Meimonews.com – Setidaknya, ada tiga akibat dari peristiwa kekerasan yang terjadi pada dr. Carel Triwiyono di Lampung terutama disebabkan karena pemahaman yang tidak tepat mengenai ketidakberhasilan pelayanan kesehatan serta ketidak percayaan yang selama ini berkembang di masyarakat.

Tiga akibat itu adalah opini negatif terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan, kriminalisasi terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan, dan tindakan kekerasan main hakim sendiri terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan

“Dalam rangka mengatasinya perlu perlindungan hukum terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan secara memadai,” ujar Biro Hukum dan Kerjasama PB PDGI dan Ketua Badan Kehormatan dan Etik Mediator dan Legislasi PKMBI (Perkumpulan Konsultan Mediasi Bersertifikat Indonesia) Dr. drg. Paulus Januar, MS, CMC  pada zoom meeting bertemakan Edaran  Keprihatinan dan Solidaritas Dokter Gigi PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) yang dipandu Dr. Hadiwijaya (PB IDI), Kamis (26/4/2023).

Disebutkan, rumusan pada Undang Undang yang berlaku sekarang bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan mendapat perlindungan hukum sepanjang pelaksanaan profesinya sesuai etika dan standar dipandang kurang memadai dan absurd.

Diungkapkan, Pada Rapat Dengar Pendapat di hadapan Komisi IX DPR mengenai pembahasan RUU Kesehatan Omnibus Law dari PDGI dan IDI mengusulkan rumusan yang lebih konkret bahwa Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan tidak dapat dituntut pidana dan perdata sepanjang pelaksanaan profesinya sesuai dengan etika dan standar.

Dr. drg. Paulus Januar, MS, CMC

Terhadap pelanggaran pelaksanaan profesi tenaga medis dan tenaga kesehatan perlu dilakukan pemilahan secara jelas antara pelanggaran pidana, pelanggaran perdata, dan pelanggaran administrasi. Dengan demikian, tidak terjadi setiap sengketa medis cenderung dibawa ke ranah pidana hingga terjadi kriminalisasi terhadap tenaga medis an tenaga kesehatan.

“Menghentikan kriminalisasi terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan bukan berarti impunitas karena terhadap pelanggaran yang terjadi dari kalangan profesi juga tidak menghendaki terjadinya dan perlu dikenakan sanksi,” ujarnya.

Konsekuensi tanpa adanya pengaturan yang jelas, menurutnya, berpotensi akan menyebabkan terjadinya praktik defensif (defensive practice) yakni untuk menghindari tuntutan praktik dilakukan pemeriksaan secara berlebihan, kecenderungan menghindari penanganan kasus yang berisiko, dan melindungi diri dengan asuransi profesi secara berlebihan.

“Sebagai akibatnya, masyarakat akan dirugikan dengan pelayanan kesehatan yang  sebenarnya tidak diperlukan serta berbiaya tinggi,” tandasnya.

Dalam rangka perlindungan terhadap tenaga medis dan tenaga kesehatan diperlukan peranan organisasi profesi karena upaya perlindungan akan lebih efektif bila dijalankan sebagai kegiatan yang terorganisasi. Terlebih dari itu organisasi profesi berperan dalam etika profesi dan standar profesi.

Menurutnya, wadah tunggal organisasi profesi dibutuhkan untuk menjaga pelaksanaan etika profesi dan standar profesi. Bila terdapat lebih dari 1 organisasi profesi maka seorang yang bermasalah di bidang etika ataupun standar profesi pad sebuah organisasi dapat saja berpindah ke organisasi lainnya.

Dengan demikian, sebutnya, dapat terjadi ketidakpastian dalam pelaksanaan etika dan standar profesi. Bila hal ini terjadi maka yang dirugikan bukan hanya kalangan profesi namun terlebih lagi masyarakat yang dirugikan.

“Apa yang terjadi pada dokter Carel Triwiyono di Lampung diharapkan dapat menyadarkan bahwa di balik kasus tersebut terdapat suatu kebutuhan penataan pelayanan kesehatan yang perlu ditangani secara seksama terutama yang menyangkut perlindungan terhadap tenaga kesehatan serta peran profesi,” ujarnya.

Dengan penataan yang baik, sambungnya, diharapkan tumbuh pandangan yang tepat tentang pelayanan kesehatan serta semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat. (Fer)

Oleh : Dr Paulus Januar, drg, MS, CMC

Meimonews.com – Maret 2023 sudah 3 tahun Covid-19 berkecamuk. Meski dikatakan telah mereda, namun patut dilakukan refleksi  apakah Covid-19 akan berakhir serta bagaimana selanjutnya.

Kasus Covid-19 pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan-Cina.  Selanjutnya, Covid-19 menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, dan pada bulan yang sama Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia.

Sejak itu, bergulir kisah derita panjang dan masif malapetaka pandemi Covid-19. Tidak ada satu negara pun yang siap menghadapinya, hingga tak pelak lagi jatuh banyak korban dan terancam runtuhnya sistem pelayanan kesehatan.

Suatu permasalahan utama dalam menghadapi Covid-19 adalah virusnya yang cepat bermutasi mengubah diri. Dimulai varian Alpha (B.1.1.7) yang muncul pada akhir 2019, kemudian pada akhir 2020 berkembang varian Delta (B.1.617.2) yang ganas dan memakan banyak korban di seluruh dunia.

Selanjutnya, pada akhir 2021 terdapat varian Omicron (B.11.529) yang meluas namun tak terlalu ganas. Terakhir terdapat varian Arcturus (XBB.1.16) yang ditemukan pada Maret 2023 serta kini mendapatkan perhatian serius karena telah melanda sejumlah negara.

Namun, pada saat yang sama dengan merebaknya pandemi Covid-19 juga berlangsung perjuangan heroik untuk mengatasinya, meski dengan keterbatasan sumber daya dan dalam suasana ketidaktahuan akan penyakit yang tiba-tiba mucul. Menghadapi pandemi Covid-19 menjadi tonggak sejarah perjalanan peradaban umat manusia dalam menjawab tantangan zaman.

Pencegahan penyebaran Covid-19 dijalankan secara massal terutama dalam bentuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta mencegah kerumunan dan membatasi mobilitas. Bersamaan dengan itu, walau penuh kesulitan dikembangkan metode penatalaksanaan pasien Covid-19, seraya secara tanggap darurat dilakukan mobilisasi pelayanan kesehatan.

Selain pengembangan pelayanan kesehatan, juga dilakukan penelitian genomik untuk menelusuri perihal virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Berkat penelitian yang secara meluas dilakukan di berbagai tempat, pada akhir 2020 berhasil ditemukan vaksin untuk mencegah Covid-19 dan segera dilakukan vaksinasi massal di seluruh dunia.

Menghadapi Petaka
Hingga akhir Maret 2023, di seluruh dunia jumlah kumulatif kasus Covid-19 sebanyak 761,4 juta dengan kematian 6,8 juta orang. Sedang di Indonesia tercatat 6,7 juta kasus Covid-19 dengan kematian 161 ribu orang meninggal.

Dalam hal Covid-19, ternyata Indonesia jauh lebih baik dibanding Amerika Serikat yang pelayanan kesehatannya dapat dikatakan lebih baik. Di Amerika Serikat terdapat 106,2 juta kasus Covid-19 yang menyebabkan 1,15 juta kematian. Berdasarkan jumlah penduduk Amerika Serikat sebanyak 331 juta, berarti sekitar sepertiga penduduk terkena Covid-19.

Berdasarkan perbandingan dengan penduduk Indonesia yang 273,5 juta, bila tingkat penyakit Covid-19 seperti di Amerika Serikat, maka di Indonesia akan terdapat 87,8 juta kasus Covid-19 dengan kematian 954,4 ribu orang.

Kenyataan keadaan Indonesia yang jauh lebih baik, diperkirakan karena masyarakat Indonesia jauh lebih patuh menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Covid-19 bukan hanya penyakit yang menyerang tubuh namun juga menimbulkan dampak terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat.Demi mencegah penyebaran Covid-19 mengakibatkan kegiatan serta mobilitas mengalami pembatasan, dan dampak selanjutnya terjadi perlambatan ekonomi yang diikuti antara lain dengan banyak orang kehilangan pekerjaan dan peningkatan kemiskinan.

Terhadap permasalahan sosial yang timbul akibat pandemi Covid-19 segera mau tak mau harus dilakukan antisipasi untuk menghadapinya. Berbagai skema bantuan sosial dijalankan negara-negara di dunia. Serta juga secara signifikan muncul solidaritas sosial masyarakat untuk membantu warga di lingkungannya yang terdampak Covid-19.

Covid-19 tidak hanya permasalahan kesehatan semata, melainkan menjadi permasalahan seluruh sektor masyarakat. Dengan demikian penanggulangannya dijalankan dengan strategi dan upaya yang komprehensif serta melibatkan semua pihak.

Berkat kerja keras tanpa mengenal lelah untuk mencegah maupun mengatasinya, kini penularan Covid-19 telah menurun drastis. WHO memperkirakan saat ini sekitar 90% penduduk dunia telah memiliki imunitas terhadap Covid-19, terutama karena vaksinasi maupun juga karena pernah terkena.

Point of No Return
Memasuki tahun ke empat pada 2023, meski telah mereda namun Covid-19 tetap merupakan permasalahan kesehatan masyarakat. Diperkirakan keadaaan tidak akan kembali lagi seperti sebelum terjadinya pandemi, hingga dikenal istilah normal baru (new normal) untuk mendeskripsikan tatanan di masa mendatang.

WHO memperkirakan pada tahun 2023 akan terjadi transisi yang signifikan. Diharapkan tingkat penularan akan dapat ditekan serendah mungkin, dan pengembangan sistem pelayanan kesehatan dapat mengatasi Covid-19 secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Tapi bagaimanapun Covid-19 tetap akan senantiasa berada di tengah kehidupan umat manusia. Meski sangat sedikit, namun di sana-sini penularan Covid-19 masih terjadi. Kemudian kalau tidak berhati-hati, tidak mustahil akan muncul varian baru virus SARS-CoV-2.

Kewaspadaan terhadap kemungkinan manifestasi Covid-19 di masa depan tidak dapat diabaikan. Dengan demikian upaya pencegahan penularan Covid-19 tetap harus selalu dijalankan. Surveilans serta vaksinasi harus pula tetap dilakukan.

Selain itu, pengembangan sistem pelayanan kesehatan untuk mitigasi maupun penatalaksanaan Covid-19 juga perlu dilakukan. Serta tetap perlu pula senantiasa melakukan tindakan mengatasi misinformasi bahkan hoaks mengenai Covid-19.

Pandemi lain tidak mustahil akan terjadi di masa mendatang, walau kini tidak diketahui bentuknya dan dari mana asalnya. Dengan demikian belajar dari pengalaman menghadapi Covid-19 perlu dikembangkan ketahanan kesehatan untuk mengatasi serangan permasalahan kesehatan yang di masa depan bisa saja terjadi.

Pandemi Covid-19 menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya kesehatan sebagai unsur utama kehidupan masyarakat. Namun juga dengan jelas terlihat bahwa permasalahan kesehatan dapat berpengaruh terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat.

Dengan adanya Covid-19 pola interaksi berubah dengan lebih banyak menggunakan teknologi dari tempat yang terpisah dan berkurang kesempatan bertemu langsung. Kenyataan ini meningkatkan interkoneksi orang-orang dengan lokasi yang berbeda namun membawa konsekuensi perubahan dalam pola komunikasi sosial dan kebersamaan.

Pelaksanaan pendidikan dengan merebaknya Covid-19 mengalami perubahan drastis dengan dijalankan secara daring baik pada pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Hal ini diperkirakan akan mengubah model pendidikan serta perkembangan diri peserta didik di masa depan.

Meski Covid-19 kini telah mereda, namun kehidupan masyarakat telah mengalami perubahan dan tidak dapat kembali lagi seperti sebelum berlangsungnya pandemi. Bahkan peningkatan penggunan teknologi seperti internet, sosial media, bisnis online, dan juga telemedicine yang diperkirakan akan berkembang di masa mendatang, tapi dengan adanya Covid-19 semakin mengalami percepatan perwujudannya.

Selanjutnya, Covid-19 tampaknya tak akan berakhir, namun kini relatif lebih dapat dikendalikan. Kenyataan yang menumbuhkan optimisme, peradaban umat manusia selama ini senantiasa mampu mengatasi ancaman yang membahayakan dirinya, serta membangun tata kehidupan baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Setelah bangkit dari serangan Covid-19, kehidupan masyarakat menjadi semakin inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan (sustainable).  Semoga hari-hari depan yang cerah cemerlang segera menjelang ! (Penulis adalah Pakar Kesehatan Masyarakat)

Meimonews.com – KTN (Komunitas Tolak Narkoba) menggelar Diseminasi Informasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ) di SMP Katolik 2 St. Rafael Kleak Manado, Senin (3/4/2023).

Sebanyak 250-an siswa pimpinan Henny Lani Tayu tersebut menjadi peserta kegiatan yang diadakan di kompleks sekolah dengan pembicara Kepala Seksi Rehabilitas BNN Manado dr. Gregorius Tobing dan Karmen (staf BNN Manado) serta Ketua KTN Lexie Kalesaran.

Di awal kegiatan, Kepala Sekolah Henny Lani Tayu mengingatkan para siswa tidak menggunakan narkoba karena akan merusak masa depan siswa itu sendiri. “Saya berharap, setelah ada sosialisasi bahaya narkoba, para siswa jadi tahu bahayanya dan tidak menggunakannya,” ujarnya.

Mendampingi Tayu dalam kegiatan ini adalah Wakepsek Bidang Kurikulum Herman Dien, Wali Kelas 9 Naenci Panjaitan, Wali Kelas 8 Susan Cicilia, dan Wali Kelas 7 Seske Wurangian.

Dalam pemaparan materinya Bahaya Narkoba : Apek Resiko dan Protektif Generasi Muda terhadap Penyalahgunaan Narkoba), Kalesaran antara lain menjelaskan apa itu narkoba dan bahayanya, apa penyebab dan pengaruhnya, serta bagaimana agar para siswa tidak terjerat pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Dikemukakan, penyebab penyalahgunaan narkoba, ada yang karena faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian, tapi ada pula karena faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Untuk aspek resiko, penggiat dan relawan anti narkoba Sulut ini menyebutkan, ada empat aspek resiko yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba yaitu merugikan pribadi/individu, merugikan keluarga, merugikan masyarakat, dan merugikan negara.

Diingatkan bahwa beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, di mana hal ini menjadi potensi pasar potensial bagi pengedar, bandar dan pemilik pabrik narkoba.

Oleh sebab itu, diberikan beberapa langkah/upaya yang perlu dilakukan para siswa yang adalah generasi penerus bangsa ini agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

“Para siswa hendaknya tidak coba-coba pakai dan menjadi pengedar (walau tanpa sengaja) karena resikonya sangat merugikan baik saat ini maupun masa depan,” harapnya.

Diharapkan pula agar para siswa berperan dalam upaya P4GN setelah mendapat informasi lewat diseminasi ini, di mana partisipasi masyarakat termasuk generasi muda dalam upaya P4GN telah diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Meimonews.com – Dengan didukung oleh WKRI Ranting Kleak pimpinan Merry Kaunang, PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob menggelar Diseminasi Informasi P4GN bagi OMK Kleak di salah satu rumah anggota, Kamis (30/3/2023) malam.

Ada dua pembicara pada kegiatan tersebut yakni Subkorbid Pencegahan dan Pemberdayaan  Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Melky Kakomore, S.Theol dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran sedang memberikan materi

Kakomore membawakan materi tentang Strategi BNN dalam Upaya P4GN sedang Kalesaran membawakan materi Bahaya Narkoba (Aspek Resiko dan Protektif Generasi Muda terhadap Narkoba).

Dijelaskan Kakomore, ada dua strategi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yakni demand reduction dan supply reduction.

Strategi P4GN melalui demand reduction, urainya, terdiri dari Pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat; Pemberdayaan masyarakat dalam P4GN; Mendorong pecandu narkotika melaporkan diri untuk direhabilitasi; dan melakukan rehabilitasi medis dan sosial serta pasca rehab.

Kakomore saat menyampaikan materi

Strategi P4GN melalui supply demand terdiri dari Memberantas jaringan peredaran gelap narkotika; Melakukan kerjasama nasional dan internasional; Memperkuat interdiksi mencegah masuknya narkotika; dan Memiskinkan jaringan dan sindikat narkotika.

Kalesaran, dalam pemaparan materinya, mengawalinya dengan menjelaskan apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba dan bahaya penyalahgunaannya, penyebab penyalahgunaan narkoba baik oleh karena faktor internal yakni keluarga, ekonomi dan kepribadian, maupun karena faktor eksternal yakni pergaulan dan sosial masyarakat.

Menurut penggiat dan relawan anti narkoba Sulut yang telah banyak melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini menyebutkan empat aspek resiko yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba. Aspek resiko itu adalah merugikan pribadi/individu, merugikan keluarga, merugikan masyarakat, dan merugikan negara.

Disebutkan pula beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, di mana hal ini menjadi potensi pasar potensial bagi pengedar, bandar dan pemilik pabrik narkoba.

Salah satu peserta diseminasi bertanya di momen tanya-jawab

Ada beberapa tips/langkah/upaya yang perlu dilakukan guna terhindar dari penyalahgunaan narkoba, Hal ini harus dibuat oleh generasi muda yang adalah generasi penerus dan pemimpin di masa depan.

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) ini berharap agar generasi muda termasuk OMK Kleak berperan dalam upaya P4GN setelah mendapat informasi lewat diseminasi ini. “Partisipasi masyarakat termasuk generasi muda dalam upaya P4GN telah diatur dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya. (*)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob memberikan sosialisasi keamanan, keselamatan dan tertib berlalulintas (kamseltiblantas) di SD Katolik 4 St. Johanes Manado. Hampir 200 siswa kelas 3, 4, 5 dan sebagian kelas 2 jadi peserta sosialisasi yang diadakan di halaman sekolah, Rabu (29/3/2023).

Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Direktorat Lalulintas (Dikmas Ditlantas) Polda Sulut AKP Sam Dotulong dan Staf Brigadir Adrian Sariowan serta Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran tampil sebagai pembawa materi.

Dalam sosialisasi di sekolah pimpinan Serafin Longdong ini, pemateri memaparkan tentang apa saja yang harus diperhatikan dan dilaksanakan terkait dengan kamseltiblantas.

Dengan memperhatikan dan melaksanakan hal-hal terkait kamseltiblantas maka hal-hal yang dapat merugikan atau berdampak bagi yang tidak memperhatikan dan melaksanakan itu dapat dihindari.

Program kepolisian khususnya Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sulut terkait dengan kamseltiblantas lantas diuraikan Dotulong fan Sariowan.. Bagi keduanya, kamseltiblantas sangat penting untuk menjadi perhatian baik pengemudi kendaraan bermotor maupun pejalan kali.

Oleh karena itu, Dotulong berharap semuanya taat aturan karena berkaitan dengan kepentingan semua. Bukan hanya pengendara tapi juga pejalan kaki.

“Keamanan dan keselamatan sangat penting. Tertib berlalulintas juga harus dilakukan, ” ujar Dotulong.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang UU Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22 Tahun 2009 di mana di dalamnya diatur antara lain rambu-rambu lalulintas yakni rambu-rambu perintah, rambu-rambu peringatan, rambu-rambu larangan, dan rambu-rambu petunjuk.

Rambu-rambu tersebut dijelaskan Kalesaran disertai contoh gambar-gambarnya agar siswa mudah mengerti dan mengingatnya. Selain itu, diperkuat dengan pemaparan materi dalam bentuk dialogis/interaktif.

Banyak siswa yang ingin menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri. Demikian sebaliknya, ketika pemateri memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya banyak yang ingin diberikan kesempatan.

Para siswa nampak sangat antusias dalam mengikuti sosialisasi ini, yang dipantau langsung para wali kelas dan guru mereka yakni Stanislas Tompo, Sherly Karamoy, Cyrilus Leyley, Apelina Opit, Dona Ansow, Angelina Runtulalo, Yanti Mandagi, dan Merry Kaunang.

Kepada siswa disarankan agar bila ke sekolah memperhatikan rambu-rambu lalulintas yang ada dan mengikutinya serta tidak lupa memakai helm (bila naik kendaraan bermotor roda dua) atau memasang sabuk pengaman bila berada di kendaraan roda empat atau lebih.

“Sebab, keamanan, keselamatan dan tertib berlalulintas sangat penting baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kalesaran.

Di akhir sosialisasi, diadakan simulasi/peragaan menyeberang di zebra cross yang dipandu Sariowan. (*)

Meimonews.com – Pengurus PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas melantik 28 kader baru saat Sidang Kehormatan penutupan Masa Bimbingan (Mabim), Minggu (26/3/2023).

Pelantikan kader baru ditandai pemasangan baret (pembaretan) oleh Ketua Presidum PMKRI Cabang Manado Avidian Paulus Kumarurung di dampingi Sekjen Laurentino G. P. Suriman dan PHC lainnya kepada masing-masing kader baru, yang baru lulus mengikuti Mabim.

Turut hadir pada kegiatan ini, 20 orang Anggota Biasa, beberapa senior/alumni, panitia yang diketuai Agnes Laratmase dan Pengurus Harian Cabang (PHC).

Kader baru organisasi kemasyarakatan mahasiswa ini resmi dilantik setelah mengikuti Mabim yang mengangkat tema Melahirkan Generasi Futuristik dari rahim PMKRI yang militan, Disiplin, dan Konstruktif yang diadakan di Pantai Buntong Tateli (Minahasa), Jumat – Minggu (24-26/3/2023).

Dalam Mabim, selain pemaparan materi di dalam ruangan tapi ada juga kegiatan di luar ruangan yang diharapkan bisa meningkatkan militansi dari peserta.

Materi-materi yang diberikan, diharapkan bisa  mempertajam intelektualitas peserta, praktek yang bisa meningkatkan keberanian dari peserta, dan kegiatan fraternitas lainnya yang turut dirangkaikan dalam kegiatan ini.

Beberapa pembawa materi, di antaranya Valen Lumowa, Ruben Kalalo, Constantinus Naressy,  Winarsi Molintao, Steven Paila, Lexie Kalesaran dan PHC PMKRI Cabang Manado.

Kegiatan di Pantai Buntong ini, menurut Avidian, sangat menunjukkan toleransi yang sangat tinggi di mana peserta yang berbeda-beda latar belakang daerah, kampus, dan fakultas bisa menjalin kebersamaan dan kerjasama yang sangat baik dalam semua agenda kegiatannya.

“Harapannya, semoga para kader yang dilantik boleh selalu tumbuh dalam iman dan karya serta menjadi kader yang futuristik, disiplin dan konstruktif sehingga dapat mewujudkan visi dari organisasi,” ujar Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado ini. (Fer)

Meimonews.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Gorontalo St. Yohanes Paulus II dilantik, Sabtu (25/3/2023).

Pelantikan yang digelar di Margasiswa/Sekretariat PMKRI Cabang Gorontalo diawali Ibadat Sabda yang dipimpin Fr. Ignatius Kisa Pr dan dilanjutkan Sidang Kehormatan Pelantikan yang dihadiri Presidium Hubungan Masyarakat PP PMKRI Anthoni Talubun, Komda PMKRI Sulut  Cheryl Pukul.

Selain itu, Pastor Moderator Pastor Marcelino Ronny Singal Pr, Talulembang Sule dan Daud Sandalayuk (Depertim), Pembina Lexie Kalesaran, Kabid 2 DPP Santiago Budiman, Margaritha Tinangon dan Ferdinan Kaporoh (tokoh umat) serta pengurus/anggota PMKRI Gorontalo.

Pelantikan Ketua Presidium (Kapres) hasil RUAC PMKRI Cabang Gorontalo Februari 2023 dilakukan Presidium Hubungan Masyarakat yang ditandai pemasangan jas dan gordon Pengurus kepada Pingkan Kartika Gosal (Ketua Presidium Masa Bakti Tahun 2023-2024) yang didahului pembacaan penetapan Mandataris/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Gorontalo oleh Lidya Ong (Pimpinan Sidang/Panitia Adhoc).

Kemudian, pembacaan SK Ketua Presidium tentang Pengangkatan DPC PMKRI Gorontalo Masa Bakti Tahun 2023-2024 oleh Pingkan Gosal dan penyerahan gordon pengurus kepada yang dilantik.

Usai acara pelantikan, diadakan Rapat Pleno DPC yang dipimpin Ketua Presidium Pingkan yang dihadir antara lain DPC, Depertim dan Pembina serta Presidium Hubungan Masyarakat PP PMKRI dan Komda.

Beberapa hal dibicarakan dalam rapat singkat tersebut termasuk penyiapan crass programe DPC Masa Bakti 2023-2024.

Susunan DPC PMKRI Gorontalo St. Yohanes Paulus II Masa Bakti 2023-2024 terdiri dari Moderator Pastor Marcelino Ronny Singal Pr. Depertim Talulembang Sule, SH, Ir. Handoyo Sugiarto, MM,  Dr. Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan. Pembina Lexie Kalesaran.

Ketua Pingkan Kartika Gosal, Presidium Pengembangan Organisasi Maria K. Ani Bay, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi Ludgardis Fibriyanti Nago, Presidium Gerakan Kemasyarakatan Maria Yasinta Goo, Presidium Hubungan Perguruan Tinggi Romulus Manurung.

Sekretaris Lidia Tutoq Lolonrian, Bendahara  Andreas Alianus Hulu, Biro  Jaringan Kampus Shorintji Kaporoh dan Biro Jaringan Kemasyarakatan Septinus Yesnath. (Fer)

Meimonews.com – Komunitas  Tolak Narkoba (KTN) menggelar sosialisasi Bahaya Narkoba bagi siswa/siswi Sekolah Dasar Katolik 4 Manado pimpinan Serafin Longdong, di kompleks sekolah, Jumat (14/3/2023).

Sekitar 100 siswa/siswi kelas 3, 4, 5 dan 6 sekolah yang bersampingan dengan Polda Sulut, Jl. Bethesda Manado mengikuti kegiatan dengan pembicara Kepala BNN Manado Kombes Pol. Eko Kurniawan, SIK dan Ketua KTN Lexie Kalesaran.

Dalam pemaparan materinya, Kombes Pol. Kurniawan mengungkapkan betapa pentingnya masyarakat termasuk siswa-siswi di SD Katolik 4 St. Johanes Manado ini mengetahui tentang narkotika dan dampaknya. Oleh karena itu, diharapkan agar tidak coba-coba pakai apalagi kalau sudah jadi kebiasaan.

Narkotika, menurutnya, sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup negara. Karena, bagaimana bisa bila pemimpin-pemimpinnya menggunakan narkotika.

Kepada para siswa-siswi dianjurkan untuk sayang pada diri sendiri dan keluarganya dengan tidak menggunakan narkotika. Apalagi para siswa adalah generasi penerus bangsa.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menyebut jenis-jenis narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya atau zat adiktif dqn bahayanya saat menyalahgunakannya.

Ada sejumlah jenis narkoba dan dampak yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, apalagi bila digunakan secara rutin atau beberapa kali. Slide-slide/gambar-ganbar tersebut ditampilkan lewat layar ohp.

Kalesaran menyarankan agar para siswa untuk seharusnya belajar. Belajar menahan diri (tidak terpengaruh dengan bujuk rayu orang sehingga coba-coba pakai), belajar tentang arti kehidupan bahwa kehidupan ini harus diisi dengan hal-hal yang positif, serta belajar untuk masa depan, menjadi orang yang sukses seperti menjadi seorang polisi/TNI, dokter, pejabat dan lain-lain.

Menariknya, pada sosialisasi ini, Kalesaran membawakan materinya secara dialogis/interaktif. Ada peserta yang diberikan pertanyaan tapi ada juga yang diberi kesempatan untuk bertanya.

Hal demikian membuat sejumlah peserta ingin mengambil bagian baik saat diajukan pertanyaan untuk menjawab maupun ada yang ingin bertanya.

Kepala SD Katolik 4 St. Johanes Manado Serafin Longdong di dampingi Wakil Kepala Sekolah Denny Gosal, Guru Meri MM Kaunang (pemandu acara) dan Frater Yoga berterima kasih dengan adanya sosialisasi bahaya narkoba karena sangat penting bagi para siswa-siswi di sekolahnya.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini para siswa di sekolah yang dipimpinnya menjadi tahu tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba sehingga siswa-siswi di sekolahnya tidak ingin coba-coba apalagi memakai secara berlanjut karena akan merusak masa depan mereka. (*)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob mengadakan Sosialisasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) bagi murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-kecamatan Mapanget di Kompleks Lippo Plaza Manado, Selasa (21/3/2023).

Seratus lebih murid PAUD yang tergabung dalam K3S PAUD Kecamatan Mapanget yang diketuai  Meity Vanda mengikuti sosialisasi dengan pembawa materi Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Kegiatan sosialisasi ini diadakan dalam momen memperingati Hari Kartini dan Hardiknas (ada lomba mewarnai, lomba fashion show dan lomba paduan suara) Tahun 2023 dengan panitia Aswin Jafar dan Linda Rugian (Ketua dan Sekretaris) yang turut dihadiri Kepala Seksi GTK PAUD Dikmas Dikbud Kota Manado Fetny Mamuko.

Saat pemaparan materi, Kalesaran menjelaskan tentang pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan berlalulintas serta tertib berlalulintas, yang bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ada sejumlah rambu-rambu lalulintas  baik yang bersifat perintah, peringatan, larangan maupun petunjuk diperlihatkan dan dijelaskan apa fungsinya dalam bentuk gambar agar murid-murid PAUD mudah mengerti dan mengingatnya.

Demikian pun diajarkan dan dipandu cara menyeberang jalan menggunakan zebra cross.

Pemaparan materi dilakukan secara dialogis/interaktif. Ada sejumlah murid yang diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan maupun diberi kesempatan untuk bertanya. (*)

Meimonews.com – Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya satu amanat yang menjadi tanggung jawab dari KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado dapat dituntaskan.

Hal itu terbukti saat operasi cangkok ginjal pertama berhasil dilakukan tim operasi yang dipimpin dr. Wim Damopolii, Sp.B, SpU, MM, Kes di dampingi Tim Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang dilakukan di Ruang Operasi Pusat Jantung Pembuluh Darah dan Otak Terpadu CVBC (Cardiovascular and Brain Center) lantai 2 gedung RSUP Prof Kandou, Sabtu (18/3/2023).

Dengan keberhasilan operasi ini maka RSUP Prof. Dr. DR Kandou (acapkali disebut RSUP Prof. Kandou) tercatat sebagai rumah sakit pertama yang melakukan operasi cangkok ginjal di Indonesia Timur (di luar pulau Jawa, Bali dan Sumatera.

Direktur Utama RSUP Prof. Kandou Manado Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD mengungkapkan rasa syukur karena operasi perdana cangkok ginjal dapat berlangsung baik dan lancar.

Disebutkan, pemberi/pendonor ginjal adalah seorang ibu berusia 50 tahun sedang penerima donor usianya  22 tahun yang merupakan putri pendonor.

Pihak rumah sakit, menurut dokter Jimmy (sebutan akrab Dirut) bersyukur bahwa kegiatan perdana bisa terlaksana secara sukses. “Operasi yang dilaksanakan berjalan sangat lancar di mata saya dan diakui tim. Intinya kami telah melakukan persiapan sesuai regulasi yang ada,” ujarnya.

Kedokteran transplantasi (Transplantation Medicine) adalah salah satu pencapaian tertinggi dalam dunia kedokteran  bukan hanya karena memberikan kesempatan kedua bagi pasiennya tetapi juga memberikan suatu penanda kuat bahwa dalam institusi layanan kesehatan itu telah memiliki tim lintas disiplin ilmu yang solid, terus berkomunikasi dan berkomitmen.

Pencapaian yang membuahkan keharuman dan mencatat sejarah penting ini bukanlah milik satu orang atau satu kelompok tertentu tetapi menjadi persembahan dari seluruh insan rumah sakit bagi masyarakat.

Itu semua bisa terjadi karena adanya kolaborasi/sinergitas antara lain jajaran direksi dan manajemen lainnya, rekan sejawat nefrologi, urologi, radiologi, patologi klinik, keperawatan, farmasi.

Selain itu, adanya dukungan dari tim pengampu dari RSCM terutama Dr. dr. Dita Aditianingsih, SpAn-TI, Subsp.TI (K) dan Dr. Alfan Mahdi, SpAn-TI, Subsp.AO(K) yang sudah menjadi mentor tim.

Semoga semakin banyak lagi pasien-pasien di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan seperti ini dan semakin banyak pula terobosan lain yang dihasilkan rumah sakit untuk kebanggaan Bumi Nyiur Melambai ini. (Lexie Kalesaran)