Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Rukun Keluarga Mantan Guru dan Pegawai Tatausaha (RKMGTU) SMA Negeri 1 (Smansa) Manado menggelar Sukuran di salah satu rumah makan di Teterusan, Minahasa Utara, Selasa (17/9/2024).

Acara syukuran diawali ibadah yang dipimpin Pdt. Vicky Piri, S.Th dan puji-pujian dari para pengurus dan anggota RKMGTU Smansa Manado yang dibagi beberapa kelompok, beberapa alumni siswa serta Kepala Sekolah dan guru Smansa.

Selain itu, pemasangan lilin, pemotongan kue dan penyerahan bunga ulang tahun, penjelasan tentang sejarah kehadiran RKMGTU oleh Betsy Luntungan, makan siang bersama serta atraksi hiburan lainnya.

Ketua RKMGPT Smansa Manado Lolombulan dalam sambutannya mengungkan perjalanan organisasi/rukun ini termasuk perkembangan keanggotaannya

Anggota rukun ini, menurut mantan pembina Pramuka ini tercatat 70-an orang, namun karena ada yang sudah meninggal maka saat ini tinggal 50 orang.

Sebelumnya, sambung mner Lolombulan (sapaan akrabnya), aktivitas/kegiatan rukun ini hanya terbatas, tapi sekarang sudah ramai (banyak aktivitaa/kegiatan).

Ia bersyukur karena rukun ini terus berjalan dan kebersamaan teeus terjaga.

Turut memberikan sambutan Kadis Perkim Sulut Alex Watimena (mewakili alumni siswa Smansa Manado), dan Kepala Smansa Manado Jemmy Jeremias.

Suasana kebersamaan dan persaudaraan terlihat pada acara yang mengusung tema Kerukunan sebagai Bingkai Persaudaraan ini. Mulai dari kedatangan di lokasi hingga acara selesai. (Fer)

Meimonews.com – Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune JE Ganda dan Wakil Bupati Kevin W. Lotulung (JGKWL) kembali mengukir prestasi penting. Kali ini terkait dengan penangganan dan pencegahan stunting.

Stasiun TV nasional Kompas TV memberikan Anugerah Daerah Peduli Stunting dan kesehatan kepada Kabupaten Minahasa Utara karena komitmen dan kerja keras yang telah ditunjukkan.

Anugerah Kabupaten Peduli Stunting dan Kesehatan tersebut diterima Bupati Minut Joune JE Ganda yang diserahkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam acara puncak HUT ke-13 Kompas TV di Tribrata Hotel dan Convention Jakarta, Rabu (11/9/2024)

Menariknya dan menjadi kebanggaan, Minut satu-satunya Kabupaten di Sulut yang menerima penghargaan peduli stunting dan kesehatan di Sulut. Bahkan pada tahun 2023 Kompas TV memberikan anugerah di bidang Pariwisata.

“Puji Tuhan, apresiasi ini merupakan prestasi dan kerja keras seluruh jajaran Pemkab dan dukungan masyarakat Minahasa Utara tampa terkecuali.” ujar Bupati kepada wartawan, usai menerima anugerah tersebut.

Bupati menjelaskan, upaya mengatasi dan mencegah stunting merupakan salah satu program prioritas yang berkelanjutan.

“Berkat keseriusan OPD terkait dan dukungan masyarakat keberhasil Pemkab Minut menurunkan angka Stunting diatas rata-rata nasional” ujarnya.

Melihat capaian selama tiga tahun terakhir bersama wakilnya Kevin W. Lotulung, Bupati Joune optimis capaian itu akan terus meningkat dan jauh di atas daerah lain di Sulut bahkan tingkat nasional.

“Saya optimis angkat keberhasilan penurunan angkat stunting di Minut bakal capai satu digit tahun 2024 ini,’ sebut Bupati seraya menambahkan, juri yang menilai penganugerahan ini merupakan para profesional, kredibel dan independen.

Di bidang kesehatan, kepemimpinan JGKWL sangat terlihat jelas kemajuannya, baik fisik maupun SDM tenaga kesehatan.

Di mana hampir semua Puskesmas dan Puskesmas pembantu (Pustu) dalam layak dari sisi peralatan dan tenaga kesehatan serta sarana pendukung lainnya seperti kendaraan ambulance, Puskesmas bergerak yang sangat banyak membantu masyarakat perbatasan.

Penganugerahan Kabupaten Peduli Stunting dan Kesehatan kepada Kabupaten Minahasa Utara oleh Menkes RI ini terbilang sangat istimewa, prestisius dan bersejarah pasalnya di hadiri dua orang mantan Wapres RI yakni Jusuf Kalla dan Murdiono, Ketua DPR RI Puan Maharani Kapolri, Panglima TNI.

Selain itu, sejumlah Menteri Kabinet bersatu antara lain Mendagri, Meskeu, Menteri lingkungan hidup, serta sejumlah mantan Menteri yakni mantan Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (GL/Fer)

Meimonews.com – Sebanyak 60-an siswa dan beberapa guru SMA Negeri 8 Manado (Smandel) pimpiman Mediatrix N. Ngantung ikut Pelatihan Satgas dan Relawan Anti Narkoba di aula sekolah, Jumat (19/11/2021).

Pelatihan hasil kerjasama Smandel dan Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob ini menampilkan narasumber Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. J. Victor Lasut dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Lasut membawakan materi tentang Kebijakan dan Strategi dalam Upaya P4GN sementara Kalesaran membawakan materi Kerelawanan, Satgas dan Rencana Aksi.

Dalam pemaparan materinya, Lasut antara lain menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenis dan efek pemakaiannya, modus operandi penyebaran narkoba, upaya pencegahan, pemberantasan dan Rehabilitasi yang telah dilakukan BNN.

Sementara Kalesaran menjelasan tentang apa itu kerelawanan dan satgas disertai contoh, rencana aksi nasional P4GN serta apa saja yang akan dibuat satgas dan relawan dalam kaitannya dengan upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Setelah pelatihan ini, sebut Kalesaran, akan ada tindak lanjut untuk mempersiapkan Smandel Bersinar yang akan dicanangkan dalam waktu dekat.

Kelesaran mengapresiasi perhatian dan dukungan Kepala Smandel Mediatrix N. Ngantung dalam upaya P4GN termasuk di sekolah yang dipimpinnya.

Sebelum penyampaian materi, Waksepsek Erwin Linelejan (mewakili Kepsek Mediatrix N. Ngantung yang hari ini mengikuti kegiatan Sekolah-sekolah Penggerak di Minut) melantik Pengurus Satgas Anti Narkoba Smandel.

Pengurus yang dilantik berdasarkan SK Kepsek antara lain terdiri dari Ketua Gabriel Wulur, tiga orang Wakil Ketua, Sekretaris Loveliana Tatebale, seorang Wakil Sekretaris, Bendahara Nekesha Likliwatil dan enam Anggota.

Berapa guru menjadi Penasehat di antaranya Jenny Paulus (Wakepsek dan Ketua Panitia Pelatihan), Ronald Rondonuwu, Ellen Rattu dan Senny Sambouw

Kegiatan pelatihan turut didukung BNN Sulut. Nampak hadir dari BNN antara lain Koordinator Bidang P2M Sam G. Repy, Terry Tikoalu, Dian dan Udin. (af)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc). Olly Dondokambey, SE berharap kepada Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulut untuk terus menjadi agen perubahan yang inspiratif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Teruslah berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama 100 tahun ini dapat terus berlanjut dan semakin menguat di masa mendatang,” pinta Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si pada acara puncak Peringatan 100 Tahun WKRI di Lapangan Pohon Kasih Kompleks Megamas Manado, Sabtu (29/6/2024).

Gubernur mengakui kontribusi WKRI termasuk WKRI Sulut bagi pembangunan bangsa tidaklah kecil. Di Sulut kontribusi itu terlihat pula dalam bentuk sinergitas dengan pemerintah dalam bidang pembangunan.

Sejumlah undangan di antaranya Kadis Pertaniam dan Peternakan Sulut Wilhelmina Jasinta Nova Pangemanan, S.Pt, M.Si mewakili Gubernur Sulut, Ketua WKI Sinode GMIM Pnt. Nining Lumanauw, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung

Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh anggota WKRI terus bersinergi dengan pemerintah dalam setiap lini pembangunan. Terutama dalam upaya meningkatkan kualitas manusia Sulut melalui pendidikan generasi muda.

Pendidikan, menurutnya, adalah fondasi utama dalam upaya membangun bangsa yang kuat dan bermartabat. Dengan kolaborasi yang erat, kita dapat menciptakan generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global.

Atas nama Pemerintah Daerah Sulut dan pribadi, Gubernur menyampaikan selamat kepada seluruh anggota WKRI yang telah mencapai usia seabad. Usia yang penuh dengan dedikasi, komitmen dan perjuangan dalam membangun karakter bangsa yang beradab.

Pelepasan balon ke udara

Perayaan 100 tahun WKRI ini, menurut Gubernur, memiliki makna yang mendalam. Seabad bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah bukti nyata dan keteguhan, kesetiaan dan dedikasi WKRI dalam mengembang visi dan misi organisasi.

Terkait tema yang diusung dalam peringatan 100 tahun ini yakni Geraknya budi, membangun pribadi, mewujudkan peradaban kasih, bagi Gubernur sangatlah relevan dan bermakna. “Esensi 100 tahun Wanita Katolik adalah perjalanan panjang dalam mengamalkan nilai-nilai moral dan etika yang luhur,” sebutnya.

Perarakan

Dalam konteks ini, jelas Gubernur, geraknya budi, mencerminkan dinamika kebijaksanaan yang selalu berkembang. Membangun pribadi berarti menciptakan individu yang berintegritas. Mewujudkan peradaban kasih adalah tujuan akhir dari segala upaya yaitu membangun masyarakat yang penuh kasih dan harmonis.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dalam sambutannya mewakili Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengatakan, ada rasa bangga bahwa 100 tahun yang lalu ada awam Katolik R. Ay Maria Suryadi Darmosaputro Sasradiningrat (RA Sulastri) telah melihat jauh ke depan tentang kiprah kaum wanita. Beliau ingin meningkatkan martabat wanita Indonesia atas dasar iman Katolik.

Peluncuran buku kenangan kenangan yang disusun Selvie Rumampuk.dkk. Buku kenangan diserahkan Selvie kepada Vikjen

RA Sulastri, menurut Pastor Agus, menginginkan supaya wanita Katolik Indonesia dapat menjadi anggota gereja yang beriman dan militan dan anggota masyarakat yang berkarakter dan penuh tanggung jawab seperti, antara lain terbaca pada mars WKRI. Maka dia mendirikan suatu organisasi wanita Indonesia yang Katolik (WKRI -red).

“Sungguh amat membanggakan inisiatif dan lebih membahagiakan lagi bahwa sesudah 100 tahun, ormas ini telah tumbuh dan berkembang dengan pesat,” ujar mantan Prokur Keuskupan Manado dan Pastor Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado ini.

Ormas WKRI ini, sebutnya,  adalah organisasi Katolik yang benar-benar hidup, berjalan lancar dan berkembang terus dan selalu eksis sepanjang tahun. Semboyan Pro ecclesia et patria amat mewarnai ormas ini yang hidup dan aktif terus di Keuskupan Manado.

Partisipasinya dalam karya pastoral gereja amat nyata. Mereka adalah mitra yang amat aktif bagi para pastor. Mereka bukan hanya aktif dalam karya-karya sosial kemasyarakatan tetapi juga ambil bagian banyak dalam perayaan liturgi gereja dan bentuk-bentuk karya pewartaan lain.

“Kita berharap, organisasi ini akan semakin solid, tumbuh dan berkembang lebih subur. Semoga para anggota semakin bersatu dan semakin mendalami cita-cita founding mothers (ibu pendiri),” ujar Pastor Paroki Raja Damai Tikala sekaligus Penasehat Rohani WKRI Cabang Raja Damai Tikala Manado ini.

Penampilan tari Selendang Biru, tarian khas WKRI

Semoga lewat WKRI, semua anggota dibentuk menjadi pribadi-pribadi yang matang sebagai anggota masyarakat, anggota gereja dan anggota inti keluarga. Hal ini perlu supaya dapat berjalan bersama semua orang lain untuk bisa membangun pribadi-pribadi dan bersama mewujudkan peradaban kasih di bumi Indonesia sebagaimana tema perayaan mulai ini.

Ketua Panitia Pelaksana Neltje Eman (Presidium 1 DPD WKRI Sulut) dalam laporannya menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah panitia laksanakan dalam rangka 1 abad WKRI, yang jatuh pada 26 Juni.

Di antaranya, Jalan salib di Bukit Doa Mahawu, Penghijauan di beberapa kabupaten/kota, Pembukaan Doa Rosario Mei 2022, misa dan Paskah bersama di Bukit Doa Kelong Kakaskasen, Doa Rosario bersama Oktober 2022 di Bukit Doa Mahawu, Paskah bersama 2023 dan lomba jalan sehat di Kawasan Megamas.

Lomba line dance, penanam pohon, gotong royong, pembuatan MCK umum dan bedah rumah, Memberikan bansos kepada korban erupsi Gunung Ruang, bansos tanah longsor dan banjir bandang, kunjungan sosial ke panti asuhan, seminari-seminari, panti tuna grahita, panti werda.

pelepasan lomba defile

Sambutan dari Gubernur Sulut dan Vikjen Keuskupan Manado itu merupakan bagian dari rangkai acara puncak peringatan 100 Tahun WKRI yang diselenggarakan WKRI Sulut pimpinan Meity Rampengan (Ketua Presidium DPD).

Momen acara puncak ini diawali perarakan perarakan, misa syukur, sambutan-sambutan, peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile.

Perarakan bendera merah putih dan vandel WKRI diawali pemain drum band, kemudian Ketua dan Wakil Ketua WKRI Cabang, DPD WKRI, Panitia Pelaksana, Putra Putri Altar dan para imam/pastor, yang berjumlah sekitar 180 orang.

Selanjutnya misa syukur yang dipimpin Vikjen Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dan di dampingi 20-an imam/pastor.

Usai misa, dilanjutkan sambutan-sambutan,  peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile yang akan diikuti 8.000-an anggota WKRI dari 55 Cabang.

Turut hadir pada acara puncak ini, di antaranya Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut mewakili Gubernur Sulut, Pembimaskat Kanwil Depag Sulut Joula Makarawung, sejumlah pastor, suster, frater, bruder, Pimpinan ormas/organisasi kategorial gereja seperti PK, PMKRI, ISKA, KBK dan LC, sejumlah undangan lainnya seperti Ketua WKI Sinode GMIM Pnt Nining Lumanaw, Pimpinan Dharma Wanita Sulut.

Terselenggaranya kegiatan-kegiatan dalam rangka 100 Tahun WKRI ini, menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Emy Maturbongs, dikarenakan adanya penyelenggaraan Tuhan dan dukungan dari banyak pihak termasuk pimpinan Keuskupan Manado dan jajarannya (Kevikepan dan paroki), Pemda, pihak sponsor, internal WKRI di daerah ini (DPD, DPC dan Pengurus Ranting) termasuk teman-teman panitia dan lainnya.

DPD yang dipimpin Panitia, sebut Emi, tak menyangka pada acara puncak dihadiri 10.000-an orang, bukan hanya anggota WKRI tapi juga keluarganya serta undangan lainnya dan umat Katolik.

“Puji syukur kepada Tuhan karena dengan penyelenggaraanNya dan didukung banyak pihak, acara dalam rangka 100 Tahun Wanita Katolik RI yang diselenggarakan DPD WKRI Sulut lewat panitia pelaksana dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Terima kasih untuk semuanya itu,” ujarnya di dampingi Wakil Ketua Panitia Telly Mathilda Kapoh (Presidium 2 DPD WKRI Sulut) kepada Meimomews.com, usai acara puncak. (lk)

Meimonews.com – Sekitar 10.000 orang akan semarakkan puncak Peringatan 100 tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang diselenggarakan DPD WKRI Sulut di Lapangan Pohon Kasih Kompleks Megamas Manado, Sabtu (29/6/2024).

Mereka yang akan semarakkan acara peringatan yang mengusung tema Geraknya budi, membangun pribadi mewujudkan peradaban kasih ini adalah perwakilan WKRI Ranting, Cabang dan Daerah serta undangan lainnya termasuk para imam/pastor, frater, suster dan bruder.

Ada sejumlah acara yang diadakan pada puncak hari jadi organisasi kemasyarakatan Katolik ini, yang jatuh pada 26 Juni.

Di antaranya perarakan, misa syukur, sambutan-sambutan, peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon ke udara, penampilan tampilan selendeng biru, makan bersama dan defile.

Perarakan bendera merah putih dan vandel WKRI diawali pemain drum band, kemudian Ketua dan Wakil Ketua WKRI Cabang, DPD WKRI, Panitia Pelaksana, Putra Putri Altar dan para imam/pastor, yang diperkirakan berjumlah 180 orang.

Selanjutnya misa syukur yang akan dipimpin Vikjen Keuskupan Manado RD Agus Sumarauw dan di dampingi sekitar 30 imam/pastor.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan,  peluncuran buku kenangan 100 tahun WKRI, pelepasan balon dan burung merpati ke udara, penampilan tampilan selendang biru, makan bersama dan defile yang akan diikuti sekitar 8.000 orang.

Untuk kesiapan acaranya, panitia yang terdiri dari, antara lain Neltje Eman (Ketua), Telly Kapoh (Wakil Ketua) dan Emy Maturbings melaksanakan gladi resik di lokasi acara puncak, Jumat (28/6/2024). (lk)

Meimonews.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) berumur 100 tahun pada 26 Juni 2024. Memperingati satu abad organisssi lategorial Gereja Katolik ini, WKRI Keuskupan Manado menggelar kegiatan dan akan berpuncak pada 29 Juni 2024.

Saat beraudiensi pada Rabu (5/6/2024) dan pada Rabu (26/6/2024) pagi, panitia yang diketuai Neltje E. Eman dan Sekretaris Emi Maturbongs bersama DPD WKRI Sulut, Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja panitia.

Mgr. Rolly mengapresiasi kerja panitia yang telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka yubileum 100 tahun WKRI untuk daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo dan telah mempersiapkan secara baik acara puncaknya.

” Kami mensuport kegiatan yang dilaksanakan WKRI Sulut dalam rangka 100 tahun WKRI tersebut,” ujar Mgr. Rolly, seperti dikutip Sekretaris  Panitia Emi Maturbongs di dampingi Wakil Ketua Telly Kapoh kepada Meimonews.com di sekretariat, Rabu (26/6/2024) malam.

Mgr. Rolly berharap puncak pelaksanaan kegiatan HUT tersebut dapat berjalan dengan baik dan sukses.

Saat bertemu di aula keuskupan, yang diwarnai syukuran sederhana karena bertepatan dengan HUT WKRI, Rabu (26/6/2024), Mgr. Rolly mengungkapkan apresiasinya terhadap WKRI Sulut atas persiapan pelaksanaan acara puncaknya yang akan dilaksanakan 29 Juni 2024.

Mgr. Rolly berterima kasih pula atas kontribusi WKRI Sulut terhadap keuskupan Manado. “Gereja  (Katolik) terbentukan dengan adanya WKRI di daerah ini,” ujar Emi mengutip Mgr. Rolly.

Terkait pelaksanaan acara puncak yang akan diadakan di Kawasan Megamas, Emy dan Telly mengatakan, panitia telah siap melaksanakannya.

“Sejumlah persiapan telah dilakukan. Mulai dari acaranya, persiapan tempat pelaksanaan dan undangan kegiatan telah disiapkan dan diatur agak acara bisa berjalan dengan baik dan sukses, ujar Emi. (lk)

(Oleh : Dr. Paulus Januar)

Meimonews.com – Kelainan refraksi (refractive error) merupakan gangguan penglihatan yang paling banyak dialami. Diperkirakan, lebih dari setengah penduduk dunia menderita kelainan refraksi.

Secara global, kelainan refraksi menyebabkan sekitar seperlima dari seluruh kasus kebutaan. Kelainan refraksi merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak.

Kelainan refraksi yang terbanyak adalah miopia (rabun jauh). Selain itu, terdapat pula hipermetropia (rabun dekat), astigmatisme (mata silindris), presbiopia (rabun dekat usia lanjut).

Miopia atau rabun jauh adalah gangguan tidak dapat melihat obyek yang jauh dengan jelas. Hipermetropia atau rabun dekat adalah gangguan tidak dapat melihat obyek yang dekat dengan jelas.
Astigmatisme atau mata silindris adalah gangguan penglihatan menjadi buram ataupun mengalami distorsi dalam melihat obyek yang dekat maupun jauh.

Presbiopia atau rabun dekat usia lanjut adalah gangguan pada daya akomodasi lensa mata yang berkurang, umumnya pada usia di atas 40 tahun, hingga kemampuan melihat dekat serta membaca berkurang.

Mengatasi kelainan refraksi umumnya dengan mengenakan kacamata koreksi.  Selain itu dapat dengan menggunakan lensa kontak. Kemudian, dapat pula dilakukan bedah retraktif seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) maupun dapat dilakukan dengan menanamkan lensa intraokular di mata.

Berdasarkan World Report on Vision, diperkirakan di seluruh dunia terdapat 4,7 miliar orang yang mengalami kelainan refraksi dan memerlukan tindakan koreksi. Namun, ternyata, dari mereka yang mengalami kelainan refraksi, 2,7 miliar di antaranya tidak dikoreksi dan sebagian besar merupakan penduduk negara berkembang.

SPECS 2030 : Mengatasi Kelainan Refraksi dan Mengupayakan Asesibilitas Kacamata Koreksi
Pada 14 Mei 2024 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan SPECS 2030 initiative. SPECS 2030 merupakan inisiatif agar setiap orang yang membutuhkan perawatan kelainan refraksi mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas, terjangkau, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya SPECS 2030 diharapkan dapat dicapai target global yakni pada tahun 2030 terdapat peningkatan cakupan efektif pelayanan kelainan refraksi sebesar 40 persen. Target tersebut ditetapkan pada Pertemuan Kesehatan Dunia (World Health Assembly) di tahun 2021.

SPECS 2023 dikonotasikan pada singkatan dari spectacles yang dalam bahasa Inggris berarti kacamata. Selanjutnya, program utama yang dilaksanakan dirumuskan sebagai SPECS yang merupakan akronim dari :pertama, Services : pengembangan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata, terutama untuk mengatasi kelainan refraksi; Kedua, Personnel : pengembangan kapasitas tenaga kesehatan mata.

Ketiga, Education : meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata; Keempat, Cost. mengatasi pembiayaan kacamata dan pelayanan kesehatan mata; Kelima, Surveilance: meningkatkan pengumpulan data dan penelitian

Selama ini, terdapat kebutuhan pelayanan kesehatan mata untuk mengatasi kelainan refraksi yang tidak dapat terpenuhi. Padahal terdapat cara yang tidak terlalu sulit dan relatif tidak berbiaya tinggi untuk mengatasinya yaitu dengan mengadakan kacamata untuk mengkoreksi kelainan refraksi.

SPECS 2023 terutama ditujukan agar mereka yang mengalami kelainan refraksi dan tidak dikoreksi dapat memperoleh kacamata. Dalam rangka mewujudkannya dibutuhkan kolaborasi dalam tingkat global hingga dapat terlaksana peningkatan yang signifikan dalam cakupan pelayanan kesehatan mata untuk mengatasi kelainan refraksi.

Dengan SPECS 2030 diharapkan dapat menunjang upaya agar setiap orang akan memiliki penglihatan yang baik. Dengan penglihatan yang baik maka dapat mengaktualisasikan potensi diri untuk kehidupan yang lebih baik.

Penanggulangan Kelainan Refraksi di Indonesia
Program penanggulangan kelainan refraksi di Indonesia merupakan bagian dari pelaksanaan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peta jalan tersebut merupakan rencana kerja penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia untuk kurun waktu 2017-2030.

Pelaksanaan Peta Jalan Penanggulangan Gangguan Penglihatan 2017-2030 terintegrasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan  (BPJS Kesehatan).

Tujuan umum yang hendak dicapai adalah tersedianya pelayanan kesehatan mata yang berkualitas untuk seluruh masyarakat lndonesia yang membutuhkan tanpa adanya hambatan ekonomi sehingga setiap orang di Indonesia mempunyai penglihatan optimal dan dapat sepenuhnya mengembangkan potensi diri.

Berdasarkan Peta Jalan tersebut penanggulangan gangguan penglihatan di lndonesia dibagi menjadi dua. Pertama, mengatasi gangguan penglihatan akibat katarak yang merupakan penyebab terbesar terjadinya kebutaan. Kedua, mengatasi gangguan penglihatan bukan akibat katarak seperti kelainan refraksi, retinopati diabetikum, glaukoma, retinopati prematuritas, dan low vision. Khusus untuk kelainan refraksi prioritasnya adalah menjamin terkoreksinya penglihatan anak usia sekolah yang mengalami kelainan refraksi.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang diselenggarakan Kementerian kesehatan pada tahun 2023, hasilnya menunjukkan disabilitas atau ketidakmampuan penglihatan dialami 0,6 persen penduduk. Sedangkan 11,7 persen penduduk menggunakan alat bantu penglihatan  kacamata, lensa kontak, dan lensa tanam.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82/2020, mengenai penanggulangan gangguan penglihatan ditetapkan target pada tahun 2030 tercapai penurunan prevalensi gangguan penglihatan sebesar 25 persen dari prevalensi di tahun 2017. (Penulis adalah staf pengajar dan Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada Jakarta)

Meimonews.com – Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Sangihe keluar sebagai juara pertama Lomba Memasak memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2024.

Lomba yang diselenggarakan BNN Sulut  (diketuai Tommy Sumampouw) di kompleks kantor BNN Sulut, jalan 17 Agustus Manado ini berlangsung Jumat (14/6/2024).

Ada 8 peserta yang ikut dalam lomba ini yakni bidang/bagian di lingkungan BNN Sulut dan BNN Kabupaten/Kota se-Sulut.

7 peserta dikalahkan tim pimpinan  Melky Tuankota (Kepala BNN Sangihe). BNN Sangihe yang berhasil mengumpulkan 79,7 poin. Juara kedua diraih BNN Kota Manado yang berhasil mengumpulkan 77,9 poin, sementara BNN Kabupaten Bolmong menjadi juara ketiga dengan 77,7 poin.

Sebelum pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM memaparkan hal-hal yang menjadi poin-poin penilaian.

“Cepat selesai penting tapi lebih penting cepat selesai dan enak. Itu menjadi hal utama penilaiannya,” ujar Brigjen Pol. Pitra di dampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BNN Sulut Yenny Pitra Ratulangi yang adalah juga tim penilai lomba. (elka)

Meimonews.com – Memperingati Hari Laut Sedunia, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Manado menggelar Aksi Bersih Pantai dan Laut di beberapa lokasi, Sabtu  (8/6/2024).

Kegiatan yang dipimpin Kasat Polairud Polresta Manado ini melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan yakni komunitas lokal, sukarelawan dan organisasi lingkungan.

Dengan kegiatan ini, mereka berusaha meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut dan pantai untuk keseimbangan ekosistem laut yang berkelanjutan.

Upaya memperkuat kesadaran akan masalah lingkungan, tidak hanya fokus pada pembersihan fisik, tetapi juga memberikan edukasi tentang dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan laut.

Melalui kegiatan ini, mereka berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama dalam hal perlindungan dan pemulihan ekosistem laut yang rentan terhadap pencemaran.

Aksi bersih pantai dan laut serentak ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan visi keberlanjutan bagi laut dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi tonggak penting dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan ekosistem laut demi generasi mendatang. (AF)

Meimonews.com – Kesehatan lingkungan di bumi semakin tahun semakin tidak sehat. Isu-isu perubahan iklim, perusakan habitat, hingga hilangnya keanekaragaman hayati menjadi isu besar.

Dilansir dari National Geographic, satu bahaya yang semakin menyebar ke ekosistem dapat diubah dengan perilaku mengurangi polusi plastik.

“Menyadari hal tersebut kami
Wanita Katolik RI meskipun masih dalam lingkup yang kecil membantu pemerintah dalam hal bersih bersih lingkungan terutama sampah plastik,” ujar Sekretaris Panitia Pelaksana Peringatan 100 Tahun WKRI Sulut Emmy Maturbongs kepada  Meimonews.com di Manado, Rabu (5/6/2024).

Kegiatan bersih-bersih tersebut, sambungnya, merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati 100 Tahun Wanita Katolik RI yang dilaksanakan di daerah ini oleh panitia pelaksana yang diketuai Neltje Eman.

Bakti Sosial Giat Peduli Sampah yang melibatkan DPD, panitia pelaksana dan perwakilan DPC  yang ada di Manado itu dilaksanakan di Pantai Boulevard II, baru-baru.

“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, DPD, Cabang-cabang yang ada di Manado dan sekitarnya.  Semoga kita semua semakin mencintai bumi dan berusaha mengurangi sampah plastik,” ujar Emmy. (lk)