Meimonews.com – Arthur Gehart Pinaria dan Max Revolta John Runtuwene dipercayakan memimpin sebagai Ketua dan Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon (Balon) Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030.
Dalam pelaksanaan kerja, Pinaria yang saat ini menduduki jabatan Wakil Rektor 1 (Bidang Akdemik) Unsrat dan Runtuwene yang saat ini menduduki jabatan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP Unsrat) akan dibantu 11 (sebelas) anggota panitia.
Kesebelas anggota tersebut adalah SLHV Joyce Lapian, Robert Molenaar, Odi R. Pinontoan, Carolus P. Paruntu, Rene Charles Kepel, Lucia IR Lefrandt, Stenly Wullur, Wulan PJ Kaunang, Frederik G. Worang, Johny Budiman, Olivia A. Waworuntu, Feky R. Mantiri, dan Chreisye KF Mandagi.
Pengangkatan Panitia Penjaringan Balon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 dilakukan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa lewat surat keputusan nomor 2212/UN22/LL/2026 tertanggal 14 Oktober 2026.
Panitia Penjaringan Balon Rektor baru Unsrat berkomitmen agar proses pelaksanaan tahapan-tahapan yang ada bisa berjalan lancar, baik dan sukses.
Pinaria dan Runtuwene yang dihubungi Meimonews.com secara terpisah, Kamis (22/10/2026) menegaskan komitmen mereka untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan yang ada/berlaku.
Diketahui (baca Meimonews.com : Senat Unsrat Terbitkan Surat Keputusan Jadwal Pemilihan Rektor Unsrat, Berikut Jadwal Lengkapnya) proses pemilihan Rektor baru Unsrat ada empat tahapan yakni Penjaringan, Penyaringan, Pemilihan, serta Penetapan dan Pelantikan. (FA)
Meimonews.com – Setelah melalui proses beberapa kali rapat, Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) telah menerbitkan surat keputusan (SK) Jadwal Pemilihan Rektor Unsrat Periode 2026-2030.
“Ya, Senat Unsrat telah menerbitkan SK Jadwal Pemilihan Rektor baru Unsrat untuk empat tahun ke depan,” ujar Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 Arthur Gehart Pinaria (Wakil Rektor 1 Unsrat) kepada Meimonews.com via telefon, Kamis (22/10/2026).
Ada empat tahapan yang akan dilalui sampai terpilih dan dilantiknya Rektor baru yang akan memimpin universitas yang memiliki visi Bersama Menata Universitas Sam Ratulangi Menjadi Universitas Unggul dan Berbudaya Berstandar Internasional, sebagaimana disebutkan dalam SK nomor 2270/UN12.34/LL/2026.
Empat tahapan itu adalah Penjaringan, Penyaringan, Pemilihan, serta Penetapan dan Pelantikan.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Unsrat Periode Tahun 2026-2030 Max RJ Runtuwene (Kepala LPMPP Unsrat) lantas merincikan kegiatan-kegiatan pada empat tahapan tersebut.
Tahapan penjaringan ada 11 kegiatan yakni pertama, Pembentukan Panitia Penjaringan Bakal.Calon (balon) Rektor periode 2026-2030 berdasarkan Peraturan Senat no. 3 tahun 2026 tentang Tata Tertib (tatib) Pemilhan Rektor (Pilrek) tanggal 14 Oktober 2026. Kedua, Rapat panitia penjaringan balon Rektor periode tahun 2026 tentang Tahapan kegiatan, penjaringan, penyaringan, pemilihan serta penetapan dan pelantikan (15 Oktober).
Ketiga, Rapat senat tentang Perubahan tatib Pilrek dan penetapan tahapan kegiatan penjaringan, penyaringan serta penetapan dan pelantikan (21 Oktober). Keempat, Revisi SK pembentukan panitia berdasarkan Peraturan Senat no. 4 tahun 2026 tentang tatib Pilrek (21 Oktober).
Kelima, Sosialisasi tahap Pilrek (22-31 Oktober). Keenam, Pendaftaran balon Rektor (2-6 November). Ketujuh, Perpanjangan pemdataran jika pendaftar kurang darin4 balon Rektor (9-11 November). Kedelapan, Seleksi administrasi yang meliputi meneliti kelengkapan dokumen persyaratan balon Rektor; melakukan verifikasi administratif terhadap dokumen persyaratan; dan meminta klarifikasi, perbaikan atau kelengkapan dokumen kepada balon Rektor. (12-18 November).
Kesembilan, Penyampaian hasil penjaringan balon Rektor kepada senat (19 Oktober). Kesepuluh, Pengajuan keberatan balon Rektor dan jawaban tertulis dari panitia penjaringan (20-23 November). Kesebelas, Penetapan/pengumuman hasil balon Rektor (24 November).
Untuk tahap penyaringan, ada empat kegiatan yakni pertama, penyampaian visi, misi dan program kerja balon di hadapan rapat senat terbuka (25 November). Kedua, penilaian dan penetapan tiga calon Rektor (carek) oleh senat Unsrat dalam rapat senat tertutup yang dapat dihadiri pejabat kementerian yang ditunjuk oleh Mendiktisaintek (25 November).
Ketiga, senat menyanpaikan tiga nama carek kepada Mendiktisaintek (26 November). Keempat, penelusuran rekam jejak carek (asesmen dan wawancara Kemendiktisaintek (27 November-17 Desember).
Tahapan pemilihan, ada dua kegiatan yakni pilrek oleh senat Unsrat dan Mendiktisaintek (18 Desember), serta pengiriman hasil pilrek kepada Mendiktisaintek (19 Desember).
Untuk tahapan penetapan dan pelantikan, akan dilakukan oleh Mendiktisaintek yang waktunya disesuaikan. (FA)
Meimonews.com – Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS, Profesi dan Sarjana Gelombang II TA 2026/2027.
Pelaksanaan wisuda di auditorium Unsrat Manado, Kamis (22/10/2026) yang diadakan dua sesi yakni sesi pagi dan sesi siang ini dihadiri pimpinan dan anggota universitas, pimpinan dan staf Unsrat, pimpinan dan staf Fakultas se-Unsrat, pejabat mewakili Gubernur Sulut serta para wisudawan dan keluarga.
Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Arthur Gehart Pinaria dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 1.299 orang yang diwisuda pada gelombang II TA 2026/2027.
Sesi pagi diikuti 706 lulusan dengan perincian Program Doktor (S3) 10 orang, Program Magister (S2) 60 orang, Program Pendidikan Profesi Insinyur 1 orang,, dan Program Sarjana (S1) 635 orang.
Untuk sesi siang 593 lulusan dengan perincian Program Pendidikan Dokter Spesialis 1 (PPDS-1) 21 orang, Program Pendidikan Profesi 17 oramg, dan Program Sarjana (S1) 555 orang.
“Dengan demikian, sampai sekarang ini, lulusan Universitas Sam Ratulangi seluruhnya berjumlah 125.768 lulusan,” ujar Pinaria.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutannya menegaskan, semangat Sumpah Pemuda juga sangat dekat dengan makna wisuda. Para pemuda dari berbagai latar belakang menunjukkan, perbedaan dapat dipertemukan dalam tujuan bersama. Semangat tersebut perlu dilanjutkan melalui kerja dan pengabdian.
“Jagalah persaudaraan yang telah tumbuh selama masa studi. Perluas pergaulan Saudara, hormati orang yang berbeda pendapat, dan bangun kerjasama untuk menyelesaikan persoalan bersama,” ujarnya.
Di ruang digital pun, sambungnya, tunjukkan kedewasaan sebagai insan terdidik. Periksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sampaikan pendapat dengan santun. Gunakan pengetahuan untuk membantu masyarakat
memahami persoalan dengan lebih jernih.
Menurut Jompa, sesudah hari ini, perjalanan para wisudawan akan menempuh arah yang berbeda. Ada yang melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau kembali ke daerah asal untuk mengabdi. “Apa pun jalan yang saudara pilih, saya ingin menitipkan tiga pesan,” ujarnya.
Pertama, teruslah belajar. Dunia akan terus berubah, dan para wisudawan perlu tumbuh bersama perubahan itu. Bersikaplah terbuka terhadap pengetahuan baru. Jangan malu bertanya atau memulai sesuatu dari dasar. Kemauan belajar akan membantu para wisudawan.menemukan peluang dan menghadapi tantangan.
Kedua, jagalah integritas. Akan ada situasi yang menguji kejujuran dan prinsip para wisudawan. Pertimbangkan setiap keputusan dengan hati-hati. Pilihlah langkah yang dapat dipertanggungjawabkan kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan.
Ketiga, jadikan ilmu para wisudawan bermanfaat. Mulailah dari lingkungan terdekat. Bantulah menyelesaikan persoalan yang para wisudawan pahami. Sumbangkan gagasan, tenaga, dan keahlian dengan sungguh-sungguh. Pengabdian dapat dimulai melalui pekerjaan sehari-hari yang dilakukan dengan baik.
“Sebagai alumni Universitas Sam Ratulangi, Saudara membawa semangat Si Tou Timou Tumou Tou: manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Rawatlah semangat itu melalui kepedulian dan kesediaan membantu orang lain tumbuh,” ujar Jompa. (FA)
Meimonews,com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Keluatan (FPIK) Unsrat menggelar Diskusi Akademik Perspektif Tenurial Perempuan dalam Tata Kelola Pesisir dan Restorasi Mangrove di Indonesia.
Diskusi yang berlangsung di auditorium FPIK Unsrat, Rabu (21/10/2026) ini diikuti 75 peserta yang adalah dosen, mahasiswa serta alumni FPIK Unsrat.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Diskusi Akademik Florence Verra Longdong, ada tiga tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, mendapatkan masukkan akademik untuk usulan kebijakan penguatan restorasi mangrove dengan pendekatan pemberdayaan perempuan.
Kedua, desiminasi hasil studi awal situasi tenurial perempuan di wilayah pesisir di Indonesia. Ketiga, memperkuat suara perempuan pesisir untuk mendorong kebijakan yang menjamin tenurial perempuan dalan tata kelola restorasi wilayah pesisir.
Diskusi Akademik ini menghadirkan CRH Manager YCP dan Direktur YBT.
Setelah pemaparan hasil kajian literatur YCP, ada pembahasan tanggapan akademik oleh empat pakar yakni Rignolsa Djamaludin, Denny Karwur, Stephanus V. Mandagi, dan Reiny A. Tumbol.
Setelah itu, ada tanggapan dari peserta yang diawali pertanyaan pemantik untuk mendapatkan masukkan akademik, serta perumusan catatan dan kesimpulan sementara sebagai draf awal masukkan hasil diskusi untuk masukkan draf Policy Brief.
Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Dekan 1 Daisy Monica Makapedua ketika membuka kegiatan menjelaskan, ekosistem mangrove bukan sekadar kumpulan pepohonan yang tumbuh di wilayah pesisir.
Mangrove adalah benteng alami yang melindungi pantai, menjadi habitat berbagai organisme, menyimpan karbon, sekaligus menopang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.
Namun, keberhasilan konservasi dan restorasi mangrove tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak bibit yang ditanam atau berapa luas kawasan yang dipulihkan.
“Kita juga perlu bertanya, siapa yang terlibat dalam pengambilan keputusan ? Siapa yang memiliki akses dan kontrol terhadap sumber daya ? Dan siapa yang memperoleh manfaat dari upaya konservasi tersebut ?” sebut Dekan.
Ditambahkan, dalam konteks inilah, keterlibatan perempuan pesisir menjadi sangat penting. Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga pemilik pengetahuan lokal, pelaku pengelolaan sumber daya, dan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Kami percaya bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjembatani kebutuhan ekologis, keadilan sosial, dan kebijakan publik. Melalui diskusi ini, saya berharap lahir pandangan yang kritis, konstruktif, dan berbasis bukti ilmiah,” sebut Makapedua mengutip Dekan.
Lebih dari sekadar pertukaran gagasan, pertemuan ini, sambungnya, diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, aplikatif, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pimpinan FPIK Unsrat menyampaikan apresiasi kepada YCP, YBT, para akademisi, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kerjasama ini terus berkembang melalui penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di waktu yang akan datang. (FA)
Meimonews.com – Profesi kedokteran menempatkan mereka yang dilantik dan diambil sumpah/janji pada posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pasien datang dengan harapan untuk memperoleh pertolongan, rasa aman, dan kesembuhan.
Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Gehart Pinaria pada Sidang Terbuka Senat Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat yang dipimpin Linda Rotty (Ketua) dalam rangka Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Dokter dan Dokter Gigi di auditorium fakultas, Rabu (20/10/2026).
“Oleh karena itu, kemampuan ilmiah dan keterampilan klinis harus selalu disertai dengan empati, kejujuran, ketulusan, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia,” ujar Pinaria mengutip Plt Rektor.
Ada tiga hal penting yang ingin ditekankan kepada 45 dokter (16 dokter umum, 6 dokter gigi, dan 23 dokter spesialis) dilantik dan diambil sumpah/janji yang turut dihadiri Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan Direktur SDM Yuna Laukati, serta undangan lainnya termasuk orangtua/keluarga yang dilantik dan diambil sumpah/janjinya.
Hal oenting tersebut adalah pertama, junjung tinggi integritas dan etika profesi. Jadikan sumpah yang diucapkan hari ini sebagai komitmen yang terus hidup dalam setiap keputusan dan tindakan. Laksanakan pelayanan berdasarkan ilmu pengetahuan, standar profesi, keselamatan pasien, dan prinsip kemanusiaan.
Kedua, utamakan keselamatan dan kepentingan pasien. Setiap pasien memiliki kondisi, kebutuhan, dan latar belakang yang berbeda. Layani mereka dengan adil, tanpa diskriminasi, serta dengan komunikasi yang baik dan penuh penghormatan. Ingatlah bahwa di balik setiap diagnosis terdapat manusia yang membutuhkan perhatian, pengertian, dan kepedulian.
Ketiga, teruslah belajar dan mengembangkan diri. Ilmu kedokteran berkembang dengan sangat cepat. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan harus terus diperbarui melalui pembelajaran sepanjang hayat, penelitian, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan kolaborasi antartenaga kesehatan. Jadilah tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan etika dan nilai kemanusiaan.
“Khusus bagi para dokter spesialis, saya berharap saudara-saudara dapat menjadi rujukan keilmuan, teladan profesionalisme, serta mitra bagi pengembangan kompetensi tenaga medis lainnya.,’ sebut Plt. Rektor.
Bagi para dokter dan dokter gigi, diajak teruslah membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Menurut Plt. Rektor, Unsrat melalui Fakultas
Kedokteran, memiliki tanggung jawab untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta kepedulian sosial.
Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk pemerataan tenaga medis, peningkatan mutu layanan, perkembangan teknologi kesehatan, dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang berkualitas serta terjangkau, para lulusan diharapkan mampu mengambil bagian dalam memberikan solusi nyata.
Disadari, masih terdapat berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.
Dalam konteks ini, kehadiran tenaga medis yang kompeten, profesional, dan memiliki semangat pengabdian sangat dibutuhkan.
Saya berharap para lulusan Fakultas Kedokteran Unsrat mengambil bagian dalam menjawab tantangan tersebut.
“Di mana pun saudara-saudara bertugas, baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, institusi pendidikan, maupun tempat pelayanan kesehatan lainnya, berikanlah
pelayanan terbaik sesuai kompetensi dan tanggung jawab profesi,” ajaknya.
Sebelum melantik para dokter dan dokter gigi tersebut, Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menegaskan, profesi dokter dan dokter gigi adalah profesi yang mulia dan luhur yang harus dijaga dan dipertahankan.
Untuk itu, Dekan mengingatkan lima hal penting. Pertama, senantiasa meningjatkan dan mengembangkan diri dalam keilmuan keahlian, dengan beroedoman pada pendidiksn sepanjang hayat. Kedua, mengembangkan ilmu kesehatan khususnys ilmu kedokteran dengan ikutserta dalam pendidikan dan pelatihan serta mencari penyelesaiannya masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pekayanan kesehatan.
Ketiga memelihara dan mengembangkan kepribadian dan sikap yang diperlukan untuk kelangsungan profesi seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat dipercaya serta menaruh perhatian dan penghargaan terhadap sesama manusia, sesuai debgan etika kedokteran dan etika kesehatan.
Keempat, berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif, produktif dan bersifat terbuka, dapat menerima perubahan dan berorientasi ke masa depan serta mendidik dan mengajak masyarakat ke arah yang sama.
Kelima, kerendahan hati harus dipunyai oleh dokter dan dokter gigi yang baik. Kerendahan hati adalah perisai terhadap arogansi intelektual. Kerendahan hati harus sungguh-sungguh, tidak pura-pura dan tidak hanya dirasakan tetapi juga didemonstrasikan. Belas kasihan dan kerendahan hati terkadang mempunyai nilai terapi lebih beaar daripada technical skill atau intelektual brilliant. (FA)
Meimonews.com – Dies Natalis adalah kesempatan untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui, menilai pekerjaan yang masih harus diselesaikan, serta menetapkan langkah bagi kemajuan fakultas pada masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa yang diwakili Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Arthur Pinaria pada acara Puncak Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan Unsrat di aula fakultas, Selasa (20/10/2026).
Oleh karenanya, Pelaksana Tugas Rektor mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat (yang kini dipimpin Stanly OB Lombogia) untuk terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Selain itu, menghadirkan pembelajaran yang membentuk lulusan berintegritas, menguasai keilmuan, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulut Weldie Ruddy dalam sambutannya mengatakan, perayaan Dies Natalis ke – 63 Fakultas Peternakan kiranya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan tinggi, memperkuat ketahanan pangan hewani dan membangun peternakan yang maju, mandiri, modern serta berkelanjutan.
Gubernur juga mengajak civitas akademika Fakultas Peternakan Unsrat untuk memperkuat kolaborasi dan bekerja bersama demi mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju dan sejahtera sekaligus mendukung cita-cita besar Indonesia menuju kemandirian pangan. (FA)
Meimonews.com – Sehubungan dengan beredarnya informasi di media sosial mengenai dugaan perundungan yang melibatkan peserta didik Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unsrat/RSUP Kandou Manado, pimpinan Unsrat memberikan klarifikasinya.
Ada beberapa poin klarifikasi yang disampaikan pimpinan Unsrat lewat Humas Unsrat Max Reinhart Rembang kepada wartawan dalam keterangan persnya, Selasa (20/10/2026).
Peratama, terkait rumor yang beredar di media sosial, berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan oleh program studi (prodi) serta pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kedua residen yang bersangkutan (senior dan junior) pada 19 Oktober 2026.
“Kedua pihak menyatakan sepakat bahwa tidak terjadi tindakan perundungan,” tandas Rembang mengutip pernyataan kedua residen tersebut .
Kedua, sampai dengan diterbitkannya pernyataan ini, residen junior yang bersangkutan masih tercatat sebagai peserta didik PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.
Program Studi telah memberikan pendampingan dan akan terus melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.
Ketiga, antara residen junior dan residen senior yang dimaksud memang sempat terjadi kesalahpahaman. Hal tersebut merupakan permasalahan pribadi yang telah diselesaikan secara baik dan kekeluargaan, serta perlu ditegaskan bahwa tidak pernah terjadi kontak fisik dalam bentuk apa pun di antara keduanya.
Keempat, berdasarkan pernyataan bersama kedua residen, rangkaian unggahan di media sosial tidak dilakukan oleh kedua residen yang dimaksud, melainkan oleh pihak lain luar kedua residen tersebut. Unggahan tersebut telah berdampak merugikan terhadap nama baik institusi serta berdampak secara personal terhadap kedua residen yang bersangkutan.
Kelima, adapun video yang disebutkan dalam unggahan tersebut merupakan kejadian yang bersifat insidental. Video tersebut tidak memiliki makna sebagaimana yang dinarasikan di media
sosial, dan tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun.
Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi Faked Unsrat menegaskan komitmennya untuk
menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Setiap peserta didik yang mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan dapat melapor melalui kanal resmi dan setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan menjaga kerahasiaan pelapor.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta menghormati privasi kedua residen yang bersangkutan,” ujar.Rembang.
Pernyataan klarifikasi telah ditandatangani kedua residen tersebut yakni residen yunior
Warouw Scriven Yosia dan residen senior Jonathan I. Baan, yang diketahui pimpinan Faked Unsrat dan pimpinan RSUP Kandou. (FA
Meimonews.com – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat Manado menggelar seminar internasional di auditorium Fakultas, Selasa – Rabu (20-21/10/2026).
Seminar internasional ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-65 FPIK Unsrat yang diketuai Medy Ompi sementara Ketua Panitia Seminar adalah Calvin Sondakh.
Seminar internasional Coastal, Marine and Freshwater Ecosystem Management for Sustainability (CEMPOS) 2026 yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Rektor 2 Unsrat Iwan Roike Montolalu atas nama Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa ini mengangkat tema Marine and Freshwater Ecosysten for a Resilient Blue Economy.
Wakil Rektor 2 Unsrat Iwan Roike Montolalu saat membuka kegiatan secara zoom
Ada sejumlah pakar baik dari daerah/negara Indonesia maupun pakar dari 6 negara yakni Italia, Cina, Jerman, Amerika Serikat, Israel, dan Indonesia tampil sebagai pembicara dengan pembicara kunci Plt. Rektor Unsrat,
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 dosen dan mahasiswa FPIK serta dari CTI dan BRIN ini dilakukan secara luring (hadir langsung dari auditorium fakultas) dan secara zoom 76.
Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran saat memberikan kata pengantar
Dekan FPIK Unsrat Ockstan Jurike Kalesaran dalam kata pengantarnya menyampaikan apresiasi kepada semua pembicara, peserta, peneliti, dan mitra yang telah bergabung dalam pertemuan ilmiah yang penting ini.
“Terutama, pembicara kunci seminar internasional ini yakni Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanudin dan juga Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado,” ujarnya.
Dekan percaya bahwa FPIK Unsrat memainkan peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan ilmiah, di mana temuan penelitian dapat berfungsi sebagai solusi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat penelitian interdisipliner, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kemitraan internasional, dan mendukung pengelolaan perikanan dan sumber daya laut yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan berharap seminar ini akan menjadi platform yang bermakna untuk bertukar ide, berbagi hasil penelitian, dan mengeksplorasi pendekatan inovatif untuk konservasi dan pengelolaan ekosistem. (FA)
Meimonews.com – Pada mulanya sebuah bilangan terangkum rindu dan harapan, demi tumbuh kembangnya kehidupan. Lima puluh sembilan tahun berselang, rindu dan harap tersebut bersemi dan berbuah dalam umat yang bertumbuh dan bertambah, mengolah hidup dan hidup saling memanusiakan sebagai syukur dan sembah kepada Tuhan.
Hal tersebut disampaikan Walikota Manado Andre Angouw dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Donald Sambuaga pada acara Syukuran HUT ke-59 Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan di Aula Paroki, Minggu (18/10/2026).
Peringatan HUT tersebut di awali misa syukur di gereja paroki (samping aula) yang dipimpin Pastor Paroki HKY Karombasan Pastor Herry Purasa MSC, yang dihadiri umat setempat serta para undangan.
Menurut Walikota, masing-masing ada depe tiap-tiap. Tiap orang ada depe talenta. Dari hal mengenali, memahami dan menerima diri, nisscaya kita juga dapat mengenali, memahami dan menerima sesama manusia, berbagi dalam kepedulian, saling mengasihi dan menghidupkan.
“Kepedulian adalah jangkar kemanusiaan kita di tengah ombak dan gelombang pencobaan dunia,” ujar Sambuaga mengutip sambutan Walikota.
Walikota menyampaikan doa dan harapan terbaik, kiranya umat Katolik Paroki Hati Kudus Karombasan senantiasa rukun dan bersatu padu serta mengajak umat setempat melakukan beberapa hal penting.
“Bergiatlah dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Jadilah garam dan terang dunia, pembawa damai sejahtera, kebaikan dan kemajuan melalui pemikiran, perilaku dan perbiatan,” ajak Walikota.
Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak juga umat paroki HKY Karombasan untuk membangun kehidupan yang dimulai dari hal-hal sederhana. Hidup rukun, hidup sehat, jaga kebersihan.
“Mulailah dari diri sendiri dan keluarga, rumah dan lingkungan sekitar. Ini hal-hal kecil tapi manfaatnya besar dan berkelanjutan bagi semua orang,” ajaknya.
Kebaikan, jelas Walikota, ibarat benih yang ditanam dan dirawat. Pada waktunya akan berbuah, dan buah itu akan dinikmati tidak hanya sekarang tapi juga generasi mendatang.
Terkait musim kemarau panjang, Walikota mengajak untuk waspada dan antisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya, misalnya bahaya kebakaran, terlebih lagi di kawasan padat pemukiman.
“Sekai lagi, perhatikan dan antisipasi hal-hal kecil, misalnya instalasi listrik dan peralatan elektronik. Jangan sembarang membakar sampah atau menyalahkan api tanpa pengawasan. Jangan buang puntung rokok sembarangan, dan lain sebagainya,” ujar Sambuaga mengutip Walikota. (elka)