Meimonews.com – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan terus dipacu di Sulawesi Utara.

Sehuhungan dengan hal tersebut, bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Kamis (2/4/2026) telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pengelolaan Dana Bantuan Pendidikan Kebanksentralan.

Langkah strategis ini menandai sinergi erat antara bank sentral dengan industri perbankan dalam mendukung keberlanjutan program beasiswa dan edukasi keuangan bagi generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.

Acara inti diawali dengan penandatanganan PKS oleh Direktur Utama PT Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah bersama dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Joko Supratikto.

Kerjasama ini kemudian diperluas dengan melibatkan jajaran pimpinan perbankan ternama lainnya di wilayah Sulut, yang bertindak sebagai bank pengelola dana bantuan pendidikan tersebut.

Para pimpinan yang hadir dan menandatangani kesepakatan tersebut antara lain Pemimpin Wilayah BNI Kantor Wilayah Sulut Didi Suprijanto, Plt Branch Manager BTN Cabang Manado Rudy Wairata, Branch Manager BSI Sam Ratulangi Dwipry Andica dan Pimpinan Branch Office Head BRI Tondano Ronald Engelbert

Turut menyaksikan prosesi penting ini, Pemimpin Divisi Pemasaran BSG Yunike Paputungan dan Pemimpin Cabang Pembantu (Capem) Ranotana BSG Clief Mamusung.

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini dirancang bukan sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga sebagai sarana literasi mengenai fungsi dan peran Bank Indonesia dalam stabilitas ekonomi nasional.

“Sinergi ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor perbankan dalam mencetak kader-kader bangsa yang berkualitas. Dengan pengelolaan dana yang transparan dan efisien melalui mitra perbankan, kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang,” ujar perwakilan pihak perbankan di sela-sela acara.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah semakin terbuka lebar. Bank-bank yang ditunjuk sebagai pengelola berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan terbaik guna memastikan penyaluran dana berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Penandatanganan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang melambangkan soliditas perbankan di Sulawesi Utara dalam mendukung agenda pembangunan manusia yang berkelanjutan. (elka)

Meimonews.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) memasukan kesiapan layanan perbankan guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.

BSG telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk pengisian mesin ATM serta kebutuhan transaksi di kantor cabang sebelum periode libur dimulai.

Hal tersebut disampaikan Dirut Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah kepada wartawan di Manado, Senin (16/3/2026).

“Sehubungan dengan Keputusan Bersama Pemerintah mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 1447H, Bank SulutGo mengumumkan penyesuaian jadual operasional nya,” ujarnya.

Dirut Bank SulutGo (BSG) Revino Maydi Pepah

Adapun jadual tersebut adalah pertama, penutupan operasional. Seluruh kantor cabang Bank SulutGo tidak melayani kegiatan operasional mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 24 Maret 2026.

Kedua, weekend banking. Layanan weekend banking diadakan selama periode libur
tersebut. Ketiga, pembukaan kembali. Layanan perbankan akan kembali beroperasi normal pada Rabu (25/3/2026).

Menurit Pepah, penyiapan dana
sebesar Rp 1 triliun merupakan langkah antsipatf terhadap lonjakan penarikan uang tunai di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Kami berkomitmen agar nasabah tetap dapat merayakan hari raya dengan nyaman. Meskipun kantor cabang tutup sementara, kami telah memasukan ketersediaan dana di seluruh jaringan ATM kami tetap optmal,” ujar pejabat karier perbankan tersebut.

Pepah mengimbau kepada para nasabah untuk memanfaatkan layanan BSG Touch (Mobile Banking), BSGqris dan BSG Direct untuk transaksi non-tunai seperti Transfer antarbank, Pembelian pulsa dan paket data, Pembayaran tagihan listrik, air, dan pajak, serta Top-up saldo dompet digital.

Bank SulutGo juga mengingatkan nasabah untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan bank dan menjaga kerahasiaan data pribadi seperseperti PIN serta kode OTP. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG), Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu, Kamis (5/3/2026).

Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.

Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kusnadi Pobela dalam sambutannya menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup yang krusial di era digital.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujarnya pada acara yang turut dihadiri Deputi Branch Manager BSG Kotamobagu Fernel Kasenda dan Humas BSG Zhahir Pulukadang.

Puncak acara diisi dengan penyampaian materi oleh Megawati (perwakilan OJK SulutGo) yang antara lain menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen serta memberikan tips praktis bagi para santri dalam menyisihkan uang saku untuk ditabung.

Megawati mengingatkan untuk waspada terhadap investasi bodong dengan mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.

Dijelaskan pula tentang Budaya Menabung, dengan memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri, serta pengelolaan keuangan digital, yang merupskan cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.

Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif.

Melalui program GENCARKAN, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab interaktif dan pemberian apresiasi bagi santri yang mampu menjawab kuis seputar dunia perbankan dengan tepat. (elka)

Meimonews.com – World Bank (Bank Dunia) mengadakan Kuliah Tamu di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado di Gedung Serbaguna Fakultas Ekonomi dan Bisnis.(FEB), Rabu (4/3/2026).

Hadir sebagai pembicara utama adalah Wael Mansour, Senior Economist World Bank untuk Indonesia yang membedah dinamika ekonomi nasional di hadapan akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan daerah.

Di momen tersebut ada peluncuran prospek ekonomi Indonesia (IEP) edisi Desember 2025.

Diketahui, World Bank adalah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman, hibah, dan bantuan teknis kepada negara-negara berkembang untuk mengurangi kemiskinan dan membiayai proyek pembangunan (seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan).

World Bank didirikan tahun 1944. Lembaga ini bermarkas di Washington DC dan beroperasi sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan 189 negara anggota

Ketika memberikan sambutan, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan fondasi utama dalam mendorong produktifitas, efisiensi dan daya saing bangsa.

Rektor berharap forum ini dapat memberikan manfaat besar bagi sivitas akademika, pembuat kebijakan dan mahasiswa untuk memahami kondisi makroekonomi Indonesia serta arah transformasi digital yang berkelanjutan. (FA)

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) menggelar Ngabuburit KUR Fest 2026 di area lobby parkir depan gedung Kantor Pusat Bank SulutGo, Jln. Piere Tendean No. 100 Manado selama 11 hari (3-13/3/2026.

Kegiatan dalam rangka Bulan Suci Ramadhan 2026 sebagai perwujudan komitmen BGS pimpinan Revino Maydi Pepah (Dirut) dan jajaran Direksi dan Komisaris ini adalah untuk mendukung sektor UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro) sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.

Dalam pelaksanaan baik hari pertama maupun hari kedua, terlihat banyak orang yang mendatangi stan-stan yang ada, yang menyediakan produk-produk pelaku UMKM.

Produk-produk yang disediakan cepat abis walau waktu yang disediakan cukup panjang. Ada yang membuka stanya sekitar jam 15.00 namun tak lama kemudian abis ‘diserbu’ pembeli untuk dibawa pulang atau untuk dipakai waktu buka puasa.

Tapi, rata-rata menjelang waktu buka puasa, produk-produk yang ‘dipasarkan’ laris terjual. Banyak yang dipakai untuk momen buka puasa, dan ada yang dibawa pulang.

Beberapa pelaku usaha dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela kegiatan mengungkapkan rasa senang/gembira dengan adanya Ngabuburit KUR Fest ini.

Apalagi manfaatnya cukup berarti bagi mereka karena bisa menambah pendapatan mereka. “Lewat kegiatan ini, ada tatambah doi bli bras (lewat kegiatan ini, ada ketambahan uang untuk membeli beras – Red),” ujar seorang ibu pelaku UMKM.

Ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BSG untuk pelaku UMKM seperti mereka. Dan, keikutsertaannya pada kegiatan seperti ini sudah kedua kalinya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini terus dilakukan BSG karena memiliki banyak manfaatnya untuk para pelaku UMKM.

Hal senada disampaikan beberapa pelaku UMKM yang ikut dalam kegiatan ini ketika dihubungi terpisah. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Guna memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan pengelolaan keuangan dan akses layanan perbankan, Bank SulutGo (BSG) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Sosialisasi Literasi Keuangan bagi Masyarakat Pesisir.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SH Sarundajang Kantor Walikota Bitung, Jumat (27/2/2026) ini diikuti ratusan pelaku usaha perikanan serta warga pesisir kota Bitung.

Kegiatan ini Wakil Walikota Bitung Randito Maringka. Dalam sambutannya, Maringka menekankan pentingnya pemahaman finansial bagi masyarakat pesisir agar mampu mengelola hasil laut menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan.

“Masyarakat pesisir adalah pilar ekonomi Bitung. Dengan literasi yang baik, kami berharap warga tidak lagi terjebak pada skema pinjaman ilegal dan lebih cerdas dalam menabung serta berinvestasi,” ujarnya

Kepala OJK SulutGoMalut Robert Sianipar memberikan edukasi mengenai waspada investasi bodong.

Dijelaskan, kehadiran regulator dan perbankan di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan aman.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey menegaskan, BSG berkomitmen untuk terus menjadi mitra setia masyarakat Sulawesi Utara, khususnya dalam menyediakan produk yang sesuai dengan karakteristik profesi nelayan dan pedagang ikan.

Kepala Operasional Cabang BCA KCU Manado Liantje Wawah, menyampaikan bahwa keterlibatan BCA dalam sosialisasi ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program nasional dalam meningkatkan indeks literasi keuangan di wilayah Indonesia Timur.

Poin utama literasi untuk OJK, adalah manajemen keuangan : Cara mengatur arus kas bagi keluarga dengan penghasilan yang bergantung pada musim (sektor perikanan).

BCA adalah Pengenalan Produk Perbankan : Edukasi mengenai tabungan, kredit usaha mikro, dan layanan digital banking.

BSG adalah Keamanan Transaksi : Tips menghindari phishing dan penipuan berbasis digital yang marak terjadi.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan simbolis bantuan serta pembukaan rekening bagi perwakilan masyarakat pesisir yang hadir.(elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya dalam mendorong inklusi keuangan terus dilakukan Bank SulutGo (BSG) termasuk bersinergi dengan beberapa pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Terbaru, BSG bersinergi dengan OJK SulutGo dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar Literasi Keuangan Masyarakat Pesisiir Desa Darunu terkait dengan literasi keuangan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan yang dipusatkan di objek wisata Darunu Mangrove Park ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata Gerakan Indonesia ASRI.

Acara ini dihadiri pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari jajaran eksekutif perbankan, otoritas keuangan, hingga perwakilan legislatif dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menekankan pentingnya pemahaman manajemen keuangan bagi masyarakat pesisir agar terhindar dari jeratan pinjaman ilegal dan mampu memanfaatkan produk perbankan untuk pengembangan usaha mikro.

Direktur Umum Bank SulutGo Joubert Dondokambey di dampingi Pemimpin Cabang Airmadidi Maykel Rantung menyatakan komitmen BSG untuk terus hadir di tengah masyarakat hingga ke pelosok daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di Desa Darunu dan sekitarnya memiliki akses dan pemahaman yang cukup terhadap layanan perbankan demi meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Joubert.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Minut Richard JH Dondokambey mewakili Bupati Minut Joune Ganda menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Minahasa Utara sebagai lokasi kegiatan.

Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Minut Jack Paruntu, yang menyoroti potensi besar ekonomi kelautan yang perlu dikelola secara profesional.

Momen penting terjadi saat Anggota Komisi XI DPR-RI Rio Dondokambey hadir secara langsung untuk berdialog dengan warga. Selain memberikan edukasi mengenai kebijakan keuangan nasional, ia juga enyalurkan bantuan langsung untuk pengembangan Desa Darunu.

Di momen itu, Rio juga menyerap aspirasi dari masyarakat pesisir dan kepulauan di Minahasa Utara terkait kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Selain fokus pada edukasi finansial, kegiatan ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.

Acara yang diagendakan yakni penanaman mangrove dan pembersihan area pantai menjadi simbol komitmen sektor jasa keuangan dalam menjaga ekosistem pesisir tetap hijau dan asri sebagai aset wisata masa depan.

Melalui sinergi antara Pemerintah, Perbankan dan OJK, diharapkan masyarakat Desa Darunu tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berdaya dalam menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. (elka)

Meimonews.com – Guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mengeluarkan kebijakan keringanan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) pertama sebesar 25 persen.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus pada pertemuan dengan para dealer otomotif di Kantor Gubernur Sulut, Jln. 17 Agustus Manado, Selasa (24/2/2026),

Mendampingi Gubernur pada pertemuan tersebut Kepala Bapenda June E. Silangen, Kabid Pajak Paultje Salawati, dan Kepala UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Pengelola Pendapatan Daerah) Manado Michael Langelo

Pertemuan bersama para dealer otomotif yang beroperasi di wilayah Sulut tersebut guna membahas upaya mendorong pertumbuhan sektor otomotif serta memberikan peluang dalam membeli kendaraan bermotor untuk digunakan sebagai sarana mobilisasi kegiatan usaha.

 

Pertemuan yang dipimpin Gubernur tersebut membahas kebijakan pemberian keringanan BBN-KB pertama 25 persen. Kebijakan ini akan dilaksanakan melalui Bapenda Sulut sebagai bentuk stimulus ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa sektor otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah. Dengan adanya keringanan BBN-KB pertama ini, diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor pendukung.

“Melalui kebijakan keringanan ini, pemerintah berharap dapat memberikan stimulus bagi masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan baru,” ujar Gubernur.

Selain membantu meningkatkan penjualan di sektor otomotif, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian daerah, dan dengan akan adanya pembukaan ijin pertambangan rakyat kedepannya dapat memberikan stimulus ekonomi terutama didalam pembelian kendaraan bermotor baru untuk pengelolaan pertambangan rakyat.

Para perwakilan dealer otomotif yang hadir menyambut baik kebijakan ini dan menyampaikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung dunia usaha.

Mereka optimis bahwa kebijakan keringanan BBN-KB sebesar 25 persen tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan transaksi penjualan kendaraan di Sulawesi Utara.

Pihak dealer juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan kebijakan keringanan ini secara optimal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha otomotif, serta dukungan masyarakat, diharapkan kebijakan ini dapat menjadi stimulus nyata bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara, sekaligus meningkatkan penerimaan daerah secara berkelanjutan melalui sektor pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi momentum positif bagi pemulihan dan penguatan sektor perdagangan otomotif di daerah, serta memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Stimulus 25 persen ini, sebut June kepada Meimonews.com, usai kegiatan, akan juga berdampak positif dengan dibukanya pertambangan rakyat di Sulut.

“Ini mejadi batu loncatan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di mana koperasi sebagai leading sector,” ujar June.

Setiap koperasi, tambah pejabat karier ini, memerlukan stimulus. Dan kebijakan keringanan BBN-KB tersebut akan mendorong hal tersebut. (elka)

Meimonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (BSG) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2026 di Ballroom Kantor Pusat BSG, Manado, Kamis (12/2/2025).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam momen tersebut. Selain kinerja BSG tahun buku 2025, ada keputusan penting dilakukan, di antaranya pengangkatan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi baru.

Pertemuan strategis ini menegaskan keberhasilan BSG dalam menjaga pertumbuhan kinerja yang solid dan berkelanjutan selama periode 2023 hingga 2025 di tengah dinamika ekonomi yang ada.

Capaian kinerja keuangan 2025 berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, BSG berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan utama dibandingkan tahun sebelumnya:

Total aset meningkat menjadi Rp 23,67 triliun, tumbuh dari posisi Rp21,11 triliun pada tahun 2024. Kredit yang diberikan mencapai Rp 16,54 triliun, menunjukkan ekspansi fungs intermediasi yang sehat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 15,92 triliun.

Laba tahun berjalan, BSG sukses membukukan laba sebesar Rp 386,78 miliar, meningkat signifikan dari perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp 300,63 miliar.

Transformasi dan ekspansi strategis, perjalanan BSG dalam tiga tahun terakhir ditandai dengan berbagai langkah berani. Pada tahun 2023, BSG meresmikan Kantor Perwakilan Gorontalo serta Kantor Pusat baru di Kawasan Marina Plaza Manado, yang kini menjadi simbol transformasi BSG menjadi bank regional yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Di sisi layanan, fokus penguatan kualitas pada tahun 2025 membuahkan hasil membanggakan dengan masuknya BSG dalam jajaran 10 besar Bank dengan Pelayanan Terbaik versi Infobank.

Pengakuan ini diperkuat dengan raihan penghargaan Best Regional Bank in Service Excellence 2025 serta penghargaan dari jaringan ATM Bersama atas kinerja transaksi yang unggul.

Reputasi dan penghargaan nasional. Konsistensi BSG juga diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Peringkat A (idn) dari Fitch Ratings Indonesia yang mencerminkan kondisi keuangan stabil dan prospek usaha yang solid; Penghargaan The Best Performing Bank dari Infobank selama lima tahun berturut-turut (2020-2024).

Pengakuan kepemimpinan bagi Direktur Utama BSG Revino Maudy Pepah, yang masuk dalam jajaran Top 100 CEO versi Infobank pada tahun 2023 dan 2024; Paritrana Award atas komitmen terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Direktur Utama Revino Maudy Pepah, Direktur Kepatuhan Mutesa Holdin, Direktur Umum Joubert RJ Dondokambey, Direktur Operasional Louisa J. Parengkuan Direktur Dana Trisuri Rudiyanto Katili dan Direktur Kredit Esther Rampengan

Dalam RUPS, beberapa kepala daerah antara lain Gubernur Gorontalo, Bupati Minahasa Utara, Bupati Boalemo, Bupati Sangihe, dan Bupati Bolaang Mongondow Utara memberikan masukan strategis, antara lain meningkatkan produk digital, memperkuat tata kelola dan ekspansi bisnis agar BSG dapat makin berkembang ke depan.

Direktur Utama Revino Maydi Pepah dalam pemaparan kinerja Perseroan menyampaikan bahwa kinerja keuangan BSG sepanjang tahun 2025 bertumbuh dan menyentuh laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Namun masih banyak kekurangan yang akan diperbaiki di sepanjang tahun 2026 agar bisnis BSG lebih diversifikasi, antara lain melakukan ekspansi bisnis yang berkualitas, optimalisasi biaya serta penguatan tata kelola, agar dapat menunjang keberlanjutan Rencana Bisnis Bank.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus memberikan apresiasi kepada para Pengurus dan seluruh insan BSG selama tahun buku 2025, atas dedikasi dan kerjakeras hingga BSG dapat bertumbuh op􀆟mal di tengah gejolak ekonomi selama tahun 2025.

Gubernur meminta agar semangat dan kerja keras tersebut dibawa terus di tahun 2026 sehingga dapat meningkatkan laba yang berimbas pada meningkatnya dividen/PAD untuk pemerintah. “Seluruh kepala daerah, sebagai pemegang saham dan nasabah, wajib menabung dan mengajak masyarakat untuk simpan uang di BSG” ujarnya.

Dalam RUPS Luar Biasa, selain memaparkan capaian kinerja, disepakati sejumlah langkah strategis kelembagaan. Salah satu agenda utama adalah penetapan perubahan susunan pengurus perseroan untuk memperkuat tata kelola dan menjawab tantangan industri perbankan di masa depan. (Baca : Hasil RUPS LB Tahun 2026, Dirut Tetap Dipegang Revino M. Pepah, Komut Berganti dari RML ke GSVL)

Komisaris Utama dijabat Godbless SV Lumentut, Komisaris Independen Jaclyn Koloay, Rania Riris Ismail dan Djafar Alkatiri, Komisaris Diane ND dan Max Kembuan.

Dengan dukungan penuh dari para pemegang saham dan kinerja yang terus bertumbuh, BSG kian memantapkan posisinya sebagai mitra pembangunan daerah yang terpercaya sekaligus bank pembangunan daerah yang diperhitungkan di kancah nasional. (elka)