Program BKB Berhasil Bila Mendapat Dukungan dan Komitmen Pemangku Kepentingan dan Masyarakat

by -807 Views

Meimonews.com – Program Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai bagian dari program Bangga Kencana, mempunyai tujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran ibu serta anggota keluarga lain yang menjadi anggota   kelompok dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional, serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi antara ibu/anggota kelompok.

“Program BKB akan berjalan dengan baik jika mendapat dukungan dan komitmen dari pemangku kepentingan dan masyarakat akan pentingnya penyiapan kualitas SDM sejak usia dini termasuk melalui sosialisasi dan penyuluhan Kader BKB di kelompok BKB terkait 1000 HPK ini,” ujar Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat membuka Kelas Pengasuhan Kelompok BLN di Tingkat di Desa Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (5-6/6/2024) di Hotel Whiz Manado ini dibuka pelaksanaannya oleh Tandaju. Mendampingi Tandaju, Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Sulut Bionda Wowiling, S.Sos M.Si.

Baca juga  Cari Solusi Penanganan Warga Asing tanpa Dokumen, Pemangku Kepentingan Perlu Diperkuat

Dikemukakan, pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dilaksanakan dengan pendekatan siklus kehidupan manusia melalui upaya peningkatan kualitas anak, kualitas remaja, kualitas lansia dan rentan, serta pemberdayaan ekonomi keluarganya.

“Dari seluruh siklus kehidupan, tahap yang sangat penting adalah 1000 hari pertama kehidupan yang akan menentukan kualitas SDM untuk kedepannya,” ujarnya.

Diungkapkan, sekaitan dengan 1000 HPK dimana saat ini sedang digencarkan percepatan penurunan stunting melalui  intervensi serentak dimana 10 langkah yang harus segera ditindaklanjuti salah satunya yaitu dengan meningkatkan peran serta masyarakat (keluarga baduta, balita, ibu hamil, pasca salin, catin) datang dalam pertemuan posyandu.

Kelompok kegiatan BKB yang berintegrasi dengan Posyandu (BKB-HI) dengan cara promosi, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) mengenai pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (sejak saat kehamilan hingga anak berusia dua tahun), wajib dimaksimalkan sehingga optimalisasi pengasuhan kelompok BKB di desa/kelurahan melalui gerakan Ayo ke BKB – Posyandu selaras dengan program percepatan penurunan stunting.

Baca juga  Kebijakan dan Strategi BKKBN Sulut Fokus pada Akses dan Kualitas Penyelenggaraan KB dan Kespro di Wilayah Khusus

Dalam pertemuan ini, menurut Tandaju, penyuluh KB ditetapkan sebagai PIC (person in charge) dalam kegiatan BKB-Posyandu yang dilaksanakan setiap bulan di masing – masing wilayah,  di mana target 1 desa 1 BKB dan 102.000 keluarga anggota yang wajib hadir dalam pertemuan dan dipantau tumbuh kembang melalui KKA, ini akan dievaluasi setiap minggunya dan  bapak/ibu wajib untuk kerja cepat, tepat, cerdas dan kolaboratif.

“Kiranya pertemuan ini memberi dampak bagi pencapaian penurunan stunting di Sulawesi Utara melalui partisipasi keluarga – keluarga dalam pertemuan BKB – Posyandu, sehingga semakin banyak yang teredukasi tentang stunting,’ ujarnya. (FA)

About Author: Redaksi Meimo News

Gravatar Image
Meimonews.com Pengelola : PT Meimo Berjalan Bersama Badan Hukum : Keputusan Menkumham dan HAM RI No. : AHU-0057475-AH.01.01 Tahun 2022 Notaris : Budiharto Prawira, SH Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Lexie Kalesaran Alamat : Jl. Kampus Timur No. 84 Kleak Manado 95115 Telp. 082190565818 - WA 0895395534143

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *