Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dilahirkan di Lembean Kabupaten Minahasa (sekarang Minahasa Utara) Provinsi Sulawesi Utara pada 4 Januari 1957.

Mgr. Rolly, sapaan akrabnya, adalah anak kedua dari sembilan bersaudara pasangan ayah Gerardus Damianus Untu (alm) dan ibu Geertruida Lasut (alm.) Seorang saudaranya menjadi imam (alm) dan seorang lagi menjadi suster Kongregasi Dina Santo Yosep (DSY).

Tahun 1961, ia masuk Taman Kanak-kanak Malaikat Pelindung Manado dan tahun 1962 SD RK IV Manado. Tahun 1969 Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan tahun 1976 Seminari Agung Pineleng.

Tahun 1978 Novisiat di Karanganyer Kebumen (Jateng) dan pada 6 Desember 1978 mengikrarkan kaul pertama dalam Tarekat MSC. Tahun 1979 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi). Tahun 1981-1982 tahun pastoral di Dobo, Kepulauan Aru (Maluku). Tahun 1982-1983 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi).

Tanggal 15 Januari 1983 mengikrarkan kaul kekal dalam Tarekat MSC di Pineleng dan keesokan harinya (16/1/1983) tahbisan diakon oleh Mgr. Theodorus Moors MSC di Pineleng. Tanggal 29 Juni 1983 ditahbiskan sebagai imam  oleh Mgr. Moors di gereja Katedral Manado.

Tahun 1983 menjadi Pastor Paroki Tondano dan tahun 1984 Pastor Paroki Tuminting Manado. Tahun 1985-1986 studi Spiritualitas di Bangalore India. Tahun 1986-1991 Socius Novisiat MSC di Karanganyer Kebumen (Jateng).

Tahun 1991-1994 studi Dogma di Universitas Leuven Belgia. Tahun 1995 jadi Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado. Tahun 2003-2005 Superior Skolastikat MSC Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado.

Tahun 2005-2008 Wakil Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2008 Asisten II Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2011-2016 Provinsial MSC Indonesia. Tanggal 7 April 2017 menjadi Uskup Keuskupan Manado menggantikan Mgr. Josef Suwatan MSC.

Sebagai Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Rolly memiliki motto tahbisan yakni In lumine tuo, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya (Mzm. 36 : 10). Di samping itu, ada lambang/logo Uskup Keuskupan Manado.

Lambang Uskup Rolly adalah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian : dua bagian atas, kiri dan kanan, dan satu bagian di bawah.

Di bagian kiri atas, dengan latar belakang warna biru adalah gambar Hati Yesus yang Mahakudus dengan warna merah, bermahkotakan duri warna keemasan di bagian tengahnya dan dengan nyala api warna keemasan di bagian atasnya. Gambar ini menerangkan, Uskup Rolly berasal dari taerkat religius Missionarii Sacratissimi Cordis atau Misionaris Hati Kudus yang menghidupi Spiritualitas Hati.

Di bagian kanan atas, dengan latar belakang warna merah adalah sebuah bintang berwarna putih, lambang Allah, dengan sebuah lampu minyak berwarna keemasan di bawahnya. Lampu minyak dari bahan tanah liat seperti ini biasa digunakan sebagai alat penerangan di jaman Yesus. Lampu ini memiliki satu simbu di ujung di sebelah kiri, dengan api yang menyala menerangi area sekitarnya.

Di bagian bawah, dengan latar belakang warna putih adalah laut biru dan sebuah gunung berwarna hijau di atasnya, melambangkan wilayah Keuskupan Manado yang meliputi daratan dan gunung-gunung yang hijau dan banyak kepulauan serta laut yang kaya.

Di atas gunung, di sebelah kanan adalah gambar burung gagak berwarna hitam, yang membawa di paruhnya sepotong roti; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Bemedictus Abbas dari Norcia.

Masih di atas gunung, di sebelah kiri adalah tiga buah batu berwarna keemasan dengan selembar daun palma berwarna hijau di atasnya; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Stephanus Martir Pertama yang wafat dirajam.

Di sebelah perisaj ditempatkan sebuah galero atau topi khas klerus berwarna hijau, dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya. Di bagian tengah belakang perisai adalah sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan. Galero hijau dengan enam jumbai berikut salib pancang ini merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.

Di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan bertuliskan motto penggembalaan Uskup Rolky dalam bahasa Latin yakni In lumine tua, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya. (Lexie Kalesaran dari beberapa sumber)

Meimonews.com – Target 5 mata pelajaran (MP) dari 10 MP yang diikuti pada lomba Olimpiade Siswa Nasional (OSN) berhasil dipenuhi utusan SMA Negeri 1 Manado pada lomba Tingkat Kabupaten/Kota yang dilaksanakan 24-25 Mei 2022. Siswa dari MP tersebut nantinya berlomba di Tingkat Provinsi yang akan dilaksanakan Agustus mendatang.

“Dari 5 mata pelajaran yang ditargetkan lolos dalam OSN Tingkat Kabupaten/Kota, kami berhasil meloloskan lima mata pelajaran dengan jumlah 9 siswa,” ujar Kepala SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (23/6/2022).

Dijelaskan, empat mata pelajaran yang diunggulkan terpenuhi sementara satu mata pelajaran tergantikan. Kelima MP yang diunggulkan terdiri dari matematika, ekonomi, geografi, biologi dan fisika. Empat yang lolos adalah matematika, ekonomi, geografi dan  geologi. Yang tidak gol/lolos adalah fisika tapi tergantikan dengan astronomi.

Sepuluh MP yang dilombakan adalah astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika. Setiap MP hanya dibatasi lima peserta/siswa. SMA Negeri 1 Manado ikut full team yakni empat puluh lima orang, setiap MP lima orang.

Utusan SMA Negeri 1 Manado yang berhasil menorehkan prestasi di lima MP tersebut adalah Rafa Zulhaq Rizaldi dan  Keisha Karen Manoppo yang menduduki peringkat 1 dan 2 MP Ekonomi, Valent Tio Inkiriwang peringkat 2 MP Matematika,  Claudia Belabdan Bilgys Ramadhani Reksoprojo peringkat 5 dan 9 MP Astronomi,  Osvalda Koyongian, Yoel M. Suak dan Christo M. Widjayanto peringkat 5, 6 dan 8 MP Geografi, dan Gloria NR Rokot peringkat 5 MP Biologi.

Prestasi yang ditorehkan ini, menurut Jermias, sungguh luar biasa dan membanggakan baik bagi siswa, orangtua siswa tapi juga sekolah. Betapa tidak, tahun sebelumnya, hanya meloloskan dua orang dengan dua MP. Demikianpun, persiapan waktunya terbatas tapi bisa mencapai prestasi yang luar biasa.

Khusus waktu persiapannya, Jermias menjelaskan, sebelum ia menjadi Kepala SMA Negeri 1 Manado, belum terlihat adanya persiaan. Namun, ketika masuk/menjadi kepala sekolah pada awal Maret 2022, ia langsung tancap gas. Langsung mengadakan persiapan, bahkan mendatangkan pelatih dari LOPi (Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia) Jakarta.

” Kalau cuma ambil pelatih dari daerah sini (Sulut) dengan waktu persiapan yang singkat maka sulit mengejar ketertinggalan. Maka diperlukan terobosan, diperlukan langkah cepat dan tepat yakni mendatangkan pelatih yang sudah berpengalaman dan memiliki kapasitas untuk hal itu yaitu LOPI,” ujar Jermias.

Dan hasilnya, sambung mantan Kepala SMA Eben Haezar Manado ini, sungguh memuaskan dan membanggakan. Nama SMA Negeri 1 Manado terangkat lewat prestasi keikutsertaan dalam OSN ini. “Prestasi yang dicapai ini buah dari kerja keras,” tandasnya. (af)

Meimonews.com – Gubernur Sulut Olly Dondokambey menegaskan, ungkapan syukur merupakan bentuk aktualisasi nyata dari rasa terima kasih atas segala berkat dan anugerah yang senantiasa dilimpahkan Tuhan kepada setiap pribadi manusia.

“Di mana di dalamnya terkandung nilai pembangunan iman yang sangat kental dikarenakan terkait dengan hubungan antara manusia dan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi dan segala isinya,” sebut Gubernur dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng pada Perayaan Puncak Yubileum 150 Tahun Berdirinya DSY di Dunia, Selasa (21/6/2022).

Sehingga, lanjut Gubernur, suatu ungkapan syukur kemudian harus diaktualisasikan dengan cara dan konteks yang berkenan di hadapan Tuhan agar mampu memantapkan kualitas iman.

Rangkaian acara ini, menurut Gubernur, diimani sebagai wujud pengakuan iman atas kuasa dan kasih Tuhan yang telah menuntun, menyertai dan memberkati umat Katolik di manapun berada.

“Secara khusus , merupakan suatu bentuk syukur atas segala karunia, kekuatan dan keteguhan iman yang diberikan Tuhan kepada Kongregasi Suster-suster DSY Manado dalam memberikan karya serta pelayanan kepada umat, sebagaimana mestinya.

Pemimpin Umum Kongregasi DSY Manado Sr. Chatrina Tandayu dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas karya agung Tuhan serta kemurahan kasihNya yang sudah menyertai Kongregasi sampai saat ini yakni usia 150 tahun.

“Kongregasi DSY bangga pada Bapak Savelberg (Petrus Yoseph Savelberg -Red) yang telah mendirikan kongregasi di bumi ini sampai di bumi Indonesia,” ujar Suster Christina seraya menambahkan, bapak Saverberg mendirikan kongregasi karena keprihatinan dan karena cintanya dan kepeduliannya kepada orang kecil, miskin, cacat, yang sakit.

Turut memberikan sambutan pada acara yang turut dimeriahkan sejumlah atraksi termasuk koor suster-suster DSY (Dina Santu Yoseph) adalah Mgr. Mandagi dan Mgr.Lega.

Puncak peringatan kegiatan yang panitianya diketuai Sr. Yohana Taroreh diwarnai misa dan perayaan syukur.

Misa dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Uskup Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Sorong/Manokwari Mgr. Datus Lega Pr dan Pastor Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta Pastor Rhein Saneba Pr yang diadakan di Gereja Paroki St. Yohanes dan Kornelius Lotta. Kotbah oleh Mgr. Mandagi.

Selain itu, ada 40-an imam baik diosesan maupun Tarekat Religius baik yang ada di Keuskupan Manado maupun keuskupan lain di mana ada pelayanan dari suster-suster DSY ikut dalam misa serta tak kurang dari 50-an suster DSY perwakilan komunitas.

Sejumlah undangan turut hadir dalam misa yang dirangkaikan dengan penerimaan busana biara 3 postulan dan kaul pertama 2 novis serta 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara 4 suster dan  3 suster, di antaranya Kepala Bapenda Sulut Olvie Atteng mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, frater, bruder, suster dari beberapa kongregasi yang ada.

Tiga suster yang menerima busana adalah Sr. Patrisia Koke, Sr. Hendrieta Ngilamela dan Sr. Alberta Abaulu. Dua suster kaul pertama adalah Sr. Inviolata Batmanlusi dan Sr. Mikaela Tiwi. Empat suster yang 25 tahun hidup membiara adalah Sr. Alfonsa Batfin, Sr. Alwina Larinti, Sr. Juliva Motulo dan Sr. Petronela Korompis sedang yang 40 tahun membiara adalah Sr. Bertilla Bille, Sr. Christina Tandayu dan Sr. Mathilda Lamongi.

Usai misa, acara dilanjutkan dengan Perayaan Syukur di Aula Rumah Retret Sta. Clara Lotta (samping gereja paroki) yang ditandai seremoni acara syukur, pemotongan kue ulang tahun oleh suster-suster yang merayakan 25 tahun dan 40 tahun hidup membiara di dampingi Dewan Pimpinan Umum DSY Manado, dan penyerahan kue dari beberapa suster kepada antara lain ketiga uskup dan Kepala Bapenda Sulut, serta makan bersama. (af)

Meimonews.com – Kuliah Tatapmuka di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) direncanakan berlangsung Agustus nanti yakni pada semester ganjil tahun ajaran 2022.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA seperti dikutip Humas Drs. Max Rembang kepada Meimonews.com dan PROSULUT.com di Manado, Senin (13/6/2022).

“Unsrat telah siap melaksanakan kembali kuliah tatapmuka, setelah dua tahun belakangan ini melaksanakan kuliah onlime (non tatapmuka). Kuliah tatapmuka direncanakan mulai Agustus mendatang yakni pada waktu semester ganjil 2022,” ujarnya.

Rencana dimulainya kuliah tatapmuka ini, menurut Rembang, setelah adanya rapat pimpinan Unsrat yang dilaksanakan belum lama ini.

Ditambahkan, kebijakan tersebut tinggal menunggu surat edarannya. “Semoga tidak ada perubahan. Semua tergantung pimpinan,” sebut Rembang seraya menjelaskan, kuliah tatapmuka ini dimungkinkan seiring membaiknya penanganan Pandemi Covid-19. (af)

Meimonews.com – Calon-calon pemimpin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang memiliki kapasitas, kapabel dan tidak transaksional masih banyak.

Mereka itu adalah dosen-dosen yang tersebar di fakultas-fakultas dan lembaga pendidikan di Unsrat yang berpredikat profesor, doktor dan lain-lain.

“Bila dipercayakan kepada mereka, diyakini, Unsrat akan semakin maju dan berkembang,” ujar Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, baru-baru.
Mereka itu, sambung Dekan Fakultas Teknik Unsrat ini,  bisa mengangkat citra/keberadaan Unsrat menjadi lebih baik dari yang ada sekarang, walau diakui, sekarang ini sudah termasuk baik.

Menjadi pertanyaan, apakah mereka (calon-calon pemimpin itu) diberi kesempatan lewat mekanisme yang ada (pemilihan oleh para anggota Senat Unsrat dan perwakilan Kemendikbudristek) untuk menjadi pemimpin (Rektor) Unsrat ke depan, menggantikan Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA yang akan mengakhir masa kepemimpinan periode keduanya dalam waktu dekat ini ?

Fabian mengungkapkan, saat ini, ada program yang cukup bagus yang  hendaknya dikembangkan termasuk di Unsrat yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, yang diprogramkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Bila selama ini kita selalu berpikir bahwa sistem pendidikan itu sakral, tidak bisa berubah, papar dosen teladan II Unsrat ini, maka kita akan ketinggalan zaman. Kita mestinya berubah untuk menjadi lebih baik, lebih maju ke depan.

Pengurus Persatuan Insinyur Indonsia (PII) Manado ini menjelaskan, konsep Menteri Makarim dengan konsep belajarnya dengan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, cocok dengan Revolusi Industri dewasa ini.

Dijelaskan, sistem pendidikan dulu hingga sekarang bukan jelek. Cuma, sistem ini sudah perlu ada perubahan. Harus menyesuaikan dengan keadaan. Dan, itu yang harus diadakan perubahan. “Kalau selama ini torang terlalu kaku dan menganggap terlalu sakral sistem pendidikan kita maka sudah seharusnya diubah,”  ujarnya.

Program Kemendikbudristek itu, tambah Pengurus Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia ini, sangat inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sebab, dalam dunia pendidikan, hal-hal terkait dengan penelitian bisa berkembang dengan cepat.

Bagi orang yang sudah merasa mapan dengan sistem yang ada sekarang, sebutnya, program yang ditawarkan Menteri dengan lompatan-lompatan yang cukup signifikan untuk memajukan dunia pendidikan mengikuti revolusi industri ini, memang terasa lain, dan masih sulit menerima.

Sebagai calon Rektor, hal-hal yang sudah bagus harus dipertahankan sementara bila ada hal-hal yang perlu diubah/ditingkatkan hendaknya dilakukan dan mengikuti perkembangan yang ada, menuju Revolusi Industri 5.0.

Apalagi dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, para mahasiswa diberikan kesempatan belajar yang besar. Bukan karena sipil (jurusan) maka yang dipilih/diajarkan cuma hal-hal yang terkait dengan sipil melainkan, di samping hal-hal sipil tapi juga hal-hal lain agar kelak, setelah para mahasiswa lulus mereka bisa melakukan hal-hal yang diperoleh selama masa pendidikan seperti menjadi enterpreneurship, kewirausahaan. Mereka bisa siap pakai dan mandiri.

“Kalau selama ini torang hanya terfokus dengan kampus itu sendiri maka dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar  maka torang boleh berkolaborasi dengan universitas besar dan top dunia. Dan, itu ada. Torang boleh berkolaborasi dengan universitas lain dalam hal penelitian,” ujarnya.

Ditegaskan, dengan adanya Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, sekat-sekat yang ada, yang bisa menghambat kemajuan pendidikan jadi terhapuskan.
Dan, masih banyak lagi keunggulan-keunggulan dan manfaat jangka panjang dari program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Diyakini, bila pemimpin-pemimpin ke depan melaksanakan apa-apa yang ada dalam program tersebut maka lembaga pendidikan tinggi ini akan lebih maju dan berkembang.

Berkaitan dengan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM), yang diyakini mengangkat citra/keberadaan Unsrat bila diterapkan, Fabian menyebutkan, program tersebut semestinya dilaksanakan karena merupakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi di mana di dalamnya ada program Zona Integrasi.

Di dalam program  Zona Integritas ada dua yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM). Bersih dari korupsi dan melayani. Birokrat yang bersih dan melayani. Bukan bos ! Mindset ini yang mesti diubah. Dan, memang tidak gampang.
“Contoh yang paling gampang, torang (pimpinan) cenderung, mahasiswa dan dosen perlu pa torang. Torang beking torang pe suka-suka. Itu khan mental yang lama. Mestinya torang (pemimpin) melayani kepada mereka,” tandasnya.

Memang, sambungnya, mengubah itu susah tapi tergantung pimpinannya. Kalau dia mau dan mampu, itu bisa dilakukan. Kalau cuma bikin administrasi saja tapi tidak melaksanakannya, percuma. Dan, musti ada pengawasannya.

Di Fakultas Teknik sudah diterapkan. Makanya, Fakultas yang dipimpinnya telah mendapat predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan sudah diikutkan dalam program WBM.

Bila terpilih sebagai Rektor Unsrat Periode 2022-2026, dengan prestasi atau capaian yang diperoleh termasuk sebagai Dekan Fakultas Teknik Unsrat dua periode, Fabian akan melaksanakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi, program Kampus Merdeka, Merdeka Belajarnya Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim inovasi-inovasi dan program-progran lain yang sudah disusunnya dalam visi, misi dan program sebagai Calon Rektor Unsrat. (fer)

Meimonews.com – Memperingati 60 Tahun Hidup Membiara Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan MSC, Komunitas MSC Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) menggelar Misa Syukur di Kapel Biara MSC Paal 3 Karombasan Manado, Selasa (31/5/2022).

Mgr.Yos memimpin misa di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Superior Daerah (Supda) MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa MSC.

Usai misa, acara syukuran dilanjutkan dengan pemasangan lilin, pemotongan kue dan penyerahan kue dari Mgr. Yos kepada Mgr. Rolly, Pastor Tinggogoy MSC dan Pastor Agus Sumaraw Pr,  penyuapan kue dari Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa kepada Mgr. Yos dan makan bersama di samping biara (didirikan tenda). Di sela acara, Mgr. Rolly didaulat Pastor Igo MSC untuk meminta menyanyikan lagu Ave Maria guna menghibur dan menyemarakkan acara.

Sejumlah pastor, frater, bruder, suster dan undangan terbatas menghadiri acara syukuran Mgr. Yos, Uskup Emeritus Manado tersebut dengan tetap mengikuti prokes yang ada.

Walaupun sudah berunur lansia (82 tahun),  namun biarawan kelahiran Tegal, 10 April ini masih kuat berdiri dan memimpin langsung misa termasuk memberikan kotbah.

Baik Mgr. Rolly, Pastor Herry, sejumah pastor lain, frater, bruder, suster maupun umat yang menghadiri perayaan syukur ini terlihat dan bersyukur karena Mgr. Yos masih diberi kekuatan dan memimpin langsung misa syukur 60 tahun mantan Uskup Manado dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.

Mgr. Yos berterima kasih karena bisa merayakan ulang tahun hidup membiaranya yang ke-60 tahun. Banyak sukaduka dialaminya mulai dari ketertarikannya untuk masuk seminari dan komunitas MSC.

Mantan Mahasiswa Fakultas Kedokteran ini tak menyangka bisa menjadi seorang imam, biarawan bahkan bisa menduduki jabatan pelayanan seperti Provinsial MSC Indonesia, Uskup Manado dan bahkan Ketua KWI tersebut.

Mgr. Rolly mengapresiasi perjalanan pengabdian, panggilan Mgr. Yos mulai dari saat menjadi seorang biarawan, seorang imam, bahkan sampai menduduki jabatan penting seperti Uskup Manado bahkan Ketua KWI.

“Mgr. Yos telah mengabdikan diri lewat komunitas (MSC), hidup bersama, lewat hidup doa, sebagai lansia dan sedang menerjemahkan sebuah buku dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia, untuk menunjukkan aktivitasnya  sebagai anak (Bunda) Maria. Ini menunjukkan semangatnya tetap ada,” ujar Mgr. Rolly.

Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maranresy dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asistem 3 Bruder Yanny Wati mengakui peran cukup beaar dari Mgr. Yos dalam karya pelayanannya termasuk untuk komunitas MSC.

Satu hal yang istimewa dalam diri Mgr. Yos Suwatan adalah kesetiaan beliau dalam komunitas.  Bukan hanya komunitas dunia nyata tapi juga dunia maya. Di era teknologi internet, beliau  juga tetap eksis dalam WA Group MSC Indonesia.

“Mgr. Yos selalu hadir dengan sapaan-sapaan beliau dan postingan-postingan yang memancing diskusi para konfrater. Misal yang terakhir adalah mengingatkan Hari Lanjut Usia Nasional (29 Mei),” sebut Pastor Samuel. (lk)

Meimonews.com – Karya kreativitas siswa SMA Negeri 8 (Smandel) Manado dipamerkan di stand pameran yang diselenggarakan di momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2022.

Ada dua kegiatan pameran yang diikuti. Pertama, pameran yang diselenggarakan di UPTD Museum Negeri Provinsi Sulut (Museum Dinas Kebudayaan Sulut) Manado pada 14-24 Mei 2022, sedang yang kedua, dilaksanakan di SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat, Minahasa Utara pada 17-19 Mei 2022.

“Di kedua kegiatan pameran tersebut, sekolah kami menampilkan karya para siswa, yang memiliki nilai-nilai kreatif,” ujar Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix M. Ngantung dalam percakapan dengan Meimonews.com, usai kegiatan kerja bakti di sekolahnya, Jumat (20/5/2022).

Baca juga : Pertama kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Pada pameran pertama yang ditampilkan di stand sekolah adalah Pameran Seni Rupa. “Yang dipamerkan adalah karya seni berupa lima lukisan siswa,” ujar Hendra (Guru Smandel Manado) yang ditemui terpisah

Pada pameran kedua, tambahnya, ada empat karya siswa yang ditampilkan di stand sekolah yakni pertama, Robotic (pemanfaatan fungsibrobotic dalam kehidupan sehari-hari seperti permodelan traffic light dan rumah digital). Kedua, Virtual reality.

Baca juga : Program Guru Penggerak Diharapkan jadi Pendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Manado

Ketiga, Mitasi Pemanasan Global berupa pembelajaran berbasis project di BMKG, dalam hal ini project hygroponic. Keempat, karya seni berupa koleksi lukisan. Kelima, Kewirausahaan,  di mana siswa menampilkan produk buatan mereka yakni krepik pisang merdeka dan kacang merdeka.

“Tanpa bermaksud membanggakan, nanun terlihat nyata bahwa pengunjung di lokasi pameran sekolah kami baik yang di Manado maupun yang di Kalawat (Minut) banyak orang yang berdatangan dan mengangumi karya-karya siswa yang ditampilkan,” sebut Kepala Sekolah Penggerak ini.

Baca juga ; Tim Keimigrasian Kemenkumham RI Kunker ke Kantor Imigrasi TPI Bitung

Dan, sangat menggembirakan karya-karya generasi penerus bangsa yang saat ini masih mengeyam pendidikan formal di Smandel Manado ini mendapat apresiasi banyak  pihak, tak terkecuali Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Saat mengunjungi pameran yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Guru Lombok Kalawat, Selasa (17/5/2022), terlihat Gubernur memakai karya kreativitas siswa Smandel Manado yang ada di stand sekolah penggerak itu. (af)

Meimonews.com – Semangat untuk memajukan dunia pendidikan lewat pendidikan formal di SMP Kristen 67 Immanuel Bahu terus dilakukan, walau ada keterbatasan baik dalam hal sumber dana maupun sumber daya.

“Semangat pantang menyerah terus-menerus digelorakan kepada para guru, orangtua siswa dan para siswa. Untuk kemajuan pendidikan khususnya kepada generasi penerus bangsa harus mendapat perhatian penting,” ujar Kepala SMP Kristen 67 Immanuel Bahu Debora Tenda kepada Meimonews.com di ruang tamu sekolah, Kamis (19/5/2022).

Baca juga :
Pertama Kali Ikut OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Program Guru Penggerak Diharapkan jadi Pendorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Manado

Debora lantas menjelaskan sejumlah hal terkait dengan upaya-upaya yang dilakukannya bersama guru dan pihak terkait seperti orangtua siswa.

“Beberapa hal dalam upaya memajukan dunia pendidikan khususnya di sekolah kami, terus-menerus dilakukan. Pelbagai upaya dilakukan walau di tengah keterbatasan,” tegas Kepsek kelahiran Amurang, 31 Mei 1963 ini.

Sebagai pimpinan sekolah, Debora bersyukur karena ujian akhir sekolah untuk siswa kelas 9 telah berjalan dengan baik karena adanya sinergitas semua pihak di antaranya guru,  siswa dan orangtua siswa.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Diungkapkan, sebanyak 42 siswa kelas 9 telah mengikuti UAS (ujian akhir sekolah) beberapa waktu lalu, yang kini kita tinggal menunggu pengumuman kelulusan pada 15 Juni mendatang.

Terkait dengan ulangan kenaikan kelas 7 dan kelas 8, Debora menjelaskan, akan dilakukan pada 6-10 Juni mendatang. Semua persiapannya telah dilakukan dengan baik. Tinggal tunggu hari pelaksanaan.

Siswa di sekolah yang dipimpinnya berjumlah 118 orang di mana 42 orang di antaranya adalah siswa kelas 9, yang baru selesai UAS. Untuk guru berjumlah 8 orang (5 berstatus PNS dan 3 pegawai yayasan). Selain itu, ada 1 orang operator PNS. (af)

Meimonews.com – Mewakili Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Ellen J. Kumaat, M.Sc, DEA, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc di dampingi Wakil Rektor 2 Bidang Umum dan Keuangan Dr. Ronny Maramis, SH membuka pelaksanaan Ujian  Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sebanyak 3.997 calon mahasiswa (cama) mengikuti ujian tersebut yang diadakan di Unsrat Manado, Selasa (17/5/2022).

Jumlah calon mahasiswa tersebut bukan hanya yang masuk di Universitas Sam Ratulangi saja, tetapi tercatat di seluruh Indonesia.

“Unsrat telah siap secara teknis melaksanakan UTBK terhadap 3.977 calon mahasiswa, dengan tetap memenuhi prokes,” ujar Gerung kepada wartawan.

Baca juga : Saat Membuka Musprov X Inkindo Sulut, Walikota Manado Ungkapkan Beberapa Harapan

UTBK-SBMPTN di Universitas Sam Ratulangi dimulai pukul 08:15 Wita dan calon mahasiswa diwajibkan hadir pada pukul 07:00 Wita.

UTBK SBMPTN akan dilaksanakan secara bertahap dalam 2 gelombang, di mana gelombang pertama pada 17 – 23 Mei 2022 dan gelombang kedua pada 28 Mei – 3 Juni 2022 bertempat di Gedung TIK Unsrat dan Fakultas Kedokteran.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Kepada calon mahasiswa diharapkan memperhatikan pengumuman panitia seperti, kehadiran paling lambat 1 jam sebelum ujian dimulai, betpakaian harus rapih (tidak diperkenankan mengenakan kaos oblong, celana jins bolong, rok mini, blus pendek serta tidak pakai sandal. (fa)

Meimonews.com Walikota Manado Andrei Angouw berharap, lewat program guru penggerak akan menjadi buster, pendorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Manado.

Harapan tersebut disampaikan Walikota ketika memberikan sambutan pada acara pembukaan Lokakarya 7 Festival Hasil Belajar Calon Guru Penggerak Angkatan 3 Kota Manado yang diadakan di Hotel Arya Duta Manado, Jumat (13/5/2022).

“Kalau kita mau berubah maka cara kita juga harus berubah. Lewat program guru penggerak ini diharapkan akan ada perubahan yang cukup cepat. Siapa yang menjadi guru penggerak hendaknya bisa menggerakkan perubahan dimaksud,” ujar Angouw.

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Guru penggerak, menurut Angouw, hendaknya menjadi agen perubahan baik bagi siswa, teman-teman guru maupun lingkungannya. “Guru penggerak harus menjadi pendorong baik bagi siswa-siswa, bagi temam guru maupun lingkungannya,” ujarnya.

Di awal sambutannya tanpa teks, Walikota menyampaikan terima kasih dan  mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap agar semakin banyak mencetak guru-guru penggerak.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyebutkan, pendidikan sangat penting untuk masa depan dan kepentingan bersama kita, untuk kesinambungan bangsa ini. “Kita tidak bisa membangun bangsa ini kalau putus pendidikan kita.,” tandasnya.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, Walikota  mengambil kesempatan untuk  melihat hasil karya guru penggerak yang ada di lokasi pameran, di kompleks kegiatan.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan kelas berbagi di mana beberapa CGP berbagi pengalamannya sebagai CGP di sekolahnya, yang dipandu Syuaib Suleman (Guru SMA Negeri 9 Manado), dan Pameran.

Baca juga : Unsrat Siap Laksanakan UTBK SBMPTN Tahun 2022

Kegiatan ini diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan  Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling (P4TK Penjas BK) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek selama dua hari yakni Kamis-Jumat (12-13/5/2022).

Hendra Massie selaku panitia melaporkan, kegiatan program Guru Penggerak ini diikuti 36 peserta yang adalah calon guru penggerak (CGP) Angkatan 3 sedang pengajar praktek berjumlah 8 orang.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menampilkan hasil karya CGP di bawah bimbingan pengajar praktek dan fasilitator. Adapun yang ditampilkan apa yang dipelajari selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak sekitar 7 bulan dengan harapan guru-guru dapat menjadi agen perubahan, membawa transformasi pada dunia pendidikan.

Selain itu, untuk mewujudkan Merdeka Belajar serta mencetak generasi yang memiliki profil Pelajar Pancasila yang adalah pilar dan masa depan bangsa.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Balai Guru Penggerak Sulut Mohamad Hartono, perwakilan Dinas Pendidikan Sulut, Sekretaris Dikbud Manado Steven Tumiwa, Kasikur Bidang SMP Dikbud Manado Youla Paimin, Pengawas, beberapa Kepala Sekolah di antaranya Mediatrix Ngantung (Kepsek Penggerak SMA Negeri 8 Manado) dan Jemmy Jermias (SMA Negeri 1 Manado) serta sejumlah undangan lainnya termasuk praktisi pendidikan. (lk)