Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar kegiatan Halal Bi Halal 1447 H / 2026 M di Training Center Fakultas Kedokteran Unima, Tondano, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah serta meneguhkan nilai toleransi di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unima Joseph Philip Kambey bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua Kerukunan Muslim Unima Arijani, serta panitia pelaksana yang diketuai Delly Sabudu.

Turut hadir pula pimpinan dan seluruh civitas muslim Unima yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Dalam rangkaian kegiatan, ceramah agama disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Utara Ulyas Taha.

alam tausiyahnya, Taha mengajak seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. (*/FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat kini memiliki 17 guru besar (profesor) menyusul adanya pengukuhan 4 guru besar dari Faperta bersamaan dengan 6 guru besar lainnya yang diselenggarakan pada sidang senat terbuka Unsrat di Aiudiitorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Keempat guru besar tersebut adalah Dedie Tooy, Dantje Tarore, Betsy Agustina Naomi Pinaria, dan Leonardus Ricky Rengkung.

Dengan bertambahnya jumlah guru besar di instutusi pendidikan yang didirikan pada 1 Mei 1960 ini maka Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy menyatakan bersyukur atas ketambahan guru besar ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran di halaman kampus fakultas yang memiliki visi Menjadi fakultas pertanian yang unggul, berbudaya, inovatif, bermakna, dan berkelas internasional terutama dalam layanan tridharma perguruan tinggi berbasis kawasan Wallacea ini, Tooy berterima kasih atas dukungan Rektor Unsrat dan jajaran

“Dan berharap dengan ketambahan guru besar ini squat fakultas dalam bidang keilmuan dan teknologi untuk lebih berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Bertambahnya empat guru besar ini disyukuri oleh pimpinan, staf dan pegawai serta sivitas akademika fakultas.

Setelah pengukuhan di Auditorium Unsrat, keempat guru besar, pimpinan, staf dan sejumlah dosen serta keluarga mereka yang dikukuhkan berarak dengan berjalan kaki menuju kompleks fakultas.

Setelah sampai di tempat pelaksanaan syukuran, mereka yang dikukuhkan disambut dengan penyematan bunga oleh Ketua Senat Fakultas Jantje Pelealu (mantan Dekan) dan musik, kemudian dilanjutkan dengan ibadah.

Sebelum makan siang bersama dan sesi foto-foto, keempat guru besar di dampingi istri/suami memberikan sambutan singkat.

Suasana gembira mewarnai acara syukuran ini. Persembahan lagu oleh beberapa pimpinan dan staf prodi berkumandang menyemarakkan acara.

Turut hadir pada acara syukuran ini, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Wakil-wakil Rektor. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 10 guru besar (profesor) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dikukuhkan dalam sidang senat terbuka Unsrat yang dipimpin Ralf Kairupan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Pengukuhan ini berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenediktisanitek RI) Brian Juliarto yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu.

Kesepuluh guru besar tersebut adalah Steenie Edward Walla, Tiny Mananoma, Dolfie Paulus Pandara, Henny Lieke Rampe, Joy Elly Tulung, Dedie Tooy, Dantje Taroreh, Betsy Agustina Naomi Pinaria, Leonardus Ricky Rengkung, dan
Carnels Djelfie Massie,

Sebelum dikukuhkan, para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah (secara singkat) di hadapan pimpinan dan anggota senat universitas, pimpinan unsrat dan fakultas, serta tamu/undangan termasuk Kepala Bapelitbang Sulut, Dewan Pengawas Kemendiktiaaintek, Kabidkum Polda Sulut dan keluarga guru besar yang dikukuhkan.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengatakan, hari ini, di ruangan ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan panjang itu. Menjadi guru besar bukan perjalanan yang singkat.

“Di balik toga dan gelar profesor yang hari ini dikenakan, ada malam-malam panjang yang diisi penelitian, ada lelah yang sering disimpan dalam diam, ada kegagalan yang dilalui dengan ketekunan, dan ada doa keluarga yang tidak pernah berhenti menyertai,” ujarnya.

Karena itu, sambung Rektor, pengukuhan hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi tetapi juga kebanggaan keluarga, kebanggaan Unsrat dan kebanggaan masyarakat Sulut.

“Hari ini Universitas Sam Ratulangi bersyukur karena memiliki 10 guru besar baru yang akan menjadi cahaya bagi generasi muda, menjadi penggerak lahirnya inovasi dan menjadi suara akademik yang membawa solusi bagi masyarakat,’ tandas Rektor.

Gubernur Sulut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas mengatakan, guru besar adalah pencapaian luar biasa yang diraih nelalui proses panjang, penuh dedikasi, kerja keras dan ketekunan.

“Tidak semua orang mampu mencapai titik ini, sehingga apa yang diraih hari ini patut disyukuri dan dibanggakan,” ujar Lukas,

Guru besar, menurut Gubernur, bukan sekedar capaian akademik tertinggi melainkan simbol tanggung jawab yang besar. Di balik gelar tersebut, tersimpan harapan agar para.guru besar mampu menjadj pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidik yang membenruk generasi unggul sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Dengan demikian, seorang guru beaar tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga kebijakaanaan serta kemampuan untuk menghadirkan dampak nyata,’ sebutnya. (FA)

Meimonews.com – Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) terus memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan berbagai instansi penting termasuk di daerah Sulawesi Utara.

Itu terlihat ketika Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XIII/Merdeka, Manado, Rabu (6/5/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Unsrat dalam mempererat silaturahmi serta menjajaki peluang kerjasama lintassektor antara dunia pendidikan tinggi dan institusi militer.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor Unsrat menyampaikan bahwa sinergi antara Unsrat dan Kodam XIII/Merdeka memiliki potensi besar, terutama dalam bidang penguatan wawasan kebangsaan, pengabdian masyarakat, hingga riset teknologi terapan yang relevan dengan pertahanan wilayah.

Sebagai institusi pendidikan terbesar di Sulawesi Utara, Unsrat memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mencetak intelektual, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air.

“Kolaborasi dengan Kodam XIII/Merdeka adalah langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Rektor yang.adalah juga Ketua Pengurus Daerah KB FKPPI Sulut. (FA)

Meimonews.com – Pembukaan Paskah Yesus Kristus tahun 2026 Unsrat Manado yang ditandai pelepasan burung ke udara oleh Rektor Unsrat Manado diselenggarakan Kantor Pusat Urusan Internasional Unsrat Manado, Rabu (6/5/2026).

Di momen penuh hikmat dan kebijaksanaan yang mengusung tema Dalam terang kebangkitan Kristus Unsrat bertumbuh dalam mutu, berdampak bagi sesama dan berwawasan Internasional ini diwarnai kegiatan donor darah.

Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menjelaskan, perayaan Paskah memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Kristiani.

Paskah mengingatkan kita tentang kasih, pengorbanan, pengharapan, pembaruan hidup dan kemenangan.

“Donor darah adalah tindakan sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar, setetes darah kita dapat menjadi harapan menyelamatkan nyawa sesama,” ujarnya.

Rektor berharap semangat Paskah terus menginspirasi kita semua dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kegiatan Paskah tahun ini dilaksanakan oleh panitia yang dketuai Liany Amelia Hendrata dengan Wakil Ketua Golda Juliet Tulung, Sekretaris Dedie Tooy dan Bendahara Max RJ Runtuwene. (FA)

Meimonews.com – Dua poin penting terkait Aksi Demonstrasi di Polda Sulut, baru-baru diklarifikasi pimpinan Unsrat saat Konferensi Pers yang diadakan di ruang rapat kantor pusat Unsrat, Manado, Selasa (5/5/2026).

Dari pimpinan Unsrat hadir Wakil Rektor 3 Ralfie Pinasang dan Wakil Rektor 2 Royke Iwan Montolalu (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) di dampingi Humas Unsrat Philips Morse Regar dan Gabriel Senduk. Turut hadir Ketua BEM Unsrat Solideo Saul dan Ketua MPM Unsrat Justin Anlo,

Kedua poin penting tersebut adalah keikutsertaan 3 (tiga) dosen dan mahasiswa Unsrat serta tudingan adanya korupsi dana sertifikasi dosen (serdos).

Terkait adanya dosen yang terlibat dalam aksi demonsteasi tersebut, Pinasang menegaskan,
keterlibatan oknum dosen Unsrat pada aksi demonstrasi di Polda Sulut, baru-baru tidak terkait dengan institusi Unsrat. Itu adalah aksi pribadi.

Kehadiran tiga dosen tersebut, menurut Ralfie, bukan bagian dari sikap ataupun agenda resmi institusi kampus. Itu dilakukan mereka secara personal dan tidak ada izin dari pimpinan institusi, sebagaimana aturan yang berlaku bagi aparatir sipil negara (ASN).

Ketiga dosen tersebut, tambahnya akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh pihak rektorat.

Terkait dengan adanya demonstran mahasiswa Unsrat, Pimpinan Unsrat didukung BEM dan MPM Unsrat menegaskan tidak benar adanya mahasiswa Unsrat dalam akai demonstrasi tersebut.

Status mereka yang ikut demo itu adalah alumni, bukan mahasiswa aktif. ‘Kami sudah melakukan koordinasi dan pengecekan secara internal, ternyata yang terlibat bukan mahasiswa, melainkan alumni,” ujar Pinasang.

Pimpinan Unsrat juga membantah dugaan penyalahgunaan dana sertifikasi dosen (serdos) seperti yang disuarakan saat aksi demonstrasi karena mekanisme pembayaran serdos sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Unsrat hanya menyalurkan. Jadi tuduhan adanya korupsi ataupun penahanan dana itu tidak benar,” tandasnya.

Dijelaskan, ada dosen yang belum menerima hak serdos karena sedang menjalani sanksi administratif berupa pemberhentian sementara dari jabatan akademik. Keadaan tersebut otomatis berdampak pada penghentian hak jabatan selama masa sanksi berlangsung.

Keputusan tersebut, menurut Montolalu, telah sesuai mekanisme dan sudah dilaporkan kepada Kementerian terkait.

Dijelaskan, salah satu dosen yang terlibat aksi sebelumnya pernah dikenai sanksi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemensiktisaintek) terkait dugaan kasus bullying. Faktor itu menjadi pertimbangan kampus dalam kebijakan akademik tertentu, termasuk pemberian kesempatan penelitian.

Unsrat memastikan akan memproses persoalan ini sesuai ketentuan disiplin ASN sebagainana diatur dalam PP No. 94 tahun 2021.

Ralfie menyebutkan bahwa klarifikasi tetap dilalukan untuk mengetahui fakta sebenarnya termasik motif dan tujuan keterlibatan para dosen tersebut pada aksi demonstrasi di Polda Sulut. (FA)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di halaman kantor Pusat Unima, Tondano, Senin (4/5/2026).

Upacara yang diikuti pimpinan, staf dan pegawai di lingkungan Unima ini dipimpin Rektor Unima Joseph Philip Kambey.

Rektor membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Brian Yuliarto pada peringatan yang mengusung tema Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Tema ini, sebut Rektor membacakan sambutan Mendiktisaintek RI, sejalan dengan Asta Cita keempat Preiden RI Prabowo Subianto.

Selain itu, menjadi orientasi pembangunan Kemendiktisaintek yang tertuang dalan Renstra 2025-2029 dengan visi Terwujudnya pendidikan tinggi  sains dan teknologi yang inklusif, adaptif dan berdampak dalam mewujudkan transformasi bangsa meuju Indonesia Emas 2045.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai wujud komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan ini diisi pula dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada para PNS yang telah mengabdi secara terus-menerus selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.

Selain itu, Rektor turut memberikan apresiasi kepada 4 program studi (prodi) yang berhasil meraih akreditasi Unggul yakni prodi.Ilmu Kesehatan Masyarakat, prodi Pendidikan Bahasa Inggris, prodi Akuntansi dan prodi Geografi.

Tak kalah menarik, di momen ini, Rektor memberikan pula apresiasi kepada Orbanus Naharia, dosen Unima yang menjadi satu-satunya perwakilan Sulawesi Utara dalam meraih pendanaan Bestari Saintek. (FA)

Meimonews.com – Momen penuh sukacita mewarnai Penamatan Siswa SMA Negeri Negeri 8 (Smandel) Manado yang dilaksanakan di aula sekolah, jalan Politeknik Kairagi Dua Manado, Selasa (5/5/2026).

Ada sebanyak 357 siswa (189 laki-laki dan 168 perempuan) yang dalam tahun ajaran 2025/2026 yang telah dinyatakan selesai belajar di institusi pendidikan menengah atas yang memiliki visi Terwujudnya manusia unggul yang bernapaskan Pancasila ini. 351 siswa telah dinyatakan lulus sementara 6 siswa masih ditangguhkan kelulusannya karena harus menyelesaikan tagihan dalam ujian esai.

Walaupun dalam suasana sederhana merujuk pada aturan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Suut namun para siswa yang telah tiga tahun (6 semester) belajar dan lulus pada ujian akhir tetap dengan penuh sukacita mengikuti acara penamatan.

Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix Maryani Ngantung dalam sambutannya mengungkapkan, tidak terasa hari ini akhirnya tiba di mana adik-adik siswa mengakhiri tugas belajar selama 3 tahun di SMA Negeri 8 Manado.

Kebersanaan selama 3 tahun belajar di SMA Negeri 8 Manado, prestasi-prestasi yang telah diraih selama ini, proses belajar yang sudah dijalani semuanya telah dilalui dan dinikmati bersama. Dan itu akan menjadi kenangan. Kenangan yang manis selama berada di sekolah ini.

Setelah ini, sebutnya, anda (para lulusan) akan menapaki dunia yang lebih luas lagi. Bukan lagi sebatas di lokasi sekolah tetapi akan melangkah ke dunia yang lebih luas lagi. Ada yang ke perguruan tinggi di Sulut tapi ada yang akan keluar daerah atau dunia kerja. Itu masa depan anda.

“Selaku Kepala Sekolah, saya menyampaikan banyak selamat kepada semua siswa kelas 12 yang telah menyelesaikan tugas belajar selama 3 tahun di sekolah ini. Selamat berjuang menghadapi hari esok,” ujarnya,

Kepala sekolah penggerak kreatif dan inovatif ini mengemukakan, cita-cita anda (para lulusan) masih panjang. Masih jauh. Masih banyak yang bisa diraih. Bawalah nama almamater, berikanlah yang terbaik di manapun berada.

“Tunjukkanlah kemampuan diri anda sendiri. Berbaktilah kepada keluarga, kepada gereja, kepada agama dan kepada masyarakat dan negara. Dan terlebih berikanlah diri anda yang terbaik untuk dunia,” ujarnya.

Ketika memberikan sambutan, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Daerah Sulut Jefri Umboh (mewakili Kadis Diksa Sulut Femny J. Suluh) menjelaskan, acara penamatan dan kelulusan adalah agenda resmi dari Pemerintah Provinsi Sulut karenanya telah diterbitkan surat edaran untuk dilakukan oleh setiap sekolah. Oleh karena itu, terima kasih kepada Kepala SMA Negeri 8 Manado yang telah merealisasikan isi edaran tentang acara penamatan/kelulusan siswa seperti sekarang ini.

“Ini (kesederhaan) adalah bagian dari dunia pendidikan menunjang program nasional tentang efisiensi tidak perlu berbiaya mahal. Sederhana tapi tidak boleh mengurangi semangat dan kebahagiaan kita,” tandasnya.

Karena apa yang diawali adik-adik di sini, juga adalah bagian dari kesukacitaan dari Dinas Pendidikan Daerah Sulut karena telah menyelenggarakan program pendidikan secara luas.

Apa yang didapat selama belajar di sekolah ini menjadi bekal/modal di kemudian hari. Mulai besok, kalian (para lulusan) akan berada di lingkungan yang lebih luas. Tidak lagi datang jam 06.30 ke sekolah dan pulang jam 15.00. Status siswa tidak ada lagi. Anda sudah berada di tengah-tengah masyatakat.

Dinamika yang ada di lingkungan sosial masyarakat jauh lebih maju, jauh lebih rumit dan sulit untuk dihadapi. Semangat yang diberikan selama di SMA Negeri 8 Manado menjadi modal kuat bagi adik-adik untuk masuk ke dunia modern saat ini.

Diungkapkan, Sulawesi Utara yang mengikuti ujian tahun ini (kelas 12) ada 20.126. SMA Negeri 8 Manado mampu menjadi penyelenggara pendidikan di atas rata-rata. SMA Negeri 8 telah memberikan peran yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara.

“Tetaplah berprestasi. Ingat anda 3 tahun hidup di sekolah ini. Ketika anda meninggalkan sekolah ini, ingat yang anda harus buat. Sekecil apapun itu untuk kemajuan SMA Negeri 8 Manado yang dicintai bersama ini,” pesan Kabid Dik SMA Dikda Sulut.

Setelah sambutan dari Ketua Komite Smandel Manado Johanes Don Bosco diadakan penyerahan secara simbolis ijasah kepada siswa perwakilan kelas.

Penyerahan dilakukan oleh Kabid Dik SMA Dikda Sulut di dampingi Kepala Sekolah, Ketua Komite Smandel Manado serta disaksikan para wakil Kepala Sekolah, para wali kelas serta guru dan staf. (Fer)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie berharap prestasi yang ditunjukkan pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) menjadi sarana untuk mengangkat derajat sesama manusia.

Harapan tersebut disampaikan Rektor Unsrat pada acara Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang diadakan di Lantai 4 Gedung Rektorat Manado, Senin (4/5/2026).

“Pestasi yang kalian tunjukkan hari ini menjadi sarana untuk mengangkat derajat sesama manusia melalui karya dan pengabdian,” ujar Rektor.

Harapan Rektor tersebut sejalan dengan pesan pahlawan nasional GSSJ Ratulangi yakni “Si Tou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain).

Dikemukakan, Pilmapres bukan sekadar ajang adu kecerdasan akademik, tapi mencari sosok yang memiliki keseimbangan antara hard skills dan soft skills, juga mencari mahasiswa yang tidak hanya pandai di atas kertas, tetapi memiliki kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi yang unggul.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak dalam sambutannya menjelaskan, maksud dan tujuan dari kegiatan yang bersifat agenda tahunan yang kali diselenggarakan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Munawir berharap kegiatan Pilmapres ini dapat menjadi cermin-cermin yang memantulkan seberapa jauh perguruan tinggi berhasil melahirkan insan yang utuh yaitu mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik.

“Tapi juga kuat secara karakter, matang dalam kepemimpinan dan siap untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (FA)