Meimonews.com – Simon Fraser University (SFU) Canada Unesco Chair on Bio-Cultural Diversity and Education Prof David Zandvliet mendatangi Unsrat dan bertemu dengan Rektor Prof. Dr. Ir. Joan Ellen Kumaat, M.Sc, DEA, Selasa (9/8/2022).

Kunjungan ini  merupakan tindak lanjut dari kerjasama SFU dengan Unsrat yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an. Kerjasama SFU, juga dilakukan dengan Pasca Sarjana dan Fakultas Pertanian.

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan dan Provinsi, ODSK Keluarkan Kebijakann Keringanan Pajak Ranmor

Pada pertemuan ini dibicarakan pula implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Unsrat dan SFU Canada periode 2018-2023, yang mencakup, antara lain Unsrat menjadi co-chair Unesco Biocultural Diversity and Education.

Dr. Wiske Rotinsulu bersama Prof. David Zandvliet dipercaya sebagai Chair 2020-2024. Proses aplikasi Unesco chair sangat disuport Rektor Unsrar Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat,M.Sc DEA.

Baca juga : Menjadi Saudara dengan Alam Ciptaan Tuhan Lewat Penanaman Pohon, Warnai Peringatam 2 Abad SJMJ

“Unsrat sangat mendukung kerjasama dengan SFU yang tentunya membawa kontribusi positif bagi kemajuan akademik mahasiswa,” ujar Prof. Kumaat.

Sejumlah poin penting yang menjadi kesepakatan adalah virtual field school SFU-Unsrat 2021 yang melibatkan pengajar dari Unsrat serta rencana implementasi field school Tropical Environment Studies Program for International Students (TESPIS).

Baca juga : Peringati HUT Kemerdekaan RI, UTD RSUP Prof. Kandou Gelar Donor Darah di Beberapa Lokasi

Canada Asean Scholarship and Educational Exchange menjadi program yang diunggulkan, di mana mahasiswa S2 Gladys Runtukahu mendapatkan beasiswa, melalui kerjasama SFU dan Unsrat. (elka)

Meimonews.com – Pelaksanaan Puncak Perayaan Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) yang dipusatkan dilaksanakan, Jumat (29/7/2022) berlangsung meriah dan penuh makna.

Sejumlah acara yang disiapkan Panitia Pelaksana yang diketuai Sr. Monika Kalangi dengan Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan pada acara puncak dua abad kongregasi mendapat respons dan apresiasi yang luar biasa baik yang berada di lokasi puncak maupun yang berada di sekitarnya.

Kemeriahannya terlihat saat kedatangan rombongan Uskup baik yang dari Keuskupan Manado (2 uskup) maupun dari keuskupan lain (6 uskup) yang dijemput di bundaran Patung Tololiu (pertigaan jalan : ada yang ke arah Tondano dan ke arah Sonder, dan ke arah Manado).

Ratusan suster Kongregasi SJMJ termasuk Dewan Pimpinanan Umum  Dunia (Sr. Theresia Supriyati, Sr. Francinetti Manua, Sr. Jeannette Runtu dan Sr. Monika Kalangi), Dewan Pimpinan Provinsi termasuk Sr. Justien Tiwow (Pemimpin Manado) menjemput para uskup untuk seterusnya di antar ke lokasi acara puncak, yang dipandu Sr. Rita Manuel.

Drumband persekolahan di bawah naungan Yayasan Joseph Yeemye (milik Kongregasi SJMJ) dan tari cakele (gabungan guru persekolahan Yayasan Joseph Yeemye) mengawali prosesi/perarakan, yang membuat suasana jadi meriah dan penuh makna.

Lebih meriah dan penuh makna lagi dengan adanya sapaan para uskup termasuk Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC (yang memang suka menyapa umat dan masyarakat) dengan melambaikan tangan disertai sapaan kata dan senyuman kepada masyarakat dan umat yang dilewati prosesi/perarakan.

Kemeriahan berlanjut saat misa syukur yang diadakan di gereja paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tomohon.

Delapan uskup yakni Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, Uskup Samarinda Mgr. Petrus Boddeng Timang, Uskup Padang Vitus Rubianto Solichin, Uskup Amboina Mgr. Seno Ngutra, Uskup Purwokerto Mgr. Christophorus Tri Harsono, dan Uskup Emeritus Manado Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan memimpin misa.

Mgr. Rolly menjadi selebran utama sementara 7 uskup lainnya sebagai selebran.Turut mendampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr. Mgr. Mandqgi membawakan kotbah.

Sekitar 70 pastor termasuk Pastor Paroki HKY Tomohon Vecky Singal serta Vikjen Keuskupan Agung Makassar Pastor Joni Payuk, Vikjen Keuskupan Larantuka Pastor Gabriel Unto Dasilva, dan Vikjen Keuskupan Jayapura Pastor Barnabas Daryana mengikuti misa mulia ini.

Ratusan suster Kongregasi SJMJ dari Provinsi-provinsi dan suster dari tarekat lain,  serta undangan lain dalam jumlah terbatas mengikuti misa secara langsung. Ada pula umat yang mengikuti misa secara live streeming.

Ketika membawakan kotbah, Mgr. Mandagi mengurai makna perjalanan panjang suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ di dunia. Ada banyak suka-duka yang dialami. Ada banyak tantangan yang dilalui. Tapi, semua itu bisa dilalui hingga kongregasi ini bisa merayakan 200 tahun berdirinya di dunia.

Menurut Mgr. Mandagi, karya kerasulan Kongregasi SJMJ seperti di bidang pendidikan telah membuahkan hasil. Banyak buah-buah karya suster-suster JMJ telah dirasakan. “Banyak hasil-hasil karya suster-suster JMJ bisa kita lihat ada di mana-mana, dan dirasakan,” ujarnya.

Bacaan injil dalam misa yang diambil dari Lukas 4 : 16-21, yang antara lain menyebutkan  Roh Tuhan ada padaKu, sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahnat Tuhan telah datang, sebut Mgr. Mandagi, adalah panggilan Tuhan, panggilan dan perutusan Gereja.

“Dan, sekaligus panggilan suster-suster JMJ. Luar biasa, panggilan dan perutusan Yesus yang diteruskan suster-suster JMJ, ” ujar Mgr. Mandagi seraya mengungkapkan bahwa ia termasuk salah satu yang merasakannya karena orangtuanya pernah merasakan pembinaan dari suster-suster JMJ, dulu.

Suster-suster JMJ juga, sebut mantan Uskup Amboina ini, telah mewujudkan harapan dari Pendiri Kongregasi SJMJ  Pater Mathias Wolff SJ dan sejalan dengan pesan Paus Fransiskus tentang hal yang sama, yakni belas kasih.

Para suster Kongregasi  SJMJ, ungkapnya, telah melaksanakan belas kasih itu bukan hanya dengan kata-kata saja, hanya banyak bicara tanpa hasil, tetapi para suster telah melaksanakan itu secara nyata baik lewat pendidikan, kesehatan maupun karya sosial lainnya.

Dikemukakan, para suster mewujudkan karya-karya pendidikan, karya-karya sosial, kesehatan dan karya-karya pastoral lainnya seperti apa yang dikatakan dan dilaksanakan Yesus Kristus. “Kita boleh bangga karena ada orang seperti para suster ini yang siap sedia melaksanakan panggilan dan perutusan Tuhan itu di dunia ini, ” tandasnya.

Kemeriahan dan sarat makna positif berlanjut lagi saat ramah tamah di samping gereja, usai misa, yang diwarnai pementasan teatrikal Sejarah Perjalanan Kongregasi SJMJ di Dunia (yang ditulis Sr. Monika Kalangi, Ketua Panitia Pelaksana Yubelium 200 Tahun Konggregasi SJMJ), penandatangan prasasti antara lain oleh para uskup, Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mewakili Guberur Sulut), Walikota Tomohon Carol Senduk, Wawali Tomohon Wenny Lumentut dan Pimpinan Kongregas.

Selain itu, ada acara pemasangan lilin oleh DPU Kongregasi SJMJ dan pemotongan kue peringatan, laporan panitia pelaksana dan sambutan dari Pemimpin Umum Sr. Theresia Supriyati, Uskup Manado, Gubernur Sulut yang diwakili Kadis Perindag Sulut dan Walikota Tomohon, serta diakhiri makan malam bersama.

Ketika memberikan sambutan, Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Dunia Sr. Theresia Supriyati mengawalinya dengan menjelaskan makna di balik penjemputan para uskup di bundaran Patung Tololiu serta pengalaman singkat kehadiran kongregasi serta harapan sesudah 200 tahun perjalanan kongregasi yang didirikan Pater Mathias Wolff pada 29 Juli 1823 di Belanda ini.

Dikemukakan dari seluruh perjalanan ini (kongregasi), hari ini, mereka boleh mengatakan dengan rendah hati bahwa kongregasi yang kini dipimpinnya tidak berjalan sendirian tapi ada Tuhan yang telah menuntun, mendampingi, menguatkan sehingga mereka masih ada sampai hari ini. ” Tuhan tidak pernah mengingkari janjiNya bagi siapa saja yang setia kepadaNya,” ujar Suster Theresia.

Mgr. Rolly dalam sambutannya mengawali dengan satu kata yang mengandung makna ucapan selamat dan dukungan atas perjalanan suster-suster yang tergabung dalam Kongregasi SJMJ, yang telah berusia 200 tahun kehadirannya di dunia termasuk di wilayah Keuskupan Manado.

Ada lima hal/makna terkait ucapan proficiat dari Uskup Manado tersebut. Pertama, proficiat untuk penghayatan akan spiritualitas dan pastoral inkarnatoris : ‘Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita.’ SJMJ hadir di dunia untuk ambil bagian dalam spiritualitas dan pastoral inkarnatoris itu. “Proficiat karena sudah berkembang dengan sedemikian subur sehingga telah membentuk 3 provinsi di Indonesia,” ujar Mgr. Rolly.

Kedua, proficiat sudah menjadi ibu bagi banyak anak di sekolah-sekolah. Para suster telah menjadi ‘ibu guru’ berbudi pekerti yang luhur untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter. SJMJ telah berkontribusi sangat signifikan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Ketiga, proficiat telah menjadi injil kehidupan bagi begitu banyak pasien di rumah sakit, di klinik bahkan di mana- mana. Keempat, proficiat sudah menjadi saudara kami dalam karya misi gereja.

Kelima, proficiat untuk perayaan 200 tahun ini. “Kita percaya bahwa usia 200 tahun SJMJ adalah usia masih muda karena kita percaya akan perjalanan panjang SJMJ ke depan yang masih jauh lebih panjang dari 200 tahun yang telah kita lewati ini,” ujar uskup yang salah satu adiknya suster dari suatu tarekat religius.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen menyampaikan proficiat atas perayaan 200 tahun berdirinya Kongregasi SJMJ, sekaligus mengharapkan kiranya momentum ini akan mampu memperkokoh komitmen umat Katolik, khususnya para Pekerja Gereja untuk tetap konsisten dalam peran serta terus meningkatkan kesaksian dan pelayanan dalam kehidupan bergereja, dalam keseharian kehidupan sebagai warga masyarakat.

Ungkapan syukur, jelas Gubernur, merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Hendaknya perayaan ini dapat dimaknai, untuk bagaimana ke depan bisa mampu dalam menjalankan peran masing-masing, dan menjadikan semua umat senantiasa bertumbuh dewasa di dalam iman,” pinta Gubernur.

Disebutkan, momentum yubelium 200 tahun ini sebagai suatu bukti kepercayaan dari Tuhan untuk menyelesaikan misi dalam mempersiapkan jalan keselamatan bagi segenap umat. (elka)

Meimonews.com – Vesper Agung menjadi acara awal Perayaan Puncak Yubelium 200 Tahun Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) Dunia.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Frater Diakon Dedianus Pati Pr memimpin Vester Agung yang diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, Kamis (28/7/2022).

Ketua Panitia Lokal Sr. Monica Suparlan menjelaskan, Vesper Agung itu merupakan tradisi Gereja Katolik sebelum perayaan puncak diadakan.

“Perayaan ini dilaksanakan di Tomohon karena sebagai rumah pertama kami, di mana kongregasi SJMJ masuk ke Indonesia bermula dari sini,” ujarnya.

Momentum 200 tahun ini diharapkan akan mengembangkan kerasulan yang lebih religius. “Kami berharap akan semakin banyak lagi generasi muda yang terpanggil untuk mengabdikan hidup religius seperti SJMJ, karena Gereja Katolik masih membutuhkan pelayan-pelayan,” ujar Suster Monica.

Seusai Vesper Agung, Uskup Manado dan seluruh peserta melanjutkan acara ramah tamah di Biara Santo Walterus, biara pertama SJMJ di Keuskupan Manado.

Di lokasi ini, ada pajangan foto-foto sejarah perjalanan kongregasi serta sejumlah peralatan zaman dulu yang digunakan oleh para suster, mulai dari alat dapur dan peralatan kantor lainnya.

“Di dalam biara ini pula ada satu ruangan yang telah dijadikan museum karena menjadi kamar suster waktu masa-masa sulit dulu,” ujar Pemimpin Umum Kongregasi SJMJ Sr. Theresia Supriyati dalam percakapan dengan Meimonews.com di saat mengelilingi Biara Walterusi, Rabu (27/7/2022).(af)

Meimonews.com -Dewan Pimpinan Unit (DPU) Legio Christi (LC) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi masa bakti 2022-2025 dilantik Bendahara Pengurus Harian DPP LC Keuskupan Manado dan diutus Pastor Paroki BHK Kairagi Pastor Troy Kalengkongan Pr dalam perayaan ekaristi di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).

Pelantikan dilakukan Prawira atas nama.Pengurus Harian Dewan Pimpinan Provinsial (DPP) LC Keuskupan Manado, yang di dampingi Johan Wewengkang (Divisi Pengorganisasian dan Kaderisasi) dan beberapa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LC Kevikepan Manado di antaranya Jeane Neni Ratu (yang membacakan SK Pengangkatan dari LC Provinsial yang ditandatangani Koordinator Umum Vincentius Mamarodia dan Sekretaris Venny Kompo) serta dihadiri beberapa LC (perempuan) Paroki Ignatius Manado.

DPU LC Paroki BHK Kairagi terdiri dari Penasehat Rohani/Moderator Pastor Paroki. Penasehat Awam terdiri dari Budiharto Prawira, Marcel Merung Johny Porayouw dan Renny Krikhoff.

Koordinator Sonny Anlo, Wakil Koordinator Sutrisno CS dan Inge Rusmama. Sekretaris Jufry Palit, Wakil Sekretaris  Marselino Kalengkongan, Bendahara Alfrets Tukang.

Pengurus harian ini dilengkapi dengan pengurus pleno yakni Bagian Sekretariat dan Umum, Bagian Logistik, Bagian Pelatihan, Bagian PSE, dan Bagian Kerohanian. (af)

Meimonews.com -Sejumlah kesan dan pesan disampaikan para lanjut usia (lansia) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi yang mengikuti Temu Lansia di samping pastoran, usai Misa Lansia Sedunia di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).

Kesan dan pesan disampaikan setelah sesi perkenalan dan berbagi pengalaman di masing-masing kelompok. Ada beberapa kelompok yang dibentuk pemandu diskusi yakni Pastor Paroki Troy Kalengkongan Pr, di mana di setiap kelompok ada beberapa Orang Muda Katolik (OMK) yang mendampingi.

Sekitar dua puluhan lansia termasuk kakek dan nenek nampak gembira karena bisa bertemumuka satu dengan yang lain, apalagi saat pandemi pertemuan tatapmuka dibatasi karena protokol kesehatan.

Banyak cerita diungkap lansia yang satu ke lansia yang lain, baik yang sudah saling kenal (tapi jarang bertemu) maupun yang baru kenal.

Saling berkenal secara akrab dan berbagi cerita lebih seru disampaikan pada saat Pastor Troy membagi para lansia dalam beberapa kelompok.

Saat Pastor Troy memberikan kesempatan kepada lansia untuk menulis pesan dan kesannya terutama untuk orang muda Katolik, banyak kesan dan pesan menarik yang ditulis kemudian dibacakan satu-satu perkelompok.

Beberapa di antaranya adalah pesan Jangan lupa berdoa; Semoga anak-anak muda sekarang dengar- dengaran pada orangtua dan sesama manusia; Jadilah orang muda yang peduli terhadap perkembangan gereja karena peran orang muda menentukan masa depan gereja.

Ada juga.pesan dari seorang lansia kelahiran 5 Desember 1947 bernama David yang.menulis dengan kata/kalimat singkat. “Jang bagate,” tulis Opa David di secarik kertas tentang pesan dan kesannya, yang ditujukan kepada OMK. (af)

Meimonews com – Peringatan Dies Natalis bagj Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat, M.Sc merupakan momen untuk introspeksi diri. Melihat apa yang sudah ada dan bagaimana ke depannya.

“Biasanya di Hari Ulang Tahun (HUT) atau disebut Dies Natalis adalah momen introspeksi diri. Kalu so (kalau sudah-Red) 64 (tahun-Red), berarti so musti introspeksi diri,” tandas Rektor saat membuka rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-64 Fakultas Hukum Unsrat di halaman fakultas, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor seperti Grevo Gerung (Warek 1), Ronny Maramis (Warek 2), Ronny Gosal (Warek 3), Dekan Fakuktas Hukum Emma Valentina Theresa Senewe, sejumlah Dekan se-Unsrat seperti Fabian Manoppo dan perwakilan alumni.

Selain itu, pelepasan jalan sehat oleh Rektor, yang diikuti Rektor, Wakil-wakil Rektor, para Dekan, pimpinan, staf dan sejumlah mahasiswa serta alumni Fakultas Hukum Unsrat dan undangan lainnya.

Introspeksi yang dimaksud Rektor adalah dalam banyak hal. Pembenaham perlu dilakukan. Salah satunya adalah soal akreditasi. Kalau sebelumnya, Fakultas Hukum baru masuk kategori kategori akreditasi B, ke depannya diminta Rektor untuk ditingkatkan menjadi A bahkan akreditasi unggul.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut (peningkatan akreditasi), kehadiran para alumni dari berbagai angkatan, diharapkan Rektor bisa mendukung peningkatan akreditasi dimaksud.

“Sangat susah dibayangkan bila so 64 tahun tapi masih berkutat di akreditasi B. Makanya perlu ditingkatkan,” sebut Rektor mengandung tantangan ketika memberikan sambutan.

Rektor berterima kasih dengan kehadiran para alumni Fakultas Hukum Unsrat. Kehadiran ini, mengandung spirit. “Bukan tidak mungkin, tahun ke depan peningkatan dimaksud dapat terwujud,” ujar Rektor.

Menanggapi sambutan Rektor terkait dengan harapan adanya peningkatan akreditasi, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma Valentina Theresa Senewe bertekad untuk mewujudkan hal tersebut.

Tentunya, dengan melakukan beberapa hal agar peningkatan akreditasi tersebut dapat terwujud. “Mudah-mudahan, tahun depan hal tersebut bisa terwujud lewat kerja keras yang akan dilakukan,” ujar Senewe.

Kalau belum akreditasi unggul atau A plus, sambung Senewe yang baru beberapa bulan menjadi Dekan, minimal A.(af)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc di dampingi Wakil-wakil Rektor, Dekan-dekan se-Unsrat dan Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma Valentina Theresa Senewe, SH, MH melepas kegiatan jalan sehat memperingati Dies Naralis ke-64 Fakuktas Hukum Unsrat.

Ratusan civitas akademika termasuk para alumni Fakultas Hukum Unsrat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan panitia yang diketuai Sonya Helen Sombar, S, MH dengan rute mengitari seputaran kampus Unsrat, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Kehadiran para alumni ini, diharapkan Rektor dalam sambutannya, bisa mendukung peningkatan akreditasi Fakultaa Hukum dari B menjadi A.

“Terima kasih atas kehadiran para alumni di acara ini,” ujar Prof. Kumaat disambut tepuk tangan para alumni

Wakil Dekan III Toar Palilingan, SH menjelaskan, jalan sehat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Hukum.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini, antara lain untuk mempertebal semangat kebersamaan civitas akademika ternasuk alumni Fakultas Hukim Unsrat,” ujar To, sapaan akrabnya kepada PROSULUT.com di sela kegiatan.

Diundangnya juga para alumni, tambahnya, agar para alumni bisa melihat dan mengetahui perkembangan dari salah satu fakultas yang ada di Unsrat.

Sejumlah alumni seperti Merry Karouwan dan Frans ‘Titus’ Tangkudung merasa senang bisa bertemu dengan baik teman-teman angkatan maupun angkatan lainnya serta pimpinan dan staf dosen di almamaternya. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) Anti Narkoba Lingkungan Pendidikan di Hotel Mercure Tateli, Rabu (20/7/2022).

Sebanyak 30 peserta perwakilan SMA baik negeri maupun swasta hadir pada kegiatan sehari yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut, SH, MH di dampingi Repy dan Kasubbid Dayamas Terry Tikoalu.

Narasunber yang dihadirkan pada Raker yang dipandu Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sukut) tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran yang membawakan materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Di samping itu,  Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr. Lisje GL Punuh, M.Kes yang membawakan materi Peran Instansi Pendidikan dalam P4GN, dan Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repy dengan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN, mengingat betapa bahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Narkoba merusak masa depan. Bicara narkoba, masa depan suram,” ujarnya.

Mantan Direktur Reserse Narkobs Polda Sulut dan Polda Papua ini berharap instansi atau lembaga pendidikan ini bersama-sama mengupayakan P4GN di lingkungan/instansi masing-masing.

Dengan adanya Inpres 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN), ungkapnua maka semua instansi diwajibkan untuk ikut dalam upaya P4GN.

Dalam kaitannya dengan ketahanan negara, Lasut menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan pula dengan ketahanan keluarga. Maka, hendaknya ketahanan keluarga itu juga terkait dengan tidak ada yang memakai narkoba karena berkaitan dengan kesehatan keluarga. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Yesus Gembala Yang Baik (Rike), Pengurus dan Anggota Legio Christi (LC) Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike pimpinan Ch. Montong mengibarkan bendera LC dan Merah Putih di Gunung Lokon, Tomohon, Sabtu (9/7/2022).

Sebanyak 50 legioner dengan Koordinator Lapangan Silvanus Togas serta Moderator LC Rike/Pastor Paroki YGYB Rike Melky Ch. Pantouw Pr dan Koordinator LC Keuskupan Manado Vincentius Mamarodia terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dinamai Olahraga Naik Gunung ini dimulai 06.15 Wita di mana rombongan tiba di kaki gunung Lokon dari Manado yang berangkat pukul 04.30 Wita.

Setelah diadakan briefing selama 10 menit di lokasi parkiran mobil sebelum melakukan pendakian, rombongan langsung melaksanakan kegiatan pendakian yang dipimpin oleh korlap.

Perjalanan pendakian Gunung Lokon ditempuh  sekitar 45 menit dan sampai di kawah gunung lokon. Sesampainya di puncak Gunung Lokon, rombongan melakukan persiapan pengibaran bendera dan melakukan istirahat sejenak.

Rangkaian kegiatan di puncak Gunung Lokon adalah melaksanakan pengibaran bendera Legio Christi dan Merah Putih serta melakukan doa bersama dan berkat dari Pastor Pantouw.

Setelah sekitar 1 jam di atas puncak Gunung Lokon, rombongan bersiap untuk kembali ke kaki gunung lokon untuk seterusnya melakukan perjalanan balik ke lokasi awal berkumpul untuk kemudian kembali ke Manado.

Mendampingi legioner dalam kegiatan ini adalah Yan Ohoilulin dan Patrick Kumowal yang adalah Wakil Koordinator dan Sekretaris LC Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike. (af)

Meimonews.com – Tanggal 8 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Keuskupan Manado. Pada tanggal tersebut, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ditahbiskan menjadi Uskup Manado menggantikan Mgr. Yos Suwatan MSC.

Dalam kaitannya dengan lima tahun kegembalaan/kepemimpinannya (2022), dipastikan telah ada hal mendasar dan penting yang dilakukan gembala kelahiran Lembean, 4 Januari 1957 itu.

Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly (sapaan akrabnya) telah melakukan beberapa hal dan melanjutkan apa yang sudah dibuat uskup-uskup sebelumnya yakni Mgr. Josef Suwatan MSC, Mgr. Theodorus Hubertia Antonius Jakobus Moors MSC,  Mgr. Verhoeven dan saat masih menjadi Prefek/Vikaris oleh Pastor Panis, Pastor Vester dan lain membentuk pelayanan lokal dari sebelumnya dari Surabaya, Batavia yang membangun center for excellent.

“Saya melanjutkan apa yang telah dibuat dengan membangun persekutuan terutama ketika menemukan dalam FGD (Forum Group Discustions) seperti kebutuhan umat akan katekese, kebutuhan akan pemahaman iman,”  ujarnya kepada Meimonews.com di Manado, baru-baru.

Hal tersebut dilakukan agar umat tahu dan paham apa itu ajaran iman dan perlu ditingkatkan lagi dengan perkembangan-perkembangan yang ada, umat semakin banyak, hidup dalam heterogenitas dengan masyarakat lainnya, kebutuhan akan pemahaman iman Katolik semakin perlu bukan untuk menjadi kelompok eksklusif tapi supaya menyadari imannya dan agar menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Kemudian, bagaimana memberdayakan kekuatan umat dalam memberdayakan ‘harta benda gereja.’  Itu merupakan sarana membangun.

“Itu awal-awal yang dilakukan. Mengadakan Sinode, Jalan Bersama Umat untuk mengadakan refleksi apa yang sudah terjadi, lalu ke depan kita mengharapkan apa setelah ini. Lalu, input-input dari lapangan termasuk dari para ahli, diadakan Sinode Keuskupan Manado,” paparnya.

Baru satu tahun memegang ‘tongkat kegembalaan’, mantan Provinsial MSC Indonesia ini mendengar dan memulai dengan Sinode untuk melihat apa yang akan dilakukan ke depan. Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly membuat suatu sistem. Membangun gereja dengan suatu sistem.

Berkaiitan dengan tantangan ke depan, Mgr. Rolly menegaskan, dengan umat yang tersebar  di wilayah yang luas, ada yang di pulau-pulau, tantangannya adalah bagaimana membangun suatu persekutuan, termasuk yang ada di pulau-pulau kecil, seperti yang ada di Talaud, yang dianggap pinggiran/terluar (berbatasan dengan negara lain) di mana kita menanamkan rasa persatuan, sebagai sahabat dan bagaimana mengajak mereka berpikir besar walau kecil di sini, hanya satu keluarga di satu kampung atau dua-tiga keluarga di satu stasi tapi berbuat yang besar.

Tantangan karena daerah luas, Mgr. Rolly suka hadir di mana-mana. Semua paroki (74 paroki) sudah dikunjungi. Ia bercita-cita, lima tahun ini semua stasi sudah dikunjungi namun terkendala dengan Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, sehingga terhenti. Dari 470 stasi, sudah 351 yang dikunjungi.

Jadi itu tantangannya. Daerah yang luas tapi bagaimana menjaga kesatuan itu dengan kehadiran berupa kunjungan ke paroki-paroki atau stasi-stasi. Tapi yang mau ditekankan bahwa kehadiran itu bukan hanya uskup tapi, terutama, kehadiran para pastor/imam di tengah-tengah umat. “Laut dan medan yang sulit tidak boleh jadi alasan sehingga umat tidak dikunjungi,” tegasnya.

Menyinggung hal yang sudah dicapai dalam 5 tahun kegembalaan, Mgr. Rolly menjelaskan, hal pertamanya adalah lewat Sinode yang sudah dibuat, setelah satu tahun (menjadi Uskup) khan suatu langkah yakni Jalan Bersama Umat dan sudah disosialisasikan dan diimplementasikan.

Diagendakan turun ke lapangan lewat kegiatan yang disebut monitoring. Akan dilihat apa yang sudah dikerjakan. Ia menemukan, sebagian sudah jalan, dan karena ini hal baru sehingga masih dalam penyusunan-penyusunan.

Tapi, minimal orang mulai melihat bahwa ini yang harus dikoreksi/diperbaiki. Ini kita punya ideal ke depan, yang disesuaikan dengan visi, misi dan renstra, pola bersama yang mau dilaksanakan di paroki, stasi, wilayah rohani, kelompok kategorial , dan lain-lain. Itu sudah jalan, tinggal melihat. Tahun depan, ada evaluasi untuk lima tahun berikut.

Disebutkan, karena masih hal baru, tentu ada tantangan-tantangannya, membutuhkan waktu. Tantangannya, itu torang harus turun ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang cukuo luas.

Terkait dengan hubungan dengan umat beragama lain, diungkapkan, sudah berjalan dengan baik. Sudah terjadi di mana-mana. Selain lewat center-center (pusat-pusat) pendidikan di mana persekolahan-persekolahan Katolik menerima murid-murid bukan hanya Katolik tapi beragama lain maka hubungan itu sudah terjalin dengan baik.

Selain itu, saat berkunjung ke paroki-paroki atau stasi terlihat hubungan antarumat beragama terjalin dengan baik. “Saya melihat umat Katolik dekat dengan umat beragama lain. Saya bahkan terharu, terperangah, ada di suatu stasi yang hanya ada beberapa umat Katolik sudah ada gereja, yang pembangunannya ada keterlibatan umat beragama lain,” sebut Mgr. Rolly.

Begitu pun, kalau ada kegiatan-kegiatan gereja, terlihat ada umat beragama lain yang ikut membantu. Begitu sebaliknya, umat Katolik membantu, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan umat beragama lain.

Kalau ada iven-iven keagamaan, umat beragama lain berpartisipasi seperti menjaga gereja/tempat-tempat ibadah.Begitu juga sebaliknya umat Katolik seperti yang tergabung dalam LC (Legio Christi) turut berpartisipasi menjaga gereja/tempat-tenpat ibadah saat umat beragama lain merayakan iven keagamaan mereka. (af)