Meimonews.com -Sejumlah kesan dan pesan disampaikan para lanjut usia (lansia) Paroki Bunda Hati Kudus (BHK) Kairagi yang mengikuti Temu Lansia di samping pastoran, usai Misa Lansia Sedunia di gereja paroki, Minggu (24/7/2022).

Kesan dan pesan disampaikan setelah sesi perkenalan dan berbagi pengalaman di masing-masing kelompok. Ada beberapa kelompok yang dibentuk pemandu diskusi yakni Pastor Paroki Troy Kalengkongan Pr, di mana di setiap kelompok ada beberapa Orang Muda Katolik (OMK) yang mendampingi.

Sekitar dua puluhan lansia termasuk kakek dan nenek nampak gembira karena bisa bertemumuka satu dengan yang lain, apalagi saat pandemi pertemuan tatapmuka dibatasi karena protokol kesehatan.

Banyak cerita diungkap lansia yang satu ke lansia yang lain, baik yang sudah saling kenal (tapi jarang bertemu) maupun yang baru kenal.

Saling berkenal secara akrab dan berbagi cerita lebih seru disampaikan pada saat Pastor Troy membagi para lansia dalam beberapa kelompok.

Saat Pastor Troy memberikan kesempatan kepada lansia untuk menulis pesan dan kesannya terutama untuk orang muda Katolik, banyak kesan dan pesan menarik yang ditulis kemudian dibacakan satu-satu perkelompok.

Beberapa di antaranya adalah pesan Jangan lupa berdoa; Semoga anak-anak muda sekarang dengar- dengaran pada orangtua dan sesama manusia; Jadilah orang muda yang peduli terhadap perkembangan gereja karena peran orang muda menentukan masa depan gereja.

Ada juga.pesan dari seorang lansia kelahiran 5 Desember 1947 bernama David yang.menulis dengan kata/kalimat singkat. “Jang bagate,” tulis Opa David di secarik kertas tentang pesan dan kesannya, yang ditujukan kepada OMK. (af)

Meimonews com – Peringatan Dies Natalis bagj Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Kumaat, M.Sc merupakan momen untuk introspeksi diri. Melihat apa yang sudah ada dan bagaimana ke depannya.

“Biasanya di Hari Ulang Tahun (HUT) atau disebut Dies Natalis adalah momen introspeksi diri. Kalu so (kalau sudah-Red) 64 (tahun-Red), berarti so musti introspeksi diri,” tandas Rektor saat membuka rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-64 Fakultas Hukum Unsrat di halaman fakultas, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Rektor di dampingi Wakil-wakil Rektor seperti Grevo Gerung (Warek 1), Ronny Maramis (Warek 2), Ronny Gosal (Warek 3), Dekan Fakuktas Hukum Emma Valentina Theresa Senewe, sejumlah Dekan se-Unsrat seperti Fabian Manoppo dan perwakilan alumni.

Selain itu, pelepasan jalan sehat oleh Rektor, yang diikuti Rektor, Wakil-wakil Rektor, para Dekan, pimpinan, staf dan sejumlah mahasiswa serta alumni Fakultas Hukum Unsrat dan undangan lainnya.

Introspeksi yang dimaksud Rektor adalah dalam banyak hal. Pembenaham perlu dilakukan. Salah satunya adalah soal akreditasi. Kalau sebelumnya, Fakultas Hukum baru masuk kategori kategori akreditasi B, ke depannya diminta Rektor untuk ditingkatkan menjadi A bahkan akreditasi unggul.

Dalam kaitannya dengan hal tersebut (peningkatan akreditasi), kehadiran para alumni dari berbagai angkatan, diharapkan Rektor bisa mendukung peningkatan akreditasi dimaksud.

“Sangat susah dibayangkan bila so 64 tahun tapi masih berkutat di akreditasi B. Makanya perlu ditingkatkan,” sebut Rektor mengandung tantangan ketika memberikan sambutan.

Rektor berterima kasih dengan kehadiran para alumni Fakultas Hukum Unsrat. Kehadiran ini, mengandung spirit. “Bukan tidak mungkin, tahun ke depan peningkatan dimaksud dapat terwujud,” ujar Rektor.

Menanggapi sambutan Rektor terkait dengan harapan adanya peningkatan akreditasi, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Emma Valentina Theresa Senewe bertekad untuk mewujudkan hal tersebut.

Tentunya, dengan melakukan beberapa hal agar peningkatan akreditasi tersebut dapat terwujud. “Mudah-mudahan, tahun depan hal tersebut bisa terwujud lewat kerja keras yang akan dilakukan,” ujar Senewe.

Kalau belum akreditasi unggul atau A plus, sambung Senewe yang baru beberapa bulan menjadi Dekan, minimal A.(af)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc di dampingi Wakil-wakil Rektor, Dekan-dekan se-Unsrat dan Dekan Fakultas Hukum Unsrat Dr. Emma Valentina Theresa Senewe, SH, MH melepas kegiatan jalan sehat memperingati Dies Naralis ke-64 Fakuktas Hukum Unsrat.

Ratusan civitas akademika termasuk para alumni Fakultas Hukum Unsrat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan panitia yang diketuai Sonya Helen Sombar, S, MH dengan rute mengitari seputaran kampus Unsrat, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Kehadiran para alumni ini, diharapkan Rektor dalam sambutannya, bisa mendukung peningkatan akreditasi Fakultaa Hukum dari B menjadi A.

“Terima kasih atas kehadiran para alumni di acara ini,” ujar Prof. Kumaat disambut tepuk tangan para alumni

Wakil Dekan III Toar Palilingan, SH menjelaskan, jalan sehat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Hukum.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini, antara lain untuk mempertebal semangat kebersamaan civitas akademika ternasuk alumni Fakultas Hukim Unsrat,” ujar To, sapaan akrabnya kepada PROSULUT.com di sela kegiatan.

Diundangnya juga para alumni, tambahnya, agar para alumni bisa melihat dan mengetahui perkembangan dari salah satu fakultas yang ada di Unsrat.

Sejumlah alumni seperti Merry Karouwan dan Frans ‘Titus’ Tangkudung merasa senang bisa bertemu dengan baik teman-teman angkatan maupun angkatan lainnya serta pimpinan dan staf dosen di almamaternya. (af)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Rapat Kerja (Raker) Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) Anti Narkoba Lingkungan Pendidikan di Hotel Mercure Tateli, Rabu (20/7/2022).

Sebanyak 30 peserta perwakilan SMA baik negeri maupun swasta hadir pada kegiatan sehari yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut, SH, MH di dampingi Repy dan Kasubbid Dayamas Terry Tikoalu.

Narasunber yang dihadirkan pada Raker yang dipandu Michel Singkoh (Penggiat Anti Narkoba Sukut) tersebut adalah Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran yang membawakan materi Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

Di samping itu,  Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr. Lisje GL Punuh, M.Kes yang membawakan materi Peran Instansi Pendidikan dalam P4GN, dan Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repy dengan materi Pemetaan Calon Penggiat Anti Narkoba yang akan Memperoleh Pengembangan Kapasitas dan Pengisian Tabel Pemetaan.

Brigjen Lasut dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN, mengingat betapa bahayanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Narkoba merusak masa depan. Bicara narkoba, masa depan suram,” ujarnya.

Mantan Direktur Reserse Narkobs Polda Sulut dan Polda Papua ini berharap instansi atau lembaga pendidikan ini bersama-sama mengupayakan P4GN di lingkungan/instansi masing-masing.

Dengan adanya Inpres 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN), ungkapnua maka semua instansi diwajibkan untuk ikut dalam upaya P4GN.

Dalam kaitannya dengan ketahanan negara, Lasut menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan pula dengan ketahanan keluarga. Maka, hendaknya ketahanan keluarga itu juga terkait dengan tidak ada yang memakai narkoba karena berkaitan dengan kesehatan keluarga. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Yesus Gembala Yang Baik (Rike), Pengurus dan Anggota Legio Christi (LC) Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike pimpinan Ch. Montong mengibarkan bendera LC dan Merah Putih di Gunung Lokon, Tomohon, Sabtu (9/7/2022).

Sebanyak 50 legioner dengan Koordinator Lapangan Silvanus Togas serta Moderator LC Rike/Pastor Paroki YGYB Rike Melky Ch. Pantouw Pr dan Koordinator LC Keuskupan Manado Vincentius Mamarodia terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dinamai Olahraga Naik Gunung ini dimulai 06.15 Wita di mana rombongan tiba di kaki gunung Lokon dari Manado yang berangkat pukul 04.30 Wita.

Setelah diadakan briefing selama 10 menit di lokasi parkiran mobil sebelum melakukan pendakian, rombongan langsung melaksanakan kegiatan pendakian yang dipimpin oleh korlap.

Perjalanan pendakian Gunung Lokon ditempuh  sekitar 45 menit dan sampai di kawah gunung lokon. Sesampainya di puncak Gunung Lokon, rombongan melakukan persiapan pengibaran bendera dan melakukan istirahat sejenak.

Rangkaian kegiatan di puncak Gunung Lokon adalah melaksanakan pengibaran bendera Legio Christi dan Merah Putih serta melakukan doa bersama dan berkat dari Pastor Pantouw.

Setelah sekitar 1 jam di atas puncak Gunung Lokon, rombongan bersiap untuk kembali ke kaki gunung lokon untuk seterusnya melakukan perjalanan balik ke lokasi awal berkumpul untuk kemudian kembali ke Manado.

Mendampingi legioner dalam kegiatan ini adalah Yan Ohoilulin dan Patrick Kumowal yang adalah Wakil Koordinator dan Sekretaris LC Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike. (af)

Meimonews.com – Tanggal 8 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Keuskupan Manado. Pada tanggal tersebut, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ditahbiskan menjadi Uskup Manado menggantikan Mgr. Yos Suwatan MSC.

Dalam kaitannya dengan lima tahun kegembalaan/kepemimpinannya (2022), dipastikan telah ada hal mendasar dan penting yang dilakukan gembala kelahiran Lembean, 4 Januari 1957 itu.

Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly (sapaan akrabnya) telah melakukan beberapa hal dan melanjutkan apa yang sudah dibuat uskup-uskup sebelumnya yakni Mgr. Josef Suwatan MSC, Mgr. Theodorus Hubertia Antonius Jakobus Moors MSC,  Mgr. Verhoeven dan saat masih menjadi Prefek/Vikaris oleh Pastor Panis, Pastor Vester dan lain membentuk pelayanan lokal dari sebelumnya dari Surabaya, Batavia yang membangun center for excellent.

“Saya melanjutkan apa yang telah dibuat dengan membangun persekutuan terutama ketika menemukan dalam FGD (Forum Group Discustions) seperti kebutuhan umat akan katekese, kebutuhan akan pemahaman iman,”  ujarnya kepada Meimonews.com di Manado, baru-baru.

Hal tersebut dilakukan agar umat tahu dan paham apa itu ajaran iman dan perlu ditingkatkan lagi dengan perkembangan-perkembangan yang ada, umat semakin banyak, hidup dalam heterogenitas dengan masyarakat lainnya, kebutuhan akan pemahaman iman Katolik semakin perlu bukan untuk menjadi kelompok eksklusif tapi supaya menyadari imannya dan agar menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Kemudian, bagaimana memberdayakan kekuatan umat dalam memberdayakan ‘harta benda gereja.’  Itu merupakan sarana membangun.

“Itu awal-awal yang dilakukan. Mengadakan Sinode, Jalan Bersama Umat untuk mengadakan refleksi apa yang sudah terjadi, lalu ke depan kita mengharapkan apa setelah ini. Lalu, input-input dari lapangan termasuk dari para ahli, diadakan Sinode Keuskupan Manado,” paparnya.

Baru satu tahun memegang ‘tongkat kegembalaan’, mantan Provinsial MSC Indonesia ini mendengar dan memulai dengan Sinode untuk melihat apa yang akan dilakukan ke depan. Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly membuat suatu sistem. Membangun gereja dengan suatu sistem.

Berkaiitan dengan tantangan ke depan, Mgr. Rolly menegaskan, dengan umat yang tersebar  di wilayah yang luas, ada yang di pulau-pulau, tantangannya adalah bagaimana membangun suatu persekutuan, termasuk yang ada di pulau-pulau kecil, seperti yang ada di Talaud, yang dianggap pinggiran/terluar (berbatasan dengan negara lain) di mana kita menanamkan rasa persatuan, sebagai sahabat dan bagaimana mengajak mereka berpikir besar walau kecil di sini, hanya satu keluarga di satu kampung atau dua-tiga keluarga di satu stasi tapi berbuat yang besar.

Tantangan karena daerah luas, Mgr. Rolly suka hadir di mana-mana. Semua paroki (74 paroki) sudah dikunjungi. Ia bercita-cita, lima tahun ini semua stasi sudah dikunjungi namun terkendala dengan Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, sehingga terhenti. Dari 470 stasi, sudah 351 yang dikunjungi.

Jadi itu tantangannya. Daerah yang luas tapi bagaimana menjaga kesatuan itu dengan kehadiran berupa kunjungan ke paroki-paroki atau stasi-stasi. Tapi yang mau ditekankan bahwa kehadiran itu bukan hanya uskup tapi, terutama, kehadiran para pastor/imam di tengah-tengah umat. “Laut dan medan yang sulit tidak boleh jadi alasan sehingga umat tidak dikunjungi,” tegasnya.

Menyinggung hal yang sudah dicapai dalam 5 tahun kegembalaan, Mgr. Rolly menjelaskan, hal pertamanya adalah lewat Sinode yang sudah dibuat, setelah satu tahun (menjadi Uskup) khan suatu langkah yakni Jalan Bersama Umat dan sudah disosialisasikan dan diimplementasikan.

Diagendakan turun ke lapangan lewat kegiatan yang disebut monitoring. Akan dilihat apa yang sudah dikerjakan. Ia menemukan, sebagian sudah jalan, dan karena ini hal baru sehingga masih dalam penyusunan-penyusunan.

Tapi, minimal orang mulai melihat bahwa ini yang harus dikoreksi/diperbaiki. Ini kita punya ideal ke depan, yang disesuaikan dengan visi, misi dan renstra, pola bersama yang mau dilaksanakan di paroki, stasi, wilayah rohani, kelompok kategorial , dan lain-lain. Itu sudah jalan, tinggal melihat. Tahun depan, ada evaluasi untuk lima tahun berikut.

Disebutkan, karena masih hal baru, tentu ada tantangan-tantangannya, membutuhkan waktu. Tantangannya, itu torang harus turun ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang cukuo luas.

Terkait dengan hubungan dengan umat beragama lain, diungkapkan, sudah berjalan dengan baik. Sudah terjadi di mana-mana. Selain lewat center-center (pusat-pusat) pendidikan di mana persekolahan-persekolahan Katolik menerima murid-murid bukan hanya Katolik tapi beragama lain maka hubungan itu sudah terjalin dengan baik.

Selain itu, saat berkunjung ke paroki-paroki atau stasi terlihat hubungan antarumat beragama terjalin dengan baik. “Saya melihat umat Katolik dekat dengan umat beragama lain. Saya bahkan terharu, terperangah, ada di suatu stasi yang hanya ada beberapa umat Katolik sudah ada gereja, yang pembangunannya ada keterlibatan umat beragama lain,” sebut Mgr. Rolly.

Begitu pun, kalau ada kegiatan-kegiatan gereja, terlihat ada umat beragama lain yang ikut membantu. Begitu sebaliknya, umat Katolik membantu, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan umat beragama lain.

Kalau ada iven-iven keagamaan, umat beragama lain berpartisipasi seperti menjaga gereja/tempat-tempat ibadah.Begitu juga sebaliknya umat Katolik seperti yang tergabung dalam LC (Legio Christi) turut berpartisipasi menjaga gereja/tempat-tenpat ibadah saat umat beragama lain merayakan iven keagamaan mereka. (af)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dilahirkan di Lembean Kabupaten Minahasa (sekarang Minahasa Utara) Provinsi Sulawesi Utara pada 4 Januari 1957.

Mgr. Rolly, sapaan akrabnya, adalah anak kedua dari sembilan bersaudara pasangan ayah Gerardus Damianus Untu (alm) dan ibu Geertruida Lasut (alm.) Seorang saudaranya menjadi imam (alm) dan seorang lagi menjadi suster Kongregasi Dina Santo Yosep (DSY).

Tahun 1961, ia masuk Taman Kanak-kanak Malaikat Pelindung Manado dan tahun 1962 SD RK IV Manado. Tahun 1969 Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan tahun 1976 Seminari Agung Pineleng.

Tahun 1978 Novisiat di Karanganyer Kebumen (Jateng) dan pada 6 Desember 1978 mengikrarkan kaul pertama dalam Tarekat MSC. Tahun 1979 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi). Tahun 1981-1982 tahun pastoral di Dobo, Kepulauan Aru (Maluku). Tahun 1982-1983 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi).

Tanggal 15 Januari 1983 mengikrarkan kaul kekal dalam Tarekat MSC di Pineleng dan keesokan harinya (16/1/1983) tahbisan diakon oleh Mgr. Theodorus Moors MSC di Pineleng. Tanggal 29 Juni 1983 ditahbiskan sebagai imam  oleh Mgr. Moors di gereja Katedral Manado.

Tahun 1983 menjadi Pastor Paroki Tondano dan tahun 1984 Pastor Paroki Tuminting Manado. Tahun 1985-1986 studi Spiritualitas di Bangalore India. Tahun 1986-1991 Socius Novisiat MSC di Karanganyer Kebumen (Jateng).

Tahun 1991-1994 studi Dogma di Universitas Leuven Belgia. Tahun 1995 jadi Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado. Tahun 2003-2005 Superior Skolastikat MSC Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado.

Tahun 2005-2008 Wakil Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2008 Asisten II Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2011-2016 Provinsial MSC Indonesia. Tanggal 7 April 2017 menjadi Uskup Keuskupan Manado menggantikan Mgr. Josef Suwatan MSC.

Sebagai Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Rolly memiliki motto tahbisan yakni In lumine tuo, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya (Mzm. 36 : 10). Di samping itu, ada lambang/logo Uskup Keuskupan Manado.

Lambang Uskup Rolly adalah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian : dua bagian atas, kiri dan kanan, dan satu bagian di bawah.

Di bagian kiri atas, dengan latar belakang warna biru adalah gambar Hati Yesus yang Mahakudus dengan warna merah, bermahkotakan duri warna keemasan di bagian tengahnya dan dengan nyala api warna keemasan di bagian atasnya. Gambar ini menerangkan, Uskup Rolly berasal dari taerkat religius Missionarii Sacratissimi Cordis atau Misionaris Hati Kudus yang menghidupi Spiritualitas Hati.

Di bagian kanan atas, dengan latar belakang warna merah adalah sebuah bintang berwarna putih, lambang Allah, dengan sebuah lampu minyak berwarna keemasan di bawahnya. Lampu minyak dari bahan tanah liat seperti ini biasa digunakan sebagai alat penerangan di jaman Yesus. Lampu ini memiliki satu simbu di ujung di sebelah kiri, dengan api yang menyala menerangi area sekitarnya.

Di bagian bawah, dengan latar belakang warna putih adalah laut biru dan sebuah gunung berwarna hijau di atasnya, melambangkan wilayah Keuskupan Manado yang meliputi daratan dan gunung-gunung yang hijau dan banyak kepulauan serta laut yang kaya.

Di atas gunung, di sebelah kanan adalah gambar burung gagak berwarna hitam, yang membawa di paruhnya sepotong roti; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Bemedictus Abbas dari Norcia.

Masih di atas gunung, di sebelah kiri adalah tiga buah batu berwarna keemasan dengan selembar daun palma berwarna hijau di atasnya; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Stephanus Martir Pertama yang wafat dirajam.

Di sebelah perisaj ditempatkan sebuah galero atau topi khas klerus berwarna hijau, dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya. Di bagian tengah belakang perisai adalah sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan. Galero hijau dengan enam jumbai berikut salib pancang ini merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.

Di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan bertuliskan motto penggembalaan Uskup Rolky dalam bahasa Latin yakni In lumine tua, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya. (Lexie Kalesaran dari beberapa sumber)

Meimonews.com – Target 5 mata pelajaran (MP) dari 10 MP yang diikuti pada lomba Olimpiade Siswa Nasional (OSN) berhasil dipenuhi utusan SMA Negeri 1 Manado pada lomba Tingkat Kabupaten/Kota yang dilaksanakan 24-25 Mei 2022. Siswa dari MP tersebut nantinya berlomba di Tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan Agustus mendatang.

“Dari 5 mata pelajaran yang ditargetkan lolos dalam OSN Tingkat Kabupaten/Kota, kami berhasil meloloskan lima mata pelajaran dengan jumlah 9 siswa,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (23/6/2022).

Dijelaskan, empat mata pelajaran yang diunggulkan terpenuhi sementara satu mata pelajaran tergantikan. Kelima MP yang diunggulkan terdiri dari matematika, ekonomi, geografi, biologi dan fisika. Empat yang lolos adalah matematika, ekonomi, geografi dan  geologi. Yang tidak gol/lolos adalah fisika tapi tergantikan dengan astronomi.

Sepuluh MP yang dilombakan adalah astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika. Setiap MP hanya dibatasi lima peserta/siswa. SMA Negeri 1 Manado ikut full team yakni empat puluh lima orang, setiap MP lima orang.

Utusan SMA Negeri 1 Manado yang berhasil menorehkan prestasi di lima MP tersebut adalah Rafa Zulhaq Rizaldi dan  Keisha Karen Manoppo yang menduduki peringkat 1 dan 2 MP Ekonomi, Valent Tio Inkiriwang peringkat 2 MP Matematika,  Claudia Belabdan Bilgys Ramadhani Reksoprojo peringkat 5 dan 9 MP Astronomi,  Osvalda Koyongian, Yoel M. Suak dan Christo M. Widjayanto peringkat 5, 6 dan 8 MP Geografi, dan Gloria NR Rokot peringkat 5 MP Biologi.

Prestasi yang ditorehkan ini, menurut Jermias, sungguh luar biasa dan membanggakan baik bagi siswa, orangtua siswa tapi juga sekolah. Betapa tidak, tahun sebelumnya, hanya meloloskan dua orang dengan dua MP. Demikianpun, persiapan waktunya terbatas tapi bisa mencapai prestasi yang luar biasa.

Khusus waktu persiapannya, Jermias menjelaskan, sebelum ia menjadi Kepala SMA Negeri 1 Manado, belum terlihat adanya persiaan. Namun, ketika masuk/menjadi kepala sekolah pada awal Maret 2022, ia langsung tancap gas. Langsung mengadakan persiapan, bahkan mendatangkan pelatih dari LOPi (Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia) Jakarta.

” Kalau cuma ambil pelatih dari daerah sini (Sulut) dengan waktu persiapan yang singkat maka sulit mengejar ketertinggalan. Maka diperlukan terobosan, diperlukan langkah cepat dan tepat yakni mendatangkan pelatih yang sudah berpengalaman dan memiliki kapasitas untuk hal itu yaitu LOPI,” ujar Jermias.

Dan hasilnya, sambung mantan Kepala SMA Eben Haezar Manado ini, sungguh memuaskan dan membanggakan. Nama SMA Negeri 1 Manado terangkat lewat prestasi keikutsertaan dalam OSN ini. “Prestasi yang dicapai ini buah dari kerja keras,” tandasnya. (af)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan, ungkapan syukur merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Di mana di dalamnya terkandung nilai pembangunan iman yang sangat kental dikarenakan terkait dengan hubungan antara manusia dan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi dan segala isinya,” sebut Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng pada Perayaan Puncak Yubileum 150 Tahun Berdirinya DSY di Dunia, Selasa (21/6/2022).

Sehingga, lanjut Gubernur, suatu ungkapan syukur kemudian harus diaktualisasikan dengan cara dan konteks yang berkenan di hadapan Tuhan agar mampu memantapkan kualitas iman.

Rangkaian acara ini, menurut Gubernur, diimani sebagai wujud pengakuan iman atas kuasa dan kasih Tuhan yang telah menuntun, menyertai dan memberkati umat Katolik di manapun berada.

“Secara khusus , merupakan suatu bentuk syukur atas segala karunia, kekuatan dan keteguhan iman yang diberikan Tuhan kepada Kongregasi Suster-suster DSY Manado dalam memberikan karya serta pelayanan kepada umat, sebagaimana mestinya.

Pemimpin Umum Kongregasi DSY Manado Sr. Chatrina Tandayu dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas karya agung Tuhan serta kemurahan kasihNya yang sudah menyertai Kongregasi sampai saat ini yakni usia 150 tahun.

“Kongregasi DSY bangga pada Bapak Savelberg (Petrus Yoseph Savelberg -Red) yang telah mendirikan kongregasi di bumi ini sampai di bumi Indonesia,” ujar Suster Christina seraya menambahkan, bapak Saverberg mendirikan kongregasi karena keprihatinan dan karena cintanya dan kepeduliannya kepada orang kecil, miskin, cacat, yang sakit.

Turut memberikan sambutan pada acara yang turut dimeriahkan sejumlah atraksi termasuk koor suster-suster DSY (Dina Santu Yoseph) adalah Mgr. Mandagi dan Mgr.Lega.

Puncak peringatan kegiatan yang panitianya diketuai Sr. Yohana Taroreh diwarnai misa dan perayaan syukur.

Misa dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Uskup Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Sorong/Manokwari Mgr. Datus Lega Pr dan Pastor Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta Pastor Rhein Saneba Pr yang diadakan di Gereja Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta. Kotbah oleh Mgr. Mandagi.

Selain itu, ada 40-an imam baik diosesan maupun Tarekat Religius baik yang ada di Keuskupan Manado maupun keuskupan lain di mana ada pelayanan dari suster-suster DSY ikut dalam misa serta tak kurang dari 50-an suster DSY perwakilan komunitas.

Sejumlah undangan turut hadir dalam misa yang dirangkaikan dengan penerimaan busana biara 3 postulan dan kaul pertama 2 novis serta 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara 4 suster dan  3 suster, di antaranya Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, frater, bruder, suster dari beberapa kongregasi yang ada.

Tiga suster yang menerima busana adalah Sr. Patrisia Koke, Sr. Hendrieta Ngilamela dan Sr. Alberta Abaulu. Dua suster kaul pertama adalah Sr. Inviolata Batmanlusi dan Sr. Mikaela Tiwi. Empat suster yang 25 tahun hidup membiara adalah Sr. Alfonsa Batfin, Sr. Alwina Larinti, Sr. Juliva Motulo dan Sr. Petronela Korompis sedang yang 40 tahun membiara adalah Sr. Bertilla Bille, Sr. Christina Tandayu dan Sr. Mathilda Lamongi.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan Perayaan Syukur di Aula Rumah Retret Sta. Clara Lotta (samping gereja paroki) yang ditandai seremoni acara syukur, pemotongan kue ulang tahun oleh suster-suster yang merayakan 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara di dampingi Dewan Pimpinan Umum DSY Manado, dan penyerahan kue dari beberapa suster kepada antara lain ketiga uskup dan Kepala Bapenda Sulut, serta makan bersama. (af)

Meimonews.com – Kuliah Tatapmuka di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) direncanakan berlangsung Agustus nanti yakni pada semester ganjil tahun ajaran 2022.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA seperti dikutip Humas Drs. Max Rembang kepada Meimonews.com dan PROSULUT.com di Manado, Senin (13/6/2022).

“Unsrat telah siap melaksanakan kembali kuliah tatapmuka, setelah dua tahun belakangan ini melaksanakan kuliah onlime (non tatapmuka). Kuliah tatapmuka direncanakan mulai Agustus mendatang yakni pada waktu semester ganjil 2022,” ujarnya.

Rencana dimulainya kuliah tatapmuka ini, menurut Rembang, setelah adanya rapat pimpinan Unsrat yang dilaksanakan belum lama ini.

Ditambahkan, kebijakan tersebut tinggal menunggu surat edarannya. “Semoga tidak ada perubahan. Semua tergantung pimpinan,” sebut Rembang seraya menjelaskan, kuliah tatapmuka ini dimungkinkan seiring membaiknya penanganan Pandemi Covid-19. (af)