Meimonews.com – Sebanyak 10 (sepuluh) imam/pastor baru ditahbiskan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC pada Misa Tahbisan di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Sabtu (18/4/2026).
Sekitar 100 imam/pastor mendampingi Uskup pada misa tahbisan yang dihadiri seribuan umat dari beberapa paroki di Keuskupan Manado, para suster, frater, bruder serta orangtua/wali dan keluarga imam baru tersebut.
Sepuluh imam/pastor baru tersebut terdiri dari 7 (tujuh) imam diosesan Manado (Projo/Pr) dan 3 (tiga) dari Tarekat MSC(Misionarii Sacratissimi Cordi Jesu/Hati Kudus Yesus).
Mereka adalah Pastor Ftederic Leonardo Ze Pr (Paroki Sta Maria Bunda Penolong Abadi Beteleme Sulteng), Pastor Marcelino Ronaldo Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko Sulut), Pastor Michael Mefri Kewo Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Keroit), Pastor Jecklin Carol Mononimbar Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Keroit Sulut), Pastor Beato Dionesius Pasalin Pr (Paroki St. Clemens Kolaka Sultra).
Pastor Wandelinus Gleko Pr (Quasi Paroki Benedictus Abas Lalundu Sulteng), Pastor Christiano Mandagi Pr (Paroki Sta Perawan Ratu Rosari Sinisir Sulut), Pastor Jenner Bernardus Senduk MSC (Paroki Bunda Hati Kudus Woloan Sulut), Pastor Yofalandus Lintong MSC (Paroki Santo Thomas Modo Buol Sulteng) dan Pastor Yohanes Jeng MSC (Paroki Santo Thomas Modo Buol Sulteng).
Upacara tahbisan diawali pemilihan calon tahbisan imam yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Wakil Superior Skolastikat MSC Pineleng Pastor Aldrin Rey MSC dan Rektor Seminari Tinggi Pineleng Pastor Amri Wuritimur Pr. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan Uskup kepada para frater diakon (calon imam baru) tersebut.
Setelah homili Uskup, dilanjutkan dengan pengikraran kaul janji setia calon imam, litani para kudus, doa tahbisan, pengenaan kasula, pengurapan tangan, penyerahan piala dan patena, serta salam damai.
Saat salam damai, Mgr. Rolly menyapa para imam baru satu persatu dengan berkata “Damai bagimu” dan dijawab para imam baru tersebut dengan berkata “Dan bersama rohmu.”
Setelah itu, para imam baru mendatangi imam-imam yang hadir pada upacara tersebut dalam satu lingkaran yang menandakan satu kologium para imam dengan berkata sama seperti yang diucapkan Uskup (Damai bagimu) dan dijawab dengan jawaban yang sama (Dan bersama rohmu).
Di penghujung misa, sebelum berkat secara umum, Johanes Sikala (mewakili orangtua imam baru), Pastor Wandelmus Gleko Pr (mewakili para imam baru), Provinsial MSC Indonesia Pastor Hironimus Ronny Dahua MSC, dan Mgr. Rolly memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Provinsial MSC Indonesia juga mengumumkan tempat bertugas 3 imam MSC sementara Mgr. Rolly juga mengumumkan tempat bertugas 7 imam diosesan (projo/Pr).
Usai misa/upacara tahbisan acara dilanjutkan dengan syukuran di kompleks pastoran dan gereja paroki HTM Katedral dan Wisma Keuskupan Manado, yang berdekatan dengan gereja. (Leka)
Meimonews.com – Rabu Abu (Rabu, 18/2/2026) menjadi momen penting dan pembuka Masa Prapaskah Tahun 2026 bagi umat Katolik sedunia.
Terkait dengan itu, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengeluarkan Surat Puasa dengan tema Satu Gereja : Satu Visi Satu Misi, Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan.
Surat Gembala yang dikeluarkan Selasa (17/2/2026) ini ditujukan kepada para pastor, biarawan/wati, serta umat Katolik yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Disebutkan, pada Rabu Abu, umat Katolik memulai Masa Prapaskah atau Masa Puasa. “Ciri khas masa Prapaskah ialah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina tobat,” sebut Uskup.
Tema Masa Prapaskah Tahun 2026 (Satu Gereja : Satu Visi Satu Misi, Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan) ini, jelasnya, sesuai dengan salah satu ciri khas Masa Prapaskah yakni mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan.
Kita hendak merenungkan makna pembaptisan kita, identitas kita, siapakah kita, jati diri dan martabat kita sebagai gereja.
Selain itu, sesuai pula dengan visi gereja Katolik Keuskupan Manado yakni Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jadi diri dan martabatnya dalam komunitas yang berbasis sabda, iman dan persaudaraan, kerasulan dan masyarakat.
Dijelaskan, selama Masa Prapaskah, tema-tema ini menjadi arah spiritual dan pastoral untuk bergerak bersama dalam satu nafas iman, visi dan misi. Dan dalam Masa Prapaskah ini pengembangan jati diri dan martabat gereja Katolik sebagai satu persekutuan umat untuk menjadi terang dan garam serta sebagai Sakramen Keselamatan, kita ungkapkan dan wujudkan sebagai gerakan/aksi ke dalam maupun ke luar melalui kegiatan devosi, doa dan liturgi serta aksi-aksi nyata untuk menghadirkan secara berkualitas pengharapan menuju kemuliaan/kegembiraan kebangkitan.
Pimpinan gereja yang lahir di Lembean, Minahasa Utara ini menegaskan, sebagai satu gereja dalam keberagaman, gereja Keuskupan Manado yang sinodal dan misioner dipanggil dan diutus untuk berjalan bersama-sama dengan hirarki, hidup bakti dan awam, pemerintah, umat beragama dan aliran kepercayaan, orang miskin, lanjut usia dan difabel.
Pokok ini pulalah yang dalam kunjungan pastoralnya ke seluruh keuskupan yang luas ini ia selalu ingatkan dan tegaskan, sebagaimana yang sesungguhnya pernah diungkapkan Paus Fransiskus bahwa kita sebagai satu gereja, satu visi dan misi berada dalam satu kapal yang sama yaitu kapal Keuskupan Manado sebagai persekutuan umat yang saling terhubung dan terikat.
“Kita berada bersama, berlayar bersama, berjalan bersama, bergerak bersama, diutus bersama, bergembira dan berharap bersama sebagai garam dan terang dunia di manapun kita berada,” jelasnya.
Masa Prapaskah ini, menurut Mgr. Rolly, merupakan waktu yang baik untuk menyadari kembali apa sesungguhnya identitas serta jati diri kita sekaligus menyadari dan mengakui hal-hal yang barangkali menyebabkan kita belum atau tidak hidup, hadir dan berkembang sesuai jati diri dan martabat kita itu.
Masa Prapaskah ini, tambahnya, tidak sekedar diisi dengan pelbagai macam kegiatan doa/liturgi, puasa dan pantang maupun aksi sosial karitatif, sesuai program pribadi, keluarga wilayah rohani, paroki atau kevikepan tetapi juga sebagai kesempatan untuk berubah, untuk bertransformasi dalam menghayati iman, hidup, karya dan pelayanan kita.
Pada Masa Prapaskah ini, uskup mengajak melaksanakan tradisi berpuasa dan pantang. Puasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung sedang Pantang dilaksanakan selain pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung tapi juga pada setiap hari Jumat selama masa Prapaskah.
Pemberlakuan bagi mereka yang berpuasa dan pantang serta bagaimana berpuasa dan apa saja yang menjadi pantangan selama Masa Prapaskah disebutkan dalan Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2026.
“Marilah dengan penuh pengharapan dan sukacita iman kita memasuki masa Prapaskah ini,” tutup Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2026. (lexie)
Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo merayakan peringatan 150 Tahun Pembaptisan di Bandhayo Lo Yiladia (Aula Rumah Dinas Walikota Gorontalo), Jalan Nani Wartabone Limba U Satu Biawao Kota Gorontalo, Rabu (21/1/2026).
Pelaksanaan peristiwa bersejarah di tempat tersebut atas izin dari Walikota Adhan Dambea. Bahkan, komsumsi dari kegiatan ini disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Peringatan ini diwarnai pula dengan tarian yang bernuansa Islam.
“Rumah ini, rumah kita semua. Rayakan di sini. Keakraban menjadi nadi utama perayaan besar ini,” ujar Wakil Walikota Indra Gobel mewakili Walikota saat memberikan sambutan pada acara syukuran yang diadakan malam hari setelah misa yang diadakan sore hari di tempat yang sama.
Dingingatkan kita semua bahwa negara Indonesia yang cintai ini adalah umat yang besar dan mengingatkan kembali keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda.
Wakil Walikota mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga kebersamaan terus menebarkan kasih dan damai serta mendukung program pemerintah demi kelancaran bersama.
Wakil Walikota Gorontalo Indra Gobel saat memberikan sambitan mewakili Walikota Adhan Dambea
Acara syukuran diawali dengan tarian Dana Dana dan keberagaman. Makanya pakaian adat tamu/undangan menjadi simbol persatuan dan kesatuan.
Di momen penuh keakraban, kebersamaaan dan penuh sukacita ini Pemkot Gorontalo yang kini dipimpin Walikota Adhan Dambea dan Wakil Walikota Indra Gobel mendapat penghargaan dari Paroki St. Kristoforus Gorontalo yang diserahkan Uskup Manado, yang diterima Wakil Walikota Gorontalo.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemkot Gorontalo dalam menjaga kerukunan, toleransi serta membangun hubungan harmonis dengan umat beragama khususnya Katolik.
Sebelum syukuran, diadakan Misa yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi puluhan pastor/iman termasuk Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo Pastor Cladius Berty Rumondor Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.
Saat misa, ada penerimaan umat baru (dari yang beragama lain masuk Katolik) yang di dampingi tokoh umat Talulembang Sule dan Ketua Wilayah Rohani St. Theresia Paroki St. Kristoforus Suleman.
Diketahui, pada 150 tahun lalu, tepatnya tanggal 18 Januari 1876 seorang perempuan di Gorontalo bernama Carolina dibaptis oleh Pastor Vanner SJ, yang saat itu singgah di Gorontalo sebelum kembali ke Batavia.
Peristiwa pembastisan pertama ini memiliki nilai historis perkembangan gereja Katolik di Keuskupan Manado khususnya di Provinsi Gorontalo, yang kini memiliki dua paroki yakni Paroki St. Kristoforus Gorontalo dan Paroki St. Theodorus Kaaruyen. (Lexie)
Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa Paroki St. Theodorus Kaaruyan Jolly Motto bertemu Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga di ruang kerja Bupati, Rabu (21/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Mgr. Rolly dan Jolly sebagai perwakilan umat Katolik setempat menyampaikan permohonan kebijakan dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato, khususnya kepada Bupati Pohuwato, terkait rencana pembangunan tempat ibadah Gereja Katolik di Kabupaten Pohuwato.
Uskup menjelaskan, hingga kini, umat Katolik di Marisa (Ibukota Kabupaten Pohuwato) belum memiliki gedung gereja sebagai tempat ibadah. Oleh karenanya, dimohon persetujuan pemerintah daerah untuk pembangunan gedung Gereja Katolik.
“Kami umat Katolik belum memiliki rumah ibadah, khususnya di ibukota Kabupaten Pohuwato (Marisa). Olehnya itu kami memohon persetujuan pembangunan gedung gereja bagi umat Katolik di Kabupaten Pohuwato,” ujar Mgr. Rolly.
Pimpinan gereja yang wilayahnya tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Tengah ini menjelaskan, lahan pembangunan gereja telah tersedia, sehingga tahapan selanjutnya adalah pengurusan dan pelengkapan seluruh perizinan yang diperlukan.
Rencananya, pembangunan gedung Gereja Katolik Stasi Stella Maris Marisa ini akan berlokasi di Desa Palopo, Kecamatan Marisa di depan Puskesmas Marisa.
Lahan seluas 5.642 m2 ini adalah sumbangan keluarga Motto – Laongan yang telah dihibahkan ke Badan Amal Keuskupan Manado tahun 2017.
“Setelah seluruh perizinan, termasuk persetujuan dari pemerintah daerah, rampung, barulah pembangunan akan dilaksanakan,” ujar Mgr. Rolly.
Jolly mengungkapkan, saat ini, umat Stasi Stella Maris mengadakan ibadah/misa di Aula Hotel Marina Beach Resort Marisa.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pohuwato menyampaikan, pembangunan tempat ibadah telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pemerintah daerah mempersilakan umat beragama untuk membangun tempat ibadah sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Di dampingi Staf Ahli Bupati, Mbuinga menegaskan, rencana pembangunan Gereja Katolik di Pohuwato yang hingga kini belum memiliki gedung gereja mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah demi kemaslahatan umat dalam menjalankan ibadah.
“Kabupaten Pohuwato terdiri dari berbagai suku, agama, dan kepercayaan. Pembangunan tempat ibadah sangat diperlukan untuk memudahkan umat dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Olehnya itu, pemerintah daerah sangat mendukung rencana pembangunan gereja ini,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh kebutuhan administrasi dan perizinan terkait pembangunan tempat ibadah dapat segera diurus dan dilengkapi agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala di kemudian hari.
“Kami berharap, seluruh perizinan dapat dilengkapi sehingga pembangunan Gereja Katolik ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan,” ujarnya seperti dikutip Prokopim Pohuwato.
Usai pertemuan dengan Bupati, Mgr. Rolly di dampingi sejumlah pastor termasuk Pastor Paroki St. Theodorus Kaaruyan Gorontalo Pastor Koresta Lila Pr dan Panitia Pembangunan mengunjungi lahan yang akan didirikan gereja.
Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Jolly berharap dukungan doa dari semua pihak baik pemerintah, pimpinan Katolik Keuskupan Manado, para Pastores, umat Katolik di mana saja dan terlebih kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria untuk proses pembangunan gereja ini. (Lexie)
Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar Misa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Training Center Unima, Tondano, Kamis (8/1/2026)
Misa dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Pastor Dismas Saletia Pr, Pastor Sefry Topit Pr, Pastor Fecky Singal Pr, Pastor Hanny Mentang Pr, Pastor Marcel Lintong Pr dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.
Hadir pada kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan sebagai wujud syukur serta refleksi iman keluarga besar Unima dalam menyambut Natal dan memasuki tahun yang baru ini Rektor Unima Joseph Kambey, para pimpinan dan sivitas akademika Unima dan undangan lainnya.
Tena yang diangkat dalan oerayaan ini adalah Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga dengan sub tema Dan di atas semuanya itu, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukan.
Tema dan sub tema tersebut menjadi benang merah dalam seluruh rangkaian perayaan, mengajak umat untuk merefleksikan kehadiran Allah yang menyertai dan menguatkan keluarga dalam setiap situasi kehidupan.
Salah satu momen yang menyentuh hati seluruh umat yang hadir terjadi ketika Mgr. Rolly (sapaan akrab Uakup yang baru merayakan 69 tahun usianya itu) secara khusus memanjatkan doa bagi almarhumah Anthoineta Evia Maria Mangolo serta doa bagi orang tua dan keluarga yang turut hadir langsung dalam misa ini.
Doa tersebut menjadi perwujudan nyata dari tema perayaan, di mana kasih dan kepedulian diwujudkan melalui doa bersama sebagai pengikat yang mempersatukan seluruh keluarga besar Unima dalam duka dan pengharapan.
Dalam homilinya, Uskup menegaskan, kehadiran Allah yang menyelamatkan keluarga terwujud melalui kasih yang nyata, saling menguatkan, dan kepedulian terhadap sesama.
Kasih, sebagaimana disebutkan dalam sub tema perayaan, menjadi fondasi yang menyempurnakan relasi, mempererat persaudaraan, serta mempersatukan komunitas dalam keberagaman dan dinamika kehidupan.
Melalui pelaksanaan Misa Natal dan Tahun Baru ini, Unima menegaskan komitmennya sebagai komunitas akademik yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan kasih sebagai dasar kebersamaan.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa Unima adalah satu keluarga yang berjalan bersama, saling menopang, dan saling menguatkan dalam terang iman dan kasih (*/FA)
Meimonews.com – Minggu (4/1/2025) menjadi hari yang menggembirakan bukan hanya bagi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, keluarga besar Untu – Lasut, Kuria dan staf/karyawan Keuskupan Manado tetapi juga bagi pastor, suster, frater dan bruder dan umat Keuskupan Manado yang tersebar di provinsi Sulaweai Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Betapa tidak, di momen Hari Raya Penampakan Tuhan, Hari Anak Misioner Sedunia ke-183 dan Penutupan Tahun Yubileum ini, Mgr. Rolly (sapaan Uskup Manado) berusia 69 tahun (lahir di Lembean Kabupaten Minahasa Utara pada 4 Januari 1957)
Memperingati hari penting tersebut, Kuria Keuskupan Manado mengadakan perayaan syukur Mgr. Rolly yang dimulai di Wisma Keuskupan Manado secara terbatas pada dini hari. Kemudian, misa syukur bersamaan dengan tiga momen di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado jam 08.30 wita – selesai.
Ratusan umat, suster, frater dan bruder serta undangan lainnya mengikuti misa yang dipimpin Mgr. Rolly di dampingi beberapa imam/pastor dan Frater Diakon Michael Kewo Pr.
Setelah itu, acara syukuran dilanjutkan di Wisma Keuskupan, Jln. Sam Ratulangi No. 66 Kecamatan Wenang Kota Manado siang hingga sore dan setelah istirahat sejenak, dilanjutkan pada malam harinya.
Sejumlah pastor, suster, frater, bruder, tokoh-tokoh umat, perwakilan umat dari sejumlah paroki dan pejabat seperti Walikota Bitung Henky Honandar dan Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC berdatangan dan memberikan ucapan selamat Hari Jadi kepada putra kedua dari 9 bersaudara pasangan Gerardus Damianus Untu (papa) dan Gertruida Konda Lasut (mama) ini.
Sehari penuh suasana kegembiraan dan kebersamaan serta momen bakudapa pimpinan gereja, umat dan undangan lainnya mewarnai hari istimewa ini baik di gereja maupun di Wisma Keuskupan.
Tanpa mengenal lelah serta diiringi canda dan tawa dari Mgr. Rolly terus terlihat ketika menyapa mereka yang memberi ucapan orang-orang dan kelompok.
Uskup yang memiliki motto In lumine tuo, videnus lumen (Dalam terangMu, kami melihat cahaya) yang dikutip dari Mazmur 36 : 10 ini melayani umat/undangan baik secara perseorangan, keluarga dan berkelompok untuk minta foto bersama baik saat masih di gereja maupun ketika sudah berada di Wisma Keuskupan.
Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran, biarawan yang ditahbiskan sebagai imam di Manado pada 29 Juni 1983 dan ditahbiskam sebagai Uskup di Tondano pada Juli 2017 berterima kasih kepada Tuhan dan mengungkap rasa gembira/sukacita karena diberikan kesempatan bertambah satu tahun.
“Umur panjang, so (sudah) berusia ke-69. Kiranya tahun depan (bisa bertambah usia) dan masih diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang baik demi umat dan orang di sekitar demi kemuliaan nama Tuhan,” ujar uskup yang memilki gelar akademik Bachelor of Arts (BA) dan Master of Arts (MA) ini.
Mgr. Rolly bersama Uskup Emeritus Yos Suwatan MSC dan Walikota Bitung Henky Honandar
Mantan Superior Provinsial MSC Indonesia yang menerima kaul pertama di Karanganyar pada 6 Desember 1978 dan kaul kekal di Pineleng pada 16 Januari 1983 ini mengungkapkan pula rasa gembiranya karena bisa merayakan penutupan Pocta Sancta Gereja Universal (Tahun Yubileum).
Mgr. Rolly mengungkapkan pula rasa senangnya karena di tahun ini bisa mengakhiri suatu kehidupan bersama umat, kemudian memulai kehidupan baru bersamaan dengan Hari Anak Misioner.
Mgr. Rolly mendapat kue ulang tahun dari cucu salah satu adiknya
Momen ini (Hari Anak Misioner Sedunia) mengingatkan bahwa kita semua masih punya care, rasa tanggung jawab bersama bagaimana membagi kekayaan/harta rohani kepada generasi muda. (elka)
Meimonews.com – Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, dan 3 (tiga) imam/pastor merayakan bersama Pesta 50 Tahun Imamat mereka di Stasi Santa Perawan Maria Ratu Paroki Kristus Raja Kembes, Kabupaten Minahasa, Minggu (28/12/2025).
Perayaan ini diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Mgr. Mandagi (yubilaris) di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, 3 yubilaris lainnya serta 20-an imam/pastor termasuk Sekretaris Keuskupan Manado Pastor Poltje Pitoy Pr Pastor Paroki Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr, sejumlah imam/pastor dari Keuskupan Agung Merauke dan frater Diakon Michael Kewo Pr di gereja Stasi.
Ratusan umat Stasi/Paroki setempat serta sejumlah undangan lainnya termasuk tokoh-tokoh penting seperti Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silubun, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Reiner Dondokambey, Anggota DPRD Sulut Lucky Louis Schramm, donatur Keuskupan Manado hadir pada momen penuh kebahagiaan/sukacita dan kebersamaan ini.
Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC saat memberikan kotbah
Pastor Johanis ‘Yong’ Ohoitimur MSC ketika memberikan kotbah mengurai tentang makna Pesta Keluarga Kudus, yang dirayakan saat itu juga, serta makna imamat dari para yubilaris, yang jatuh pada 18 Desember lalu dan para imam/pastor lainnya,
Imamat seorang pastor/imam lebih dari sekedar imam. Imamat bukan milik pribadi seorang imam. Imamat dari seorang pastor/imam dan uskup adalah partisipasi di dalam imamat itu sendiri. “Dalam bahasa teologi, seorang imam adalah Sacerdos victima. Artinya, imam kurban,” ujarnya.
Sebagian umat dan tamu/undangan yang menghadiri misa
Mantan Rektor Unika De La Salle Manado ini mengungkapkan, imam-imam perjanjian lama, biasanya mempersembahkan kurban. Kurban-kurban itu bisa hewan. Anak domba, misalnya atau hasil panen. Imam-imam dalam perjanjian lama, juga mempersembahkan kurban tapi bukan kurban itu bukan dirinya sendiri. Kurban itu terpisah dari diri imam.
Tapi pada Yesus, imamat dan kurban adalah satu hal yang sama. Yesus mempersembahkan dirinya karena itu, Ia memberikan tubuh dan darahNya. Dan, itulah yang diwariskan oleh Yesus dalam Gereja sampai saat ini,” tandasnya.
Para yubilaris (dari kiri ke kanan) Pastor Albert Hendricus Santie MSC, Mgr. Petrus Canius Mandagi MSC, Pastor Aloisius Wenseslaus Maweikere Pr dan Pastor Christianus Santie MSC
Imam yang memimpin misa, menurut Pastor Yong adalah imam kurban. Dan kemuliaan imamat bukan dari diri pastor/uskup sendiri tapi kemuliaan salib Kristus di mana Yesus mengurbankan diriNya.
Inilah dasarnya mengapa dalam Gereja Katolik seorang imam begitu dimuliakan/dihormati. Karena imam bukan hanya ditahbiskan tetapi melalui tahbisan, ia mengambil bagian dalam kurban Kristus.
Mgr. Mandagi di dampingi Pastor Paroki Kristua Raja Kembes Pastor Firovani ‘Ovan’ Adikila Pr saat memotong kue pesta imamat
Kiranya kemuliaan kurban inilah yang dihidupi selama 50 tahun oleh Mgr. Mandagi dan 3 imam yubilaris serta imam-iman lainnya. Jadi imamat itu adalah sesuatu yang mulia tapi dianugerahkan melalui kemanusiaan seorang pastor yang rapuh bagaikan bejana tanah liat. Imam bisa gembira bersama umat tapi juga turut merasakan dukacita dan pergumulan hidup.
“Di altar, imam mengurbankan diri seperti Kristus dan dalam hidup sehari-hari imam mengurbankan diri melalui tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya,” ujarnya seraya mengajak melihat aspek imam-kurban dalam pengalaman Mgr. Mandagi di Ambon dan Merauke.
Mgr. Mandagi, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, Ketua DPRD Papua Selatan Herry Silibun saat memberikan sambutan
Di kedua tempat itu, Mgr. Mandagi banyak dikritik, kekurangannya diungkit, bahkan ditolak, dibenci, dihina dan lain sebagainya tapi Mgr. Mandagi tetap diam, tidak melawan karena sebagai seorang imam ia memberi diri, bersedia mengurbankan diri, bersedia menanggung penderitaan, bersedia disalibkan bersama Kristus demi penebusan.
Dalam sambutannya, Mgr. Mandagi secara apa adanya mengurai perjalanan panjang imamatnya hingga bisa menjadi Uskup Amboina dan Uskup Agung Merauke. Banyak lika-liku perjalanan imamatnya.
Pemberian kue pesta oleh Mgr. Mandagi kepada 3 imam yubliaris dan Mgr. Rolly
Tapi ia bisa merayakan Pesta Emas Imamat bersama 3 rekan seangkatannya tidak terlepas kaitannya dengan antara lain dukungan keluarga (ada yang menjadi imam/pastor, suster, frater dan bruder).
Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritasnya mewarnai perjalanan panjang imamatnya. Ia memiliki sikap mau mengampuni walaupun sering dikritik/dihina/dimasalahkan padahal apa yang dibuatnya memiliki nilai penting dan berharga di mata masyarakat dan Gereja.
Penyerahan buku tentang Mgr. Mandagi yang ditulis Frits H. Pangemanan saat launching
Sikap seperti disiplin, tegas dan berintegritas serta berkontribusi penting baik bagi Gereja maupun daerah/masyarakat diakui Wakil Gubernur Papua Selatan dan Ketua DPRD Papua Selatan (saat memberikan sambutan di penghujung misa) serta Uskup Manado ketika mereka memberikan sambutan pada acara syukuran di halaman gereja, usai misa.
Atas nama umat Katolik Keuskupan Manado yang tersebar di 78 paroki dan 400 stasi (di mana Stasi Kamangta salah satunya) serta para imam/pastor, suster, frater dan bruder, Mgr. Rolly menyampaikan selamat merayakan 50 tahun imamat kepada Mgr. Mandagi dan ketiga pastor/imam yakni Pastor Wens, Pastor, Andre dan Pastor Christ.
Saat perarakan
Para yubilaris, menurut Mgr. Rolly, telah berhasil melewati berbagai tantangan dan kesulitan tetapi juga menghadapi cinta dari umat di mana-mana. Mgr. Mandagi berhasil melewati krisis/kerusahan di Ambon dengan selamat.
“Itu patut disyukuri dan telah disyukuri saat miaa tadi dan dilanjutkan acara syukuran ini setelah misa,” ujar Mgr. Rolly.
Foto bersama sejumlah undamgan
Mantan Provinsial MSC Indonesia ini mengungkap pula bagaimana Mgr. Mandagi ketika bertugas di Keuskupan Amboina termasuk saat Pak Sinyo Harry Sarundayang menjadi Plt. Gubernur Ambon, yang sungguh banyak tantangan yang dihadapi tapi Mgr. Mandagi bisa melewati itu dengan baik, dan kemudian diangkat sebagai Uskup Agung Merauke.
Pesta Emas Imamat para yubilaris jatuh pada 18 Desember 2025. Mereka, secara sendiri-sendiri telah merayakannya pada tanggal tersebut di tempat mereka bertugas.
Saat ini, Pastor Wens adalah Pastor Paroki St. Mikhael Perkamil, Pastor Andre adalah Rektor/Pastor Pelayanan RS Gunung Maria Tomohon, Pastor Christ tinggal di rumah tua MSC di Karombasan, Mgr. Mandagi Uskup Agung Merauke.
Acara syukuran setelah misa diwarnai sambutan-sambutan dari Mgr. Mandagi, Mgr. Rolly, Camat Tombulu, pemotongan kue perayaan dan penyerahan oleh Mgr. Mandagi kepada 3 yubilaris lainnya dan kepada Mgr. Rolly serta launching beberapa buku tentang Mgr. Mandagi oleh penulis Frits H. Pangemanan, beberapa atraksi dan makan bersama.
Sebelum Mgr. Mandagi dan Mgr. Rolly tiba di lokasi kegiatan tari kabasaran dan LC stasi setempat menjemput dan mengarak kedua Uskup dari dekat ujung kampung ke rumah keluarga Mandagi – Dolang (penyelenggara kegiatan) serta menuju ke gereja. (elka)
Meimonews.com – Uskup Manado Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi belasan imam/pastor memimpin misa Yubeliun Orang Muda Keuskupan Manado di Emmanuel Amphiteater Lotta Kabupaten Minahasa, Sabtu (13/12/2025).
Sekitar 1.000 orang muda Katolik (OMK) perwakilan paroki-paroki di Keuskupan Manado (yang tersebar di provinsi Sulawesi Utara, provinsi Gorontalo dan provinsi Sulawesi Tengah) mengikuti misa tersebut.
Sebelum memberikan berkat pengutusan di akhir misa, Mgr. Rolly menyemangati para OMK yang adalah masa depan gereja.
Kehadiran OMK-OMK dari daerah-daerah yang cukup jauh seperti dari Stasi Beteleme (Sulawesi Tengah) yang jaraknya 170 kilometer dari Manado ini, menurut Mgr. Rolly, hendaknya menjadi penyemangat bagi OMK-OMK lainnya.
Mereka mulai melangkah dengan langkah-langkah kecil (tapi memiliki danpak besar untuk kemajuan). Mereka bercermin dari Sta. Theresa dari Kanak-kanak Yesus.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat menerima Salib Suci yang diarak dari Taman Bunga Warembungan ke Emmanuel Amphiteater Lotta
Mgr juga memotivasi para OMK untuk bersemangat dalam berkarya untuk masa depan. Diberikan contoh bagaimana orang-orang tua (bapak-bapak dan ibu-ibu) tetap berkarya di usia mereka, walau sudah tua. Bahkan ada yang sudah lansia tapi tetap bersemangat, seperti syair lagu ‘sapa bilang lansia tidak berguna.’
Para OMK terus merespon kalimat-kalimat motivasi Uskup dengan bertepuk tangan yang cukup panjang sebagai bentuk apresiasi.
Uskup berharap dengan peziarahan pengharapan di tahun Yubileum ini para OMK termotivasi untuk melangkah, menatap masa depan dengan penuh semangat.
Dalam percakapan dengan Meimonews.com usai memimpin misa, Mgr. Rolly menjelasksn, OMK Keuskupan Manado memgadakan Jubilee of Youth (JOY) Tahun 2025 yang mengangkat tema Bersukacitalah dalam Pengharapan ingin agar peziarahan harapan dalam perjalanan sebagai orang beriman bahwa Tuhan pasti menyertai kita.
Disebutkan, Dia (Tuhan) sudah menyertai kita sebelumnya, Dia (Tuhan) setia dalam mendampingi kita. Oleh karena itu, ditanamkan dalam pengharapan kita bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita khususnya orang muda katolik sgar memberikan mereka pengharapan bahwa Tuhan tidak membiarkan.
Sebelum prosesi Salib Suci Yubileum di Taman Bunga Warembungan yang dipimpin Modertor OMK Kevikepan Tombulu/Koordinator Penasehat LC KM Pastor Windy Tangkuman Pr. belasan pengurus OMK Paroki mendapat pembekalan semangat dari Ketua PUKAT Keuskupan Manado /sponsor kegiatan Jimmy Asiku.
Jimmy ‘membakar’ semangat para OMK untuk menatap masa depan yang cerah lewat persiapan-persiapan diri, mengasah kemampuan dan kreatif dalam menghadapi perkembangan zaman.
Menurut pengusaha sukses yang aktif dalam kegiatan kerohanian ini, ada banyak hal yang bisa dibuat para OMK. Harus berusaha dengan penuh semangat. Harus pantang menyerah.
Ketua PUKAT Keuskupan Manado Jimmy Asiku saat ‘membakar’ semangat belasan OMK Paroki Keuskupan Manado di kompleks Taman Bunga Warembungan
Sebelum pelaksanaan misa, sekitar 600 OMK perwakilan paroki-paroki melakukan prosesi Salib Suci Yubelium dari Taman Bunga Warembungan menuju Amphiteater. Mereka, yang diantar petugas Legio Christi Keuskupan Manado (LC KM) berjalan kaki jalan di sebagian jalan Desa Warembungan dan Desa Pineleng menuju lokasi pelaksanaan misa.
Prosesi dan misa OMK Keuskupan Manado ini merupakan kegiatan Jubileum of Youth (JOY) Keuskupan Manado Tahun 2025 yang diselenggarakan Komisi Kateketik Keuskupan Manado dengan mengusung tema Bersukacitalah dalam Pengharapan.
Hadir pada pembukaan prosesi Salib Suci Yubileum yang dipimpin Pastor Windy adalah Jimmy Asiku, Sekretaris Camat Pineleng Aldi RJ Pungus, serta Vencentius Mamarodia, Jefifani Mawei dan Budiharto Prawira (Koordinator Umum, Wakil Koordinator Umum dan Bendahara Umum LC KM).
Dalam kata pengantarnya, Windy mengatakan, dengan perayaan yang meriah dan mulia ini, kita mengawali Perayaan Ekaristi Kudus dengan pemghormatan Salib Suci Tuhan kita Yesus Kristus dan akan diarak dengan meriah di perayaan ini.
“Perarakan meriah ini hendaknya mengingatkan akan Tuhan yang senatiasa hadir, menjaga, menolong dan melimpahkan berkat dan rahmatNya selama kita hidup,” ujarnya.
Kita juga, sambung Pastor Paroki Warembungan ini, diajak untuk mengingat bahwa Ia (Allah) adalah Raja atas semesta alam. Ia merajai hati kita dan seluruh hidup kita.
Kehadiran di tempat ini, yang menandai Tahun Yubelium dengan kemeriahan dalam doa-doa dan puji-pujian kepada Allah yang sejak awal menuntun umat manusia hingga bangsa Israel padang gurun dan akhirnya masuk Tanah Terjanji dengan tuntunan tiang api bernyala dan kini kita berjalan bersama dengan dituntun oleh Dia sendiri melalui puteraNya, Yesus Kristus yang telah mengorbankan diriNya di atas kayu salib demi keselamatan setiap orang yang percaya kepadaNya dan seluruh alam ciptaanNya.
“Kita juga kelak akan dituntunNya masuk ke dalam rumahNya yang penuh sukacita abadi dalam kemuliaan Allah Bapa sebab Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup,” ujarnya. (elka)
Meimonews.com – Mulai Minggu (30/11/2025), umat Katolik di seluruh dunia memulai lagi Tahun Liturgi baru dengan Masa Adven selama empat pekan sebagai persiapan menyambut peristiwa inkarnasi, Sang Sabda menjadi Manusia pada Hari Natal.
Selama Tahun Yubileum 2025, sebagai Peziarah Pengharapan umat Katolik sering menyanyikan salah satu bait lagu hymne Yubileum 2025 yakni “Angkat matamu gerak bersama angin. Bergegaslah saatnya Tuhan datang. Lihat putra jadi manusia. Beribu-ribu orang temukan jalan.
Demikian awal Surat Adven Uskup Keuskupan Manado 2025 yang ditandatangani Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC tertanggal 30 November 2025.
Surat Adven bertemakan Bersatu dan bersama dalam satu bahtera menjadi gereja sinodal dan misioner untuk perdamaian ini ditujukan kepada para pastor, freter, bruder, suster, dan umat Katolik di Keuskupan Manado yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara Gorontalo dan Sulawesi Tengah.
Surat Adven tersebut dibacakan di gereja-gereja saat misa Minggu Adven 1 oleh para imam/pastor dan diteruskan pula ke jejaring umat terasuk lewat group-group yang ada.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC
Berikut Surat Adven selengkapnya. Jalan seperti apa yang kita temukan untuk berjunpa Tuhan yang datang itu ? Sebagai masa persiapan,masa Adven adalah saatnya kita berefleksi, membuka mata, telinga dan hati kita, bergerak bergagas bersama mempersiapkan jalan yang lurus supaya dapat dengan jelas dan terang melihat arah dan cara yang tepat untuk berjumpa dengan Dia yang datang menjumpai kita.
Marilah dalam masa Adven kita betefleksi dan merealisasikan arah dan cara yang tepat sesuai dengan apa yang dihadapi dan dijalani oleh Gereja dan masyarakat sekarang ini.
Tahun-tahun terakhir ini, Gereja Katolik Universal dan Lokal telah memberikan kita arah dan cara yang realiatis dan konkrit sesuai dengan situasi masyarakat dan Gereja masa kini.
Sinode para Uskup dan perayaan tahun Yubileum 2025 melalui tema-temanya mengajak kita sebagai suatu persekutuan dengan pelbagai macam perbedaan dan kekhususannya, untuk berjalan bersama, berlayar bersama. Gereja sebagai unat Allah, sebagai peziarah-pezaiarah pengharapan dipanggil untuk menjadikan Gereja kita semakin bersatu, terlibat, berbelarasa dan bermisi.
Kita dipanggil melaksanakan semua itu dalam semangat sinodal sebagai Umat Allah yang “berada dalam satu bahtera/kapal yang sama,” sebagaimana diungkapkan oleh Paus Fransiskus.
Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) dan Sidang Sinodal Konferensi Gereja Indonesia tahun 2025 mengkonkritkan tema-tema para Uskup dan Tahun Yubileum itu dalam konteks Gereja dan masyarakat Indonesia.
Dalam spirit yang satu dan sama dengan Gereja Universal, Gereja Katolik Indonesia melalui Sidang Agungnya, sambil mengusung tema “Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pemgharapan : Menjadi Gereja Sinodal dan Misioner Untuk Perdamaian,” merasa terpanggil dan terutis serta berkomitmen untuk menjadikan Gereja Katolik Indonesia sebagai Gereja yang Sinidal dan Misioner untuk perdamaian.
Gereja Katolik di Indonesia dipanggil untuk menghidupi semangat sinodal sebagai umat Allah, saling mendengarkan dan berdialog dan terlibat aktif dalam perutusan Gereja di tengah- tengah masyarakat. Gereja juga mau berkomitmen untuk memembarui diri dan bertransformasi dalam imam, pengharapan dan kasih.
Dalam konteks ini, kita sebagai Gereja memberikan perhatian kepada kelompok yang terpinggirkan termasuk kaum muda, perempuan, lanjut usia dan difabel.
Dalam konteks Indonesia yang kaya akan budaya, agama dan alam, Gereja Katolik Indonesia berkomitmen pula untuk mengedepankan budaya saling mendengarkan dan berdialog lintas iman dan budaya serta berkomitmen untuk menjadi sarana dan suara kenabian untuk menjaga dan melestarikan alam. Gereja juga dipanggil untuk berjalan bersama dengan pemerintah tanpa kehilangan daya kritis dan indenpendensinya.
Sebagai Geteja di Keuskupan Manado, kita juga mau mengkongkritkan semangat sinodalitas dan misioner itu dalam konteks masyarakat dan Gereja Keuskupan Manado. Sebagai Keuskupan, kita menpunyai Arah dan Visi : “Dalam Terang Sabda Allah, Persekutuan Umat Allah Keuskupan Manado Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya untuk Menyinari Kehidupan Bersama di Dunia,” yang dikongkritkan dalam tahapan lima tahun melalui rencana strategis setiap tahun.
Bulan September 2025 kita telah mengadakan Musyawarah Pastoral yang telah menghasilkan Rencana Strategis untuk tahapan II dari Arah Dasar Keuskupan Manado dengan visinya : “Gereja Keuskupan Manado mengembangkan jati diri dan martabatnya dalan Komunitas yang berbasis Sabda, Iman, Persaudaraan, Kerasulan dan Masyarakat.”
Sebagai kelanjutan Muspas 2025 maka di tingkat psroki telah dibuat pertemuan untuk membuat evaluasi dan perencanaan program serta anggaran tahun 2026. Sekarang ini sedang berlangsung Rapat-rapat kerja di tingkat Kevikepan.
Proses yang telah dan sementara dilangsungkan mulai dari Muspas di tingkat Kruskupan, tingkat Kevikepan dan Paroki bahkan sampai tingkat Stasi, Wilayah Rohani, Yayasan, Badan, Lembaga dan Kelompok Kategorial, sesungguhnya mau mengungkapkan dan menjalankan semangat sinodal dan misioner Gereja kita.
Semuanya itu mau mengungkapkan bahwa sebagai Gereja Keuskupan Manado kita berada dalam satu bahtera/kapal yang sama. Kita tidak hidup dan berjuang sendiri-sendiri sebagai paroki, stasi, wilayah rohani, yayasan, badan, lembaga atau kelompok apapun, orang tua, orang muda, anak-anak, lansia, difabel, miskin atau kaya dan lain sebagainya.
Di tingkat manapun atau kelompok apapun serta status apa saja kita semua dipanggil dan terutus untuk berperan dan terlibat dalam misi Gereja. Kita berjalan, berlayar dalam kapal.yang sama. Kita sukses atau bergembira, kita gagal atau menderita bersama.
Seperti apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus ; “Bergembira dengan orang yang bergembira dan menangis dengan orang yang menangis (Roma 12 : 15).
Kita telah memprogramkan dan menganggarkan kegiatan atau tindakan yang akan dibuat menurut bidang-bidang rencana strategis kita. Semua itu bagus, tetapi kita bertanya, di manakah dalam bidang-bidang itu sesungguhnya nampak wajah Gereja yang Sinodal dan misioner itu ?
Wajah Gereja yang sesungguhnya, nampak bukan pada bangunan dengan bentuk.atau modelnya yang indah, melainkan pada hidup.dan karya kita sebagai batu-batu hidup melalui hidup dan karya-karya kerasulan Gereja.
Mari dala masa Adven dan seterusnya kita sebagai peziarah pengharapan.mwngambil langkah kongkrit yang benar-benar untuk berjalan bersama mewujudkan wajah Gereja kita yang sinodal dan misioner untuk perdamaian.
Dilampirkan pula beberapa petunjuk untuk perhatian. (elka)
Meimonews.com – Kabar dukacita beredar. Mantan birokrat dan salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Manado (meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) yakni Ir. Joost Leopold Tambayong berpulang ke rumah Bapa pada Minggu (14/9/2025) sore di RSUP Kandou Manado karena sakit.
Kabar meninggalnya anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Johan Tambajong (papa) dan Wihelmina Dotulong (mama) menjadi perbincangan karena merasa kehilangan tokoh yang banyak karyanya bukan hanya di lingkungan gereja Katolik tapi juga di lingkungan pemerintah Kota Manado dan Provinsi Sulut serta masyarakat/umum.
Itulah sebabnya, sejak kabar meninggalnya suami dari Lieke Theresia Tanod (istri) tersebut beredar banyak orang yang mendatangi rumahnya yang berada di Kelurahan Winangun 1 Kota Manado.
Uskup Emeritus Mgr. Yos Suwatan MSC menyempatkan diri melayat ke rumah duka
Betapa tidak, papa dari tiga anak ini semasa hidupnya menjadi pernah menjadi pejabat di lingkungan pemerintah baik di tingkat kota Manado maupun provinsi Sulut seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU) Manado, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Kadis SDA Sulut dan Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Sulut.
Dalam lingkungan gereja, Joost pernah memegang jabatan penting, di antaranya Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik (PK) Sulut, Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, mantan Dewan Pertimbangan (Depertim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado.
Ir. Joost Leopold Tambajonh bersama Lieke Theresia Tanod (istri)
Selain itu, mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Prodiakon Paroki HKY Karombasan, dan aktivis Merriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado,
Kader/senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut kelahiran Manado, 12 September 1950 ini pernah pula menjadi Ketua Umun Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sulut.
Rencananya, misa requiem tokoh berprinsip tegas tapi baik hati (suka dan telah banyak membantu orang dan organisasi) ini akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di rumah duka pada Kamis (18/9/2025) siang. (lex)