Meimo News

Meimonews.com – Kabar menggembirakan mencuat dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado. Hal ini dikarenakan 2 (dua) mahasiswa dari fakultas yang dipimpin Dekan Ockstan Jurike Kalesaran itu dikabarkan telah berangkat menuju Bologna (Italia).

“Benar, ada dua mahasiswa kami telah berangkat menuju Bologna, Italia. Saat ini (Sabtu, 11 Juli 2026) mereka telah di Bandara Soekarno Hatta Jakarta untuk .melanjutkan perjalanan ke Bologna, Italia,” ujar Ockstan kepada Meimonews.com via telefon, Sabtu (11/7/2026) sore.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Farah Aliyyah Haryono Putrì dan Jessica Elenvania Werot.

Mereka berangkat ke Bologna, jelas Dekan, terkait kerjasama Univercity (Universitas) Bologna Italia dengan Unsrat Manado dalam hal pertukaran akademik.

Proyek ini berfokus pada studi komparatif dan restorasi habitat pesisir antara terumbu biogenik tropis dan beriklim sedang (temperate).

Mereka akan tinggal selama satu (satu) bulan di Ravenna Campoes yang adalah Cabang dari Universitas Bologna, yang terkenal dengan keunggulan dalam bidang warisan budaya, teknik pesisir dan hukum lingkungan. Ada sejumlah agenda kegiatan selama mereka magang di sana. (lexie)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado Richard Sualang membuka Half Marathon memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado di Malalayang Beach Walk (MBW) II, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema Manado Juara dan mempertandingkan kategori 21K dan 5K ini diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga pelari internasional, termasuk dari Kenya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado untuk mendorong gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mempromosikan Kota Manado sebagai kota yang aktif, sehat, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Sekda Kota Manado Steaven Dandel, Asisten II Kota Manado Atto Bulo, Asisten III Kota Manado, Donal Franky Supit, Kadispora Kota Manado Bonyx Yusak Saweho dan Camat Malalayang Yusuf Kopitoy.

Usai pelaksanaan lomba, Panitia langsung menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba. Penyerahan hadiah dilakukan Wakil Walikota Kapolresta Manado dan pejabat Pemkot lainnya.

Wakil Walikota Manado, dalam sambutannya, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan lomba lari perdana yang digelar Pemerintah Kota Manado tersebut.

“Ini pertama kali diselenggarakan Pemerintah Kota Manado dan kami sangat bersyukur antusias masyarakat maupun atlet begitu tinggi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Forkopimda Manado, Kapolresta manado dan seluruh jajaran pemerintah,” ujarnya.

Kegiatan ini, menurutnya, tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kota Manado, tetapi juga merupakan upaya pemerintah mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga.

Wakil Walikota berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-403 Kota Manado mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. “Semoga seluruh rangkaian HUT ke -403 ini menjadi penyemangat bagi masyarakat dan pemerintah untuk bersama – sama membangun Kota Manado yang semakin maju, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.

Kehadiran Kapolresta Manado dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan positif yang mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan.

Kapolresta Manado menyampaikan bahwa olahraga bukan hanya menjadi sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi media untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat persatuan di tengah masyarakat.

“Half Marathon 2026 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, komunitas, dan seluruh masyarakat.

Polresta Manado akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya

Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, Polresta Manado menurunkan personil di sejumlah titik guna melaksanakan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para peserta lomba. (elka)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Kalau ada yang bertanya kapan waktu senggang bagi pemain bridge pada semester kedua tahun 2026, ? jawabannya mungkin sederhana yakni hampir tidak ada.

Mulai Juli hingga Desember, kalender turnamen bridge dipenuhi berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Hampir setiap akhir pekan terdapat turnamen yang dapat diikuti. Bahkan, ada beberapa periode ketika dua atau tiga kejuaraan berlangsung hampir bersamaan.

Juli menjadi pembuka dengan Pesta Sukan Singapura dan Walikota Pontianak Cup. Memasuki Agustus, intensitas kompetisi langsung meningkat. Diawali Ernst Gultom Memorial Trophy di Jakarta, kemudian World Youth Transnational Championship di Hefei, Intercity Hong Kong, World Bridge Series di Katowice, hingga Kejuaraan Pasangan HUT ke-81 RI DPP KKK di Jakarta.

Kesibukan berlanjut pada September. Tugu Muda Cup di Semarang menjadi pembuka sebelum disusul EA 2nd International Bridge Championship di Chennai, Kejuaraan Nasional Bridge di Mamuju, APBF Youth Championships di Hainan, serta Gubernur Kanagawa Cup di Jepang.

Belum sempat beristirahat, Oktober langsung diawali HCL International Bridge Championship di New Delhi, dilanjutkan FISU Mind Sports University Games di Liaocheng, China, dan ITS Challenge di Surabaya.

November bahkan menjadi bulan paling padat. Asia Pacific Fall Transnational Championship di Qingdao, Porprov Kalimantan Barat, Festival Online Wanita WBF, Seoul International Bridge Tournament, Rektor UGM Cup, serta kemungkinan Piala Pahlawan Surabaya membuat hampir seluruh akhir pekan terisi agenda bridge.

Desember pun belum menjadi waktu untuk bersantai. Kalender masih menghadirkan 9th SEABF Championships dan 42nd Asian Bridge Clubs Championship (ABCC) di Kuala Lumpur, peringatan HUT GABSI dan Hari Bridge Nasional, serta rencana penyelenggaraan Christmas Bridge Festival di Manado.

Yang menarik, kalender tersebut kemungkinan masih akan bertambah padat.

Memasuki Oktober hingga Desember, sejumlah provinsi diperkirakan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang mempertandingkan cabang olahraga bridge. Hingga saat ini baru Porprov Kalimantan Barat yang telah mengumumkan jadual resminya, sedangkan provinsi-provinsi lain masih menunggu pengumuman resmi.

Artinya, jadual yang sudah padat ini masih sangat mungkin bertambah.

Padatnya kalender tentu membawa tantangan. Atlet harus pandai mengatur jadwal, menjaga kondisi fisik dan mental, serta menentukan prioritas turnamen yang akan diikuti. Pengurus dan penyelenggara juga perlu berkoordinasi agar benturan jadwal dapat diminimalkan.

Namun, di sisi lain, ramainya kalender merupakan indikator positif. Semakin banyak turnamen berarti semakin banyak kesempatan bertanding, semakin banyak pengalaman yang diperoleh atlet, serta semakin besar peluang munculnya pemain-pemain muda berbakat.

Bridge Indonesia tampaknya sedang memasuki fase yang sangat menggembirakan. Aktivitas kompetisi tidak lagi terpusat di beberapa kota saja, tetapi menyebar ke berbagai daerah dan terhubung dengan kalender internasional.

Kini, tantangannya bukan lagi mencari turnamen, melainkan bagaimana mengelola begitu banyak kesempatan tersebut agar benar-benar menghasilkan prestasi.

Melihat kalender semester kedua tahun 2026, rasanya judul tulisan ini memang sangat tepat : “Ketika Kalender Bridge Nyaris tak Menyisakan Akhir Pekan.” (Penulis adalah Pengurus/pemain bridge)

Meimonews.com – Tak mengenal lelah dan pelbagai upaya terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June E. Silangen dalam upaya penerimaan daerah seperti lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dikarenakan PAD tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah Sulut, yang kini dipimpin Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay,

Hal itu terlihat sejak bulan Mei hingga saat ini, Tim Bapenda Sulut melakukan penelusuran tunggakan PKB (pajak kendaraan bermotor) secara door to door untuk pemberitahuan dan sosialisasi pembayaran secara online sepanjang belum mengganti STNK (surat tanda nomor kendaraan).

“Kegiatan ini sekaligus juga dilakukan pendataan kendaraan yang masih aktif tapi belum membayar pajak dan yang tidak aktif (rusak berat, dijual dan mutasi luar daerah),” ujar Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel kepada Meimonews.com, Sabtu (11/7/2026).

Ditambahkan, kegiatan penelusuran dari kantor pusat Bapenda dilakukan seminggu dua kali oleh masing-masing bidang yang ada, selain kegiatan penelusuran dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah (UPTD PPD) se-Sulut. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Pesta Pelindung, umat Stasi Santo (St) Benedictus Kakaskasen Tiga Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon menggelar misa dan syukuran di lantai dasar gereja stasi, Sabtu (11/7/2026).

Tak kurang dari 200-an umat Stasi pimpinan Maria Sengkey.serta pimpinan organisasi gerejani Stasi seperti Ketua WKRI Ranting Sta. Threresia Steify Sepang, dan pimpinan Wilayah Rohani hadir pada misa yang dipimpin Pastor Paroki Noldy Gedefridus Karamoy Pr ini.

Turut hasir pula pada kegiatan kerohanian dan penuh kekeluargaan/kebersamaan ini dua pimpinan inti Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen yakni Koordinator Bidang (Korbid) Organisasi dan Kaderisasi Viany Lolong dan Korbid Kerohanian Fidelia Engelien Pontoh.

Di momen istimewa ini, dua anak kembar bernama Charina dan Karmel (anak keluarga Mentu – Ruru) mendapat sakramen pembaptisan oleh pastor Noldiy.

Pembaptisan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga dan umat stasi.

Dalam kotbahnya, Pastor Noldy menjelaskan siapa itu Santo Benedictus, yang menjadi pelindung dari stasi ini. Selain itu, hal-hal yang patut ditiru dari spiritualitas Santo kelahiran Nursia (Italia Tengah) tersebut diharap menjadi pegangan/pedoman bagi umat.

Peringatan St. Benedictus, menurut Pastor Noldy, mengajarkan kepada kita untuk mencari Allah dalam doa, kerja dan disiplin dalam hidup, yang sejalan dengan motto Ora et Labora (bekerja dan berdoa).

Mantan Pastor Paroki St. Petrus Langowan ini mengajak umat Stasi Benedictus Kakaskasen untuk menjadi pewarta dan tidak takut mewartakan kabar baik. Hal itu sejalan dengan yang ada dalam Kitab Suci : “inilah aku utuslah aku.’

Saat syukuran yang diwarnai dengan makan bersama, Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Stasi James Wewengkang memberikan laporan progres pembangunan gedung yang peletakan batu pertama dilakukan tahun 2020 dan dan dimulai pengerjaannya pada tahun 2021 ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai misa dan syukuran, Maria di dampingi Fedelia berharap pembangunan gedung gereja stasi bisa cepat selesai karena sangat penting dan menjadi tempat ibadah/misa umat stasi.

Kondisi saat ini masih terbilang sederhana tapi sudah difungsikan bagian bawahnya untuk dijadikan tempat ibadah/misa umat stasi. (lex)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Di seluruh dunia, jutaan orang menunggu babak semifinal Piala Dunia 2026 dengan harapan sederhana : melihat negaranya menjadi juara dunia. Namun, di sebuah warung kopi, ada seorang pria yang justru sibuk menghitung sesuatu yang sama sekali berbeda.

Bukan peluang juara. Bukan probabilitas adu penalti, melainkan peluang siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak.

Temannya mulai heran. “Negara mana yang kamu dukung ?” Pria itu mengangkat kepala sebentar. “Saya mendukung Mbappé, Messi, Kane… dan tadi sebenarnya Haaland juga.”
“Lho ? Bukannya mereka main untuk negara yang berbeda ?” “Itulah justru indahnya.” Temannya langsung sadar. “Oh… kamu tukang bridge, ya ? Pria itu hanya tersenyum.

Bagi pemain bridge, dunia memang sedikit berbeda. Kalau orang lain melihat bagan pertandingan, mereka melihat jalan menuju trofi. Pemain bridge melihat pohon kemungkinan (game tree).

Kalau orang lain menghitung penguasaan bola, pemain bridge menghitung peluang. Kalau orang lain berteriak “Ayo menyerang!”, pemain bridge malah bertanya, “Kalau Inggris lolos, berarti Kane masih punya dua kesempatan menambah gol. Tapi kalau Norwegia yang lolos, Haaland juga masih hidup. Mana yang lebih menguntungkan ?”

Begitulah otak seorang pemain bridge bekerja. Awalnya, ia memiliki impian yang menurutnya sangat indah. Semifinal diisi oleh Prancis, Inggris, Norwegia, dan Argentina. Empat negara.
Empat monster pencetak gol. Mbappé. Messi. Haaland. Kane.

Semuanya masih hidup sampai akhir turnamen. Persaingan Sepatu Emas dijamin berlangsung sampai detik terakhir. Sayangnya… Sesudah membuka bagan pertandingan FIFA lebih teliti, wajahnya langsung berubah. “Lho…”

“Inggris ketemu Norwegia di perempat final?” Ia menepuk jidat. “Berarti salah satu pasti pulang.” Logika bridge yang begitu rumit akhirnya dikalahkan oleh sesuatu yang sangat sederhana. Bagan pertandingan.

Tetapi pemain bridge jarang menyerah.
Kalau kontrak gagal, masih ada papan berikutnya. Kalau rencana A gagal, buat rencana B. Maka lahirlah skenario baru. Prancis. Argentina. Spanyol. Ditambah salah satu dari Inggris atau Norwegia. Masih lumayan. Minimal perebutan Sepatu Emas tetap panas.

Di sinilah orang biasa dan pemain bridge mulai sulit saling memahami. Seorang penggemar sepak bola berkata, “Saya ingin negara saya juara dunia.” Pemain bridge menjawab, “Saya ingin top skor baru ditentukan pada pertandingan terakhir.” “Jadi kamu tidak peduli siapa juara?” “Bukan begitu.”

“Lalu?” “Kalau juara sudah ketahuan, pertandingan selesai.” “Kalau Sepatu Emas belum selesai, setiap gol masih mengubah cerita.”

Bahkan ia memiliki teori sendiri. Trofi Piala Dunia hanya diangkat satu kali. Tetapi perebutan Sepatu Emas bisa berubah setiap menit. Satu gol. Satu penalti. Satu tendangan bebas. Satu sundulan.

Semuanya bisa mengubah klasemen pencetak gol. Itulah drama yang membuatnya tidak berani meninggalkan televisi, bahkan hanya untuk membuat secangkir kopi.

Ketika Mbappé mencetak gol kedelapannya, ia tersenyum. Ketika Messi menyamai jumlah gol itu, ia mengangguk puas. Ketika Kane terus mendekat, ia mulai menghitung ulang. Dan ketika Haaland masih memiliki peluang, ia bahkan sempat berharap Norwegia membuat kejutan. Bukan karena ia orang Norwegia. Melainkan karena persaingan akan semakin seru.

Temannya kembali bertanya. “Kalau nanti Inggris mengalahkan Argentina?” Ia menjawab santai. “Berarti Kane naik.” “Kalau Argentina menang?” “Messi menjauh.” “Kalau Mbappé cetak hat-trick?” “Lebih bagus lagi.” “Kalau tidak ada yang mencetak gol?” Ia menghela napas.
“Itu namanya hasil seri bagi para pemburu Sepatu Emas.”

Akhirnya temannya tertawa. “Sekarang saya mengerti.” “Mengerti apa?” “Kalau menonton sepak bola bersama pemain bridge ternyata berbeda.” “Kenapa?” “Karena kami menonton pertandingan.” “Kalau kamu?” “Aku sedang memainkan probabilitas.”

Dan mungkin, hanya mungkin, di seluruh dunia memang ada segelintir orang yang menonton semifinal Piala Dunia bukan terutama untuk melihat siapa yang akan mengangkat trofi. Melainkan untuk memastikan persaingan Sepatu Emas tetap hidup hingga peluit terakhir final.

Kalau anda bertemu orang seperti itu, jangan heran. Kemungkinan besar, ia adalah seorang pemain bridge. Dan, di kepalanya, setiap pertandingan selalu terasa seperti satu papan besar yang harus dianalisis sebelum kartu pertama dimainkan. (Penulis adalah Pengurus dan Pemain Bridge)

Meimonews.com – Setidaknya, peneliti dari tiga negara serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mengadakan oenelitian tentang spesimen Ikan Purba Jenis Raja Laut

“Sudah ada peneliti dari tiga negara dan BRIN serta beberapa peneliti lainnya telah meminta izin untuk melakukan penelitian Ikan Purba Jenis Raja Laut (Latimeria menadoensis) yang kini disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” ujar Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran.

Ketiga negara tersebut adalah Cina, Prancis dan Jepang sementara dari Indonesia, antara lain adalah BRIN (sebuah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan, dan inovasi nasional).

Dalam percakapan dengan Meimonews,com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026), Ockstan merincikan para peneliti tersebut, yang telah mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian ikan yang sudah dianggap punah karena hidup di zaman Dinosaurus itu.

Walau demikian, sambungnya menegaskan, pihaknya masih menunggu legalitas/izin dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI.

“Bila sudah ada legalitas dari KKP RI maka kami segera menindaklanjutinya sehingga para peneliti bisa melakukan penelitian terhadap ikan purba yang kini dititipkan/disimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat,” sebutnya.

Dengan banyaknya antusiasme peneliti baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik melakukan penelitian terhadap ikan purba ini, sambungnya, maka setidaknya nama daerah Sulut pada umumnya serta Universitas Sam Ratulangi dan FPIK Unsrat pada khususnya terangkat/diharumkan.

Hal senada disampaikan Kepala Laboratorium Terpadu Unsrat Stenly Wullur. Dihubungi terpisah, Stenly mengakui bahwa menyusul tersebarnya informasi adanya penemuan ikan purba ienis Latimeria menadoensis (Raja Laut) pada beberapa waktu lalu, sudah beberapa pihak yang menghubungi FPIK Unsrat dan pihaknya.

“Sudah ada sejumlah pihak (para peneliti) yang menghuhungi FPIK Unsrat dan kami untuk melakukan penelitian. Kelanjutannya tinggal menunggu keputusan dari FPIK Unsrat dan legalitas dari KKP,” ujarnya kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).

Dijelaskan, keputusan ada di FPIK Unsrat. Laboratorium Terpadu Unsrat hanya tempat titipan, tempat penyimpanan.

Wullur optimis, dengan terobosan dari Dekan baru FPIK Unsrat (Ockstan Jurike Kalesaran) legalitas dari KKP segera keluar sehingga penelitian terhadap ikan purba ini bisa dilaksanakan.

Dan, ini, sebutnya akan menjadi kebanggan bagi daerah Sulut serta Unsrat dan FPIK Unsrat.

Diketahui (Baca Meimonews.com : Ikan Purba Bahkan Dianggap Sudah Punah Ditemukan di Perairan Pulau Siladen, Kini Tersimpan di Laboratorium Terpadu Unsrat), Ikan Purba Jenis Latimeria menadoensis (Raja Laut) ditemukan di perairan Pulau Siladen depan Resort Celebes Diver oleh nelayan lokal bernama Soni Pontoh sekitar pukul 09.50 Wita, saat melaut mencari ikan.

Jenis ikan langka/purba tersebut, saat ini, telah disimpan di suatu lemari dengan pendingin suhu tertentu di Laboratorium Terpadu Unsrat.

Spesimen itu sangat penting terutama dunia sains karena species ini sebenarnya sudah tidak ada. Dia hidup di zaman Dinosaurus yang sudah tidak ada tapi ternyata masih ada. (FA)

(Oleh : Bert Toar Polii)

Meimonews.com – Bangsa yang besar tidak pernah hidup hanya dari kejayaan masa lalu. Ia bertahan karena mampu menerjemahkan nilai-nilai leluhurnya ke dalam tantangan zamannya.

Minahasa pernah melahirkan banyak negarawan yang memberi warna bagi perjalanan Republik Indonesia. Nama-nama seperti Sam Ratulangi, AA Maramis, Johannes Leimena, GA Siwabessy, dan WZ Johannes bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan bagian dari fondasi bangsa.

Pertanyaannya bukan lagi, mengapa tokoh seperti mereka tidak lagi banyak muncul ? Pertanyaan yang lebih penting adalah Bagaimana melahirkan generasi pemimpin baru yang mampu membawa nilai-nilai Minahasa ke panggung Indonesia abad ke-21 ?

Menurut saya, jawabannya bukan dengan kembali ke masa lalu, melainkan dengan menghidupkan kembali roh kepemimpinan Minahasa dalam bentuk yang sesuai dengan zaman.

Kepemimpinan tidak lagi cukup mengandalkan karisma. Abad ke-21 adalah era yang berbeda. Pemimpin tidak cukup hanya berwibawa. Ia harus mampu membangun komunikasi digital, memahami ekonomi global, mengelola keberagaman, menguasai teknologi, sekaligus menjaga integritas.

Dalam dunia yang berubah sangat cepat, kualitas moral justru menjadi semakin penting. Di sinilah filosofi Minahasa menemukan relevansinya kembali.

Tou Keter: Kuat dalam Integritas, Bukan Sekadar Kekuasaan

Selama ini kata “kuat” sering dipahami sebagai kemampuan mengendalikan orang lain. Padahal Tou Keter memiliki makna yang lebih dalam.
Kekuatan sejati adalah keberanian mengambil keputusan yang benar sekalipun tidak populer.

Pemimpin masa depan harus berani melawan korupsi, politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan segala bentuk penyimpangan yang merugikan rakyat.

Kekuatan bukanlah dominasi. Kekuatan adalah keberanian memikul tanggung jawab.

Tou Leos : Politik yang Memanusiakan

Politik sering dipersepsikan sebagai perebutan kekuasaan. Padahal hakikat politik adalah mengurus kehidupan bersama.

Tou Leos mengingatkan bahwa kepemimpinan harus berangkat dari kasih, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam masyarakat yang semakin terpolarisasi, pemimpin yang mampu merangkul jauh lebih dibutuhkan daripada pemimpin yang gemar membelah masyarakat menjadi “kami” dan “mereka”.

Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang menyembuhkan daripada mempertajam perbedaan.

Tou Nga’asan: Kepemimpinan Berbasis Pengetahuan

Dunia modern semakin kompleks. Masalah ekonomi, perubahan iklim, kecerdasan buatan, keamanan siber, hingga geopolitik global tidak dapat diselesaikan hanya dengan retorika. Karena itu, Tou Nga’asan menjadi semakin relevan.

Pemimpin harus terus belajar. Ia harus mampu membaca data, memahami ilmu pengetahuan, mendengarkan para ahli, dan membuat keputusan berdasarkan bukti.

Popularitas tidak boleh menggantikan kompetensi.

Lima Agenda Besar Kepemimpinan Baru

Jika ingin kembali melahirkan tokoh nasional, menurut saya Sulawesi Utara perlu membangun lima agenda strategis.

Pertama, Pendidikan kepemimpinan sejak dini. Sekolah, gereja, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan komunitas harus menjadi tempat lahirnya calon pemimpin. Kepemimpinan tidak muncul secara kebetulan. Ia dibentuk.

Kedua, Politik berbasis gagasan. Sudah waktunya ruang publik lebih banyak membicarakan ide daripada sekadar figur. Budaya diskusi, debat kebijakan, dan kajian publik harus dihidupkan kembali. Masyarakat perlu memberi penghargaan kepada mereka yang menawarkan solusi, bukan hanya slogan.

Ketiga, Memanfaatkan era digital. Generasi baru harus hadir di ruang digital dengan narasi yang mencerahkan. Media sosial bukan sekadar tempat mencari popularitas, melainkan ruang pendidikan publik. Pemimpin masa depan harus mampu menjelaskan gagasan yang rumit dengan bahasa yang sederhana.

Keempat, Membangun jejaring nasional, Tokoh Sulawesi Utara tidak cukup dikenal di daerah sendiri. Mereka harus aktif dalam organisasi nasional, dunia akademik, dunia usaha, komunitas profesional, dan berbagai forum lintas daerah. Pemimpin nasional lahir dari jejaring nasional.

Kelima, Menghidupkan budaya kolaborasi, Persaingan adalah bagian dari demokrasi. Namun persaingan tidak boleh berubah menjadi saling menjatuhkan. Budaya mapalus mengajarkan bahwa keberhasilan bersama lebih penting daripada kemenangan pribadi. Semangat ini perlu diterjemahkan ke dalam politik modern.

Dari Mapalus Menuju Indonesia

Mapalus bukan hanya tradisi gotong royong. Ia adalah filosofi bahwa kemajuan seseorang tidak boleh memiskinkan orang lain.

Dalam dunia yang semakin individualistis, semangat ini justru menjadi kekuatan baru. Indonesia membutuhkan lebih banyak kolaborasi daripada konflik. Lebih banyak kepercayaan daripada kecurigaan. Lebih banyak solusi daripada sensasi.

Nilai-nilai Minahasa dapat memberi kontribusi penting bagi kehidupan berbangsa apabila diterjemahkan secara kreatif.

Penutup

Saya percaya Sulawesi Utara tidak sedang mengalami krisis pemimpin. Yang sedang dihadapi adalah perubahan zaman yang menuntut cara baru dalam membangun kepemimpinan.

Filosofi Tou Keter, Tou Leos, dan Tou Nga’asan tidak pernah kehilangan relevansinya. Yang perlu diperbarui adalah cara kita menghidupkannya.

Apabila pendidikan, integritas, kolaborasi, dan keberanian moral kembali menjadi fondasi kehidupan publik, maka tokoh-tokoh nasional dari Sulawesi Utara akan lahir kembali.

Mungkin mereka tidak akan menjadi “KDM dari Manado”. Dan memang tidak perlu. Yang dibutuhkan Indonesia bukan salinan tokoh dari daerah lain, melainkan pemimpin yang autentik—berakar pada budaya Minahasa, berpikiran nasional, dan mampu menjawab tantangan dunia.

Itulah makna sejati menghidupkan kembali Tou Keter, Tou Leos, dan Tou Nga’asan untuk Indonesia abad ke-21. (Penulis ada Pengurus/pemain bridge)

Meimonews.com – Fakultas Peternakan Unsrat Manado resmi memiliki dekan definitif menyusul pelantikan Stanly Oktavianus Bryneer Lombogia sebagai Dekan oleh Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Pelantikan Lombogia sebagai orang nomor satu di Fakultas Peterbakan Unsrat periode 2026-2030 ini dilakukan bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Senat Unsrat John Socrates Kekenusa, serta beberapa anggota Senat Unsrat dan Fakultas Peternakan Unsrat di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Selasa (7/7/2026).

Hadir pada acara pelantikan tersebut di antaranya para Wakil Rektor, Ketua Senat Unsrat, pimpinan lembaga Unsrat, Kepala-kepala Biro dan Dekan-dekan Fakultas di lingkungan Unsrat.

Kekenusa dilantik sebagai Sekretaris Senat Unsrat menggantikan Jacobus Ronald Mawuntu yang telah dilantik menjadi Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Rabu (24/6/2026).

Lombogia dilantik menjadi Dekan menyusul keterpilihannya pada proses pemilihan Dekan untuk masa jabatan 4 tahun yang diikuti 3 calon, Jumat (3/7/2026).

Lombogia meraih suara mayoritas yakni 25 suara atau 71 persen mengalahkan Jein Rinny Leke yang meraih 8 suara (23 persen) dan Tiltje A. Ransalele yang hanya memperoleh 1 suara (3 persen).

Dalam sambutannya, Rektor menyanpaikan selamat kepada mereka yang dilantik dan selamat menjalankan tugas. (FA)

Meimonews,com – Penerimaan mahasiswa baru (Maba) Jalur Mandiri Tumou Tou (T2) Unsrat Tahun Akademik 2026-2027 dimulai.

Pelaksanaan ujian diadakan di Gedung Unit Pelaksana Teknis Teknologi dan Ilmu Komunikaai (UPT TIK) Unsrat Manado ini berlangsung Senin-Kamis (6-10/2026).

Ujian Jalur Mandiri T2 dilaksanakan setiap hari ada 3 (tiga) sesi yaitu sesi pertama jam 06.30 – 09.30 Wita, sesi kedua jam 10.00 – 13.10 Wita serta sesi ketiga jam 13.30 – 16.40 Wita.

Sebanyak 3 330 calon Maba akan berkompetisi dalam proses penerimaan Maba yang diselenggarakan Panitia yang diketuai Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria

Agar pelaksanaan ujian berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, Rektor Unsrat melakukan pemantauan pelaksanaannya pada hari pertama (Senin, 6/7/2026).

Secara cermat dan teliti, Rektor di dampingi Wakil Rektor 1/Ketua Panitia melihat pelaksanaannya, bahkan, sesekali, Rektor bertanya kepada peserta. (FA)