Meimonews.com – Dua ormas yakni WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia) dan VPI (Vox Point Indonesua) Minahasa Utara berkolaborasi untuk menggelar Donor darah memperingati Hari Kartini (21/4/2021) dan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2021).

Kegiatan bakti sosial untuk kemanusiaan yang menggandeng PMI Sulut sebagai pelaksana teknis ini akan dilaksanakan pada Minggu (9/5/2021)di Kompleks Pastoran Paroki St. Antonius De Padua Airmadidi, Minut.

” Kegiatan ini merupakan aksi sosial kemanusiaan untuk membantu yang membutuhkan darah. Sebab, satu tetes darah dapat membantu menyelamatkan nyawa manusia,” ujar Ketua VPI Minut Yolanda Sumakud kepada Meimonews.com di Airmadidi, Sabtu (8/5/2021).

Dan, sambung Staf Pengajar Fakultas Pertanian Unsrat Manado itu, kegiatan ini juga, sebenarnya untuk kesehatan bagi pendonor darah.

Hal senada disampaikan Ketua WKRI Ranting Antoneta Paroki Airmadidi Dhelpia AT Mokalu ketika ditemui terpisah. “Kegiatan ini patut didukung oleh umat dan anggota,” ujarnya, Sabtu (8/5/2021).

Ditambahkan, aksi kemanusiaan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. (af)

Meimonews.com – Adriana Dondokambey, Anggota DPR-RI dari darrah pemilihan Sulawesi Utara mengadakan Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI di SMA Negeri 8 (Smandel) Manado, Kamis (8/4/2021).

Tak kurang dari 50 peserta pengurus/pimpinan organisasi siswa (OSIS, Pelsis, ISKA, Rohis, Pramuka dan Paskibra) sekolah pimpinan Mediatrix M. Ngantung mengikuti sosialisasi tersebut.

Di awal pemaparannya, Anggota Komisi X dan Badan Anggaran DPR-RI itu menjelasan tentang dasar hukum pelaksanaan sosialisasi yang mengacu pada pertama, UU No. 17 Tahun 2014 jo UU No. 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 5 huruf a dan b, Pasal 11 huruf c.

Kedua, Peraturan MPR-ri No. 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib MPR-RI Pasal 6 huruf a dan b, Pasal 13 huruf c; ketiga, Inpres No. 6 Tahun 2005 tentang Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Sosialisasi UUD NRI Tahun 1945 yang dilakukan oleh MPR.

Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix M. Ngantung menyambut postif dan berterima kasih dengan kehadiran dari satu wakil rakyat tersebut yang di dampingi pak Rudy Senduk, apalagi telah memberikan sosialisasi tentang Empat Pilar MPR-RI.

“Materi tersebut sangat bermanfaat bagi para siswa, apalagi mereka itu adalah pimpinan/pengurus organisasi siswa (OSIS, Pelsis, ISKA, Rohis, Pramuka dan Paskibra) di sekolah kami,” ujar Mediatrix kepada Meimonews.com di Manado, Jumat (9/4/2021). (lk)

Meimonews.com – Mengisi Masa Prapaskah 2021, Ikatan Siswa-siswi Katolik (ISKA) SMA Negeri 8 Manado mengadakan Rekoleksi dengan mengusung tema Memperbaiki Relasi Antara Tuhan dan Sesama.

Rekoleksi setengah hari yang diadakan di aula sekolah, Jumat (19/3/2021) tersebut menampilkan Pastor Made Pantyasa Pr, Frater Mathias dan Hendra Adam sebagai pembicara.

Rekoleksi yang adalah Program Tahunan ISKA ini diikuti oleh 32 peserta dari Kelas 10,11,12, yang dikoordinir Pengurus ISKA baru dengan Ketua Catherine Mangetan.

Kegiatan ini ditutup dengan Misa Syukur oleh Pastor Made dan dilanjutkan makan siang bersama yang disediakan para orangtua siswa.

Pastor Made dalam pemaparan materinya mengajak para siswa untuk selalu punya sikap dan tindakan yang mengutamakan kebersamaan dan kerjasama terutama dalam belajar.

Fr. Mathias (mahasiswa katekese di Smandel) saat memberikan materi menekankan soal pertobatan sejati yang pertama muncul dari hati setiap pribadi yang merindukan belaskasih dan pengampunan dari Tuhan.

Paulus Hendra Adam dalam presentasi materinya mengungkapkan, relasi yang intim harus diawali dari keluarga karena keluarga kita adalah sekolah pertama dimana kita belajar tentang semua hal yang baik.

“Dari Keluarga kita belajar berkomunikasi, berelasi, memberi, melayani,.menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujar Adam.

Kepala Smandel Manado Mediatrix M. Ngantung sangat mendukung kegiatan Rohani ini dan berharap kegiatan ini akan selalu terus dibuat setiap tahunnya.

Ngantung menegaskan, para pembina dan guru-guru selalu mendukung dan memberi motivasi kepada ISKA. (af)

Meimonews.com – Vencentius Mamoradia kembali dipercayakan memimpin organisasi Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Rike untuk jabatan tahun 2021-2025.

Pada Musyawsrah Paroki (Muspar) yang diadakan di Aula Paroki, Sabtu (20/3/2021), Vence (sapaan akrabnya) berhasil mendapat suara mayoritas saat pleno Pemilihan Pengurus di mana setiap peserta memiliki satu hak suara.

Dari 19 suara yang ada, Vence mendapat.12 suara sementara Yayan Linaldo 4 suara dan Jimmy Wawolangi 1 suara. Satu suara rusak/tidak sah (karena menulis dua nama) dan satu suara lagi abstain (kosong/tidak menulis nama).

Dengan hasil pemungutan suara (setiap peserta menulis satu nama calon di selembar kertas) tersebut, Pimpinan Sidang yang terdiri dari Josi Landasan (Ketua), Ambrosius Loho dan Frans Tana, dengan disaksikan beberapa saksi serta semua peserta termasuk perwakilan dari Badan Pengurus KBK Kevikepan Manado dan Pengurus KBK Keuskupan Manado serta Pastor Paroki YGYB Rike/Penasehat Rohani KBK Rike Pastor Melky Christoforus Pantouw Pr menetapkan Vence sebagai Ketua BP KBK Rike.

Mayoritas kembali memilih Vence karena dinilai berhasil menahkodai organisasi gerejani di Paroki Rike selang periode sebelumnya. Banyak program yang telah dibuat baik untuk orqanisasi (KBK) maupun paroki. Sinergitas dengan Pimpinan Gereja/Pastor Paroki sangat bagus.

Kepada Vence yang juga dipilih sebagai Formatur Tunggal, diberikan kesempatan selama seminggu untuk menyusun komposisi dan personalia BP KBK Rike untuk masa jabatan empat tahun ke depan.

Pastor Paroki/Penasehat Rohani KBK Paroki Rike P. Melky Christoforus Pantouw Pr mengapresiasi dan menghormati keputusan yang telah diambil dalam Muspar termasuk dipilihnya kembali Vence sebagai Kerua KBK Paroki.

Siapapun yang terpilih dalam Muspar sebagai pimpinan KBK Paroki hendaknya dihargai/dihormati karena telah melalui mekanisme yang disepakati bersama.

“Mari kita bekerjasama untuk kemajuan bersama, untuk Paroki kita,” ujar Pastor Melky saat memberikan sambutan pada acara penutupan.

Selain berhasil memilih Ketua/Formatur Tunggal, Muspar tersebut. telah menetapkan program-program untuk kepengurusan 2021 – 2025. (af)

Meimonews.com – PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Kota Jajakan Gorontalo menggelar Dialog Moderasi Beragama untuk Menangkal Radikalisme dan Menumbuhkembangkan Toleransi Beragama, Sabtu (20/3/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara zoom meeting (dipandu Kartika F. Budiman/Pengurus PMKRI Gorontalo) dengan peserta perwakilan ormas kemahasiswaan berbasis keagamaan seperti GMKI, HMI, PMII, IMM, KMHDI dan PMKRI ini dibuka pelaksanaannya oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung.

Ketua Tim Kerja Dialog Refalsy JB Melo melaporkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan rasa toleransi terhadap keberagaman beragama, mendukung program Pemerintah dalam pencegahan paham radikalisme, dan menjalin silaturahmi antarorganisasi kemahasiswaan melalui konsep pluralisme.

Koordinator PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Stevan A. Lintang berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan ini akan terbangun kesadaran dan komitmen yang kuat dari para peserta (ormas berbasis keagamaan dan kebangsaan) untuk proaktif menumbuhkembangkan pemahaman dan praktek keagamaan yang moderat dan toleran dalam rangka terwujudnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung mengungkapkan, moderasi beragama menjadi jargon nasional dalam penguatan cinta kebangsaan terhadap NKRI, dan termasuk dalam salah satu RPJMD oleh Pemerintahan Jokowi.

“Kemenag selalu berupaya mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada seluruh sendi umat beragama tentang pentingnya moderasi beragama,” ujar Baderung ketika memberikan aplikasi sekaligus materi pada kegiatan tersebut.

Ditegaskan, tidak ada agama yang disebarkan di nusantara ini dengan menggunakan kekerasan. Islam dalam sejarahnya disebarkan oleh ulama dan pedagang, sedangkan kristen disebarkan oleh misionaris kaum Eropa

“Agama selalu menggunakan budaya atau tradisi untuk berkembang dan saling menguatkan. Kita adalah bangsa yang terdiri dari ribuan bahasa, tetapi bahasa kita bukan dari salah satu suku di Indonesia. Itu bukti bahwa bangsa ini tidak memilih-milih budaya, yang ada saling menyatukan,” sebutnya.

Ditegaskan, semua agama moderat, karena semua agama cinta damai. “Yang tidak moderat adalah pola pikir yg sempit,” ujar Baderung

Ir. Alim Niode (Budayawan), dalam pemaparannya mengungkapkan, Gorontalo dulunya hanya berupa bukit-bukit yg tergenang udara, setelah surut jadilah daratan dan di situlah terbentuknya Gorontalo. 17 Linula (kerajaan kecil) sepakat membentuk suatu kerajaan yg disebut dengan Hulonthalo.

Pada tahun 1525, sebutnya, masuklah Islam melalui perkawinan Raja Sultan Amai dengan putri Kerajaan Palasa yang berada di Sulawesi Tengah. Raja Kerajaan Palasa mengharuskan syarat Raja Sultan Amai dan rakyatnya harus masuk Islam.

Semua agama apapun, paling tidak memiliki 5 kandungan yaitu: aspek mistikal, aspek ritual, aspek ideologikal, aspek intelektual dan aspek sosial. Banyak tokoh lintas agama yang bekerja sama dengan Nani Wartabone dalam mengibarkan merah putih dan memerdekakan Gorontalo, bukti moderasi agama sudah ada dalam sejarah Gorontalo, “ujar Niode.

Samsi Pomalingo, MA (PW NU Provinsi Gorontalo) menjelaskann, melihat banyaknya konflik sosial dan konflik agama, maka moderasi agama sangat penting. “Banyak yang bilang kenapa agama harus dimoderasi? Sebenarnya bukan agamanya yang dimoderasi, melainkan sikap kita terhadap agama yang harus dimoderasi,” tandasnya.

NU dan Muhamadiyah, jelasnya, terus mendukung Pemerintah dalam mewujudkan universal beragama. “Membangun moderasi agama memang bukan hal yang gampang, tetapi kita harus terus yakini bahwa pentingnya moderasi agama untuk mewujudkan toleransi di negeri ini,” kata Niode.

Pomalingo menegaskan, polemik dan konflik moderasi yang beragama lebih banyak pada kaum milenial, karena gampang mereka terprovokasi apalagi di dalam isu beragama. “Aksi kekerasan agama banyak dari kelompok anak muda yang salah belajar agama sejak dini,” tandasnya.

Pembimaskat Kemenag Provinsi Gorontalo Reinne Koraag menjelaskan, moderasi beragama bisa dimulai dengan membuka diri terhadap agama-agama lain.

Kami yang beragama Katolik, sebutnya, secara jumlah kecil, tetapi kami tidak minoritas, karena keberadaan kita di Gorontalo sangat bergantung dan tidak dibeda-bedakan oleh masyarakat Gorontalo. “Ini bukti bahwa moderasi beragama di Gorontalo sudah ada,” ujarnya.

Ditambahkan, kita punya satu keinginan, dengan kemajemukan Indonesia kita bisa bergandengan tangan dalam memajukan negeri ini. Kita tidak bisa berdialog dalam doktrin tataran, tetapi kita bisa berdialog dalam tataran universal yang bisa mempersatukan kita.

Depertim (Dewan Pertimbangan) PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Sule berharap, menyampaikan para narasumber dapat diimplementasikan di organisasi dan kehidupan kita masing-masing.

“Upaya kita bersama menangkal radikalisme dan mengembangkan toleransi,” ujar mantan Ketua PMKRI Cabang Manado itu. (af)

Meimonews.com – Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) menggelar aksi simpatik lewat kegiatan Batanam Pohon, baru-baru.

Khusus suster-suster yang berada di wilayah Manado melakukan kegiatan batanam di Perkebunan JMJ di kompleks Akademi Keperawatan Tomohon sedang yang berada wilayah lain seperti di Piru, Papua dan Sugeng menanam di perekebunan masing-masing.

Mengenai jenis tanaman yang ditanam, jelas Suster Monica Suparlan kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (11/3/2021), bermacam-macam.

“Pohon yang ditanam adalah mahoni, pala, sirsak dan pohon buah lainnya,” ujar Suster Suparlan.

Kegiatan menanam ini, ungkap Provinsial SIMJ Manado Suster Justien Tiwow SMSJ adalah dalam rangka pencanangan bulan Maret 2021 sebagai Bulan Santo Joseph yang dicanangkan Bapa Suci.

“Selain berdoa novena, kita melakukan penanaman pohon. Satu pohon kita potog, satu pohon pula kita tanam,” ujar Suster Tiwow saat berbicara di acara penanaman di Perkebunan JMJ di Akper Tomohon. (lk)

Meimonews.vom – SD Kartika Wirabuana 7 adalah sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Kartika Jaya Koordinator XXII Korem 131 Cabang XXI Merdeka. Sekolah yang terletak di Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea Manado ini berdiri tahun 1968.

Dalam sejarah perjalanan panjang sekolah ini, sudah beberapa kali terjadi perubahan nama, yang merupakan perubahan TNI di daerah ini, mulai dari Kodam XIII kemudian Korem 131 dan kembali Kodam lagi dengan Korem 131 satu perangkatnya.

Kendati begitu, arah dan daerah pendidikan tetap tidak berubah, sejalan dengan izin operasional persekolahan ini. Lokasi sekolah tidak pernah pula berpindah. Sejak berdiri hingga saat ini tetap berlokasi di tempat yang sama.

Para Kepala Sekolah telah mengalami beberapa kali pergantian, sesuai dengan kebutuhan. Sejak tahun 2014, Kepala Sekolahnya adalah Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd, yang menggantikan (Alm) Baatje Lumantau.

Murid sekolah ini dari tahun ajaran ke tahun ajaran berikutnya bertambah, kecuali pada masa pandemi Covid-19 yang agak berkurang. Mereka dididik / dibina oleh beberapa guru baik yang berstatus ASN maupaun pegawai yayasan.

Murid – murid sekolah ini bertempat tinggal di Kelurahan Pakowa dan Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea. Mayoritas tinggal di Asrama Gabungan TNI, yang berada di sekitar sekolah.

Perkembangan murid dari tahun ke tahun, jelas Kepala SD Kartika Wirabuana Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd merendah saat berbincang dengan Meimonews.com  di ruang kerjanya, Jumat (12/3/2021) memang terbilang biasa – biasa saja, halmana disebabkan adanya beberapa sekolah baik negeri maupun swasta di sekitaran sekolah mereka.

Kendati begitu, kualitas pendidikan di sekolah ini tetap dijaga. Kegiatan baik sesuai dengan kurikuler maupun ekstra-kurikuler tetap diatur sesuai aturan / baru yang berlaku.

Kegiatan seperti pembinaan keagamaan, kesenian, olahraga dan pramuka tetap dilaksanakan sesuai kebutuhan yang ada.

Kapoh mengakui, tidak banyak prestasi besar yang diraih murid – murid sekolahnya, tetapi ada sejumlah besar yang telah diraih di beberapa tahun terakhir, di antaranya ada muridnya yang menjadi Juara I Karate Putra Olimpiade Olahraga Siswa Nasional UPTD Wanea tahun 2016 dan Juara I Lomba Pidato Putra Tingkat SD PAI se – Kota Manado Tahun 2015.

Dalam tahun ini dan tahun – tahun ke depan, pihaknya akan melakukan kegiatan – kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahun – tahun sebelumnya dan akan meningkatkannya.

Sekolah ini mengusung visi ‘Terwujudnya insan unggul, bertaqwa dan iptek, berkualitas, berkepribadian’, dengan empat visi yakni pertama, mempersiapkan rencana berkwalitas dan medan Imtaq dan Iptek; kedua, membentuk sumber daya manusia yang kreatif sesuai perkembangan zaman; ketiga, membangun citra sekolah terpercaya di dalam masyarakat; dan keempat, menanamkan sikap karakter bangsa.

Sementara tujuan sekolahnya adalah pertama, siswa beriman dan bertagwa kepada Tuhan yang Mahaesa; kedua, siswa sehat jasmani dan rohani, siswa memiliki dasar pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk melanjutkan pendidikan pada lebih tinggi; ketiga, mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan budaya.

“Program pendidikan karakter akan menjadi perhatian pihak sekolah. Program telah dan akan disediakan, ”ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walau pun pelaksanaan ujian kelulusan baru akan berlangsung Maret mendatang, namun pimpinan SMA Negeri 8 (Smandel) Manado telah mempersiapkan siswanya untuk kegiatan penting tersebut.

“Sedari awal kami telah mempersiapkan para siswa yang akan ikut ujian kelulusan tersebut. Beberapa upaya telah dan akan dilakukan,” ujar Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatrix M. Ngantung ketika berbincang dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Selasa (23/2/2021).

Di dampingi Dalvian M. Taroreh (Guru/Kepala Laboratotium sekolah tersebut), Ngantung memaparkan, upaya-upaya tersebut antara lain melakukan pengayaan baik secara online maupun tatapmuka.

“Kendati dilakukan secara tatapmuka, kami tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hanya beberapa siswa saja yang mengikuti pengayaan secara tatapmuka,” tegasnya.

Pelaksanaan ujian sekolah tersebut, ungkap mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini, akan berlangsung pada 5-9 April yakni ujian praktek dan 12-21 April ujian teorI.

Siswa kelas 12 (yang akan ikut ujian) yang ada di sekolah ini berjumlah 227 orang yang terbagi dalam kelas IPA 146 orang, IPS 161 orang dan Bahasa 20 orang. (af)

Meimonews.com – Ungkapan kepedulian terhadap masyarakat, dalam hal ini, umat Katolik yang terkena dampak banjir dan longsor, baru-baru, umat paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa memberikan bantuan sosial.

Bantuan sosial (bansos) yang diberikan berupa beras 1.700 kg, telur 152 baki, mie 100 dos, minyak kelapa, gula dan ikan kaleng.

Penyerahan bantuan solidaritas tersebut disalurkan lewat Caritas PSE Keuskupan Manado pada Senin (1/2/2021) yang diterima Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Manado Pastor Clemens Joy Dery Pr di Posko Response Banjir dan Longsor Manado, Kompleks Wisma Keuskupan Manado.

Yang menyerahkan bantuan adalah Pastor Paroki Pastor Berti Rumondor Pr, Ketua DPP Bidang 3 Lucia Taroreh, Ketua DPP Bidang 2 Ruben F. Kalalo, S.Ik, Wkl Ketua DKP Dr. Ricky Bolang, Ketua Ketua Stasi Agotey, Koha, Mokupa dan Tatkala yang di dampingi beberapa pimpinan wilayah rohani

Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa terdiri dari Stasi Tatkala, Koha, Agotey Mokupa. (af)

Meimonews.com – Guna membahas pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Pam Nataru) 2021 di Wilayah Sulut digelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Aula Catur Prasetya Polda Sulut, Rabu (16/12/2020).

Hadir pada rakor tersebut adalah Asisten 1 Pemprov Sulut, Kapolda Sulut Irjen Pol. RZ Panca Putra, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang, Danrem 131/Santiago Brigjen Pol Prince Meyer Putong, Danlantamal, Danlanudsri, Kabakamla, perwakilan Kejati, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Rudi Darmoko dan para PJU Polda.

Hadir juga stakeholder terkait, antara lain Gugus Tugas Covid-19, Basarnas, BPBD, Dishub, Jasa Raharja, Pertamina, PLN, BMKG, Disperindag, Balai Jalan serta para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Sulut.

DI awal sambutannya, Kapolda Sulut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang berjalan lancar dan damai

“Puji Tuhan, Alhamdulilah semua berjalan sesuai dengan tahapannya. Terima kasih atas dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan seluruh Pemerintah Daerah,” kata Kapolda.

Rakor Lintas Sektor ini, jelas Kapolda, dilaksanakan untuk menyiapkan dan meyakinkan seluruh masyarakat bahwa seluruh stake holder terkait di Sulut siap melaksanakan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa tantangan yang akan dihadapi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru ini, menurut Irjen Pol. Putra Panca, adalah masih masalah pandemi covid-19 dan tantangan alam yang akhir-akhir ini cenderung ekstrim.

Pandemi covid ini masih menjadi momok menakutkan apalagi saat ini katanya di Sulut terdapat 4 daerah yang berada pada zona merah menurut data Gugus Tugas Provinsi, yaitu Manado, Tomohon, Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara.

“Ini cukup memprihatinkan dan harus kita tangani bersama. Natal memang membawa kebahagiaan bagi masyatakat tetapi kebahagian ini harus kita kelola sehingga penyebaran covid bisa kita cegah,” ujarnya.

Kapolda mengingatkan, jangan sampai gara-gara euforia Natal dan Tahun Baru berlebihan, membuat covid-19 juga semakin meningkat di Sulut.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, tidak akan memberikan ijin berbagai keramaian, termasuk pawai dan pesta kembang api. “Pawai dan pesta kembang api ini perlu diwaspadai dan secara tegas kita tidak mengijinkan adanya pesta kembang api. Tujuannya adalah guna mencegah penyebaran pandemi covid,” ujarnya.

Ia jjuga mengimbau pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru diatur jadwalnya sehingga tidak terdapat konsentrasi jemaat yang banyak

Hal lain yang menjadi atensi juga adalah terkait cuaca ekstrim dan ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

“Saya mohon dukungan semuanya terkait kondisi situasi kamtibmas di Sulawesi Utara. Mari kita satu langkah untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru ini,” pinta Kapolda.

Dalam Rakor tersebut juga dipaparkan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru oleh masing-masing instansi terkait.

Rakor ini juga diikuti secara virtual melalui aplikasi zoom meeting oleh Forkopimda di Kabupaten dan Kota di Sulut. (lk)