Meimonews.com – Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc). Olly Dondokambey, SE berharap kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulut untuk terus menjadi agen perubahan yang inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Teruslah berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama 100 tahun ini dapat terus berlanjut dan semakin menguat di masa mendatang,” pinta Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si pada acara puncak Peringatan 100 Tahun WKRI di Lapangan Pohon Kasih Kompleks Megamas Manado, Sabtu (29/6/2024).

Gubernur mengakui kontribusi WKRI termasuk WKRI Sulut bagi pembangunan bangsa tidaklah kecil. Di Sulut kontribusi itu terlihat pula dalam bentuk sinergitas dengan pemerintah dalam bidang pembangunan.

Sejumlah undangan di antaranya Kadis Pertaniam dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si mewakili Gubernur Sulut, Ketua WKI Sinode GMIM Pnt. Nining Lumanauw, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung

Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh anggota WKRI terus bersinergi dengan pemerintah dalam setiap lini pembangunan. Terutama dalam upaya meningkatkan kualitas manusia Sulut melalui pendidikan generasi muda.

Pendidikan, menurutnya, adalah fondasi utama dalam upaya membangun bangsa yang kuat dan bermartabat. Dengan kolaborasi yang erat, kita dapat menciptakan generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.

Atas nama Pemerintah Daerah Sulut dan pribadi, Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh anggota WKRI yang telah mencapai usia seabad. Usia yang penuh dengan dedikasi, komitmen dan perjuangan dalam membangun karakter bangsa yang beradab.

Pelepasan balon ke udara

Perayaan 100 tahun WKRI ini, menurut Gubernur, memiliki makna yang mendalam. Seabad bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti nyata dan keteguhan, kesetiaan dan dedikasi WKRI dalam mengembang visi dan misi organisasi.

Terkait tema yang diusung dalam peringatan 100 tahun ini yakni Geraknya budi, membangun pribadi, mewujudkan peradaban kasih, bagi Gubernur sangatlah relevan dan bermakna. “Esensi 100 tahun Wanita Katolik adalah perjalanan panjang dalam mengamalkan nilai-nilai moral dan etika yang luhur,” sebutnya.

Perarakan

Dalam konteks ini, jelas Gubernur, geraknya budi, mencerminkan dinamika kebijaksanaan yang selalu berkembang. Membangun pribadi berarti menciptakan individu yang berintegritas. Mewujudkan peradaban kasih adalah tujuan akhir dari segala upaya yaitu membangun masyarakat yang penuh kasih dan harmonis.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dalam sambutannya mewakili Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan, ada rasa bangga bahwa 100 tahun yang lalu ada awam Katolik R. Ay Maria Suryadi Darmosaputro Sasradiningrat (RA Sulastri) telah melihat jauh ke depan tentang kiprah kaum wanita. Beliau ingin meningkatkan martabat wanita Indonesia atas dasar iman Katolik.

Peluncuran buku kenangan kenangan yang disusun Selvie Rumampuk.dkk. Buku kenangan diserahkan Selvie kepada Vikjen

RA Sulastri, menurut Pastor Agus, menginginkan supaya wanita Katolik Indonesia dapat menjadi anggota gereja yang beriman dan militan dan anggota masyarakat yang berkarakter dan penuh tanggung jawab seperti, antara lain terbaca pada mars WKRI. Maka dia mendirikan suatu organisasi wanita Indonesia yang Katolik (WKRI -red).

“Sungguh amat membanggakan inisiatif dan lebih membahagiakan lagi bahwa sesudah 100 tahun, ormas ini telah tumbuh dan berkembang dengan pesat,” ujar mantan Prokur Keuskupan Manado dan Pastor Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado ini.

Ormas WKRI ini, sebutnya,  adalah organisasi Katolik yang benar-benar hidup, berjalan lancar dan berkembang terus dan selalu eksis sepanjang tahun. Semboyan Pro ecclesia et patria amat mewarnai ormas ini yang hidup dan aktif terus di Keuskupan Manado.

Partisipasinya dalam karya pastoral gereja amat nyata. Mereka adalah mitra yang amat aktif bagi para pastor. Mereka bukan hanya aktif dalam karya-karya sosial kemasyarakatan tetapi juga ambil bagian banyak dalam perayaan liturgi gereja dan bentuk-bentuk karya pewartaan lain.

“Kita berharap, organisasi ini akan semakin solid, tumbuh dan berkembang lebih subur. Semoga para anggota semakin bersatu dan semakin mendalami cita-cita founding mothers (ibu pendiri),” ujar Pastor Paroki Raja Damai Tikala sekaligus Penasehat Rohani WKRI Cabang Raja Damai Tikala Manado ini.

Penampilan tari Selendang Biru, tarian khas WKRI

Semoga lewat WKRI, semua anggota dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang matang sebagai anggota masyarakat, anggota gereja dan anggota inti keluarga. Hal ini perlu supaya dapat berjalan bersama semua orang lain untuk bisa membangun pribadi-pribadi dan bersama mewujudkan peradaban kasih di bumi Indonesia sebagaimana tema perayaan mulai ini.

Ketua Panitia Pelaksana Neltje Eman (Presidium 1 DPD WKRI Sulut) dalam laporannya menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah panitia laksanakan dalam rangka 1 abad WKRI, yang jatuh pada 26 Juni.

Di antaranya, Jalan salib di Bukit Doa Mahawu, Penghijauan di beberapa kabupaten/kota, Pembukaan Doa Rosario Mei 2022, misa dan Paskah bersama di Bukit Doa Kelong Kakaskasen, Doa Rosario bersama Oktober 2022 di Bukit Doa Mahawu, Paskah bersama 2023 dan lomba jalan sehat di Kawasan Megamas.

Lomba line dance, penanam pohon, gotong royong, pembuatan MCK umum dan bedah rumah, Memberikan bansos kepada korban erupsi Gunung Ruang, bansos tanah longsor dan banjir bandang, kunjungan sosial ke panti asuhan, seminari-seminari, panti tuna grahita, panti werda.

pelepasan lomba defile

Sambutan dari Gubernur Sulut dan Vikjen Keuskupan Manado itu merupakan bagian dari rangkai acara puncak peringatan 100 Tahun WKRI yang diselenggarakan WKRI Sulut pimpinan Meity Rampengan (Ketua Presidium DPD).

Momen acara puncak ini diawali perarakan perarakan, misa syukur, sambutan-sambutan, peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile.

Perarakan bendera merah putih dan vandel WKRI diawali pemain drum band, kemudian Ketua dan Wakil Ketua WKRI Cabang, DPD WKRI, Panitia Pelaksana, Putra Putri Altar dan para imam/pastor, yang berjumlah sekitar 180 orang.

Selanjutnya misa syukur yang dipimpin Vikjen Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dan di dampingi 20-an imam/pastor.

Usai misa, dilanjutkan sambutan-sambutan,  peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile yang akan diikuti 8.000-an anggota WKRI dari 55 Cabang.

Turut hadir pada acara puncak ini, di antaranya Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut mewakili Gubernur Sulut, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung, sejumlah pastor, suster, frater, bruder, Pimpinan ormas/organisasi kategorial gereja seperti PK, PMKRI, ISKA, KBK dan LC, sejumlah undangan lainnya seperti Ketua WKI Sinode GMIM Pnt Nining Lumanaw, Pimpinan Dharma Wanita Sulut.

Terselenggaranya kegiatan-kegiatan dalam rangka 100 Tahun WKRI ini, menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Emy Maturbongs, dikarenakan adanya penyelenggaraan Tuhan dan dukungan dari banyak pihak termasuk pimpinan Keuskupan Manado dan jajarannya (Kevikepan dan paroki), Pemda, pihak sponsor, internal WKRI di daerah ini (DPD, DPC dan Pengurus Ranting) termasuk teman-teman panitia dan lainnya.

DPD yang dipimpin Panitia, sebut Emi, tak menyangka pada acara puncak dihadiri 10.000-an orang, bukan hanya anggota WKRI tapi juga keluarganya serta undangan lainnya dan umat Katolik.

“Puji syukur kepada Tuhan karena dengan penyelenggaraanNya dan didukung banyak pihak, acara dalam rangka 100 Tahun Wanita Katolik RI yang diselenggarakan DPD WKRI Sulut lewat panitia pelaksana dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Terima kasih untuk semuanya itu,” ujarnya di dampingi Wakil Ketua Panitia Telly Mathilda Kapoh (Presidium 2 DPD WKRI Sulut) kepada Meimomews.com, usai acara puncak. (lk)

Meimonews.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) berumur 100 tahun pada 26 Juni 2024. Memperingati satu abad organisssi lategorial Gereja Katolik ini, WKRI Keuskupan Manado menggelar kegiatan dan akan berpuncak pada 29 Juni 2024.

Saat beraudiensi pada Rabu (5/6/2024) dan pada Rabu (26/6/2024) pagi, panitia yang diketuai Neltje E. Eman dan Sekretaris Emi Maturbongs bersama DPD WKRI Sulut, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja panitia.

Mgr. Rolly mengapresiasi kerja panitia yang telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka yubileum 100 tahun WKRI untuk daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo dan telah mempersiapkan secara baik acara puncaknya.

” Kami mensuport kegiatan yang dilaksanakan WKRI Sulut dalam rangka 100 tahun WKRI tersebut,” ujar Mgr. Rolly, seperti dikutip Sekretaris  Panitia Emi Maturbongs di dampingi Wakil Ketua Telly Kapoh kepada Meimonews.com di sekretariat, Rabu (26/6/2024) malam.

Mgr. Rolly berharap puncak pelaksanaan kegiatan HUT tersebut dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Saat bertemu di aula keuskupan, yang diwarnai syukuran sederhana karena bertepatan dengan HUT WKRI, Rabu (26/6/2024), Mgr. Rolly mengungkapkan apresiasinya terhadap WKRI Sulut atas persiapan pelaksanaan acara puncaknya yang akan dilaksanakan 29 Juni 2024.

Mgr. Rolly berterima kasih pula atas kontribusi WKRI Sulut terhadap keuskupan Manado. “Gereja  (Katolik) terbentukan dengan adanya WKRI di daerah ini,” ujar Emi mengutip Mgr. Rolly.

Terkait pelaksanaan acara puncak yang akan diadakan di Kawasan Megamas, Emy dan Telly mengatakan, panitia telah siap melaksanakannya.

“Sejumlah persiapan telah dilakukan. Mulai dari acaranya, persiapan tempat pelaksanaan dan undangan kegiatan telah disiapkan dan diatur agak acara bisa berjalan dengan baik dan sukses, ujar Emi. (lk)

Meimonews.com – 21 Frater Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus (TOR) Poem Tateli menerima busana rohani saat misa yang dilaksanakan dalam rangka perayaan sukur 40 tahun seminari tersebut, Minggu (2/6/2024).

Misa dipimpin Mgr. Petrus Turang Pr (Uskup Emeritus Kupang), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr di dampingi belasan imam/pastor di antaranya Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonifasius Boro Bin Ola Pr dan Rektor baru Seminari TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr serta dihadiri sekitar tamu/undangan dan umat setempat.

Sejumlah hal terkait dengan bagaimana para frater menjalani pembinaan baik selama di Seminari TOR  Poem maupun kelanjutannya di Seminari Pineleng untuk  menjadi seorang imam diosesan disampaikan Mgr. Turang.

Mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado ini tak segan untuk mengingatkan agar para calon imam ini tidak melakukan hal-hal yang akhirnya bisa mengganggu proses pembinaan selama di seminari.

Mgr. Turang berharap agar para calon imam ini fokus pada proses pembinaan agar bisa menjadi imam yang diharapkan bagi keuskupan maupun keluarga.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr dalam sambutannya pada pada acara syukuran di halaman seminar mengungkapkan bagaimana saat ia menjalani proses pembinaan di seminari itu beberapa tahun lalu.

Ia bisa menjadi imam dan bahkan menjadi uskup pertama lulusan Seminari TOR Poem ini karena ia menjalani pembinaan di seminari ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengingatkan agar para frater fokus pada proses pembinaan yang ada.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra saat memberikan sambutan

Para frater yang menerima busana rohani menjalani proses pembinaan di tahun rohani seperti juga Seminari TOR Poem yang bisa memasuki 40 tahun itu karena ada proses panjang.

Para frater menjalani proses pembinaan tak kurang dari sembilan bulan. Ibarat anak dalam kandungan ibu, yang nanti lahir, hadir di dunia setelah sembilan bulan lebih. “Ada prosesnya. Ada perjalanannya,” ujar Mgr. Rolly.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan

Disebutkan, dalam proses di tahun rohani hingga menerima busana atau jubah rohani pasti ada banyak dukungan baik dari lingkungan seminari maupun keluarga dan umat.

Ada proses yang dialami para frater. Selama dalam pembinaan para frater belajar dan bertumbuh baik jasmani maupun rohani dan kemudian bisa menerima busana / jubah rohani.

Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili para frater penerima busana rohani, Frater Savio Kuntak menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka saat dalam pembinaan di Seminari TOR Poem dan bisa menerima busana rohani.

Banyak pengalaman diperoleh dan menjadi pedoman bagi mereka selama dalam masa pembinaan di seminari ini.

Des Kembi mewakili orangtua frater penerima busana rohani saat memberikan kesan dan pesan

Hal senada disampaikan Des Kembi mewakili Keluarga Frater. Disampaikan terima kasih kepada mereka yang telah membantu sehingga para frater bisa menerima busana rohani di momen perayaan syukur 40 tahun Seminari TOR Poem.

Dikatakan, hari ini merupakan hari yang penuh suka cita bagi orangtua karena momen ini dihadiri tiga uskup serta anak-anak kami (frater-frater) boleh melewati satu fase di jalan panggilan mereka, dimana mereka boleh menerima pakaian rohani. “Ini Satu kebanggaan tentu bagi para frater dan juga kami orang tua,” ujarnya.

Sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa untuk sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah bagi para frater. Para frater sudah berusaha menunjukkan kepada kita apa yang menjadi komitmen mereka sebagai calon calon imam dengan mengikuti pembinaan di seminari ini.

Namun, peran para pembina tentu sangat menentukan sehingga anak-anak mereka boleh tiba pada tahap ini. Banyak juga peran umat yang telah membantu dan juga para donatur dengan caranya masing-masing memberikan support dan motivasi untuk mendukung perjalanan panggilan anak-anak mereka.

Memang ini baru langka awal bagi mereka dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh sebagai calon calon imam. Perjalanan panjang ini pasti juga membutuhkan perjuangan yang lebih berat.

“Akan ada banyak kerikil-kerikil tajam yang akan mereka lalui, dan dari semua itu tentu perjuangan yang paling berat yang akan mereka alami adalah mereka harus melawan diri mereka sendiri, melawan keinginan keinginan yang menjadi menghambat dan batu sandungan bagi perjalanan panggilan hidup mereka sebagai calon imam diosesan,” ujarnya.

Tentu menjadi harapan bagi orangtua agar 21 frater yang menerima pakaian rohani ini akan tetap memakai jubah ini sampai mereka mencapai cita-cita mereka. Jangan seiring perjalanan waktu satu persatu sudah mulai melepaskan jubah.

Ini tentu akan membawa rasa kecewa bukan saja orangtua tetapi  semua yang telah mendukung perjalanan panggilan kamu, umat para pembina dan tentu saja ketiga Uskup  yang hadir bersama.

Jadi, sambungnya, semoga mereka tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan kami dan semua umat. Ingatlah bahwa pakaian rohani yang dipakai itu melambangkan kehormatan dan martabatmu.

“Di manapun kamu berada dengan memakai jubah ini kamu akan dihormati, disegani dan dihargai. Oleh karena itu, jagalah selalu kehormatan dan martabatmu, jaga kehormatan dan martabat keluargamu dan jaga kehormatan dan martabat gerejamu. Itulah harapan kami semua orang tua umat dan uskupmu,” pintanya.

Peniupan lilin HUT Seminari TOR Poem

Menutup rangkaian acara memperingati 40 Tahun Seminari TOR Poem di mana misa penerimaan busana rohani merupakan salah satu acaranya, diadakan peniupan lilin perayaan, yang diadakan di halaman seminari.

Berdasarkan data, Mgr. Theodorus Moors MSC adalah Inisiator Pendirian Seminari TOR Poem. Promotor pencarian dananya adalah Pastor Jan Van Paasen MSC.

Pada Juli 1984 dimulai angkatan pertama dan Pastor Wenceslaus Aloysius Maweikere Pr sebagai Direktur Tahun Orientasi Rohani yang pertama.

P.astor J. Talibonso MSC meletakkan dan memberkati batu dasar pembangunan seminari TOR. Pada 2 Juni 1987
Seminari ini ditahbiskan dan diresmikan oleh Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Francesco Canalini.

Tak terasa 40 tahun Seminari TOR Poem sudah berkarya dalam pembinaan calon Imam di Keuskupan Manado. Telah banyak dedikasi tinggi seluruh tim pembina sejak awal berkarya hingga saat ini. Dukungan doa dan cinta dari seluruh umat akan terus membawa harapan untuk seminari TOR Poem. (lk)

Meimonews.com – Mgr. Petrus Turang Pr mengingatkan kepada imam-imam/pastor-pastor baru agar tidak mengejar karier karena dalam tugasnya sebagai imam/pastor tidak dibenarkan hal itu.

Peringatan Uskup Agung Kupang tersebut disampaikan saat memberikan homili pada Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam di  Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Sabtu (13/4/2024).

Ditegaskan, pastor/imam bukan mengejar/mencapai karier. Kalau ada imam/pastor selalu bercita-cita jadi pastor paroki atau Superior atau jabatan lain, itu tidak benar. “Keluar saja dari imam/pastor,” tandas Uskup kelahiran Tataaran, Minahasa ini.

Menurutnya, imam/pastor adalah pembagi berkat, pembagi kasih yang berpegang teguh pada Allah.

Seorang imam/pastor mengaktualisasikan ketaatan kepada Uskup, bukan kepada diri sendiri. Imam/pastor harus menjadikan umat cinta kepada Tuhan.

“Hukum yang paling utama adalah memberi diri. Seorang imam adalah pembawa rahmat dengan tulus hati, dengan rendah hati, dengan senang hati,” ujar gembala berumur 75 tahun ini.

Mantan Ketua Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Keuskupan Manado ini mengingatkan pula agar para imam/pastor tidak boleh pilih-pilih, tidak ego-drama.

Para imam/pastor, menurutnya, harus menjadi imam/pastor yang secara manusiawi menghadirkan martabat mulia dari setiap orang atau kelompok orang, supaya apa yang dinyanyikan yakni Tuhanlah gembalaku aku tak akan berkekurangan sungguh benar.

“Supaya kasih Allah itu hadir setiap hari di paroki, kelompok umat. Supaya kasih Allah itu terkenal dengan benar. Supaya umat sadar kehadiran Allah,” jelas Mgr. Turang.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam kata penutup, sebelum mengumumkan tempat tugas para imam/pastor baru, mengatakan, untuk sampai seperti sekarang ini (menjadi imam/pastor) ada proses yang panjang.

Diungkapkan, apa yang terjadi saat ini, ada awalnya. Tuhan yang memberikan kepada keluarga, berproses dalam keluarga, juga asa keterlibatan umat di lingkungan masing-masing, di stasi dan paroki serta pendidikan di seminari  mulai dari pendidikan dasar, pendidikan calon imam, keterlibatan di umat, stasi, paroki dan mendampingi mereka.

Sebelum menjadi imam, harus mengikuti pendidikan di seminari selama 6 tahun , belum lama di tambah tahun pastoral dan diakonal. Belum lagi ada yang lewat seminari Agustinianum, atau seminari menengah dan bahkan ditambah seminari kecil.

Disebutkan, kita bersyukur karena perjalanan ini sudah berhasil dilewati mereka sehingga menjadi imam. Oleh karena itu, mari torang dukung para imam-imam ini dengan doa dan memberikan teguran bila diperlukan agar mereka tetap berjalan sebagai mereka diutus/ditugaskan Tuhan di dunia ini.

“Torang samua hadir di tempat ini sebagai saksi-saksi dari peristiwa iman ini, pesta tahbisan imam-imam baru,” ujar Mgr. Rolly.

Pastor Ekaristho Gerhani Silap Pr dalam sambutannya mewakili imam-imam/pastor yang baru ditahbiskan menegaskan, panggilan Yesus terkadang misteri, tetapi misteri itu terungkap hari ini, lewat peristiwa tahbisan. “Ketika Dia memanggil kami masuk di seminari, belajar dan berproses, dibina dan membina diri, menjalani masa-masa pastoral di tengah umat, pun di lembaga pada hari ini kami boleh menerima rahmat tahbisan imamat,” ujarnya.

Firman Tuhan yang terdapat dalam Matius 4 ayat 19 yakni Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia ini, sebut Silap, menggetarkan dan menyentuh mereka, menunjukkan bagaimana Tuhan memanggil mereka berjuang, menjalani ritme dan dinamika panggilan untuk melayani dan membawa terang kepada sesama.

Prosesnya, menurutnya, tidak mudah karena ada banyak hal yang harus dikorbankan dan diperjuangkan. Perjalanan ini mengajarkan mereka untuk menghargai dan belajar dari segala proses yang ada

“Proseslah yang membentuk kami, di mana di dalamnya ada jatuh-bangun, suka-duka yang terkadang melemahkan, menggoyahkan tetapi sebaliknya membuat kami kuat dan memantapkan pilihan sehingga kami bisa seperti ini,” tandasnya.

Diketahui, (Baca : Tujuh Frater Diakon Ditahbiskan jadi Imam oleh Mgr. Turang), ada tujuh imam/pastor baru yang ditahbiskan Mgr. Turang di dampingi Uskup Manado Mgr. Rolly dan Uskup Terpilih Keuskupan Agung Kupang Mgr. Heronimus Pr serta Rektor Seminari Pineleng Pastor Amri Wuritimur Pr dan Superior SkolastikatMSC Pineleng Pastor Yulius Sodah MSC.

Ketujuh imam/baru tersebut adalah Pastor Aloisius Wazi Pr, Pastor Fransiskus Ivandi Panda Raja Pr, Pastor Edward Eduardo Salilo Pr, Pastor Brelianus Susu Ndana Pr, Pastor Ekaristho Gerhani Silap Pr. Pastor Rexi Alfrids Baptisma Kawuwung MSC dan Pastor Zakarias Mayabubun MSC.

Hadir pada acara tahbisan adalah seratusan imam/pastor se-Keuskupan Manado, para frater, suster, bruder serta tamu/undangan seperti Sekda Talaud Johanis Kamagi, para orangtua/keluarga imam baru serta umat Katolik termasuk dari paroki di mana imam/pastor baru berasal atau pernah bertugas pastoral/diakonal.

Usai perayaan ekaristi, dilanjutkan acara syukuran di Wisma Montini, yang berada di kompleks Wisma Keuskupan Manado (berseberangan jalan dengan gereja Katedral Manado). (lk)

Meimonews.com – Besok, Sabtu (13/4/2024), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC akan mentahbiskan 7 (tujuh) imam/pastor baru di dampingi imam/pastor se-Keuskupan Manado.

Acara pentahbisan yang dilakukan dalam perayaan ekaristi ini akan dilaksanakan di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado mulai jam 09.00 Wita.

Di penghujung misa tahbisan, akan diumumkan penempatan tugas para imam/pastor baru tersebut baik di wilayah Keuskupan Manado ataupun wilayah tertentu, yang sesuai aturan tarekat.

Dari ketujuh calon imam tersebut, 5 (lima) adalah calon imam/pastor Diosesan Manado, dan 2 (dua) merupakan anggota Tarekat MSC (Missionarii Sacratissimi Cordi Jesu/ Misionaris Hati Kudus Yesus).
Keempat calon imam/pastor Diosesan Manado itu adalah Frater Diakon Aloisius Wazi Pr, Frater Diakon Fransiskus Ivandi Panda Raja Pr, Frater Diskon Edward Eduardo Salilo Pr,  Frater Diakon Brelianus Susu Ndana Pr dan Frater Diakon Ekaristho Gerhani Silap Pr.

Untuk calon imam/pastor Tarekat MSC adalah Frater Diakon Rexi Alfrids Baptisma Kawuwung MSC dan Frater Diakon Zakarias Mayabubun MSC.

Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr dalam surat pemberitahuan kepada Pastores, Biarawan/ti dan Umat Katolik Keuskupan Manado tentang pentahbisan tertanggal 3 April itu, turut pula memberikan catatan.

Catatan tersebut adalah apabila ada yang mengetahui adanya halangan tahbisan imamat bagi ketujuh calon tahbisan imam tersebut, kiranya sesegara mungkin memberitahukan kepada Uskup Keuskupan Manado, Rektor Seminari Pineleng atau Superior Skolastikat MSC Pineleng. (lk)

Meimonews.com – Orang Muda Katolik (OMK) Kevikepan Stella Maris (Stema) menggelar OMK Stema Youth Day Tahun 2024 yang dipusatkan di Paroki Maria Bunda Hati Kudus Pinonobatuan Barat Desa Bumbungon Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondouw.

Kegiatan yang mengusung tema Don’t Stop ! Hope ! Full Hope ! ini berlangsung Rabu-Jumat (10-12/4/2024) dan dibuka Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah menjadi sarana menumbuhkembangkan persatuan dan persaudaraan antar OMK se-Kevikepan Stella Maris dan sarana pendampingan menuju pembentukan yang berkualitas.

Dan, lewat kegiatan ini diharapkan orang muda merasa bangga kekatolikannya dan dengan bentuk kegiatan yang sesuai kegiatan kekhasan kaum muda sehingga banyak kaum muda boleh hadir dan ambil bagian di dalamnya.

Dalam pertemuan OMK kevikepan yang berasal dari satu paroki di Kabupaten Minahasa Selatan, paroki yang ada di Kota/Kabupaten se-Bolmong Raya dan paroki yang ada di Provinsi Gorontalo ini, ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan.

Ada misa yang akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi sejumlah pastor, pendalaman iman, perkemahan, serta ada pula acara kebersamaan dan lomba kreativitas.

Jenis lomba tersebut adalah lomba menghias patung Bunda Maria dan salib di depan tenda, line dance, memasak, tarik tambang dan peserta terbanyak.

“Para pemenang lomba akan disediakan hadiah berupa tropi dan untuk juara umum mendapat tropi dan patung Bunda Maria,” ujar Pastor Joy Derry Pr (Pastor Paroki Maria Bunda Hati Kudus Pinonobatuan Barat dan Pelindung Panitia) kepada Meimonews.com, usai acara pembukaan. (lk)

Meimonews.com – Sesuai Kalender Liturgi Gereja Katolik, mulai Rabu (14/2/2024), komunitas gereja Katolik memasuki masa Prapaskah tahun 2024, yang diawali dengan Perayaan Penerimaan Abu, tanda pertobatan.

Di hari itu juga, sesuai Kalender Pemerintah Indonesia, komunitas gereja Katolik  akan ambil bagian dalam Pesta Demokrasi untuk memilih Presiden/Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Di hari yang sama, sebagaimana sudah mulai menjamur dalam lingkungan kehidupan anak remaja dan orang muda serta orang dewasa, khususnya pasangan suami istri, ada merayakan Hari Cinta Kasih atau Hari Kasih Sayang.

Oleh karena itu, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa Tahun 2024 yang ditandatangani 9 Februari 2024.

Surat Gembala Keuskupan Manado yang bertemakan Sejahtera Ekonomiku, Lestari Alamku ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/biarawati dan umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Manado, yang tersebar di tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Tiga momen tersebut, menurut Mgr. Rolly, sapaan akrab gembala kelahiran Lembean, Minahasa Utara (dulu masih tergabung dalam Minahasa), punya nilai dan pesan penting untuk hidup pribadi, hidup berkeluarga, hidup menggereja dan hidup bernegara.

“Nilai yang memersatukan sebagai keluarga, warga gereja, dan warga  adalah Cinta. Dengan Cinta kita membangun hidup bersama lewat rupa-rupa perjumpaan. Itulah Cinta kepada sesama manusia yang semartabat,” sebut Mgr. Rolly.

Dengan kita menuju tempat pemungutan suara, jelasnya, untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi sambil memilih Presiden/Wakil Presiden, dan Wakil-wakil Rakyat di semua tingkatan, itulah cinta untuk masa depan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang kita cintai ini, itulah Cinta seorang patriot proklamasi (lagu Garuda Pancasila).

Dikemukakan, dengan Cinta, kita memasuki masa Prapaskah sambil mengupayakan pertobatan dan pembaruan hidup, sambil mengusahakan kesejahteraan ekonomi dan kelestarian alam, itulah cinta terhadap kehidupan dan alam sudah diciptakan Allah.

Dalam konteks masa Prapaskah, Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi – red) KWI (Konferensi Waligereja Indonesia – red) dan Keuskupan Manado, mengambil tema untuk Aksi Puasa Pembangunan 2024 ini yakni Ekonomi Berkeadilan Ekologis.

Muncul pertanyaan, mengapa Gereja mengangkat tema ini ? Mengapa kita harus peduli dengan ekonomi ekologis ?

Jawaban utama untuk pertanyaan tersebut, sebut Uskup, adalah kesadaran bersama bahwa manusia sejahtera tak terpisahkan dari fakta bumi yang subur. Manusia mengupayakam kesejahteraan hidup ekonominya sambil mengupayakan juga kesuburan alam yang menjadi tempat dan hidupnya.

Kesatuan atau ketakterpisahkannya manusia dari alam menegaskan tanggung jawab besar manusia. Manusia punya tanggung jawab untuk masa depan manusia dan juga masa depan alam. Itulah yang biasa dimengerti kalau kita berbicara tentang ekonomi dan ekologi berkelanjutan.

Orientasi permenungan dan aksi nyata dari tema ini, menurut mantan Superior Provinsial MSC Indonesia ini adalah Sejahtera Ekonomiku, Lestari Alamku.

Manusia dipersilakan mengambil manfaat dari alam demi kesejahteraan ekonominya, tetapi secara bertanggungjawab, yakni terhadap alam dan kekayaannya sehingga generasi-generasi selanjutnya masih dapat menikmati manfaat-manfaat dari alam itu.

Ditegaskan, alam dan kekayaannya dimaksudkan oleh Pencipta untuk memberi manfaat kepada segenap generasi manusia, dan bukan hanya kepada generasi tertentu, atau generasi kita sekarang ini.

Firman Tuhan yakni penuhilah bumi dan taklukkan itu, berkuasalah ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang di bumi’ (Kej. 1:28), menurutnya, harus ditafsirkan dengan benar.

Perlu ditegaskan terkait teks ini adalah penafsiran benar tentang ‘menaklukkan bumi. Untuk menaklukkan bumi, manusia sudah diperlengkapi dengan akal budi, suara hati dan organ fisik, khususnya tangan.

Manusia diberi akal budi supaya berpikir dengan benar dan menghasilkan pengetahuan yang benar. Manusia diberi suara hati supaya merangkai kehendak yang baik. Manusia diberi organ fisik, khususnya tangan, supaya dapat bekerja dengan rajin.

Semua perlengkapan yang sudah diberikan Allah ini dimaksudkan supaya manusia menaklukkan bumi secara benar dan baik, menjaga dan melestarikannya, dan bukan merusak dan menghancurkannya.

Manusia diberi kewenangan untuk menaklukkan bumi sambil mengedepankan Cinta, yaitu Cinta ekonomis dan cinta ekologis.

“Memang  pada hidup sudah ditunjukkan lewat upaya-upaya serius untuk mewujudkan hidup  sejahtera. Sudah banyak tips yang dibagikan dan dipelajari seperti kerja keras, hidup hemat, budayakan menabung, demi terwujudnya hidup makmur dan sejahtera,” tegas Mgr. Rolly.

Menurutnya, keberpihakan pada alam juga sudah ditunjukkan lewat upaya-upaya serius untuk melestarikan alam. Alam adalah bagian penting dari hidup manusia. Kesejahteraan ekonomi manusia adalah bagian dari kelestarian alam. Alam adalah tempat di mana manusia berpijak.

“Sejahtera ekonomiku, lestari alamku dapat menjadi pada waktu semua pihak yang berkepentingan mengelola ekonominya sambil menunjukkan cintanya juga pada alam.

“Selamat memasuki Masa Prapaskah dengan Cinta ! Selamat merayakan Pesta Demokrasi, dan Selamat Datang di Tempat Pemungutan Suara dengan Cinta ! Selamat merayakan Hari Kasih Sayang dengan semangat Puasa dan Pantang !” sebut Uskup di akhir surat puasanya. (lk)

Meimonews.com – Umat Katolik di seluruh dunia termasuk di Keuskupan Manado (yang meliputi tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) baru saja merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada Minggu (26/11/2023).

Dengan penuh syukur disertai dengan puji-pujian untuk Kristus Raja, sudah dikumandangkan dengan meriah. Pada waktu yang sama umat Katolik membangun niat membangun sikap iman yang baik sebagai warga Kerajaan Allah.

Dengan demikian, sebagai warga Kerajaan Allah, umat Katolik segera bersiap-siap untuk memuliakan putaran Tahun Liturgi yang baru, yang dimulai pada Minggu (3/12/2023), yaitu perayaan Minggu I dalam Masa Adven.

Sehubungan dengan Masa Adven tahun ini, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Adven dengan tema Pengembangan jati diri dan martabat yang ditandatangani pada 29 November 2023.

Surat Adven ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/biarawati
Pengurus DPP, DPS, Wilayah Rohani, Kelompok Kategorial dan umat Katolik Keuskupan Manado. Surat Adven ini dibacakan pula saat misa di gereja/kapel pada Minggu Adven 1.

“Masa Adven kita jalani sampai pada Minggu (22/12/2023), hari Minggu IV dalam masa Adven. Masa Adven diisi dengan kegiatan-kegiatan rohani, dalam bentuk pendalaman iman, yang terorientasi pada persiapan untuk merayakan Natal,” tulis Mgr. Rolly, sapaan Uskup Manado.

Dikemukakan, sambil mempersiapkan diri untuk perayaan Natal, Kelahiran Yesus, kita diajak memberi perhatian pada 3 pribadi atau tokoh penting ini yakni Maria, Josep, dan Yesus.

Pertama, Maria. Sebagaimana terungkap dalam dialog dengan Malaikat Gabriel, menerima penegasan tentang jati diri dan martabatnya: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau” (Luk. 1:28). “Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki” (Luk. 1:31).

Terhadap penegasan itu, tulis Mgr. Rolly, Maria mengambil sikap, sebagaimana terungkap dalam jawabannya, “aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38).

Kedua, Josep. Sebagaimana terungkap dalam dialog dengan Malaikat, menerima penegasan tentang jati diri dan martabatnya, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu” (Mat. 1:20).

Atas pencerahan itu, Josep mengambil sikap,” sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat. 1:24).

Ketiga, tentang Yesus. Sebagaimana terungkap dalam percakapan Malaikat Gabriel dengan Maria, ditegaskan jati diri dan martabatNya, “hendaklah engkau menamai Dia Yesus. la akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurNya, dan la akan menjadi Raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya” (Luk. 1:31-33). “Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk. 1:35).

Ditegaskan, jati diri dan martabat itulah yang terus dijaga dan dikembangkan oleh Yesus, dalam tuntunan Maria dan Josep, “dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah híkmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia” (Luk. 2:52).

“Persiapan sepanjang masa Adven sampai perayaan Natal yang dimaknai sebagai peristiwa penegasan tentang jati diri dan martabat, menuntun kita untuk memasuki tahun 2024,” tulis mantan Provinsial MSC Indonesia ini.

Pada tahun 2024, dalam bingkai karya pastoral Keuskupan Manado, sambungnya, kita akan memuliakan tahap ke-2 (2024-2028) dalam penahapan visi Keuskupan Manado yaitu Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalam komunitas yang berbasis sabda, iman, persaudaraan, kerasulan, dan masyarakat.

Disebutkan, konsentrasi dalam visi tahap kedua ini adalah panggilan ke dalam yaitu mengembangkan jati diri dan martabat. Dengan demikian, kita segera meninggalkan tahap pertama (2019-2023) dalam penahapan Visi Keuskupan Manado, yaitu Dalam Terang Sabda Allah, Gereja Keuskupan Manado menata Persekutuan yang menghidupkan dan yang saling membantu sebagai saudara.

Konsentrasi pada tahap I, menurut Mgr. Rolly, adalah Penataan Persekutuan. Sesudah persekutuan itu ditata sepanjang tahap I (2019-2023). Sekarang waktunya kita mengembangkan jati diri dan martabat persekutuan itu sebagai persekutuan yang sungguh katolik.

Dijelaskan, pengembangan jati diri dan martabat persekutuan yang sungguh Katolik harus didasarkan pada ajaran otentik gereja katolik, sehingga kita menghadirkan persekutuan yang benar-benar Katolik.

Kita, menurut Mgr. Rolly, menegaskan dan mengembangkan jati diri dan martabat kita sambil berjalan bersama dengan semua elemen bangsa di bidang politik, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup, menuju Indonesia damai.

Kita menegaskan dan mengembangkan jati diri dan martabat kita, juga sambil melibatkan diri secara aktif, proaktif, dan positif, dalam peristiwa-peristiwa kebangsaan, seperi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota Legislatif baik Pusat pun Daerah, dan pemilihan Kepala Daerah.

Kita menegaskan jati diri dan martabat kita sambil secara bertanggungjawab melaksanakan program dan budget pastoral Paroki, Komisi, Lembaga serta Unit Pelayanan Pastoral lainnya.

“Selamat memuliakan tahun liturgi yang baru, dengan perayaan-perayaan Adven, sambil mempersiapkan diri untuk merayakan Natal secara meriah, untuk kemudian memuliakan perjalanan karya pastoral di tahap ll, yang terpusat pada pengembangan jati diri dan martabat,” sebut Mgr. Rolly di akhir Surat Adven 2023. (lk)

Meimonews.com – Misa dan syukuran/ramah tamah menandai puncak perayaan Jubileum 100 Tahun Frater CMM di Indonesia yang diselenggarakan Kongregasi Frater CMM Wilayah Sulawesi Utara di Kompleks SD Frater Don Bosco Manado, Sabtu (20/5/2023).

Hadir pada peristiwa istimewa ini, Dewan Pimpinan Umum Frater CMM Fr. Damasus Dobat dan Provinsial Frater CMM Belanda Fr. Broer Huitema, perwakilan dari 4 komunitas CMM yang ada di Manado dan Tomohon, Uskup Manado, Pemerintah Daerah, Uskup Emeritus Mgr. Josef ‘Yos’ Suwatan MSC, guru, staf, karyawan, perwakilan siswa persekolahan yang bernaung di bawah yayasan milik Frater CMM serta tamu/undangan lainnya.

Misa dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi beberapa imam dan Frater Diakon Ivandi Raja Pr.

Dalam kotbahnya, Mgr. Rolly (sapaan uskup) menegaskan, kehadiran Frater CMM di daerah ini telah menumbuhkan buah-buah panggilan baik bagi komunitas (CMM) maupun buah-buah dan karya di bidang pendidikan, sosial dan lain-lain. Dari benih-benih yang kecil atau biasa-biasa saja, kini telah bertumbuh dan berkembang.

Benih-benih yang kecil dan seperti tidak berharga ini tapi di mata Tuhan sangat berharga, sebut Mgr. Rolly, telah menghasilkan buah-buah yang bermanfaat baik bagi komunitas/kongregasi maupun bagi gereja, masyarakat dan bangsa.

Yang besar itu, ungkap Mgr. Rolly, dimulai dari yang kecil, seperti yang ditunjukkan para Frater CMM. Dengan terang, cahaya Kristus para Frater CMM bisa bertumbuh dan berkarya seperti yang telah terlihat seperti sekarang ini, telah menghasilkan

Setelah misa, perayaan Jubileum 100 Tahun Frater CMM di Indonesia ini dilanjutkan dengan syukuran/ramah tamah berupa laporan panitia, sambutan-sambutan, pemotongan kue peringatan, pemasangan lilin, atraksi dan makan bersama.

Tokoh Umat Katolik yang adalah juga Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut mengapresiasi karya-karya para Frater CMM yang telah menghasilkan buah-buah baik termasuk membantu pemerintah seperti dalam bidang pendidikan.

Karya-karya para Frater CMM di daerah ini, sebut Lumentut dalam sambutannya, sungguh telah terlihat dan dirasakan manfaatnya, seperti dalam bidang pendidikan dengan adanya persekolahan yang ada di bawah naungan Yayasan Don Bosco.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Kepala Bapenda Sulut June Silangen mengapresiasi karya Frater CMM di daerah ini. Kontribusi dari Frater CMM di Indonesia termasuk di Sulawesi Utara sungguh luar biasa.

“Peran aktif dari para Frater CMM di Sulut lewat bidang pendidikan, sosial, kesehatan dan lain-lain, telah berkontribusi besar bagi kemajuan daerah Sulut,” sebut gubernur.

Gubernur berharap, semoga komitmen para Frater CMM dalam berkarya dan berkontribusi baik dalam bidang pendidikan, sosial kesehatan dan lain-lain bagi kemajuan bangsa terus meningkat di Indonesia termasuk di daerah Nyiur Melambai (Sulut).

Ketua Panitia Perayaan Fr. Antonius Gokok Kean, dalam laporannya menyebutkan, kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka 100 abad Frater CMM di Indonesia di wilayah Sulut diawali misa yang dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Rolly pada 21 Mei 2022 di Kompleks SMP Frater Don Bosco Manado.

Setelah itu, dilaksanakan sejumlah kegiatan yakni penanaman pohon, pembagian sembako bagi lansia di paroki, pembagian sembako bagi pensiunan guru dan pegawai di Yayasan Don Bosco dan Yayasan Frater Andreas, pembagian sembako bagi pensiunan karyawan/karyawati biara frater, jalan sehat, salve bersama dan acara puncak (20/5/2023).

Congregratio Fratum Beatae Mariae Virginis Matris Misericordiae (Kongregasi para Frater dari Santa Perawan Maria Bunda yang Berbelas Kasih) yang akrab disebut  Kongregasi Frater CMM adalah lembaga hidup bakti yang didirikan pada 25 Agustus 1844 di Tilburg (Belanda) oleh Mgr. Joannes Zwijsen sebagai karya kepausan.

Kongregasi ini mengembangkan karya di Indonesia pada 21 Mei 1923 yang dimulai di Padang (Sumatera Barat). Pada tahun 1927, rumah frater/komunitas pertama Frater CMM dengan nama Komunitas St. Fidelis Padang.

Pada 1 Juli 1928 dibuka sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang kemudian berkembang menjadi SMP Frater.

Karya Kongregasi Frater CMM di Indonesia terus berkembang dengan hadirnya di Medan, Pematang Siantar, Balige, Sibolga dan Gunung Sitoli Pulau Nias (Sumatera Utara), Jogyakarta, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Tarakan (Kalimantan Utara), Manado dan Tomohon (Sulawesi Utara), Makassar dan Makale (Sulawesi Selatan),  Ambon dan Langgur (Maluku), Lembata dan SoE (NTT).

Misi dan karya utama para  Kongregasi Frater CMM adalah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan pastoral umat.

Saat ini, di Indonesia ada 135 frater CMM yang tersebar di 19 Komunitas dengan perincian di wilayah Sumatera Utara 5 biara, Jawa 1 biara, Kalimantan 2 biara, Sulawesi 7 biara, NTT 2 biara dan Maluku 2 biara. Pemimpin Provinsial Indonesia Frater Pilipus Weridity.

Komunitas-komunitas yang ada di Sulut adalah Komunitas Postulat Frater CMM Manado, Komunitas Frater CMM Manado, Komunitas Frater CMM Matani Tomohon dan Komunitas Novisiat Frater CMM Ka’aten Tomohon. (Fer)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi  Wali Krisma Titus Timang dan Mawar Sarra menerimakan Sakramen Krisma kepada 62 umat pada Misa Krisma di gereja Paroki St. Josep Pelindung Pekerja (SJPP) Manado, Sabtu (5/5/2023).

Misa dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Pastor Stenly Mokodompit Pr (Pastor Paroki) dan Pastor Made Patiyasa Pr (Pastor Rekan) serta Frater Diakon Ivandi Raja Pr dan dihadiri orangtua/keluarga krismawan/wati serta ratusan umat paroki.

Setelah penyerahan calon Krisma kepada uskup oleh Pastor Paroki, Mgr. Rolly menyatakan terima kasih kepada umat paroki khususnya guru-guru pembina serta katekis dan pastor paroki yang telah mempersiapkan dan membimbing mereka (calon penerima Krisma) sampai pada pemenuhan inisiasi.

“Kamu sungguh berpartisipasi dalam karya pembinaan Gereja, dalam tugas kegembalaan kami. Dengan senang hati saya merestui permohonan Pastor Paroki,” ujar mantan Provinsial MSC Indonesia yang pernah menjadi umat paroki ini.

Saat upacara Sakramen Krisma ada pembaharuan janji baptis serta penumpangan tangan dan pengurapan minyak Krisma dari uskup kepada krismawan/wati satu persatu. (Fer)