Meimonews.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1445 H, Bank SulutGo (Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo) menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan berupa 35 ekor sapi kurban.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Bank SulutGo Revino M. Pepah di dampingi Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Machmud Turuis kepada Panitia Bapekis (Badan Pembina Kerohanian Islam) Bank SulutGo di Lapangan Marina Plaza, Selasa (18/6/2024)

Dari total 35 ekor sapi kurban, 31 ekor sapi didistribusikan ke berbagai masjid dan lembaga keagamaan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, sedangkan 4 ekor sapi lainnya disalurkan melalui Bapekis Bank SulutGo.

Penyaluran hewan kurban ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Bank SulutGo. Di tahun sebelumnya, Bank SulutGo juga telah menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di berbagai wilayah Sulut dan Gorontalo.

Pemberian bantuan sapi kurban oleh Bank SulutGo ini merupakan bagian dari komitmen Bank SulutGo untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Bantuan sapi kurban ini merupakan wujud kepedulian Bank SulutGo kepada masyarakat, khususnya umat Islam yang merayakan Hari Raya Idul Adha,” ujar Pepah seraya berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi berkah bagi kita semua.

Direktur Kepatuhan PT Bank SulutGo sekaligus Pembina Bapekis Bank SulutGo, Machmud Turuis menyambut baik bantuan sapi kurban ini dan akan segera mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan. “Insya Allah bantuan ini akan kami salurkan dengan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (Afer)

Meimonews.com – Salah satu permasalahan utama dalam setiap kontestasi Pilkada (pemilihan kepala daerah) adalah masalah integritas. Belum semua stakeholder Pilkada betul-betul komitmen menjaga integritas itu.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito saat memberikan materi pada seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat Manado di aula fakultas, Jumat (14/6/2024).

Hadir pada semimar yang mengangkat tema Peran Perguruan Tinggi Mengawal Pilkada Berintegirtas adalah Ketua Bawaslu Sulut Dr. Ardiles Mario Revelino Mewoh, SIP, M.Si, Dekan FISIP Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si, dosen dan mahasiswa FISIP Unsrat, PPK dan PPS serta undangan lainnya.

Lugito menyebutkan, pengalaman Pilkada sebelumnya ditemukan masih adanya dugaan mahar yang diwajibkan parpol terhadap calon, permainan politik uang oleh calon untuk mendapatkan suara pemilih, mark up dan mark down perolehan suara oleh penyelenggara, penyebaran berita bohong serta ASN dan Aparatur pemerintah yang tidak netral.

“Demokrasi di Indonesia rusak karena politik uang (money politic),” tandasnya seraya berharap dalam Pilkada nanti tidak ada lagi money politic.

Lugito mengakui, perangkat aturan dan penyelenggara Pemilu sebetulnya sudah memadai. Namun kondisi di lapangan banyak terjadi pelanggaran yang melibatkan para kontestan, penyelenggara pemilu maupun masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Lugito yang di dampingi doktor Ferry (sapaan akrab Dekan FISIP Unsrat Manado), memuji Sulawesi Utara, karena pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif di daerah ini berjalan lancar dan paling sukses di seluruh Indonesia.

“Di mana indikatornya adalah tidak ada PSU (pemungutan suara ulang) di Sulawesi Utara,” tandas Lugito.

Doktor Ferry berterima kasih kepada pembicara dan peserta seminar yang diketuai Dr. Welly Waworundeng.(FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado mengadakan Acara Puncak Peringatan Dies Natalis ke-64 dalam Sidang Terbuka Senat Faperta Unsrat di Auditorium Unsrat Manado, Jumat (14/6/2024).

Hadir pada acara ini, Rektor Unsrat Manado, Dekan Faperta Unsrat, Kepala
Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sulut Ir. Weldie Ruddy Poli (mewakili Gubernur Sulut), Ketua IKA Faperta Unsrat Manado Ir. Rita Maya Tamuntuan, Bupati Gorontalo, Ketua Panitia Pelaksana Dies Ir. Jean Sumilat, guru besar, dosen, staf, alumni dan undangan lainnya.

Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie M.Eng. IPU Asean Eng dalam sambutannya mengungkapkan, Fakultas Pertanian terus menunjukkan komitmennya untuk membangun kolaborasi dan meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional maupun internasional melalui publikasi riset dan pelaksanaan seminar internasional yang berkontribusi pada jumlah artikel terindeks scopus.

Rektor berharap, ke depannya banyak lagi prestasi yang telah dicapai dan semakin banyak kontribusi Fakultas Pertanian Maju dan Berkelanjutan, sehingga Fakultas Pertanian dan Unsrat pada umumnya akan maju bersama, semakin unggul, berbudaya menuju world class university.

Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey SE dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sulut Ir. Weldie Ruddy Poli mengatakan, pelaksanaan Dies Natalis ini, komitmen dan prestasi serta semangat berkarya dalam membangun SDM yang handal, profesional menjadi pilar pembangunan di daerah ini.

Gubernur berharap, momentum ini dapat dimanfaatkan tidak saja sebagai momentum untuk memperkuat tekad dan komitmen dalam menjadikan Fakultas Pertanian yang mampu melahirkan lulusan profesional, unggul dan berkarakter.

Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Manado Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD dalam laporannya memaparkan kondisi yang ada di Faperta Unsrat dewasa ini. Tak lupa pula dipaparkan beberapa keberhasilan yang telah dicapai selang tahun 2023/2024.

Ditegaskan, Faperta Unsrat Manado bersyukur karena telah memasuki usia ke-64 dan akan terus berkontribusi bagi pembangunan daerah Sulut dan bangsa Indonesia. “Tak ada kata menyerah dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Selang tahun 2023/2024 sejumlah keberhasilan telah dicapai. Di antaranya, ada 54 hasil penelitian terdaftar di HKI (hak kekayaan intelektual) atau hak paten.

Dalam bidang pengabdian, ada 51 kegiatan PNBP Unsrat dan beberapa lainnya oleh jurusan dan prodi. Kegiatan dalam rangka Dies Natalis antara lain Urban Farming di kintal aman, asri, ramah dan segar (AARS) Kota Manado (bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Manado).

Ada juga Agribisnis dan Urban Farming penguatan agribisnis untuk ketahanan pangan dan agrowisata di Riverside Desa Airmadidi (bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara) serta Pengabdian dan kuliah pakar di Kabupaten Gorontalo.

Dari sisi prestasi internasional, ada sekurangnya delapan prestasi di samping ada sejumlah dosen menjadi narasumber internasional (di samping tingkat nasional dan lokal).

Selain itu, beberapa dosen masuk final Inovasi Internasional Award di Jeju Korea (SAFE International Conference Juni 2024).

Terkait kemitraan, Dekan kreatif, energik dan komunikatif ini menjelaskan, setidaknya ada 12 perguruan tinggi dan beberapa perusahaan telah menjalin kerjasama/kemitraan serta Aciar (Australian Center for Internasional Agricultural Research).

Berhubungan dengan kemahasiswaan, di awal tahun 2024 ada empat prestasi membanggakan yang diraih yakni PKM lolos pendanaan nasional 2 kelompok, P2MW lolos pendanaan nasional 4 kelompok, program peningkatan kapasitas ormawa 1 kelompok, dan beberapa mahasiswa menjadi finalis Lomba Inovasi Internasional di Jeju Korea (Juni 2024).

Untuk prestasi nasional tahun 2023, 1 mahasiswa Faperta lolos Pimnas (PRT) pemenang setara emas presentasi, 1 tim P2MW lolos KMi Award (juara harapan 1 kategori jasa dan perdagangan nasional di Bali), serta tim PPK Ormawa lolos abdidaya (juara 1 poster nasional di Jember).

“Ada pula sejumlah prestasi mahasiswa Faperta Unsrat baik tingkat nasional maupun daerah,” ujar Tooy seraya menjelaskan prestasi-prestasi tersebut.

Di akhir laporannya, Tooy mengatakan, kerja telah dilakukan tahun akademik 2023/2024 dan berharap yang terbaik ke depan; berharap peningkatan akreditasi program studi jenjang S1 Unggul dan internasional 2024/2025 (4 prodi akreditasi Unggul dan 3 prodi akreditasi internasional (kehutanan, teknologi pangan dan agribisnis).

“Terima kasih untuk support dan kerjasama semua pihak terutama Rektor dan jajaran serta Ketua IKA Unsrat dan Ketua IKA Faperta Unsrat Ir. Rita Maya  Dondokambey, alumni Faperta dan Unsrat serta Pemerintah Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Pak Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw serta Pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar Tooy. (FA)

Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan rapat terbuka senat dalam rangka wisuda periode IV tahun akademik 2023/2024, Kamis (13/6/2024).

Sidanh senat yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat Manado ini dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. dr. BH Ralf Kairupan, M.Sc, SpKJ (K) dan dihadiri Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O. Kandou (mewakili Gubernur Sulut) dan sejumlah undangan lainnya.

Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, wisuda adalah tonggak penting dalam perjalanan pendidikan yang membawa kalian melewati tahun-tahun pengorbanan, kerja keras, dan dedikasi yang tak terhitung jumlahnya.

Rektor berharap, nilai luhur Si Tou Timou Tomou Tou (ST4) dapat mengakar dalam kehidupan para wisudawan semua, dan tetaplah berusaha untuk sedapat mungkin menjadikan hidup kalian berguna bagi orang lain.

Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutannya yang diwakili Wakil Gubernur mengatakan, dengan wisudawan sudah mendapatkan ijasah sarjana, itu adalah sebuah keunggulan dan harus optimis dalam menghadapi kehidupan yang ada di depan.

Wakil Gubernur berpesan kepada civitas akademika Universitas Sam Ratulangi untuk terus berkarya membantu peradaban dan kehidupan manusia, terutama manusia-manusia di Sulawesi Utara. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, beragam dan Bersatu. “Kita punya semangat persatuan dengan lahirnya organisasi Boedi Oetomo,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada Youth of Indonesia Festival yang diadakan di IAIN Manado, Rabu (5/6/2024).

Sebenarnya, sambung Walikota, kalau 116 tahun yang lalu kita bicara persatuan, sudah keterlaluan kalau kita bicara perbedaan sekarang ini.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini lantas menyampaikan konsep persatuan yang membuat Indonesia merdeka. Bagi AA (sebutan akrabnya), kebanggaan menjadi bangsa Indonesia dapat memupuk rasa persatuan.

“Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Kita harus bangga, tunjukan, mempromosikan, dan menjaga kebudayaan Indonesia,” tegas pejabat yang rajin turba (turun ke bawah) ini.

Di akhir sambutannya orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, dan berharap agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik serta maksud dan tujuan kegiatan dapat tercapai untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024 ini mengusung tema Muda mandiri berkarya untuk negeri.

Hadir dalam kegiatan ini, Rektor IAIN Manado Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, perwakilan BNPT dan FKPT, serta undangan lainnya. (Afer)

Meimonews.com – Rapat Tim Pembina Samsat (sistem administrasi manunggal satu atap) Sulawesi Utara digelar dalam rangka mencari solusi terbaik optimalisasi peningkatan penerimaan daerah dengan peningkatan pelayanan publik.

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel (Ketua Tim Pembina Samsat Sulut) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Manado, Rabu (5/6/2024).

Hadir pada kegiatan ini, perutusan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, perutusan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut, perutusan PT Jasa Raharja Sulut, perutusan Bank SulutGo dan perutusan BPKP Sulut.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menegaskan, saat ini perlu ditingkatkan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen saat memberikan pemaparan

Untuk itu, pihak-pihak terkait seperti perbankan, kepolisian, Jasa Raharja, PT Pos Indonesia dan dealer tentunya diharapkan bisa memberikan solusi terbaik demi peningkatan penerimaan kas daerah.

Disebutkan, terselenggara kegiatan Rakor Pembina Samsat di Sulut, dalam rangka menyikapi berbagai proses pengolahan yang nantinya menjadi dasar bagi Tim Pembina Samsat Sulut dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan publik di bidang Kesamsatan.

Dalam kegiatan ini, harapannya di dalam rapat Pembina Samsat utamanya adalah bagaimana kita menyatukan persepsi, menyatukan ide pemikiran inovasi yang ada di masing-masing untuk kita tuangkan menjadi satu kegiatan positif yang bisa membawa khususnya lintas sektoral serta untuk bisa mengoptimalkan penerimaan masing-masing yaitu untuk Bapenda, Kepolisian dan Jasa Raharja.

“Hal ini yang torang coba rumuskan dalam kegiatan ini. Karena ketika menjadi hambatan di dalam satu di satu pihak, itu akan berdampak juga ke pihak lainnya. Sehingga saat inilah momen kita berkolaborasi sambil memberikan ide masukan, mungkin saran, mungkin juga ada usulan perbaikan,” ujarnya.

Sehingga, sambungnya, menjadi harapan kita bersama dalam rangka utamanya adalah peningkatan penilaian publik. Dari situ tentu saja akan berdampak terhadap optimalisasi penerimaan.

Dalam sambutannya, Sekprov mengajak semua pihak berkomitmen dan bersama bekerja keras dengan mengoptimalkan rapat tersebut guna memperkuat sinergi, kolaborasi dan memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat.

Beberapa point yang ditekankan dalam rapat tersebut antara lain, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan samsat, pengawasan dan pengendalian internal, dan kolaborasi dan sinergi.

Ketua Tim Pembina Samsat Sulut ini menegaskan, harus berbenah mengikuti era digitalisasi. Samsat memiliki peranan vital untuk pengelolaan kendaraan bermotor. Di mana, dalam menjalankan tugas tersebut, bukan hanya Bapenda Sulut saja, tapi perlu kerja sama dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan Jasa Raharja.

“Kerja sama ini penting dan selalu dikuatkan, dikoordinasikan sehingga sinergitas dapat meningkatkan penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Kepel.

Kepel pun memberikan beberapa catatan untuk peningkatan pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Sulut.

Pertama, terkait dengan pengembangan digitalisasi pelayanan. Memangkas keberadaan birokrasi bagi warga yang akan membayar pajak. Pemberian kemudahan atau akses lebih luas bagi para pembayar pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan.

“Paling tidak tantangan ketersediaan jaringan infrastruktur komunikasi, keberadaan SDM (Sumber Daya Manusia). Itu yang harus dibenahi,” jelasnya

Tantangan lainnya yang menjadi catatan adalah tidak semua wajib pajak kendaraan bermotor adalah kaum milenial dan Generasi Z, yang menguasai digitalisasi. Oleh karena itu, penting menyiapkan help desk, Samsat car, updating software. Ini sesuai pangsa di tengah masyarakat.

Catatan selanjutnya yakni mengenai dengan relaksasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor. Program keringanan pajak tersebut dinilainya belum tersosialisasi dengan baik.

Terakhir, bagaimana kepatuhan pajak ini betul-betul konsisten. Untuk menjawab tantangan ini bukan hanya satu instansi, tapi butuh peran instansi terkait lainnya. (elka)

Meimonews.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) masuk dalam daftar salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang mendapatkan jatah Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) dari pemerintah sebagaimana info yang tersebar di media sosial.

Ketua Presidium PP PMKRI Tri Natalia Urada mengonfirmasi tidak ada pembicaraan soal penawaran pemerintah dalam pengelolaan tambang dengan PMKRI selama ini. “Kalau pun ada penawaran, PMKRI pasti menolak,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Meimonews.com, Rabu (5/6/2024).

Pertimbangan paling mendasar karena tidak mau independensi PMKRI sebagai organisasi kemahasiswaan, pembinaan dan perjuangan terkooptasi dengan kepentingan-kepentingan usaha tambang. Berbagai persoalan yang diakibatkan oleh operasi industri pertambangan akan terus disikapi dan dikritisi.

Ketentuan Ormas Keagamaan yang mendapatkan WIUPK secara perioritas dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat diatur dalam pasal 83A ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Melalui peraturan tersebut, ormas keagamaan kini dapat memiliki WIUPK.
Jika merujuk pada pasal 75 UU No. 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, IUPK diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Swasta mendapat perioritas dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK.

“Kita bisa melihat bahwa terjadi ketimpangan dan atau tumpang tindih antara UU Minerba dan PP No. 25 tahun 2024. Selain itu, juga berpotensi menimbulkan konfik yang lebih besar dikemudian hari,” jelas mantan Sekjen PMKRI Pusat ini.

Disebutkan, merujuk pada data dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menunjukkan bahwa saat ini terdapat sebanyak 7.993 izin mineral dan pertambangan (Minerba) dengan luas 10.406.060 hektare. Alhasil operasi ini berdampak pada kerusakan lingkungan yang panjang dan belum dipulihkan.

Atas nama kemajuan ekonomi, pembukaan lahan skala besar justru mencemari air, udara, dan laut yang berdampak pada terganggunya kesehatan manusia, kerusakan pangan lokal, terutama sekitar tapak tambang.

Jadi, jika PMKRI turut terlibat dalam urusan tambang, sama halnya PMKRI melestarikan persoalan-persoalan yang ada dan akan sangat paradoks dengan kerja-kerja yang kami lakukan selama ini, yaitu menjaga kedaulatan lingkungan.

PMKRI menilai, rencana ini juga akan berisiko menimbulkan konflik agraria baru dengan masyarakat dan mempertajam ketimpangan sosial. Berdasarkan data KPA, sepanjang 2023,  tambang menyebabkan 32 letusan konflik agraria di 127.525 hektar lahan dengan 48.622 keluarga dari 57 desa terdampak tambang.

PMKRI tidak memiliki kapasitas SDM dan teknologi yang mumpuni untuk mengurus tambang. Tetapi sebagai elemen masyarakat sipil, kami memiliki komitmen dan sikap yang konsisten untuk melakukan checks and balances atas berbagai kebijakan yang anomali dan ketimpangan lainnya yang dapat merugikan masyarakat, terutama terhadap industri-industri ekstraktif seperti tambang.

“Kami berharap pemerintah menghentikan rencana ini dengan segera merevisi PP Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara,,’ tandas Natalia. (lk)

Meimonews.com – Dirut PT Bank SulutGo Revino M. Pepah menegaskan, sekalipun saat ini merupakan momentum yang menggembirakan, tapi mengingat tahun ini di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami bencana alam serta dalam rangka efisiensi maka hari ini kami merayakan ketambahan usia Torang Pe Bank ini dengan sederhana.

“Kami hanya mengadakan doa syukur di kantor. Tentunya ada rangkaian lomba seni dan olahraga antar karyawan yang telah dan akan berlangsung dalam rangka kebersamaan. Tapi kita perlu fokus pada tujuan yang terutama yaitu tetap bertumbuh dan tangguh demi keberlanjutan Bank ini,” ujarnya terkait dengan peringatan 63 Tahun Bank SulutGo, Senin (3/6/2024)

Diungkapkan, memasuki pertengahan tahun 2024, bank yang akrab disebut BSG ini diperhadapkan dengan beragam tantangan serius dalam rangka mempertahankan keberlanjutan bisnis antara lain pertama, cost of fund yang meningkat signifikan akibat kenaikan BI Rate yang hampir 2 kali lipat dalam dua tahun terakhir. Kedua, pemenuhan modal inti 3 triliun sesuai ketentuan OJK

Ketiga, meningkatkan dan menyempurnakan layanan digital dalam rangka membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankan agar lebih aman; Keempat,  meningkatkan kualitas human capital. Kelima, program efisiensi biaya dalam rangka menekan biaya operasional.

Di bagian lain, Pepah menyebutkan, BSG telah melayani masyarakat selama lebih dari enam dekade, memberikan layanan perbankan serta kontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

“Dan pada momentum ulang tahun ke-63 ini, BSG berkomitmen untuk tetap menjadi bank kepercayaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan terus bertumbuh dan tangguh dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif sekalipun,” ujarnya di Kantor Pusat.

Menurutnya, selama 6 dekade yang telah berlalu, beragam milestone yang berhasil BSG lalui hingga dapat berada pada titik ini, antara lain tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis moneter,
Bank Sulut berhasil masuk dalam gabungan program Rekapitulasi Bank yang diselenggarakan oleh negara untuk memenuhi modal inti bank minimum 8 persen sehingga dapat tetap beroperasi.

Aset bank per 31 Desember 2023 mencapai 20,86 triliun rupiah; Selama 3 tahun terakhir telah memberikan dividen sebesar Rp. 514.693 miliar kepada para pemegang saham yang dibagikan secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Tingkat kesehatan BSG kembali memperoleh peringkat komposit “2” yang secara umum sehat dan dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif dan factor external lainnya.; Per Juni 2023 berhasil menempati gedung kantor pusat yang baru.

“Tak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur selaku pemegang saham pengendali, serta seluruh pemegang saham dan stakeholders. Terutama para nasabah yang kami hormati, terimakasih atas kepercayaan anda sehingga BSG dapat bertumbuh sampai saat ini” ujar Pepah. (Afer)

Meimonews.com – 21 Frater Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus (TOR) Poem Tateli menerima busana rohani saat misa yang dilaksanakan dalam rangka perayaan sukur 40 tahun seminari tersebut, Minggu (2/6/2024).

Misa dipimpin Mgr. Petrus Turang Pr (Uskup Emeritus Kupang), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr di dampingi belasan imam/pastor di antaranya Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonifasius Boro Bin Ola Pr dan Rektor baru Seminari TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr serta dihadiri sekitar tamu/undangan dan umat setempat.

Sejumlah hal terkait dengan bagaimana para frater menjalani pembinaan baik selama di Seminari TOR  Poem maupun kelanjutannya di Seminari Pineleng untuk  menjadi seorang imam diosesan disampaikan Mgr. Turang.

Mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado ini tak segan untuk mengingatkan agar para calon imam ini tidak melakukan hal-hal yang akhirnya bisa mengganggu proses pembinaan selama di seminari.

Mgr. Turang berharap agar para calon imam ini fokus pada proses pembinaan agar bisa menjadi imam yang diharapkan bagi keuskupan maupun keluarga.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr dalam sambutannya pada pada acara syukuran di halaman seminar mengungkapkan bagaimana saat ia menjalani proses pembinaan di seminari itu beberapa tahun lalu.

Ia bisa menjadi imam dan bahkan menjadi uskup pertama lulusan Seminari TOR Poem ini karena ia menjalani pembinaan di seminari ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengingatkan agar para frater fokus pada proses pembinaan yang ada.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra saat memberikan sambutan

Para frater yang menerima busana rohani menjalani proses pembinaan di tahun rohani seperti juga Seminari TOR Poem yang bisa memasuki 40 tahun itu karena ada proses panjang.

Para frater menjalani proses pembinaan tak kurang dari sembilan bulan. Ibarat anak dalam kandungan ibu, yang nanti lahir, hadir di dunia setelah sembilan bulan lebih. “Ada prosesnya. Ada perjalanannya,” ujar Mgr. Rolly.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan

Disebutkan, dalam proses di tahun rohani hingga menerima busana atau jubah rohani pasti ada banyak dukungan baik dari lingkungan seminari maupun keluarga dan umat.

Ada proses yang dialami para frater. Selama dalam pembinaan para frater belajar dan bertumbuh baik jasmani maupun rohani dan kemudian bisa menerima busana / jubah rohani.

Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili para frater penerima busana rohani, Frater Savio Kuntak menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka saat dalam pembinaan di Seminari TOR Poem dan bisa menerima busana rohani.

Banyak pengalaman diperoleh dan menjadi pedoman bagi mereka selama dalam masa pembinaan di seminari ini.

Des Kembi mewakili orangtua frater penerima busana rohani saat memberikan kesan dan pesan

Hal senada disampaikan Des Kembi mewakili Keluarga Frater. Disampaikan terima kasih kepada mereka yang telah membantu sehingga para frater bisa menerima busana rohani di momen perayaan syukur 40 tahun Seminari TOR Poem.

Dikatakan, hari ini merupakan hari yang penuh suka cita bagi orangtua karena momen ini dihadiri tiga uskup serta anak-anak kami (frater-frater) boleh melewati satu fase di jalan panggilan mereka, dimana mereka boleh menerima pakaian rohani. “Ini Satu kebanggaan tentu bagi para frater dan juga kami orang tua,” ujarnya.

Sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa untuk sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah bagi para frater. Para frater sudah berusaha menunjukkan kepada kita apa yang menjadi komitmen mereka sebagai calon calon imam dengan mengikuti pembinaan di seminari ini.

Namun, peran para pembina tentu sangat menentukan sehingga anak-anak mereka boleh tiba pada tahap ini. Banyak juga peran umat yang telah membantu dan juga para donatur dengan caranya masing-masing memberikan support dan motivasi untuk mendukung perjalanan panggilan anak-anak mereka.

Memang ini baru langka awal bagi mereka dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh sebagai calon calon imam. Perjalanan panjang ini pasti juga membutuhkan perjuangan yang lebih berat.

“Akan ada banyak kerikil-kerikil tajam yang akan mereka lalui, dan dari semua itu tentu perjuangan yang paling berat yang akan mereka alami adalah mereka harus melawan diri mereka sendiri, melawan keinginan keinginan yang menjadi menghambat dan batu sandungan bagi perjalanan panggilan hidup mereka sebagai calon imam diosesan,” ujarnya.

Tentu menjadi harapan bagi orangtua agar 21 frater yang menerima pakaian rohani ini akan tetap memakai jubah ini sampai mereka mencapai cita-cita mereka. Jangan seiring perjalanan waktu satu persatu sudah mulai melepaskan jubah.

Ini tentu akan membawa rasa kecewa bukan saja orangtua tetapi  semua yang telah mendukung perjalanan panggilan kamu, umat para pembina dan tentu saja ketiga Uskup  yang hadir bersama.

Jadi, sambungnya, semoga mereka tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan kami dan semua umat. Ingatlah bahwa pakaian rohani yang dipakai itu melambangkan kehormatan dan martabatmu.

“Di manapun kamu berada dengan memakai jubah ini kamu akan dihormati, disegani dan dihargai. Oleh karena itu, jagalah selalu kehormatan dan martabatmu, jaga kehormatan dan martabat keluargamu dan jaga kehormatan dan martabat gerejamu. Itulah harapan kami semua orang tua umat dan uskupmu,” pintanya.

Peniupan lilin HUT Seminari TOR Poem

Menutup rangkaian acara memperingati 40 Tahun Seminari TOR Poem di mana misa penerimaan busana rohani merupakan salah satu acaranya, diadakan peniupan lilin perayaan, yang diadakan di halaman seminari.

Berdasarkan data, Mgr. Theodorus Moors MSC adalah Inisiator Pendirian Seminari TOR Poem. Promotor pencarian dananya adalah Pastor Jan Van Paasen MSC.

Pada Juli 1984 dimulai angkatan pertama dan Pastor Wenceslaus Aloysius Maweikere Pr sebagai Direktur Tahun Orientasi Rohani yang pertama.

P.astor J. Talibonso MSC meletakkan dan memberkati batu dasar pembangunan seminari TOR. Pada 2 Juni 1987
Seminari ini ditahbiskan dan diresmikan oleh Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Francesco Canalini.

Tak terasa 40 tahun Seminari TOR Poem sudah berkarya dalam pembinaan calon Imam di Keuskupan Manado. Telah banyak dedikasi tinggi seluruh tim pembina sejak awal berkarya hingga saat ini. Dukungan doa dan cinta dari seluruh umat akan terus membawa harapan untuk seminari TOR Poem. (lk)

Meimonews.com – Proses pendaftaran calon Rektor baru Universitas Negeri Manado (Unima) untuk menggantikan Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd yang telah menduduki jabatan rektor dua periode telah ditutup pada 27 Mei 2024.

Ada sebanyak 11 kandidat yang resmi mendaftar pada Panitia Pemilihan Rektor Unima yang diketuai Prof. Dr. Freddy Semuel Kawatu, M.Si dengan Sekretaris Dr  Devie SR Siwij, SIP, MAP dan dilengkapi beberapa anggota.

Kesebelas kandidat tersebut adalah Dr. Rymond J. Rumampuk, M.Si;  Dr. Drs. Intama J. Polii, M.Pd; Dr. Armstrong Sompotan, M.Si; Dr. Patricia M. Silangen, S.Pd., M.Si; Recky Harold Elby Sendouw, SP., MM., Ph.D; Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si; Prof. Dr. Tinneke Sumual, M.Si, DEA; Dr. Joseph Philip Kambey, S.Ak., MBA; Prof. Nihta V. F. Liando, M.A., Ph.D; Dr. Aldjon Dapa, M.Pd; dan Dr. Roos Maria Stela Tuerah, S.Pd., M.Pd.

Kawatu menjelaskan, proses pemilihan rektor akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. “Para kandidat calon rektor saat ini sedang menjalani serangkaian tahapan seleksi yang meliputi seleksi administrasi 28-31 Mei 2024, penetapan bakal calon 3 Juni 2024, dan pengumuman bakal calon pada 10 Juni 2024 mendatang,” ujarnya.

Setelah tiga tahapan tersebut, selanjutnya bakal calon rektor yang dinyatakan lulus administrasi dan telah ditetapkan akan mengikuti penyampaian visi misi pada 19 Juni 2024, serta penilaian program kerja, dan presentasi kepada civitas akademika Unima khususnya kepada anggota Senat dan panitia dalam rapat Senat Terbuka yang nantinya dihadiri perwakilan dari Kemendikbud Ristek RI.

Ditambahkan, pada 20 Juni 2024 dilakukan penyaringan dan penetapan 3 (tiga) calon rektor dalam rapat Senat Tertutup. Kemudian, 25 Juni 2024 penyampaian 3 nama calon rektor kepada Mendikbud Ristek RI Nadiem Makarim di Jakarta.

Pada 30 Juli 2024 akan dilaksanakan pemilihan rektor Unima periode 2024-2028, serta penyampaian hasil pemilihan rektor kepada Mendikbud Ristek RI di Jakarta. Dan, tahapan paling akhir adalah penetapan dan pelantikan rektor Unima terpilih periode 2024-2028 pada bulan September 2024.

“Dengan demikian, proses pemilihan rektor Unima akan menjadi sorotan utama dalam beberapa waktu ke depan, mengingat pentingnya peran rektor dalam mengemban amanah sebagai pemimpin perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya

Olehnya, sambung Kawatu, harus diteliti, dipilih dengan mempertimbangkan berbagai aspek sehingga betul-betul dapat melanjutkan kepemimpinan ke arah yang lebih baik ke depan.

Panitia Pilrek berharap, kepada 11 kandidat bakal calon rektor (Bacarek) yang telah terdaftar agar dapat menjalani proses tahapan pemilihan dengan sportivitas dan integritas yang tinggi.

Panitia berharap agar setiap kandidat dapat mempresentasikan visi dan misi serta program kerja mereka dengan jelas dan meyakinkan kepada seluruh civitas akademika Unima. Selain itu, panitia juga akan melaksanakan proses pemilihan rektor berjalan lancar, adil, dan transparan.

“Diharapkan kandidat yang terpilih nantinya akan mampu memimpin Unima dengan baik, mengimplementasikan program-program yang inovatif, serta mampu meningkatkan kualitas dan daya saing Unima di tingkat nasional maupun internasional. (FA)