Meimonews.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara June E. Silangen menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan DPRD Sulut di ruang rapat dewan, Senin (1/7/2024).

Mendampingi June pada RDP yang berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Utara adalah Sekretaris Bapenda Sulut Filma Kepel dan tim.

Beberapa hal terkait dengan realisasi penerimaan pajak dan permasalahan yang ada dijelaskan Kepala Bapenda. Sulut.

Hal-hal tersebut di antaranya realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Berat (PBBKB) dan Pajak Alat Berat (PAB).

 

Selain itu, Kelangkaan BBM terkait PBBKB; Strategi untuk penagihan terhadap tunggakan PKB secara door to door; Target dan realisasi IMTA/PTKA yang belum sinkron dengan BKAD; serta Data PTKA di Provinsi Sulut yang menjadi kewenangan provinsi. (elka)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang menjemput kedatangan jemaah haji kota Manado di Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Selasa (2/7/2024).

“Kami Pemerintah Kota Manado pada hari ini, berkesempatan menjemput langsung kepulangan 343 para jemaah haji kota Manado di Bandara Internasional Sam Ratulangi, yang tergabung di kloter 4 dan 5,’ ujar Wawali.

Tentu sebagaimana keluarga dari jemaah, Wawalipun atas nama Pemkot Manado turut bersyukur karena kepulangan para jemaah sesuai jadual dan tidak kekurangan suatu apapun. Meski ada yang mengalami gangguan kesehatan tapi bisa tiba kembali di Manado.

“Kita semua berharap setelah menjalankan ibadah haji ini, bisa menjadi berkat bagi masyarakat Kota Manado serta membawa kebahagiaan bagi keluarga dan warga sekitar yang sudah menanti kepulangan para haji dan hajjah,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini, (Afer)

Meimonews.com – Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024 menjadi momen bersejarah bagi tiga pejabat Pemerintah Daerah dan dua Ketua TP PKK di Sulawesi Utara. Betapa tidak, di hajatan nasional yang diselenggarakan BKKBN-RI yang berpuncak di Semarang, 3 pejabat Pemda dan 2 Ketua TP PKK tersebut menerima penghargaan membanggakan.

Tiga (3) pejabat Pemda dimaksud adalah Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandou, Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda, SE, MAP, MM, M.Si dan Bupati Minahasa Selatan Franky D. Wongkar, SH sementara 2 Ketua TP PKK dimaksud adalah Ketua TP PKK Tomohon drg. Jean D’Arc Karundeng dan Ketua TP PKK Minsel Elsje Rosje Sumual.

Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven OE Kandouw saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN-RI Dr. (Hc) dr! Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN-RI) Dr. (Hc). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) kepada tiga pejabat dan dua Ketua TP PKK tersebut di Gala Dinner acara Puncak Harganas di Semarang, Jumat (28/6/2024).

Wagub Sulut selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulut menerima penghargaan Dharma Karya Kencana (DKK). Bupati Minut dan Bupati Minsel serta Ketua TP PKK Tomohon dan Minsel mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana.

Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka karena dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga, serta percepatan penurunan stunting dan keluarga berkualitas menuju Indonesia emas.

Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg mengapresiasi kerja yang dibuat tiga pejabat dan dua Ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Kota/Kabupaten tersebut sehingga mereka mendapat penghargaan dari BKKBN-RI.

“Banyak selamat untuk mereka yang mendapat penghargaan tersebut, ujar Tandaju. (FA)

Meimonews.com – Setiap tanggal 29 Juni, bangsa Indonesia memperingati hari khusus bagi keluarga. Tiga puluh satu tahun lalu tanggal tersebut, oleh pemerintah, ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Mengambil salah satunya momentum kembalinya para pejuang dari medan laga melawan kolonial penjajah ke dalam pelukan keluarga, menandai penetapan hari itu, untuk selanjutnya dikenang dalam sebuah peringatan Harganas.

Makna terdalam dari peringatan ini tak lain untuk mengingatkan seluruh anak bangsa, bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam konteks pembangunan bangsa. Kuat keluarga, kuat pula bangsa. Demikian sebaliknya.

Delapan Fungsi Keluarga mendasari upaya BKKBN dalam menjalankan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Termasuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS). Kedelapan Fungsi Keluarga dimaksud adalah fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi dan Pembinaan Lingkungan.

Sejalan dengan kebutuhan pembangunan keluarga, Percepatan Penurunan Stunting menjadi program yang mengemuka di BKKBN sejak Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting diterbitkan. Presiden mengamanatkan Kepala BKKBN sebagai Ketua Pelaksana PPS, di bawah supervisi atau arahan Wakil Presiden Maruf Amin sebagai Ketua Pengarah PPS.

Hasil capaiannya memang masih berproses dalam penghitungan lebih lanjut. Yang pasti, tren penurunan stunting terus bergulir di sejumlah daerah. Bahkan secara nasional, lompatan penurunannya cukup menarik. Setidaknya dalam periode 2021 2023. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dirilis Kementerian Kesehatan, tercatat prevalensi stunting di Indonesia telah turun sebesar 2,9 persen, dari 24,4 persen di 2021 menjadi 21,5 persen di 2023. (Survei Kesehatan Indonesia-SKI).

Data SKI ini seolah menggambarkan potret yang dinilai belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Alhasil capaian itu justru memacu elemen bangsa untuk bergegas kembali mengatasi persoalan pendataan stunting. Sebuah upaya tengah dilakukan yaitu Pencatatan dan Pelaporan dari tingkat posyandu yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB/PKB) digeber.

Gerakan berbasis masyarakat ini menjadi harapan untuk memperjelas data dan kondisi real yang ada di lapangan. Laporan mereka akan diinput ke dalam ePPGBM (eleketronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). Bila SKI diibaratkan quick count, ePPGBM diartikan sebagai data real count. Hasil ePPGBM akan diketahui awal Juli ini, untuk kemudian di sepadankan dengan hasil SKI.

Persoalan stunting memang krusial karena sangat mengganggu upaya peningkatan kualitas SDM Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Selain akan berdampak pada tumbuh kembang, kecerdasan dan kesehatan, orang dengan stunting di masa bayi berpotensi memiliki penghasilan 22 persen lebih rendah dari mereka yang tidak stunting. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan ekonomi di kehidupannya kelak.

Bukan sebatas itu saja. Stunting juga menjadi masalah bangsa Indonesia ke depan. Pada gilirannya dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan dan pendapatan per kapita daerah. Terutama dalam menghadapi bonus demografi yang sedang berlangsung di beberapa wilayah Indonesia saat ini. Kendati sesungguhnya, secara nasional, puncak bonus tersebut sudah terjadi pada 2020 lalu.

Pemerintah sangat peduli dengan persoalan itu telah mengingatkan, bahwa Stunting masih menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan di tanah air. Apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia. Bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak. (Rakernas Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting 2023, di kantor BKKBN, Jakarta; 25 Januari 2023)

Memang, kerja belum tuntas. Seluruh potensi anak bangsa harus terus berkolaborasi dan berkonvergensi membuat program terobosan pencegahan, penanganan dan penurunan stunting sesegera mungkin. Untuk itu, Wakil Presiden Maruf Amin telah memberikan arahan agar BKKBN bersama K/L terkait, termasuk jajaran TNI dan Kepolisian, pemerintah daerah serta mitra kerja dan warga masyarakat, segera menuntaskan persoalan stunting.

Lebih khusus lagi, kekinian, oleh Wakil Presiden, komponen-komponen tersebut diarahkan untuk bergerak di bawah payung besar gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting. Dalam gerakan yang digelar sepenuhnya di bulan Juni ini, penimbangan dan pengukuran tinggi bayi di seluruh posyandu yang tersebar di Indonesia, gegap gempita dilakukan. Hasilnya, diinput ke dalam ePPGBM.

Pesan Wakil Presiden, Semua pemangku kepentingan untuk lebih bersungguh-sungguh dan berinovasi, sekaligus meningkatkan kolaborasi dan koordinasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Dan harus fokus pada intervensi yang mempunyai daya ungkit besar bagi penurunan stunting. Demikian arahan Wakil Presiden di depan peserta Rapat Pembahasan Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting, di Istana Wakil Presiden, 19 Maret 2024 lalu.

Setidaknya ada tiga pendekatan utama dalam pencegahan stunting untuk menghindari lahirnya bayi-bayi stunting baru. Pertama, asupan gizi bagi calon pengantin, ibu hamil dan bayi. Kedua, pola asuh orangtua kepada bayi. Ketiga, sanitasi (air bersih dan jambanisasi khususnya). Ada juga beberapa pendekatan untuk mengenyahkan stunting dari bumi Nusantara menuju terwujudnya keluarga berkualitas di negeri tercinta ini. Di antaranya merencanakan usia pernikahan (21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki), merencanakan kelahiran, mengatur jarak kelahiran, merawat bayi dengan memberikan ASI eksklusif selama dua tahun.

Bila kita mengulik hingga pun membedah upaya pencegahan stunting sebagaimana pendekatan di atas, maka sesungguhnya keseluruhan dari upaya pencegahan itu termaktub di dalam program Bangga Kencana besutan BKKBN. Program ini termuat di dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Adalah benar apa yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, bahwa melalui kerja sama yang erat dan didukung partisipasi masyarakat, maka setiap keluarga Indonesia akan menyadari pentingnya menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Menajamkan Program Bangga Kencana
Meski menuai hasil cemerlang di periode lalu, progam Bangga Kencana kembali mendapatkan penajaman oleh pemerintah, dalam hal ini BKKBN, demi terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera dan memiliki ketahanan. Untuk itu, BKKBN diantaranya tetap membumikan atau menajamkan program pelayanan KB kepada masyarakat.

Menghidupkan kelompok-kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pun pula mendorong perkembangan usaha mikro keluarga melalui UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) hingga menginisiasi adanya Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga).

Tak ketinggalan program kependudukan ikut dikedepankan. Tentunya melalui berbagai program terobosan. Di antaranya ada Kampung KB, Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Lansia, Siperindu (Sistem Peringatan Dini Kependudukan) hingga pentingnya setiap daerah memiliki Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

Kesemua program itu telah menorehkan hasil baik. Ditandainya dengan diraihnya penghargaan bergengsi dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Berupa United Nation Population Award (UNPA) untuk kedua kalinya bagi Indonesia.

Data berikutnya menunjukkan hasil yang juga cukup baik. Tercatat, kekinian, Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia berada di level 1,3 persen. Total Fertility Rate di angka 2,1. Age Spesific Fertility Rate (ASFR) 15-19 tahun tercatat 26,64 per 1.000 Wanita Usia Subur (WUS).

Semua hasil yang dicapai oleh BKKBN tak lepas dari dukungan banyak pihak. Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, berharap kemitraan KemenPPPA dan BKKBN perlu diperkuat demi mendukung perkembangan optimal anak.

Hal senada dikemukakan juga oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton. Kanada bangga dapat bekerja sama dengan BKKBN. Hal yang juga dikemukakan Duta Besar Rumania Untuk Indonesia, Dan Adrian Balanescu. Indonesia-Rumania terbuka peluang kolaborasi di program pemberdayaan lansia.

Mengambil momentum peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini, sangat diharapkan akan semakin banyak keluarga Indonesia yang memahami peran penting keluarga sebagai pondasi bangsa. Sehingga fungsi keluarga dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan kualitas keluarga akan semakin meningkat. Keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia.

Selamat memperingati Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024. Sebuah hari di mana bangsa ini berkomitmen untuk mengubah Indonesia cemas menjadi Indonesia Emas di 2045, saat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 100 tahun. (dr. Hasto Wardoyo/Kepala BKKBN-RI)

Meimonews.com – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2024 menjadi momen membahagiakan bagi BKKBN Perwakilan Sulut dan mitra kerjanya terkait dengan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Berdasarkan hasil penilaian, Provinsi Sulut berhasil menyabet berbagai penghargaan dan prestasi pada lomba Bangga Kencana dan PPS di momen Harganas ke-31 yang diumumkan pada acara Harganas yang diselenggarakan BKKBN RI di Semarang (Jawa Tengah), Rabu (26/6/2024).

Penghargaan dan prestasi yang diperoleh provinsi Nyiur Melambai itu adalah pertama, Juara 1  Pelayanan KB Pasca Persalinan Tingkat Nasional Kategori Regional  Provinsi. Apresiasi Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor Tahun 2024 diterima oleh Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, yang diserahkan Deputi Bidang KB-KR BKKBN RI.

Kedua, Juara 1 Kampung KB  Terbaik Tingkat Nasional Tahun 2024  Kategori Regional 2 yang diraih Desa Munte Kabupaten Minahasa Selatan. Penghargaan diserahkan Deputi Dalduk BKKN RI kepada Hukum Tua Desa Munte.

Ketiga, Juara 2  Nasional  Kategori Provinsi Pelayanan KB MKJP. Keempat, Juara 3 Nasional Kategori  Kabupaten/Kota Pelayanan KB MKJP Tingkat Nasional  yang diraih Kabupaten Kepulauan Talaud. Penghargaan diserahkan Kepala BKKBN RI dan di terima oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut.

Kelima,  Juara 2  Nasional  Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor. Keenam, Juara 1 Apresiasi ASN BKKBN Keren dan Berakhlak Ratnenda Siwu. Ketujuh, Juara 3  Pemilihan Role Mode TPMB Tingkat Nasional Regional II Kategori Wilayah Non DTPK tahun 2024 diterima oleh Bidan Yully.

Kepala BKKBN Sulut berterima kasih kepada setiap pihak yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang baik di tahun ini.

“Semoga prestasi ini dapat dijadikan motivasi bagi semua pihak untuk terus berjuang menurunkan angka prevalensi stunting dan menyukseskan program Bangga Kencana di Bumi Nyiur Melambai,” ujar Tandaju. (FA)

Meimonews.com – Bank SulutGo pimpinan Revino M. Pepah (Direktur Utama) membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Layanan Kas di Kompleks Unsrat Manado, Kelurahan Bahu, Senin (24/6/2024).

Peresmian ditandai pengguntingan pita oleh Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, Asean IPU Eng di dampingi Direktur Operasional PT Bank SulutGo Louisa Parengkuan.

Hadir pula pada acara peresmian ini Wakil Rektor 2 Unsrat Manado Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH, Wakil Rektor 4 Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Sangkertadi,
DEA, IPU Asean Eng, Dekan FISIP Dr. Daud Markus ‘Ferry Liando, SIP, M.Si dan undangan lainnya.

Pembukaan KCP Layanan Kas Unsrat ini merupakan bagian dari komitmen Bank SulutGo untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi civitas akademika Unsrat.

Dengan adanya KCP ini, dosen, mahasiswa, dan karyawan Unsrat dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi perbankan, seperti setoran tunai, penarikan tunai, transfer uang, pembayaran tagihan, dan pembelian pulsa.

“Pembukaan KCP Unsrat ini merupakan wujud nyata komitmen Bank SulutGo untuk mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara. Kami berharap KCP ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi civitas akademika Unsrat dalam melakukan transaksi perbankan,” ujar Louisa ketika memberikan pada acara peresmian KCP Unsrat.

Rektor Unsrat menyambut baik pembukaan KCP Unsrat. “Kehadiran KCP Unsrat ini sangat bermanfaat bagi civitas akademika Unsrat. Dengan adanya KCP ini, dosen, mahasiswa, dan karyawan Unsrat tidak perlu lagi pergi ke bank yang jauh untuk melakukan transaksi perbankan,” ujar Prof. Berty.

KCP Unsrat buka setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WITA. KCP ini dilengkapi dengan mesin ATM yang dapat digunakan oleh nasabah Bank SulutGo untuk melakukan transaksi secara mandiri.

Bank SulutGo terus berkomitmen untuk memperluas jaringan layanannya ke seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Dengan pembukaan KCP Unsrat ini, Bank SulutGo saat ini memiliki total jaringan kantor sebanyak 116 yang tersebar di Sulawesi Utara, Gorontalo, Jakarta, Surabaya dan Malang (KP 1, Kanwil 1, Cabang 26, CP 25, KCP-LK 63) dengan didukung oleh 288 ATM, 3 CDM serta Layanan Digital Banking seperti BSGtouch, BSGdirect, BSGqris dll.

Hal ini menunjukkan komitmen Bank SulutGo untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi para nasabahnya. (FA)

Meimonews.com – Plh. Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ignasius P. Worung, SE, M.Si dan tim menghadiri kegiatan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Launching Aplikasi Mapalus di Kantor Lurah Kelurahan Kakaskasen Dua, Kota Tomohon, Rabu (20/6/2024).

Walikota Tomohon Carol JA Senduk, SH di dampingi Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc F. Senduk – Karundeng sekaligus Bunda Pendamping Keluarga dan Wakil Ketua TPPS Kota Tomohon membuka kegiatan sekaligus melaunching Aplikasi Mapalus Kota Tomohon.

Selesai Launching Aplikasi Mapalus, Walikota dan Wakil Ketua TPPS Kota Tomohon yg di dampingi  Ignasius Worung, SE, MSi selaku Plh. Kepala BKKBN Perwakilan Sulut dan stakeholder TPPS lainnya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pengukuran Balita.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian PMT berupa telur, beras dan susu kepada 20 orang Balita dari Dinas Sosial Kota Tomohon.

Walikota Tomohon dalam sambutannya mengatakan, dalam rangka pencegahan penanggulangan serta percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon, perlu dilakukan perencanaan berkualitas dan terintegrasi demi terlaksananya kegiatan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting oleh Pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan.

Menurut Walikota, data survei kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 pada tingkat nasional menunjukkan penurunan prevalensi balita stunting dari 21,6 persen tahun 2022 menjadi 21,5 persen dan peningkatan prevalensi balita wasting dari 7,7 persen menjadi 8,5 persen.

“Untuk Kota Tomohon terjadi tren penurunan positif prevalensi stunting dari 13,7 persen tahun 2022 menjadi 10,5 persen tahun 2023,” ujar Senduk seraya menambahkan, Pemkot Tomohon terus melaksanakan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting sehingga dapat menghasilkan anak-anak Kota Tomohon terbebas dari kondisi stunting. (FA)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Gebyar Mini Lokakarya di 8 Kecamatan di 2 Kabupaten, Kamis (20/6/2024).

Dua Kabupaten itu adalah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Untuk Bolsel dilaksanakan di Kecamatan Bolaang Uki, Kecamatan Pinolosian, Kecamatan Helumo dan Kecamatan Tomini. Untuk Boltim di Kecamatan Kotabunan, Kecamatan Tutuyan, Kecamatan Matongkad dan Kecamatan Nuangan.

Di setiap kecamatan, kegiatan ini dihadiri para Camat, Kepala Puskesmas, Tenaga Gizi,  Dokter Bidan dan Tim Penggerak PKK Kecamatan,.Penyuluh KB, PLKB, ASN dan non ASN.

Pelaksanaan kegiatan ini dipantau Direktorat Lini Lapangan BKKBN RI melalui daring.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya percepatan penurunan stunting berupa pertemuan di kecamatan yang diinisiasi dan dipimpin oleh camat dalam rangka mengawal dan mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga dan hasil pendampingan keluarga di tingkat kecamatan  agar terwujud tiga standar.

Ketiga standar tersebut adalah adanya TPK yang terlatih, tersedianya alat ukur/aplikasi pengukuran sasaran stunting, dan tersedia dan terlaksananya  prosedural  operasional Percepatan Penurunan Stunting dan terwujudnya empat PASTI.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg yang diwakili Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, Kemitraan dan BOKB Maurend J. Lesar, S.Sos berharap pelaksanaan Mini Lokakarya ini dapat menjadi forum strategis bagi setiap pemangku kepentingan di kecamatan untuk memastikan semua sasaran keluarga berisiko stunting (catin, bumil, pasca salin, baduta dan balita) terdata.

Selain itu, memastikan semua sasaran memperoleh pelayanan, memastikan semua sasaran memanfaatkan intervensi dari pelayanan serta memastikan semua pelaksanaan dan pendampingan tercatat dan terlaporkan baik di EPPGBM, Elsimil dan SIMKAH. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw melakukan kunjungan ke kompleks Malalayang Beach Walk (MBW) II Manado, Rabu (17/6/2024).

Di kompleks pariwisata ini, orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini memantau kondisi pantai dan penataan kompleks yang sedang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Republik Indonesia.

Walikota menyusuri lokasi sepanjang kurang lebih 800 meter untuk melihat proses pekerjaan yang sedang dilakukan dan turut menelusuri informasi terkait pekerjaan yang sedang dilakukan sekaligus mensinkronkan program yang ada, mengingat pengelolaan lokasi ini akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Manado.

Hadir dalam kunjungan ini Direktur Utara PD Pasar Manado Lucky Senduk, penanggungjawab pengelolaan MBW Stevanus Polii, pihak Kejaksaan Negeri Manado, serta pejabat teknis lainnya.(afer)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara mengadakan Bimbingan Teknik (Bimtek) bagi Masyarakat Rawan Narkoba di Aula Kelurahan Airmadidi Atas Kabupaten Minahasa Utara, Selasa-Kamis (11-13/6/2024).

Kegiatan yang dibuka Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi, SIK, MM ini menampilkan seorang narasumber yakni Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran serta dua pengajar yakni  Nehemia Alsyviah Rasuh dan Devis Kombaitan Rasuh.

Kalesaran menyampaikan materi Strategi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) sementara dua pengajar memberikan materi praktek tata rias.

Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Pitra A. Ratulangi,SIK, MM saat memberikan sambutan

Hadir pada acara pembukaan Kepala Kesbangpol Minut Sammy Rawis (mewakili Bupati Minahasa Utara Joune Ganda), Kapolres Minahasa AKBP Dandung Putut Wibowo, SIK, SH, MH, Camat Airmadidi, Lurah Airmadidi Atas dan undangan lainnya.

Di kegiatan yang diikuti puluhan pelaku usaha salon kecantikan dan perangkat kelurahan ini, BNN Sulut menyerahkan bantuan berupa alat-alat salon kepada pemilik usaha salon kecantikan.

Kaban Kesbangpol Minut Sammy Rawis saat membacakan sambutan Bupati Minut Joune Ganda

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Pitra mengurai bagaimana pentingnya sinergitas terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba termasuk di kawasan yang rawan narkoba seperti di Kecamatan Airmadidi ini.

Kapolres Minahasa AKBP Dandung Putut Wibowo, SIK, SH, MH saat menyerahkan paket bantuan BNN Sulut kepada salah satu peserta

Kegiatan yang dilaksanakan ini, sebutnya, merupakan kegiatan dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2024 dan kegiatan ini berkesinambungan dalam rangka menjadikan kawasan ini sebagai kelurahan Bersinar (bersih dari narkoba).

Menurut Brigjen Pol. Pitra, berdasarkan pemetaan BNN Pusat, kawasan ini resistensi karena potensi penyebaran narkoba cukup resistensi apalagi kawasan ini berkembang pesat dan potensi ekonominya semakin membaik sehingga menjadi sasaran dari bandar narkoba untuk pengedaran narkoba.

Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran saat membawakan materi

“Oleh karena itu, kita semua terpanggil untuk bagaimana mengatasi agar peredaran narkoba;” ujar mantan Wadir Reserse Narkoba Polda Sulut ini seraya berharap sinergitas aparat pemerintah, kepolisian dan masyarakat dalam hal P4GN.

Dengan adanya sinergitas itu maka jaringan-jaringan peredaran gelap diharapkan jadi tertutup.

Turut memberikan sambutan Bupati Minut Joune Ganda yang disampaikan Kaban Kesbangpol Minut Sammy Rawis.

Usai acara pembukaan, diadakan penyerahan secara simbolis seperangkat alat salon kepada beberapa peserta oleh Brigjen Pol. Pitra, Kaban Kesbangpol Minut, Kapolres Minut. Turut mendampingi Camat Airmadidi, Korbid P2M BNN Sulut Sam G. Repi dan Panitia Pelaksana Terry Tikoalu. (elka)