Meimonews.com – Tim Penilai Uji Petik Nomine Pemerintah Kota Manado memgadakan pertemuan dengan Walikota Manado Andrei Angouw di Ruang Rapat Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Kadin Manado, serta undangan lainnya tersebut terkait dengan Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Kota Manado.
Penilaian Kinerja PTSP dan PPB merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pelayanan perizinan sekaligus melihat berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang semakin baik.
Penilaian ini juga mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, efektivitas pelayanan, serta kualitas tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam penilaian kinerja PTSP, sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain efektivitas kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta standar pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP).
Sementara itu, penilaian kinerja PPB mencakup berbagai aspek terkait kecepatan, kemudahan, dan kepastian dalam pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko bagi investor maupun pelaku usaha.
Dalam pertemuan tersebut, tim penilai juga melakukan wawancara dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait penyelenggaraan pelayanan PTSP dan berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan.
Tim penilai turut memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pelayanan.
Kota Manado sendiri telah tiga kali masuk dalam nominasi penilaian kinerja PTSP dan PPB dan pada penilaian sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional.
Tim penilai berharap Pemerintah Kota Manado dapat menjaga konsistensi kinerja yang selama ini telah berjalan dengan baik serta terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.
Setelah penyampaian hasil dan arahan dari tim penilai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dari Tim Penilai kepada Walikota Manado. (elka)
Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof. Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).
Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.
Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.
“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.
“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.
Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.
“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)
Meimonews.com – Rektor Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar Jamaluddin Jompa diangkat Kementerian Pendidilan Tinggi, Sains dan Teknolpgi (Kemendiktisantek) RI sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggantikan Oktovian Berty Alexander Sompie.
“Benar telah ada Plt Rektor Unsrat berdasarkan SK Kemendiktisaintek RI menggantikan Prof Sompie,” ujar Wakil Rektor 4 Unsrat Steenie Edward Wallah kepada Meimonews.comvia telefon, Rabu (5/8/2026).
Humas Unsrat Max Rembang, yang dihubungi sebelumnya, mengakui hal yang sama bahwa sudah ada Plt. Rektor Unsrat. “Saat ini sedang ada rapat yang dipimpin Plt Rektor,” ujar Rembang.
Rapat perdana pimpinan Unsrat yang dipimpin Plt Rektor Jamaluddin Jompa
Sesuai perkembangan yang ada, setelah pengangkatannya sebagai pimpinan universitas kebanggaan masyarakat Sulut ini, Jompa langsung bergerak cepat dengan mengadakan rapat perdana.
Rapat yang diadakan di ruang rapat Rektor ini dihadiri Ketua Senat Unsrat, para Wakil Rektor, para Kepala Lembaga dan Biro serta para Dekan se-Unsrat. (FA)
Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).
Apel tersebut, menurut Walikota, menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personil dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.
Apel ini juga digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok
Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, menegaskan, Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.
“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.
Melalui apel tersebut, sambung Kapolresta seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.
Kepada.masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Hadir pada apel yang dipimpin Walikota Manado yang juga membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie ini adalah Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Rotinsulu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, jajaran TNI-Polri, personil Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta undangan lainnya. (FA)
Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administrasi maupun pengelolaan keuangan.
Penegasan tersebut disampaikan Walikota membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Berbasis Aplikasi E-Integrity, yang diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Senin (3/8/2026).
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut Heru Setiawan, selaku narasumber utama, Sekretaris Inspektorat Kota Manado, para kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.
Penilaian SPIP tidak hanya dua hal tersebut, “tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Penerapan SPIP secara konsisten, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.
Oleh karenanya, Walikota mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengikuti proses penilaian maturitas SPIP dengan sungguh – sungguh, termasuk melakukan penginputan data secara benar, lengkap, dan tepat waktu melalui aplikasi E-Integrity.
Menurut Walikota, data yang akurat menjadi dasar dalam mengukur tingkat kematangan sistem pengendalian intern serta menjadi acuan dalam penyempurnaan tata kelola pemerintahan di masa mendatang.
“Saya berharap setiap perangkat daerah dapat melakukan penginputan data penilaian maturitas SPIP Terintegrasi berbasis aplikasi E-Integrity dengan baik. Dengan demikian, kita dapat memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai tugas, fungsi, dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (elka)
Meimonews.com – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 digelar dengan fokus utama memperluas akses keuangan inklusif serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Sulawesi.
Pelaksanaan Rakorwil TPAKD SulutGo 2026 ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Kementerian, OJK, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan nasional dalam menciptakan ekosistem keuangan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Acara penting yang diadakan Rabu (29/7/2026) ini dihadiri jajaran pejabat tinggi pemerintah daerah, regulator, dan pimpinan perbankan, di antaranya Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Asisten 2 Setda Sulut (mewakili Gubernur Sulut) Christian Talumepa, Bupati Kabupaten Gorontalo, Bupati Minahasa Selatan, dan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud.
Ada juga Dirut Bank SulutGo Revino Maydi Pepah, Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar, Direktur Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah DMND-OJK Pusat Isan Hasani, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawaty serta Perwakilan Bank Indonesia (BI), Bank Mandiri, BTN, BRI, PNM, dan BNI.
Dalam rangkaian kegiatan strategis tersebut, PT Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) mempertegas komitmennya sebagai agent of development dengan melangsungkan penandatanganan Kerja Sama Perjanjian Kerja Sama (PKS) Potensi Ekonomi Daerah bersama Pemerintah Kabupaten Sangihe, serta penyerahan secara simbolis pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bohusami kepada sejumlah pelaku usaha.
Penandatanganan PKS antara Bank SulutGo dan Pemkab Sangihe menjadi langkah konkrit untuk mengoptimalkan sektor-sektor unggulan di wilayah kepulauan, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sebagai wujud nyata mendorong inklusi keuangan di kawasan Sulawesi Utara dan Gorontalo, pada momentum yang sama Bank SulutGo menyerahkan penyaluran KUR secara simbolis kepada para debitur sektor produktif.
Untuk skema KUR Bohusami Ba’ternak (BSG Cabang Limboto), penerimanya adalah Jufri Karim (plafond Rp 75.000.000), Hasanudin Husain (pafond Rp 75.000.000, Syaiful Arsyad (plafond Rp 195.000.000) dan Fitri Katili (plafond Rp 500.000.000).
Skema KUR Bohusami Ba’soma (BSG Cabang Bitung), penerimanya adalah Jolly Tamputi (plafond Rp 30.000.000).
Dirut BSG Revino Maydi Pepah mengungkapkan, sinergi antara Bank SulutGo, pemerintah daerah, OJK, serta jajaran industri jasa keuangan merupakan kunci utama mempercepat perluasan akses perbankan hingga ke pelosok daerah.
“Dukungan pembiayaan melalui KUR Bohusami dirancang khusus untuk menyasar berbagai sektor produktif, seperti peternakan dan perikanan, agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi penopang utama ekonomi daerah,” ujarnya. (elka)
Meimonews.com – Walikota Andrei Angouw menegaskan, lurah memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam memastikan data kependudukan di setiap wilayah selalu akurat dan mutakhir.
Setiap perubahan data penduduk, seperti kelahiran, kematian, perpindahan, maupun perubahan status lainnya, sebut Walikota harus segera diketahui dan dicatat dengan baik sehingga pemerintah memiliki basis data yang valid dalam menyusun kebijakan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Data yang akurat akan menghasilkan pelayanan publik yang tepat sasaran,” ujar Walikota ketika membuka Sosialisasi Terkait Pelayanan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado di Hotel Gran Puri Manado, Rabu (29/7/2026).
Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Manado pimpinan Erwin S. Kontu (Kepala Dinas).
Kegiatan ini, menurut Walikota, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kota Manado.
Walikota juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pemanfaatan sistem digital, jelasnya, menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik.
Sebagai contoh, Walikota menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, kini telah memanfaatkan sistem digital sehingga membutuhkan data kependudukan yang akurat dan lengkap.
Hadir pada kegiatan ini, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, Kadis Dukcapil Manado Erwin Kontu dan staf para Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya. (elka)
Meimonews.com – Sejumlah acara mewarnai Peringatan 45 Tahun Imamat Pastor Johanis Mangkey MSC yang diadakan di Seminari Menengah Kakaskasen Tomohon, Sabtu (18/7/2026).
Acara tersebut adalah ziarah ke makam beberapa pastor, perayaan ekaristi (misa), syukuran dan peluncuran buku.
Saat ziarah, Pastor Yance (sapaan akrab Pastor Johanis Mangkey MSC) yang di dampingi beberapa kenalan serta Pastor Danny Surentu Pr (Rektor Seminari Menengah Kakaskasen), Pastor Ardi Watuseke MSC (Pembina/Seksi Liturgi Seminari) dan Pastor Bernadinus Palangngan MSC (Pastor Paroki Sta Ursula Watutumouw) memberikan percikan air kudus dan memasang lilin di kedua makam rekan imam seangkatannya.
Kedua rekan imam seangkatannya tersebut adalah alm. Pastor Frans Rares MSC (meninggal sekitar tahun 2020) dan alm. Pastor Aloysiis Roong MSC (meninggal sekitar tahun 1998).
Makam para imam yang berjumlah 87 makam (84 sudah permanen sementara 3 belum karena belum lama dimakamkan) termasuk makam Pastor Rares dan Pastor Roong tersebut berada di belakang kompleks seminari.
Saat perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estehanus Rolly Untu MSC di dampingi 18 pastor/imam, yang diadakan di gereja seminari, hadir sekitar 200-an undangan dan 140-an para seminaris baik yang berada di dalam maupun luar gereja (karena kapasitasnya terbatas).
Saat syukuran, diadakan peluncuran buku 45 Tahun Imamatku : Luceat lux vestra coram hominibus (Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang) tulisan Pastor Yance, yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih di buku tulisan Pastor Yance).
Di momen ini, Pastor Yamce menyampaikan bahwa ia menyumbang Rp 45 juta dan uang hasil penjualan buku tersebut untuk pembangunan ruang aula/ruang rekreasi yang sementara dalam pengerjaan di seminari.
Acara syukuran berlanjut di sebuah ruangan yang berada di kompleks seminari. Selain makan bersama, terlihat para undangan berfoto bersama Pastor Yance dan meminta tanda tangannya di buku tulisan Pastor Yance yang dibeli mereka.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah dibuat oleh Pastor Yance selama dalam tugas panggilannya sebagai imamat sungguh luar biasa.
Lewat motto tahbisan imamat Pastor Yance yakni ‘Ia harus semakin besar tetapi aku harus makin kecil,’ sebut Mgr. Rolly, kita melihat kebesaran yang dibuatnya dengan spiritualitas yaitu semangat yang dihidupi dan dijiwai serta dirangkum dalam rupa-rupa sudut pandang dan lain-lain, yang kemudian menjadi kesaksian bagi kita semua yang hadir pada perayaan ini.
Selain itu, apa yang dibuat Pastor Yance, menurut uskup yang juga tahbisan imamatnya sama tanggal dan bulannya tapi hanya berbeda tahun, juga sesuai dengan bacaan yakni ‘sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran.’
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (gambar atas) dan Rektor Seminari Menengah Kakaskasen Pastor Danny Surentu Pr (gambar bawah) saat memberikan sambutan
Mantan Provinsial MSC Indonesia ini, menjelaskan, setelah menempuh perjalanan di Seminari Kakaskasen dan Seminari Pineleng, terlihat tanda-tanda kebijakan dan kecerdasan Pastor Yance (seperti yang sudah disebut Pastor.Dammy Pongoh Pr saat menyampaikan homili dan Pastor Danny Surentu).
Ada sejumlah kelebihan dari Pastor Yance (pernah menjadi Provinsial MSC Indonesia) yang diungkap Mgr. Rolly termasuk ketika Mgr. Rolly menjadi Provinsial MSC, yang menggunakan kelebihan dari Pastor Yance.
Mgr. Rolly berharap, kelebihan seperti yang ditunjukkan Pastor Yance bisa menjadi pedoman bagi para seminaris dan para imam dalam berkarya, menjalankan panggilan imamat.
Motto tahbisan imamat Pastor Yance, menurut Mgr. Rolly, menunjukkan kerendahan hatinya, seperti yang telah ditunjukkan Yesus Kristus, yang menanggalkan kemuliaan dan kesetaraanNya dengan Allah yang turun untuk mengangkat kita agar memperoleh kebahagiaan keilahian Yesus sendiri. “Saya kira, ini menjadi dan mewarnai sepak terjang Pastor Yance,” ujar uskup kelahiran Lembean, Minahasa (sekarang masuk Kabupaten Minahasa Utara).
Pastor Johanis ‘Yance’ Mangkey MSC saat memberikan sambutan
Rektor Seminari Menengah Kakaskasen dalam sambutannya mengatakan, hari ini adalah hari yang istimewa, saat kita merayakan 45 tahun kesetiaan Tuhan dalam hidup dan pelayanan Pastor Yance. Karena itu pantaslah kita menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan.
“Saya senang karena Pastor Yance tidak pernah lupa akan seminari ini, almamater yang telah membesarkannya. Sikap itu mengingatkan saya pada semangat penulis Surat Pertama Rasul Yohanes :Kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasishi kita. (1 Yoh 4:19),” ujar Pastor Danny.
Disebutkan, seorang alumnus sejati mengenang dan mengasihi almamaternya, karena di tempat inilah ia lebih dahulu dikasihi Tuhan : dididik, dibina dan dibentuk dalam panggilan.
Peluncuran buku karangan Pastor Johanis Mangkey MSC yang diawali kata pengantar oleh Frits H. Pangemanan (penulis Kapur Sirih) dibuku yang ditulis Pastor Yance
Pastor Yance pulang ke rumah yang dulu membentuknya, berbagi kebahagiaan dan kesaksian hidup sambil membawa serta kenangan akan dua sahabat yang telah berbahagia di Surga.
Kedua sahabat tersebut adalah almarhum Pastor Aloysius Roong MSC dan almarhum Pastor Fransiskus Rares MSC. Mereka bertiga ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Manado Mgr.Theodorus HAJ Moors MSC di Gereja Katedral Manado pada 29 Juni 1981.
“Hari ini, sesungguhnya, kita merayakan dua kebahagiaan sekaligus. Pertama, 45 tahun imamat, dan kedua, 60 tahun perjalanan panggilan sebagai seminaris alumnus Seminari Kakaskasen,'” ujar Pastor Danny.
Motto tahbisan yang dipilih Pastor Yance,, menurutnya, adalah komitmen yang telah menjadi nyawa pelayanannya. “Inilah rahasia seorang alumnus yang tidak pernah lupa : ia terus mengecilkan diri agar Kristus dan rahmat panggilannya semakin besar,” ujar Pastor Danny.
Hari ini, sambungnya, di hadapan kita, Pastor Yance datang bukan untuk memamerkan keberhasilan, melainkan untuk bersyukur dan membagikan berkat, seraya tetap rendah hati mengingat akar panggilannya di seminari ini.
Kepada para seminaris, Rektor mengajak melihat di hadapan kita, para pastor, yang pernah seperti mereka yakni kecil, kadang ragu, rindu rumah, haus, lapar, jenuh. Tetapi mereka (para pastor – red) bertahan karena percaya bahwa Allah yang memanggil. Allah pula.yang memelihara.
“Mereka adalah bukti nyata bahwa almamater ini bukan sekedar bangunan, melainkan rahim rahmat yang melahirkan para pelayan altar. Hari ini angkatan ke-39 pulang merayakan dan memberi kesaksian. Suatu hari nanti, kalian (para seminaris – red) – entah angkatan ke berapa- juga akan pulang untuk bersaksi.
Pastor Yance bersama Mgr. Rolly (gambar atas) dan Pastor Yance saa menyapa beberapa seminaris, usai misa
Dalam sambutannya, Pastor Yance menjelaskan perjalanan panjang mulai dari saat ia masuk Seminari Kakaskasen, setelah lulus Sekolah Rakyat Katolik Tataaran II hingga keberadaannya saat ini.
Diungkapkan, penugasan pertama dan satu-satunya di paroki adalah sebagai Pastor Rekan di Paroki Katedral Manado. Sesudahnya dan sampai sekarang ia tidak pernah mendapat tugas di paroki, tetapi hanya di lingkup Tarekat MSC. “Ini tidak berarti saya tidak melayani sebagai imam. Pelayan sebagai imam tetap berjalan,” ujarnya.
Dalam perayaan syukur imamatnya ke-45, Pastor Yance mengambil panduan refleksi teks Kitab Suci yakni ‘Hendaknya terangnu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatannu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga (Matius 5 : 16).
Dikemukakan, ungkapan Yesus, yang merupakan bagian dari kotbah di Bukit tentang Sabda-sabda Bahagia tersebut menginspirasinya untuk direfleksilan secara lebih mendalam serta menemukan maknanya dalam penghayatan dan pengamalan imamatnya.
“Saya ingin agar terang itu bercahaya melalui pelayanan dan perbuatan baik agar Bapa di Surga yang dimuliakan,” ujar penulis sejumlah buku ini.
Pastor Yance juga menjelaskan alasan ia mau bersyukur di Seminari Menengah Kakaskasen. Pertama, perayaan syukur 5 tahun lalu dibatalkan karena situasi Covid-19. Kedua, ia memulaikan secara resmi pendidikan sebagai calon imam pada Juli 1966 (60 tahun lalu) di seminari ini.
Ketiga, ia ditahbiskan menjadi imam pada 45 tahun lalu bersama dengan dua rekan seangkatannya, yang sudah kembali ke seminari ini, yang kini dimakamkan di kompleks seminari ini. Keempat, sampai sekarang, seminari ini menjadi sumber panggilan imam-imam dan khususnya anggota-anggota baru Tarekat MSC.
Kepada para seminaris, Pastor Yance memberi saran agar mengingatkan kata-kata bermakna yakni Pastores dabo vobis iucta cor meum (Yeremia 3 : 15). ‘Belajar baik-baik, berdisiplin,manfaatkan baik-baik waktu yang ada di seminari ini untuk menempa diri dalam iman, pengetahuan dan karakter,’ ujarnya. (LAF)
Meimonews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado di ruang rapat dewan, Kelurahan Buha, Selasa (14/7/2026).
Hadir pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey ini, antara lain Walikota Andrei Angouw, Wakil Walikota Richard Sualang yang di dampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Pinontoan dan Merry Mawardi.
Turut hadir Asisten III Setdaprov Sulut Fransiscus Manumpil (mewakili Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus), jajaran Forkopimda Kota Manado, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Manado, Konsul Jenderal Republik Filipina di Manado, pimpinan instansi vertikal, sejumlah kepala daerah,
Selain itu, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel di dampingi Ketua DWP Kota Manado, Ny. Syenny Dandel-Tamuntuan, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, serta para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan syukur atas bertambahnya usia Kota Manado yang kini memasuki tahun ke-403 serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut, DPRD Kota Manado, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang terus mendukung pembangunan Kota Manado.
Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut menyampaikan penghargaan kepada para Walikota dan Wakil Walikota Manado terdahulu yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Manado.
Di kesempatan itu, Walikota memaparkan berbagai indikator pembangunan Kota Manado, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif serta PDRB per kapita yang telah mencapai Rp. 174,42 juta per tahun.
Selain itu, IPM Kota Manado juga terus mengalami peningkatan, seiring dengan berbagai program pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa Kota Manado telah berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga tidak lagi terdapat masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut.
Walikota juga menjelaskan berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, di antaranya penanganan persoalan kebersihan, peningkatan layanan air bersih, penyaluran bantuan sosial yang dilakukan secara tepat sasaran, pengembangan sektor pendidikan dan transportasi publik.
Mengakhiri sambutannya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kerukunan Kota Manado. (elka)