Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan rapat terbuka senat dalam rangka wisuda periode IV tahun akademik 2023/2024, Kamis (13/6/2024).
Sidanh senat yang dilaksanakan di Auditorium Unsrat Manado ini dipimpin Ketua Senat Prof. Dr. dr. BH Ralf Kairupan, M.Sc, SpKJ (K) dan dihadiri Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O. Kandou (mewakili Gubernur Sulut) dan sejumlah undangan lainnya.
Rektor Unsrat dalam sambutannya mengatakan, wisuda adalah tonggak penting dalam perjalanan pendidikan yang membawa kalian melewati tahun-tahun pengorbanan, kerja keras, dan dedikasi yang tak terhitung jumlahnya.
Rektor berharap, nilai luhur Si Tou Timou Tomou Tou (ST4) dapat mengakar dalam kehidupan para wisudawan semua, dan tetaplah berusaha untuk sedapat mungkin menjadikan hidup kalian berguna bagi orang lain.
Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutannya yang diwakili Wakil Gubernur mengatakan, dengan wisudawan sudah mendapatkan ijasah sarjana, itu adalah sebuah keunggulan dan harus optimis dalam menghadapi kehidupan yang ada di depan.
Wakil Gubernur berpesan kepada civitas akademika Universitas Sam Ratulangi untuk terus berkarya membantu peradaban dan kehidupan manusia, terutama manusia-manusia di Sulawesi Utara. (FA)
Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng IPU Asean Eng berharap, lulusan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado dapat berinovasi memberikan solusi permasalahan di masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.
“Dan disiapkan sebagai dokter yang berkepribadian akhlak baik, serta integritas dan daya juang yang tinggi,” ujar Rektor saat memberikan sambutan pada Sidang Terbuka Senat Faked Unsrat dalam rangka pengambilan sumpah/janji dokter dan dokter spesialis.
Ada sebanyak 52 dokter dan 14 dokter spesialis yang diambil sumpah/janjinya pada sidang senat yang dipimpin Prof. dr. Linda WA Rotty, Sp.PD. KHOM (Ketua Senat) didampingi Sekretaris Senat Ns. Sefti SJ Rompas, S.Kep, M.Kes yang diadakan di Auditorium Faked Unsrat Manado, Rabu (12/6/2024) ini.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pangan Sulut dr. Jemmy Lampus M.Kes, Ketua DPRD Sulut/Ika Alumni Faked Unsrat Manado dr. Fransiskus Andi Silangen, SpB-KBD., Dekan Faked Unsrat Manado Prof. Dr. dr. Nova Hellen Kapantow, DAN, M.Sc, Sp GK, dan Wakil-wakil Dekan dan undangan lainnya.
Harapan Rektor Unsrat Manado tersebut terkait dengan tantangan baru yang ada di masyarakat khususnya di bidang kesehatan.
Rektor menegaskan, menjadi dokter spesialis dan dokter merupakan tantangan baru untuk menyelesaikan berbagai masalah kesehatan yang semakin kompleks di masyarakat.
Gubernur Sulut Prof. Dr. (Hc) Olly Dondokambey, SE dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Pangan dr. Jemmy Lampus M.Kes mengungkapkan, pengambilan sumpah/janji
Ini adalah momen bersejarah yang menandai awal perjalanan sebagai seorang profesional medis yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Di momen ini, “saudara-saudari berjanji mengabdikan diri pada pelayanan kesehatan dengan integritas, keahlian dan empati,” sebutnya.
Gubernur mengingatkan, ini adalah tonggak penting dalam perjalanan profesional, yang membutuhkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara dan seluruh tanah air Indonesia.
Oleh karenanya, Gubernur mengajak dokter spesialis dan dokter memberikan karya terbaik bagi pembangunan daerah dan bangsa Indonesia yang dicintai. (FA)
Meimonews.com – Seluruh mahasiswa semester II program studi (prodi) Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unima mengadakan kunjungan ke kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Bitung, pekan lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah meteorologi dan klimatologi (Metklim).
Dosen Program Studi Geografi FISH Unima Dr. Ir. Grace Suoth, M.Si menjelaskan, tujuan praktikum Metklim untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa tentang berbagai aspek ilmiah dan teknis dalam bidang meteorologi dan klimatologi.
“Tujuan dari praktikum Metklim ini adalah untuk mengajarkan secara langsung kepada mahasiwa cara kerja dan fungsi alat-alat pengukur unsur-unsur cuaca di stasiun BMKG Maritim Bitung,” ujar Grace.
Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan berbagai alat dan teknologi canggih yang digunakan oleh BMKG Maritim Bitung ini dalam pengumpulan data cuaca, seperti radar cuaca, anemometer dan satelit cuaca.
Mantan Koorprodi Geografi FIS Unima ini mengungkapkan manfaat dari praktikum ini yakni memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terkait prinsip kerja dan kualitas data yang di hasil oleh BMKG Maritim di kota Bitung ini.
“Praktikum ini memberikan manfaat kepada mahasiswa agar mereka mengetahui pentingnya keberadaan stasiun Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika dan mengetahui prinsip kerja, cara penggunaan alat, serta macam dan kualitas data yang dihasilkan dari suatu alat pengukur analisis cuaca,” sebutnya.
Mahasiswa juga, sambungnya, mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan para ahli mengenai tantangan dan perkembangan terbaru dalam ilmu meteorologi dan klimatologi. Salah satu momen menarik dalam kunjungan ini adalah simulasi prakiraan cuaca yang dipandu oleh tim BMKG.
Drs. Denny Maliangkay, M.Si., yang turut hadir pada kesempatan ini menambahkan bahwa hal ini menjadi bagian dari upaya Jurusan Pendidikan Geografi dan Prodi Geografi FISH Unima untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui interaksi langsung dengan institusi dan pakar di bidang terkait.
“Saya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pembelajaran yang lebih holistik dan aplikatif bagi mahasiswa di Jurusan Pendidikan Geografi FISH Unima,” kata Mantan Kepala Laboratorium Prodi Geografi FISH Unima ini.
Ketua Jurusan Pendidikan Geografi Unima Dr. Erick Lobja, S.Pd., M.Si sangat mengapresiasi kunjungan ke BMKG tersebut dan diharapkan mahasiswanya dapat mengaplikasikan teori yang telah mereka pelajari ke dalam situasi nyata.
“Selaku ketua Jurusan, saya mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh ibu Dr. Ir. Grace Suoth, M.Si dan bapak Drs. Denny Maliangkay, M.Si., karena kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan mempersiapkan diri mahasiswa menghadapi tantangan pada dunia kerja diwaktu mendatang,” ujarnya.
Diharapkan mahasiswa semester dua ini dapat mengembangkan minat dan keahlian mereka dalam bidang meteorologi dan klimatologi, serta berkontribusi dalam upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim di masa depan.
Dekan FISH Unima Recky Harold Elby Sendouw, SP, MM, Ph.D berterima atas penerimaan dan kerjasama dari BMKG Maritim Bitung dan menyakini hal-hal yang diterima saat kunjungan lapangan tersebut sangat bermanfaat bagi para mahasiswa dalam proses belajarnya. (FA)
Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan, pihaknya tidak melawan putusan pengadilan terkait dengan pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat Manado yang saat ini dalam proses peradilan.
“Saya tidak melawan putusan pengadilan terkait putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Manado tentang pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat,” ujar Rektor saat pertemuan dengan wartawan di gedung Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Kamis (6/6/2024).
“Saya tidak melawan hukum. Niat saja tidak sama sekali, apalagi melawan putusan pengadilan. Oleh karena itu, saya merasa dipojokkan dengan berita tentang masalah pengangkatan Dekan Fakultas Kedokteran tersebut,” ujarnya.
Menurut Rektor yang di dampingi Humas Unsrat Manado Dr. Drs. Max Rembang, M.Si dan Drs. Philep Moors Regar, M.Si, masih ada upaya hukum ke Mahkamah Agung yang dilakukan pihaknya, yang diwakili oleh Tim Hukum Unsrat Manado.
Wakil Rektor 2 Unsrat Manado Prof. Dr. Ronny A. Maramis, SH, MH dalam pernyataannya, seperti dikutip Humas Unsrat Manado meminta untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
Hal senada disampaikan Dekan Fisip Unsrat Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si. “Saya yakin Rektor Unsrat taat hukum. Jika proses hukum telah ingkrah atau berkekuatan hukum tetap maka Rektor tidak mungkin akan melakukan perlawanan terhadap keputusan pengadilan. Karena itu, mohon bersabar saja menunggu putusan mahkamah agung (MA),” ujarnya. (FA)
Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng Asean IPU Eng menegaskan, pihaknya tidak alergi dengan kritik dan tidak
anti kritik. Siapa saja yang ingin memberikan masukkan berupa kritik tidak masalah asal konstruktif.
Penegasan tersebut disampaikan Rektor Unsrat di dampingi Humas Unsrat Manado Dr. Drs. Max Rembang, M.Si di dan Drs. Philep Moors Regar, M.Si dalam.pertemuan dengan wartawan di gedung Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Kamis (6/6/2024).
“Saya tidak alergi dengan kritik. Tidak anti kritik. Saya tidak masalah bila ada yang mengkritik Unsrat apalagi untuk kemajuan Unsrat asalkan dilakukan dengan cara yang pantas dan disertai solusinya. Bukan hanya mengkritik saja,” ujar Rektor.
Kritik konstruktif yang disertai solusi, menurut Rektor tidak dimasalahkan tapi hendaknya menggunakan cara-cara yang pantas dan diberikan solusinya. Masukkan yang untuk kemajuan Unsrat Manado tidak menjadi masalah.
Terkait dengan pemberitaan lewat media baik cetak maupun elektronika termasuk online, Rektor dan ditambahkan Rembang mengingatkan agar ada keseimbangan, ada konfirmasi.
Bukan hanya dari satu sudut semata tapi harus ada sudut pandang lainnya sebagaimana aturan jurnalistik. Para wartawan harus tetap menjunjung etika jurnalistik. “Setiap pemberitaan harus cover both side dan berimbang. Karena itu perlu selalu dikonfirmasi,” ujar Rembang.
Di Unsrat, sebut Rektor, ada aturan yang berlaku. Sudah ada policynya. Rektor tidak bisa mengambil keputusan di luar ketentuan yang ada.
Rektor mengingatkan, bila mengkritisi dan sudah berulang-ulang tanpa dasar bisa saja dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mengambil langkah tersebut.
Rektor mengakui, pihaknya tidak mau yang enak-enak saja tapi perlu masukkan berupa kritik tapi konstruktif, ada solusinya di samping diperlukan konfirmasi. (FA)
Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar sosialisasi beasiswa S2 Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Targeted Indonesia – Tiongkok di Central South University, Selasa (4/6/2024).
Sosialisasi yang diadakan di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut ini diikuti puluhan mahasiswa Fakultas Teknik, mahasiswa Fakultas Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Kebumian, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima.
Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unima Dr. Donal Matheos Ratu, S.Pd, M.Hum., membuka kegiatan sosialisasi ini.
Dalam sambutannya, Ratu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak PT QMB New Energy Materials. “Mewakili Rektor Unima Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk, M.Pd., saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada PT QMB New Energy Materials yang ingin melaksanakan sosialisasi di Unima. Tentunya, Unima bangga karena sosialisasi ini merupakan sosialisasi pertama di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Mantan Dekan FBS ini mengingatkan kepada mahasiswanya untuk mencermati apa saja yang disampaikan oleh perwakilan PT QMB New Energy Materials agar bisa melanjutkan studi S2 dengan beasiswa LPDP di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Momentum ini sangat penting bagi mahasiswa Unima karena perusahaan PT QMB New Energy Materials akan menyiapkan beasiswa ke Central South University Tiongkok. Untuk itu, silahkan bertanya jika ada yang kurang dimengerti.
“Perusahaan ini juga akan berkontribusi dalam rangka mewujudkan Indonesia emas 2045 melalui generasi muda,” jelasnya.
Ratu juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ketua Badan Kerja Sama Luar Negeri yang telah memfasilitasi PT QMB New Energy Materials untuk melaksanakan sosialisasi beasiswa S2 LPDP Targeted Indonesia – Tiongkok di Unima.
“Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua BKLN Unima Dr. Jeane Tuilan, M.Pd., yang telah memfasilitasi teman-teman PT QMB New Energy Materials. Semoga sosialisasi ini bejalan dengan sukses dan lancar,” ujarnya.
Ratu berharap melalui sosialisasi ini, mahasiswa Unima bisa melanjutkan studinya dengan program beasiswa S2 LPDP Targeted Indonesia – Tiongkok di Central South University.
“Tentunya sebagai pimpinan Unima, saya sangat berharap kepada seluruh mahasiswa yang hadir pada sosialisasi ini agar bisa melanjutkan program beasiswa S2 ini karena kesempatan ini sangat terbatas,” ujarnya
Turut hadir pada kegiatan in narasumber Wakil Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ultra GEM Shenzhen, Postdoct di GEM CO.LTD, Dr. Wang Yaning, Awardee batch 2, Viola Pongajow, ST, Dekan Fakultas Teknik Dr. Eddy Kembuan, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPAK Prof. Dr. Mokosuli Yermia Semuel, Ketua BKLN Unima, Dr. Jeane Tuilan, M.Pd. (FA)
Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si menegaskan produk institusi pendidikan perguruan tinggi diarahkan tidak hanya berorientasi hasil atau output namun juga yang terpenting adalah berorientasi outcome atau dampak.
Penegasan tersebut disampaikan Ferry (sapaan akrabnya) dalam percakapan dengan Tim PodCast Unsrat Dr. Odi Kaunang di Kantor PTI Manado, Senin (3/6/2024).
Disebutkan, target lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada capaian jumlah seperti target lulusan pertahun, jumlah mahasiswa mencapai IPK tertinggi, jumlah mahasiswa mendapat predikat tertinggi atau pencapaian lain yang sifatnya numerik atau angka.
Dalam kepemimpinan sebagai Dekan, Liando akan berupaya akan menjadikan para lulusan dipersiapakan tidak hanya pada bekal ilmu pengetahuan atau teori semata, namun perlu juga dibekali dengan keterampilan kerja dan karakter yang baik.
“Menjadikan mahasiswa cerdas, itu suatu kewajiban bagi institusi pendidikan. Namun cerdas saja tidak cukup untuk bisa berkompetisi di dunia kerja kelak. Mahasiswa harus punya skill dan karakter yang baik,” tandasnya
Dosen kepemiluan dan acapkali jadi pembicara di beberapa kegiatan/dialog ini akan merancang sebuah grand design pendidikan baik pembenahan tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah maupun metode pembelajaran.
“Kita tidak perlu mengubah mata kuliah, namun tujuan masing-masing mata kuliah harus diperbaiki. Masing-masing mata kuliah didorong untuk menghasilkan tiga capaian yakni penguasaan teoritik, skill atau keterampilan khusus dan pembentukan sikap atau karakter,” jelasnya.
Ditambahkan, agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan maka para dosen perlu juga didorong untuk pengembangan dan pengalaman empirik. Secara teoritik, SDM di Fisip sangat mumpuni. Sebagian besar telah bergelar S3. Sebagiannya meski tidak S3 tapi mereka telah lama menjadi dosen, sehingga kapasitas mereka tidak diragukan.
Namun soal pengalaman empirik di dunia pekerjaan sebagian masih harus dikembangkan. Kita butuh dosen yang ahli dalam penyusunan peraturan seperti perundang-undangan, Perda dan Perdes. Kita akan mempersiapkan dosen ahli dalam bidang perencanaan pemerintahan seperti RPJMD, RKPD, ahli sebagai analis kebijakan pemerintahan, ahli dalam keuangan dan penyusunan anggaran pemerintahan, ahli dalam penyusunan APBD ataupun APBDes.
Menurutnya, di beberapa instansi pemerintahan memang memerlukan pendampingan. Di pemerintahan desa menyediakan banyak anggaran untuk pendampingan. Ada permintaan untuk pembuatan website desa, pendampingan pembuatan Perdes, APBDes serta tata kelola BUMDes.
Di DPRD membutuhkan tenaga ahli dalam penyusunan Perda. Di Bappeda Propinsi, Kabupaten dan Kota butuh ahli perencana dan analis kebijakan. Demikian juga dengan institusi lain yang kerap membutuhkan konsultan, tenaga ahli atau tim pakar.
Dalam hal kepemimpinan pemerintahan maka memerlukan dosen yang ahli dalam strategi pengambilan keputusan, resolusi konflik, mediator, public speaking. “Kita juga mempersiapkan dosen yang ahli di bidang teknologi pemerintahan, akuntansi pemerintahan, jurnalistik dan humas serta keahlian lain yang dibutuhkan mahasiswa ketika mereka masuk dunia kerja kelak,” ujarnya.
Jika para dosen kita sarankan memiliki keahlian khusus maka penerima manfaat bukan hanya bagi mahasiswa yang diuntungkan, namun juga bagi dosen yang bersangkutan. Sebab baik lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi non pemerintah kerap membutuhkan konsultan, tim ahli, tim pakar dari perguruan tinggi.
Mereka menyiapkan banyak anggaran untuk itu. Yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukan hanya sekedar kepakaran di bidang keilmuan, namun dibutuhkan kepakaran dalam merancang sesuatu untuk menghasilkan produk pemerintahan seperti naskah akademik ataupun policy paper.
Keahlian para dosen juga akan sangat mendukung Indikator Kinerja Utama atau IKU dan akreditasi Prodi. Bahwa dosen harus didorong berkegiatan di luar kampus sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi.
Semua itu butuh proses panjang. “Saya yakin ini bisa. Apalagi terget ini sangat sejalan dengan Visi Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Berty Sompie, MEng Asean IPU Eng yakni menjadikan Unsrat Unggul dan Berbudaya menuju World University,” tandasnya.
Dikemukakan, selain penguatan kurikulum dan pengembangan keahlian dosen, perlu juga pengembangan kegiatan extra kurikuler mahasiswa. Belajar di kelas tidak cukup untuk melatih mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan dunia kerja kelak. Sehingga pengembangan kepemimpinan mahasiswa harus di dorong lewat organisasi kemahasiswaan.
Terdapat beberapa mata kuliah yang harusnya wajib mensyaratkan kegiatan kemahasiswaan untuk bisa lulus. Misalnya mata kuliah Agama, wajib mahasiswa untuk ikut kegiatan-kegiatan kerohanian baik oleh BKK, KMK dan Badan Tadzkir. Mata kuliah organisasi dan manajemen diwajibkan bagi mahasiswa menjadi anggota di organisasi lingkungan kampus atau wajib mengikuti kegiatan LKMM fakultas atau universitas. Mata kuliah metodologi atau kapita selekta di wajibkan bagi mahasiswa untuk ikut lomba LKTI.
Jadi, nantinya tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan teoritik semata, namun pengalaman kepemimpinan mahasiswa harus dijadikan target juga guna mempersiapkan diri mereka untuk berkompetisi di dunia lapangan pekerjaan ketika mereka lulus kelak atau untuk pengembangan karier mereka dalam dunia kerja.
“Ada link and match antara mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja,” tandas Ferry. (FA)
Meimonews.com – 21 Frater Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus (TOR) Poem Tateli menerima busana rohani saat misa yang dilaksanakan dalam rangka perayaan sukur 40 tahun seminari tersebut, Minggu (2/6/2024).
Misa dipimpin Mgr. Petrus Turang Pr (Uskup Emeritus Kupang), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr di dampingi belasan imam/pastor di antaranya Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonifasius Boro Bin Ola Pr dan Rektor baru Seminari TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr serta dihadiri sekitar tamu/undangan dan umat setempat.
Sejumlah hal terkait dengan bagaimana para frater menjalani pembinaan baik selama di Seminari TOR Poem maupun kelanjutannya di Seminari Pineleng untuk menjadi seorang imam diosesan disampaikan Mgr. Turang.
Mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado ini tak segan untuk mengingatkan agar para calon imam ini tidak melakukan hal-hal yang akhirnya bisa mengganggu proses pembinaan selama di seminari.
Mgr. Turang berharap agar para calon imam ini fokus pada proses pembinaan agar bisa menjadi imam yang diharapkan bagi keuskupan maupun keluarga.
Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr dalam sambutannya pada pada acara syukuran di halaman seminar mengungkapkan bagaimana saat ia menjalani proses pembinaan di seminari itu beberapa tahun lalu.
Ia bisa menjadi imam dan bahkan menjadi uskup pertama lulusan Seminari TOR Poem ini karena ia menjalani pembinaan di seminari ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengingatkan agar para frater fokus pada proses pembinaan yang ada.
Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra saat memberikan sambutan
Para frater yang menerima busana rohani menjalani proses pembinaan di tahun rohani seperti juga Seminari TOR Poem yang bisa memasuki 40 tahun itu karena ada proses panjang.
Para frater menjalani proses pembinaan tak kurang dari sembilan bulan. Ibarat anak dalam kandungan ibu, yang nanti lahir, hadir di dunia setelah sembilan bulan lebih. “Ada prosesnya. Ada perjalanannya,” ujar Mgr. Rolly.
Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan
Disebutkan, dalam proses di tahun rohani hingga menerima busana atau jubah rohani pasti ada banyak dukungan baik dari lingkungan seminari maupun keluarga dan umat.
Ada proses yang dialami para frater. Selama dalam pembinaan para frater belajar dan bertumbuh baik jasmani maupun rohani dan kemudian bisa menerima busana / jubah rohani.
Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili para frater penerima busana rohani, Frater Savio Kuntak menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka saat dalam pembinaan di Seminari TOR Poem dan bisa menerima busana rohani.
Banyak pengalaman diperoleh dan menjadi pedoman bagi mereka selama dalam masa pembinaan di seminari ini.
Des Kembi mewakili orangtua frater penerima busana rohani saat memberikan kesan dan pesan
Hal senada disampaikan Des Kembi mewakili Keluarga Frater. Disampaikan terima kasih kepada mereka yang telah membantu sehingga para frater bisa menerima busana rohani di momen perayaan syukur 40 tahun Seminari TOR Poem.
Dikatakan, hari ini merupakan hari yang penuh suka cita bagi orangtua karena momen ini dihadiri tiga uskup serta anak-anak kami (frater-frater) boleh melewati satu fase di jalan panggilan mereka, dimana mereka boleh menerima pakaian rohani. “Ini Satu kebanggaan tentu bagi para frater dan juga kami orang tua,” ujarnya.
Sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa untuk sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah bagi para frater. Para frater sudah berusaha menunjukkan kepada kita apa yang menjadi komitmen mereka sebagai calon calon imam dengan mengikuti pembinaan di seminari ini.
Namun, peran para pembina tentu sangat menentukan sehingga anak-anak mereka boleh tiba pada tahap ini. Banyak juga peran umat yang telah membantu dan juga para donatur dengan caranya masing-masing memberikan support dan motivasi untuk mendukung perjalanan panggilan anak-anak mereka.
Memang ini baru langka awal bagi mereka dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh sebagai calon calon imam. Perjalanan panjang ini pasti juga membutuhkan perjuangan yang lebih berat.
“Akan ada banyak kerikil-kerikil tajam yang akan mereka lalui, dan dari semua itu tentu perjuangan yang paling berat yang akan mereka alami adalah mereka harus melawan diri mereka sendiri, melawan keinginan keinginan yang menjadi menghambat dan batu sandungan bagi perjalanan panggilan hidup mereka sebagai calon imam diosesan,” ujarnya.
Tentu menjadi harapan bagi orangtua agar 21 frater yang menerima pakaian rohani ini akan tetap memakai jubah ini sampai mereka mencapai cita-cita mereka. Jangan seiring perjalanan waktu satu persatu sudah mulai melepaskan jubah.
Ini tentu akan membawa rasa kecewa bukan saja orangtua tetapi semua yang telah mendukung perjalanan panggilan kamu, umat para pembina dan tentu saja ketiga Uskup yang hadir bersama.
Jadi, sambungnya, semoga mereka tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan kami dan semua umat. Ingatlah bahwa pakaian rohani yang dipakai itu melambangkan kehormatan dan martabatmu.
“Di manapun kamu berada dengan memakai jubah ini kamu akan dihormati, disegani dan dihargai. Oleh karena itu, jagalah selalu kehormatan dan martabatmu, jaga kehormatan dan martabat keluargamu dan jaga kehormatan dan martabat gerejamu. Itulah harapan kami semua orang tua umat dan uskupmu,” pintanya.
Peniupan lilin HUT Seminari TOR Poem
Menutup rangkaian acara memperingati 40 Tahun Seminari TOR Poem di mana misa penerimaan busana rohani merupakan salah satu acaranya, diadakan peniupan lilin perayaan, yang diadakan di halaman seminari.
Berdasarkan data, Mgr. Theodorus Moors MSC adalah Inisiator Pendirian Seminari TOR Poem. Promotor pencarian dananya adalah Pastor Jan Van Paasen MSC.
Pada Juli 1984 dimulai angkatan pertama dan Pastor Wenceslaus Aloysius Maweikere Pr sebagai Direktur Tahun Orientasi Rohani yang pertama.
P.astor J. Talibonso MSC meletakkan dan memberkati batu dasar pembangunan seminari TOR. Pada 2 Juni 1987
Seminari ini ditahbiskan dan diresmikan oleh Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Francesco Canalini.
Tak terasa 40 tahun Seminari TOR Poem sudah berkarya dalam pembinaan calon Imam di Keuskupan Manado. Telah banyak dedikasi tinggi seluruh tim pembina sejak awal berkarya hingga saat ini. Dukungan doa dan cinta dari seluruh umat akan terus membawa harapan untuk seminari TOR Poem. (lk)
Meimonews.com – Sejumlah atraksi kesenian, talkshow serta spirit and mission mewarnai hari pertama Perayaan Syukur 40 tahun Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Pondok Emaus (Poem) Tateli, Minahasa, Sabtu (1/6/2024).
Atraksi tersebut adalah koor dari Frater-frater Seminari Pineleng, Koor Frater-frater Seminari TOR Poem, Koor Mahasiswa STFS Pineleng, Vokal Group Mahasiswa Asrama Benedicta serta Tari Kabasaran (Minahasa) dan Tari Myama Tawahuk (Tanimbar) yang dibawakan Frater-frater Seminari TOR Poem.
Selain itu, talkshow yang menampilkan pembicara Uskup Amboina Mgr.Inno Ngutra Pr dengan pemandu Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonefasius Boro Bin Ola Pr serta spirit and mission dari Ketua Pukat (Profesional Usahawan Katolik) Keuskupan Manado Jimmy Asiku dan Ketua Catholic Family Ministry Raldi Laluyan.
Acara digelar Panitia yang diketuai Jonas Adam ini dimulai di gereja dan diawali Angelus serta berlanjut di aula tempat pembinaan calon-calon imam Diosesan Keuskupan Manado.
Hadir pada kesempatan itu, antara lain Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Sorong Monokwari Mgr. Datus Lega, Wakil Rektor Seminari TOR Poem Pastor Marson Pungis Pr, Ketua UNIO Pastor Melky Malingkas Pr, Rektor Baru TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr, Rektor Seminari Pineleng Pastor Ambrosius Wuritimur Pr, Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Berthi Imbar Pr, Rektor Agustinianum Pastor Jivon Motikas Pr.
Sejumlah undangan lainnya juga hadir di antaranya perwakilan Kongregasi Suster-suster DSY Sr. Geralda Untu, perwakilan Frater-frater CMM Frater Herman Mandagi dan tokoh umat Keuskupan Manado Welly Pesoth dan istri serta tokoh umat Stasi Tateli Paroki Mokupa (lokasi seminari ini berada) seperti Bismark Lumentut.
Saat talkshow, Mgr. Inno memaparkan pengalamannya saat pembinaan di seminari ini sewaktu masih berstatus frater. Banyak hal-hal yang dialaminya serta menjadi pendorong semangat sehingga ia bisa ditahbiskan menjadi imam dan bahkan menjadi uskup.
Pengalaman-pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para frater yang sementara menjalani pembinaan di seminari yang berlokasi di Stasi Tateli Paroki Mokupa ini. (lk)
Meimonews.com – Berbagai upaya dalam penanggulangan eceng gondok danau Tondano Kabupaten Minahasa terus-menerus dilakukan.
Hal ini, antara lain terlihat saat Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado, dalam hal ini Tim Peneliti dari Program Studi (Prodi) Proteksi Tanaman Jurusan Hama dan Penyakit bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan PT PLN melakukan upaya dimaksud secara alami di Danau Tondano.
“Upaya penanggulangan secara alami eceng gondok Danau Tondano yang merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Minahasa, PT PLN dan Fakultas Pertanian Unsrat semakin menjanjikan,” ujar Dekan Faperta Unsrat Ir. Dedie Tooy, M.Si, PhD kepada Meimonews.comvia WhasApp, Sabtu (1/6/2024).
Tim dari Faperta Unsrat Manado, sebut Tooy, terdiri Prof. Dr. Ir. Max Tulung, MS , Dr. Ir. Maxi Lengkong, MS, Dr. Ir. Wilson M. Moniaga, MS, Ir Caroulus S. Rante, MS dan Ir. Daisy S. Kandowangko, M.Si.
Tooy menjelaskan, presentasi hasil penelitian skala kecil terbukti selama 3 bulan sudah ada hasil yang signifikan. “Upaya alami, dan memberikan jaminan ekosistem dan tidak mengganggu secara ekologis,” ujarnya.
Menurutnya, kerjasama ABG Akademisi, Bisnis dan Government terus menjadi upaya yang kiranya terus berkesinambungan. Tim merasa bangga sebagai bagian Fakultas Pertanian Unsrat.
Tooy mengimbau warga Sulut dan Indonesia untuk join dengan Prodi Proteksi Tanaman Jurusan Hama dan Penyakit Faperta Unsrat Manado. (FA)