Meimo News

Meimonews.com – Guna mencegah bahaya kebakaran di musim kemarau panjang ini, Pemerintah Kota Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mengajak warga untuk melakukan 4 (empat) hal.

“Mengingat musim kemarau yang panjang ini. maka kami mengimbau untuk nenjaga lingkungan dari bahaya api. Kami mengimbau warga untuk melakukan 4 hal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (23/8/2026).

Pertama, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kedua, hindari membakar sampah di tempat terbuka. Ketiga, matikan api sisa perapian setelah digunakan. Keempat, periksa listrik dan matikan peralatan.

“Mat bersama cegah kebakaran dan jaga lingkungan kita. Cegah kebakaran selamatkan lingkungan,” ajak Sambuaga. (elka)

Meimonews.com – Festival Koor Manado Tahun 2026 yang akan digelar oada 19 – 22 November 2026 diluncurkan di Gedung Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (21/8/2026).

Peluncuran dilakukan secara bersama, antara lain oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang. Turut hadir Ketua LPPD Manado Merry Mawardi, Asisten 1 Setdakot Manado Julises Oehles dan sejumlah pejabat Penkot Manado.

Festival ini dimaksudkan untuk mendukung seni, pariwisata, ekonomi kreatif, dan identitas Manado sebagai kota musik ini.

Festival ini juga mengoptimalkan potensi Manado sebagai kota kreatif bidang musik. Tradisi paduan suara di berbagai kelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan penyelenggaraannya.

Festival ini diharapkan membuka kolaborasi bagi komunitas musik, pelaku seni, ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan.

Sualang yang adalah juga Ketua Panitia menegaskan, tradisi bernyanyi telah mengakar di masyarakat Manado. Menurutnya, paduan suara memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan Manado di tingkat nasional dan internasional.

“Festival ini menyatukan hati, merajut persatuan, dan membawa nama Manado ke panggung nasional maupun internasional,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini. (elka)

Meimonews.com – Tahun 2026, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Agung Merauke KAM) berusia ke-52 tahun.

Memperingati momen penting dan bersejarah tersebut, pengurus YPPK Keuskupan Merauke menggelar puncak peringatan yang diwarnai Misa Syukur di Gereja St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke, Sabtu (22/8/2026).

Hadir pada misa syukur yang dipimpin Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC di dampingi Ketua YPPK KAM Pastor Alowisius Kelbulan Pr, antara lain pimpinan/pengelola yayasan serta guru dan sejumlah murid persekolahan yang berada di bawah yayasan ini dan umat setempat.

Dalam khotbahnya, Mgr. Mandagi mendorong agar peristiwa ulang tahun YPPK ini menjadi momentum refleksi bagi para pelaku pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi di Papua, untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Papua

Komitmen peningkatan kualitas pendidikan tersebut juga ditegaskan Ketua YPPK KAM ketika memberikan sambutan pada acara syukuran yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baik dari Provinsi Papua Selatan maupun Kabupaten Merauke.

“Komitmen kami untuk peningkatan itu berjalan sesuai visi YPPK Merauke, yakni mewujudkan komunitas pendidikan Kristiani yang cerdas, unggul, profesional dan penuh kepedulian, serta siap menghidupi budaya setempat,” ujar Pastor Kelbulan.

Itu juga sambungnya, sesuai dengan moto YPPK kami, yakni Kasih yang Mencerdaskan.

Momen historis HUT ke-52 YPPK juga diisi dengan penganugerahan penghargaan kepada para guru yang berprestasi dalam menulis “naskah refleksi pribadi” maupun “naskah kelompok” yang direncanakan akan dipublikasikan dalam jurnal YPPK.

Untuk diketahui, lahirnya lembaga pendidikan Katolik di Papua berawal dari komitmen Gereja untuk memajukan pendidikan di Tanah Papua. Pada tahun 1974, Gereja Katolik di wilayah Papua mendirikan apa yang kemudian dikenal sebagai YPPK dengan akta notaris nomor 64 Tahun 1974 dan berkedudukan di Jayapura.

Langkah awal karya YPPK adalah mengembangkan pendidikan melalui pendirian sekolah-sekolah di tingkat provinsi hingga daerah-daerah kabupaten, distrik, dan kampung-kampung di pelosok Papua dalam lingkup Gereja di wilayah keuskupan-keuskupan.

Luasnya pengembangan pendidikan tersebut membutuhkan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Menurut Pastor Kelbulan, hal itu dilakukan karena pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat.

Seiring dengan adanya otonomi daerah dan pemekaran wilayah-wilayah kabupaten, para uskup se-Papua dalam rapat akhir tahun 2001 mencapai kesepakatan untuk melakukan pemekaran YPPK menurut keuskupan-keuskupan yang ada.

Keuskupan Agung Merauke disepakati untuk mencakup Keuskupan Agats dalam urusan YPPK, lanjut Pastor asal Kepulauan Tanimbar tersebut.

Pada tahun 2001, lahir UU Yayasan yang baru dengan Nomor 16 Tahun 2001 yang mendorong berdirinya YPPK wilayah Merauke. Atas mandat tersebut, didirikanlah YPPK Merauke terhitung 23 Mei 2002 dengan Akta Notaris Nomor 09 Tahun 2002.

Munculnya pemekaran YPPK ini, menurut Pastor Kelbulan, dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan Gereja kepada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

Dengan pendirian tersebut, pemerintah daerah memberikan wewenang kepada YPPK Merauke untuk mengelola dan menyelenggarakan pendidikan di wilayah Kabupaten Merauke dalam yurisdiksi Provinsi Papua Selatan.

Pengelolaan pendidikan tersebut didukung oleh pemerintah dan masyarakat, mengingat pendidikan adalah kunci peradaban manusia dan kemajuan bangsa, terutama kemajuan masyarakat Papua Selatan.

YPPK Merauke kemudian menyelenggarakan pendidikan dengan mengikuti skema sederhana yang diperkenalkan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), yakni mendampingi subjek didik dalam proses belajar.

Pendampingan tersebut mencakup pembelajaran moral dan intelektual, seperti mengetahui dan memahami (learning to know), belajar melakukan sesuatu (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be oneself), dan terutama belajar menjalani kehidupan bersama (learning to live together).

“Dalam proses belajar yang bergradasi, anak-anak bertumbuh menjadi individu dan anggota masyarakat yang sehat dan cerdas, religius, berkesadaran moral dan hukum, serta berkomitmen hidup bermasyarakat dengan sejahtera,” jelasnya.

YPPK Merauke sebagai lembaga swasta yang bertanggung jawab atas pengembangan generasi muda meneruskan warisan yang telah ada sebelumnya. (LAF)

Meimonews.com- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo / BSG) kembali menegaskan fundamental keuangan dan tata kelola bisnis yang solid.

Lembaga pemeringkat internasional PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) secara resmi mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank SulutGo pada level ‘A(idn)’ dengan Outlook Stabil.

Dalam surat keputusan resmi No. 157/DIR/RATLTR/VIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Direktur Utama Bank SulutGo Revino Maudy Pepah, Fitch Ratings juga mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Pendek BSG pada level ‘F1+(idn)’.

Predikat ini menunjukkan kapasitas perseroan yang paling kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka pendek secara tepat waktu serta didukung oleh profil likuiditas yang sangat baik.

Selain pemeringkatan korporasi, Fitch Ratings turut mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang di level ‘A(idn)’ untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo Tahap I Tahun 2021. Instrumen obligasi senilai Rp 750 Miliar tersebut dijadwalkan akan berakhir (jatuh tempo) pada tanggal 7 September 2026.

Peringkat ‘A(idn)’ mengindikasikan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar (default risk) yang rendah relatif terhadap emiten atau obligasi lain di Indonesia.

Peringkat ‘F1+(idn)’ menunjukkan profil risiko gagal bayar terendah untuk jangka pendek dengan daya dukung likuiditas yang tergolong sangat kuat.

Ringkasan Pemeringkatan Fitch Ratings (Agustus 2026) : Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank SulutGo: ‘A(idn)’ / Outlook Stabil Peringkat Nasional Jangka Pendek Bank SulutGo: ‘F1+(idn)’. Peringkat Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 (Rp 750 Miliar): ‘A(idn)’ Tanggal Jatuh Tempo Obligasi 7 September 2026

Afirmasi peringkat dari lembaga pemeringkat independen seperti Fitch Ratings menjadi bukti nyata komitmen Bank SulutGo dalam menjaga kualitas aset, efisiensi operasional, serta manajemen risiko secara prudent.

Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2021 sebesar Rp 750 Miliar pada 7 September 2026 mendatang, perseroan menegaskan kesiapan dan kapasitas likuiditas yang sangat aman untuk menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan perseroan secara tepat waktu.

Bank SulutGo terus berfokus untuk memperkuat permodalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo secara berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya menabung dan peningkatan literasi keuangan masyarakat Sulawesi Utara.

Hal itu tercermin dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang diadakan di Manado, Kamis (20/8/2026).

Acara strategis yang melibatkan lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi se-Sulawesi Utara ini dihadiri Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus.

Selain itu, Direktur Umum Bank SulutGo Joubert RJ Dondokambey, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulut, pimpinan instansi vertikal, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulut, serta jajaran pimpinan dari 16 Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) Robert HP Sianipar menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama erat antara pemerintah daerah, perbankan, dan OJK.

Berdasarkan data survei OJK terbaru Nasional: Indeks Literasi Keuangan berada di angka 65,43 persen, sementara Inklusi Keuangan sebesar 75,02 persen.

Provinsi Sulawesi Utara: Mencatatkan capaian mengesankan di atas rata-rata nasional, yakni Literasi Keuangan sebesar 69,98 persen dan Inklusi Keuangan mencapai 94,37 persen.

“Capaian ini menjadi modal berharga bagi pembangunan Sulawesi Utara ke depan. Namun, tantangan kita bersama adalah menutup gap antara inklusi dan literasi, di mana masih ada masyarakat yang menggunakan jasa keuangan namun belum memahami penuh manfaat serta risikonya,” ujar Sianipar.

Ditambahkan, lewat momen Hari Indonesia Menabung yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 2019, kita fokus menyasar segmen pelajar dan mahasiswa yang populasinya mencapai 31 pesen dari total penduduk Indonesia.

Sianipar uga melaporkan perkembangan signifikan dari program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Sulawesi Utara hingga posisi Juni 2026: Jumlah Rekening Tabungan Pelajar mencapai 568.965 rekening (tumbuh 10,88 persen dibanding Juni 2025).Nominal Tabungan Pelajar menembus Rp 218,08 Miliar (tumbuh 7,51 persen.

Edukasi Keuangan: OJK dan industri perbankan telah menggelar 119 kali kegiatan edukasi di 12 Kabupaten/Kota yang menjangkau lebih dari 90.000 peserta.

Dalam kesempatan tersebut, OJK membagikan empat pesan utama bagi para generasi muda: Mulailah Menabung: Lakukan sekecil apa pun nominalnya, yang terpenting adalah konsistensi. Jadilah Duta Literasi: Sebarkan pemahaman keuangan yang benar di lingkungan sekolah, kampus, dan keluarga.

Ajak Lingkungan Cerdas Finansial: Dorong orang-orang di sekitar untuk bijak mengelola keuangan. Manfaatkan Teknologi: Pakai sarana perbankan digital untuk belajar mengelola uang dengan aman

Gubernur Sulut dalam arahannya mengapresiasi semangat ribuan pelajar yang hadir dan mengimbau pentingnya kedisiplinan diri sebagai kunci sukses masa depan. “Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” ujarnya.

Menurut Gubernur, tiga hal utama yang harus senantiasa kita jaga untuk masa depan anak-anak kita adalah Kasih Sayang, Perlindungan, dan Masa Depan. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati.

Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo, sebut Gubernur, akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (Torang pe Bank), Bank SulutGo terus mengoptimalkan penetrasi produk simpanan yang ramah pelajar dan pemuda, seperti Simpanan Pelajar (SimPel) .

Kehadiran jajaran manajemen (Direktur Umum BSG) dalam puncak peringatan HIM dan BLK 2026 menjadi wujud nyata komitmen bank dalam mendukung percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) serta mencetak generasi muda Sulawesi Utara yang makin cerdas secara finansial. (elka)

Meimonews.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat menggelar pembukaan kegiatan memperingati Dies Natalis ke-61 yang dipusatkan di halaman fakultas, Jumat (21/8/2026).

Pelepasan balon ke udara oleh, antara lain Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah (mewakili Plt. Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa), Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran serta beberapa Dekan Fakultas di lingkungan Unsrat menandai pembukaan kegiatan.

Di momen pembukaan kegiatan yang mengusung tema FPIK berdampak : berinovasi, berkolaborasi membangun negeri tersebut diadakan jalan sehat, line dance pertandingan/lomba tenis meja, tarik tambang dan FPIK Idol.

Tema yang diangkat ini, menurut Wakil Rektor 4 Unsrat, diharapkan menunjukkan komitmen FPIK untuk berkontribusi memberi dampak lewat kegiatan-kegiatan tridharma perguruan tinggi (PT) dan menunjang salah satu visi Kemdiktisaintek berdampak.

Dijelaskan, berinovasi merupakan salah satu ciri pendidikan tinggi di antaranya melalui riset2-riset yang dlakukan. Berkolaborasi sudah dilakukan oleh FPIK dengan berbagai institusi baik dalam maupun luar negeri dan perlu terus dikembangkan ke depannya.

Mengembangkan dan memaksimalkan pemanfaatan Marine Fied Station di Likupang merupakan salah satu tantangan ke depan lewat berbagai kolaborasi termasuk melalui konsorsium kelautan Indonesia Timur

“Dengan momentum Dies Natalis ke-61 FPIK, civitas akademika diajak untuk membangun kebersamaan dan komitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan tridharma perguruan tinggi dalam mewujudkan FPIK berdampak, berinovasi dan berkolaborasi untuk kemajuan FPIK maupun Unstat ke depannya,” ujarnya ketika memberikan sambutan. (FA)

Meimonews.com – Langkah proaktif dan pemuh semangat yang tak mengenal lelah ditunjukkan tim Bapenda Sulut pimpinan June E. Silangen.

Betapa tidak, walaupun cuaca panas yang disertai terik matahari, tim Bapenda Sulut yang terdiri dari pimpinan dan staf kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah) se-Sulut melakukan kegiatan turun lapangan (turlap).

Kegiatan konkrit guna mendukung progran Pemerintah Privinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

Setiap mnggu, pimpinan dan staf Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini melakukan turlap dan kegiatan jemput bola terkait upaya meningkatkan pendapatan daerah yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Seperti terlihat Jumat (21/8/2026). Pimpinan dan staf kantor pusat dan UPTD PPD se-Sulut melakukan turlap ke pusat-pusat keramaian untuk melakukan labelling dan sosilisasi program keringanan pajak dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kendatipun ada yang kerja dari rumah, hanya mengisi absen lewat zoom tapi langsung datang ke kantor untuk melakukan kegiatan turlap bersama dengan tim.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara humanis dan dialogis. Para warga/wajib pajak diberikan infornasi dan imbauan untuk taat membayar pajak, apalagi saat ini sedang berlangsung program Pemprov Sulut berupa keringanan pajak kendaraan bermotor yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kegiatan ini kami (kantor pusat dan UPTD PPD) lakukan dengan penuh kegembiraan dan semangat. Semua pimpinan dan staf turun langsung ke lapangan,” ujar June dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela kegiatan, Jumat (21/8/2026). (lexie)

Meimonews.com – Prestasi membanggakan ditorehkan beberapa siswa SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke pimpinan Pastor Aloysius Badmyanik (kepala sekolah) di dua ajang penting, yang belum lama ini digelar.

Kedua ajang tersebut adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 se-Kabupaten Merauke dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Merauke.

Enam.jenis juara bahkan juara umum diraih pada OSN yakni bidang astronomi, biologi, ekonomi, matematika dan geografi (dua siswa), kebumian (dua siswa).

Bidang Astronomi diraih Agustina Livia Renggo, Bidang Biologi Grace Natalia Pricylia Apitulay, Bidang Ekonomi Levaneyckha Guevara Leftew, Bidang Matematika Gusti Hermawan, Bidang Geografi Anggun Brillian Maria Toyang dan Dominikus Deo Trianggoro, serta Bidang Kebumian Jessie Maria Ruru dan Joseph CG Pailama.

“Dari delapan pemenabg juara OSN tingkat Kabupaten Merauke tersebut, dua di antaranya menjadi juara OSN tingkat Papua Selatan,” ujar Pengampu Bidang Studi Bahasa Inggris dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Yonas Bato’ Rinding.

Kedua siswa tersebut, rincinya, adalah Levaneyckha Guevara Leftew Juara Bidang Ekonomi dan Grace Natalia Pricylia Apitulay juara Biidang Biologi.

Dengan hasil yang diperoleh, kedua siswa berhak mewakili SMA YPPK Yoanes XXIII maupun persekolahan-persekolahan SMA di Papua Selatan untuk mengikuti kejuaraan OSN tingkat nasional tahun 2026.

Prestasi yang ditorehkan tersebut diapresiasi pimpinan sekolah dengan memeriahkannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 sekolah dan peringatan HUT ke-40 Pastor Badmyanik, baru-baru.

Perayaan syukur ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imawadawa, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Riky Jawerisa dan Ketua DPRD KKT Laurens Anggito, para pastor dan suster dari wilayah KKT.

SMA YPPK Yoanes XXIII Merauke berdiri pada 1 Agistus 1963 di era Uskup Agung Merauke Mgr! Herman Tilemans MSC. Sekolah ini telah dipimpin oleh 12 kepala sekolah, di mana awalnya dipimpin Carek Arjon dan yang saat ini Pastor Aloysius Badmyanik. (LAF)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Manado, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Semarang yang dipimpin Walikota Agustina Wilujeng dan rombongan diterima Walikota Manado dan tim di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang, Kepala Dinas Perkim Peter Eman, Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau, Kabag Prokopim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, rombongan Pemkot Semarang, serta undangan lainnya.

Kunker tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemkot Manado dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya terkait penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Walikota Manado menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan kependudukan, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pembahasan kemudian difokuskan pada pengelolaan PJU di Kota Manado. Walikota menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu titik PJU di Kota Manado.

Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PJU adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling). Menurut Walikota, Kaling memiliki peran penting karena mengetahui kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Apabila ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis terkait, termasuk Dinas Perkim Kota Manado.

Selain sistem pemantauan berbasis IoT, pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell) turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemkot Manado dan Pemkot Semarang. (elka)

Meimonews.com – Warga Kima Atas Kecamatan Mapanget Kota Manado yang terkena dampak kekeringan dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino diberi bantuan berupa air bersih.

Kegiatan kolaborasi Badan Penanggulangan Bemcana Daerah (BPBD) Kota Manado, PDAM Wenang Wanua dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut ini dilakukan Kamis (20/8/2026).

Tak kurang dari 6.000 liter air bersih disalurkan pada kegiatan yang merupakan implementasi program Pemerintah kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang khususnya terkait dengan kemarau panjang dan dampak fenomena El Nino.

Berdasarkan pendataan sementara, sebut Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga, jumlah penerima manfaat yang telah terdata sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan total 16 jiwa, yang berada di Lingkungan III Kelurahan Kima Atas.

Penerima bantuan tersebut, ungkap Sambuaga, berdasarksn masukkan dari Pemerintah Kelurahan.

“Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi dan kerjasama lintas sektor antara BPBD Kota Manado, PDAM Wanua Wenang, dan PMI Sulawesi Utara di Kelurahan Kima Atas,” ujarnya.

Mereka yang mennerima bantuan tersebut karena dinilai layak/pantas untuk mendapat bantuan tersebut. (elka)