Meimonews.com – Rapat Tim Pembina Samsat (sistem administrasi manunggal satu atap) Sulawesi Utara digelar dalam rangka mencari solusi terbaik optimalisasi peningkatan penerimaan daerah dengan peningkatan pelayanan publik.

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekretaris Provinsi Sulut Steve Kepel (Ketua Tim Pembina Samsat Sulut) ini dilaksanakan di salah satu hotel di Manado, Rabu (5/6/2024).

Hadir pada kegiatan ini, perutusan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut, perutusan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulut, perutusan PT Jasa Raharja Sulut, perutusan Bank SulutGo dan perutusan BPKP Sulut.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menegaskan, saat ini perlu ditingkatkan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen saat memberikan pemaparan

Untuk itu, pihak-pihak terkait seperti perbankan, kepolisian, Jasa Raharja, PT Pos Indonesia dan dealer tentunya diharapkan bisa memberikan solusi terbaik demi peningkatan penerimaan kas daerah.

Disebutkan, terselenggara kegiatan Rakor Pembina Samsat di Sulut, dalam rangka menyikapi berbagai proses pengolahan yang nantinya menjadi dasar bagi Tim Pembina Samsat Sulut dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan publik di bidang Kesamsatan.

Dalam kegiatan ini, harapannya di dalam rapat Pembina Samsat utamanya adalah bagaimana kita menyatukan persepsi, menyatukan ide pemikiran inovasi yang ada di masing-masing untuk kita tuangkan menjadi satu kegiatan positif yang bisa membawa khususnya lintas sektoral serta untuk bisa mengoptimalkan penerimaan masing-masing yaitu untuk Bapenda, Kepolisian dan Jasa Raharja.

“Hal ini yang torang coba rumuskan dalam kegiatan ini. Karena ketika menjadi hambatan di dalam satu di satu pihak, itu akan berdampak juga ke pihak lainnya. Sehingga saat inilah momen kita berkolaborasi sambil memberikan ide masukan, mungkin saran, mungkin juga ada usulan perbaikan,” ujarnya.

Sehingga, sambungnya, menjadi harapan kita bersama dalam rangka utamanya adalah peningkatan penilaian publik. Dari situ tentu saja akan berdampak terhadap optimalisasi penerimaan.

Dalam sambutannya, Sekprov mengajak semua pihak berkomitmen dan bersama bekerja keras dengan mengoptimalkan rapat tersebut guna memperkuat sinergi, kolaborasi dan memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat.

Beberapa point yang ditekankan dalam rapat tersebut antara lain, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan kepatuhan wajib pajak, digitalisasi pelayanan samsat, pengawasan dan pengendalian internal, dan kolaborasi dan sinergi.

Ketua Tim Pembina Samsat Sulut ini menegaskan, harus berbenah mengikuti era digitalisasi. Samsat memiliki peranan vital untuk pengelolaan kendaraan bermotor. Di mana, dalam menjalankan tugas tersebut, bukan hanya Bapenda Sulut saja, tapi perlu kerja sama dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan Jasa Raharja.

“Kerja sama ini penting dan selalu dikuatkan, dikoordinasikan sehingga sinergitas dapat meningkatkan penghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Kepel.

Kepel pun memberikan beberapa catatan untuk peningkatan pelayanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor di Sulut.

Pertama, terkait dengan pengembangan digitalisasi pelayanan. Memangkas keberadaan birokrasi bagi warga yang akan membayar pajak. Pemberian kemudahan atau akses lebih luas bagi para pembayar pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan.

“Paling tidak tantangan ketersediaan jaringan infrastruktur komunikasi, keberadaan SDM (Sumber Daya Manusia). Itu yang harus dibenahi,” jelasnya

Tantangan lainnya yang menjadi catatan adalah tidak semua wajib pajak kendaraan bermotor adalah kaum milenial dan Generasi Z, yang menguasai digitalisasi. Oleh karena itu, penting menyiapkan help desk, Samsat car, updating software. Ini sesuai pangsa di tengah masyarakat.

Catatan selanjutnya yakni mengenai dengan relaksasi bagi wajib pajak kendaraan bermotor. Program keringanan pajak tersebut dinilainya belum tersosialisasi dengan baik.

Terakhir, bagaimana kepatuhan pajak ini betul-betul konsisten. Untuk menjawab tantangan ini bukan hanya satu instansi, tapi butuh peran instansi terkait lainnya. (elka)

Meimonews.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) masuk dalam daftar salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan yang mendapatkan jatah Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) dari pemerintah sebagaimana info yang tersebar di media sosial.

Ketua Presidium PP PMKRI Tri Natalia Urada mengonfirmasi tidak ada pembicaraan soal penawaran pemerintah dalam pengelolaan tambang dengan PMKRI selama ini. “Kalau pun ada penawaran, PMKRI pasti menolak,” ujarnya lewat siaran pers yang diterima Meimonews.com, Rabu (5/6/2024).

Pertimbangan paling mendasar karena tidak mau independensi PMKRI sebagai organisasi kemahasiswaan, pembinaan dan perjuangan terkooptasi dengan kepentingan-kepentingan usaha tambang. Berbagai persoalan yang diakibatkan oleh operasi industri pertambangan akan terus disikapi dan dikritisi.

Ketentuan Ormas Keagamaan yang mendapatkan WIUPK secara perioritas dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat diatur dalam pasal 83A ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Melalui peraturan tersebut, ormas keagamaan kini dapat memiliki WIUPK.
Jika merujuk pada pasal 75 UU No. 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, IUPK diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Swasta mendapat perioritas dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK.

“Kita bisa melihat bahwa terjadi ketimpangan dan atau tumpang tindih antara UU Minerba dan PP No. 25 tahun 2024. Selain itu, juga berpotensi menimbulkan konfik yang lebih besar dikemudian hari,” jelas mantan Sekjen PMKRI Pusat ini.

Disebutkan, merujuk pada data dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menunjukkan bahwa saat ini terdapat sebanyak 7.993 izin mineral dan pertambangan (Minerba) dengan luas 10.406.060 hektare. Alhasil operasi ini berdampak pada kerusakan lingkungan yang panjang dan belum dipulihkan.

Atas nama kemajuan ekonomi, pembukaan lahan skala besar justru mencemari air, udara, dan laut yang berdampak pada terganggunya kesehatan manusia, kerusakan pangan lokal, terutama sekitar tapak tambang.

Jadi, jika PMKRI turut terlibat dalam urusan tambang, sama halnya PMKRI melestarikan persoalan-persoalan yang ada dan akan sangat paradoks dengan kerja-kerja yang kami lakukan selama ini, yaitu menjaga kedaulatan lingkungan.

PMKRI menilai, rencana ini juga akan berisiko menimbulkan konflik agraria baru dengan masyarakat dan mempertajam ketimpangan sosial. Berdasarkan data KPA, sepanjang 2023,  tambang menyebabkan 32 letusan konflik agraria di 127.525 hektar lahan dengan 48.622 keluarga dari 57 desa terdampak tambang.

PMKRI tidak memiliki kapasitas SDM dan teknologi yang mumpuni untuk mengurus tambang. Tetapi sebagai elemen masyarakat sipil, kami memiliki komitmen dan sikap yang konsisten untuk melakukan checks and balances atas berbagai kebijakan yang anomali dan ketimpangan lainnya yang dapat merugikan masyarakat, terutama terhadap industri-industri ekstraktif seperti tambang.

“Kami berharap pemerintah menghentikan rencana ini dengan segera merevisi PP Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara,,’ tandas Natalia. (lk)

Oleh : Lexie Kalesaran

Meimonews com – Dalam momen-momen seperti Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten atau Kota pasti akan muncul hal-hal terkait politik identitas.

Figur-figur yang mau bacalon, baiko rame atau orang mempromosikan pasti akan memunculkan seperti identitas keluarga figur untuk dijadikan isu agar orang tertarik karena punya kedekatan baik nama keluarga (fam), asal daerah, dan lain sebagainya.

Ada yang sudah lama berkarya di luar daerah dan tidak pernah atau sangat jarang pulkam (pulang kampung) tetapi karena ada momen seperti Pilkada, berusaha cari waktu untuk datang ke daerahnya supaya bisa menarik perhatian dan kedekatan emosional (satu daerah, masih ada hubungan fam, dan lain sebagainya).

Hal itu sah-sah saja tapi hendaknya tidak sampai berlebihan karena akan tidak kondusif bagi kemajuan torang pe daerah Sulawesi Utara. Dan bisa menjadi isu tak menarik tingkat nasional/global.
Sebagai warga negara yang cerdas, mari torang sikapi hal tersebut secara bijaksana. Jangan sampai hal-hal berkaitan dengan politik identitas mengganggu kerukunan dan kebersamaan torang pe daerah (Sulut) yang telah terbina dengan baik selama ini. (penulis adalah pemerhati sosial kemasyarakatan)

Meimonews.com – Memperingati Coral Triangle Day (Hari Segitiga Terumbu Karang) 9 Juni 2024, Walikota Manado Andrei Angouw bersama masyarakat melakukan bersih-bersih pantai.

Kegiatan bertajuk Beach Clean Up yang diinisiasi Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) ini dilaksanakan di Pantai Bitung Karangria Kecamatan Tuminting Manado, Selasa (4/6/2024).

Kegiatan diawali sambutan Executive Director CTI-CFF Dr. Frank Keith Griffin. Menurutnya, keindahan pantai Kota Manado bahkan dapat mengalahkan Bali sehingga lingkungan dan ekosistem yang ada di pantai harus terus dijaga.

Walikota Manado dalam sambutannya turut menyampaikan pentingnya kegiatan beach clean up seperti ini, terutama dalam menyelamatkan terumbu karang.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini berharap agar terumbu karang harus terus dijaga dengan tidak membuang sampah sembarangan di laut. “Kita berharap pesan ini dapat terjaga dengan baik dalam rangka menjaga lingkungan dan laut kita,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kaos dan alat kebersihan kepada masyarakat yang turutserta dalam kegiatan ini, dan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih pantai.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulut Ir. Limi Mokodompit, MM, Asisten II Setda Manado Atto Bulo, SH, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Supryatna, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Manado M. Sofyan, AP., M.Si, Camat Tuminting Octavianus Barahama, S.Sos bersama jajaran Lurah dan Ketua Lingkungan, pimpinan dan perwakilan CTI-CFF, serta undangan lainnya. (Afer)

Meimonews.com – Pelbagai upaya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut dan jajarannya agar pendapatan daerah Sulut sebagai sumber pembiayaan pembangunan optimal dan meningkat.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan mendatangi lokasi-lokasi atau kantor perusahaan-perusahaan yang ada di daerah ini.

Itu seperti terlihat saat Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE Ak, tim kantor pusat dan UPTD PPD (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah) Minahasa Utara serta tim Bapenda Minahasa Utara mendatangi kantor PT MSM Likupang, Selasa (4/6/2024).

Kedatangan ke perusahaan tersebut yang disambut Tim Account PT MSM yang dipimpin Terry adalah dalam rangka identifikasi dan optimalisasi potensi pajak daerah.

Dalam kunjungan tersebut ada sejumlah hal dibahas seperti PNBP (penerimaan negara bukan pajak) untuk royalti; Galian mineral bukan logam dan batuan (wajib menyetor ke Pemkab Minut sebagai opsion bagi hasil);

Pajak alat berat; Pajak bahan bakar; Pajak kendaraan bermotor nomor polisi luar daerah (agar dimutasi ke daerah Sulut); Kendaraan yang sudah rusak agar dilaporkan ke Bapenda;

Berhubungan dengan pajak air permukaan (PAP), tim Bapenda Sulut akan mengunjungi lokasi tambang untuk melakukan identifikasi luasan penampungan air dan kubikasi pemanfaatan air baik yang digunakan untuk keperluan rumah tangga perusahaan maupun kegiatan eksplorasi dan produksi.

Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, SE. Ak berterima kasih atas penyambutan dari tim PT MSM dan kerjasama yang telah terungkap dalam kunjungan tersebut. (elka)

Meimonews.com – Bank SulutGo mendapat penghargaan penting dari Sentra Medika Hospital. Ada empat penghargaan yang diterima.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan saat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara mengadakan kegiatan Gathering Perusahaan/Instansi dan Asuransi Rekanan, di kompleks rumah sakit swasta itu, Kamis (30/5/2024)

Acara ini dihadiri oleh tamu dari berbagai perusahaan, instansi, dan asuransi rekanan Sentra Medika, termasuk HRD, kepala cabang, dan pimpinan asuransi regional, di antaranya Bank SulutGo (akrab disebut juga BSG).

Gathering ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan menjalin kerjasama yang lebih erat antara Sentra Medika Hospital Minut dengan para rekanan.

Dalam acara ini, Sentra Medika juga berkesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi dan update terbaru tentang layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit.

Di momen penting dalam gathering ini ada pemberian penghargaan kepada beberapa rekanan yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam kerjasama dengan Sentra Medika. di antaranya BSG

BSG yang saat ini dipimpin Revino M. Pepah sebagai Dirut ,meraih 4 penghargaan bergengsi, yaitu Top Five Out Patient Performance Company, Top Five In Patient Performance Company, The Best Out Patient Performance Company serta The Best In Patient Performance Companya.

Penghargaan ini merupakan bukti komitmen BSG dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para karyawan dan nasabahnya. (Afer)

Meimonews.com – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unsrat Manado Dr. Daud Markus ‘Ferry’ Liando, SIP, M.Si menegaskan produk institusi pendidikan perguruan tinggi diarahkan tidak hanya berorientasi hasil atau output namun juga yang terpenting adalah berorientasi outcome atau dampak.

Penegasan tersebut disampaikan Ferry (sapaan akrabnya) dalam percakapan dengan Tim PodCast Unsrat Dr. Odi Kaunang di Kantor PTI Manado, Senin (3/6/2024).

Disebutkan, target lulusan perguruan tinggi tidak hanya sebatas pada capaian jumlah seperti target lulusan pertahun, jumlah mahasiswa mencapai IPK tertinggi, jumlah mahasiswa mendapat predikat tertinggi atau pencapaian lain yang sifatnya numerik atau angka.

Dalam kepemimpinan sebagai Dekan, Liando akan berupaya akan menjadikan para lulusan dipersiapakan tidak hanya pada bekal ilmu pengetahuan atau teori semata, namun perlu juga dibekali dengan keterampilan kerja dan karakter yang baik.

“Menjadikan mahasiswa cerdas, itu suatu kewajiban bagi institusi pendidikan. Namun cerdas saja tidak cukup untuk bisa berkompetisi di dunia kerja kelak. Mahasiswa harus punya skill dan karakter yang baik,” tandasnya

Dosen kepemiluan dan acapkali jadi pembicara di beberapa kegiatan/dialog ini akan merancang sebuah grand design pendidikan baik pembenahan tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah maupun metode pembelajaran.

“Kita tidak perlu mengubah mata kuliah, namun tujuan masing-masing mata kuliah harus diperbaiki. Masing-masing mata kuliah didorong untuk menghasilkan tiga capaian yakni penguasaan teoritik, skill atau keterampilan khusus dan pembentukan sikap atau karakter,” jelasnya.

Ditambahkan, agar mahasiswa memiliki bekal keterampilan maka para dosen perlu juga didorong untuk pengembangan dan pengalaman empirik. Secara teoritik, SDM di Fisip sangat mumpuni. Sebagian besar telah bergelar S3. Sebagiannya meski tidak S3 tapi mereka telah lama menjadi dosen, sehingga kapasitas mereka tidak diragukan.

Namun soal pengalaman empirik di dunia pekerjaan sebagian masih harus dikembangkan. Kita butuh dosen yang ahli dalam penyusunan peraturan seperti perundang-undangan, Perda dan Perdes. Kita akan mempersiapkan dosen ahli dalam bidang perencanaan pemerintahan seperti RPJMD, RKPD, ahli sebagai analis kebijakan pemerintahan, ahli dalam keuangan dan penyusunan anggaran pemerintahan, ahli dalam penyusunan APBD ataupun APBDes.

Menurutnya, di beberapa instansi pemerintahan memang memerlukan pendampingan. Di pemerintahan desa menyediakan banyak anggaran untuk pendampingan. Ada permintaan untuk pembuatan website desa, pendampingan pembuatan Perdes, APBDes serta tata kelola BUMDes.

Di DPRD membutuhkan tenaga ahli dalam penyusunan Perda. Di Bappeda Propinsi, Kabupaten dan Kota butuh ahli perencana dan analis kebijakan. Demikian juga dengan institusi lain yang kerap membutuhkan konsultan, tenaga ahli atau tim pakar.

Dalam hal kepemimpinan pemerintahan maka memerlukan dosen yang ahli dalam strategi pengambilan keputusan, resolusi konflik, mediator, public speaking. “Kita juga mempersiapkan dosen yang ahli di bidang teknologi pemerintahan, akuntansi pemerintahan, jurnalistik dan humas serta keahlian lain yang dibutuhkan mahasiswa ketika mereka masuk dunia kerja kelak,” ujarnya.

Jika para dosen kita sarankan memiliki keahlian khusus maka penerima manfaat bukan hanya bagi mahasiswa yang diuntungkan, namun juga bagi dosen yang bersangkutan. Sebab baik lembaga pemerintahan, swasta ataupun organisasi non pemerintah kerap membutuhkan konsultan, tim ahli, tim pakar dari perguruan tinggi.

Mereka menyiapkan banyak anggaran untuk itu. Yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga tersebut bukan hanya sekedar kepakaran di bidang keilmuan, namun dibutuhkan kepakaran dalam merancang sesuatu untuk menghasilkan produk pemerintahan seperti naskah akademik ataupun policy paper.

Keahlian para dosen juga akan sangat mendukung Indikator Kinerja Utama atau IKU dan akreditasi Prodi. Bahwa dosen harus didorong berkegiatan di luar kampus sebagai penunjang tri dharma perguruan tinggi.

Semua itu butuh proses panjang. “Saya yakin ini bisa. Apalagi terget ini sangat sejalan dengan Visi Rektor Prof. Dr. Ir. Oktovian Alexander Berty Sompie, MEng Asean IPU Eng yakni menjadikan Unsrat Unggul dan Berbudaya menuju World University,” tandasnya.

Dikemukakan, selain penguatan kurikulum dan pengembangan keahlian dosen, perlu juga pengembangan kegiatan extra kurikuler mahasiswa. Belajar di kelas tidak cukup untuk melatih mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan dunia kerja kelak. Sehingga pengembangan kepemimpinan mahasiswa harus di dorong lewat organisasi kemahasiswaan.

Terdapat beberapa mata kuliah yang harusnya wajib mensyaratkan kegiatan kemahasiswaan untuk bisa lulus. Misalnya mata kuliah Agama, wajib mahasiswa untuk ikut kegiatan-kegiatan kerohanian baik oleh BKK, KMK dan Badan Tadzkir. Mata kuliah organisasi dan manajemen diwajibkan bagi mahasiswa menjadi anggota di organisasi lingkungan kampus atau wajib mengikuti kegiatan LKMM fakultas atau universitas. Mata kuliah metodologi atau kapita selekta di wajibkan bagi mahasiswa untuk ikut lomba LKTI.

Jadi, nantinya tujuan pembelajaran masing-masing mata kuliah tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan teoritik semata, namun pengalaman kepemimpinan mahasiswa harus dijadikan target juga guna mempersiapkan diri mereka untuk berkompetisi di dunia lapangan pekerjaan ketika mereka lulus kelak atau untuk pengembangan karier mereka dalam dunia kerja.

“Ada link and match antara mata kuliah yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja,” tandas Ferry. (FA)

Meimonews.com – Dirut PT Bank SulutGo Revino M. Pepah menegaskan, sekalipun saat ini merupakan momentum yang menggembirakan, tapi mengingat tahun ini di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami bencana alam serta dalam rangka efisiensi maka hari ini kami merayakan ketambahan usia Torang Pe Bank ini dengan sederhana.

“Kami hanya mengadakan doa syukur di kantor. Tentunya ada rangkaian lomba seni dan olahraga antar karyawan yang telah dan akan berlangsung dalam rangka kebersamaan. Tapi kita perlu fokus pada tujuan yang terutama yaitu tetap bertumbuh dan tangguh demi keberlanjutan Bank ini,” ujarnya terkait dengan peringatan 63 Tahun Bank SulutGo, Senin (3/6/2024)

Diungkapkan, memasuki pertengahan tahun 2024, bank yang akrab disebut BSG ini diperhadapkan dengan beragam tantangan serius dalam rangka mempertahankan keberlanjutan bisnis antara lain pertama, cost of fund yang meningkat signifikan akibat kenaikan BI Rate yang hampir 2 kali lipat dalam dua tahun terakhir. Kedua, pemenuhan modal inti 3 triliun sesuai ketentuan OJK

Ketiga, meningkatkan dan menyempurnakan layanan digital dalam rangka membantu nasabah dalam melakukan transaksi perbankan agar lebih aman; Keempat,  meningkatkan kualitas human capital. Kelima, program efisiensi biaya dalam rangka menekan biaya operasional.

Di bagian lain, Pepah menyebutkan, BSG telah melayani masyarakat selama lebih dari enam dekade, memberikan layanan perbankan serta kontribusi terhadap perkembangan ekonomi daerah.

“Dan pada momentum ulang tahun ke-63 ini, BSG berkomitmen untuk tetap menjadi bank kepercayaan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan terus bertumbuh dan tangguh dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif sekalipun,” ujarnya di Kantor Pusat.

Menurutnya, selama 6 dekade yang telah berlalu, beragam milestone yang berhasil BSG lalui hingga dapat berada pada titik ini, antara lain tahun 1998 ketika Indonesia dilanda krisis moneter,
Bank Sulut berhasil masuk dalam gabungan program Rekapitulasi Bank yang diselenggarakan oleh negara untuk memenuhi modal inti bank minimum 8 persen sehingga dapat tetap beroperasi.

Aset bank per 31 Desember 2023 mencapai 20,86 triliun rupiah; Selama 3 tahun terakhir telah memberikan dividen sebesar Rp. 514.693 miliar kepada para pemegang saham yang dibagikan secara proporsional sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Tingkat kesehatan BSG kembali memperoleh peringkat komposit “2” yang secara umum sehat dan dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif dan factor external lainnya.; Per Juni 2023 berhasil menempati gedung kantor pusat yang baru.

“Tak lupa kami juga ucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur selaku pemegang saham pengendali, serta seluruh pemegang saham dan stakeholders. Terutama para nasabah yang kami hormati, terimakasih atas kepercayaan anda sehingga BSG dapat bertumbuh sampai saat ini” ujar Pepah. (Afer)

Meimonews.com – 21 Frater Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus (TOR) Poem Tateli menerima busana rohani saat misa yang dilaksanakan dalam rangka perayaan sukur 40 tahun seminari tersebut, Minggu (2/6/2024).

Misa dipimpin Mgr. Petrus Turang Pr (Uskup Emeritus Kupang), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr di dampingi belasan imam/pastor di antaranya Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonifasius Boro Bin Ola Pr dan Rektor baru Seminari TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr serta dihadiri sekitar tamu/undangan dan umat setempat.

Sejumlah hal terkait dengan bagaimana para frater menjalani pembinaan baik selama di Seminari TOR  Poem maupun kelanjutannya di Seminari Pineleng untuk  menjadi seorang imam diosesan disampaikan Mgr. Turang.

Mantan Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado ini tak segan untuk mengingatkan agar para calon imam ini tidak melakukan hal-hal yang akhirnya bisa mengganggu proses pembinaan selama di seminari.

Mgr. Turang berharap agar para calon imam ini fokus pada proses pembinaan agar bisa menjadi imam yang diharapkan bagi keuskupan maupun keluarga.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra Pr dalam sambutannya pada pada acara syukuran di halaman seminar mengungkapkan bagaimana saat ia menjalani proses pembinaan di seminari itu beberapa tahun lalu.

Ia bisa menjadi imam dan bahkan menjadi uskup pertama lulusan Seminari TOR Poem ini karena ia menjalani pembinaan di seminari ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengingatkan agar para frater fokus pada proses pembinaan yang ada.

Uskup Amboina Mgr. Inno Ngutra saat memberikan sambutan

Para frater yang menerima busana rohani menjalani proses pembinaan di tahun rohani seperti juga Seminari TOR Poem yang bisa memasuki 40 tahun itu karena ada proses panjang.

Para frater menjalani proses pembinaan tak kurang dari sembilan bulan. Ibarat anak dalam kandungan ibu, yang nanti lahir, hadir di dunia setelah sembilan bulan lebih. “Ada prosesnya. Ada perjalanannya,” ujar Mgr. Rolly.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan

Disebutkan, dalam proses di tahun rohani hingga menerima busana atau jubah rohani pasti ada banyak dukungan baik dari lingkungan seminari maupun keluarga dan umat.

Ada proses yang dialami para frater. Selama dalam pembinaan para frater belajar dan bertumbuh baik jasmani maupun rohani dan kemudian bisa menerima busana / jubah rohani.

Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili para frater penerima busana rohani, Frater Savio Kuntak menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka saat dalam pembinaan di Seminari TOR Poem dan bisa menerima busana rohani.

Banyak pengalaman diperoleh dan menjadi pedoman bagi mereka selama dalam masa pembinaan di seminari ini.

Des Kembi mewakili orangtua frater penerima busana rohani saat memberikan kesan dan pesan

Hal senada disampaikan Des Kembi mewakili Keluarga Frater. Disampaikan terima kasih kepada mereka yang telah membantu sehingga para frater bisa menerima busana rohani di momen perayaan syukur 40 tahun Seminari TOR Poem.

Dikatakan, hari ini merupakan hari yang penuh suka cita bagi orangtua karena momen ini dihadiri tiga uskup serta anak-anak kami (frater-frater) boleh melewati satu fase di jalan panggilan mereka, dimana mereka boleh menerima pakaian rohani. “Ini Satu kebanggaan tentu bagi para frater dan juga kami orang tua,” ujarnya.

Sebagai orangtua, mereka menyadari bahwa untuk sampai pada tahap ini bukanlah hal yang mudah bagi para frater. Para frater sudah berusaha menunjukkan kepada kita apa yang menjadi komitmen mereka sebagai calon calon imam dengan mengikuti pembinaan di seminari ini.

Namun, peran para pembina tentu sangat menentukan sehingga anak-anak mereka boleh tiba pada tahap ini. Banyak juga peran umat yang telah membantu dan juga para donatur dengan caranya masing-masing memberikan support dan motivasi untuk mendukung perjalanan panggilan anak-anak mereka.

Memang ini baru langka awal bagi mereka dalam perjalanan panjang yang akan mereka tempuh sebagai calon calon imam. Perjalanan panjang ini pasti juga membutuhkan perjuangan yang lebih berat.

“Akan ada banyak kerikil-kerikil tajam yang akan mereka lalui, dan dari semua itu tentu perjuangan yang paling berat yang akan mereka alami adalah mereka harus melawan diri mereka sendiri, melawan keinginan keinginan yang menjadi menghambat dan batu sandungan bagi perjalanan panggilan hidup mereka sebagai calon imam diosesan,” ujarnya.

Tentu menjadi harapan bagi orangtua agar 21 frater yang menerima pakaian rohani ini akan tetap memakai jubah ini sampai mereka mencapai cita-cita mereka. Jangan seiring perjalanan waktu satu persatu sudah mulai melepaskan jubah.

Ini tentu akan membawa rasa kecewa bukan saja orangtua tetapi  semua yang telah mendukung perjalanan panggilan kamu, umat para pembina dan tentu saja ketiga Uskup  yang hadir bersama.

Jadi, sambungnya, semoga mereka tidak menyia-nyiakan apa yang menjadi harapan kami dan semua umat. Ingatlah bahwa pakaian rohani yang dipakai itu melambangkan kehormatan dan martabatmu.

“Di manapun kamu berada dengan memakai jubah ini kamu akan dihormati, disegani dan dihargai. Oleh karena itu, jagalah selalu kehormatan dan martabatmu, jaga kehormatan dan martabat keluargamu dan jaga kehormatan dan martabat gerejamu. Itulah harapan kami semua orang tua umat dan uskupmu,” pintanya.

Peniupan lilin HUT Seminari TOR Poem

Menutup rangkaian acara memperingati 40 Tahun Seminari TOR Poem di mana misa penerimaan busana rohani merupakan salah satu acaranya, diadakan peniupan lilin perayaan, yang diadakan di halaman seminari.

Berdasarkan data, Mgr. Theodorus Moors MSC adalah Inisiator Pendirian Seminari TOR Poem. Promotor pencarian dananya adalah Pastor Jan Van Paasen MSC.

Pada Juli 1984 dimulai angkatan pertama dan Pastor Wenceslaus Aloysius Maweikere Pr sebagai Direktur Tahun Orientasi Rohani yang pertama.

P.astor J. Talibonso MSC meletakkan dan memberkati batu dasar pembangunan seminari TOR. Pada 2 Juni 1987
Seminari ini ditahbiskan dan diresmikan oleh Duta besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Francesco Canalini.

Tak terasa 40 tahun Seminari TOR Poem sudah berkarya dalam pembinaan calon Imam di Keuskupan Manado. Telah banyak dedikasi tinggi seluruh tim pembina sejak awal berkarya hingga saat ini. Dukungan doa dan cinta dari seluruh umat akan terus membawa harapan untuk seminari TOR Poem. (lk)

Meimonews.com – Sejumlah atraksi kesenian, talkshow serta spirit and mission mewarnai hari pertama Perayaan Syukur 40 tahun Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Pondok Emaus (Poem) Tateli, Minahasa, Sabtu (1/6/2024).

Atraksi tersebut adalah koor dari Frater-frater Seminari Pineleng, Koor Frater-frater Seminari TOR Poem, Koor Mahasiswa STFS Pineleng, Vokal Group Mahasiswa Asrama Benedicta serta Tari Kabasaran (Minahasa) dan Tari Myama Tawahuk (Tanimbar) yang dibawakan Frater-frater Seminari TOR Poem.

Selain itu, talkshow yang menampilkan pembicara Uskup Amboina Mgr.Inno Ngutra Pr dengan pemandu Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonefasius Boro Bin Ola Pr serta spirit and mission dari Ketua Pukat (Profesional Usahawan Katolik) Keuskupan Manado Jimmy Asiku dan Ketua Catholic Family Ministry Raldi Laluyan.

Acara digelar Panitia yang diketuai Jonas Adam ini dimulai di gereja dan diawali Angelus serta berlanjut di aula tempat pembinaan calon-calon imam Diosesan Keuskupan Manado.

Hadir pada kesempatan itu, antara lain Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Sorong Monokwari Mgr. Datus Lega, Wakil Rektor Seminari TOR Poem Pastor Marson Pungis Pr, Ketua UNIO Pastor Melky Malingkas Pr, Rektor Baru TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr, Rektor Seminari Pineleng Pastor Ambrosius Wuritimur Pr, Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Berthi Imbar Pr, Rektor Agustinianum Pastor Jivon Motikas Pr.

Sejumlah undangan lainnya juga hadir di antaranya perwakilan Kongregasi Suster-suster DSY Sr. Geralda Untu, perwakilan Frater-frater CMM Frater Herman Mandagi dan tokoh umat Keuskupan Manado Welly Pesoth dan istri serta tokoh umat Stasi Tateli Paroki Mokupa (lokasi seminari ini berada) seperti Bismark Lumentut.

Saat talkshow, Mgr. Inno memaparkan pengalamannya saat pembinaan di seminari ini sewaktu masih berstatus frater. Banyak hal-hal yang dialaminya serta menjadi pendorong semangat sehingga ia bisa ditahbiskan menjadi imam dan bahkan menjadi uskup.

Pengalaman-pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para frater yang sementara menjalani pembinaan di seminari yang berlokasi di Stasi Tateli Paroki Mokupa ini. (lk)