Meimo News

Meimomes.com – Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menegaskan, penurunan sunting memerlukan strategi dan metode yang lebih kolaboratif dan berkesinambungan mulai dari hulu hingga hilir.

“Salah satu strategi yang diterapkan oleh Perwakilan BKKBN Sulut adalah dengan mengoptimalisasi peran dan fungsi Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujar Tandaju dalam sambutannya pada Workshop Tim Pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Minahasa Utara, Senin (16/10/2023).

Kaper BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberkan sambutan

Turut mendampingi Kaper pada kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Bupati Minut tersebut adalah Sekretaris Lady D. Ante, S.Pd, MAP, Ketua Pokja Adpin Rosilia Bionda Wowiling, S.Sos, M.Si dan Satgas PPS Provinsi Sulut.

Kegiatan ini dibuka Bupati Minahasa Utara Joune JE Ganda, SE, MAP, MM. M.Si dan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Minut / Bunda Pendamping Keluarga Rizya Ganda Davega serta dilanjutkan laporan kegiatan oleh Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Minahasa Utara dr. Jane Symons, M.Kes.

Untuk Percepatan Penurunan Stunting, sambung Tandaju, sasaran pendampingan yaitu keluarga beresiko stunting yakni CATIN, CAPUS, ibu hamil dan menyusui sampai dengan pasca salin dan anak 0-59 bulan.

Dikemukakan, dalam pelaksanaan pendampingan keluarga beresiko stunting perlu dilakukan kolaborasi di tingkat lapangan yang terdiri dari bidan, PKK serta kader Keluarga Berencana.

Menurutnya, untuk melaksanakan pendampingan keluarga ini akan berperan sebagai ujung tombak percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa Utara.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pertama BKB KIT pada kelompok BKB yang ada di 20 desa sebagai lokus tahun 2023 yang diserahkan Bupati Minahasa Utara di dampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Minut, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut, Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Minut dan jajaran.

Setelah itu, penyerahan bantuan kedua bantuan Kelompok BKL yang diserahkan langsung di Desa Kauditan I. (Fer)

Meimonews.com – Selang tahun 2020 hingga 2023 sebanyak 1.112  kendaraan bermotor (ranmor) milik perusahaan yang berdomisili di Kota Manado menunggak membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Berdasarkan data di Bapenda Sulut, rekapitulasi tunggakan dari tahun 2020 hingga 2023 berjalan ini ranmor milik perusahaan di Manado yang menunggak membayar PKB mencapai Rp 3,6 miliar,” ujar June E. Silangen kepada wartawan, Senin (16/10/2023).

Oleh karenanya, June mengimbau kepada seluruh perusahaan yang berdomisili di Kota Manado untuk taat dalam pembayaran PKB.

“Kami minta kerjasama kepada perusahaan yang sudah terdata agar segera melunasi tunggakan PKB yang ada di lingkungan masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Menurut undang-undang, sebutnya, perusahaan yang tidak membayar PKB dapat diberikan berupa sanksi pidana atau sanksi denda. “Sanksi kepada perusahaan yang tidak membayar PKB adalah denda maksimal 15 persen.

Untuk saat ini, sebutnya, baru sampai pada pemberian sanksi berupa denda berupa penambahan beban pajak yang harus dibayar. Ke depan akan dapat mengenakan sanksi pidana terhadap wajib pajak yang menunggak.

Menyinggung ranmor dengan nomor polisi luar, mantan Sekretaris Bapenda Sulut ini mengimbau agar pemiliknya segera memutasikan ranmornya ke daerah setempat.

“Kami mengimbau kepada pengguna kendaraan bermotor dengan plat nomor dari luar daerah untuk mutasi ke daerah Sulut, dengan tujuan untuk meningkatan pendapatan pajak daerah dari sektor kendaraan bermotor,” ujarnya.

Diungkapkan, ranmor berplat nopol luar memang banyak di Sulut, di mana berdasarkan Perda, 90 hari beroperasi di Sulut wajib melakukan mutasi, kecuali status kendaraan itu masih dalam keadaan lissing atau kredit di finance di daerah luar bukan di daerah Sulut.

Untuk tidak terkena sanksi, June mengajak pemilik ranmor plat nopol luar Sulut untuk segera dimutasikan.

“Kalau membayar pajak di Sulut, tentu akan membantu jumlah pendapatan pajak daerah di daerah ini,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Gizi dan Diatetika Poltekes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gorontalo mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di RSUP Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) Manado, yang diadakan di aula rumah sakit,  Senin (16/10/2023).

Sebanyak 30 mahasiswa tersebut mengikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS) dan Covid-19, dalam rangka mengikuti Praktek Kerja Lapangan di RSUP Kandou.

Di awal sambutannya, Plt. Dirut RSUP Kandou Manado Dr. dr Ivonne E. Rotty, M.Kes menyampaikan selamat datang kepada direktur dan jajaran serta mahasiswa dari Poltekkes Gorontalo yang akan mengikuti Diklat di RSUP Kandou.

Sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kesehatan, sebut dokter Ivonne, setiap peserta didik yang akan melakukan praktek kerja lapangan harus mengikuti orientasi.

“Pelayanan kami di RSUP Kandou sudah benar-benar sesuai standar, baik proses penyelenggara Diklat yang sudah terakreditasi maupun pelayanan kesehatan terhadap pasien,” ujarnya.
saat membuka kegiatan.

Dokter Ivonne mengingatkan instruksi dari Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/1512/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Perundungan terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan

“Setiap peserta didik atau magang di RSUP Kandou, kami wajib untuk sosialisasikan instruksi dari Menteri Kesehatan RI terkait dengan regulasi Perundungan,” tandas di dampingi Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou, dr. Wega Sukanto, Sp.B.T.KV (K) dan Manager Diklat RSUP Kandou Ns, Suwandi Luneto, S.Kep, M.Kes.

Kegiatan Diklat ini juga sekaligus dengan penandatanganan MoU Dirut RSUP Kandou dengan Direktur Poltekes Kemenkes Gorontalo.

“Semua Poltekkes harus kerjasama MoU dengan RSUP dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk bisa magang di Rumah Sakit,” jelas dokter Ivonne.

Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo M. Anas Anasiru, SKM, M.Kes, menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran RSUP Kandou atas kerjasama yang selama ini selalu terjalin dengan baik.

Kepada peserta didik, diminta Anas, agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik, karena kegiatan ini akan melengkapi proses kalian untuk meraih kompetensi. (Fer)

Meimonews.com – Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2023 Keuskupan Manado digelar di Paroki Stella Maris Bitung, Sabtu – Minggu (14-15/10/2023).

Sejumlah kegiatan termasuk lomba dilaksanakan pada peringatan yang mengusung tema Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua.

Kegiatan dan lomba tersebut adalah pameran, stand education eco enzym, lomba cipta menu, talkshow/podcast agriculture sustainability, konser agriculture sustainability  short video competition, dan misa puncak HPS 2023.

Ketua Panitia Pelaksana HPS 2023 Keuskupan Manado Wandi Wewengkang

Khusus kegiatan yang dilaksanakan Paroki Stella Maris Bitung adalah Lomba Defile yang diikuti wilayah-wilayah rohani yang ada di paroki ini.

Puncak peringatan berupa misa yang dilaksanakan di gereja paroki, dipersembahkan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, di dampingi Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado Pastor I Wayan Putra Yasa Pr dan Pastor Paroki Fidelis Donald Liuw Pr.

Turut hadir, Ketua animator Laudato Si Keuskupan Manado Fongky Ponomban, Pengurus Eco Enzym Keuskupan Manado dan sejumlah suster dari beberapa Tarekat.

Acara penutupan yang diadakan di Kompleks Persekolahan Paroki, belakang gereja, usai misa dilakukan Pastor John di dampingi Pastor Wayan dan Pastor Liuw.

Pada acara penutupan yang diwarnai penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, Ketua Panitia Pelaksana HPS 2023 Keuskupan Manado Wandi Wewengkang menjelaskan mengapa sampai panitia mengadakan beberapa lomba  di samping kegiatan-kegiatan lain termasuk misa sebagai puncak peringatan kali ini.

Diadakannya lomba stand pameran, sebut Wandi, agar pengunjung, orang dan umat  yang datang ke lokasi ini bahwa paroki-paroki yang ada di Kevikepan Tonsea (Paroki Stella Maris masuk Kevikepan Tonsea – red) memiliki potensi-potensi pertanian yang tidak takut lapar, hasil pertanian masih ada yang ditampilkan di pameran. “Ini pesan pertama yang ingin disampaikan lewat lomba stand pameran,” ujarnya.

Pastor Paroki Stella Maris Bitung Pastor Fidelis Donald Liuw Pr saat menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba defile

Lomba cipta menu, ungkapnya, dimaksudkan untuk menyampaikan kepada umat, pengunjung dan kepada siapa saja yang tahu ada lomba cipta menu.

Lomba cipta menu dimaksudkan agar bila ada hasil pertanian maka olahlah hasil pertanian yang ada di lahan kita masing-masing menjadi makanan yang sehat. “Maka, syarat mengikuti lomba cipta menu tanpa 5 P yakni pengawet, pengenyal, perasa, pemanis dan plastik. Makanan tanpa 5 P,” tandasnya tentang pesan yang ingin disampaikan lewat lomba cipta menu.

Dikemukakan, bahan sudah ada maka jangan pakai perasa. Pakai bumbu, gunakan bumbu yang banyak supaya makanan jadi sehat dan sadap.

Terkait dengan konser, dijelaskan, kenapa ada hubungan konser, video pendek dan kegiatan hari pangan ? Itu berkaitan dengan adanya anak-anak muda sudah tidak mau ke kebun. Sudah sangat sedikit orang-orang muda mau jadi sarjana pertanian.

Foto bersama peserta pameran bersama sejumlah pastor dan panitia HPS 2023 Keuskupan Manado di acara penutupan yang dilakukan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr

“Ini sudah terlihat ketika ada lomba ini terlihat ada banyak anak-anak muda di kebun. Tapi setidaknya mereka datang di ladang pertanian, mereka bertemu dengan petani, berdiskusi dengan petani, yang terlihat dalam video, maka mereka semakin dekat dengan pertanian. Mereka semakin tahu bahwa pertanian itu merupakan hal penting dalam kehidupan,” ujarnya.

Ditegaskan, konser ini memang diadakan khusus untuk anak muda. Kalau tidak ada konser, mereka tidak akan datang di lokasi ini. Mereka tidak akan datang melihat orang-orang tua so siapkan di lokasi pameran.

Dengan adanya lomba konser, dan orang-orang muda datang ke lokasi kegiatan/pameran mereka semakin dekat dengan pertanian. Dan, ini memang terlihat saat pameran di hari Sabtu (14/10/2023).

Saat menutup kegiatan, Pastor John mengingatkan untuk mencintai dan menjaga alam ciptaan Tuhan

Ada cara untuk hal tersebut yakni dengan menaklukkan bumi tapi dengan cara yang mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan keuntungan untuk semua.

Sebelum seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka HPS 2023 Keuskupan Manado ditutup, diumumkan nama-nama pemenang lomba dan penyerahan hadiah.

Untuk lomba stan pameran pemenangnya (1 – 3)  adalah Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, Paroki St. Paulus Lembean dan Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh.

Lomba cipta menu pemenangnya adalah Paroki Stella Maris Bitung, Paroki St. Antonius de Padua Airmadidi, Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema.

Lomba video pemenangnya adalah Paroki GPI, Creative Corner, Paroki St. Yohanes Penginjil Laikit, STP A dan Paroki Stella Maris Bitung.

Untuk lomba defile, pemenangnya adalah WR Sta. Ursula, St. Stefanus, Sta. Monica dan St. Bernadus. (lk)

Meimonews.com – Misa syukur mewarnai puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Keuskupan Manado yang dipusatkan di Paroki Stella Maris Bitung.

Misa syukur yang dipersembahkan Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr, Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado Pastor I Wayan Putra Yasa Pr dan Pastor Paroki Stella Maris Bitung Pastor Fidelis Donald Liuw Pr dilaksanakan di gereja paroki, Minggu (15/10/2023).

Turut hadir Ketua Animator Laudato Si Keuskupan Manado Fongky Ponomban, Pengurus Eco Enzym Keuskupan Manado dan sejunlah suster dari beberapa Tarekat.

Sebelum berkat perutusan, ada pesan penting disampaikan Pastor John kepada ratusan umat yang mengikuti misa HPS ini.

Melaksanakan tugas pokok sebagai ciptaan Allah yakni menaklukan bumi tapi menaklukkan bumi

Tapi nenakluklan bumi dengan cara-cara yang mendatangkan kebaikan, kesejahteraan dan keuntungan untuk semua.  ” Dan kalau semua sudah berjalan dengan baik, percayalah suatu waktu akan mengadakan perjamuan,” ujarnya.

Tapi, sambungannya, perjamuan dengan menu terbaik sehingga perjamuan itu menghasilkan berkat dan sukacita bagi semua.

HPS Keuskupan Manado tahun 2023 yang diketuai Wandi Mewengkang ini diselenggarakan Sabtu – Minggu (14-15/10/2023). Ada sejumlah kegiatan yang diadakan.

Kegiatan-kegiatan dengan tema Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua tersebut adalah pameran, stand education eco enzym, lomba cipta menu, talkshow/pofcast agricukture sustainability, konser agriculture sustainablity  short video competition, dan misa puncak HPS 2023.

Wandi Wewengkang menjelaskan HPS tahun ini bertujuan pertama, membangun kesadaran menghargai sumber makanan kita manusia; kedua, apresiasi kepada petani, peternak, nelayan dan buruh tani; ketiga, edukasi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Keempat, gerakan melindungi, merawat tanah, air, udara agar dimanfaatkan dengan baik dan benar untuk kesejahteraan bersama; kelima, membangun kesadaran bersama bahwa alam ciptaan adalah saudara kita yang sangat berharga; keenam, adanya Gerakan Bersama “Pertanian, Penyedia Pangan Bagi Semua” Gereja Katolik Keuskupan Manado. (lk)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU Asean Eng melantik pimpinan Fakultas Kedokteran, Bagian, Prodi, Laboratorium dan Senat beberapa fakultas di lingkungan Unsrat, Jumat (14/10/2023).

Mendampingi Rektor pada acara pelantikan ini, Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc dan Wakil Rektor 2 Prof. Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH.

Mereka yang dilantik di lantai 4 Kantor Pusat Unsrat itu adalah Pimpinan Fakultas Kedokteran periode tahun 2023-2027, Ketua dan Sekretaris Bagian, Koordinator Program Studi dan Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Unsrat.

Selain itu, Anggota Senat Fakultas Teknik Unsrat  periode tahun 2022-2026, Ketua dan Sekretaris Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Periode Tahun 2023-2027 dan Koordinator Program Studi pada FKM Unsrat.

Dalam sambutannya, Rektor berharap mereka yang dilantik menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan untuk kemajuan fakultas pada khususnya dan Unsrat paa umumnya. (FA)

Meimonews.com – Tiga anak stunting di Desa Warembungan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa mendapat bantuan dari Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) BKKBN Perwakilan Sulut.

Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg bersama jajaran di rumah anak-anak tersebut, Jumat (13/10/2023).

Tiga anak stunting tersebut, dua di antaranya merupakan anak kembar berumur 1 tahun 3 bulan yaitu Galinea Matheos dan Galienka Matheos. Mereka mendapat kunjungan pertama.

Pemberian bantuan BAAS kedua diberikan kepada Kinanti Sarendeng balita berumur 11 bulan. Pada saat dikunjungi, Kinanti yang merupakan anak ke-5 ini terlihat memiliki penyakit lain yang harus segera ditangani, hanya saja keluarga belum mempunyai dokumen seperti Kartu Keluarga, KTP dan BPJS yang akan mempermudah pengurusan pengobatannya.

Kaper Sulut turut menyarankan kepada kader, kepala lingkungan untuk dapat membantu kepengurusan berkas yang dibutuhkan oleh keluarga.

Pemberian bantuan BAAS ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk mengeliminasi permasalahan stunting di Indonesia yang tertuang dalam Perpres nomor 72 tahun 2021 dan di tindaklanjuti oleh BKKBN lewat Perka BKKBN nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI).

Perwakilan BKKBN Sulut melaksanakan berbagai kegiatan sebagai upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS) khususnya di Provinsi Sulawesi Utara.

Salah satu kegiatan intervensi yang dilakukan adalah melalui program BAAS (Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting). Program yang digagas dan diluncurkan oleh BKKBN ini sebagai gerakan gotong-royong oleh seluruh elemen bangsa dalam percepatan penurunan stunting dengan menyasar langsung kepada keluarga yang beresiko stunting.

Selain mengajak Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat untuk ikut membantu pada program ini, Perwakilan BKKBN Sulut di bawah kepemimpinan Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg sejak awal tahun 2023 juga turut terlibat langsung dengan menyisihkan gaji melalui kesepakatan bersama seluruh pegawai untuk disumbangkan kepada keluarga yang beresiko stunting dan anak anak stunting di Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Memperingati Dies Natalis ke-63,  Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat menggelar seminar internasional perkelapaan yakni  Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future (Memanfaatkan potensi kelapa untuk mengganti emisi karbon : integrasi ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan)

Seminar tiga hari (12-14 Oktober 2023) ini, jelas Ketua Panitia Seminar John Tasirin di dampingi Dr. Ir. Reiny A. Tumbol, M.APP.SC (Director Office of International Affairs Sam Ratulangi University, Indonesia) kepada Meimonews.com di sela kegiatan, menghadirkan pakar dan dosen dari lima negara (USA, India, Prancis, Filipina dan Indonesia sebagai pembicara.

Peserta yang hadir secara langsung berasal dari USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia dari beberapa daerah yakni  Jawa,  Goronralo, Samarinda dan Sulut. Sementara yang mengikuti secara tidak langsung (virtual) berasal dari 23 negara. Junlah total 125 orang.

Jumlah peserta dan pembicara kegiatan yang dilaksanakan di Arya Duta Hotel Manado ini merupakan upaya kolaboratif antara ICC (Internasional Coconut Community) dan Fakultas Pertanian Unsrat sebagai berupaya untuk menggarisbawahi peran sentral industri kelapa dalam mitigasi perubahan iklim.

Dengan menggabungkan penelitian ilmiah dan strategi ekonomi, seminar ini bertujuan untuk menyelidiki kapasitas budidaya kelapa dalam menangkap (menyerap) karbon, yang tidak hanya menargetkan masa depan yang berkelanjutan bagi planet ini tetapi juga memperkuat langkah-langkah keberlanjutan global.

Upaya-upaya tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keuntungan ekonomi negara-negara penghasil kelapa. “Sebagai bentuk apresiasi tambahan, acara ini juga akan menandai Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian Unsrat,” ujarnya.

Ditambahkan, tujuan dilaksanakan seminar ini adalah menyoroti potensi tanaman kelapa sebagai sumber daya berharga untuk penyerapan karbon dan kaitannya dengan perubahan iklim, mempromosikan dan mendorong penelitian ilmiah lebih lanjut dan inisiatif praktis yang berfokus pada penggunaan tanaman kelapa sebagai alternatif efektif untuk penyerapan karbon.

Selain itu, mengeksplorasi mekanisme kredit karbon, termasuk potensi manfaatnya bagi negara anggota, dan membangun jaringan dan kolaborasi organisasi, universitas, pembuat kebijakan, dan pakar yang bertujuan untuk mempromosikan penggunaan tanaman kelapa untuk penyerapan karbon.

Tunbol menambahkan, tema seminar adalah Ilmu sekuestrasi ekosistem kelapa dan ketahanan iklim kebijakan dan insentif praktik berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat inovasi dan arah kredit karbon di masa depan.

Disebutkan, sebagai penyelenggara yang didirikan pada tahun 1969, ICC merupakan organisasi antar pemerintah independen yang beranggotakan 20 negara dan menyumbang 85-90 persen produksi kelapa dunia.

Negara-negara anggota ICC adalah negara Federasi Mikronesia, Fiji, Guyana, India, Kenya, Kiribati, Malaysia, Kepulauan Marshall, Papua Nugini, Filipina, Samoa, Kepulauan Salomon, Jamaika, Sri Lanka, Thailand, Tonga, Timor leste, vanuatu dan Vietnam.

Seminar dibagi beberapa sesi. Sesi pertama membahas Policy and regulation of energy transition and lathway to net zero dengan moderator Dr. Ir. Reiny A. Tumbol, M.APP.SC (Director Office of International
Affairs Sam Ratulangi University, Indonesia).

Pembicara sesi ini adalah Dr. Riza Suarga (Chairman, Indonesia Carbon Trade Association, Indonesia), Bernie F. Cruz (Administrator Philippine Coconut Authority/Pica Philippines), Deputy Director of Financial Derivatives and Carbon Exchange  Supervision, The
Financial Services Authority (OJK), Indonesia.

Indonesia’s Bioenergy Development Policy for Energy Transition
Ministry of Energy and Mineral Resources, Government of Indonesia
Directorate of Bioenergy – Directorate General of New, Renewable Energy, and Energy.

Open Ceremony and Networking Lunch
Speech Dekan Faperta Unsrat Ir.
Dedie Tooy, M.Si, Remarks Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU.

Sesi kedua membahas Carbon sequestration and varbon sink in agriculture including coconut and its implications net zero

Moderator sesi ini adalah Gregory Bardies (Executive Director Sustainable Coconut Partnership France) dengan pembicara Dr. Hebbar KB (Director Central Plantation Crops Research Institute/CPCRI India), Dr. Ganapathy Arumugam (Managing Director and GroupSciebce Director Enhanced Biogiels and Technologies India Private Limited and Compass Carbon LLC USA

Sesi ketiga membahas Empowering communites for climate action and sustaining high coconut productivity : The role of education and reseaech and development dengan moderator Ir. Martina Langi, M.Sc, PhD (Unsrat).

Pembicaranya Hengky Novarianto (Nasional Resesrch and Innovation Agency/BRIN Indonesia), Wildlife Conservation Society – Indonesia Program

Sesi keempat membahas Incentivizing carbon culture and making ans offsetting carbon credits : Economic instrumenys and implementation strategies dengan moderator Prof. Ir. Robert Molenaar, PH.d (Unsrat)

Pembicaranya Asep J. Mulyana (CEO PT TOM Cococha Indonesia tentang Great Hidden Potential of Carbon Trading on Coconut Charcoal Briquette Industry, Dessi Yuliana (Director CarbonX Indonesia), Saibal K. DE (Chief Executive Officer Deejay Coconut Farm Private Limited India)

Di penghujung acara, Wakil Dekan 1 Faperta Gene Kapantouw memberikan pernyataan, yang pada intinya berterima kasih atas kehadiran para pakar dan dosen yang telah ikut dalam kegiatan ini.

Acara seminar berakhir Jumat sore (dipercepat) tapi peserta dari luar akan berlanjut kegiatan pada Sabtu (14/10/2023) untuk wisata ke Pulau Bunaken. (FA)

Meimonews.com – Tiga harapan disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU ketika membuka seminar internasional perkelapaan yakni Harnessing Coconut Potential for Offsetting Carbon Emission : Integrating Science and Economy for a Sustainable Future (Memanfaatkan potensi kelapa untuk mengganti emisi karbon : integrasi ilmu pengetahuan dan ekonomi untuk masa depan yang berkelanjutan), Kamis (12/10/2023).

Seminar yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat dalam rangka Dies Natalis ke-63 fakultas yang diketuai John Tasirin ini diadakan di Arya Duta Hotel Manado hingga Sabtu (14/10/2023).

Seminar ini  dilaksanakan untuk menjawab tantangan perubahan iklim global dan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan.

Para ilmuwan berkumpul dalam seminar internasional ini  berfokus pada pemanfaatan potensi kelapa untuk mengurangi emisi karbon.

Para pakar mempresentasikan beragam penelitian terkini yang mengungkapkan potensi besar kelapa dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Selain menjadi salah satu sumber pangan utama di berbagai negara, kelapa juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang tak terhingga.

Seminar internasional ini memberikan landasan kuat bagi upaya bersama dalam memanfaatkan potensi kelapa untuk mengimbangi emisi karbon, menjalankan pembangunan berkelanjutan, dan menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tiga harapan Rektor itu adalah pertama, kolaborasi dalam bidang: penelitian, pengembangan industri kelapa di Sulawesi Utara sebagai daerah penghasil kelapa terbesar kedua di Indonesia.

Kedua, inovasi produk kelapa dan turunannya yang beradaptasi dengan pertumbuhan ekonomi lokal. Ketiga, mampu mengkuantifikasi sekuistrasi karbon dari perkebunan kelapa di daerah Sulut, yang pada akhirnya berkontribusi pada perjuangan bersama dunia melawan krisis akibat perubahan iklim.

Harapan tersebut terkait dengan kelapa adalah komoditas tanaman perkebunan terbesar di Sulut. “Jadi, sebagai komoditas unggul, saya berharap besar melalui seminar ini akan muncul terobosan baru untuk perkembangan komoditas ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di Sulut dan di Indonesia.

Diharapkan pula, seminar ini menjadi tempat berbagi dan bertukar pengetahuan dan bermanfaat, serta berharap yang tinggal di Sulut menyenangkan.

Seminar ini menghadirkan pakar dan dosen dari 5 negara sebagai pembicara yakni dari USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia sebagai pembicara.

Untuk peserta yang mengikuti langsung berasal dari lima negara yakni USA, Prancis, India, Filipina dan Indonesia (Jawa, Samarinda, Gorontalo dan Sulut) sementara yang mengikuti secara virtual berasal dari 23 negara. Total jumlah.peserta 125 orang.

Kata pengantar pembukaan kegiatan disampaikan Dekan Faperta Unsrat Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD.

Tooy berterima kasih dengan kehadiran para pakar dan dosen dari beberapa negara serta dari beberapa daerah di Indonesia pada kegiatan seminar ini. (FA)

(Oleh :  Dr. Paulus Januar)

Meimonews.com – Mata merupakan suatu indra terpenting dalam bekerja. Betapa tidak,  penelitian menunjukkan gangguan penglihatan yang paling ringan sekali pun dapat mengurangi akurasi kerja hingga 22 persen serta menurunkan produktivitas sekitar 10 persen.  Sebaliknya, penggunaan kacamata koreksi pada orang yang mengalami gangguan penglihatan kelainan refraksi ternyata dapat meningkatkan produktivitas sampai 22 persen.

Saat ini, di seluruh dunia terdapat sekitar 160,7 juta orang angkatan kerja yang menderita gangguan penglihatan taraf sedang hingga parah. Selanjutnya, gangguan penglihatan tersebut bila tidak diatasi dapat berisiko terjadinya kehilangan penglihatan.

Padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 90 persen kehilangan penglihatan sebenarnya dapat dicegah. Sebagian besar penyakit mata dapat disembuhkan, paling tidak perkembangannya dapat dihambat, terutama bila dilakukan deteksi dan penanganan sejak dini.

World Sight Day 2023
Mungkin tidak banyak yang mengetahui, Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) setiap tahun diperingati pada hari Kamis kedua bulan Oktober. Tahun ini berlangsung pada 12 Oktober 2023 dan tema yang ditetapkan adalah Love Your Eyes At Work (Sayangi mata anda di tempat kerja).

Tema tersebut ditetapkan badan internasional untuk pencegahan kebutaan IAPB (International Agency for the Prevention of Blindness) yang setiap tahunnya secara internasional mengkoordinasikan kegiatan World Sight Day. Berdasar tema tersebut diharapkan diberikannya prioritas yang memadai bagi kesehatan mata, serta tersedianya pelayanan kesehatan mata yang terjangkau bagi para pekerja.

Diharapkan kondisi kerja yang kondusif bagi kesehatan mata seperti penerangan yang cukup, kesempatan istirahat untuk menghindari ketegangan mata (eye strain), dan juga fasilitas peralatan proteksi terhadap gangguan penglihatan. Serta pula dilaksanakannya protokol gawat darurat bila terjadi kecelakaan kerja yang mengenai organ penglihatan pekerja.

Patut disadari, gangguan penglihatan tidak saja menurunkan produktivitas, namun juga berpengaruh terhadap kualitas hidup dan motivasi kerja. Selain itu gangguan penglihatan dapat pula menimbulkan depresi serta menghambat relasi sosial pekerja.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan pada arahan dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2023 mengharapkan agar dunia usaha memperhatikan kesehatan mata para pekerjanya.

Pada pernyataan yang disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Eva Susanti, dikemukakan bahwa edukasi dan informasi untuk menjaga kesehatan penglihatan di tempat kerja perlu dilakukan secara masif agar masyarakat dapat terhindar dari gangguan penglihatan.

Kementerian Kesehatan dalam memperingati Hari Penglihatan Sedunia mengupayakan peningkatan kepedulian dalam memberikan penyuluhan, kampanye dan sosialisasi melalui media sosial, serta mengadakan seminar dan bakti sosial. Termasuk mengajak para pekerja melakukan deteksi dini dengan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, terutama ketika merasakan gejala gangguan penglihatan.

Gangguan Kesehatan Mata di Tempat Kerja
Selama ini kesehatan mata di tempat kerja kerap diabaikan. Kenyataan menunjukkan, gangguan kesehatan mata di tempat kerja dapat berakibat hingga hilangnya penglihatan.

Menurut laporan Organisasi Pekerja Internasional (ILO), pada 2021 di seluruh dunia terdapat sekitar 13 juta orang yang mengalami gangguan penglihatan akibat kerja. Sebanyak 3,5 juta orang per tahun mengalami cedera dan kecelakaan kerja pada organ penglihatannya.

Dengan demikian penting untuk melakukan pencegahan gangguan kesehatan mata di tempat kerja. Sebenarnya sekitar 9 dari 10 gangguan kesehatan mata di tempat kerja dapat dicegah.

Terdapat berbagai faktor risiko yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata di tempat kerja. Faktor risiko tersebut seperti pekerjaaan yang memerlukan intensitas penglihatan, bekerja menangani obyek pekerjaan dalam jarak dekat yakni kurang dari 50 cm (near work), ataupun membaca teks yang ukurannya kecil, apalagi saat ini semakin berkembang penggunaan layar digital dalam bekerja dengan menggunakan komputer, laptop, maupun hand-phone.  Belum lagi ruang kerja dengan penerangan yang kurang, maupun posisi kerja yang tidak sesuai dengan ergonomi penglihatan.

Terdapat pula pekerjaan yang berisiko mengiritasi terhadap organ penglihatan seperti pada pekerjaan proses industri, serta penggunaan laser, radiasi, dan bahan kimia yang berbahaya. Termasuk pula risiko paparan yang dapat menimbulkan gangguan penglihatan seperti kondisi kerja yang berdebu, serta terpapar bahan yang infeksius.

Faktor risiko tersebut dapat menimbulkan penyakit mata akibat kerja. Berbagai penyakit mata akibat kerja yang berpotensi terjadi ataupun meningkat intensitasnya antara lain: kelainan refraksi, katarak, age related macular degeneration (ARMD), konjungtivitis, keratitis, dry eye syndrome, infeksi mata, dan trauma mata.

Kelainan refraksi banyak terjadi pada pekerja yang banyak melakukan aktivitas bekerja jarak dekat, dan pada penggunaan layar digital dengan durasi tinggi.  Risiko katarak akan meningkat bila mata terpapar radiasi atau kalau mengalami trauma.

Age Related Macular Degeneration (ARMD) merupakan degenerasi makula karena penuaan namun akan meningkat risikonya bila terkena paparan sinar dari komputer atau hand-phone.

Konjungtivitis yang merupakan radang pada konjungtiva dapat terjadi karena paparan bahan kimia seperti zat alkali, bahan pewarna, klorin, dan bahan kosmetik.

Keratitis yaitu radang pada kornea mata dapat terjadi pada orang yang dalam bekerja banyak terpapar sinar ultra violet seperti pada pekerja las dan petugas laboratorium.

Dry eye syndrome atau mata kering banyak terjadi pada mereka yang banyak bekerja menggunakan layar digital serta pada orang yang bekerja di ruang AC dengan intensitas tinggi.

Infeksi organ mata akan terjadi bila terpapar bahan yang infektius di tempat kerja. Trauma mata dapat terjadi karena masuknya benda asing, atau pun terkena bahan kimia, dan radiasi.

Berdasarkan kenyataan terdapatnya gangguan penglihatan akibat kerja, maka dalam rangka pencegahan dan perlindungan kesehatan mata pekerja, perlu dilakukan upaya yakni pertama, mengidentifikasi dan menghindari faktor risiko yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan mata pekerja.

Kedua, penatalaksanaan prosedur serta penggunaan peralatan perlindungan terhadap faktor risiko yang dapat membahayakan kesehatan mata pekerja. Ketiga, edukasi dan pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja yang berkaitan dengan kesehatan mata pekerja. Keempat, pelayanan kesehatan mata bagi pekerja, termasuk penyediaan kacamata koreksi bagi pekerja yang mengalami kelainan refraksi.

Perkembangan mutahir dalam kesehatan mata di tempat kerja adalah dampak perubahan pola kerja akibat pandemi Covid-19. Dalam hal ini Covid-19 telah menimbulkan perubahan drastis dalam kehidupan masyarakat.

Perubahan yang signifikan adalah peningkatan intensitas penggunaan layar digital dalam bekerja dengan menggunakan komputer, laptop, maupun handphone.

Penggunaan layar digital yang berkepanjangan bila tidak dilakukan secara seksama dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mata. Dampak negatif penggunaan layar digital yang tidak terkendali selain dapat berakibat meningkatnya kelainan refraksi juga terutama menimbulkan CVS (Computer Vision Syndrome) atau disebut juga Digital Eye Strain.

CVS adalah memburuknya kondisi kesehatan mata akibat tingginya intensitas penggunaan layar digital. CVS ditandai dengan sekumpulan gejala berupa mata menjadi lelah, nyeri, kering, tegang, serta penglihatan kabur dan sulit fokus.

Mencegah CVS dilakukan dengan cara menggunakan layar digital dengan penerangan yang cukup, pada jarak yang ideal yaitu sekitar 50-60 cm dari layar, serta posisi kerja yang ergonomis. Sebaiknya juga dibatasi waktu penggunaan layar digital (screen time) sesuai dengan anjuran maksimal 6-8 jam sehari bagi orang dewasa.

Dalam mengendalikan dampak buruk penggunaan layar digital terdapat pula anjuran 20 – 20 – 20. Setiap kali menggunakan layar digital selama 20 menit, usahakan beristirahat selama 20 detik, dengan memandang obyek yang berjarak minimal 20 feet atau sekitar 6 meter.  (Penulis adalah dosen ARO KIP Akademi Refraksi Optisi Kartika Indra Persada Jakarta)