program-program prioritas Unsrat ke depan. (FA

Meimonews.com – Waktu pelaksanaan program Keringanan Merdeka tinggal 4 (empat) hari. Oleh karenanya, Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut June E. Silangen mengajak wajib pajak (WP) untuk memanfaatkan momen khusus tersebut.

“Mari manfaatkan sisa waktu pelaksanaan program pemerintah provinsi Sulut ini. Sebab, program ini akan berakhir pada tanggal 30 September 2026 ” ujar June seraya menyebutkan bahwa hari minggu (27/9/2026) libur.

Ada enam keringanan dalam pelaksanaan program ini. Pertama, bebas 100 persen tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB) tahun-tahun sebelumnya (roda 2 200 cc ke bawah). Kedua, pengurangan 50 persen tunggakan PKB tahun-tahun sebelumnya (roda 2 200 cc, roda 3 dan roda 4 ke atas).

Ketiga, PKB untuk tahun berjalan dibayar normal. Keempat, pembebasan denda PKB 100 persen. Kelima, pembebasan denda 100 persen untuk BBN 1 pembuatan 2025 berdasarkan faktur kendaraan bermotor. Keenam, pembebasan denda SWDJKLLJ tahun -tahun sebelumnya.

Pelayanan pajak di kantor pusat Bapenda Sulut

Syarat dan ketentuan, sebutnya, adasj foto copy KTP, foto copy STNK/surat keterangam hilang/BPKB, foto copy akte/dokumen pendirian bagi perusahaan/NPW. Krenam, meterai 10,000.

Kepada Meimonews,com via telefon, Jumat (25/9/2026), June menjelaskan tentang latar belakang adanya Keringan Merdeka ini,

Menurutnya, walaupun di tengah menurunnya kemampuan fiskal daerah, pemerintah hadir sebagai bentuk dukungan bagi perekonomian daerah melalui keringanan pajak.

Untuk selengkapnya, June memgimbau para wajib pajak untuk mendatangani gerai-gerai yang ada, dan bisa juga datang ke Kantor Pusat Bapenda Sulut yang berlokasi di samping Kantor Gubernur Sulut. (elka)

Meimonews.com – Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di daerah Sulut mencatat prestasi membanggakan sebagai perangkat daerah kinerja terbaik pelaporan inovasi daerah tahun 2026 bidang pendidikan.

Kedua lembaga pendidikan tersebut adalah SMA Negeri 8 (Smandel) Manado dan SMA Negeri 7 (Smantu) Manado

Prestasi membanggakan tersebut diumumkan pada Rapat Paripurna DPRD Sulut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut di Gedung DPRD Sulut, Selasa (22/9/2026).

Smandel Manado pimpinan Mediatrix Maryani Ngantung mencatatkan prestasi terkait dengan inivasi Kamberu (Kampanye Bertani Urban) sementara Smantu Manado pimpinan Hanny William Rawung terkait dengan pemanfaatan Sisa MBG Menjadi Pupuk.

Program Kamberu yang telah diterapkan di Smandel beberapa tahun lalu itu adalah rencana aksi wirausaha pertanian yang berkelanjutan sebagai salah satu proyek pembelajaran di SMAN 8 Manado sebagai Program Sekolah Penggerak.

Program Kamberu ini melibatkan semua warga sekolah termasuk di dalamnya seluruh siswa-siswi dan orangtua siswa yang memberi dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek pembelajaran seperti ini.

Di Smantu Manado, pemanfaatan sisa MBG dijadikan ECO Enzim dan bahan turunannya seperti sabun padat, sabun cair, lilin, shampoo dan lain-lain yang berdampak positif untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, bermanfaat dan berkelanjutan. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Kesepakatan ini berfokus pada pengembangan ekosistem jual beli hasil tangkap ikan yang dilaksanakan di Kantor Pusat PT Bank SulutGo, Jl. Piere Tendean, Manado, Kamis (24/9/2026).

Kerjasama ini diinisiasi sebagai bagian dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pengembangan ekonomi daerah di Provinsi Sulawesi Utara, dengan fokus utama penguatan sektor maritim dan perikanan di wilayah Kepulauan Talaud.

Melalui ekosistem ini, diharapkan tercipta rantai jual beli hasil laut yang lebih terintegrasi, transparan, serta didukung oleh akses layanan keuangan digital yang memadai.

Manajemen Bank SulutGo menegaskan kesiapan perseroan untuk mendukung penuh ekosistem perikanan di Talaud melalui penyediaan layanan perbankan, digitalisasi pembayaran, hingga fasilitasi pembiayaan bagi nelayan dan pelaku usaha.

Keberadaan unit kantor seperti BSG Cabang Melonguane siap menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.

Kepala OJK Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara (Sulugo Malut) Robert Sianipar menegaskan, kolaborasi ini menjadi momentum penting yang akan digerakkan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Selain memberikan akses pembiayaan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program KUR Bohusami, program ini juga menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi para nelayan.

Hal ini dimaksudkan agar para pelaku usaha perikanan dapat mengelola keuangan secara bijak serta terhindar dari jeratan rentenir maupun pinjaman online ilegal.

Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kerja sama ini.

Mengingat Kepulauan Talaud memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat melimpah, Bupati berharap kesepakatan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan segera direalisasikan secara konkret oleh dinas-dinas teknis dan unit cabang bank untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan setempat.

Agenda penandatanganan ini dihadiri jajaran pimpinan dari berbagai instansi terkait.

Dari jajaran Bank SulutGo, hadir Komisaris Rania Dilalish Ismail, Direktur Kredit Ester Rampengan, serta Branch Manager BSG Cabang Melonguane Stevi P. Maringka.

Dari pihak OJK, hadir Kepala OJK Sulutgo Malut, Deputi Direktur Budiman Siahaan, Manajer Toar K. Datulong, dan Asisten Manajer Egmathia Marentek.

Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud, hadir Bupati, Kepala Badan Perbatasan Daerah Fanny Unasong, Kepala Dinas Kominfo Stella Bentian, Kepala Dinas Perhubungan sekaligus Plt. Kepala BPBD Leida Dahlan, serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan TPI Elton Renjore. (elka)

Meimonews.com – Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kembali membuahkan hasil yang membanggakan.

Bank SulutGo resmi dinobatkan sebagai Finalis Kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik Kelompok Bank Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi dalam ajang prestisius KEJAR Award yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penghargaan bergengsi yang ditandatangani Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono tersebut diserahkan di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi dan kerja keras Bank SulutGo dalam mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCAR) serta mengimplementasikan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di wilayah Sulawesi, khususnya di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Program KEJAR sendiri digagas untuk mendorong budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar, guna mewujudkan generasi muda Indonesia yang cerdas keuangan, mandiri, dan siap menyongsong masa depan yang berdaulat, adil, serta makmur.

Melalui raihan prestasi ini, Bank SulutGo, sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah, diharapkan dapat terus memperluas akses layanan perbankan yang inklusif serta menginspirasi masyarakat luas, khususnya anak-anak dan remaja, untuk senantiasa membiasakan diri menabung demi masa depan yang lebih baik. (elka)

Meimonews.com – Guna mendukung implementasi manajemen talenta, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado telah membentuk UPTD Penilaian Kompetensi ASN atau Assesment Center.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw.pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kota Manado di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (24/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Kantor Regional XI BKN Akhmad Syauki, Sekretaris Daerah Sulut Tahlis Gallang, para Sekretaris Daerah se-Sulut para Asisten Setda Kota Manado, Kepala BKD, BKPP, dan BKPSDM se-Sulawesi Utara, Kepala PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Manado Agus Humaedi, para Kepala Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Manado serta undangan lainnya.

“Saat ini, fasilitas tersebut tengah dipersiapkan, baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras, dengan target dapat beroperasi secara penuh pada tahun depan,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan, Pemkot Manado telah mulai menerapkan manajemen talenta secara mandiri sejak tahun 2025 melalui aplikasi internal.

Selanjutnya, Pemkot Manado akan berkolaborasi penuh dengan sistem Simata (Sistem Manajemen Talenta) milik BKN sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

Kepala BKN RI (Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar sistem untuk melakukan pemetaan ASN, tetapi merupakan instrumen strategis bagi kepala daerah dalam mengelola sumber daya aparatur.

Sistem ini menerapkan prinsip meritokrasi untuk memastikan penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

Kepala BKN RI juga mengajak seluruh instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN untuk terus memperkuat penerapan manajemen talenta, sehingga pengelolaan karier ASN dapat berjalan secara lebih profesional, terencana, objektif, dan berbasis kinerja.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKN RI menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Manado. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkot Manado sebagai instansi di wilayah kerja Kantor Regional XI BKN yang dinilai patuh terhadap norma, standar, prosedur, dan kriteria manajemen ASN serta telah menerapkan manajemen talenta.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Kepala BKN RI dan Walikota Manado. (elka)

Meimonews,com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, 62 tahun Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat merupakan perjalanan panjang yang telah menghasilkan banyak karya dan kontribusi.

“Pada usia ke-62, Fatek telah memiliki fondasi yang kuat. Sekarang, saatnya menggunakan fondasi tersebut untuk melakukan lompatan kemajuan berikutnya,” ujar Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah pada Sidang Terbuka Senat Fatek Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat di Auditorium Unsrat, Kamis (24/9/2026).

Karena itu, sebutnya, dies natalis bukan hanya saat untuk merayakan perjalanan tersebut, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi: di mana kita berada saat ini, tantangan apa yang kita hadapi, dan ke mana Fatek akan dibawa ke depan.

“Mari kita jadikan dies natalis ini sebagai momentum untuk bergerak dari bertumbuh menjadi semakin bermutu, dari menghasilkan karya menjadi menghasilkan dampak, dan dari sekadar mengikuti perubahan menjadi ikut menentukan arah perubahan,” ujar Wakil Rektor 4 mengutip sambutan Plt. Rektor.

Dikemukakan, semangat SHELTER (Sustainable and Human-centered Engineering for Livable, Transformative, and Ecologically Resilient Environments – Red) yang menjadi tema dies, kiranya menjadi bagian dari perjalanan tersebut yakni menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi keteknikan yang berkelanjutan, tangguh, transformatif, serta berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Di momen tersebut, Plt Rektor Unsrat mengungkapkan tiga hal.penting. Pertama, tema Dies Natalis ke-62 sangat relevan dengan tantangan keteknikan saat ini. Kedua, pertumbuhan Fatek harus diikuti dengan peningkatan kualitas. Ketiga, mengenai arah pengembangan Fatek ke depan.

Ketiga hal penting tersebut lantas diuraikan Plt Rektor pada kegiatan yang dihadiri sivitas akademika Fatek Unsrat, mantan-mantan Dekan Fatek Unsrat, Dekan Fakultas se-Unsrat dan undangan lainnya.

Dekan Fatek Unsrat Liany Amelia Hendratta dalam sambutannya mengatakan, dies natalis ke – 62 ini, kita tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tapi juga perlu bertanya di mana posisi Fatek saat ini, apa yang telah kita capai, apa yang harus diperbaiki, dan Fatek seperti apa yang kita hadirkan untuk masa depan ?

Tema dies tahun ini, menurutnya, merupakan refleksi tentang arah Fatek dalam menjawab tantangan masa depan.

Dekan Fatek mengajak untuk menjadikan dies natalis ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai titik refleksi, titik evaluasi dan titik kebangkitan melangkah lebih jauh.

Ketua Panitia Pelaksana Dies Natalis ke-62 Fatek Unsrat Tritiya AR Arungpadang dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan dalam rangka dies tahun ini dimulai sejak Juli hingga mencapai puncak pada Kamis (24/9/2026).

Tema yang diangkat pada peringatan ini mencerminkan komitmen Fatek untuk mendukung rekayasa berkelanjutan dan berpusat pada manusia untuk menghasilkan sistem dan lingkungan yang layak huni, transformatif, dan berketahanan ekologis dalam seluruh bidang tridarma perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-62 diawali dengan Acara Pembukaan pada 27 Agustus 2026 dan dibuka secara resmi oleh Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 4 Stennie Edward Wallah.

Kegiatan – kegiatan yang diadakan adalah Fatek Expo 2026, Kejuaraan Bridge antar Siswa SMP/SMA, Kejuaraan Catur internal Fakultas Teknik, Lomba Euro Robotics Competition, Lomba Bola Basket dan Lomba Futsal, Lomba Putra Putri Fakultas Teknik dan Sura Cup.

Selain itu, Seminar Nasional Sains dan
Teknologi 2026, Pengabdian kepada Masyarakat bertempat di SMA Taruna Nusantara kampus Langowan, Ziarah ke makam para mantan Dekan Fatek,

“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berpuncak pada pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi yang dilaksanakan pada hari ini, 24 September 2026,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pada acara puncak ini ada orasi ilmiah (secara zoom) oleh Kepala BMKG RI Teuku Faisal Fathani. (FA)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus memperkuat komitmennya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini dibuktikan melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pola Kemitraan Pengembangan Ekosistem Usaha Tanaman Pala, Fasilitas Pembiayaan, dan Penjaminan Pasar dengan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di Ruang Rapat Kantor Pusat Bank SulutGo, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri jajaran manajemen Bank SulutGo, Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgo Malut Budiman Siahaan, serta para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sitaro dan unsur terkait.

Dalam sambutannya, Direktur Kredit Bank SulutGo Esther C. Rampengan menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran Pemkab Sitaro dan OJK Sulutgo Malut.

Kabupaten Sitaro, sebutnya, dikenal memiliki komoditas unggulan berstandar nasional maupun global, yakni tanaman pala.

“Komoditas ini bukan sekadar sektor perkebunan konvensional, melainkan fondasi ekonomi kerakyatan dan sumber penghidupan utama sebagian besar masyarakat di Kabupaten Sitaro,” ujarnya.

Menyadari potensi besar tersebut, kerjasama ini dirancang secara komprehensif untuk membangun ekosistem usaha tanaman pala yang terintegrasi di Kabupaten Sitaro.

Sebagai bentuk dukungan nyata, hingga saat ini pembiayaan BSG untuk sektor usaha pala telah menjangkau sekitar 138 debitur dengan plafon mencapai Rp9,5 miliar. Melalui momentum MoU dan PKS ini, BSG berharap penyaluran kredit dapat langsung diikuti dengan eksekusi berupa penyaluran pembiayaan kepada para petani pala yang telah hadir di lokasi acara.

Kepala OJK Sulutgo Malut Budiman Siahaan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara regulator perbankan dan pemerintah daerah sebagai katalisator penting dalam mengangkat daya saing komoditas lokal.

Dengan terbangunnya ekosistem yang terintegrasi, kolaborasi ini tidak hanya berbicara tentang pembiayaan finansial dan penyaluran kredit, tetapi juga tentang transformasi ekonomi kerakyatan yang mandiri, tangguh, dan bernilai tambah tinggi.

Disebutkan, OJK juga mendorong agar pola kemitraan berbasis ekosistem ini mampu merangkul seluruh unsur—mulai dari penyediaan akses pembiayaan, pendampingan manajemen usaha, hingga kepastian penjaminan pasar (off-taker) bagi para petani—sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sitaro dapat terus meningkat secara signifikan. (elka)