Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw berharap hasil Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Pemerintah Kota Manado dapat mendukung penerapan konsep manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

Harapan tersebut disampaikan Walikota pada acara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Pemerintah Kota Manado yang diadakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Manado bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulut ini dihadiri Kepala BPSDM Sulut Franky Tintingon, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala BKPSDM Kota Manado Otniel Tewal,

Turut hadir Camat se-Kota Manado, panitia pelaksana, widyaiswara, para mentor pelatihan, serta para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas.

“Peningkatan kapasitas dan pengembangan karier melalui penempatan pada jabatan tertentu harus diikuti dengan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar walikota.

Walikota juga berharap hasil dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Kota Manado, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan dampak positif bagi pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, tambah mantan Ketua DPRD Sulut ini, para peserta memiliki kemampuan untuk bekerja secara profesional, menjalankan tugas dengan baik, serta membangun kerja sama dalam tim.

Hal tersebut dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Manado.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Manado sangat berkepentingan terhadap tersedianya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur harus diwujudkan melalui kemampuan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam menghadapi berbagai persoalan konkret di tengah masyarakat

Di penghujung acara penutupan dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada 10 peserta terbaik serta pelepasan tanda peserta. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus memberi perhatian kepada warga yang.terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Setelah sejumlah warga di kepulauan Manado Tua diberi bantuan air bersih pada pekan lalu, Selasa (8/9/2026) warga di Pulau Bunaken didatangi dan diberi bantuan berupa air bersih.

Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan PDAM Manado dengan memggunakan kapal Pelni (KM Gandha Nusantara 18) membawa 4 tong berisi 16.000 liter air untuk diberikan kepada warga setempat.

“Air bersih diberikan kepada warga Kelurahan Bunaken yang tersebar di 6 lingkungan dengan jumlah 149 KK dan 370 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan, sebutnya, dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kelurahan Bunaken dan Pemerintahan Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Warga setempat berterima kasih dengan adanya perhatian ini karena mereka sedang dalam keterbatasan air bersih. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, peningkatan pendapatan daerah (Patda) tidak dapat hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado pada Rapat Koordinasi Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Manado sekaligus Launching Pelayanan Digital PBB di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (7/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sulut Ni Made Ayu Mulidyawati, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, Kepala Dinas Kominfo Kota Manado Noviyanti Mongkau, serta Camat, Lurah, dan Ketua Lingkungan se-Kota Manado.

Kegiatan diawali dengan penayangan video dan Launching Pelayanan Digital PBB. Digitalisasi pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado dalam menghadirkan layanan perpajakan yang lebih mudah dan efisien, sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

“Diperlukan sinergi seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat yang paling dekat dengan masyarakat,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan, penyelenggaraan pemerintahan merupakan rangkaian pembagian tugas dan kewenangan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan.

Dalam konteks peningkatan pendapatan daerah, Walikota turut mendorong intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak daerah memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekurangan air akibat kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan Pemprov Sulut melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih.

Salah satunya adalah penyaluran air bersih di Kelurahan Manado Tua II Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, pekan lalu.

Kegiatan penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi dengan BWS S1, PT Pelni, PDAM, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih karena terdampak kekeringan dan kekutangan air bersih diberikan bantuan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan personil yang terdiri dari BPBD 4 orang, BWS 10 orang, Kecamatan Bunaken Kepulauan 4 oang, (Camat dan staf), Kelurahan Manado Tua II 7 orang (Lurah, staf dan Ketua Lingkungan), Kru kapal (Maranathan01) 10 orang.

Bantuan yang dibawa air bersih sebanyak 72.000 liter. Penyaluran dibagikan ke masyarakat dengan jumlah KK dan jiwa sebagai berikut : Lingkungan 1 (80 KK dan 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK dan 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK dan 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK dan 196 jiwa).

“Total yang disalurkan di Kelurahan Manado Tua II berjumlah 345 KK dan 1019 jiwa. Waktu penyaluran mulai jam 09.30 wita dan berakhir jam 22.00 wita,” sebut Sambuaga. (elka)

Meimonews.com – Tanggal 7 September 1973 Starry Homenta Rampengan lahir di Manado. Berbagai jenjang karier telah dilaluinya dengan suka-duka. Berbagai gelar akademis telah diraihnya dengan jerih-payah disertai semangat pantang menyerah. Jenjang karier sebagai ASN (aparat sipil negara) hingga pelbagai jabatan telah dilalui dan dijalaninya apa adanya.

Dosen tetap Fakultas Kedokteran Unsrat sejak tahun 2000 dan telah menyandang gelar guru besar (profesor) ini senantiasa bersyukur atas berkat yang diterimanya termasuk jabatan Direktue Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou).

Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Starry mensyukurinya dengan memperingatinya dengan sederhana, tanpa bermegahria. Ia merayakannya dengan berbagi kasih kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan di Pusat Kanker Anak Estella RS Kandou, Senin (7/9/2026).

Wakil Ketua Komite Medik RSUP, Kandou 2019 serta Sekretaris Bagian/SMF Kardilogi dan Kedokteran Vascular Faked Unsrat 2015-2023 dan mantan Kepala Bagian/SMF Kareiolpgi dan Kedokteran Vascular ini memilih mengisinya dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang tengah berjuang menghadapi penyakit. Ia datang membawa bantuan berupa makanan dan kain handuk untuk diberikan kepada anak-anak di Pusat Kanker Anak Estella.

Suasana haru terasa ketika ia menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan anak-anak serta keluarga mereka. Senyum dan perhatian yang diberikan menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan.

Bagi pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini, bertambahnya usia tidak hanya menjadi alasan untuk bersyukur, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Di hari ulang tahun saya yang ke-53 ini, harapan saya sederhana. Kiranya semua pasien boleh memperoleh kesembuhan. Kiranya Tuhan memberikan mukjizat bagi mereka yang sedang berjuang dan menguatkan setiap keluarga pasien,” ujarnya.

Mantan peserta pelatihan seperti Khoo Teck Puat Hospital – Manjemen Rumah Sakit di Singapura 2010, Fellow of International College of Angiology di International College of Angiology 2011, Fellow of American College of Cardiology di American College of Cardiology 2012 ini berharap, anak-anak yang sedang menjalani pengobatan senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan dan masa depan yang baik.

Kehadirannya di tengah anak-anak tersebut bermakna pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tidak selalu harus diberikan dalam bentuk besar. Sebuah kunjungan, sapaan, uluran tangan dan doa dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang melewati masa-masa sulit.

Di usia yang ke-53, Starry, seperti dikutip Humas RSUP Kandou, memilih merayakan hari istimewanya dengan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Pusat Kanker Estella. Sebuah perayaan sederhana, namun meninggalkan pesan kemanusiaan yang mendalam: ketika seseorang mampu berbagi, kebahagiaan akan terasa lebih berarti. (Lexie)

Meimonews.com – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengadakan survei akreditasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), rumah sakit pendidikan Indonesia bagian Timur dan kebanggaan Sulut ini.

Survei akan berlangsung secara daring dan luring. Secara dari daring diadakan Senin (7/9/2026), sementara secara luring dijadualkan pada Rabu – Jumat (9-11/2026).

Dengan dimulainya survei akreditasi ini, seluruh unit pelayanan RSUP Kandou bersiap mengikuti rangkaian penilaian hingga tahap akhir.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki sistem pelayanan dan memastikan standar mutu serta keselamatan pasien diterapkan secara konsisten.

Pembukaan survei diadakan di Auditorium Lantai 2 Gedung Administrasi RSUP Kandou dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou Manado Yuli Astuti Saripawan bersama anggota Dewan Pengawas, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menyambut baik kedatangan tim surveior KARS sekaligus memberikan semangat kepada seluruh civitas hospitalia dalam proses akreditasi.

“Selamat datang dan selamat bertugas bagi tim surveior. Selamat berjuang buat Rumah Sakit Kandou menuju akreditasi,” ujar Dirut.

Dijelaskan, pelaksanaan akreditasi merupakan bagian dari upaya RSUP Kandou untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Seluruh jajaran rumah sakit diminta mengikuti proses survei dengan terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit.

Standar pelayanan yang diterapkan juga harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya saat menghadapi survei.

Survei akreditasi RSUP Kandou berpedoman pada Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI.

Penilaian mencakup berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit, termasuk mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, serta pelaksanaan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Dirut mengingatkan seluruh civitas hospitalia agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien selama proses survei berlangsung.

Pelaksanaan akreditasi tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kebutuhan pasien maupun kelancaran pelayanan rumah sakit. “Yang paling penting, pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik. Kita tunjukkan apa yang memang kita kerjakan sehari-hari sesuai standar,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mendorong seluruh pihak untuk mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Masyarakat yang bekerja perlu mendapatkan perlindungan sehingga dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman,” ujar Walikota pada acara Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (26/8/2027).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Juwenly Jona Librata Soselisa, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, para Camat dan Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, mantan Ketua DPRD Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Walikota menjelaskan pentingnya pelayanan ketenagakerjaan, termasuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan berbagai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.

Menurutnya, perlindungan tersebut memiliki kaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesejahteraan keluarga.

Kepada para Lurah, Walikota menekankan pentingnya validasi data kepesertaan, termasuk memastikan data warga yang telah meninggal dunia diperbarui. Validasi data yang akurat diperlukan agar hak dan manfaat jaminan sosial dapat diberikan kepada pihak yang berhak.

Walikota juga meminta agar proses pengunggahan dan validasi data dapat dilakukan secara efektif di tingkat kelurahan.

Selain persoalan jaminan sosial ketenagakerjaan, Walikota mengingatkan juga kepada para Lurah dan Ketua Lingkungan mengenai sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya data kemiskinan ekstrem, kamtibmas, khususnya kasus yang berkaitan dengan senjata tajam, kebersihan dan pengelolaan sampah, PJU, anak terlantar, ODGJ, serta pengukuran tanah yang menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ditegaskan, Ketua Lingkungan dan Lurah memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk melakukan pemutakhiran data serta menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Setelah membuka kegiatan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Perisai, yang ditandai penyerahan rompi dan kartu nama anggota Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) serta penyerahan santunan kematian kepada ahli waris. (elka)

Meimonews.com – Beberapa waktu terakhir ini, sejumlah tenaga outsourcing di RSUP Kandou Manado sering melayangkan protes akan kondisi mereka, terlebih terkait kesejahteraan, termasuk nasib untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Terkait persoalan itu, Manager Hukum dan Humas RSUP Kandou Erwin Kristanto dalam percakapsn dengan Meimonews.com via telefon, Kamis (27/8/2026).memberikan tanggapan dari managemen rumah sakit.

Dijelaskan, Komisi IV DPRD Sulut telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memfasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang melibatkan setidaknya belasan tenaga kerja outsourcing dalam jasa kebersihan RSUP Prof Kandou Manado pada 18 Mei 2026.

RDP yang dipimpin Louis Schraam di dampingi Cindy Wurangian, Paula Runtuwene, Vionita Kuerah dan Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter.tersebut menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, KSBSI, perwakilan tenaga kerja, manajemen PT HTR, PT Berkah Mitra Indah (BMI) serta pihak manajemen RSUP Kandou,

Ketua KSBSI Sulut Jack Andalangi menjelaskan permasalahan yang dialami oleh 15 orang mantan pekerja jasa kebersihan yang pengelolaannya diserahkan melalui sistem alih daya (outsourcing). Persoalan ini bermula saat mereka bekerja di bawah naungan PT HTR dan PT BMI dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2025.

Menurut Andalangi, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran hak normatif ketenagakerjaan. Diantaranya adalah pembayaran upah yang dinilai berada di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga menimbulkan selisih kekurangan upah yang harus dibayarkan.

Selain itu, terdapat dugaan pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja, namun dana tersebut tidak disetorkan ke pihak berwenang. Iuran BPJS pun disebutkan dibebankan sepenuhnya kepada pekerja, padahal sebagian merupakan kewajiban pengusaha. Masalah lain yang disorot adalah jam kerja lembur yang dilayani namun tidak dibayarkan sesuai ketentuan.

Sementara itu, pihak PT HTR membantah adanya unsur pemaksaan. Menurut mereka, sistem pemotongan dan aturan kerja yang diterapkan merupakan hasil kesepakatan bersama yang sudah dikonsultasikan dengan Disnakertrans, serta dilengkapi bukti persetujuan tertulis dari para pekerja.

Terkait uang lembur yang tidak dibayarkan tunai, perusahaan beralasan hal itu dikompensasi dengan penggantian hari libur atau waktu istirahat. Alasan tidak dilakukannya kenaikan upah adalah karena nilai kontrak kerja sama dengan pihak RSUP Kandou tidak memungkinkan adanya penyesuaian.

Disisi lain, Manajer PT BMI Rafika Hasan menjelaskan kondisi anggaran pada tahun 2025 saat kontrak berjalan. Saat itu, perusahaan dihadapkan pada dua pilihan yakni melanjutkan pekerjaan atau mengurangi jumlah tenaga kerja sebesar 20 persen. Dari total 140 orang personil, nilai anggaran yang ada sebenarnya hanya cukup untuk menggaji sekitar 120 orang sesuai standar.

Namun, perusahaan memutuskan tetap mempertahankan seluruh pekerja demi menjaga kualitas pelayanan, meski konsekuensinya harus melakukan penyesuaian yang tidak tertulis secara rinci dalam kontrak.

Hal lain mengenai nasib para outsourcing RSUP Kandou Manado itu adalah berharap untuk bisa diangkat menjadi CPNS Kemenkes RI. Namun manajemen menegaskan bahwa soal pengangkatan itu pihaknya tidak memiliki hak, karena semuanya diatur oleh pihak Kementerian.

“Memang mereka sebelumnya merupakan Honorer. Namun saat ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menghapus honorer, kemudian bisa diangkat menjadi CPNS tapi harus melalui mekanisme seleksi. Tetapi ada beberapa yang tidak lulus karena faktor nilai hasil tes tak sesuai standar,” ujar Erwin.

Sehingga, menurutnya, ketika itu pihak manajemen mengalihkan mereka untuk menjadi tenaga outsourcing sambil menunggu proses jika nantinya penerimaan CPNS di Kemenkes. Tujuan lain adalah agar mereka tetap memperoleh nafkah meski sudah bukan lagi status honorer melainkan outsourcing.

Erwin menjelaskan, Kemenkes RI telah menegaskan bahwa wewenang pengangkatan PNS berada di bawah kendali lembaga pemerintah non-kementerian yang berwenang, bukan dilakukan secara sepihak oleh Kemenkes.

Semua pengangkatan PNS harus mengikuti peraturan yang ada, dalam hal ini dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB,

Dirjen Kesehatan Lanjutan (Kesla) Kemenkes RI Azhar Jaya, sebut Erwin, telah membantah soal beredarnya surat di berbagai platform media sosial sejak awal April 2026 yang memuat rencana pengangkatan tenaga kesehatan (nakes) non-ASN menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara otomatis.

Di mana dalam surat bernomor KP.01.01/D.I/2611/2026 itu mencatut kop Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menyebutkan adanya pengalihan status bagi pegawai medis dan kesehatan Non-ASN yang telah bekerja minimal 6 bulan untuk langsung diusulkan menjadi CPNS.

Dirjen Kesla telah menegaskan, adanya kesalahpahaman dalam mengartikan isi surat tersebut. Karena dokumen itu hanyalah surat pemberitahuan untuk kebutuhan administratif internal, bukan instruksi pengangkatan langsung.

“Surat ini merupakan surat pemberitahuan dan bukan surat proses pengangkatan sebagai CPNS. Tujuannya adalah kami ingin mendata para tenaga kesehatan di RS Kemenkes yang belum menjadi CPNS. Jadi hanya berupa pendataan,” ujar Erwin mengutip Dirien Kesla. (*)

Meimonews.com – Guna mencegah bahaya kebakaran di musim kemarau panjang ini, Pemerintah Kota Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mengajak warga untuk melakukan 4 (empat) hal.

“Mengingat musim kemarau yang panjang ini. maka kami mengimbau untuk nenjaga lingkungan dari bahaya api. Kami mengimbau warga untuk melakukan 4 hal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (23/8/2026).

Pertama, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kedua, hindari membakar sampah di tempat terbuka. Ketiga, matikan api sisa perapian setelah digunakan. Keempat, periksa listrik dan matikan peralatan.

 

“Mat bersama cegah kebakaran dan jaga lingkungan kita. Cegah kebakaran selamatkan lingkungan,” ajak Sambuaga. (elka)