Meimonews.com – Mulai Rabu, (22/2/203) umat Katolik seluruh dunia memasuki Masa Prapaskah (Masa Puasa dan Pantang), yang diawali dengan Perayaan Rabu Abu.

Terkait dengan ini, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa Tahun 2023 dengan tema Bangun Sikap Saling Tergantung Antar Ciptaan.

Dalam Surat Puasa yang dikeluarkan tanggal 20 Februari 2023 tersebut, Mgr. Rolly (sapaan akrab Uskup kelahiran Lembean) ini menjelaskan mengapa mengangkat tema tersebut.

Dijelaskan, tema itu diangkat untuk membantu Umat Katolik di Keuskupan Manado dalam permenungan dan menentukan aksi nyata adalah keadilan ekologis bagi seluruh ciptaan : semakin mengasihi dan lebih peduli.

“Menjadi jelas dari tema, apa yang menjadi, permenungan dan sasaran aksi nyata kita yaitu membangun sikap adil terhadap seluruh ciptaan,” tulis Mgr. Rolly.

Yang dimaksud dengan keadilan ekologis, sebut mantan Provinsial MSC Indonesia ini, adalah adil terhadap sesama manusia (sosial) dan sekaligus adil terhadap ciptaan lainnya (ekologis). Ciptaan memiliki arti lebih luas dari lingkungan hidup karena ada hubungannya dengan rencana kasih Allah di mana setiap makhluk memiliki nilai dan arti .

Uskup Manado Mgr. Rolly saat memberkati bibit pohon yang akan ditanan untuk kegiatan penghijauan

Dikemukakan, kita sudah terbiasa dengan keadilan sosial, yang dimengerti secara umum lewat rumusan : Kehendak yang teguh untuk memberikan kepada Allah dan juga kepada sesama apa yang menjadi hak mereka. Diterapkan di dalam konteks sosial-ekonomi,  sikap adil berarti mengupayakan kesejahteraan bagi orang lain sebagai hak mereka. Begitu pula pemahaman tentang keadilan itu diterapkan dalam konteks keadilan ekologis, berarti memberikan kepada seluruh ciptaan apa yang hak mereka.

Sebagai persekutuan orang beriman, menurut Mgr. Rolly, Keuskupan Manado sudah mengangkat kesadaran akan panggilan ini sepanjang proses Sinode Keuskupan Manado tahun 2018, yang memuncak pada tanggal 8-13 Juli 2018. Untuk itu, pemimpin wilayah gerejani yang tersebar di tiga provinsi (Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) ini mengajak umatnya membaca kembali apa yang sudah dirumuskan dalam Arah Dasar Keuskupan Manado

Setelah menjelaskan dua poin terkait dengan yang telah dirumuskan dalam Arah Dasar Keuskupan Manado, Mgr. Rolly mengemukakan, untuk membangun persekutuan hidup yang adil, baik secara sosial, ekonomis, pun ekologis, Paus Fransiskus (Pemimpin Gereja Katolik Dunia – Red) menegaskan satu sikap penting yaitu ketergantungan.

Kata-kata Paus tersebut adalah ketergantungan makhluk-makhluk satu sama lain dikehendaki Allah. Matahari dan bulan, pohon ara dan bunga liar, rajawali dan burung pipit, serta semua keanekaan dan ketidaksamaan yang tidak terhitung banyaknya itu mengatakan bahwa tidak ada satu makhluk pun yang mencukupi dirinya sendiri. Makhluk-makhluk itu ada hanya dalam ketergantungan satu sama lain untuk saling melengkapi dalam pelayanan timbal balik.

Keadilan ekologis bertumpu pada prinsip bahwa seluruh ciptaan saling terhubung dan tergantung , sebagai suatu persekutuan hidup. Masing-masing punya kontribusi untuk menciptakan hidup yang sejahtera dan alam yang lestari. Karena itu, kesadaran dan sikap saling tergantung ini perlu dikembangkan terus-menerus sambil menyadari dan menghargai kebaikan dari masing-masing.

“Mari kita bangun dan kembangkan kesadaran dan sikap saling tergantung ini sehingga kita mampu membangun dan mengembangkan sikap adil secara ekologis,” ajak Mgr. Rolly. (Fer)

Meimonews com – Momen Perayaan Natal Yesus Kristus (acap disingkat Natal) dijadikan momen untuk mengadakan syukuran dari keluarga Mandagi – Dolang karena beberapa anggota keluarganya menjadi (lagi) Uskup serta Hidup Membiara 5O tahun dan 40 tahun.

Syukuran yang dimaksud adalah pelantikan Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi (7 Agustus 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Sr. Beatrix Mandagi DSY (4 Oktober 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Freter Lukas Mandagi CMM (29 Juni 2022), dan 40 Tahun Hidup Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC.

Misa yang dipersembahkan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke) sebagai selebran utama,  di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Pastor Fransiskus Mandagi, Pastor Paroki Kristus Raja Kembes Didi Poluan Pr dan puluhan pastor lainnya lainnya serta Frater Diakon Deddy Pati Pr mengawali acara syukuran.

Misa yang dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Perawan Maria Ratu Kamangta Paroki Kristus Raja Kembes Selasa (27/12/2022) dihadiri sejumlah biarawan/biarawati di antaranya dari Tarekat MSC, CMM, DSY, JMJ, PKarm, CSE, imam diosesan serta sejumlah undangan seperti Karo Umum Setdaprov Sulut Reiner Dondokambey, Camat Tombulu, Hukum Tua Desa Kamangta, keluarga Korompis – Mewengkang (pemilik Yayasan/Persekolahan Lokon) dan umat stas/parokii setempat.

Setelah misa, acara dilanjutkan syukuran di rumah keluarga. Dengan diantar tari Kabasaran, yubilaris (uskup, pastor, suster dan frater yang merayakan syukurannya) di dampingi Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), dan rombongan berarak dari gereja menuju rumah keluarga.

Saat syukuran di rumah, setelah sambutan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey diadakan pemasangan lilin serta pemotongan dan penyerahan kue kepada beberapa pastor dan tamu/undangan. Acara ini dipamdu Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde.

Mgr. Mandagi baik dalam kotbah maupun sambutannya di gereja mengurai sejarah perjalanan anggota keluarga yang bisa melahirkan rohaniwan/rohaniwati dari keluarga Mandagi – Dolang, asal Kamangta.

Keberhasilannya menjadi Uskup Agung Merauke (yang sebelumnya Uskup Amboina), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus, bahkan Frater Herman Mandagi CMM dimulai dari keluarga. Selain itu adanya doa dari kedua orangtua mereka.

Kedua hal tersebut, ungkap uskup yang suka bicara apa adanya, yang membuat sehingga mereka (dia serta kakak (Suster Beatrix dan adik-adiknya Frater (dua orang) dan pastor bisa seperti sekarang ini. “Ada yang menjadi uskup (beliau – red), suster, frater dan pastor,” tandasnya.

Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) di awal sambutannya menyampaikan selamat/proficiat kepada Mgr. Mandagi yang sudah emeritus (Uskup Amboina) namun kemudian dilantik sebagai Uskup Agung merauke (dengan lima wilayah Keuskupan), Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus yang masing-masing hidup membiara 50 tahun (suster Beatrix dan Frater Lukas) dan Pastor Fransiskus 40 Tahun Hidup Membiara, serta juga Frater Herman Manadagi CMM yang tahun lalu (2021) merayakan 45 Hidup Membiara.

Suatu kebanggaan yang dimulai dari keluarga, seperti diceritakan Mgr. Mandagi (dalam kotbah dan sambutan) kemudian pendidikan di sekolah dasar yang ada di samping gereja Stasi ini, yang dulu gurunya cuma dua orang tapi hasilnya cemerlang, ungkap Mgr. Rolly, sungguh luar biasa, dan kita bersama keluarga Mandagi – Dolang mensyukuri itu.

Produk yang dihasilkan pada waktu lalu (seperti adanya keluarga yang anggotanya menjadi uskup, pastor, suster dan frater – red), sebut Mgr. Rolly, kiranya menjadi tantangan termasuk kepada Pemerintah.

Fasilitas yang ada, hendaknya lebih baik. Segala fasilitas ketenagaan pendidikan dari Pemerintah dan dukungan dari umat termasuk dari YPK diperlukan untuk kemajuan dunia pendidikan termasuk di Sulut.

“Dulu, dengan fasilitas masih terbatas tapi telah menghasilkan hal yang luar biasa,” ujar Mgr. Rolly yang menguraikan bagaimana dari sekolah yang sederhana di Desa Kamangta ini telah menghasilkan hal yang dibanggakan bukan hanya untuk keluarga (Mandagi – Dolang), Desa Kamangta, umat Katolik tapi juga daerah ini.

Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih atas pemberian diri dari Mgr. Mandagi, Suster Beatrix Frater Lukas, Pastor Fransiskus, dan juga Frater Herman. (Fer)

Meimonews.com – Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey menyempatkan hadir pada acara syukuran pelantikan Uskup, hidup membiara Pastor, Suster dan Frater dari Keluarga Mandagi – Dolang.

Acara syukuran diawali misa syukur yang dipersembahkan Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke) sebagai selebran utama,  di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Pastor Fransiskus Mandagi, Pastor Paroki Kristus Raja Kembes Didi Poluan Pr dan puluhan pastor lainnya lainnya serta Frater Diakon Deddy Pati Pr.

Misa yang dilaksanakan di Gereja Stasi Sta. Perawan Maria Ratu Kamangta Paroki Kristus Raja Kembes Selasa (27/12/2022) dihadiri sejumlah biarawan/biarawati di antaranya dari Tarekat MSC, CMM, DSY, PKarm, CSE JMJ, imam diosesan serta sejumlah undangan seperti Karo Umum Setdaprov Sulut Reiner Dondokambey, Camat Tombulu, Hukum Tua Desa Kamangta, keluarga Korompis – Mewengkang dan umat stas/parokii setempat.

Syukuran yang dilaksanakan keluarga Mandagi – Dolang di momen Natal ini adalah peresmian Uskup Agung Merauke Mgr. PC Mandagi (7 Agustus 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Sr. Beatrix Mandagi DSY (4 Oktober 2022), 50 Tahun Hidup Membiara Frater Lukas Mandagi CMM (29 Juni 2022), dan 40 Tahun Hidup Membiara Pastor Fransiskus Mandagi MSC.

Usai misa syukur dilanjutkan acara syukuran di rumah keluarga, yang berjarak beberapa ratus meter dari gereja.

Dengan diantar tari Kabasaran, yubilaris (uskup, pastor, suster dan frater yang merayakan syukurannya) di dampingi Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado), rombongan berarak dari gereja menuju rumah keluarga.

Wabup dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur Pemerintah Kabupaten Minahasa karena Mgr. Mandagi, Suster Beatrix, Frater Lukas dan Pastor Fransiskus bisa merayakan syukuran pelantikan Uskup dan hidup membiara mereka di momen Natal Yesus Kristus tahun ini.

Wabup juga mengungkapkan rasa syukurnya karena ada keluarga bapaknya yang fam Mandagi, serta bersyukur karena mereka (keluarga Mandagi – Dolang) bisa merayakan syukur atas pelayanan mereka, yang tidak saja di Sulut tapi juga di luar daerah ini.

“Ini suatu hal yang luar biasa, dipakai Tuhan untuk tugas pelayanan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, kami (Bapak Bupati Roy Roring saya Robby Dondokambey sebagai Wakil Bupati) menyampaikan selamat dan bersyukur bersama keluarga Mandagi – Dolang serta dengan kesaksian dari pihak keluarga saat ini.

Wabup menyampaikan pula titipan ucapan selamat dari Gubernur Sulur Olly Dondokambey yang saat bersamaan ada acara penting dan bersiap ke Jakarta kepada keluarga yang bersyukur (atas pelantikan Uskup dan hidup membiara Suster, Frater dan Pastor dari keluarga Mandagi Dolang).

Saat misa, kotbah dan sambutan mewakili yubilaris dibawakan Mgr. Mandagi serta sambutan oleh Uskup Manado. Wabup Minahasa Robby Dondokambey membawakan sambutan saat syukuran di rumah keluarga.

Kadis Kominfo Minahasa Maya Kainde yang hadir di acara itu didaulat untuk memamdu acara pemasangan lilin dan pemotongan kue syukuran. (Fer)

Meimonews.com – Credrit Union (Koperasi Kredit) Kamberu Tanawangko menggelar Pelatihan Eco Enzym dan Misa Ekologis di Tambala,  Minahasa, Selasa (23/8)2022).

Pelatihan diadakan di rumah anggota CU (Keluarga Dareda Sumelang) sedang Misa Ekologis diadakan di Gereja Stasi Tambala Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tanawangko.

Kegiatan pelatihan diikuti puluhan anggota CU dan  turut dihadiri Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko Pastor Wilfrids Siunta Pr, Ketua Pengawas CU Kamberu Pastor Rhein Saneba Pr dan Pastor Eky Lalio Pr.

Kegiatan diawali kata pengantar Ketua Badan Pengurus CU Kamberu Pastor Clemens Joy Derry Pr kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan praktik pembuatan beberapa produk eco enzym.

Kemudian pemaparan materi oleh Tim Animasi Laudato Si Keuskupan Manado yakni Sr. Regina Fofid DSY (Ketua Komisi JPIC- KM,/Moderator Tim), Youla Sumakud (Dosen Faperta Unsrat), Lini Tambajong (Kepala Bapelitbang Manado) dan Daphne Esther Tololiu (Ketua Komunikasi Eco Enzyme Manado).

Sr. Regina dalam pemaparannya menjelaskan seputar eco enzym seperti apa itu eco enzym, mengapa eco enzym, cara membuat eco enzym dan manfaat eco enzym.

Walaupun hanya berjalan singkat, namun pelatihan berjalan menarik karena ada produk-produk yang dihasilkan pada program eco enzym oleh para narasumber. Selain itu, dibuat pula racitan produk yang dilatih, yang memang ramah lingkungan.

Menariknya, Uskup Manado didaulat untuk ikut dalam proses pembuatan sesuatu produk eco enzym. Mgr. Rolly, sapaan gembala kelahiran Lembean (Minut) tidak terlihat canggung saat mengiris bahan- bahan yang akan dibuat seperti pewangi dan sabun ramah lingkungan.

Selama beberapa menit, Mgr. Rolly ikut terlibat dalam proses peracitan tersebut sambil sesekali bertanya kemanfaatan dan proses pembuatan produk-,produk eco enzym, yang memanfaatkan bahan-bahan sisa atau yang akan dibuat.

Usai pertemuan, dengan berjalan kaki, Mgr. Rolly dan rombongan termasuk anggota Pengurus dan Anggota CU mendatangi Kantor Desa Tambala untuk penyerahan bantuan sembako.

Sebanyak 30 warga Desa Tambala dan 10 umat  stasi setempat mendapat paket sumbangan dari Lucia Taroreh (Anggota DPRD Minahasa), CU Kamberu dan OFS Manado, yang diserahkan Mgr. Rolly di dampingi Lucia Taroreh dan pengurus CU.

Usai penyerahan sumbangan, Mgr. Rolly dan rombongan kembali berjalan kaki menuju gereja Stasi Tambala untuk memimpin Misa Ekologis.

Saat memimpin misa yang juga diikuti umat stasi, Uskup di dampingi Pastor Joy, Pastor Siunta,  Eky dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr.

Pastor Joy (sapaan akrab Ketua BP CU Kamberu) di dampingi Jonas Adam (Sekretaris CU) kepada Meimonews.com di sela kegiatan menjelaskan, koperasi kredit yang dipimpinnya memiliki program pertemuan rutin sebulan sekali dan bergilir ke rumah- rumah anggota.

“Dan, saat pertemuan, kami mengadakan pendidikan atau pelatihan walau dalam waktu singkat, yang bermanfaat bagi para anggota,” ujar mantan Ketua Komisi PSE-KM ini.

Pada pertemuan kali ini, sambungnya, pendidikan atau pelatihan yang diberikan kepada anggota, seberapa yang hadir, adalah terkait dengan program ramah lingkungan dan merawat bumi, sejalan dengan program Keuskupan Manado. (af)

Meimonews.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pelbagai cara dan upaya dilakukan baik pemerintah, swasta, organisasi/lembaga atau kelompok dan masyarakat lewat berbagai kegiatan untuk memperingati momen penting dan istimewa tersebut.

Memperingati HUT Kemerdekaan Tahun ini, Viri Gregoriani Musica Sacra dan dan Pueri Cantores Musica Sacra Keuskupan Manado pimpinan Junior Melo menggelar Vesper (Ibadat Sabda) Mulia di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Selasa (16/8/2022).

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Direktur Musica Sacra Pastor Harry Singkoh MSC dan Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin kegiatan yang dihadiri terbatas oleh sejumlah umat tersebut.

Dalam kotbahnya, Mgr. Rolly (sapaan uskup) menegaskan, Tuhan telah memberikan Indonesia kekayaan berupa susu dan madu yang melambangkan kesejahteraan. Makanya diajak merayakan peringatan HUT Kemerdekaan ini, sambil mengenang apa yang telah dibuat para perintis, pejuang, pahlawan sehingga kita boleh menikmati kesejahteraan yang Tuhan kehendaki.

“Para pahlawan telah berjuang bukan untuk kompoknya atau kaumnya sendiri tetapi kesejahteraan dan kemerdekaan bangsa kita. Mereka (para pahlawan – Red) tidak saja hanya melihat jauh ke depan tapi juga tindakan nyata yang kita tahu bahkan sampai mengorbankan diri, nyawa mereka demi, semata-semata, untuk kesejahteraan dan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Mantan Provinsial MSC Indonesia kelahiran Lembean ini mengingatkan agar kita bersyukur karena pemberian anugerah Tuhan, yang torang jaman ini terima dengan cuma-cuma. Dan, dengan tantangan jaman sekarang ini, untuk mengambil bagian di dalam mengisi kemereekaan ini  agar bangsa kita menjadi lebih sejahtera, menikmati kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh perintis dan para pahlawan kita .

Kita mensyukuri apa yang sudah kita terima secara cuma-cuma itu dan tergerak seperti para perintis, para pahlawan memberikan kepada orang lain. Kita mengambil bagian, bersama- sama meneruskan apa yang menjadi tujuan, yang sudah diperjuangkan dari awal oleh  para perintis, para pahlawan. Kita  mengisinya dan mengembangkannya terus-menerus lewat kebersamaan, baik bersama pemerintah, masyarakat maupun LSM-LSM yang ada di dalam bangsa ini.

“Agar kita mengambil bagian dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan ini supaya bangsa kita semakin cerdas, bukan hanya cerdas otaknya tapi juga cetdas hati dan rohaninya. Kita menjadi cerdas dan peka terhadap apa yang menjadi kebutuhan mereka yang ada di sekitar kita.

Kita bersama- bersama dari kekurangan dan dari kekayaan, sebut Mgr Rolly,  kita  memberi perhatian terhadap kebutuhan orang-orang yang ada di sekitar;  orang-orang yang miskin, yang tidak saja miskin harta, miskin pikiran, miskin kehidupan bersama, miskin penghayatan rohani, itu yang menjadi visi kita untuk mengisi kemerdekaan ini.

Dalam kata penutupnya, Direktur Musica Sacra Keuskupan Manado Pastor Harry Singkoh MSC mengungkapkan harapan agar kegiatan vesper mulia ini menjadi agenda tetap Keuskupan Manado. “Tahun lalu kita sudah buat, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi agenda tetap di tahun- tahun mendatang,” ujarnya.

Vesper dimulai dengan perarakan dari sakristi menuju altar. Ketika hendak berarak, uskup dan para petugas membungkuk ke arah salib sakristi . Musik organ mengiringi prosesi masuk.

Salib dan pembawa lilin berarak paling depan, diikuti para penyanyi, pastor Harry dan frater Dedianus, kemudian uskup yang didampingi caeremoniarius, yang di belakangnya petugas pembawa mitra dan tongkat uskup.

Lagu/madah pujian dan syukur serta doa untuk kemajuan negara dan bangsa Indonesia yang kini berusia 77 tahun mewarnai vesper mulia ini. Saat mengheningkan cipta, Mgr. Rolly mengajak kita mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Diajak pula untuk mengenangkan sosok mereka yang telah meninggal dan berjasa bagi kita. “Semoga kemurahan Tuhan terbuka atas mereka,” ujar Mgr. Rolly.

Dalam doa penutup, uskup mengajak mendoakan bersama di antaranya agar Tuhan Allah yang Mahaesa melindungi tanah air Indonesia agar tetap merdeka dan aman sentosa.

“Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati agar di seluruh wilayahnya berkuasalah keadilan dan damai, kesejahteraan dan kesehatan, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih,” pinta uskup dalam doanya.

Setelah berkat episkopal dan sebelum perarakan keluar, dinyanyikam secara bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya. (elka)

Meimonews.com -Kehadiran Tim Animator Laudato Si (LSi) di Keuskupan Manado disambut postif dan diapresiasi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Hal tersebut terungkap saat Tim yang diantar Ketua Komisi JPIC (Justice, Peace and Integrity of Creation = Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan) Keuskupan Manado Sr. Regina Fofid DSY bertemu Uskup di ruang tamu Keuskupan Manado, Jl. Samrat Manado, Senin (8/8/2022).

“Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi Tim Animator LSi-KM karena bapa Uskup Mgr. Rolly menyambut dengan penuh senyum dan kehangatan sebagai seorang gembala akan domba-dombanya,” ujar Sr. Regina.

Kepada Meimonews.com via WhassApp, usai pertemuan itu, Sr. Regina menambahkan Mgr. Rolly menyambut gembira dan memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah tim animator mulai, dengan harapan tim ini menjadi wadah untuk membangun satu kesadaran bersama untuk merawat bumi.

Badan Pengurus, sebut Uskup seperti dikutip suster Regina, tidak saja hanya pioner tetapi menjadi saksi untuk menjaga dan merawat ibu bumi sebagai suatu kesadaran dengan menghidupi tujuh goals dari Laudato Si Action Platform.

“Mungkin banyak orang sudah tahu tentang Ensiklik Laudato Si, namun mereka belum tentu mengerti dan sadar secara bersama-sama demi masa depan anak cucu kita !” ujar Mgr. Rolly, sapaan uskup yang barusan genap 5 tahun kegembalaannya di Keuskupan Manado.

Uskup mengajak untuk bersama Komisi JPIC Keuskupan Manado menyebarkan spiritualitas ekologis dan Laudato Si ke seluruh paroki yang ada di Keuskupan Manado.

Mantan Provinsial MSC ini mengingatkan, apapun gerakan dan karya baik yang kita lakukan semuanya beralaskan doa. “Jangan lupa berdoa,” tandasnya.

Di akhir pertemuan, Mgr. Rolly menyerahkan buku Ensiklik Laudato Si kepada Ketua Pengurus LSi-KM Fongky Ponomban.

Sesudah pertemuan tersebut, Tim Animator LSi-KM bersama Komisi JPIC Keuskupan Manado mengadakan rapat di ruang rapat Puspa Kusuma untuk menyusun program kerja akhir tahun 2022.

Tim Animator LSi-KM dibentuk pada April 2022 karena ketergerakan hati dari beberapa orang yang prihatin dengan “jeritan ibu bumi” dan kesediaan untuk merawat “bumi rumah kita bersama”  dengan mengikuti pelatihan animator secara online yang dilaksanakan Tim Animator LSi  Movement Indonesia.

“Dari pelatihan inilah melahirkan Tim Animator Laudato Si Keuskupan Manado,” ujar Sr. Regina. (elka)

Meimonews.com – Pelaksanaan Puncak Perayaan Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) yang dipusatkan dilaksanakan, Jumat (29/7/2022) berlangsung meriah dan penuh makna.

Sejumlah acara yang disiapkan Panitia Pelaksana yang diketuai Sr. Monika Kalangi dengan Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan pada acara puncak dua abad kongregasi mendapat respons dan apresiasi yang luar biasa baik yang berada di lokasi puncak maupun yang berada di sekitarnya.

Kemeriahannya terlihat saat kedatangan rombongan Uskup baik yang dari Keuskupan Manado (2 uskup) maupun dari keuskupan lain (6 uskup) yang dijemput di bundaran Patung Tololiu (pertigaan jalan : ada yang ke arah Tondano dan ke arah Sonder, dan ke arah Manado).

Ratusan suster Kongregasi SJMJ termasuk Dewan Pimpinanan Umum  Dunia (Sr. Theresia Supriyati, Sr. Francinetti Manua, Sr. Jeannette Runtu dan Sr. Monika Kalangi), Dewan Pimpinan Provinsi termasuk Sr. Justien Tiwow (Pemimpin Manado) menjemput para uskup untuk seterusnya di antar ke lokasi acara puncak, yang dipandu Sr. Rita Manuel.

Drumband persekolahan di bawah naungan Yayasan Joseph Yeemye (milik Kongregasi SJMJ) dan tari cakele (gabungan guru persekolahan Yayasan Joseph Yeemye) mengawali prosesi/perarakan, yang membuat suasana jadi meriah dan penuh makna.

Lebih meriah dan penuh makna lagi dengan adanya sapaan para uskup termasuk Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (yang memang suka menyapa umat dan masyarakat) dengan melambaikan tangan disertai sapaan kata dan senyuman kepada masyarakat dan umat yang dilewati prosesi/perarakan.

Kemeriahan berlanjut saat misa syukur yang diadakan di gereja paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tomohon.

Delapan uskup yakni Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, Uskup Samarinda Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Padang Vitus Rubianto Solichin, Uskup Amboina Mgr. Seno Ngutra, Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono, dan Uskup Emeritus Manado Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan memimpin misa.

Mgr. Rolly menjadi selebran utama sementara 7 uskup lainnya sebagai selebran.Turut mendampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr. Mgr. Mandqgi membawakan kotbah.

Sekitar 70 pastor termasuk Pastor Paroki HKY Tomohon Vecky Singal serta Vikjen Keuskupan Agung Makassar Pastor Joni Payuk, Vikjen Keuskupan Larantuka Pastor Gabriel Unto Dasilva, dan Vikjen Keuskupan Jayapura Pastor Barnabas Daryana mengikuti misa mulia ini.

Ratusan suster Kongregasi SJMJ dari Provinsi-provinsi dan suster dari tarekat lain,  serta undangan lain dalam jumlah terbatas mengikuti misa secara langsung. Ada pula umat yang mengikuti misa secara live streeming.

Ketika membawakan kotbah, Mgr. Mandagi mengurai makna perjalanan panjang suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ di dunia. Ada banyak suka-duka yang dialami. Ada banyak tantangan yang dilalui. Tapi, semua itu bisa dilalui hingga kongregasi ini bisa merayakan 200 tahun berdirinya di dunia.

Menurut Mgr. Mandagi, karya kerasulan Kongregasi SJMJ seperti di bidang pendidikan telah membuahkan hasil. Banyak buah-buah karya suster-suster JMJ telah dirasakan. “Banyak hasil-hasil karya suster-suster JMJ bisa kita lihat ada di mana-mana, dan dirasakan,” ujarnya.

Bacaan injil dalam misa yang diambil dari Lukas 4 : 16-21, yang antara lain menyebutkan  Roh Tuhan ada padaKu, sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahnat Tuhan telah datang, sebut Mgr. Mandagi, adalah panggilan Tuhan, panggilan dan perutusan Gereja.

“Dan, sekaligus panggilan suster-suster JMJ. Luar biasa, panggilan dan perutusan Yesus yang diteruskan suster-suster JMJ, ” ujar Mgr. Mandagi seraya mengungkapkan bahwa ia termasuk salah satu yang merasakannya karena orangtuanya pernah merasakan pembinaan dari suster-suster JMJ, dulu.

Suster-suster JMJ juga, sebut mantan Uskup Amboina ini, telah mewujudkan harapan dari Pendiri Kongregasi SJMJ  Pater Mathias Wolff SJ dan sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang hal yang sama, yakni belas kasih.

Para suster Kongregasi  SJMJ, ungkapnya, telah melaksanakan belas kasih itu bukan hanya dengan kata-kata saja, hanya banyak bicara tanpa hasil, tetapi para suster telah melaksanakan itu secara nyata baik lewat pendidikan, kesehatan maupun karya sosial lainnya.

Dikemukakan, para suster mewujudkan karya-karya pendidikan, karya-karya sosial, kesehatan dan karya-karya pastoral lainnya seperti apa yang dikatakan dan dilaksanakan Yesus Kristus. “Kita boleh bangga karena ada orang seperti para suster ini yang siap sedia melaksanakan panggilan dan perutusan Tuhan itu di dunia ini, ” tandasnya.

Kemeriahan dan sarat makna positif berlanjut lagi saat ramah tamah di samping gereja, usai misa, yang diwarnai pementasan teatrikal Sejarah Perjalanan Kongregasi SJMJ di Dunia (yang ditulis Sr. Monika Kalangi, Ketua Panitia Pelaksana Yubelium 200 Tahun Konggregasi SJMJ), penandatangan prasasti antara lain oleh para uskup, Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mewakili Guberur Sulut), Walikota Tomohon Carol Senduk, Wawali Tomohon Wenny Lumentut dan Pimpinan Kongregas.

Selain itu, ada acara pemasangan lilin oleh DPU Kongregasi SJMJ dan pemotongan kue peringatan, laporan panitia pelaksana dan sambutan dari Pemimpin Umum Sr. Theresia Supriyati, Uskup Manado, Gubernur Sulut yang diwakili Kadis Perindag Sulut dan Walikota Tomohon, serta diakhiri makan malam bersama.

Ketika memberikan sambutan, Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Dunia Sr. Theresia Supriyati mengawalinya dengan menjelaskan makna di balik penjemputan para uskup di bundaran Patung Tololiu serta pengalaman singkat kehadiran kongregasi serta harapan sesudah 200 tahun perjalanan kongregasi yang didirikan Pater Mathias Wolff pada 29 Juli 1823 di Belanda ini.

Dikemukakan dari seluruh perjalanan ini (kongregasi), hari ini, mereka boleh mengatakan dengan rendah hati bahwa kongregasi yang kini dipimpinnya tidak berjalan sendirian tapi ada Tuhan yang telah menuntun, mendampingi, menguatkan sehingga mereka masih ada sampai hari ini. ” Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya bagi siapa saja yang setia kepadaNya,” ujar Suster Theresia.

Mgr. Rolly dalam sambutannya mengawali dengan satu kata yang mengandung makna ucapan selamat dan dukungan atas perjalanan suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ, yang telah berusia 200 tahun kehadirannya di dunia termasuk di wilayah Keuskupan Manado.

Ada lima hal/makna terkait ucapan proficiat dari Uskup Manado tersebut. Pertama, proficiat untuk penghayatan akan spiritualitas dan pastoral inkarnatoris : ‘Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.’ SJMJ hadir di dunia untuk ambil bagian dalam spiritualitas dan pastoral inkarnatoris itu. “Proficiat karena sudah berkembang dengan sedemikian subur sehingga telah membentuk 3 provinsi di Indonesia,” ujar Mgr. Rolly.

Kedua, proficiat sudah menjadi ibu bagi banyak anak di sekolah-sekolah. Para suster telah menjadi ‘ibu guru’ berbudi pekerti yang luhur untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter. SJMJ telah berkontribusi sangat signifikan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ketiga, proficiat telah menjadi injil kehidupan bagi begitu banyak pasien di rumah sakit, di klinik bahkan di mana- mana. Keempat, proficiat sudah menjadi saudara kami dalam karya misi gereja.

Kelima, proficiat untuk perayaan 200 tahun ini. “Kita percaya bahwa usia 200 tahun SJMJ adalah usia masih muda karena kita percaya akan perjalanan panjang SJMJ ke depan yang masih jauh lebih panjang dari 200 tahun yang telah kita lewati ini,” ujar uskup yang salah satu adiknya suster dari suatu tarekat religius.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen menyampaikan proficiat atas perayaan 200 tahun berdirinya Kongregasi SJMJ, sekaligus mengharapkan kiranya momentum ini akan mampu memperkokoh komitmen umat Katolik, khususnya para Pekerja Gereja untuk tetap konsisten dalam peran serta terus meningkatkan kesaksian dan pelayanan dalam kehidupan bergereja, dalam keseharian kehidupan sebagai warga masyarakat.

Ungkapan syukur, jelas Gubernur, merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Hendaknya perayaan ini dapat dimaknai, untuk bagaimana ke depan bisa mampu dalam menjalankan peran masing-masing, dan menjadikan semua umat senantiasa bertumbuh dewasa di dalam iman,” pinta Gubernur.

Disebutkan, momentum yubelium 200 tahun ini sebagai suatu bukti kepercayaan dari Tuhan untuk menyelesaikan misi dalam mempersiapkan jalan keselamatan bagi segenap umat. (elka)

Meimonews.com – Vesper Agung menjadi acara awal Perayaan Puncak Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) Dunia.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin Vester Agung yang diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, Kamis (28/7/2022).

Ketua Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan menjelaskan, Vesper Agung itu merupakan tradisi Gereja Katolik sebelum perayaan puncak diadakan.

“Perayaan ini dilaksanakan di Tomohon karena sebagai rumah pertama kami, di mana kongregasi SJMJ masuk ke Indonesia bermula dari sini,” ujarnya.

Momentum 200 tahun ini diharapkan akan mengembangkan kerasulan yang lebih religius. “Kami berharap akan semakin banyak lagi generasi muda yang terpanggil untuk mengabdikan hidup religius seperti SJMJ, karena Gereja Katolik masih membutuhkan pelayan-pelayan,” ujar Suster Monica.

Seusai Vesper Agung, Uskup Manado dan seluruh peserta melanjutkan acara ramah tamah di Biara Santo Walterus, biara pertama SJMJ di Keuskupan Manado.

Di lokasi ini, ada pajangan foto-foto sejarah perjalanan kongregasi serta sejumlah peralatan zaman dulu yang digunakan oleh para suster, mulai dari alat dapur dan peralatan kantor lainnya.

“Di dalam biara ini pula ada satu ruangan yang telah dijadikan museum karena menjadi kamar suster waktu masa-masa sulit dulu,” ujar Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Sr. Theresia Supriyati dalam percakapan dengan Meimonews.com di saat mengelilingi Biara Walterusi, Rabu (27/7/2022).(af)

Meimonews.com – Di momen Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM), Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC melakukan kunjungan ke Taman Pustaka SHS dan makam Sinyo Harry Sarundayang (SHS), Jumat (15/7/2022) siang.

Usai makan siang di rumah keluarga Sarundayang setelah acara pembukaan kegiatan akbar KBK dan menunggu acara Konferensi, Kapolda dan Uskup secara spontan mengunjungi Taman Pustaka SHS dan makam mantan Gubernur Sulut tersebut, yang memang berada di kompleks rumah keluarga Sarundayang.

Setelah mengisi buku tamu, kedua pemimpin yang dekat dengan masyarakat ini melihat langsung apa yang ada di taman pustaka tersebut.

Bagian/sudut demi bagian/sudut dilihat apa yang ada sambil sesekali kedua pemimpin ini berdiskusi dan memuji apa yang tersaji di taman pustaka SHS.

Setelah mengunjungi Taman Pustaka SHS, Kapolda dan Uskup melakukan ziarah ke makam  Sinyo Harry Sarundayang (mantan Duta Besar Filipina, mantan Gubernur Sulut dan mantan Pj. Gubernur Maluku), yang berada di kompleks yang sama.

Kapolda Sulut dan Uskup Manado berada di Kawangkoan adalah dalam rangka Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM.

Kapolda memberikan sambutan mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan membawakan materi pada konferensi sementara uskup memimpin misa pembukaan dan memberikan sambutan sekaligus membuka konferensi serta memantau langsung acara-acara dalam rangkaian dua kegiatan besar tersebut yang diselenggarakan Jumat-Minggu (15-17/7/2022). (Baca : Misa dan Pelepasan Balon, Warnai dan Tandai Pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII KBK KM). (af)

Meimonews.com – Pelepasan balon ke udara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Bupati Minahasa Royke Roring, Bupati Talaud Elly E. Lasut, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut dan Wakil Walikota Bitung Henky Honandar menandai pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM).

Pelaksanaan pembukaan kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Mgr. Rolly di dampingi Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu Pr,  sejumlah imam lainnya serta Frater Diakon Deddy Pr tersebut dilaksanakan di Stadion Sarundayang Kawangkoan, Minahasa, Jumat (15/7/2022).

Sebelum pelepasan balon, Mgr. Rolly di dampingi Ketua Caretaker Badan Pengurus KBK KM Edwin Kindangen dan Ketua Panitia Pelaksana Theodorus Lumi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur dan Kapolda disaksikan sekitar ribuan peserta Pertemuan Raya dan Konferensi dan undangan lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengapreasi pelaksanaan kedua kegiatan besar (Pertemuan Raya dan Konferensi KBK KM) tersebut

“Ini menjadi momentum luar biasa, karena sudah tiga tahun tidak berkumpul akibat pandemi. Kita berkumpul dan bersuka cita,” sebut  Kapolri.

Kapolri berharap, umat beragama dapat hidup dalam perbedaan, tapi diikat dengan ideologi Pancasila. Untuk itu penting agar mengembangkan moderasi beragama. “Semoga pelaksaan berjalan lancar sukses,” sebutnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutnya memberikan pesan menarik bagi bapak-bapak yang tergabung dalam organisasi Kaum Bapak Katolik. “Kalau boleh, mulai jam 6 sore kase mati HP sampai jam 9 malam,” ujar Gibernur.

Mengapa ponsel harus dimatikan pada jam tersebut ?  Gubernur memberi jawaban yakni agar bapak-bapak Katolik bisa punya waktu untuk bercerita dengan anak dan istri.

Pelaksanaan Pertemuan Raya nantinya diisi dengan sejumlah kegiatan seperti penanaman pohon, donor darah dan lomba-lomba kesenian dan olahraga sedang Konferensi akan diisi sejumlah agenda di antaranya pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus KBK KM. (af)