Meimonews.com – Organisasi Mahasiawa (Ormawa) Himpunan Mahasiswa Sumber Daya Perairan (Himawasuper) Program Studi (Prodi) Managemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat menggelar Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa.

Seminar yang dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Dekan ((Wadek) 3 FPIK Unsrat James Paulus mewakili Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran ini mengusung tema Berbagi hasil riset, mengembangkan ilmu perikanan dan kelautam untuk masa depan.

Kegiatan yang didampingi Pembina Mahasiswa Rose Mantiri (Dosen FPIK Unsrat) ini menampilkan hasil penelitian dari sejumlah mahasiswa.

Wadek 3 FPIK Unsrat James Paulus (mewakili Dekan Ockstan Jurike.Kalesaran) saat memberikan sambutan pada acara pembukaan seminar

Wadek 2 FPIK Unsrat mengapresiasi inovasi dan kreativitas dalam kegiatan akademik ini, terutama mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk seminar.

Kegiatan ini, sebutnya, merupakan kegiatan pertama kali di lingkup Unsrat, yang berkegiatan di tingkat Program Studi, tetapi ruang lingkup kegiatannya tingkat Fakultas.

“Ada multiply efeck dari kegiatan ini mulai dari mahasiswa berprestasi sampai kinerja dosen pada sistem remunerasi,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah.

Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama.

‘Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” ujar Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria ketika membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Pusat Unsrat, Rabu (28/1/2026).

Dijelaskan, patriotik, yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih, yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Dan berempati, yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya. Yang tidak berpaling ketika melihat rakyatnya membutuhkan pertolongan.

“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” sebut Menpora pada kegiatan yang mengusung tema tema Patriotik, Gigih, Berempati Pemuda Indonesoa.

Dikemukakan, dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Para pemuda Indonesia, diajak untuk berrmimpi setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani.

“Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” ajaknya.

Upacara memperingati Sumpah Pemuda di lingkungan Unsrat dilaksanakan di unit kerja masing-masing. Khusus di halaman Kantor Pusat dihadiri pimpinan dan staf serta satuan kerja tingkat universitas di mana bertindak sebagaii inspektur upacara adalah Wakil Rektor 1 mewalilki Plt Rektor Jamaluddin Jompa. (FA)

Meimonews.com – Guna mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat, Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto di dampingi Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid,, PJU Polda Sulut, PJU Polresta Manado, serta personel Polresta Manado melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al Mahsyur Istiqal, Kampung Arab, Kota Manado., Jumat (23/10/2026).

Ibadah Sholat Jumat dipimpin Imam Hi. Thaha Bahmid dan khotib Hasyim Lahilote.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun komunikasi yang harmonis dengan umat beragama serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, jajaran kepolisian memanfaatkan momentum ibadah untuk menjalin silaturahmi dengan pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Kedekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Ibadah Sholat Jumat dipimpin Imam Hi. Thaha Bahmid dan khotib Hasyim Lahilote.

Kampung Arab sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kota Manado memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial dan keberagaman masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memelihara kerukunan serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis.

Kehadiran Kapolda Sulut di dampingi Kapolresta Manado, PJU Polda Sulut, PJU Polresta Manado dan personel Polri dalam kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir, mendengar aspirasi, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan.

Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Manado terus mendorong kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mewujudkan Kota Manado yang aman dan damai. (AF)

Meimonews.com – Arthur Gehart Pinaria dan Max Revolta John Runtuwene dipercayakan memimpin sebagai Ketua dan Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon (Balon) Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030.

Dalam pelaksanaan kerja, Pinaria yang saat ini menduduki jabatan Wakil Rektor 1 (Bidang Akdemik)  Unsrat dan Runtuwene yang saat ini menduduki jabatan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP Unsrat) akan dibantu 11 (sebelas) anggota panitia.

Kesebelas anggota tersebut adalah SLHV Joyce Lapian, Robert Molenaar, Odi R. Pinontoan, Carolus P. Paruntu, Rene Charles Kepel, Lucia IR Lefrandt, Stenly Wullur, Wulan PJ Kaunang, Frederik G. Worang, Johny Budiman, Olivia A. Waworuntu, Feky R. Mantiri, dan Chreisye KF Mandagi.

Pengangkatan Panitia Penjaringan Balon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 dilakukan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa lewat surat keputusan nomor 2212/UN22/LL/2026 tertanggal 14 Oktober 2026.

Panitia Penjaringan Balon Rektor baru Unsrat berkomitmen agar proses pelaksanaan tahapan-tahapan yang ada bisa berjalan lancar, baik dan sukses.

Pinaria dan Runtuwene yang dihubungi Meimonews.com secara terpisah, Kamis (22/10/2026) menegaskan komitmen mereka untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan yang ada/berlaku.

Diketahui (baca Meimonews.com : Senat Unsrat Terbitkan Surat Keputusan Jadwal Pemilihan Rektor Unsrat, Berikut Jadwal Lengkapnya) proses pemilihan Rektor baru Unsrat ada empat tahapan yakni Penjaringan, Penyaringan, Pemilihan, serta Penetapan dan Pelantikan. (FA)

Meimonews.com – Setelah melalui proses beberapa kali rapat, Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) telah menerbitkan surat keputusan (SK) Jadwal Pemilihan Rektor Unsrat Periode 2026-2030.

“Ya, Senat Unsrat telah menerbitkan SK Jadwal Pemilihan Rektor baru Unsrat untuk empat tahun ke depan,” ujar Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 Arthur Gehart Pinaria (Wakil Rektor 1 Unsrat) kepada Meimonews.com via telefon, Kamis (22/10/2026).

Ada empat tahapan yang akan dilalui sampai terpilih dan dilantiknya Rektor baru yang akan memimpin universitas yang memiliki visi Bersama Menata Universitas Sam Ratulangi Menjadi Universitas Unggul dan Berbudaya Berstandar Internasional, sebagaimana disebutkan dalam SK nomor 2270/UN12.34/LL/2026.

Empat tahapan itu adalah Penjaringan, Penyaringan, Pemilihan, serta Penetapan dan Pelantikan.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 Max RJ Runtuwene (Kepala LPMPP Unsrat) lantas merincikan kegiatan-kegiatan pada empat tahapan tersebut.

Tahapan penjaringan ada 11 kegiatan yakni pertama, Pembentukan Panitia Penjaringan Bakal.Calon (balon) Rektor periode 2026-2030 berdasarkan Peraturan Senat no. 3 tahun 2026 tentang Tata Tertib (tatib) Pemilhan Rektor (Pilrek) tanggal 14 Oktober 2026. Kedua, Rapat panitia penjaringan balon Rektor periode tahun 2026 tentang Tahapan kegiatan, penjaringan, penyaringan, pemilihan serta penetapan dan pelantikan (15 Oktober).

Ketiga, Rapat senat tentang Perubahan tatib Pilrek dan penetapan tahapan kegiatan penjaringan, penyaringan serta penetapan dan pelantikan (21 Oktober). Keempat, Revisi SK pembentukan panitia berdasarkan Peraturan Senat no. 4 tahun 2026 tentang tatib Pilrek (21 Oktober).

Kelima, Sosialisasi tahap Pilrek (22-31 Oktober). Keenam, Pendaftaran balon Rektor (2-6 November). Ketujuh, Perpanjangan pemdataran jika pendaftar kurang darin4 balon Rektor (9-11 November). Kedelapan, Seleksi administrasi yang meliputi meneliti kelengkapan dokumen persyaratan balon Rektor; melakukan verifikasi administratif terhadap dokumen persyaratan; dan meminta klarifikasi, perbaikan atau kelengkapan dokumen kepada balon Rektor. (12-18 November).

Kesembilan, Penyampaian hasil penjaringan balon Rektor kepada senat (19 Oktober). Kesepuluh, Pengajuan keberatan balon Rektor dan jawaban tertulis dari panitia penjaringan (20-23 November). Kesebelas, Penetapan/pengumuman hasil balon Rektor (24 November).

Untuk tahap penyaringan, ada empat kegiatan yakni pertama, penyampaian visi, misi dan program kerja balon di hadapan rapat senat terbuka (25 November). Kedua, penilaian dan penetapan tiga calon Rektor (carek) oleh senat Unsrat dalam rapat senat tertutup yang dapat dihadiri pejabat kementerian yang ditunjuk oleh Mendiktisaintek (25 November).

Ketiga, senat menyanpaikan tiga nama carek kepada Mendiktisaintek (26 November). Keempat, penelusuran rekam jejak carek (asesmen dan wawancara Kemendiktisaintek (27 November-17 Desember).

Tahapan pemilihan, ada dua kegiatan yakni pilrek oleh senat Unsrat dan Mendiktisaintek (18 Desember), serta pengiriman hasil pilrek kepada Mendiktisaintek (19 Desember).

Untuk tahapan penetapan dan pelantikan, akan dilakukan oleh Mendiktisaintek yang waktunya disesuaikan. (FA)

Meimonews.com – Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS, Profesi dan Sarjana Gelombang II TA 2026/2027.

Pelaksanaan wisuda di auditorium Unsrat Manado, Kamis (22/10/2026) yang diadakan dua sesi yakni sesi pagi dan sesi siang ini dihadiri pimpinan dan anggota universitas, pimpinan dan staf Unsrat, pimpinan dan staf Fakultas se-Unsrat, pejabat mewakili Gubernur Sulut serta para wisudawan dan keluarga.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 1.299 orang yang diwisuda pada gelombang II TA 2026/2027.

Sesi pagi diikuti 706 lulusan dengan perincian Program Doktor (S3) 10 orang, Program Magister (S2) 60 orang, Program Pendidikan Profesi Insinyur 1 orang,, dan Program Sarjana (S1) 635 orang.

Untuk sesi siang 593 lulusan dengan perincian Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS-1) 21 orang, Program Pendidikan Profesi 17 oramg, dan Program Sarjana (S1) 555 orang.

“Dengan demikian, sampai sekarang ini, lulusan Universitas Sam Ratulangi seluruhnya berjumlah 125.768 lulusan,” ujar Pinaria.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutannya menegaskan, semangat Sumpah Pemuda juga sangat dekat dengan makna wisuda. Para pemuda dari berbagai latar belakang menunjukkan, perbedaan dapat dipertemukan dalam tujuan bersama. Semangat tersebut perlu dilanjutkan melalui kerja dan pengabdian.

“Jagalah persaudaraan yang telah tumbuh selama masa studi. Perluas pergaulan Saudara, hormati orang yang berbeda pendapat, dan bangun kerjasama untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ujarnya.

Di ruang digital pun, sambungnya, tunjukkan kedewasaan sebagai insan terdidik. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sampaikan pendapat dengan santun. Gunakan pengetahuan untuk membantu masyarakat
memahami persoalan dengan lebih jernih.

Menurut Jompa, sesudah hari ini, perjalanan para wisudawan akan menempuh arah yang berbeda. Ada yang melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau kembali ke daerah asal untuk mengabdi. “Apa pun jalan yang saudara pilih, saya ingin menitipkan tiga pesan,” ujarnya.

Pertama, teruslah belajar. Dunia akan terus berubah, dan para wisudawan perlu tumbuh bersama perubahan itu. Bersikaplah terbuka terhadap pengetahuan baru. Jangan malu bertanya atau memulai sesuatu dari dasar. Kemauan belajar akan membantu para wisudawan.menemukan peluang dan menghadapi tantangan.

Kedua, jagalah integritas. Akan ada situasi yang menguji kejujuran dan prinsip para wisudawan. Pertimbangkan setiap keputusan dengan hati-hati. Pilihlah langkah yang dapat dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan.

Ketiga, jadikan ilmu para wisudawan bermanfaat. Mulailah dari lingkungan terdekat. Bantulah menyelesaikan persoalan yang para wisudawan pahami. Sumbangkan gagasan, tenaga, dan keahlian dengan sungguh-sungguh. Pengabdian dapat dimulai melalui pekerjaan sehari-hari yang dilakukan dengan baik.

“Sebagai alumni Universitas Sam Ratulangi, Saudara membawa semangat Si Tou Timou Tumou Tou: manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Rawatlah semangat itu melalui kepedulian dan kesediaan membantu orang lain tumbuh,” ujar Jompa. (FA)

Meimonews,com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (FPIK) Unsrat menggelar Diskusi Akademik Perspektif Tenurial Perempuan dalam Tata Kelola Pesisir dan Restorasi Mangrove di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di auditorium FPIK Unsrat, Rabu (21/10/2026) ini diikuti 75 peserta yang adalah dosen, mahasiswa serta alumni FPIK Unsrat.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Diskusi Akademik Florence Verra Longdong, ada tiga tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, mendapatkan masukkan akademik untuk usulan kebijakan penguatan restorasi mangrove dengan pendekatan pemberdayaan perempuan.

Kedua, desiminasi hasil studi awal situasi tenurial perempuan di wilayah pesisir di Indonesia. Ketiga, memperkuat suara perempuan pesisir untuk mendorong kebijakan yang menjamin tenurial perempuan dalan tata kelola restorasi wilayah pesisir.

Diskusi Akademik ini menghadirkan CRH Manager YCP dan Direktur YBT.

Setelah pemaparan hasil kajian literatur YCP, ada pembahasan tanggapan akademik oleh empat pakar yakni Rignolsa Djamaludin, Denny Karwur, Stephanus V. Mandagi, dan Reiny A. Tumbol.

Setelah itu, ada tanggapan dari peserta yang diawali pertanyaan pemantik untuk mendapatkan masukkan akademik, serta perumusan catatan dan kesimpulan sementara sebagai draf awal masukkan hasil diskusi untuk masukkan draf Policy Brief.

Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Dekan 1 Daisy Monica Makapedua ketika membuka kegiatan menjelaskan, ekosistem mangrove bukan sekadar kumpulan pepohonan yang tumbuh di wilayah pesisir.

Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pantai, menjadi habitat berbagai organisme, menyimpan karbon, sekaligus menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, keberhasilan konservasi dan restorasi mangrove tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam atau berapa luas kawasan yang dipulihkan.

“Kita juga perlu bertanya, siapa yang terlibat dalam pengambilan keputusan ? Siapa yang memiliki akses dan kontrol terhadap sumber daya ? Dan siapa yang memperoleh manfaat dari upaya konservasi tersebut ?” sebut Dekan.

Ditambahkan, dalam konteks inilah, keterlibatan perempuan pesisir menjadi sangat penting. Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pemilik pengetahuan lokal, pelaku pengelolaan sumber daya, dan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

“Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjembatani kebutuhan ekologis, keadilan sosial, dan kebijakan publik. Melalui diskusi ini, saya berharap lahir pandangan yang kritis, konstruktif, dan berbasis bukti ilmiah,” sebut Makapedua mengutip Dekan.

Lebih dari sekadar pertukaran gagasan, pertemuan ini, sambungnya, diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, aplikatif, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pimpinan FPIK Unsrat menyampaikan apresiasi kepada YCP, YBT, para akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kerjasama ini terus berkembang melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di waktu yang akan datang. (FA)

Meimonews.com – Profesi kedokteran menempatkan mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji pada posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pasien datang dengan harapan untuk memperoleh pertolongan, rasa aman, dan kesembuhan.

Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada Sidang Terbuka Senat Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat yang dipimpin Linda Rotty (Ketua) dalam rangka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter dan Dokter Gigi di auditorium fakultas, Rabu (20/10/2026).

“Oleh karena itu, kemampuan ilmiah dan keterampilan klinis harus selalu disertai dengan empati, kejujuran, ketulusan, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia,” ujar Pinaria mengutip Plt Rektor.

Ada tiga hal penting yang ingin ditekankan kepada 45 dokter (16 dokter umum, 6 dokter gigi, dan 23 dokter spesialis) dilantik dan diambil sumpah/janji yang turut dihadiri Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Direktur SDM Yuna Laukati, serta undangan lainnya termasuk orangtua/keluarga yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya.

Hal oenting tersebut adalah pertama, junjung tinggi integritas dan etika profesi. Jadikan sumpah yang diucapkan hari ini sebagai komitmen yang terus hidup dalam setiap keputusan dan tindakan. Laksanakan pelayanan berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi, keselamatan pasien, dan prinsip kemanusiaan.

Kedua, utamakan keselamatan dan kepentingan pasien. Setiap pasien memiliki kondisi, kebutuhan, dan latar belakang yang berbeda. Layani mereka dengan adil, tanpa diskriminasi, serta dengan komunikasi yang baik dan penuh penghormatan. Ingatlah bahwa di balik setiap diagnosis terdapat manusia yang membutuhkan perhatian, pengertian, dan kepedulian.

Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat saat membacakan sambutan Plt. Rektor Unstat Jamaludin Jompa

Ketiga, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Ilmu kedokteran berkembang dengan sangat cepat. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan harus terus diperbarui melalui pembelajaran sepanjang hayat, penelitian, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan kolaborasi antartenaga kesehatan. Jadilah tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan etika dan nilai kemanusiaan.

“Khusus bagi para dokter spesialis, saya berharap saudara-saudara dapat menjadi rujukan keilmuan, teladan profesionalisme, serta mitra bagi pengembangan kompetensi tenaga medis lainnya.,’ sebut Plt. Rektor.

Bagi para dokter dan dokter gigi, diajak teruslah membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Menurut Plt. Rektor, Unsrat melalui Fakultas
Kedokteran, memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk pemerataan tenaga medis, peningkatan mutu layanan, perkembangan teknologi kesehatan, dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas serta terjangkau, para lulusan diharapkan mampu mengambil bagian dalam memberikan solusi nyata.

Disadari, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.

Dalam konteks ini, kehadiran tenaga medis yang kompeten, profesional, dan memiliki semangat pengabdian sangat dibutuhkan.
Saya berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut.

“Di mana pun saudara-saudara bertugas, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, institusi pendidikan, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya, berikanlah
pelayanan terbaik sesuai kompetensi dan tanggung jawab profesi,” ajaknya.

Sebelum melantik para dokter dan dokter gigi tersebut, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menegaskan, profesi dokter dan dokter gigi adalah profesi yang mulia dan luhur yang harus dijaga dan dipertahankan.

Untuk itu, Dekan mengingatkan lima hal penting. Pertama, senantiasa meningjatkan dan mengembangkan diri dalam keilmuan keahlian, dengan beroedoman pada pendidiksn sepanjang hayat. Kedua, mengembangkan ilmu kesehatan khususnys ilmu kedokteran dengan ikutserta dalam pendidikan dan pelatihan serta mencari penyelesaiannya masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pekayanan kesehatan.

Ketiga memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesi seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia, sesuai debgan etika kedokteran dan etika kesehatan.

Keempat, berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif dan bersifat terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah yang sama.

Kelima, kerendahan hati harus dipunyai oleh dokter dan dokter gigi yang baik. Kerendahan hati adalah perisai terhadap arogansi intelektual. Kerendahan hati harus sungguh-sungguh, tidak pura-pura dan tidak hanya dirasakan tetapi juga didemonstrasikan. Belas kasihan dan kerendahan hati terkadang mempunyai nilai terapi lebih beaar daripada technical skill atau intelektual brilliant. (FA)

Meimonews.com – Dies Natalis adalah kesempatan untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui, menilai pekerjaan yang masih harus diselesaikan, serta menetapkan langkah bagi kemajuan fakultas pada masa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Pinaria pada acara Puncak Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan Unsrat di aula fakultas, Selasa (20/10/2026).

Oleh karenanya, Pelaksana Tugas Rektor mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat (yang kini dipimpin Stanly OB Lombogia) untuk terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Selain itu, menghadirkan pembelajaran yang membentuk lulusan berintegritas, menguasai keilmuan, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.

Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulut Weldie Ruddy dalam sambutannya mengatakan, perayaan Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan kiranya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi, memperkuat ketahanan pangan hewani dan membangun peternakan yang maju, mandiri, modern serta berkelanjutan.

Gubernur juga mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat untuk memperkuat kolaborasi dan bekerja bersama demi mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju dan sejahtera sekaligus mendukung cita-cita besar Indonesia menuju kemandirian pangan. (FA)