Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou, sejumlah kegiatan telah dan akan diadakan, sebagaimana ditetapkan Panitia Pelaksana HUT Tahun 2023.

Salah satu kegiatannya adalah pertandingan kasti, yang dilaksanakan bersamaan dengan beberapa pertandingan olahraga, yang diadakan di kompleks Kantor Gubernur, Jln. 17 Agustus Manado.

Pertandingan kasti yang diikuti 34 peserta yang merupakan perutusan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan badan/instansi pemerintah tingkat provinsi Sulut.

Menariknya, pertandingan kasti yang dilaksanakan 13-22 September ini cukup menarik banyak pendukung/penonton.

Selain karena merupakan permainan/olahraga tradisional, banyak pemain yang belum menguasai teknisnya sehingga memancing gelak tawa  penonton maupun pemain baik rekan setim maupun tim lawan.

Kondisi ini bisa dimaklumi karena permainan ini sudah lama tak terlihat pelaksanaannya. Gaungnya sudah hampir tak terdengar. Itulah sebabnya, ketika pertandingan ini dilakukan, menjadi menarik perhatian.

Pemain dan official pun tak terlalu mementingkan menang atau kalah. Mereka merasa senang karena telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan memperingati Hari Jadi Bumi Nyiur Melambai ini

Memang syukur, kalah tak mengapa. Yang penting telah berpartisipasi dan meramaikan suasana. Ada keakraban pula tercipta. Itu yang terpantau Meimonews.com di lokasi pertandingan, Rabu (13/9/2023) sore. (elka)

Meimonews.com – Berbagai upaya untuk memudahkan wajib pajak membayar kewajibannya dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut di antaranya bekerjasama dengan Bank Sulutgo (BSG) yang kini Revino Pepah sebagai Direktur Utama.

Salah satu cara yang akan dilakukan, selain yang sudah dilakukan, adalah akan diterapkannya pembayaran lewat aplikasi BSG Q-RIS.

Untuk persiapan Pilot Project Pembayaran Pajak Daerah dan Retribusi melalui BSG Q-RIS,  Bapenda Sulut dan Bank SulutGo melakukan rapat yang diadakan di ruang rapat Bapenda Sulut, Senin (11/9/2023).

Rapat yang dibuka pelaksanaannya oleh Plt. Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen ini dihadiri perwakilan Bapenda Sulut yakni Bidang Pajak, Bidang Retribusi, Bidang Rembang, dan Bidang Dalek seperti Gerry Rumondor, Conne Momuat, Hans Runtu, sementara dari Bank SulutGo yakni perwakilan Divisi Pengembangan Bisnis Kantor Pusat yakni Stevanie Kaeha, Virgino Dondokambey, Febrian Dotulong, dan Reynard Mamahit.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com, Selasa (12/9/2023), Plt. Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen menjelaskan, dalam waktu dekat ini, setelah persiapan rampung, akan diadakan pilot project penggunaan aplikasi BSG Q-RIS.

“Direncanakan dua rumah sakit yakni RSUD ODSK dan Rumah Sakit Mata menjadi lokasi pilot project pembayaran pajak daerah dan retribusi melalui aplikasi BSG Q-RIS,” ujarnya.(Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Forum Group Discussion (FGD), Selasa (12/9/2023).

FGD ini dilaksanakan secara luring dari ruang pertemuan BKKBN Sulut dan daring yang diikuti oleh 15 Dinas PPKB kabupaten/kota se-Sulut,  2 orang bidan Puskesmas Kota Manado serta PKB/PLKB.

Pelaksanaan kegiatan dibuka Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. D. Tino Tandaju, M.Erg di dampingi Pejabat Fungsional Penata KKB Ahli Madya Dityansus BKKBN Pusat dr. Tuty Sahara, M.Si serta Ketua Pokja Peningkatan Kualitas KBKR Ignasius P. Worung, SE, M.Si.

Ketua Pokja Peningkatan Kualitas KBKR Ignasius P. Worung, SE, M.Si saat menyampaikan materi

FGD ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sejauhmana pelaksanaan
Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pergerakan pelayanan KB MKKP yang ada di kabupaten/kota se-Sulut.

Selain itu, adanya monitoring dan evaluasi pelayanan keluarga berencana (KB) di wilayah khusus.

Ada tiga materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut yakni Paparan Evaluasi Pembinaan BOKB Operasional Penggerakan Pelayanan KB MKJP oleh dr. Tuti Sahara, M.Si,  Evaluasi Pemanfaatan BOKB Penggerakan Pelayanan KB MKJP TA. 2023 dan Mekanisme Pencairan Dana BOKB Penggerakan Pelayanan KB MKJP di Kabupaten Minahasa Selatan oleh Kabid KB Imelda Rauan, A.Md.Kep dan Kota Manado oleh Kadis OPD KB Drs. Sammy A. R Kaawoan, MAP.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi identifikasi terkait kendala dan hambatan serta rekomendasi terkait pelayanan KB di wilayah khusus. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw lewat Bapenda Sulut terkait dengan penerimaan pajak daerah, yang merupakan sumber pembiayaan daerah.

Sampai dengan 31 Agustus 2023, realisasi penerimaan pajak daerah tahun anggaran 2023 hampir mencapai 65 persen, tepatnya 64, 28 persen.

“Per 31 Agustus, penerimaan pajak daerah mencapai 64,28 persen atau sebesar Rp. 767.877.696.191dari target Rp. 1.1194.666.513.991,” ujar Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com, Selasa (12/9/2023).

June pun merincikan poin-poin sumber pajak daerah, yang berjumlah lima item yakni pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak air permukaan (PAP), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan pajak rokok.

Dari lima item tersebut, empat di antaranya sudah mencapai di atas 50 persen, kecuali PAP yang baru mencapai 24,19 persen atau sebesar Rp. 1.330.222.892 dari target Rp. 5.500.000.000.

Kasubdit PTIPD Bapenda Sulut Gerry Rumondor

Ditambahkan Kasubdit PTIPD (Pengembangan Teknologi Informasi Pendapatan Daerah) Gerry Rumondor, PKB mencapai 62,43 persen yakni sebesar Rp. 255.968.126.344 dari target Rp. 410.000.000.004.

BBNKB mencapai 55,01 persen atau sebesar Rp. 172.216.934.625 dari target Rp. 313.081.027.979. PBBKB mencapai 75,08 persen atau sebesar Rp. 210.561.578.230 dari target Rp. 280.438.267.250. Untuk pajak rokok mencapai 68,84 persen dari target Rp. 185.647.218.750. (Fer)

Meimonews.com – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulut menggelar Safari Stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (11/9/2023).

Kegiatan bertempat di Kantor Bupati Boltim ini dibuka pelaksanaannya oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Hendra Tangel, SH mewakili Bupati.

Dalam  sambutannya, Tangel menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan target prevalensi tahun 2023 sebesar 20 persen dan tahun 2024 sebesar 14 persen.

Untuk target PPGBM akhir tahun 2023 maksimal 6 persen prevalensi balita stunting, memastikan dan menjamin pengukuran balita setiap bulannya menjadi 100 persen di semua kegiatan posyandu. Komitmen ini dibuat sebagai acuan dalam penurunan prevalensi stunting.

Kepala Dinas Dukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh, SH mewakili Wakil Gubernur Sulut menyampaikan, target pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia untuk menciptakan SDM yang unggul menuju Indonesia Emas Tahun 2045, tertuang dalam amanat Presiden RI melalui Perpres No.72 Tahun 2021 menurunkan angka prevalensi stunting sampai ke angka 14 persen di Tahun 2024.

Tentu saja, sambungnya, hal ini bukan merupakan hal yang mudah. BKKBN yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional sangat menyadari hal ini. Tugas mulia ini hanya dapat dicapai dengan adanya kerjasama yang solid mulai dari pemerintah pusat, daerah sampai ke seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini tertuang dalam Perka BKKBN No. 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI).

Saat ini prevalensi stunting di Sulawesi Utara sesuai SSGI 2022 masih tercatat sekitar 20,5 persen dan untuk Kabupaten Boltim, sesuai SSGI 2022 adalah 30 persen. “Artinya, untuk mencapai target 14 persen pada 2024 kita hanya punya waktu 1 tahun lebih,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, sebutnya, Pemerintah Kabupaten Boltim akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan sumber daya manusia di Provinsi Sulawesi Utara yang Hebat, Unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Dalam kesempatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, memberikan Materi evaluasi dan penguatan PPS melalui safari stunting.

Balita yang tidak terukur di Februari 2023, sebutnya, sebanyak 1.259 anak yang perlu dikawal dan dipantau oleh Pemerintah Kabupaten serta mendorong agar di pengukuran Agustus 2023, Balita yang diukur bisa mencapai 100 persen.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelayanan KB Gratis Tim Safari Stunting Sulawesi Utara di Puskesmas Tutuyan dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan oleh seluruh pegawai BKKBN Perwakilan Sulut dengan memberikan makanan tambahan bagi anak stunting di Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Perwira Penghubung Letkol Infantri Joppy Tijow, Kepala Dinas PP KB Boltim Fera Maria Sewow, S.Sos, Kadis dan Kaban di lingkungan Pemerintah Daerah, Kepala Puskesmas, Camat, Lurah, Koordinator Program Manajer PPS Sulut Murphy Kuhu, S.TP dan Tim PPS Sulut, Kepala TVRI Stasiun Manado Drs. I Ketut Sutakariana, M.I.Kom selaku Duta Penyiaran Stunting Sulut, dan Ketua Pokja Perwakilan BKKBN Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Mahasiswa Unsrat yang akan mengikuti Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan ke-136 di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dilepas Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. Asean IPU dan diserahkan kepada Bupati Mitra James Sumendap, SH, MH di Auditorium Unsrat Manado, Senin (11/9/2023).

Dalam sambutannya, Rektor menjelaskan tentang apa dan bagaimana program Kuliah Kerja Terpadu (KKT) itu, serta bagaimana mahasiswa peserta program KKT berperan di masyarakat di mana mereka ditempatkan.

Ditegaskan, KKT adalah tugas Tridharma dalam bentuk kuliah pengabdian kepada masyarakat yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program sarjana, sebelum menyandang gelar akademik kesarjanaan.

Oleh karena itu, Rektor berpesan agar dapat memanfaatkan kesempatan KKT sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi para mahasiswa KKT serta menjalankan program-program yang bermanfaat buat masyarakat.

Bupati Mitra dalam sambutannya mengatakan, program KKT ini adalah bentuk kerjasama antara UNSRAT dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

KKT, menurutnya, adalah bagian dari pengabdian masyarakat berdasarkan kemampuan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Oleh sebab itu, Pemerintah Minahasa Tenggara dengan sukacita dan luar biasa menerima mahasiswa KKT.

Bupati berpesan kepada mahasiswa KKT Unsrat untuk mengenali budaya yang ada di Mitra, karena di sinilah para mahasiswa akan mencapai tangga-tangga keberhasilan. (FA)

Meimonews.com – Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulawesi Utara Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg yang diwakili  Lady D. Ante, S.Pd, MAP (Sekretaris) bersama Tim menghadiri Launching Sekolah Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermanfaat) Pakalowiren di BKL (Bina Keluarga Lansia) Kasamaan Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan,  Sabtu (9/9/2023).

Dalam sambutan Kaper yang dibawakan Sekertaris mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta dapat mendukung pengembangan Sekolah Lansia di kelompok BKL yang dapat membantu para pemangku kepentingan dalam merencanakan program Pembangunan Keluarga, dalam upaya meningkatkan pengembangan program kelanjutusiaan melalui pelaksanaan sekolah lansia di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di seluruh Indonesia dalam mewujudkan lansia tangguh yang SMART.

Launching sekolah lansia di Kampung KB Kalooranta Desa Munte saat ini, sebutnya, adalah pioner dan percontohan bagi pembentukan sekolah lansia yang lainnya, yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.

Oleh sebab itu, diharapkan para anggota lansia yang ada di BKL Kasamaan Desa Munte yang akan menjadi peserta sekolah lansia dapat memanfaatkan momentum yang baik ini untuk mendapatkan berbagai ilmu sehingga dapat lulus dan mengikuti tahapan wisuda nantinya sehingga dapat  mewujudkan lansia yang SMART.

Pembukaan kegiatan ditandai pembukaan selubung papan nama sekolah oleh Bupati Minsel Frangky D. Wongkar, SH dan Sekretaris BKKBN Sulut di dampingi Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minahasa Selatan Meity Tumbuan, S.Pd, M.Si.

Setelah itu, penyematan tanda peserta dan pemberian kelengkapan ATK serta buku bagi seluruh siswa peserta Sekolah Lansia dan Penyerahan Piagam Keluarga Harmonis. (Fer)

Meimonews.com – Minggu (10/9/2023) warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara merayakan secara serentak Pengucapan Syukur Tahun 2023.

Terkait dengan momen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memberikan sambutan yang dibacakan di gereja yang merayakan oleh pejabat yang ditugaskan.

Di awal sambutannya, Gubernur mengajak untuk merenungkan dan mempersembahkan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan melalui ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Maha Besar Tuhan (Opo Empung Wailan Wangko) atas berkatNya yang melimpah-ruah pada tahun ini.

Tradisi pengucapan syukur, menurutnya, merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Acara ini bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga simbol dari kesatuan dan persatuan yang telah ada sejak zaman dahulu,” sebut Gubernur.

Kepala Ďaerah yang terpilih dua periode ini menegaskan, meskipun kita hidup di Kabupaten dan Kota yang berbeda, budaya dan kekerabatan kita tetap melekat kuat, menjadi sarana yang mempererat tali persaudaraan di antara kita semua, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.

Karenanya, pengucapan syukur tahun ini adalah momentum yang penting bagi kita semua untuk bersatu dan bersyukur atas segala berkat dan kesuksesan dalam kehidupan serta keberhasilan panen yang telah kita capai.

“Kita harus mengapresiasi para petani dan mereka yang bekerja di sektor pertanian yang telah berkontribusi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan kita,” tegasnya.

Selain itu, kita juga harus bersyukur atas berbagai prestasi dan kemajuan yang telah kita capai dalam berbagai sektor pembangunan di Sulawesi Utara, sehingga di tengah kebahagiaan ini, kita juga tidak boleh melupakan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik.

Mari, ajak Profesor HC ini, kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga lingkungan kita, dan membangun Sulawesi Utara yang lebih baik.

“Ini adalah tugas bersama kita semua, dan dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita pasti dapat meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan,” sebutnya.

Apalagi, di bulan September ini pula, menjadi waktu yang spesial bagi kita semua masyarakat Sulawesi Utara, karena kita akan memperingati HUT ke-59 Provinsi Sulut.

Dalam memeriahkan HUT tahun ini, Pemerintah Provinsi sedang dan akan menggelar beberapa kegiatan besar yang diharapkan dapat menghibur masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan daerah kita.

Kegiatan tersebut antara lain, Pameran Discover North Sulawesi di Jakarta; International Yacht Competition; International Fishing Tournament; Upacara Peringatan HUT Provinsi di Pohon Kasih Megamas, serta Aeroshow Pesawat Tempur dan Parasut Show pada tanggal 23 September; serta Pesta Rakyat dan Pameran Pembangunan di Pasar Tematik Tongkaina.

“Untuk itu, dalam semangat Kerja Hebat untuk Sulut Lebih Maju, Saya mengajak kepada segenap Jemaat sekalian untuk dapat melanjutkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat, dan kiranya bisa datang dan memeriahkan setiap event yang akan diselenggarakan,” sebutnya.

Gubernur mengingatkan ketika kita bersatu dalam Pengucapan Syukur ini, kita juga harus mengingat pentingnya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah kita.

Ditekankan bahwa perayaan ini harus dijalani dengan penuh kedamaian dan penghormatan terhadap orang lain. Kita semua tahu bahwa minuman keras dan perilaku yang mengganggu ketertiban dapat merusak suasana perayaan dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengimbau kepada semua warga GMIM, khususnya generasi muda, generasi emas pembangunan gereja dan bangsa untuk menjauhi perilaku mabuk-mabukkan dan menjaga ketertiban selama perayaan ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen GMIM, para pendeta, hamba-hamba Tuhan, pelayan khusus, perangkat pelayanan dan seluruh Jemaat, atas semangat persatuan dan kebersamaan yang selalu kita tunjukkan.

“Mari kita jaga tradisi pengucapan syukur ini sebagai warisan budaya yang sangat berharga dan terus memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” harapnya. (elka)

Meimonews.com – Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr. RD Kandou Manado dr. Yeheskiel Panjaitan, SH. MARS bersama Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, SE melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait Jejaring Pengampuh Pelayanan Prioritas dan optimalisasi layanan kesehatan berkualitas di Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis (7/9/2023) ini melibatkan pemerintah Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Pengampuh Nasional dan Regional.

Pakaya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada rumah sakit pengampuh yang sudah turut bekerjasama karena sesuai dengan tujuan dari kesepakatan ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan prioritas kepada masyarakat Gorontalo.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Gorontalo akan semakin ditingkatkan, memberikan manfaat besar bagi penduduk Gorontalo dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas”, ujarnya.

Dokter Yeheskiel menggarisbawahi pentingnya Transformasi 6 Pilar dalam menghadirkan perubahan positif. Dirjen Yankes Kemenkes memberikan penekanan khusus pada Pilar Nomor 2, yang berkaitan dengan transformasi layanan rujukan.

Pilar Nomor 2 ini, yang berfokus pada peningkatan akses dan mutu layanan rujukan, menjadi prioritas utama dalam upaya Kemenkes untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan di seluruh propinsi.

Salah satu contoh konkrit dari komitmen ini adalah kesepakatan bersama rumah sakit pengampuh nasional,rumah sakit regional dan Pemerintah Propinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, rumah sakit pengampuh nasional dan regional, serta gubernur dan bupati yang ada di Gorontalo, bergabung untuk menandatangani kesepakatan penting yang akan membawa perubahan besar dalam layanan kesehatan.

Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mutu layanan rujukan di wilayah tersebut.

Dokter Yeheskiel menyatakan, “Peningkatan akses dan mutu layanan rujukan adalah langkah penting dalam memastikan masyarakat Gorontalo mendapatkan perawatan kesehatan yang terbaik. Dengan kerja sama antara semua pihak terkait,”,ujarnya.

Transformasi Pilar Nomor 2 ini diharapkan akan membantu mengatasi masalah aksesibilitas dan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia, dan kesepakatan di Gorontalo menjadi salah satu contoh terbaik dari komitmen ini.

Ia berharap, langkah serupa akan diambil di seluruh negara untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Bagi Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan.

“Tidak hanya komitmen tingkat pusat maupun provinsi namun upaya advokasi serta komitmen pemerintah daerah juga harus optimal,” ujar Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala ketika membawakan sambutan mewakili Sekprov Sulut  Steve Kepel pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut bekerjasama dengan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut.

Komitmen ini, sambung Mangala pada kegiatan yang turut dihadiri Kadis Dukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg, harus tetap dijaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaan maupun pelaporannya di daerah.

Mangala lantas memaparkan perkembangan stunting di daerah ini dan target penurunan stunting tahun 2024.

Disebutkan, data stunting di Sulut pada tahun 2022 berada di 20,5 persen, hanya turun 1,1 persen dari tahun 2021 pada angka 21,6 persen. “Terget nasional stunting 2024 berada di bawah 14 persen. Artinya, di dua tahun berjalan ini kita harus mampu turunkan 6,1 persen,” ujar Mangala.

Dilihat progres prevalensi stunting di Sulut yang melambat, olehnya rapat ini diharapkan ada komitmen yang sama antara provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat penurunan stunting yang menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo.

“Progresnya agak lambat sehingga tahun ini dipush lagi untuk mencapai target (turun) 3,01 persen di tahun 2023. Lebih bagus lagi kalau progresnya lebih dari itu. Agar tahun 2024 tantangan kita tidak terlalu berat,” tandasnya.

Mangala berharap, pada rapat ini para peserta perwakilan dari 15 kabupaten/kota di Sulut menyamakan persepsi serta membagikan informasi terkait penurunan stunting.

“Sharing informasi supaya di forum seperti ini kita bisa saling menukar informasi dalam percepatan penurunan stunting,” imbau mantan Asisten 1 Setdakab Minahasa ini.

Terkait penerapan pola, Mangala ingatkan agar harus dipikirkan lebih jauh. Sebab, ada laporan masuk seperti contoh pemberian bantuan untuk anak stunting atau keluarga yang ibunya bisa melahirkan anak stunting, tidak tepat sasaran.

“Ada sentuhan yang salah dalam artian, ada yang kasih susu dan telur. Tapi, susu dan telur yang keluar ini bukan dikonsumsi anak tapi orang tua. Lebih parah lagi, ada bantuan susu dengan biskuit untuk anak tapi setiap ada tamu, biskuit ini diberikan ke tamu,” paparnya seraya menambahkan, bantuan yang tidak tepat sasaran itulah yang membuat angka stunting progresnya berjalan lambat.

Mangala juga menyoroti terkait penyerapan anggaran untuk penanganan stunting masih sangat rendah. “Kami juga dapatkan data dari BKKBN BOKB distribusi teralokasi di 15 kabupaten/kota dengan nilai 54,97 miliar, dimana 45,13 % untuk stunting tapi apa yang kita lihat didata yang masuk ke kita sampai hari ini yang terealisasi baru 16 % lebih sedikit.

Ini, menurutnya, masih jauh, padahal ini sudah bulan September. Hitungannya September, Oktober, November, Desember 4 bulan. Artinya 7 bulan yang sudah lewat penyerapannya sangat-sangat kecil, sangat-sangat minim,” ujar Mangala.

“Penanganan stunting ini menjadi tugas kita bersama di samping program pemerintah. Ini adalah misi kemanusiaan tolong kita care sama-sama untuk misi kemanusiaan di mana kita harus memberikan perhatian dan kepedulian untuk kemudian mengangkat anak-anak stunting ini dengan kepedulian kita

Mangala yakin melalui kegiatan  ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

Dalam kegiatan ini ditampilkan dua pemateri yakni Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, Spd, MAP sebagai narasumber, yang dipandu Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Sebelum kegiatan dibuka Asisten 1 mewakili Sekdaprov Sulut, Ketua Panitia Alfira Dilapanga memberikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan yang diikuti 60 peserta baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut. (Fer)