Meimonews.com – Pengurus Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi  Indonesia (IPADI) Cabang Sulut dilantik oleh Sekretaris Umum IPADI Pusat Turro Wongkaren, PhD atas nama Ketua Umum Dr. Sudibyo Alimoeso, MA di Hotel Sentra Minahasa Utara, Kamis (16/5/2024).

Turut menyaksikan acara pelantikan ini antara lain Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI Dr. Bonivasius Prasertya Ichtiarto, S.Si, M.Eng, para kepala dinas/instansi vertikal/kepala badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, para kepala OPD-KB Kabupaten/Kota se-Sulut dan para mitra kerja program Bangga Kencana.

Pengurus yang dilantik berdasarkan surat keputusan nomor : 14/SK.IPADI/III/2024 tertanggal 22 Maret 2024 terdiri dari  Pembina Kepala BKKBN Sulut Dr. Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, Penasehat yang terdiri dari Prof. Dr. Paulus Kindangen, SE, SU, MA, Prof. Dr. Vanetia R. Danes, M.Sc, PhD, dan Dr. Ivonne S. Saerang, SE, MM.

Ketua Dr. Tri Oldy Rotinsulu, SE, M.Si, Wakil Ketua 1 Frederik G. Worang, SE, BSBA, M.Comm, PhD, Wakil Ketua 2  Dr. Viktor PK Lengkong, SE, M.Si, Wakil Ketua 3 Ignasius P. Worung, SE, M.Si, Sekretaris  Dr. Bode Lumanauw, SE, MM, Wakil Sekretaris 1 Joy E. Tulung, SE, M.Sc, PhD, Wakil Sekretaris 2 Dr. Een  Walewangko, SE, M.SE, Wakil Sekretaris 3  Hanly J. Siwu, SE,  M.Sc, Bendahara Dr. Grace Jenny Supotan, M.Sc, Wakil Bendahara 1 Dr. Olivia S. Nelwan, SE, M.Si dan Wakil Bendahara 2  Dr. Grace Waleleng,  M.Si.

Pengurus ini dilengkapi bidang- bidang yakni Bidang Organisasi dan Keanggotaan yang diketuai Dr. George M. Kawung, SE, ME, Bidang Hubungan Antar Lembaga yang diketuai  Hizkia D. Tasik, SE, MA, PhD, Bidang Informasi dan Komunikasi yang diketuai Ferdy Roring, SE, MM, Bidang Kajian Kependudukan  dan KB yang diketuai Ir. Oktavianus Porajouw, MS, serta Bidang Kajian Ekonomi, Ketenagakerjaan dan SDM yang diketuai Dr. Ita Pingkan Rorong, SE, ME. (Fer)

Meimonews.com – Tahun ini, tepatnya pada 26 Juni 2024, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) akan genap berusia 100 tahun. Secara nasional, sejumlah kegiatan telah dan akan dilaksanakan memperingati hari bersejarah tersebut.

Untuk daerah Sulut, Dewan Pengurus Daerah  (DPD) akan mengadakan beberapa kegiatan dan berpuncak pada Sabtu (29/6/2024) , yang akan dilaksanakan di Area Pohon Kasih Kawasan Megamas Manado.

Untuk kelancaran pelaksanaan peringatan satu abad WKRI di Sulut, telah dibentuk panitia yang diketuai Neltje Elisabeth Eman dengan wakil-wakil ketua Telly Mathilda Kapoh dan Julien Mangundap. Sekretaris Emy Maturbongs, Lydia Momuat, Deske Tangkere dan Agnest Turambi. Bendahara Stella Montolalu dan Nathalie Mawuntu.

Panitia ini dilengkapi beberapa seksi dan pendukung lainnya yakni Seksi Penyusunan Buku 100 Tahun WKRI yang dikoordinir Selvie Rumampuk, Seksi Dana dikoordinir Maria Runtuwene, Seksi Kesehatan dikoordinir Novita Nangoy, Seksi Liturgi dikoordinir Adel Warouw, Seksi Defile/Keamanan dikoordinir Agnes Lomban.

Seksi Tarian Selendang Biru dikoordinir Cherry Kalesaran, Seksi Publikasi/Dokumentasi dikoordinir Alva Sarayar, Seksi Konsumsi dikoordinir Henni Meloh serta Perlengkapan oleh Sekretariat dan Tim serta Pembantu Umum yang terdiri dari para Ketua Cabang WKRI se-Sulut.

“Telah ada beberapa kegiatan yang kami buat di daerah ini dalam rangka 100 tahun WKRI. Yang lain, sementara dalam  persiapan,” ujar Sekretaris Panitia Emy Maturbongs dalam percakapan dengan Meimonews.com di Sekretariat DPD, Jln Pramuka Sario Kotabaru Manado, Selasa (14/5/2024).

Untuk tema kegiatan, sambungnya, adalah Geraknya Budi Membangun Pekerti, Mewujudkan Peradaban Kasih. Sementara jargonnya adalah Lahir Kembali, Semakin Berarti. (lk)

Oleh :
Dr. drg. Paulus Januar

Meimonews.com – Tak disangkal lagi, Pemilu 2024 membawa implikasi terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal mendasar yang perlu ditelaah, apakah membawa perubahan yang lebih baik hingga memberi harapan akan masa depan, atau sebaliknya?

Kenyataan yang dihadapi dapat dikatakan berpotensi menumbuhkan kecemasan dalam menyongsong masa depan. Dengan demikian demi mewujudkan masa depan yang lebih baik, sebagaimana yang dicita-citakan bersama, maka perlu secara kritis dilakukan langkah bersama yang menjadi perjuangan bersama.

Dari Reformasi 1998 Hingga Pemilu 2024R

Reformasi 1998 mengusung tagline utama anti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan  perlu diwujudkan kebebasan, demokrasi, serta HAM (Hak Azasi Manusia). Pada awal Reformasi 1998 menunjukkan tekad yang bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Namun kemudian cenderung sedikit demi sedikit memudar tergerus oleh waktu, serta dilanda kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak.

Kini setelah lebih seperempat abad Reformasi 1998 menunjukkan praktik KKN marak kembali, kalau tidak mau dikatakan semakin hari cenderung semakin meningkat. Kebebasan, demokrasi, dan perwujudan HAM yang masih tersisa dari Reformasi 1998 sekarang ini juga semakin terancam.

Ironisnya pada Pemilu 2024 menunjukkan maraknya KKN serta pelemahan kebebasan, demokrasi, serta HAM, berlangsung dengan menggunakan prosedur demokrasi yang namanya pemilihan umum. Kemudian terhadap fenomena ini tenyata sangat lemah resistensi yang terjadi, malah sebaliknya terlihat kecenderungan untuk beramai-ramai memperebutkan manfaat KKN, apalagi kalau mumpung kesempatan terbuka.

Pemilu 2024 dengan gamblang menunjukkan pola pilihan mayoritas rakyat pemilih. Pertimbangan rasionalitas mengenai hal-hal seperti kebebasan, demokrasi, HAM serta anti KKN kurang menjadi prioritas. Daya tarik melalui gimmick, pencitraan, malah penggiringan opini dengan kalau perlu menggunakan disinformasi menjadi kenyataan yang dominan.

Kenyataan ini mungkin yang dapat menjelaskan mengapa pada Pemilu 2024 terdapat banyak pesohor yang mendapat limpahan suara yang cukup banyak, meski sama sekali tanpa iming-iming materi maupun jabatan, apalagi paksaan. Rakyat memilih terutama hanya karena ketenaran namanya sebagai pesohor, meski tidak diketahui sikap dan pandangan politiknya, apalagi rekam jejak politiknya. Namun inilah hasil pilihan rakyat yang harus diterima semua pihak.

Pola pemilihan yang terjadi pada Pemilu 2024 sedikit banyak menggambarkan tingkat literasi politik rakyat. Patut dpertanyakan sampai sejauh mana pemahaman masyarakat perihal sistem, proses, partisipasi, dan permasalahan politik yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih.  Belum lagi mengenai sikap kritis terhadap kehidupan politik yang berlangsung.

Saat ini, setelah 26 tahun Reformasi 1998, disadari ataupun tidak, telah hadir lapisan generasi baru yang dibesarkan setelah reformasi, atau bahkan dilahirkan setelah reformasi. Hal yang mencengangkan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan serta pengalaman dialog dengan mereka, menunjukkan bahwa generasi tersebut rupanya sulit bahkan tidak dapat memahami situasi yang represif di masa orde baru yang hendak dirombak dengan Reformasi 1998.

Dengan situasi yang relatif bebas, bahkan kerap kebebasan yang dipandang kebablasan, tidak mudah bagi generasi tersebut untuk merasakan represi yang diderita masyarakat di era Orde Baru. Dengan demikian nilai-nilai yang hendak dikembangkan dengan Reformasi 1998, seperti kebebasan, demokrasi, dan HAM, menjadi tidak mudah diinternalisasikan.

Meski tidak dapat digeneralisasi begitu saja, namun patut disadari kehadiran generasi tersebut sebagai anak zaman dari era reformasi. Agaknya perlu dilakukan studi secara lebih mendalam dan serius mengenai generasi tersebut, dan tidak hanya sekedar pooling yang lebih bertujuan untuk kepentingan elektoral pemilu belaka.

Berdasarkan pemahaman tentang situasi serta juga hasil dari exit pool pada Pemilu 2024, secara garis besar dapatlah ditelaah pola pemilihan yang berlangsung. Memang yang akan dikemukakan di sini masih perlu didiskusikan, malah diperdebatkan lebih lanjut.

Terdapat pemilih yang menghendaki perubahan dari status quo yang ada sekarang, meski cenderung masih dalam bentuk daftar keinginan dan belum dijabarkan secara cukup rinci. Terdapat pula keinginan penerusan pola yang selama ini terdapat.

Namun yang terbesar adalah arus pragmatisme dalam memandang kekuasaan maupun kesejahteraan, terutama berdasarkan fenomena yang selama ini terdapat. Bahkan di kalangan generasi yang lebih baru dapat dikatakan terjadi semacam keinginan untuk akselerasi pragmatisme secara instan dan melalui jalan pintas.

Kemudian arus besar tersebut disertai pula dengan mereka yang pernah mendapatkan manfaat dari era Orde Baru, serta kemudian karena kurangnya pemahaman terutama dari generasi baru mengenai nilai-nilai yang harus diperjuangan maka relatif tidak terjadi resistensi yang signifikan.

Berdasarkan arus besar yang digambarkan pada pola pemilihan pada Pemilu 2024, maka sulit peluangnya untuk memperjuangkan kebebasan, demokrasi, dan HAM dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Apalagi dengan adanya kecurangan pada Pemilu 2024 sebagaimana yang banyak dituduhkan.

Selanjutnya bila kecurangan Pemilu 2024 dilegalkan, maka landasan etika universal bahkan hukum sekalipun cenderung ditempatkan di bawah kepentingan kekuasaan. Hingga apabila Pemilu 2024 dilakukan secara curang, maka kebebasan, demokrasi, dan HAM akan terancam eksistensinya, dan kesewenang-wenangan akan semakin merajalela.

Dari uraian tersebut di atas, bila demikian, maka patut dipertanyakan apakah gambaran situasi tersebut akan memberikan prediksi yang cerah bagi masa depan ? Ataukah sebaliknya akan menimbulkan kecemasan akan masa depan ?

Penyadaran Masyarakat

Kemungkinan pelemahan pelaksanaan kebebasan, demokrasi, serta HAM pada gilirannya akan membuka peluang terjadinya penyelewengan terutama dalam bentuk KKN.  Dapat dikatakan terjadi kesenjangan mengenai pemahaman serta kesadaran mengenai hal ini. Apabila hal ini tidak diatasi akan memberikan gambaran yang suram mengenai masa depan Indonesia.

Penyadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur yang harus menjadi integritas diri tampaknya kurang mendapat perhatian. Tonggak sejarah 2045 yang disebut sebagai Indonesia Emas lebih banyak menekankan pada aspek pertumbuhan sebagai raksasa ekonomi dan kemakmuran.

Tidak ditekankan bahwa Indonesia Emas juga harus diartikan pada saat tersebut rakyat Indonesia juga memiliki integritas diri yang kokoh dalam bentuk tata nilai luhur yang tertanam dalam dirinya.

Dalam hal ini diperlukan penanaman integritas yang kokoh, bukannya yang mudah goyah karena godaan kekuasaan maupun materi.

Penyadaran masyarakat tidak hanya terbatas mengenai kesadaran akan nilai-nilai luhur yang perlu diperjuangkan, namun lebih jauh lagi penyadaran untuk bersikap bila terjadi pelanggaran terhadapnya.

Penyadaran masyarakat dapat dijalankan melalui pendidikan politik baik seara formal maupun dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mutlak perlu disertai dengan keteladan dalam kehidupan nyata.

Diperlukan inovasi dalam penyadaran masyarakat sesuai dengan perkembangan zaman maupun sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. Ini semua merupakan tantangan kita semua untuk penelaahan lebih lanjut dalam rangka perwujudannya demi harapan yang cerah menuju Indonesia yang dicita-citakan.  (Penulis adalah Dosen Pasca Sarjana Universitas Prof. Dr. Mortopo -Beragama dan Presidium Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat)

Meimonews.com – Sekitar 100 siswa perwakilan kelas 10 dan 11 SMA Negeri 7 Manado ikut dalam kegiatan Diseminasi dan Edukasi Kamtibmas dan Bahaya Radikalisme di aula sekolah, Senin (26/2/2024).

Kegiatan yang diprakarsai Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob dan didukung pimpinan sekolah yang beralamatkan di Kelurahan Tingkulu Manado ini dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Sekolah Kepala SMA Negeri 7 Manado Dr. Willem Hanny Rawung, SS, M.Hum.

Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran saat pemaparan materi

Tampil sebagai narasumber/ pembicara pada kegiatan yang di dampingi Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Andyka Lontoh, S.Pd dan Wakil Kepala Sekolah Kehumasan Dra. Meiske Maindoka ini adalah Wakasat Binmas Polresta Manado Nelson Tuju mewakili Kasat Kompol Arie Nayoan dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Wakasat Binmas Polresta Manado saat membawakan materinya

Rawung mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap para siswa yang ikut kegiatan ini dapat memahami apa itu Kamtibmas dan radikalisme secara benar dan tidak terlibat dalam kegiatan yang mengganggu kamtibmas dan yang berkaitan dengan radikalisme.

Rawung juga berharap, para siswa tidak mudah terpengaruhi dengan postingan atau informasi di medsos yang belum tentu benar dan dapat membahayakan negara karena adanya paham radikalisme.

Foto bersama di akhir kegiatan Diseminasi dan Edukasi Kamtibmas dan Bahaya Radikalisme

Kalesaran dan Tuju berkolaborasi memberikan materi tersebut dengan cara dialogis/interaktif sehingga para siswa bisa dengan mudah memahami materi yang dipaparkan, apalagi pemaparan materi disertai contoh-contoh praktis. (Fer)

Meimonews.com – Personil Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulut yang tergabung dalam Subsatgas Dokkes Operasi Mantap Brata (OMB) Pengamanan Pemilu 2024 melaksanakan patroli kesehatan di lokasi PPK Kecamatan Wanea, Manado, Kamis (22/2/2024).

Personil Subsatgas Dokkes melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas pengamanan dan unsur penyelenggara Pemilu yang sedang melakukan tugas rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Tingkat Kecamatan.

Kabid Dokkes Polda Sulut Kombes Pol. dr. Sucipto selaku Kasubsatgas Dokkes menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tugas pokok Subsatgas Dokkes dalam mendukung suksesnya Pemilu 2024.

“Kami terus mengintensifkan pelayanan kesehatan kepada para petugas pengamanan, termasuk para penyelenggara Pemilu yang sedang melaksanakan rekapitulasi penghitungan suara Pemilu. Pelayanan diberikan mulai dari pemeriksaan tekanan darah hingga pemberian vitamin dan obat bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan rekapitulasi penghitungan suara ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra sehingga menguras stamina dan pikiran.

“Kami terus memantau dan siap memberikan pelayanan manakala ada petugas di lapangan yang membutuhkan bantuan kesehatan,” tambahnya. (AF)

Meimonews.com – Irene Golda Pinontoan (IGP) yang adalah istri Walikota Manado Andrei Angouw berkunjung ke Ruang Pusat Kanker Estela Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou, Senin (5/2/2024).

Kehadiran IGP tersebut adalah dalam rangka menghadiri perayaan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) tanggal 4 Februari 2024 sekaligus ingin berbagi kasih dengan anak-anak yang sedang menjalani perawatan di tempat itu.

Kedatangan Ketua TP PKK Kota Manado ini disambut Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou dr. Wega Sukanto, SpB TKV (K)

IGP berbagi senyum dan semangat dengan anak-anak di ruang Estela, memberikan mereka hadiah dan kata-kata penuh semangat. “Ini adalah hari yang sangat penting bagi kita semua untuk menunjukkan dukungan kita kepada anak-anak ini dan keluarga mereka,” ujarnya.

Dokter Wega mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada IGP atas kunjungan dan dukungannya. “Kami sangat menghargai kunjungan Ibu dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan di RS Kandou,” ujarnya.

Hari Kanker Anak Internasional adalah momen untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dengan kanker.

Menurut dokter Wega, dengan kunjungan ini, IGP telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung anak-anak ini dan membantu mereka dalam perjuangan mereka melawan kanker.

“Kami akan terus berusaha untuk memberikan perawatan terbaik bagi anak-anak kami dan mendukung mereka dalam perjuangan mereka,” jelasnya. (Fer)

Meimonews.com  – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pengurus Wilayah Sulawesi Utara mengadakan Perayaan Natal Yesus Kristus di Four Point by Sheraton Manado, Jumat (2/2/2024).

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng yang hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya menegaskan, PII sebagai organisasi profesi insinyur terbesar di Indonesia, memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam menghasilkan pengetahuan, teknologi, seni dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh karenanya, Prof. Sompie mengajak PII  bersama-sama melangkah maju dengan harapan baru dan tekad yang lebih kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain itu,  tetap menjaga semangat Natal dengan menghidupkan nilai-nilai cinta, kasih dan toleransi dalam setiap tindakan sebagai pencerminan profesionalisme seorang insinyur. (FA)

Meimonews.com – Ordo Fransiskan Sekular (OFS) Manado berbagi kebaikan di Desa Tambala di rumah embrio OFS Tambala, Kecamatan Tombariri, Minahasa, Munggu (14/1/2024).

Suster Gerarda DSY selaku Pendamping Rohani OFS Manado memberikan materi pada kegiatan yang diikuti dua puluhan umat perwakilan Stasi Tambala, Stasi Tumpaan, Paroki Kali, Paroki Warembungan, Paroki Kairagi dan Paroki Griya Paniki Indah.

Turut hadir pada acara yang didukung mantan Wakil Walikota Tomohon dan mantan Anggota DPRD Sulut Wenny Lumentut, yang diakhiri santap kasih bersama ini Pimpinan Dewan Pastoral Paroki Mokupa Lucia Taroreh yang adalah anggota DPRD Minahasa.

Materi yang diberikan adalah Eco Enzyme. Sejumlah hal terkait mulai dari apa itu eco enzyme, cara pembuatan, produk-produk hingga manfaatnya disampaikan Suster Gerarda yang adalah juga Anggota Dewan Pimpinan Umum Kongregasi Dina Santu Yosep (DSY) Manado

Pembawaan materi (yang dipandu Minister OFS Manado Yonas Adam) disertai dengan pemberian contoh-contoh cara pembuatan dengan mempraktikkan secara langsung.

Sebelum pulang, kepada para peserta diberikan produk-produk eco enzyme yang merupakan produk sendiri. (lk)

Meimonews.com – Mengusung tema Bangkitlah dan jadilah terang alumni SMA Negeri (Smansa) Manado menggelar ibadah Natal Yesus Kristus di Manado Convention Center Manado, Rabu (27/22/2023).

Ratusan alumni dari seluruh angkatan dan sejumlah mantan guru dan guru lembaga pendidikan ini hadir pada kegiatan yang diketuai Fransiskus Andi Silangen (Ketua DPRD Sulut) ini.

Para alumni yang hadir di antaranya Olly Dondokambey yang adalah Gubernur Sulut Marsekal Madya Jorry Koloay, mantan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Roy O. Roring dan Robby Dondokambey, Anggota DPR-RI Adriana Dondokambey, Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan Anne Dondokambey dan Kepala Bapenda Sulut June Silangen.

Mantan guru yang hadir di antaranya Nurhaya Karinda, Elsye Tangkau dan Lolongbulan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan sambutan

Seluruh pengisi acara mulai dari pemimpin ibadah, pembawa acara, pembawa pesan Natal, sambutan dan lain-lain dipimpin/dibawakan oleh para alumni Smansa Manado.

Pesan Natal disampaikan Fransiscus Andi Silangen. Hal-hal terkait tema dan beberapa harapan disampaikan Silangen.

Ketua Panitia Fransiscus Andi Silangen saat membawakan pesan natal

Dalam sambutannya Olly Dondokambey menegaskan, perayaan Natal saat ini
hendaknya dijadikan sebagai momentum  untuk mempererat jalinan persaudaraan dan kekeluargaan serta memperkokoh persatuan, memantapkan komitmen untuk terus menjaga dan mempertahankan kondisi yang saling melengkapi, saling memaafkan dan membina kerukunan dan kedamaian atar sesama di tengah kehidupan bermasyarakat.

Olly berharap, kiranya momentum ini akan mampu memotivasi kita semua untuk melakukan perubahan dan pembaharuan yang nantinya akan diimplementasikan dalam tugas dan peranan di tengah kehidupan bermasyarakat serta dalam pemberian kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan daerah. (lk)

Meimonews.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/11/2023).

Dalam pertemuan di mana Presiden di dampingi Mensekneg Pratikno tersebut, PWI melaporkan kepada Presiden Jokowi atas terpilihnya Ketua Umum PWI Pusat serta upaya PWI dalam peningkatan kompetensi wartawan.

“Kami melaporkan bahwa telah terpilih Ketua Umum baru (dalam) Kongres PWI di Bandung pada 25-26 September yang lalu. Yang kedua, kami melaporkan bahwa kami ingin fokus kembali pada masalah pendidikan, peningkatan kompetensi wartawan, dan wawasan kebangsaan wartawan,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, selepas diterima Presiden Jokowi.

Hendry mengatakan, PWI menyampaikan terkait dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penyelenggaraan sekolah jurnalisme Indonesia dan uji kompetensi wartawan. Hendry menyebut, mendengar hal tersebut Presiden pun langsung menindaklanjutinya.

“Tadi Bapak Presiden langsung menelepon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk membantu kembali PWI agar apa yang telah dilaksanakan dulu dapat berjalan kembali,” jelasnya.

PWI, sebutnya, membahas terkait sosialisasi pers kebangsaan sekaligus peluncuran Graha Pers Pancasila yang akan digelar di Yogyakarta pada November 2023 mendatang. Selain itu, PWI pun menyampaikan terkait acara Hari Pers Nasional yang direncanakan akan digelar di Ancol, Jakarta.

“Bapak Presiden mengatakan seandainya nanti memang ada kekurangan dari pemerintah Provinsi Yogyakarta, pemerintah pusat akan membantu,” ujar Hendry, seperti dikutip Setkab.go.id, Selasa (7/11/2023).

Di samping itu, Hendry menyebut, dalam pertemuan tersebut juga turut membahas terkait bagaimana pers menyikapi pemilihan umum (pemilu) mendatang. Hendry mengatakan, Presiden mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga pemilu tetap damai.

“Disampaikan, sebetulnya sekarang ini tidak ada persoalan, biasa-biasa saja, sejuk-sejuk saja, diimbau agar kita semua masyarakat ikut menjaga pemilu yang damai, yang menjaga keutuhan bangsa dan negara, tidak memecah belah,” ujar Hendry.

“Saya kira kami menerima itu dengan sama pikiran kami juga sebetulnya pers itu bukan pihak yang mengompor-ngomporin, membuat suasana jadi tegang, suasana jadi seolah-olah ini event permusuhan,” tambahnya.(*/Fer)