Meimonews.com – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 digelar dengan fokus utama memperluas akses keuangan inklusif serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Sulawesi.

Pelaksanaan Rakorwil TPAKD SulutGo 2026 ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Kementerian, OJK, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan nasional dalam menciptakan ekosistem keuangan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Acara penting yang diadakan Rabu (29/7/2026) ini dihadiri jajaran pejabat tinggi pemerintah daerah, regulator, dan pimpinan perbankan, di antaranya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Asisten 2 Setda Sulut (mewakili Gubernur Sulut) Christian Talumepa, Bupati Kabupaten Gorontalo, Bupati Minahasa Selatan, dan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud.

Ada juga Dirut Bank SulutGo Revino Maydi Pepah, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar, Direktur Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah DMND-OJK Pusat Isan Hasani, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawaty serta Perwakilan Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri, BTN, BRI, PNM, dan BNI.

Dalam rangkaian kegiatan strategis tersebut, PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) mempertegas komitmennya sebagai agent of development dengan melangsungkan penandatanganan Kerja Sama Perjanjian Kerja Sama (PKS) Potensi Ekonomi Daerah bersama Pemerintah Kabupaten Sangihe, serta penyerahan secara simbolis pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bohusami kepada sejumlah pelaku usaha.

Penandatanganan PKS antara Bank SulutGo dan Pemkab Sangihe menjadi langkah konkrit untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan di wilayah kepulauan, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sebagai wujud nyata mendorong inklusi keuangan di kawasan Sulawesi Utara dan Gorontalo, pada momentum yang sama Bank SulutGo menyerahkan penyaluran KUR secara simbolis kepada para debitur sektor produktif.

Untuk skema KUR Bohusami Ba’ternak (BSG Cabang Limboto), penerimanya adalah Jufri Karim (plafond Rp 75.000.000), Hasanudin Husain (pafond Rp 75.000.000, Syaiful Arsyad (plafond Rp 195.000.000) dan Fitri Katili (plafond Rp 500.000.000).

Skema KUR Bohusami Ba’soma (BSG Cabang Bitung), penerimanya adalah Jolly Tamputi (plafond Rp 30.000.000).

Dirut BSG Revino Maydi Pepah mengungkapkan, sinergi antara Bank SulutGo, pemerintah daerah, OJK, serta jajaran industri jasa keuangan merupakan kunci utama mempercepat perluasan akses perbankan hingga ke pelosok daerah.

“Dukungan pembiayaan melalui KUR Bohusami dirancang khusus untuk menyasar berbagai sektor produktif, seperti peternakan dan perikanan, agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi penopang utama ekonomi daerah,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 digelar di Kota Tomohon dengan sasaran para petani di ‘Kota Pendidikan’ tersebut.

Kegiatan yang diadakan Anugrah Hall Tomohon, Selasa (28/7/2026) ini menghadirkan narasumber dari Analis Divisi PEPK dan LMS Kantor OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (SulutGoMalut) Yusril Yuma Alfana, Perwakilan Bank SulutGo dan Perwakilan BCA.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Cabang BSG Tomohon Lidya Dondokambey bersama jajaran, Kepala Cabang BCA Tomohon Syerli Imelda Pakasi bersama jajaran serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Michael Joseph ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Walikota (Wawali) Tomohon Sendy Gladies Adolfina Rumajar.

Walikota Tomohon Carol Joram Azarias Senduk dalam sambutannya yang dibacakan Wawali mengungkapkan rasa bangganya karena Kota Tomohon ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksanaan edukasi langsung Gencarkan tahun 2026.

Penetapan ini merupakan peluang yang sangat baik untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Dijelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi agraris, sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian kota Tomohon. “Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah yang positif bagi masyarakat untuk tidak hanya memiliki kemampuan dalam meningkatkan produktivitas usaha pertanian, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan dengan baik, merencanakan investasi, memanfaatkan produk perbankan secara bijaksana, memperoleh akses pembiayaan yang sesuai, serta memahami berbagai risiko keuangan yang mungkin dihadapi,” sebutnya,

Melalui edukasi ini, Pemkot Tomohon berharap masyarakat Kota Tomhon, khusunya para petani semakin memahami pentingnya menabung, memanfaatkan layanan perbankan, menggunakan transaksi keuangan digital secara aman, mengakses kredit usaha secara bertanggung jawab, serta mampu terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal maupun pinjaman online yang tidak berizin.

“Pemerintah Kota Tomohon meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Ketika masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, tambahnya, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat, usaha masyarakat akan berkembang, dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. jadikan kesempatan ini sebagai ruang edukasi dalam memperluas wawasan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wawali mengutip Walikota.

“Saya juga berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Tomohon, Bank Sulutgo, Otoritas Jasa Keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam menghadirkan berbagai program edukasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,’ tambahnya. (elka)

Meimonews.com – Prestasi gemilang diukir Bank SuluraGo (BSG) di ajang Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (Porsebank) Badan Musyawarah Perbankan Daerah Sulut (BMPD) Sulut Tahun 2026.

Di ajang bergengsi antar-insan perbankan yang dilaksanakan 4-19 Juli 2026 di Kantor Pusat BSG ini, tim ‘Torang pe Bank’ berhasil menjadi juara umum.

Dari total 11 cabang perlombaan yang ditandingkan, Tim BSG tampil mendominasi dengan berhasil mengamankan 5 medali emas. Raihan ini menyudahi perlawanan sengit dari 29 perbankan yang ikut ambil bagian dalam ajang dua tahunan tersebut.

Direksi BSG menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan tim official yang telah berjuang habis-habisan di lapangan.

“Prestasi ini adalah bukti nyata dari kerja keras, disiplin, dan soliditas seluruh karyawan Bank SulutGo. Kami tidak hanya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di sektor finansial, tetapi juga menunjukkan mental juara di bidang olahraga dan seni,” ujar Direktur Umum BSG Joubert RJ Dondokambey.

Porsebank BMPD Sulut 2026 yang berlangsung dua pekan ini sukses menjadi wadah silaturahmi sekaligus panggung unjuk bakat bagi ribuan karyawan perbankan di Sulawesi Utara. Persaingan ketat yang tersaji di setiap cabang olahraga tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan.

Dengan menyandang gelar Juara Umum tahun ini, BSG berhasil membuktikan ketangguhannya dan siap membawa semangat juara ini untuk terus memajukan perekonomian daerah. (elka)

Meimonews.com – Tak mengenal lelah dan pelbagai upaya terus dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut pimpinan June E. Silangen dalam upaya penerimaan daerah seperti lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini dikarenakan PAD tersebut menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah Sulut, yang kini dipimpin Gubernur Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanis Victor Mailangkay,

Hal itu terlihat sejak bulan Mei hingga saat ini, Tim Bapenda Sulut melakukan penelusuran tunggakan PKB (pajak kendaraan bermotor) secara door to door untuk pemberitahuan dan sosialisasi pembayaran secara online sepanjang belum mengganti STNK (surat tanda nomor kendaraan).

“Kegiatan ini sekaligus juga dilakukan pendataan kendaraan yang masih aktif tapi belum membayar pajak dan yang tidak aktif (rusak berat, dijual dan mutasi luar daerah),” ujar Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel kepada Meimonews.com, Sabtu (11/7/2026).

Ditambahkan, kegiatan penelusuran dari kantor pusat Bapenda dilakukan seminggu dua kali oleh masing-masing bidang yang ada, selain kegiatan penelusuran dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah (UPTD PPD) se-Sulut. (elka)

Meimonres.com – PT Bank SulutGo (BSG) kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi penerimaan dan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

BSG diwakili Direktur Operasipnal Louisa J. Parengkuan hadir dalam rangkaian acara Sosialisasi Peredaran Rokok Tidak Bercukai dan Cukai Ilegal yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergi Pajak Daerah serta Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) se-Sulawesi Utara, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan akbar ini dipusatkan di Gedung Lapangan Futsal Area Perkantoran Panango, Molibagu Pemkab Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Kolaborasi lintasinstansi ini sengaja digelar untuk memperkuat pengawasan komoditas ilegal sekaligus memantapkan sistem pemungutan pajak di bumi Nyiur Melambai.

Agenda penandatanganan PKS antara Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara ini merupakan tindak lanjut nyata dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh Gubernur Sulut bersama Bupati dan Wali Kota pada 23 Februari 2026.

Sebelum penandatanganan, draf kesepakatan tersebut telah dimatangkan melalui pembahasan bersama jajaran Bapenda/BPKPD/BKD Kabupaten/Kota se-Sulut pada 20 Mei 2026 di Kantor Pusat PT Bank SulutGo.

Perjanjian Kerjasama ini memfokuskan sinergi pada tiga sektor pajak daerah krusial, meliput Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Opsen PKB; Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Opsen BBNKB; Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta Opsen Pajak MBLB.

Selain integrasi pajak daerah, momentum ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) guna menjamin kelancaran alokasi anggaran pembangunan di masing-masing wilayah.

Untuk memberikan pemahaman mendalam terkait pentingnya menekan peredaran produk ilegal yang merugikan pendapatan negara dan daerah, forum ini turut membekali peserta lewat sosialisasi intensif.

Acara menghadirkan pemaparan materi dari sejumlah narasumber kompeten yaitu Minhajuddin Hapsah (Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, mewakili Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara), yang mengupas tuntas strategi penindakan rokok ilegal tanpa cukai.

Ada juga Yuli Hajriani (Kepala Bagian Perencanaan, Keuangan, dan Pemeriksaan Kantor Cabang Tondano, mewakili Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan); Clay Jun H Dondokambey (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara); serta Lasya L. Mamonto (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan).

Kegiatan ini turut dikawal dan disaksikan oleh para pemangku kebijakan utama di daerah, di antaranya Haji Iskandar Kamaru (Bupati Bolaang Mongondow Selatan), Tahlis Gallang (Sekretaris Provinsi Sulut), para Sekretaris Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Selian itu, Ni Made Ayu Mulidyawati (Kepala Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara), June E. Silangen (Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara), Zainudin S. Hilimi (Kepala Dinas Komunikasi dan Digitalisasi Daerah Provinsi Sulawesi Utara), para Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Sebagai Torang pe Bank, Bank SulutGo berkomitmen penuh memberikan dukungan penuh dari sisi kesiapan infrastruktur perbankan dan layanan digital. BSG siap memastikan proses rekonsiliasi, pelimpahan hasil pajak, hingga transaksi keuangan daerah berjalan secara cepat, aman, dan transparan demi mendorong kemandirian fiskal daerah. (elka)

Meimonews.com – PT Bank SulutGo (BSG) kembali menegaskan komitmen berkelanjutannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perikanan.

Komitmen strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pola Kemitraan Pembinaan Pelaku UMKM Perikanan di Kota Bitung, yang diadakan di Aula Lantai 4 Kantor Walikota Bitung, Jumat (26/6/2026).

Acara ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui sinergi nyata antara sektor riil dan sektor jasa keuangan, dengan fokus pada optimalisasi komoditas unggulan daerah seperti perikanan air tangkap di wilayah Indonesia Timur, khususnya Kota Bitung.

Melalui sinergi ini, BSG hadir mempermudah akses pembiayaan yang bersasaran bagi para nelayan lokal lewat produk unggulan KUR Bohusami Ba Soma, KUR Kecil Investasi, hingga Pinjaman Rekening Koran.

Tercatat, total penyaluran kredit khusus sektor perikanan air tangkap (nelayan) oleh BSG Cabang Bitung hingga tahun ini telah mencapai Rp 4.360.000.000,- (empat miliar tiga ratus enam puluh juta rupiah).

Acara penting ini dihadiri Walikota Bitung Hengky Honandar, Kepala OJK Sulutgo Robert HP Sianipar serta Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan.

Turut hadir mendampingi, Pemimpin Divisi Kredit Komersial BSG Jerry Tuuk, Branch Manager BSG Cabang Bitung James J. Lumintang, Sekretaris TPAKD Kota Bitung Karlintje L. Monareh, serta jajaran pejabat Pemkot Bitung dan OJK.

Dalam sambutannya, Direktur Operasional BSG menjelaskan, kerjasama ini merupakan perwujudan misi BSG sebagai engine of growth atau penggerak perekonomian daerah.

Melalui kolaborasi erat bersama OJK dan Pemerintah Kota Bitung, pembiayaan yang disalurkan diharapkan mampu memberikan dampak instan dalam meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat ekosistem usaha perikanan, serta mempercepat perputaran ekonomi di Kota Bitung.

Sebagai agenda inti, dilakukan penyerahan secara simbolis mockup plafon kredit kepada perwakilan debitur perikanan BSG Cabang Bitung yang diserahkan bersama-sama oleh Walikota Bitung, Kepala OJK, dan Direktur Operasional BSG:

Engel R Lumakeki menerima plafond kredit sebesar Rp 20.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Tandu Rusa.

Meydan Temp menerima plafond kredit sebesar Rp 25.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Girian. Susana Tindage menerima plafond kredit sebesar Rp 50.000.000,- melalui skema KUR Bohusami Ba Soma untuk usaha penangkapan ikan di Kelurahan Batu Putih Atas.

Raman Mamato menerima plafond kredit sebesar Rp 500.000.000,- melalui skema KUR Kecil Investasi. PT Anugrah Sejati Bersama (diwakili oleh Direktur Utama Christy Duakaju) menerima plafond kredit sebesar Rp 2.000.000.000,- melalui skema pinjaman rekening koran selaku mitra offtaker.

Selain penyerahan kepada debitur dan offtaker, PKS ini juga melibatkan pihak mitra penggerak lainnya, termasuk Owner PT Ramantha Kawanua Indonesia Margaretha Kakante serta perwakilan dari 5 kelompok nelayan tangkap di Kota Bitung.

Dalam sambutannya, Walikota Bitung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK dan Bank SulutGo atas kepedulian dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Bitung.

Sinergi TPAKD ini diharapkan terus berkelanjutan demi menciptakan kemandirian ekonomi pelaku usaha daerah yang berdaya saing tinggi. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sukses menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Daagon Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang merupakan wujud nyata komitmen BSG dalam memperluas pemerataan literasi finansial kali ini secara khusus menyasar kelompok perempuan, Ibu Rumah Tangga (IRT), serta pelaku usaha mikro perempuan sebagai pilar utama penggerak ekonomi keluarga.

Agenda di ruang terbuka ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmong Abdullah Mokoginta, Group Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, Assistant Manager Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMS) OJK Shinta Korah, Wakil Pemimpin BSG Cabang Lolak Aditya Paputungan serta Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (Capem) BNI Lolak Franky Audy Kolibu.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Sekda Kabupaten Bolmong menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK dan Bank SulutGo atas inisiasi strategis ini.

Pemkab Bolmong berharap lewat edukasi keuangan ini, kaum perempuan dan IRT di Bolmong dapat semakin cerdas mengelola anggaran rumah tangga, mandiri secara ekonomi, serta memiliki benteng yang kuat dari ancaman penipuan digital, judi online, dan jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sebagai Campaign Manager gerakan nasional ini di tingkat regional, BSG memandang pentingnya menyentuh segmen perempuan.

Group Head Operasional Bank SulutGo dalam sambutannya menekankan bahwa peran ibu rumah tangga sangat krusial sebagai ‘Menteri Keuangan’ di keluarga. Oleh karena itu, BSG hadir tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendekatkan akses layanan inklusi perbankan nyata seperti optimalisasi jaringan Agen Laku Pandai (Agen BSG) di desa-desa serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG untuk membantu permodalan usaha rumahan.

Sesi edukasi inti dibawakan secara interaktif oleh Assistant Manager Divisi PEPK dan LMS OJK. Ia membedah strategi perencanaan keuangan yang sehat serta pentingnya aspek pelindungan konsumen di era digitalisasi keuangan saat ini.

Melalui sinergi kokoh antara Pemkab Bolmong, OJK, Bank SulutGo, dan jaringan perbankan nasional diharapkan tingkat literasi keuangan kaum perempuan di Bumi Totabuan makin meningkat demi mewujudkan keluarga yang mandiri, sejahtera, dan tangguh finansial. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) melanjutkan konsistensinya dalam memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan serta dorong kesejahteraan nelayan di pelosok daerah.

Hal tersebut terlihat ketika BSG bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Negara Indonesis (BNI) menyelenggarakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 di Lantai 3 Aula Kantor Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Boroko, Rabu (24/6/2026).

Rangkaian kegiatan khusus menyasar kelompok nelayan, pelaku usaha pesisir, dan masyarakat perikanan sebagai target prioritas nasional.

Agenda strategis ini dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bolmut Abdul Mutoh Daeng Mulia (mewakili Bupati Bolmut), Group Head Operasional BSG Nolvy Kilanta, Shinta Korah beserta Tim OJK Sulutgo, Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI Boroko Yuyun Mokoginta; serta Pjs. Pemimpin BSG Kantor Cabang Boroko Ekasari Gugule.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Asisten II Pemkab Bolmut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OJK, Bank SulutGo, dan seluruh industri perbankan yang terlibat.

Pemkab Bolmut berharap, lewat edukasi keuangan ini, para nelayan di Bolmut dapat lebih cerdas mengelola hasil lautnya, membangun budaya menabung untuk menghadapi musim paceklik, serta membentengi diri dan keluarga dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online (pinjol) ilegal.

Sebagai Campaign Manager gerakan nasional ini di tingkat regional, BSG berkomitmen memberikan dampak inklusi yang riil bagi masyarakat pesisir.

Group Head Operasional BSG menegaskan, kehadiran BSG di tengah masyarakat nelayan bukan sekadar memberikan materi teori, melainkan membawa solusi finansial yang praktis.

Salah satunya melalui pemanfaatan jaringan Agen Laku Pandai (Agen BSG) di desa-desa pesisir serta akses permodalan berbunga murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro BSG untuk modernisasi alat tangkap nelayan.

Shinta Korah bersama Tim OJK dalam sesi edukasi inti membedah strategi perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan digital yang aman.

OJK terus mendorong agar indeks literasi keuangan di wilayah kepulauan dan pesisir dapat tumbuh merata seiring dengan masifnya digitalisasi perbankan saat ini.

Sinergi ini juga diperkuat dengan kehadiran BNI KCP Boroko melalui Yuyun Mokoginta yang turut mendukung penguatan ekosistem keuangan terintegrasi di wilayah Bolmut.

Di lokasi kegiatan, jajaran BSG Kantor Cabang Boroko membuka meja layanan langsung (on-the-spot). Para nelayan dan pelaku usaha mikro yang hadir langsung difasilitasi untuk melakukan pembukaan rekening tabungan massal, aktivasi aplikasi BSGtouch, serta edukasi transaksi nontunai demi mendorong modernisasi ekonomi masyarakat Boroko.

Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten Bolmut, OJK, BSG, dan perbankan jejaring, diharapkan kesejahteraan finansial masyarakat nelayan dapat meningkat signifikan demi menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang tangguh dan mandiri. (elka)

Meimonews.com – PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) kembali membuktikan peran strategisnya sebagai Campaign Manager Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di tingkat regional.

Itu terlihat ketika Bank SulutGo berkolaborasi aktif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar edukasi keuangan masif bagi masyarakat Kabupaten Bone Bolango, Kamis (22/6/2026).

Kegiatan ysbg dipusatjan dipusatkan di Grand Palace Convention Center (GCC)nKota Gorontalo ini mengangkat tema Satu langkah literasi, sejuta peluang mandiri: cerdas mengelola keuangan dan menggerakkan ekonomi lokal.

Agenda ini berhasil mempertemukan sedikitnya 250 nasabah PNM yang merupakan para pelaku UMKM perempuan serta industri rumah tangga di wilayah Bone Bolango untuk didorong naik kelas.

Acara akbar ini dihadiri antara lain Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert HP Sianipar, Pemimpin Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana, Pemimpin Cabang PNM Manado Zulfikar Arsyad.

Selain itu, Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa J. Parengkuan, Komisaris Independen Bank SulutGo Rania Riris Ismail, Area Head Gorontalo Bank BRI Dhinar Adi Nugroho; serta Pimpinan Cabang Pegadaian Utara Irmanto H. Aswin.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan dibukanya Coaching Clinic khusus bagi Nasabah PNM, yang terbagi dalam Kelas Karawo (kerajinan khas lokal), Kelas Memasak, dan Kelas Konsultasi Usaha mandiri.

Kehadiran tamu VVIP disambut hangat lewat tarian tradisional Saronde, yang dilanjutkan dengan sesi Fashion Show Produk unggulan hasil karya para pelaku usaha binaan.

Memasuki sesi seremonial, Pemimpin Cabang PNM Manado, Kepala OJK SulutGo serta Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo secara bergiliran memberikan sambutan pembuka.

Dalam sambutannya, Wagub Gorontalo menyampaikan bahwa akselerasi literasi adalah kunci utama agar pelaku ekonomi lokal di Bone Bolango tidak sekadar bertahan, namun mampu mandiri menangkap peluang pasar baru yang aman dan terbebas dari jerat kejahatan siber keuangan.

Puncak acara ditandai dengan Opening Ceremony berupa penyerahan plakat dan foto bersama yang dilakukan secara simbolis oleh 7 unsur pimpinan instansi utama, diikuti dengan penyerahan bantuan dan fasilitas inklusi perbankan secara simbolis dari PNM, Bank SulutGo, dan BRI kepada perwakilan nasabah.

Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, sesi edukasi inti diisi oleh panel pemateri ahli yang memberikan pembekalan secara maraton.

OJK SulutGo membuka materi pertama dengan membedah strategi nasional Gencarkan, diikuti oleh pemaparan materi penguatan Produk dan Jaringan Digital oleh Bank SulutGo (BSG).

Bank Indonesia kemudian melanjutkan edukasi terkait stabilitas moneter dan digitalisasi sistem pembayaran.

Tak kalah penting, pemaparan pelindungan aset usaha dan investasi mikro turut disampaikan oleh perwakilan dari BRINS Gorontalo, BRILife Gorontalo, serta PT Pegadaian Gorontalo.

Direktur Operasional Bank SulutGo, di sela-sela peninjauan booth pameran menyatakan bahwa keterlibatan aktif BSG dalam perhelatan ini adalah wujud tanggung jawab moral bank daerah untuk memastikan inklusi keuangan menyentuh pelaku usaha akar rumput.

Dengan integrasi ekosistem digital BSG, para nasabah PNM diharapkan mampu melakukan pencatatan transaksi yang lebih akuntabel dan efisien.

Acara yang berlangsung semarak ini ditutup dengan penarikan undian doorprize menarik bagi para peserta sebelum diakhiri secara resmi pada pukul 14.00 Wita.

Melalui kolaborasi kuat multipihak ini, Bank SulutGo optimistis perekonomian daerah di Kabupaten Bone Bolango akan bergerak lebih dinamis dan kokoh menuju tatanan masa depan yang lebih sejahtera. (elka)