Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo tampil menarik pada Defile Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM) yang diadakan Minggu (17/7/2022).

Defile yang dilombakan oleh Panitia Pelaksana yang diketuai Theodorus Lumi ini diikuti 50-an KBK yang ada di Keuskupan Manado (tersebar di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah).

KBK Paroki Gorontalo yang diketuai Alex Maramis dengan Pimpinan Rombongan Talulembang Sule tampil menarik dalam defile yang start dari Kompleks Gereja Tompaso dan finis di Gereja Paroki St. Joseph Kawangkoan.

Di dalam rombongan, ditampilkan kreasi modern  pakaian Karawo (kerawang) yang merupakan kekayaan seni budaya Gorontalo.

Bagi Pimpinan Rombongan Talulembang Sule, kegiatan defile tidak sekedar baris-berbaris tapi juga membawa misi untuk mempromosikan kreasi seni budaya khas Gorontalo, dalam hal ini, pakaian Karawo.

“Hal ini dimaksudkan agar semakin dikenal dan dicintai semakin banyak masyarakat,” ujarnya dalam percakapan singkat dengan Meimonews.com di sela kegiatan.

Lembang (sapaan akrab aktivis/penggerak umat ini), mengakui bahwa tampilan dalam defile ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Gorontalo.

Lembang berterima kasih kepada warga setempat dan pengunjung defile yang terlihat sangat mengapresiasi tampilan rombongannya. Halmana, antara lain dibuktikan ketika rombongan melewati rute defile, banyak warga yang meminta izin untuk foto bersama peserta defile yang berpakaian karawo.

Pantauan Meimonews.com juga terlihat hal tersebut. Baik ibu-ibu, bapak-bapak bahkan orang muda berusaha untuk minta foto bersama. Ada yang berfoto selfi tapi ada juga yang menggunakan orang lain sebagai fotografernya.

“Mereka (rombongan defile Gorontalo) tampil menarik. Pakaian kreasi adatnya sedap dipandang. Makanya, kami suka mo bafoto (mau berfoto-Red) bersama,” ujar seorang ibu.

For (untuk-Red) kenang-kenangan. Soalnya, ndak tau (tidak tahu-Red) kapan lagi boleh seperti ini,” ujar seorang bapak. (af)

Meimonews.com – Pelepasan balon ke udara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol. Mulyatno dan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Bupati Minahasa Royke Roring, Bupati Talaud Elly E. Lasut, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut dan Wakil Walikota Bitung Henky Honandar menandai pembukaan Pertemuan Raya dan Konferensi VII Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK KM).

Pelaksanaan pembukaan kegiatan yang diawali Perayaan Ekaristi oleh Mgr. Rolly di dampingi Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu Pr,  sejumlah imam lainnya serta Frater Diakon Deddy Pr tersebut dilaksanakan di Stadion Sarundayang Kawangkoan, Minahasa, Jumat (15/7/2022).

Sebelum pelepasan balon, Mgr. Rolly di dampingi Ketua Caretaker Badan Pengurus KBK KM Edwin Kindangen dan Ketua Panitia Pelaksana Theodorus Lumi menyerahkan cenderamata kepada Gubernur dan Kapolda disaksikan sekitar ribuan peserta Pertemuan Raya dan Konferensi dan undangan lainnya.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya yang dibacakan Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengapreasi pelaksanaan kedua kegiatan besar (Pertemuan Raya dan Konferensi KBK KM) tersebut

“Ini menjadi momentum luar biasa, karena sudah tiga tahun tidak berkumpul akibat pandemi. Kita berkumpul dan bersuka cita,” sebut  Kapolri.

Kapolri berharap, umat beragama dapat hidup dalam perbedaan, tapi diikat dengan ideologi Pancasila. Untuk itu penting agar mengembangkan moderasi beragama. “Semoga pelaksaan berjalan lancar sukses,” sebutnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutnya memberikan pesan menarik bagi bapak-bapak yang tergabung dalam organisasi Kaum Bapak Katolik. “Kalau boleh, mulai jam 6 sore kase mati HP sampai jam 9 malam,” ujar Gibernur.

Mengapa ponsel harus dimatikan pada jam tersebut ?  Gubernur memberi jawaban yakni agar bapak-bapak Katolik bisa punya waktu untuk bercerita dengan anak dan istri.

Pelaksanaan Pertemuan Raya nantinya diisi dengan sejumlah kegiatan seperti penanaman pohon, donor darah dan lomba-lomba kesenian dan olahraga sedang Konferensi akan diisi sejumlah agenda di antaranya pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus KBK KM. (af)

Meimonews.com – Kapolresta Manado Kombes Pol. Julianto P. Sirait menyerahkan sumbangan 5 hewan kurban berupa 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing lewat Panitia Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah Polresta Manado untuk diteruskan kepada sasaran di halaman Mapolresta Manado, Selasa (12/7/2022).

Dalam sambutannya, Kapolresta menjelaskan makna Hari Raya Idul Adha yakni meneladani pengorbanan dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. “Hikmah yang dapat kita ambil sebagai umat Islam dari peringatan Idul Adha yakni ketakwaan umat manusia kepada Allah SWT. Kemudian kepedulian sosial serta solidaritas kita kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Diungkapkan, tema yang diangkat Polri dalam peringatan Hari Raya Idul Adha 1443 H tahun 2022 yakni Idul Adha Menanamkan Nilai-nilai Pengorbanan dan Keikhlasan Pengabdian personil guna Mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

Polri khususnya Polresta Manado,  sebut Kombes Sirait, menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha sebagai wujud nyata nilai keikhlasan dan ketaatan dalam menjalankan tugas.

Sejalan dengan tema tersebut, makna Hari Raya Idul Adha ini bagi anggota Polri khususnya Polresta Manado dan jajaran diimplementasikan dalam bentuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan itu, Kapolresta Manado juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh umat Muslim. “Saya atas nama pribadi, maupun selaku Kapolresta Manado mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Turut hadir dalam penyerahan hewan kurban, Wakapolresta Manado AKBP Faisol Wahyudi, Kasat Narkoba Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, seluruh PJU Polresta Manado, serta dari Panti Asuhan As Shobirin, An Nur, Sitty Hadijah dan Taman Pengajian Aspol Sumompo.

Hewan kurban yang diserahkan tersebut berasal dari sumbangan Kapolresta Manado, Wakapolresta Manado, Kapolsek Tikala dan Kapolsek Pineleng masing-masing seekor sapi dan Kasat Narkoba berupa seekor kambing. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Yesus Gembala Yang Baik (Rike), Pengurus dan Anggota Legio Christi (LC) Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike pimpinan Ch. Montong mengibarkan bendera LC dan Merah Putih di Gunung Lokon, Tomohon, Sabtu (9/7/2022).

Sebanyak 50 legioner dengan Koordinator Lapangan Silvanus Togas serta Moderator LC Rike/Pastor Paroki YGYB Rike Melky Ch. Pantouw Pr dan Koordinator LC Keuskupan Manado Vincentius Mamarodia terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dinamai Olahraga Naik Gunung ini dimulai 06.15 Wita di mana rombongan tiba di kaki gunung Lokon dari Manado yang berangkat pukul 04.30 Wita.

Setelah diadakan briefing selama 10 menit di lokasi parkiran mobil sebelum melakukan pendakian, rombongan langsung melaksanakan kegiatan pendakian yang dipimpin oleh korlap.

Perjalanan pendakian Gunung Lokon ditempuh  sekitar 45 menit dan sampai di kawah gunung lokon. Sesampainya di puncak Gunung Lokon, rombongan melakukan persiapan pengibaran bendera dan melakukan istirahat sejenak.

Rangkaian kegiatan di puncak Gunung Lokon adalah melaksanakan pengibaran bendera Legio Christi dan Merah Putih serta melakukan doa bersama dan berkat dari Pastor Pantouw.

Setelah sekitar 1 jam di atas puncak Gunung Lokon, rombongan bersiap untuk kembali ke kaki gunung lokon untuk seterusnya melakukan perjalanan balik ke lokasi awal berkumpul untuk kemudian kembali ke Manado.

Mendampingi legioner dalam kegiatan ini adalah Yan Ohoilulin dan Patrick Kumowal yang adalah Wakil Koordinator dan Sekretaris LC Sta. Jeanne d’Art Paroki YGYB Rike. (af)

Meimonews.com – Tanggal 8 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Keuskupan Manado. Pada tanggal tersebut, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ditahbiskan menjadi Uskup Manado menggantikan Mgr. Yos Suwatan MSC.

Dalam kaitannya dengan lima tahun kegembalaan/kepemimpinannya (2022), dipastikan telah ada hal mendasar dan penting yang dilakukan gembala kelahiran Lembean, 4 Januari 1957 itu.

Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly (sapaan akrabnya) telah melakukan beberapa hal dan melanjutkan apa yang sudah dibuat uskup-uskup sebelumnya yakni Mgr. Josef Suwatan MSC, Mgr. Theodorus Hubertia Antonius Jakobus Moors MSC,  Mgr. Verhoeven dan saat masih menjadi Prefek/Vikaris oleh Pastor Panis, Pastor Vester dan lain membentuk pelayanan lokal dari sebelumnya dari Surabaya, Batavia yang membangun center for excellent.

“Saya melanjutkan apa yang telah dibuat dengan membangun persekutuan terutama ketika menemukan dalam FGD (Forum Group Discustions) seperti kebutuhan umat akan katekese, kebutuhan akan pemahaman iman,”  ujarnya kepada Meimonews.com di Manado, baru-baru.

Hal tersebut dilakukan agar umat tahu dan paham apa itu ajaran iman dan perlu ditingkatkan lagi dengan perkembangan-perkembangan yang ada, umat semakin banyak, hidup dalam heterogenitas dengan masyarakat lainnya, kebutuhan akan pemahaman iman Katolik semakin perlu bukan untuk menjadi kelompok eksklusif tapi supaya menyadari imannya dan agar menjadi garam dan terang bagi orang lain.

Kemudian, bagaimana memberdayakan kekuatan umat dalam memberdayakan ‘harta benda gereja.’  Itu merupakan sarana membangun.

“Itu awal-awal yang dilakukan. Mengadakan Sinode, Jalan Bersama Umat untuk mengadakan refleksi apa yang sudah terjadi, lalu ke depan kita mengharapkan apa setelah ini. Lalu, input-input dari lapangan termasuk dari para ahli, diadakan Sinode Keuskupan Manado,” paparnya.

Baru satu tahun memegang ‘tongkat kegembalaan’, mantan Provinsial MSC Indonesia ini mendengar dan memulai dengan Sinode untuk melihat apa yang akan dilakukan ke depan. Di awal kegembalaannya, Mgr. Rolly membuat suatu sistem. Membangun gereja dengan suatu sistem.

Berkaiitan dengan tantangan ke depan, Mgr. Rolly menegaskan, dengan umat yang tersebar  di wilayah yang luas, ada yang di pulau-pulau, tantangannya adalah bagaimana membangun suatu persekutuan, termasuk yang ada di pulau-pulau kecil, seperti yang ada di Talaud, yang dianggap pinggiran/terluar (berbatasan dengan negara lain) di mana kita menanamkan rasa persatuan, sebagai sahabat dan bagaimana mengajak mereka berpikir besar walau kecil di sini, hanya satu keluarga di satu kampung atau dua-tiga keluarga di satu stasi tapi berbuat yang besar.

Tantangan karena daerah luas, Mgr. Rolly suka hadir di mana-mana. Semua paroki (74 paroki) sudah dikunjungi. Ia bercita-cita, lima tahun ini semua stasi sudah dikunjungi namun terkendala dengan Pandemi Covid-19 sekitar dua tahun, sehingga terhenti. Dari 470 stasi, sudah 351 yang dikunjungi.

Jadi itu tantangannya. Daerah yang luas tapi bagaimana menjaga kesatuan itu dengan kehadiran berupa kunjungan ke paroki-paroki atau stasi-stasi. Tapi yang mau ditekankan bahwa kehadiran itu bukan hanya uskup tapi, terutama, kehadiran para pastor/imam di tengah-tengah umat. “Laut dan medan yang sulit tidak boleh jadi alasan sehingga umat tidak dikunjungi,” tegasnya.

Menyinggung hal yang sudah dicapai dalam 5 tahun kegembalaan, Mgr. Rolly menjelaskan, hal pertamanya adalah lewat Sinode yang sudah dibuat, setelah satu tahun (menjadi Uskup) khan suatu langkah yakni Jalan Bersama Umat dan sudah disosialisasikan dan diimplementasikan.

Diagendakan turun ke lapangan lewat kegiatan yang disebut monitoring. Akan dilihat apa yang sudah dikerjakan. Ia menemukan, sebagian sudah jalan, dan karena ini hal baru sehingga masih dalam penyusunan-penyusunan.

Tapi, minimal orang mulai melihat bahwa ini yang harus dikoreksi/diperbaiki. Ini kita punya ideal ke depan, yang disesuaikan dengan visi, misi dan renstra, pola bersama yang mau dilaksanakan di paroki, stasi, wilayah rohani, kelompok kategorial , dan lain-lain. Itu sudah jalan, tinggal melihat. Tahun depan, ada evaluasi untuk lima tahun berikut.

Disebutkan, karena masih hal baru, tentu ada tantangan-tantangannya, membutuhkan waktu. Tantangannya, itu torang harus turun ke daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang cukuo luas.

Terkait dengan hubungan dengan umat beragama lain, diungkapkan, sudah berjalan dengan baik. Sudah terjadi di mana-mana. Selain lewat center-center (pusat-pusat) pendidikan di mana persekolahan-persekolahan Katolik menerima murid-murid bukan hanya Katolik tapi beragama lain maka hubungan itu sudah terjalin dengan baik.

Selain itu, saat berkunjung ke paroki-paroki atau stasi terlihat hubungan antarumat beragama terjalin dengan baik. “Saya melihat umat Katolik dekat dengan umat beragama lain. Saya bahkan terharu, terperangah, ada di suatu stasi yang hanya ada beberapa umat Katolik sudah ada gereja, yang pembangunannya ada keterlibatan umat beragama lain,” sebut Mgr. Rolly.

Begitu pun, kalau ada kegiatan-kegiatan gereja, terlihat ada umat beragama lain yang ikut membantu. Begitu sebaliknya, umat Katolik membantu, ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan umat beragama lain.

Kalau ada iven-iven keagamaan, umat beragama lain berpartisipasi seperti menjaga gereja/tempat-tempat ibadah.Begitu juga sebaliknya umat Katolik seperti yang tergabung dalam LC (Legio Christi) turut berpartisipasi menjaga gereja/tempat-tenpat ibadah saat umat beragama lain merayakan iven keagamaan mereka. (af)

Meimonews.com – Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dilahirkan di Lembean Kabupaten Minahasa (sekarang Minahasa Utara) Provinsi Sulawesi Utara pada 4 Januari 1957.

Mgr. Rolly, sapaan akrabnya, adalah anak kedua dari sembilan bersaudara pasangan ayah Gerardus Damianus Untu (alm) dan ibu Geertruida Lasut (alm.) Seorang saudaranya menjadi imam (alm) dan seorang lagi menjadi suster Kongregasi Dina Santo Yosep (DSY).

Tahun 1961, ia masuk Taman Kanak-kanak Malaikat Pelindung Manado dan tahun 1962 SD RK IV Manado. Tahun 1969 Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen dan tahun 1976 Seminari Agung Pineleng.

Tahun 1978 Novisiat di Karanganyer Kebumen (Jateng) dan pada 6 Desember 1978 mengikrarkan kaul pertama dalam Tarekat MSC. Tahun 1979 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi). Tahun 1981-1982 tahun pastoral di Dobo, Kepulauan Aru (Maluku). Tahun 1982-1983 lanjut studi di Seminari Agung Pineleng (teologi).

Tanggal 15 Januari 1983 mengikrarkan kaul kekal dalam Tarekat MSC di Pineleng dan keesokan harinya (16/1/1983) tahbisan diakon oleh Mgr. Theodorus Moors MSC di Pineleng. Tanggal 29 Juni 1983 ditahbiskan sebagai imam  oleh Mgr. Moors di gereja Katedral Manado.

Tahun 1983 menjadi Pastor Paroki Tondano dan tahun 1984 Pastor Paroki Tuminting Manado. Tahun 1985-1986 studi Spiritualitas di Bangalore India. Tahun 1986-1991 Socius Novisiat MSC di Karanganyer Kebumen (Jateng).

Tahun 1991-1994 studi Dogma di Universitas Leuven Belgia. Tahun 1995 jadi Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado. Tahun 2003-2005 Superior Skolastikat MSC Pineleng merangkap Dewan Imam dan Konsultor Uskup Manado.

Tahun 2005-2008 Wakil Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2008 Asisten II Provinsial MSC Indonesia. Tahun 2011-2016 Provinsial MSC Indonesia. Tanggal 7 April 2017 menjadi Uskup Keuskupan Manado menggantikan Mgr. Josef Suwatan MSC.

Sebagai Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Rolly memiliki motto tahbisan yakni In lumine tuo, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya (Mzm. 36 : 10). Di samping itu, ada lambang/logo Uskup Keuskupan Manado.

Lambang Uskup Rolly adalah perisai yang terbagi menjadi tiga bagian : dua bagian atas, kiri dan kanan, dan satu bagian di bawah.

Di bagian kiri atas, dengan latar belakang warna biru adalah gambar Hati Yesus yang Mahakudus dengan warna merah, bermahkotakan duri warna keemasan di bagian tengahnya dan dengan nyala api warna keemasan di bagian atasnya. Gambar ini menerangkan, Uskup Rolly berasal dari taerkat religius Missionarii Sacratissimi Cordis atau Misionaris Hati Kudus yang menghidupi Spiritualitas Hati.

Di bagian kanan atas, dengan latar belakang warna merah adalah sebuah bintang berwarna putih, lambang Allah, dengan sebuah lampu minyak berwarna keemasan di bawahnya. Lampu minyak dari bahan tanah liat seperti ini biasa digunakan sebagai alat penerangan di jaman Yesus. Lampu ini memiliki satu simbu di ujung di sebelah kiri, dengan api yang menyala menerangi area sekitarnya.

Di bagian bawah, dengan latar belakang warna putih adalah laut biru dan sebuah gunung berwarna hijau di atasnya, melambangkan wilayah Keuskupan Manado yang meliputi daratan dan gunung-gunung yang hijau dan banyak kepulauan serta laut yang kaya.

Di atas gunung, di sebelah kanan adalah gambar burung gagak berwarna hitam, yang membawa di paruhnya sepotong roti; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Bemedictus Abbas dari Norcia.

Masih di atas gunung, di sebelah kiri adalah tiga buah batu berwarna keemasan dengan selembar daun palma berwarna hijau di atasnya; ini adalah atribut yang biasa ditemui bersama Santo Stephanus Martir Pertama yang wafat dirajam.

Di sebelah perisaj ditempatkan sebuah galero atau topi khas klerus berwarna hijau, dengan enam jumbai pada masing-masing sisinya. Di bagian tengah belakang perisai adalah sebuah salib pancang berwarna kuning keemasan. Galero hijau dengan enam jumbai berikut salib pancang ini merupakan penanda bahwa sang empunya lambang adalah seorang uskup.

Di bagian bawah perisai terdapat pita berwarna kuning keemasan bertuliskan motto penggembalaan Uskup Rolky dalam bahasa Latin yakni In lumine tua, videmus lumen yang artinya Dalam terangMu, kami melihat cahaya. (Lexie Kalesaran dari beberapa sumber)

Meimonews.com – Tim Akreditasi menggelar Rapat di ruang rapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Optimalkan Daerah Sehatkan Keluarga (ODSK) yang dipimpin Dirut RSUP ODSK Endrico Rawung, Selasa (5/7/2022).

Rapat membicarakan hal-hal terkait dengan kolaborasi standar akreditasi RS dan standar pelayanan publik di RSUD ODSK.

Kepada Meimonews.com, Rabu (6/7/2022), Dirut RSUD ODSK mengungkapkan, untuk standar akreditasi RS, RSUD ODSK akan dibimbing, di dampingi, oleh Kementerian Kesehatan RI dan beberapa Lembaga Penyelenggara Penyelenggara Akreditasi RS seperti KARS, LARS DHP dan lain-lain.

“Hal tersebut berdasarkan pada UU Nomor : 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit,” jelas mantan Wakil Direktur RS Prof. Dr. VL Ratumbuysang ini.

Untuk Standar Pelayanan Publik, pihaknya akan di dampingi oleh Biro Organisasi dan kemudian akan dinilai oleh Ombudsman dan atau Kemenpan RI. “Dasar hukumnya UU No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,” ujarnya.

“Kolaborasi ini, akan memantapkan upaya peningkatan standar mutu dan keselamatan pasien di RS, serta mutu pelayanan publik di RS sehingga dipastikan akan makin meningkat,” ujar mantan Dirut RS Noongan ini.

Disebutkan, semua upaya-upaya ini, tentunya sangat sesuai dengan motto RSUD ODSK  yakni Our patients, our priority. (af)

Meimonews.com – Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD yang saat ini menjadi Dirut RSUP Prof. Kandouw resmi menjadi Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sulut masa bakti tahun 2022-2025.

Pelantikan Panelewen sebagai Ketua Persi Sulut dan pengurus lainnya dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat dr. Bambang Wibowo SpOG(K) Mars, FISQua, Kamis (30/6/2022). Turut dilantik pula, Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (Makersi) Sulut Dr. dr. Erling David Kaunang, WpA (K).

Pelantikan yang dilaksanakan di Grand Kawanua Convention Center tersebut  ditandai pembacaan surat keputusan oleh Sekretaris Umum Persi, penyematan Pin, dan penyerahan Pataka Persi.

Dalam kepengurusan inti Persi Sulut,  Panelewen di dampingi oleh Wakil Ketua dr. Abraham Talumewo, Sekretaris Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, MKes, Wakil Sekretaris dr. Erwin Kristanto, SpF SH, Bendahara Frets Melope, SE MM dan Wakil Bendahara Ahnec L Sepang, SE.

Pelantikan turut disaksikan Ketua Umum Makersi Pusat Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, MSi, SpFM(K), Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dr. Grace Punuh, MKes (mewakili Gubernur Sulut), Ketua IDI Wilayah Sulut dr. Frankie Maramis, dan sejumlah undangan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan seminar nasional dan workshop akreditasi rumah sakit, dan pameran kesehatan yang berlangsung selama dua hari. (af)

Meimonews.com – Tahapan konsolidasi berupa Musyawarah Cabang (Muscab) Serentak Partai Demokrat se-Sulut dengan agenda utama Pemilihan Calon Ketua DPC telah digelar.

Pelaksanaan Muscab-muscab di Hotel Peninsula yang dijadualkan dua hari (Sabtu-Minggu, 25-26/6/2022) telah berhasil dirampungkan dalam sehari.

Dalam forum Muscab yang dibuka secara virtual oleh Wakil Sekjen DPP Renada Bachtar dan pemukulan tetengkoren oleh Sekretaris Majelis Tinggi Andi Alfian Malarangeng di dampingi (antara lain) Ketua DPP Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut dan Ketua-ketua DPC Partai Demokrat se-Sulut, telah terpilih calon-calon Ketua DPC.

Sesuai mekanisme organisasi di partai ini, dan sebagaimana disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disampaikan pada pembukaan Muscab, para calon Ketua tersebut harus mengikuti fit and proper test.

“Masih ada tahapan yang akan dilewati para calon ketua DPC yg terpilih, yakni Tahapan Fit and Proper Test,” ujar Ruben Fredrik Kalalo (Bidang Publikasi dan Dokumentasi Panitia Muscab Serentak) kepada Meimonews.com via telefon Minggu (26/6/2022).

Muscab, tambahnya,  sudah rampung. Tapi sesuai PO (Peraturan Organisasi), para bakal calon ketua DPC akan mengikuti tahapan berikutnya yakni fit dan proper test yang dilakukan oleh tim 5 yakni Ketum DPP, Sekjen DPP, Kaban BPOKK, Ketua DPD dan Sekretaris DPD. Bila tahapan ini lancar maka menjadi Ketua DPC terpilih kemudian persiapan dilantik.

Adapun beberapa nama yang telah terpilih sebagai calon Ketua DPC adalah Nortje Van Bone (Manado), Stendy Rondonuwu (Minut), Royke Kaloh (Minsel), Deilly Watulingas (Minahasa), Marthen Manoppo (Tomohon), Lady Lumantow (Bitung), Katrien Mokodaser (Mitra), Poppie Pandeiroth (Bolmong), Karel Bangko (Bolmut), Argo Sumayku (Boltim). (af)

Meimonews.com – Pernyataan bernada optimis disampaikan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Malarangeng dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut ketika berbicara pada para wartawan, usai acara pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Sulut di Hotel Peninsula Manado, Sabtu (25/6/2022).

“Partai Demokrat siap memenangkan Pilpres (Pemilihan Presiden) Tahun 2024 dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden dan Pilkada di Sulut,” ujar Malarangeng, di dampingi Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Elly Lasut, Sekretaris Billy Lombok dan Bendahara Roger Mamesah.

Dijelaskan, untuk memenangkan kontestasi Pilpres, Partai Demokrat telah melakukan sejumlah pertemuan dengan pimpinan-pimpinan partai politik nasional dan akan terus melakukan pertemuan agar bisa terjadi koalisi.

Partai Demokrat, ungkapnya, telah pula melakukan silahturahmi kepada semua tokoh-tokoh bangsa, semua komponen-komponen kekuatan bangsa untuk mengajak bersama-sama bisa membangun bangsa ini.

Dengan Nasdem sudah, dengan PKS juga sudah. Semakin intensif dampaknya tapi sebenarnya juga dengan partai-partai lain seperti Golkar PPP, PKB, dan dengan Gerindra.

“Bagi Partai Demokrat, bangsa ini bangsa yang besar dan harus dibangun bersama-sama dengan segenap komponen bangsa tapi kalau ada partai lain yang tidak mau kerjasama, mau jalan sendiri tidak masalah,” ujarnya.

Malarangeng mengungkapkan rasa bangganya terhadap kinerja kepemimpinan Dr. dr. Elly Lasut yang sanggup memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk menjadi bagian dari Partai Demokrat.

“Semoga apa yang sudah dilakukan itu dapat diteruskan saat melakukan konsolidasi hingga ke tingkatan akar rumput, sehingga akan semakin menambah daya tarik terhadap Demokrat. Dengan demikian, hal itu bukan tidak mungkin akan menjadi salah satu upaya memenangkan pesta demokrasi tahun 2024 mendatang,” tandasnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulut Dr. dr. Elly Engelbert Lasut (E2L) menjelaskan, hingga pertengahan atau sampai pada akhir tahun 2023, Partai Demokrat akan melakukan konsolidasi hingga ke kelurahan dan desa.

“Tentu dalam kurun waktu tersisa ini, kami akan memaksimalkan agenda partai yang sudah ditetapkan dengan menggelar konsolidasi hingga ke kelurahan dan desa bahkan lingkunngan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan berupaya bekerja keras untuk melakukan tugas-tugas yang sudah menjadi sasaran yang hendak dicapai.

E2L menyebutkan, 179 Kecamatan sudah selesai dikonsolidasi setelah ini kita akan melakukan konsolidasi untuk kelurahan dan desa yang jumlahnya kurang lebih 1.900 dan kemudian sampai di akhir tahun depan atau pertengahan tahun depan akan mengisi 11.000 lingkungan di Sulut.

Setelah itu, akan deklarasikan Partai Demokrat untuk menghadapi kompetisi pilpres dan pemilihan kepala daerah ini. “Partai Demokrat siap memenangkan Pilpres dan Pilkada baik Pemilihan Gubernur maupun Pemilihan Bupati dan Walikota.,” ujar E2L.

Optimisme tersebut berkaitan dengan konsolidasi yang telah dan akan terus dilakukan sampai pada momen kontestasi tersebut pada 2024.

Berhubungan  dengan namanya telah mencuat sebagai calon Gubernur Sulut, dengan rendah hati, E2L menegaskan, kepercayaan itu telah diapresiasi. “Tapi keputusannya ada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ujarnya. (af)