Meimonews.com – Puncak Perayaan Dies Natalis ke-62 Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang mengusung tema “Dedikasi Pendidikan Hukum di Tengah Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia New Normal” diwarnai Rapat Senat Terbuka yang diadakan Rabu (2/12/2020).

Rapat yang dipimpin secara zoom oleh Ketua Senat Prof. Dr. Wulan Frederik, SH, MH , turut dihadiri Wakil Rektor 1 Unsrat Manado. Prof. Dr. Ir. Grevo Gerung, Kabag Litbang Pemprov Sulut Dr. Jemmy Lampus, MKS (mewakili Pjs. Gubernur Sulut Agus Fathoni), Dekan-dekan se-Unsrat, Wakil-wakil Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Ketua dan Sekretaris Lembaga, dosen, pegawai, mahasiswa dan alumni.

Kegiatan dalam rangka dies terdiri dari webinar nasional “Otsus Jilid II Soluisi Keberhasilan Pembangunan di Papua Menuju Kesejahteraan” yang dilaksanakan 13 Agustus, Motivasi Alumni, Alumni Peduli, Penanaman Pohon (17 Agustus) dan Ziarah ke makam mantan Dekan Fakuktas Hukum Unsrat.

Dalam laporannya, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Manado Dr. Pricilla Kalalo, SH, MH mengungkapkan,. dampak covid-19 yang dirasakan, berimbas juga pada dunia pendidikan, yang mengharuskan kita mengubah strategi belajar-mengajar.

Saat ini, sebutnya, banyak aktivitas dilakukan secara daring, termasuk kegiatan belajar-mengajar dan kegiatan-kegiatan yang bersifat adminstratif, yang dilakukan secara online. “Work from home dan study from home menjadi solusi di situasi pandemi ini, ” ujar Kalalo.

Dijelaskan, Fakuktas Hukum Unsrat menggunakan kurikulum 2020 dan dibagi atas perkuliahan regular dan kelas khusus kerjasama dengan Polda Sulut. Sedangkan program bimbingan khusus diikuti mahasiswa semester akhir dengan hambatan tertentu dan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini, mahaiswa aktif Fakultas Hukum Unsrat berjunlah 4131 orang di mana 816 orang adalah mahasiswa baru (120 lulusan SNMPTN, 345 lulusan SBMPTN dan 251 lulusan T2). Tenaga pendidik 179 orang (4 guru besar, 42 doktor dan 137 magister

Sejumlah kerjasama dengan beberapa pihak yang dilakukan Fakultas Hukum Unsrat disebutkan Kalalo yakni dengan Mahkamah Konstitusi (melayani masyarakat baik parpol maupun perorangan dalam sidang perkara pemilu), dan Komisi Yudisial (menyelenggarakan pendidikan klinik etika dan hukum).

Dengan KPK (membantu KPK dalam memantau dan mengontrol keberlangsungan sidang tipikor di Sulut serta mengontrol proses yang terjadi dalam satu persidangan tipikor), dan dengan Kementerian Hukulm dan HAM (kerjasama dalam bentuk bantuan menyiapkan majelis pengawas daerah untuk notaris)

“Jadikan Fakultas Hukum Unsrat tempat kita bekerja dan berkarya. Berikan yang terbaik dan buatlah Fakultas Hukum Unsrat menjadi yang terbaik. Viva Justitia. Viva Fakultas Hukim Unsrat,” ujar Kalalo di akhir laporannya. (lk)

Meimonews.com – Peristiwa tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa di Lewonu, Lembantongoa, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah membuat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan ungkapan dukacita dan pernyataan sikap.

Ada enam poin dari isi ungkapan dukacita dan pernyataan sikap yang dikeluarkan KWI pada 30 November 2020 dan ditandatangi Kardinal Ignatius Suharyo tersebut.

Pertama, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan umat Katolik menyampaikan perasaan duka cita mendalam terhadap korban yang meninggal dan keluarganya serta seluruh Jemaat yang ikut terdampak. Mendoakan semoga saudara-saudari yang meninggal berbahagia abadi bersama Allah Bapa di sorga dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh penghiburan kasih dari Allah,” sebutnya.

Kedua, KWI dan umat Katolik mengecam keras aksi tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa dan pembakaran Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan serta rumah warga di Lewonu tersebut. Tindakan penyerangan dan kekerasan tersebut sungguh-sungguh tidak beradab dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ketiga, KWI mengapresiasi langkah cepat pimpinan dan jemaat Gereja Bala Keselamatan, aparat Kepolisian serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan Provinsi Sulawesi Tengah untuk menangani peristiwa tersebut dan memberi perlindungan bagi warga. Meminta Pemerintah dan Kepolisian menangkap pelakunya dan mengusut sefla membasmi tuntas jaringan teroris yang ada di wilayah timur maupun di seluruh tanah air Indonesia.

Keempat, KWI dan umat Katolik, mengajak seluruh lembaga keagamaan dan masyarakat di lokasi kejadian dan di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada Pemerintah.

Kelima, KWI dan umat Katolik berharap agar peristiwa di Lewonu ini, tidak merusak atau melemahkan hubungan antar umat beragama dan kepercayaan yang selama ini terus-menerus kita bangun, kita rawat, dan kita kembangkan. Semoga Allah senantiasa memberikan berkat damai sejahtera dan perlindunganNya kepada kita semua. Amin. (lk)

Meimonews.com – Ikatan Siswa Katolik (ISKA) SMA Negeri 8 (Smandel) Manado menggelar Aksi Sosial (also sosial) untuk umat Katolik Stasi St. Yosep Tiwoho, Minahasa Utara, Sabtu (28/11/2020).

Menurut Hendra Adam (Pembina ISKA SMA Negeri 8 Manado), kegiatan ini rutin dilakukan bersama Kepala Sekolah Mediatrix Ngantung, guru agama dan anggota ISKA Kota Manado.

“Walaupun di masa pandemi covid-19 ini ISKA tetap melakukan aksi nyata kepedulian pada sesama umat,” jelas Adam.

Kegiatan dimulai dengan ibadat sabda bersama, selanjutnya tatap muka dengan seluruh umat serta penyerahan sembako bagi umat dan pengobatan gratis bagi seluruh umat yang ada.

Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Manado Salvatore ‘Fongky’ Ponomban memberikan apresiasi kepada Kepala SMA Negeri 8 Manado Mediatriks Ngantung dan para guru atas pekerjaan besar dan luar biasa yang sudah ditunjukkan bersama para siswa dan orang tuanya.

Ketua Stasi St. Yoseph Tiwoho Anneke Mongi sangat berterima kasih kepada pihak SMA Negeri 8 Manadi khususnya ISKA yang sudah membantu umat Timoho. “Apalagi ada pengobatan gratis dari ibu Alice Reike Sasauw,” ujar Mongi.

Ia sangat mengharapkan adanya bantuan alat-alat misa dan pakaian PPA buat umat Katolik Stasi Tiwoho yang berjumlah 54 orang. (af)

Meimonews.com – Saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi Darurat Narkoba yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh komponen bangsa mulai dari unsur pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama dan paling utama adalah guru selaku tenaga pendidik bagi generasi muda.

Keberhasilan dan kesuksesan kita selama ini tidak lepas dari peranan guru dan pengajar sejak mulai kita belajar di sekolah dasar hingga melanjutkan menuntut ilmu di bangku kuliah.

“Dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang unggul, maka diperlukan peranan guru selaku tenaga pendidik yang profesional dan mumpuni agar mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter, beradab dan bermartabat,” ujar Kepala BNN-RI Drs. Heru Winarko, SH ketika bertemu dengan perwakilan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional di Kantor BNN-RI, Jakarta, baru-baru.

Winarko menambahkan, guru sangat berperan penting dalam memberikan materi pelajaran narkoba kepada murid. Para guru seharusnya memperkenalkan bahaya narkotika kepada murid-muridnya.

“Selain memberikan materi pelajaran tentang narkoba, guru juga harus mampu mengawasi murid-murid dan lingkungan sekolahnya agar bersih dari permasalahan narkoba,” jelasnya.

Menurutnya, sekolahan itu adalah tempat pendidikan anak – anak menggapai ilmu pengetahuan dan ketrampilan sehingga anak-anak sebagai murid harus belajar dengan baik dan benar.

Guru harus berperan aktif dalam mengawasi murid-muridnya sehingga sekolah menjadi tempat belajar yang baik dan bermutu bagi proses belajar mengajar dan transfer ilmu pengetahuan.

Jika hal tersebut dapat terwujud, maka cita-cita generasi penerus bangsa Indonesia yang berkarakter, beradab dan bermartabat serta bebas dari jeratan narkotika bisa terwujud.

Saat pertemuan tersebut, Winarko menjelaskan tentang arti dan maksud Tagline #hidup100% Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia.

Tagline baru BNN tersebut merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat agar selalu sadar akan bahaya narkoba, agar tubuh kita sehat untuk selalu produktif dan menghasilkan kebahagiaan sehingga akan terwujud generasi emas Indonesia yang unggul, maju, berkarakter dan sukses. (lk)

Meimonews.com – Dua orang suster dari Konggregasi Suster-suster Dina Santu Yoseph (DSY) Manado yakni Sr. Priska Ware dan Sr. Christofora Uaga mengikrarkan kaul kekal di hadapan Pemimpin Umum Konggregasi Sr. Christina Tandayu dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

Upacara kaul kekal dilakukan pada misa yang dipimpin Uskup Manado di dampingi Pastor Rhein Saneba Pr, Pastor Joy Derry Pr dan Pastor I Wayan Sugiarta Pr dan Frater Diakon Micky Kojongian Pr di Biara DSY Lotta (Minahasa), Minggu (4/10/2020).

Uskup Manado dalam kata pembuka misa berharap, kiranya sabda Tuhan yang dikutip dari Injil Yohanes 15 : 16 yakni ‘Aku telah memilih kamu dari dunia supaya kamu pergi dan menghasilkan buah-buah, dan buahmu itu tetap,’ yang menjadi motto kaul kekal kedua suster ini menjadi landasan bagi mereka untuk tetap berkomitmen seumur hidup.

“Semoga saudari-saudari kita ini paham bahwa dalam perjalanan hidup ke depan, bukan hanya suka akan mereka hadapi terapi juga duka. Seperti keyakinan pendiri Konggregasi Suster-suster DSY Manado Mgr. Petrus Joseph Savelberg yaitu menyerahkan semuanya pada penyelenggaraan Ilahi dan percaya bahwa Allah sudah menolong, Allah sedang menolong, dan Allah akan senantiasa menolong,” ujar Mgr. Rolly, sapaan akrab uskup.

Mgr. Rolly berharap, Sr. Priska dan Sr. Christofora juga percaya dalam kelemahan mereka, kuasa Tuhan sempurna. “Mari kita berdoa, semoga niat baik dari saudari-saudari kita ini senantiasa diberkati Tuhan,” kata uskup.

Sr. Priska, dalam sambutannya seusai misa mengungkapkan, puji dan syukur kapada Tuhan yang Maha Cinta dan Maha Kudus yang telah memilih dan memanggil ia dan rekannya Sr. Christofora sehingga hari ini boleh dengan mantap mengikarkan Tri Prasetia seumur hidup.

“Kami sangat berbahagia karena hari ini boleh mengalani dan merasakan ikrar setia kekal kami ini. Perayaan syukur yang kita alami saat ini menjadi mimpi panjang kami berdua selama ini khususnya dalam perjalanan kami mengikuti dan menjawab panggilan Tuhan. Mimpi yang telah menjadi kenyataan saat ini,” ujarnya

Ia dan rekannya sadar bahwa mereka tidak akan bermimpi terus tapi telah bangun, bangkit dan melangkah lagi dalam kasih Tuhan untuk menghasilkan buah-buah rahmat yang telah Tuhan tanamkan dalam pribadi mereka masing-masing.

“Kami menyadari bahwa untuk mencapai mimpi kami pada hari ini tidak selalu berjalan mulus atau lancar-lancar saja. Kadang, buah-buah nenjadi busuk, jatuh dan tidak dihiraukan orang, ada pula yang sangat enak dipandang mata dari kejauhan, dinanti-nantikan untuk dipanen,” ujarnya.

Begitu juga kehidupan yang dialami dalam panggilan mereka, ada saatnya jatuh, menjadi busuk/sandungan, tidak diperhitungkan kehadiran mereka, tapi ada saat-saat mereka dirindukan dalam komunitas, dinanti-nantikan apa yang baru, inovasi, kreativitas, perkataan, pekerjaan lagi mau dibuat mereka.

“Banyak buah-buah kehidupan yang memang sungguh indah bila dinikmati dalam kasihnya, sehingga bukan hanya kami nikmati namun kami mampu pergi lagi untuk menghasilkan lebih baik agar tidak dipangkas, dibuang seperti ranting-ranting yang kering,” tuturnya.

Misa kaul kekal yang turut dihadiri Anggota Dewan Konggregasi Sr. Geralda dan  Sr. Theresila Role ini dilaksanakan secara terbatas tanpa undangan (hanya anggota komunitas yang berada di biara saja) dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Misa disiarkam secara live streaming oleh Komsos Keuskupan Manado dan Radio Montini Manado. (lk)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengungkapkan, saat di ruang sakristi tadi, Pastor Agus Sumaraw Pr menyampaikan kepada saya bahwa kita ini adalah buah dari Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC = Misionarii Sacratisimi Codi Yesus).

“Tentu, salah satu buah dari buah yang banyak dihasilkan lewat kehadiran MISC di Sulawesi,” ujar Mgr. Rolly (sapaan uskup) ketika berkotbah pada misa syukur acara puncak Peringatan 100 Tahun MSC di Sulawesi yang diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Senin (7/9/2020).

Dikemukakan, di dalam perayaan syukur ini banyak hal sudah diadakan oleh panitia yang diketuai Pastor Berty Tojow MSC dengan seluruh anggota panitia dalam kondisi pandemi covid-19 ini sehingga puncaknya hanya dilaksanakan secara live streeming yang kalau situasi normal tidak seperti begini. Namun, tidak mengurangi makna dari perayaan ini.

Perayaan ini, sebut uskup, disiapkan dengan rupa-rupa cara seperti novena 9 bulan, tridium lewat live streeming terutama untuk para MSC kemudian ada webinar yang membahas sejarah kehadiran dan karya MSC, bertitik tolak dari buku yang disiapkan oleh tim yang diketuai Pastor Sujoko MSC.

“Tadi pagi, ada ziarah ke makam/kubur di seminari Menengah Kakaskasen untuk mengingatkan kita bahwa perjalanan itu dimulai dari siapa ? orang-orang yang telah memberikan diri kepada kita sekalian dan kita tahu juga bahwa refleksi ini masih berlanjut karena perayaan ini termasuk buku yang sudah mulai disebarkan dipersiapkan untuk menuju, menuju ke mana ?,” kata uskup.

Tahun depan, sebut mantan Provinsial MSC Indonesia ini, 50 tahun Provinsi MSC Indonesia secara mandiri, terlepas dari provinsi induknya di Belanda. Tahun 2020 merayakan/memperingati 50 Tahun sebagai provinsi.

Dikemukakan, untuk mengingatkan kita bahwa kehadiran MSC melanjutkan perutusan gereja universal yang sudah dimulai terutama dengan kembalinya di daerah ini oleh Serikat Jesus (SJ) selama 52 tahun, sejak 1868 dan pada tahun 1920, (100 tahun lalu), MSC melanjutkan estafet pelayanan itu, perutusan itu.

“Pelayanan misioner dari gereja Katolik tentu bersumber, start dari mana ? yaitu dari Yesus sendiri, yang seperti didengar dari bacaan injil (Mat. 28 : 16-20) yaitu Yesus mengutus muridNya, pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan Aku menyertai kanu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” ujar Mgr. Rolly.

Dijelaskan, kita tahu juga kehadiran MSC, melanjutkan karya dari Serikat Jesus. Menerima warisan-warisan, yang telah diungkapkan dalam buku sejarah kehadiran MSC. Tentu, yang pertama-tama yaitu misi misioner. Luar biasa. Semangat perutusan yang diwariskan oleh gereja universal.

Berangkat dari apa yang disanpaikan Yesus dari bacaan tadi, dan itu berlanjut terus-menerus, menerima estafet dan warisan-warisan dari SJ yang antara lain disebutkan, umat Katolik waktu itu 111.111 jiwa, sekolah guru dan jaga suster JMJ yang sudah hadir sejak tahun 1898 (22 tahun sebelum MSC masuk). “Dengan demikian, MSC melanjutkan itu,” tandasnya.

MSC, sebut Mgr. Rolly, tidak bisa berbuat lebih banyak seperti yang sudah dialami sampai tahun ini bersamaan dengan taerkat-tarekat religius yang sudah ada sesudah JMJ yang tentu dipanggil oleh SJ dan kemudian datang Fratet CMM, suster Karmel, DSY, PBHK Ursulin, Fransiskanes, Putri Karmel dan Pastor CSE.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulut berharap, perayaan syukur 100 Tahun MSC di Sulawesi akan semakin memperkuat komitmen para misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) dan segenap umat Katolik di Sulawesi untuk tetap setia dalam pelayanan di tengah kondisi apapun serta tetap bersedia mendukung dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa dan daerah.

Perayaan ini juga, bagi gubernur, menjadi momentum yang sangat tepat untuk semakin meningkatkan atau menguatkan tekad dan komitmen para MSC di Sulawesi dan segenap umat Katolik dalam mengiringi percepatan pembangunan bangsa, utamanya dalam melakukan perubahan dan pembaharuan di tengah kehidupan segenap umat.

“Mencermati berbagai capaian progresif yang telah kita torehkan selama ini Pemerintah dan segenap komponen pembangunan di Provinsi Sulut dituntut mampu untuk terus memberikan karya yang optimal serta tetap menjalin sinergutas, bahu-membahu dan bekerjasama satu sama lain, ” ujar Silangen membaca sambutan gubernur.

Diingatkan, segenap umat Katolik di Sulawesi harus memahami secara utuh peran MSC di tengah umat sehingga visi MSC juga akan terwujud secara utuh.

Terkait dengan langkah ke depan, tidak dapat dipungkiri, misi pelayanan turut diperhadapkan dengan berbagai tantangan sekaligus peluang yang muncul sebagai konsekuensi dari perkembangan zaman.

“Suka atau tidak, kita telah berada dalam tatanan masyarakat global dengan berbagai perubahan dan perkemvangan yang menyertainya,” sebut gubernur.

Misa syukur dipimpin Mgr. Rolly di dampingi Uskup Emeritus Mgr. Josef Suwatan MSC, Vikjen Pastor Agus Sumaraw Pr, Ketua Panitia Pastor Stevanus Berty Tijow MSC dan Frater Diakon Micky Kojongian Pr.

Hadir pada acara yang disiarkan secara live streeming itu Kadis Kehutanan Sulut Reyner Dondokambey dan Kadis Perindag Sulut Edwin Kindangen (mendampingi Sekda Sulut), puluhan imam baik dari Tarekat MSC termasuk Supda Sulkaltim Pastor Herry Purasa, maupun imam diosesan (Projo) dan tarekat religius lainnya, sejumlah suster, bruder, frater, panitia dan undangan lainnya.

Kendati ada kehadiran sejumlah orang tapi protokol kesehatan tetap dijaga seperti ada jarak, memakai APD, tempat cuci tangan dan disediakan hand sanitizer. (AF)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC akan memimpin misa syukur 100 tahun MSC (Misionarii Sacratisimi Cordi Jesu = Misionaris Hati Kudus Yesus) di Sulawesi yang akan diadakan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Senin (7/9/2020).

Mendampingi Uskup (sebagai selebran utama) pada misa memperingati acara puncak 100 Tahun Tarekat MSC berkarya di Sulawesi (meliputi Keuskupan Agung Makasar dan Keuskupan Manado) ada sejumlah pastor sebagai selebran.
Beberapa di antaranya adalah Superior Daerah (Supda) MSC Sulawesi dan Kalimantan Timur) RP Herry Purasa dan Ketua Panitia Pelaksana RP Stevanus Berty Tijow.

“Misa syukur puncak peringatan 100 tahun MSC berkarya di Sulawesi yang jatuh pada 7 Septembet 2020 akan dipimpin Bapa Uskup sebagai selebran utama dan beberapa imam/pastor sebagai selebran,” ujar Pastor Berty, sapaan akrab Ketua Panitia kepada meimonews.com di Manado, Minggu (6/9/2020).

Misa yang akan.diadakan di Paroki HKY Karombasan tersebut, sambung pastor Berty, akan berlangsung mulai pukul 17.00 wita – selesai.

Peserta yang akan hadir dibatasi, hanya sejumlah pastor, suster, frater dan bruder dan kalangan awam termasuk panitia pelaksana, yang junlahnya tak lebih dari 100 orang. “Kami tetap mengikuti anjuran Pemerintah dengan memakai protokol kesehatan,” jelas mantan Supda MSC Sulkaltim tersebut, yang dibenarkan Sekretaris Panitia RP Steven Bunga Tandiayu.

Pastor Berty menyebutkan, memperingati 100 Tahun Tarekat MSC berkarya di Sulawesi, panitia menggelar sejunlah kegiatan di antaranya Ziarah Keluarga MSC di makam seminari Kakaskasen, Senin (7/9/2020) pagi, Tridium MSC pada Selasa-Kamis (1-3/9/2020), Penutupan Novena HKY (Hati Kudus Yesus) di Gereja Paroki/Stasi masing-masing,, Jumat (4/9/2020), Peluncuran Buku Sejarah 100 Tahun MSC di Sulawesi dalam bentuk Webinar pada Sabtu (5/9/2020).

“Panitia telah pula mengadakan beberapa kegiatan dalam rangka 100 Tahun MSC di Sulawesi, yang telah diadakan sejak beberapa bulan lalu,” ujarnya seraya menyebutkan, pada Minggu (13/9/2020), akan didakan misa syukur di paroki-paroki/stasi-stasi, yang ada di Keuskupan Manado dan dihadiri umat setempat. (AF)

Meimonews.com – Misa Syukur akan mewarnai acara puncak Peringatan 100 Tahun MSC (Misionarii Sacratisimi Cordi Jesu) di Sulkaltim (Sulawesi dan Kalimantan Timur) pada Senin (7/9/2020) dan Minggu (13/9/2020).

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Peringatan 100 Tahun MSC di Sulkaltim Pastor Stefanus Berty Tijow MSC kepada meimonews.com di Manado, Rabu (2/9/2020).

“Pada hari Senin (7/9/2020) akan ada beberapa kegiatan di puncak peringatan 100 Tahun MSC di Sulkaltim,” ujarnya.

Dijelaskan, pagi hari Senin pagi ada Ziarah Keluarga MSC di Makam Seminari Kakaskasen dan sore (17.00 wita) ada Misa Syukur di Gereja Karombasan dengan jumlah undangan yang hadir terbatas.

Untuk Minggu (13/92020) akan diadakan Misa Syukur Umat se-Keuskupan Manado di Gereja Paroki/Stasi di Keuskupan Manado.

Tijow mengungkapkan, di acara puncak peringatan 100 tahun Tarekat MSC berkarya di Keuskupan Manado, yang meliputi wilayah provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, panitia menggelar sejumlah kegiatan

Pada Selasa-Kamis (1-3/9/2020) diadakan Triduum MSC, Jumat (4/9/2020) Penutupan Novena HKY (Hati Kudus Yesus) di Gereja Paroki/Stasi masing-masing, Sabtu (5/9/2020) Peluncuran Buku Sejarah 100 Tahun MSC di Sulawesi dan Kalimantan Timur dalam bentuk Webinar.

“Panitia juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka 100 Tahun MSC di Sulkaltim sejak beberapa bulan lalu,” sebut Tijow. (AF)

Meimonews.com – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Kota Manado menggelar kegiatan Peningkatan Moderasi Beragama Katolik Kota Manado di SD Frater Don Bosco Manado, Jumat – Sabtu (21-22/2020).

Sebanyak 35 guru agama Katolik ikutserta pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Manado Irwan Musa.

Menurut panitia kegiatan Riska Lumi, Meike Memah dan Jein Timporok, kegiatan ini didanai oleh DIPA Bimas (Bimbingan Masyarakat) Katolik Kemenag Kota Manado

Saat menutup kegiatan, Penyelenggara Bimas Katolik Kemenag Kota Manado Salvatore Ponomban berharap para guru agama Katolik ini tetap semangat dan terus membuat materi pembelaran dan video pembelajaran yang baik dan benar serta menarik bagi siswa dan juga orangtua.

Sejumlah pembicara ditampilkan dalam kegiatan dua hari ini yakni Kakan Kemenag Manado Iwan Musa yang membawakan materi Penguatan Moderasi Beragama bagi Pendidik sebagai Penuntun Arah Generasi Bangsa, Pembimas Katolik Joula Makarawung tentang Moderasi Beragama di Era Disrupsi dan Digital.

Ketua Komkat (Komisi Kateketik) Keuskupan Manado Pastor Kristianus Ludong Pr tentang Berkatekese di Masa Pandemi, Ketua YPK-KM (Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado) Pastor Revi Tanod Pr tentang Peranan Guru Agama Katolik di Era Milenial serta Ketua MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Kota Manadi Hanny Rawung tentang Metode Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Enam imam/pastor baru Diosesan Manado menggelar misa perdana di Paroki St. Paulus Lembean, Minahasa Utara, Minggu (9/8/2020).

Misa konselebrasi ini dipimpin P. Koresta Fransiskus Rian Lila Pr (pernah bertugas sebagai frater diakon di paroki ini selama setahun, yang kini mendapat tugas di Paroki Melongguane) sebagai selebran utama di danpingi lima imam baru lainnya sebagai selebran yakni Pastor Jerry Bambalu Torabelaz Pr (Paroki HKY Tomohon), Pastor Jufri Anthonius Dotulong Pr (Paroki St. Thomas Modo), Pastor Malvinas Anthonius Pr Karundeng (St. Yohanes Rasul Tahuna), Pastor Yohanes I Made Pantyasa (Komsos, Radio Montini dan membantu di Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja Manado dan Pastor Bernardus I Wayan Sugiarta (membantu di Komisi PSE-KM).

Turut pula mendanpingi sebagai seleban yakni Pastor Wens Mawikere Pr (Pastor Paroki), Pastor Alex Sondakh Pr (pastor rekan/Ketua Panitia Misa Perdana) dan Pastor Maurits Lensun Pr (pastor rekan) serta Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr (dari paroki Lembean) yang 18 Juli 2020 ditahbiskan sebagai frater diakon serta dilantik sebagai Lektor dan Akolit.

Sejumlah umat dengan junlah terbatas yakni perwakilan dari wilayah rohani dan stasi Paroki Lembean termasuk tokoh umat Piet Luntungan dan pimpinan kelompok kategorial paroki serta perwakilan dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema (pemekaran dari paroki Lembean) turut hadir pada misa yang disiarkan secara langsung oleh Komsos dan Dokumentasi Paroki Lembean).

Sebelum misa, diadakan penjemputan di depan piatu masuk gereja bagi para imam yang baru ditahbiskan bersama empat imam Tarekat MSC oleh Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di danpingi Superior Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maraanesy MSC dan Rektor Seminari Hati Kudus Yesus (HKY) Pineleng Pastor Melky Malingkas Pr di Kapel Seminari HKY Pineleng, Sabtu (26/7/2020).

Usai misa diadakan santap kasih bersama di aula paroki.

Semua acara, mulai dari penjemputan, misa dan santap kasih bersama dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Di penghujung misa, sebelum berkat/pengutusan dari pastor baru kepada tiga pastor di Paroki Lembean dan kepada umat secara umum oleh keenam pastor dan tiga pastor di Paroki Lembean, para imam baru itu diberi kesempatan untuk berbicara, berbagi cerita singkat perjalanan imamat dan pesan mereka.

Ada yang bercerita bahwa ia masuk seminari karena panggilan sendiri tapi ada juga yang karena dorongan dan ingin menyenangkan hati orangtua namun kemudian tergerak untuk menjawab panggilan itu dengan sungguh-sungguh (menjadi panggilan diri), ada yang dari ‘anak jalanan’ yang terpanggil, dan lain-lain sebab sehingga mereka bisa masuk seminari dan ditahbiskan menjadi imam.

Pastor Paroki St. Paulus Lembean Pastor Wens Mawikere Pr berterima kasih dengan kesediaan para imam baru ini memimpin misa perdana di Paroki Lembean.

Mantan Ketua Komsos Keuskupan Manado ini berharap misa perdana ini bisa menjadi pemacu semangat panggilan bagi umat di paroki ini untuk terpanggil/menjadi imam atau suster.

“Ketua OMK Paroki St. Fransiskus Xaverius Kema mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjadi suster. Mudah-mudahan, tahun depan Frater Diakon Cheryl Angelo Ferdy Tanod Pr yang putra Lembean ditahbiskan menjadi imam, dan ada lagi yang menjadi pastor dari Paroki Lembean,” ujar Pastor Wens penuh harap.

Kepada para imam baru, Pastor Wens menyanpaikan selamat bergabung dalam kolegial para imam diosesan Manado. (lk)