Meimonews – Komunitas Tolak Narkoba (KTN) menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Desa Laikit Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara, Kamis, (24/9/2020).

Puluhan warga desa mengikuti kegiatan yang menampilkan Ketua KTN Lexie Kalesaran sebagai narasumber yang di dampingi Hukum Tua Maria S. Koloay dan dipandu Sekdes Stendy Ngangi.

Saat memaparkan materinya, Lexie menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenisnya, dampak/akibat yang ditimbulkan bila menggunakan narkoba, bentuk-bentuk dan cara penyebaran gelap narkoba, konsekuensi hukum bila menyalahgunakan dan mengedarkan narkoba, dan lain-lain seputar bahaya narkoba/P4GN.

Diingatkan, narkoba, sangat berbahaya bila disalahgunakan dan dampak/akibat yang ditimbulkan bukan haniya bagi pemakainya tapi juga keluarga, masyarakat dan bangsa.

Oleh karena itu, diharapkan warga di sini (Desa Laikit) jangan menggunakannya. “Jangan coba-coba pakai karena dampaknya sangat besar dan berbahaya,” tegas penggiat dan relawan anti narkoba ini.

Pembicara/narasumber di sejumlah kegiatan ini lantas menguraikan/merinci hal-hal yang dimaksud disertai dengan penyebutan aturan yang ada/berlaku seperti yang diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ada konsekuensi hukum bila warga menyalahgunakan narkoba. Ada sanksi pidana bila ada orang yang mengedarkan narkoba,” ujarnya.

Bila ada informasi berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba diimbau untuk memberitahu kepada kepolisian terdekat atau ke BNN.

Selain itu, bila ada anggota keluarga yang telah menggunakan narkoba, diimbau untuk diadakan rehabilitasi. “Rehabilitasinya gratis. Silahkan melapor ke BNN untuk penanganannya,” katanya.

Di sela sosialisasi P4GN, Lexie menyampaikan pula beberapa upaya pencegahan penyebaran covid-19 termasuk Maklumat Kapolri No. 3 Tahun 2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

Maklumat baru yang dikeluarkan 21 September ini berkaitan dengan upaya pencegahan klaster baru covid-19 di momen Pilkada Serentak Tahun 2020. “Makanya, mari warga Desa Laikit untuk mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah dan menaati Maklumat Kapolri tersebut,” imbau aktivis dan penulis itu. (AF)

Meimonews.com – Puluhan warga khususnya generasi muda dan perangkat desa Kobar (Koha Barat) Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa mendapat sosialisasi Bahaya Narkoba yang dilaksanakan PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob.

Tampil sebagai narasumber/pembicara adalah Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran yang membawakan materi Bahaya Narkoba dan Kepala Seksi Pencegahan Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Sulut Melky D. Kakomore tentang Upaya Pemerintah/BNN dalam P4GN.

Kegiatan yang diadakan di tenda depan kantor desa yang dihadiri Bripka Tri Purba (Bhabinkamtibmas desa setempat) itu diawali kata pengantar oleh Hukum Tua Anthonius Sulu

Dalam kata pengantarnya, Hukum Tua Kobar Anthonius Sulu, mengungkapkan, sosialisasi ini sangat penting dan sangat bermanfaat bagi pemerintah dan warga di desa Kobar. Itulah sebabnya, pihaknya mengapreasi dan berterima kasih kepada pimpinan PPP Brimob yang telah berinisiatif, memprakarsai sosialisasi ini.

“Saya berharap, dengan adanya sosialisasi maka tidak akan ada warga di desa Kobar yang menggunakan narkoba, yang menyalahgunakan narkoba karena sudah tahu tentang bahaya narkoba tersebut,” ujarnya.

Dalam pemaparan materinya, Ketua PPP Brimob antara lain menjelaskan apa itu narkoba, jenis-jenisnya, dampak yang ditimbulkan termasuk sanksi pidana bagi penyalahguna dan pengedar/bandar, peranserta masyarakat dalam P4GN (pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba).

Penggiat dan Relawan Anti Narkoba Sulut ini berharap, warga Kobar tidak akan ada yang menyalahgunakan narkoba karena dampak yang diakibatkan sangat berbahaya.

“Lbih baik jangan coba-coba pakai narkoba. Sebab akibat yang ditimbulkan sangat besar. Antara lain merusak otak atau saraf dan kesehatan bagi yang menggunakan tapi juga keluarga, masyarakat, bahkan daerah/bangsa akibat dari penyalahgunaan narkoba,” harap Kalesaran.

Diharapkan kepada warga yang telah ikut sosialisasi ini untuk memberikan informasi atau sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada saudara, teman atau warga lainnya.

“Dengan semakin banyak warga atau orang yang mengetahui tentang bahaya narkoba dan tidak coba-coba pakai maka diharapkan penyalahgunaan narkoba semakin berkurang, bahkan tidak ada lagi di daerah ini, ” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasie Pencegahan Bid. P2M BNN Sulut Melky D. Kakomore. “Semoga tidal ada warga di desa ini yang menggunakan narkoba karena sangat berbahaya,” ujarnya.

“Lebih baik jangan coba-coba pakai. Sebab akan merugikan diri sendiri, keluarga bahkan bangsa,”ujar Kakomore.

Pada kesempatan tersebut, Kakpmore menjelaskan pula tentang Inpres No. 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

Pada momen tersebut, Kalesaran menyampaikan pula soal kamtibmas dan upaya pencegahan penyebaran covid-19 termasuk menjelaskan upaya Polri dalam pencegahan tersebut termasuk pencegahan kaster baru dalam momen Pilkada Serentak 2020 sebagaimana dituangkan dalam Maklumat Kapolri No. 3 Tahun 2020 yang dikeluarkan 21 September 2020.

Pelaksanaan sosialisasi ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. (AF)

Meimonews.com – Suatu komitmen atau tekad disampaikan Irjen Pol. Panca Putra yang baru menjabat Kapolda Sulawsei Utara menggantikan Irjen Pol. Royke Lumowa, yang kini menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdikpol (Lembaga Pendidikan Polri).

Ketika berbincang dengan wartawan seusai mengantar Irjen Lumowa dan istri di gerbang pintu masuk Mapolda Sulut, setelah seluruh rangkaian acara pisah-sambut Kapolda lama dan baru di Mapolda, Rabu (2/9/2020), Irjen Pol. Panca menjelaskan komitmen atau tekad tersebut.

Di dampingi antara lain Wakapolda Brigjen Pol. Yadi Suryadinata, Kabid Humas Polda Kombes Pol. Jules Abraham Abast, Irjen Pol. Panca menegaskan, akan meneruskan sukses kepimpinan Irjen Pol Royke Lumowa.

Mantan Direktur Penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ini mengungkapkan, Polri itu organisasi yang besar, yang sudah tentu mempunyai program, baik itu situasi yang khusus maupun situasi yang berdasarkan kalender kamtibmas.

Tentu itu sudah ditetapkan dari awal tahun dan sudah dilaksanakan oleh setiap pejabat. ”Pak Kapolda lama, Pak Royke sudah menanamkan itu semua. Saya ke depan tinggal melanjutkan apa yang sudah beliau laksanakan,” ujarnya.

Dalam kaitannya dengan pandemi covid-19 di mana Polri sangat intens dan nyata berbuat, baik dalam bentuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak maupun terus-menerus memberikan sosialisasi/imbauan kepada maayarakat agar mengikuti protokol kesehatan seperti dianjurkan Pemerintah dan lain-lain upaya Polri, Kapolda mengajak dan terus mengimbau agar masyarakat fokus melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

Hal lain yang menjadi fokus perhatian mantan Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri ini adalah pengamanan tahapan Pilkada 2020, Operasi Mantap Praja yang dimulai 3 September 2020.

“Itu menjadi tugas yang harus saya tuntaskan dan sekaligus bagaimana memelihara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulut,” tandas Irjen Pol. Panca seraya menambahkan, oleh karena itu, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas Polri.

“Kami mohon dukungan dan kerjasama dari semuanya. Mudah-mudahan bisa menberikan pengabdian saya kepada masyarakat khususnya di wilayah Sulawesi Utara,” kata Kapolda. (lk)

Meimonews.com – Kapolres Minahasa Utara (Minut) AKBP Grace KD Rahakbau memimpin Operasi Pendisiplinan Masyarakat menggunakan marker dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona (covud-19).

Operasi yang merupakan kolaborasi TNI Polri, Pemdes dan tokoh agama di Minut ini digelar selama satu minggu, 24-30 Agustus 2020.

Operasi masker dimulai Senin (24/8/2020) di pasar tradisional Kauditan, kantor Unit Bank BRI Kauditan I, di pertokoan dan kepada pengguna jalan raya di desa Kauditan I kecamatan Kauditan.

Sebelum menggelar kegiatan peningkatan pendisiplinan masyarakat dalam penggunaan masker, Polres Minut juga melakukan Pendisiplinan Wajib Penggunaan Masker di lingkungan Polres Minut.

Artinya, sebelum kegiatan itu diberlakukan, pendisiplinan juga dilakukan di tingkat internal melalui Seksi Propram Polres Minut.

Turut hadir di awal operas adalah Kabag Ops kompol Hans Karia Biri, Kasat Lantas Iptu Shirley B. Mangelep, Kasat Binmas Iptu Tonny Simarmata, Kasiwas Iptu Jeanny Sambouw, Kapolsek Kauditan AKP Poltje Moningkey, Hukum Tua Kauditan Satu Nancy Worung, Imam Masjid Al – Istiqomah M. Dano serta seluruh Polwan Polres Minut. 

Hi haru yang sama, Senin (24/8/2020), para Srikandi Polres Minut melakukan pembagian sembako kepada sopir mikro dan tukang ojek yang terdampak pandemi covid-19 di terminal Kauditan satu, kecamatan Kauditan

Kegiatan yang dipinpin Kapolres AKBP Grace KD Rahakbau ini dilakukan dalam rangka menyambut hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-72. Sebanyak 50 paket sembako yang diserahkan.

“Pemberian bantuan ini sebagai wujud kepedulian Polwan Polres Minut terhadap para sopir mikro dan tukang ojek yang terdampak pandemi covid-19 serta dalam rangka menyambut hari jadi Polwan ke-72,” ujar Kapolres Rahakbau.

Tak lupa saat menyerahkan sembako, para Srikandi Polres Minut juga mengimbau para sopir mikro dan tukang ojek untuk selalu mematuhi rambu lalulintas di jalan dan terus mentaati protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, menjaga jatak dan menggunakan masker saat keluar rumah agar terhindar dari penularan virus korona. (lk)

Meimonews.com – Mengusung tema Petransiit Benefaciendo (berkeliling sambil berbuat baik), sejumlah alumni Seminari Pineleng mengadakan bakti sosial (baksos) dengan memberikan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, supermie dan telur.

Sasaran penerima bantuan yang pada kegiatan digelar Minggu (26/4/2020) tersebut adalah 19 KK umat Stasi St. Yosep Tiwoho pimpinan Anneke dan 32 KK umat Stasi Cosmas dan Damianus Pandu pimpinan Martinus Tombuku.

Latar belakang penerima bantuan umat yang masuk dalam wilayah Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting pimpinan Pastor Benny Pangkey MSC itu adalah buruh, petani dan nelayan.

Paulus Hendra Adam (salah satu koordinator kegiatan) menjelaskan, baksos ini merupakan kegiatan spontan dan sukarela dari sebanyak 15 orang alumni Seminari Pineleng yang prihatin dan peduli terhadap kebituhan sesama yang membutuhkan terutama dalam situasi sulit di masa pandemi Covid-19 ini.

Sejumlah alumni Seminari Pineleng, sebut Adam, senang karena pada kesempatan dan situasi sulit seperti ini boleh membantu sesama yang terkena dampak situasi sulit ini

Adam yang adalah perwakilan guru-guru agama Katolik Kota Manado ini menjelaskan, dipilihnya tema Petranssit Benefaciendo (berkeliling sambil berbuat baik) karena ingin seperti Kristus yang telah memberikan teladan berbuat baik.

“Kami pun tergerak hati dalam situasi sulit ini untuk dapat memberikan sedikit dari apa yang kami punya untuk sesama di sekitar yang  membutuhkan. Semoga bermanfaat,” ujar Guru SMA Negeri 8 Manado ini.

Kegiatan ini, tambah Adam, sangat besar manfaatnya, di mana kita harus mulai belajar peduli terhadap sesama yang membutuhkan walaupun kita sendiri susah.  Tapi percayalah bahwa berkat Tuhan akan selalu kita terima dan alami.

“Yang penting kita dapat berbuat kebaikan kepada orang lain dengan tulus dan iklas meskipun kecil,” sebut Adam sambil berterima kasih kepada pastor teman seangkatan yakni Pastor Frans Mandagi Pr dan Pastor Bram Tulusan MSC yang telah ikut membantu pelaksanaan kegiatan sosial ini.

“Walau sedikit, paling kurang torang so (kami sudah – red) boleh  memberikan sebagian dari apa yang torang mliki. Semoga umat merasa senang dan bisa bermanfaat bagi kebutuhan mereka saat ini ,” ujar Albert Item (guru SMP Lokon Tomohon yang juga bersama Adam mengkoordiner kegiatan baksos ini.

Kegiatan ini mendapat dukung penuh dan Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kota Manado Salvatore Fongky Ponomban. Menurut Fongky, kegiatan ini sangat positif dan harus terus digalakkan karena pada situasi sulit seperti ini kita membutuhkan  orang-orang  yang peduli akan kesulitan sesama, peka terhadap kesulitan orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita.

Pastor Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting Benny Pangkey MSC sangat senang  dan mendukung kegiatan dari para alumni Seminari Pineleng ini. Pangkey mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian kepada umat terutama mereka yang terdampak karena situasi Covid-19 saat ini.

“Semoga kegiatan ini akan terus dibuat karean sebagai orang beriman kita harus memiliki rasa solider dan kepdulian terhadap sesama yang membutuhkan,” ujar Pangkey. (lk)