Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menjamu para tamu/undangan yang hadir dalam rangka peringatan 15 tahun terbentuknya organisasi Coral Triangle Initiative – Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) dan The Coral Triangle Day 2024 di Manado Bay, Kawasan Megamas, Jumat  (7/6/2024).

Hadir dalam kegiatan ini Executive Director CTI-CFF Dr. Frank Keith Griffin, Special Envoy of Seychelles to Asean HE. Nico Barito, Phillipine Consul General in Manado HE. Mary Jennifer Domingo, sejumlah delegasi negara-negara yang terlibat langsung dalam organisasi CTI-CFF.

Turut hadir Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O. Kandouw, Wali Kota Bitung Ir. Maurits Mantiri, MM, Asisten II Setdakot Manaso Atto Bulo SH., MM, Kepala-kepala SKPD, Camat Wenang, serta undangan lainnya.

Sebelum kegiatan dimulai, AA (sapaan orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut) ini melakukan pengecekan terhadap kesiapan lokasi pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan venue, dermaga, konsumsi, hingga produk usaha yang berjualan di area Manado Bay.

Tak lupa, mantan Ketua DPRD Sulut ini menyapa dan berfoto bersama dengan masyarakat pengunjung Manado Bay.

Kegiatan diawali dengan tur singkat menikmati keindahan laut Manado pada malam hari menggunakan kapal. Para tamu/undangan yang hadir terlihat sangat menikmati tur singkat tersebut.

Setelah menikmati tur singkat dengan kapal, para tamu/undangan bertolak menuju area Kawasan Wisata Kuliner Sentra UMKM Manado Bay untuk menikmati jamuan makan malam dan pertunjukan budaya.

Walikota dalam sambutan (berbahasa Inggris) menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu/undangan yang hadir di Kota Manado.

Diungkapkan, kota Manado sangat bangga karena meskipun merupakan kota yang kecil, namun kekayaan laut di Kota Manado khususnya terumbu karang tetap terjaga dengan dengan baik.

Walikota berharap, pertemuan ini dapat memberikan dampak yang positif untuk masa depan dunia, khususnya dalam hal terumbu karang dan laut. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, BKKBN Sulut melakukan beberapa kegiatan, di antaranya Pelayanan KB Sejuta Akseptor (PSA dan program nasional Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KR/KR di wilayah khusus.

Kegiatan ini diadakan di Terminal/Pasar Paal 2 Manado, Jumat (7/6/2024). Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas OPD-KB Kota Manado, Danrem 131 Santiago Manado, Kepala Dinas Kesehatan Manado, Dirut PD Pasar Manado, Danramil Wenang.

Selain itu, Kapolsek Tikala, Ketua IBI Kota Manado, Kepala Puskesmas Ranomuut, Ketua Tim Kerja Akses Kualitas Layanan KB/KR, Camat Paal 2, Lurah Paal 2 dan  mitra kerja BKKBN lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut  Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg mengatakan, upaya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas, berdasarkan pasal 20 Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan kependudukan dan Pembangunan Keluarga, menjelaskan, pemerintah perlu menetapkan kebijakan keluarga berencana melalui penyelenggaraan program Keluarga Berencana (KB)

Keluarga berencana merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi sehingga terbebas dari stunting dan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Menurut Tandaju, setiap orang memilki hak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi termasuk pelayanan keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau.

“Dalam  penggarapan program KB dan kesehatan reproduksi di wilayah khusus termasuk juga di wilayah kumuh, miskin perkotaan (wilayah pasar) memiliki tantangan yang tidak mudah dengan berbagai permasalahannya,” ujar Tandaju.

Namun, sambungnya, memiliki aspek strategis dan politis dalam upaya mewujudkan akses pelayanan Keluarga Berencana yang berkualitas dan merata bagi seluruh warga Negara Indonesia.

Upaya peningkatan cakupan kesertaan KB di wilayah khusus harus didukung dengan komitmen yang tinggi dari seluruh pihak, melibatkan peran mitra kerja pemerintah/swasta terkait dan diperlukan kolaborasi dan sinergitas program dengan mitra kerja diberbagai tingkatan wilayah.

Pelayanan KB bagi masyarakat sebagai salah satu bentuk layanan publik untuk membantu menurunkan prevalensi stunting yang merupakan salah satu target RPJMN 2020 – 2024 melalui KB Cegah Stunting.

Oleh karena itu, BKKBN Perwakilan Sulut membuat salah satu inovasi dalam meningkatkan pelayanan KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) dengan melaksanakan pelayanan KB gratis secara menyeluruh di lapisan masyarakat yang ada di pusat perbelanjaan dalam hal ini wilayah pasar melalui kegiatan GAS IKO POL (Gerakan Cegah Stunting Iko pelayanan KB, Advokasi dan Konseling).

“Kegiatan inovasi ini akan membantu   masyarakat terutama PUS untuk lebih mudah mendapatkan akses pelayanan KB secara gratis untuk dapat mengatur dan merencanakan kehamilan supaya dengan perencanaan yang baik maka generasi yang dihasilkan juga akan terbebas dari stunting,” jelasnya.

Disebutkan,dalam menurunkan angka stunting diperlukan upaya dan kerja keras melalui peningkatan kesertaan KB untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang beresiko stunting  dengan strategi memperluas akses atau cakupan pelayanan KB di wilayah khusus termasuk wilayah miskin perkotaan dan memperhatikan keberlangsungan berKB dari para PUS agar tidak terjadi putus pakai penggunaan kontrasepsi.

Tandayu lantas memaparkan poin-poin penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, memperluas dan mendekatkan akses pelayanan KB yang ada di wilayah khusus kepada masyarakat. Kedua, meningkatnya cakupan kesertaan KB khususnya KB MKJP sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting termasuk di wilayah khusus (Pasar).

Ketiga, mengoptimalkan pemanfaatan dana BOKB khusus Operasional Penggerakan Pelayanan KB MKJP yang ada di tingkat Kabupaten/Kota. Keempat, optimalisasi peran para mitra kerja provinsi/kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan upaya percepatan penurunan stunting.

Usai membuka pelaksanaan kegiatan  tersebut, Tandaju bersama para  undangan meninjau pelaksanaan pelayanan KB gratis, yang menurut data, ada 100 akseptor yang terlayani. (FA)

Meimonews.com – Program Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai bagian dari program Bangga Kencana, mempunyai tujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain yang menjadi anggota   kelompok dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional, serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota kelompok.

“Program BKB akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya penyiapan kualitas SDM sejak usia dini termasuk melalui sosialisasi dan penyuluhan Kader BKB di kelompok BKB terkait 1000 HPK ini,” ujar Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat membuka Kelas Pengasuhan Kelompok BLN di Tingkat di Desa Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (5-6/6/2024) di Hotel Whiz Manado ini dibuka pelaksanaannya oleh Tandaju. Mendampingi Tandaju, Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Sulut Bionda Wowiling, S.Sos M.Si.

Dikemukakan, pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dilaksanakan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia melalui upaya peningkatan kualitas anak, kualitas remaja, kualitas lansia dan rentan, serta pemberdayaan ekonomi keluarganya.

“Dari seluruh siklus kehidupan, tahap yang sangat penting adalah 1000 hari pertama kehidupan yang akan menentukan kualitas SDM untuk kedepannya,” ujarnya.

Diungkapkan, sekaitan dengan 1000 HPK dimana saat ini sedang digencarkan percepatan penurunan stunting melalui  intervensi serentak dimana 10 langkah yang harus segera ditindaklanjuti salah satunya yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat (keluarga baduta, balita, ibu hamil, pasca salin, catin) datang dalam pertemuan posyandu.

Kelompok kegiatan BKB yang berintegrasi dengan Posyandu (BKB-HI) dengan cara promosi, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) mengenai pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (sejak saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun), wajib dimaksimalkan sehingga optimalisasi pengasuhan kelompok BKB di desa/kelurahan melalui gerakan Ayo ke BKB – Posyandu selaras dengan program percepatan penurunan stunting.

Dalam pertemuan ini, menurut Tandaju, penyuluh KB ditetapkan sebagai PIC (person in charge) dalam kegiatan BKB-Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan di masing – masing wilayah,  di mana target 1 desa 1 BKB dan 102.000 keluarga anggota yang wajib hadir dalam pertemuan dan dipantau tumbuh kembang melalui KKA, ini akan dievaluasi setiap minggunya dan  bapak/ibu wajib untuk kerja cepat, tepat, cerdas dan kolaboratif.

“Kiranya pertemuan ini memberi dampak bagi pencapaian penurunan stunting di Sulawesi Utara melalui partisipasi keluarga – keluarga dalam pertemuan BKB – Posyandu, sehingga semakin banyak yang teredukasi tentang stunting,’ ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, beragam dan Bersatu. “Kita punya semangat persatuan dengan lahirnya organisasi Boedi Oetomo,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada Youth of Indonesia Festival yang diadakan di IAIN Manado, Rabu (5/6/2024).

Sebenarnya, sambung Walikota, kalau 116 tahun yang lalu kita bicara persatuan, sudah keterlaluan kalau kita bicara perbedaan sekarang ini.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini lantas menyampaikan konsep persatuan yang membuat Indonesia merdeka. Bagi AA (sebutan akrabnya), kebanggaan menjadi bangsa Indonesia dapat memupuk rasa persatuan.

“Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Kita harus bangga, tunjukan, mempromosikan, dan menjaga kebudayaan Indonesia,” tegas pejabat yang rajin turba (turun ke bawah) ini.

Di akhir sambutannya orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, dan berharap agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik serta maksud dan tujuan kegiatan dapat tercapai untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikalisme dan terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2024 ini mengusung tema Muda mandiri berkarya untuk negeri.

Hadir dalam kegiatan ini, Rektor IAIN Manado Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI, perwakilan BNPT dan FKPT, serta undangan lainnya. (Afer)

Meimonews.com – Rapat Tim Pembina Samsat (sistem administrasi manunggal satu atap) Sulawesi Utara digelar dalam rangka mencari solusi terbaik optimalisasi peningkatan penerimaan daerah dengan peningkatan pelayanan publik.

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel (Ketua Tim Pembina Samsat Sulut) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Manado, Rabu (5/6/2024).

Hadir pada kegiatan ini, perutusan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, perutusan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut, perutusan PT Jasa Raharja Sulut, perutusan Bank SulutGo dan perutusan BPKP Sulut.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menegaskan, saat ini perlu ditingkatkan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen saat memberikan pemaparan

Untuk itu, pihak-pihak terkait seperti perbankan, kepolisian, Jasa Raharja, PT Pos Indonesia dan dealer tentunya diharapkan bisa memberikan solusi terbaik demi peningkatan penerimaan kas daerah.

Disebutkan, terselenggara kegiatan Rakor Pembina Samsat di Sulut, dalam rangka menyikapi berbagai proses pengolahan yang nantinya menjadi dasar bagi Tim Pembina Samsat Sulut dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan publik di bidang Kesamsatan.

Dalam kegiatan ini, harapannya di dalam rapat Pembina Samsat utamanya adalah bagaimana kita menyatukan persepsi, menyatukan ide pemikiran inovasi yang ada di masing-masing untuk kita tuangkan menjadi satu kegiatan positif yang bisa membawa khususnya lintas sektoral serta untuk bisa mengoptimalkan penerimaan masing-masing yaitu untuk Bapenda, Kepolisian dan Jasa Raharja.

“Hal ini yang torang coba rumuskan dalam kegiatan ini. Karena ketika menjadi hambatan di dalam satu di satu pihak, itu akan berdampak juga ke pihak lainnya. Sehingga saat inilah momen kita berkolaborasi sambil memberikan ide masukan, mungkin saran, mungkin juga ada usulan perbaikan,” ujarnya.

Sehingga, sambungnya, menjadi harapan kita bersama dalam rangka utamanya adalah peningkatan penilaian publik. Dari situ tentu saja akan berdampak terhadap optimalisasi penerimaan.

Dalam sambutannya, Sekprov mengajak semua pihak berkomitmen dan bersama bekerja keras dengan mengoptimalkan rapat tersebut guna memperkuat sinergi, kolaborasi dan memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat.

Beberapa point yang ditekankan dalam rapat tersebut antara lain, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan samsat, pengawasan dan pengendalian internal, dan kolaborasi dan sinergi.

Ketua Tim Pembina Samsat Sulut ini menegaskan, harus berbenah mengikuti era digitalisasi. Samsat memiliki peranan vital untuk pengelolaan kendaraan bermotor. Di mana, dalam menjalankan tugas tersebut, bukan hanya Bapenda Sulut saja, tapi perlu kerja sama dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan Jasa Raharja.

“Kerja sama ini penting dan selalu dikuatkan, dikoordinasikan sehingga sinergitas dapat meningkatkan penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Kepel.

Kepel pun memberikan beberapa catatan untuk peningkatan pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Sulut.

Pertama, terkait dengan pengembangan digitalisasi pelayanan. Memangkas keberadaan birokrasi bagi warga yang akan membayar pajak. Pemberian kemudahan atau akses lebih luas bagi para pembayar pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan.

“Paling tidak tantangan ketersediaan jaringan infrastruktur komunikasi, keberadaan SDM (Sumber Daya Manusia). Itu yang harus dibenahi,” jelasnya

Tantangan lainnya yang menjadi catatan adalah tidak semua wajib pajak kendaraan bermotor adalah kaum milenial dan Generasi Z, yang menguasai digitalisasi. Oleh karena itu, penting menyiapkan help desk, Samsat car, updating software. Ini sesuai pangsa di tengah masyarakat.

Catatan selanjutnya yakni mengenai dengan relaksasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor. Program keringanan pajak tersebut dinilainya belum tersosialisasi dengan baik.

Terakhir, bagaimana kepatuhan pajak ini betul-betul konsisten. Untuk menjawab tantangan ini bukan hanya satu instansi, tapi butuh peran instansi terkait lainnya. (elka)

Meimonews.com – Pelbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut dan jajarannya agar pendapatan daerah Sulut sebagai sumber pembiayaan pembangunan optimal dan meningkat.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendatangi lokasi-lokasi atau kantor perusahaan-perusahaan yang ada di daerah ini.

Itu seperti terlihat saat Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE Ak, tim kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah) Minahasa Utara serta tim Bapenda Minahasa Utara mendatangi kantor PT MSM Likupang, Selasa (4/6/2024).

Kedatangan ke perusahaan tersebut yang disambut Tim Account PT MSM yang dipimpin Terry adalah dalam rangka identifikasi dan optimalisasi potensi pajak daerah.

Dalam kunjungan tersebut ada sejumlah hal dibahas seperti PNBP (penerimaan negara bukan pajak) untuk royalti; Galian mineral bukan logam dan batuan (wajib menyetor ke Pemkab Minut sebagai opsion bagi hasil);

Pajak alat berat; Pajak bahan bakar; Pajak kendaraan bermotor nomor polisi luar daerah (agar dimutasi ke daerah Sulut); Kendaraan yang sudah rusak agar dilaporkan ke Bapenda;

Berhubungan dengan pajak air permukaan (PAP), tim Bapenda Sulut akan mengunjungi lokasi tambang untuk melakukan identifikasi luasan penampungan air dan kubikasi pemanfaatan air baik yang digunakan untuk keperluan rumah tangga perusahaan maupun kegiatan eksplorasi dan produksi.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE. Ak berterima kasih atas penyambutan dari tim PT MSM dan kerjasama yang telah terungkap dalam kunjungan tersebut. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo mendapat penghargaan penting dari Sentra Medika Hospital. Ada empat penghargaan yang diterima.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan saat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara mengadakan kegiatan Gathering Perusahaan/Instansi dan Asuransi Rekanan, di kompleks rumah sakit swasta itu, Kamis (30/5/2024)

Acara ini dihadiri oleh tamu dari berbagai perusahaan, instansi, dan asuransi rekanan Sentra Medika, termasuk HRD, kepala cabang, dan pimpinan asuransi regional, di antaranya Bank SulutGo (akrab disebut juga BSG).

Gathering ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan menjalin kerjasama yang lebih erat antara Sentra Medika Hospital Minut dengan para rekanan.

Dalam acara ini, Sentra Medika juga berkesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi dan update terbaru tentang layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit.

Di momen penting dalam gathering ini ada pemberian penghargaan kepada beberapa rekanan yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam kerjasama dengan Sentra Medika. di antaranya BSG

BSG yang saat ini dipimpin Revino M. Pepah sebagai Dirut ,meraih 4 penghargaan bergengsi, yaitu Top Five Out Patient Performance Company, Top Five In Patient Performance Company, The Best Out Patient Performance Company serta The Best In Patient Performance Companya.

Penghargaan ini merupakan bukti komitmen BSG dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para karyawan dan nasabahnya. (Afer)

Meimonews.com – Dirut PT Bank SulutGo Revino M. Pepah menegaskan, sekalipun saat ini merupakan momentum yang menggembirakan, tapi mengingat tahun ini di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami bencana alam serta dalam rangka efisiensi maka hari ini kami merayakan ketambahan usia Torang Pe Bank ini dengan sederhana.

“Kami hanya mengadakan doa syukur di kantor. Tentunya ada rangkaian lomba seni dan olahraga antar karyawan yang telah dan akan berlangsung dalam rangka kebersamaan. Tapi kita perlu fokus pada tujuan yang terutama yaitu tetap bertumbuh dan tangguh demi keberlanjutan Bank ini,” ujarnya terkait dengan peringatan 63 Tahun Bank SulutGo, Senin (3/6/2024)

Diungkapkan, memasuki pertengahan tahun 2024, bank yang akrab disebut BSG ini diperhadapkan dengan beragam tantangan serius dalam rangka mempertahankan keberlanjutan bisnis antara lain pertama, cost of fund yang meningkat signifikan akibat kenaikan BI Rate yang hampir 2 kali lipat dalam dua tahun terakhir. Kedua, pemenuhan modal inti 3 triliun sesuai ketentuan OJK

Ketiga, meningkatkan dan menyempurnakan layanan digital dalam rangka membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankan agar lebih aman; Keempat,  meningkatkan kualitas human capital. Kelima, program efisiensi biaya dalam rangka menekan biaya operasional.

Di bagian lain, Pepah menyebutkan, BSG telah melayani masyarakat selama lebih dari enam dekade, memberikan layanan perbankan serta kontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

“Dan pada momentum ulang tahun ke-63 ini, BSG berkomitmen untuk tetap menjadi bank kepercayaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan terus bertumbuh dan tangguh dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif sekalipun,” ujarnya di Kantor Pusat.

Menurutnya, selama 6 dekade yang telah berlalu, beragam milestone yang berhasil BSG lalui hingga dapat berada pada titik ini, antara lain tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis moneter,
Bank Sulut berhasil masuk dalam gabungan program Rekapitulasi Bank yang diselenggarakan oleh negara untuk memenuhi modal inti bank minimum 8 persen sehingga dapat tetap beroperasi.

Aset bank per 31 Desember 2023 mencapai 20,86 triliun rupiah; Selama 3 tahun terakhir telah memberikan dividen sebesar Rp. 514.693 miliar kepada para pemegang saham yang dibagikan secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Tingkat kesehatan BSG kembali memperoleh peringkat komposit “2” yang secara umum sehat dan dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif dan factor external lainnya.; Per Juni 2023 berhasil menempati gedung kantor pusat yang baru.

“Tak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur selaku pemegang saham pengendali, serta seluruh pemegang saham dan stakeholders. Terutama para nasabah yang kami hormati, terimakasih atas kepercayaan anda sehingga BSG dapat bertumbuh sampai saat ini” ujar Pepah. (Afer)

Meimonews.com – Dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah, digelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) dan upaya peningkatan pajak daerah melalui alat rekam pajak.

Rapat ini juga menjadi forum bagi Bapenda se-Sulawesi Utara untuk berbagi pengalaman dan best practice dalam optimalisasi pajak daerah melalui alat rekam pajak.

Diharapkan melalui rapat ini, dapat terjalin sinergi yang kuat antara KPK, Bank SulutGo, dan Bapenda se-Sulawesi Utara untuk meningkatkan PAD dan mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Pusat Bank SulutGo, Manado, Jumat (31/5/2024) ini diikuti Tim KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Tim Bank SulutGo dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) se-Sulawesi Utara.

Kasatgas Wilayah IV KPK Andy Purwana menyampaikan pentingnya sinergi antara KPK, Bank SulutGo, dan Bapenda se-Sulawesi Utara dalam meningkatkan PAD melalui optimalisasi pajak daerah.

“Alat rekam pajak merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan PAD. Alat ini dapat membantu Bapenda dalam memantau dan mengawasi transaksi keuangan wajib pajak secara real time, sehingga potensi kebocoran pajak dapat diminimalisir,” ujar Andy Purwana.

Direktur Kepatuhan Bank SulutGo Machmud Turuis menyatakan komitmen Bank SulutGo untuk mendukung upaya peningkatan PAD melalui penyediaan layanan yang mudah dan cepat bagi wajib pajak.

“Bank SulutGo siap bekerjasama dengan Bapenda se-Sulawesi Utara dalam menyediakan layanan pembayaran pajak yang mudah dan cepat. Kami juga akan terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak,” ujar Turuis. (Afer)

Meimonews.com – Memperingati 3 tahun kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Staf Khusus Walikota, APM dan Dinas Kominfo Manado menggelar Dialog  Tabea Manado di Manado Bay, Rabu 29/5/2024).

Dialog Janji AARS : No one left behind (tidak ada yang ditinggalkan) yang disiarkan juga secara life streeming di Facebook dan Youtube ini menampilkan narasumber AARS dengan host Astrid Kumentas dan dihadiri para pejabat Pemkot Manado, Direktur Umum Perumda Pasar Manado Jefry Salilo, tokoh-tokoh agama/masyarakat dan undangan lainnya.

Sejumlah penanya yang adalah tokoh agama/masyarakat mengapresiasi apa yang sudah dibuat AARS selama tiga tahun kepemimpinan mereka. AARS telah banyak berbuat untuk kemajuan ibukota provinsi Sulut ini.

Apa yang mereka sampaikan bukan hanya karena mendengar/melihat tampilan video saat awal acara atau paparan AARS tapi mereka rasakan langsung karena berada di tengah masyarakat.

Berdasarkan data yang ada, sejak mengawali pemerintahan di kota Manado pada tahun 2021, Visi dan Misi AARS untuk Manado Maju dan Sejahtera sangat sejalan dengan sistem perencanaan Nasional  Berdasarkan Undang-Undang No 25 Tahun 2004. Fokus pembangunan kota dijabarkan melalui 15 rangkuman program prioritas yang didalamnya berisikan target dan indikator untuk pencapaian pembangunan.

Di awal pemerintahan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang harus diperhadapkan dengan kondisi yang tidak mendukung, karena wabah Covid-19 masih terjadi yang mengakibatkan krisis dan refocusing anggaran sehingga AARS dituntut harus mengambil kebijakan tepat dalam pengalokasian anggaran sehingga pembangunan tetap berjalan.

Kepemimpinan yang kuat tercermin dari karakter pelayanan, bukan semata mata karena kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin publik. Inilah yang tercermin dari figur AARS yang ditantang untuk menjadi inspiratif dan transformatif. Maka AARS mulai membenahi infrastruktur mendasar yang selama ini tidak menjadi perhatian pemerintahan sebelumnya yaitu jalan dan drainase.

Panjang jalan yang teraspal tahun 2021 adalah 4.683,00 meter, tahun 2022 adalah 54.768,40 meter sedangkan pada tahun 2023 adalah 11.311,80 meter. Berdasarkan Data dari Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat kota Manado total jalan yang sudah diaspal hingga saat ini adalah 802.049 meter dengan persentasi kondisi mantap jalan adalah 83,90 persen.

Selain itu, untuk meminimalisir kerusakan jalan dan bangunan serta mengurai kelebihan air/drainase di seanteru kota Manado dikeruk dan diperbaiki secara sporadis. Terhitung sejak awal tahun pemerintahan AARS 2021,  pertama kali dalam beberapa dekade sungai Manado dikeruk. Pekerjaan pengerukan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi Kementrian PUPR atas permintaan Walikota Manado Andrei Angouw.

Sepanjang tahun 2022 Sungai Tondano, Sungai Tikala, Sungai Sario dilaksanakan pengerukan dengan anggaran 3,2 miliar. Termasuk drainase berskala kecil, sedang dan besar dirombak dan ditata bahkan ratusan bangunan liar yang melanggar ijin bangunan dan berdiri di atas wilayah drainase dan sungai ditertibkan oleh tim gabungan dan langsung diawasi oleh Walikota dan Wakil Walikota Manado.

Hasilnya tidak ada lagi luapan air yang masuk ke rumah warga meskipun volume air yg masuk ke sungai akibat hujan cukup tinggi atau dengan kata lain Manado bebas genangan air. Jika sebelum Tahun 2021 Manado rentan dengan banjir pada wilayah yang cukup besar, saat ini kondisinya sudah berubah. Pembenahan infrastruktur utama mampu mereduksi banjir dan meminimalisir genangan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi setiap tahunnya.

Pemerintah Kota juga berhasil membuat inovasi dengan memperlebar jalur pejalan kaki sepanjang 2,4 kilometer dan lebar 8 meter di sepanjang Jl Piere Tendean atau dikenal dengan pedestarian Boulevard. Jalur ini menjelma menjadi ruang terbuka hijau yang asri/nyaman untuk pejalan kaki/menjadi tempat bercengkerama warga sambil menikmati bantaran pantai Manado dan terlihat estetik sebagai wajah utama kota Manado.

Sejumlah taman kota juga diperbaiki. Besaran areal Ruang Terbuka Hijau Publik adalah 257 hektar. Pemerintah sudah membuat dan menata sebanyak 54 taman di kelurahan dan kecamatan/13 taman gantung dan 7 taman kota yang baru.  Semuanya untuk keindahan dan kenyamanan kota.

Sistem penerangan jalan juga menjadi salah satu fokus AARS. Dari total penerangan jalan umum sebanyak 15.580 titik dan yang berfungsi hanya 7.200 titik. Dari tahun  2021 hingga 2023 pemerintah telah mengadakan 8.800 lampu untuk mengganti dan menambah titik PJU di Kota Manado.

Sampai dengan awal tahun 2024 seluruh jalan protokol di Manado yakni Jl. Sam ratulangi (zero point sampai Winangun),
Jl. Sudirman (zero poin sampai Kairagi), Jl. Hasanudin dan sejumlah lajur jalan
posisi 99,9 persen sudah menyala. Dan  apabila ada gangguan di titik tersebut, dinas terkait akan merespon cepat dalam selang waktu 2×24 jam sudah bisa ditangani.

Penanganan TPA Sumompo menjelang peralihan ke TPA terpadu Iloilo
menunjukkan peningkatan yang signifikan dari 2021 hingga 2024. Dari tumpukan sampah menggunung, sejak awal masa pemerintahan/ penataan TPA Sumompo telah dilakukan secara terpadu beberapa perangkat daerah seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, dan bersama Bapelitbangda yang melakukan penyemprotan ecoenzym.

Dampak penggunaan ecoenzym telah secara signifikan mengurai konsentrasi metana, di mana jika sebelum penyemprotan berada pada skala 0, pasca penyemprotan menjadi lebih terurai dan berada pada skala 100,01 – 500.

Mall Pelayanan Publik adalah pengintegrasian pelayanan publik yang diberikan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah,
serta swasta secara terpadu pada 1 (satu) tempat sebagai upaya meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, dan keamanan pelayanan.

Visi AARS adalah menjadikan tempat ini sebagai fungsi utama dari semua layanan publik pemerintah, sehingga cepat dan secara profesional dirasakan masyarakat.

Terbukti indeks Kepuasan Masyarakat sejak tahun 2021 hingga 2023 meningkat drastis dari angka 3,19 persen naik menjadi 3,53 persen pada tahun 2023 karena inilah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu mewakili Pemerintah Kota Manado, menerima penghargaan tingkat Nasional dengan kategori TERBAIK dari sejumlah Kementrian dengan persentasi pencapaian diangka 82,75 persen.

Inovasi lain yang sangat signifikan adalah pelayanan terhadap masyarakat dalam hal pendataan. Dinas terkait memberikan ruang sebesarnya kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang ramah,cepat dan tanpa biaya.

Karena data kependudukan dapat digunakan untuk mengetahui dan memahami kondisi kependudukan suatu wilayah, yang dapat menjadi dasar dalam penentuan kebijakan, pelayanan publik, perencanaan pembangunan hingga alokasi anggaran suatu wilayah sehingga sangat penting pemerintahan suatu wilayah untuk memiliki data kependudukan wilayahnya sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Inilah yang menjadikan alokasi anggaran pembangunan di Manado selama ini  menjadi tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat karena objek pembangunan adalah penduduk.

Pemerintah di bawah kepemimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang terus berinovasi dengan membuat program perlindungan kesehatan dan tenaga kerja bagi Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU. PBPU Pemda Kota Manado adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS yang iurannya dibayarkan lewat APBD Kota Manado.

Dengan status Universal Health Coverage untuk Kota Manado sehingga masyaralat yang didaftarkan melalui pendataan pada Dinas Sosial kota Manado ke BPJS kesehatan dan dapat langsung aktif kepesertaannya di hari yang sama.

Sejak tahun 2021 hingga per tanggal 30 April 2024 jumlah peserta PBPU yang di cover pemerintah Kota adalah sebanyak 24.568 jiwa. Program ini sangat membantu masyarakat dengan penggunaan anggaran yang terarah atau tepat sasaran. Hal ini yang membuat Pemerintah Kota Manado menerima penghargaan Universal Health Coverage Award 2023 dari BPJS Republik Indonesia sebagai Inovasi Terbaik dan menempatkan posisi kota Manado sebagai percontohan secara nasional.

Penyaluran dana Lansia dan insentif operasional rohaniawan atau tokoh agama/juga menjadi bagian dari program peningkatan kesejahteraan yang dilakukan pemerintah. Tercatat untuk penerima bantuan untuk Lanjut Usia yang terdaftar sebagai penerima layak adalah tahun 2022  sebanyak 2131 orang, tahin 2023  sebanyak 1941 oran dan tahun 2024 sebanyak 2711 orang

Sedangkan untuk Insentif operasional tokoh agama Tahun 2021 sebanyak 1.170 penerima, tahun 2022 berjumlah 1229 penerima, tahun 2023 sebanyak 1662 penerima dan tahun 2024 triwulan pertama sebanyak 1.275 orang rohaniawan.

Demikian pun dengan bantuan kelengkapan duka bagi masyarakat yang mengalami kedukaan. Pemerintah Kota Manado memberikan bantuan kelengkapan duka yang dikhususkan  bagi masyarakat yang masuk golongan kurang mampu atau miskin dan miskin ekstrim.

Dalam rangka melaksanakan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim secara tepat sasaran melalui strategi kebijakan yang meliputi pengurangan beban  pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

Pemerintah kota mengeluarkan Surat Keputusan Walikota tentang penatapan nama sasaran keluarga miskin penerima program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim kota Manado.

Sebanyak 474 keluarga miskin ekstrem sudah terdata dan berhak menerima bantuan yaitu biaya hidup, renovasi rumah, memberikan pekerjaan, mengfasilitasi anak putus sekolah dan bantuan fasilitas kesehatan.

Program ini adalah inovasi ekstrem yang baru pertama kali diterapkan di Sulawesi Utara bahkan di Indonesia. Tujuan utama adalah pemerataan keseimbangan sosial dan keseimbangan kesejahteraan. Masyarakat pun terharu. Belum pernah ada kebijakan seperti ini yang pernah dilakukan  di kota Manado.

AARS punya keyakinan bahwa Tdak perlu yang canggih canggih tapi hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh’ karena itu melalui musyawarah perencanaan pembangunan, program pembangunan kota dijajaki dari tingkat kelurahan.

Sesuai janji kampanye AARS maka program dana lingkungan disalurkan untuk kebutuhan infrastruktur. Untuk tahun 2022, kegiatan Dana Lingkungan sebesar 75 miliar  dan tahun 2023 sebesar 94 miliar sedangkan tahun 2024 ini sebesar 75 miliar dengan peruntukkan perbaikan lingkungan berupa pembuatan/perbaikan jalan hotmix; pembuatan jalan paving; pembuatan dan perbaikan saluran air; pembuatan talud penahan jalan; pembuatan jembatan; pembuatan jalan tangga, railing tangga; pembuatan rabat jalan; pembuatan jalan lapen.

Pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Tercatat pada  tahun 2023 dana lingkungan terbagi di 354 lingkungan dan  tahun 2024 ini naik menjadi  504 lingkungan dan sedang dalam proses pembangunan.

Kajian indikator makro kota Manado dari tahun ke tahun menunjukkan tren positif dengan angka kenaikan 5-10 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota Manado pada tahun 2022 sebesar 43,9 triliun rupiah dan di tahun 2023 meningkat menjadi 48,54 triliun rupiah. Kota Manado menjadi daerah pembentuk terbesar atas PDRB Sulawesi Utara yaitu 28,24 persen.

Pertumbuhan ekonomi kota Manado tahun 2021 adalah 5,15 persen, tahun 2022  5,64 persen, tahun 2023  5,54 persen. InflasiI tetap terjaga pada tahun 2021 yakni 2,65 persen, tahun 2022 4.00 persen dan tahun 2023 2,87 persen, yang merupakan rekor Inflasi terendah di Indonesia.

Tingkat pengangguran terbuka menurun  pada tahun 2021 yakni 12,17 persen, tahun 2022 sebesar 10,47 persen, tahun 2023 sebesar 8,85 persen. Hal ini mengartikan semakin banyak persentase penduduk angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan.

Angka kemiskinan pun menurun jauh, jika pada tahun 2021 sejumlah  6,19 persen, tahun 2022 5,85 persen sedangkan tahun 2023  5,79 persen yang merupakan terendah di Sulawesi Utara. Menurunnya angka kemiskinan ini bermakna bahwa secara umum kondisi penduduk miskin Manado menunjukkan perbaikan.

Indeks Pembangunan Manusia merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia terkait hasil pembangunan kota. Tahun 2021 : 79,20, tahun 2022 : 79,66, tahun 2023 : 81,40 yang merupakan tertinggi di Sulawesi Utara dan Indonesia.

Angka Indeks pembangunan manusia dapat mengukur kualitas hidup masyarakat, menentukan peringkat/level pembangunan dan sebagai alokator penentuan Dana Alokasi Umum.
Angka Harapan Hidup kota Manado pun dari tahun ke tahun meningkat yaitu tahun 2021 : 71,90, tahun 2022 : 72,18 dan ahun 2023 : 75,02, yang juga tertinggi di Sulawesi Utara dan Nasional.

Selain itu, revitalisasi sejumlah pasar  khususnya Pasar Bersehati adalah cermin komitmen pemerintah untuk mendorong ekonomi rakyat dengan menjadikan pasar Bersehati dari konsep tradisional menjadi konsep modern berbasis wisata. Pasar Bersehati kini menjadi layak /bersih/sehat/aman/tertib/indah dan kebanggaan warga kota Manado. Dengan luas 5 hektar, pasar ini memiliki kapasitas 1241 lapak, 200 kios dan dapat menampung 1311 pedagang.

“Janji AARS untuk Manado adalah no one left behind (tidak ada satupun uang ditinggalkan). Tidaklah mudah menjalani pemerintahan yang singkat sejak 2021 hingga 2024 ini ibarat mendayung perahu dari Tongkaina ke Pulau Bunaken, dalam sekejap sudah tiba dan tidak menunggu lama pula kepemimpinan AARS selama 3 tahun akan segera berakhir,” ujar Felix Palenewen (Staf Khusus Walikota Manado kepada Meimonews com via WhassApp, usai dialog.

Seluruh janji kampanye Andrei dan Richard, sebutnya, sudah ditepati. Bahkan inovasi pembangunan terus dijalankan sebagai bagian penting dari integritas kepemimpinan AARS sebagai penggerak pembangunan dan pelayan publik

Menjadi role model atau teladan adalah bukan seperti melambaikan tangan saja tetapi di balik itu sense of belonging, beban tanggungjawab dan kepekaan moral sebagai pemimpin telah menjadi darah daging bagi Andrei Angouw dan Richard Sualang.

Prestasi bukanlah sebuah kebetulan dan impian tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa kerja keras. Pencapaian pembangunan selama 3 tahun bukanlah sebuah kebanggaan untuk mengangkat muka. Ini barulah awal dari perjuangan karena tujuan Manado Maju dan Sejahtera masih ada di depan menunggu. menunggu tangan dingin sang pemimpin AARS bersama jajaran pemerintah kota.

“Namun, hukum alam tidak pernah salah bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil, masyarakat pun telah menikmati pembangunan di kota tercinta ini,” sebutnya.

Akankah semua pergerakan dan realita pembangunan ini harus berakhir di sini ?ataukah kita akan mengubur impian seluruh masyarakat Manado  yang mendambakan kemajuan dan kesejahteraan ? “Pilihannya hanya satu yakni lanjutkan untuk Manado Maju ran Sejahtera !” ujar Palenewen. (Afer)