Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut dan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini dibuka pelaksanaannya oleh Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala mewakili Sekdaprov Sulut Steve Kepel di dampingi Kadis Dukcapil-KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg.

Tampil sebagai pemateri kegiatan adalah Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST, ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP dengan moderator Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Katuuk membawakan materi Strategi Konvergensi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting sementara Ante membawakan materi Akselerasi Penyerapan Dana DAK Fisik Subbidang KB dan  BOKB Tahun Anggaran 2023.

Ketua Panitia Alfira Dilapanga, SKM dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari Sekda Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadiskes Sulut, Kadiskes Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadis PPKB Kabupaten/Kota se-Sulut, Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil Sulut dan BKKBN Sulut.

Tujuan dari kegiatan ini, sebutnya, pertama, mengevaluasi strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting; kedua, menguatkan sinergitas Tim Percepatan Penurunan Stunting; dan ketiga, meningkatkan realisasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan DAK fisik Subbidang KB dan BOKB Tahun Anggaran 2023.

Terkait dengan penyerapan dana untuk mendukung program percepatan penurunan stunting di daerah Sulut, Mangala salam.sambutannya menegaskan, dalam rangka memaksimalkan penyerapan anggaran untuk mendukung semua program pemerintah tersebut diharapkan semua pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penguatan penyediaan satu data secara maksimal sesuai arahan dan instruksi Ketua Pelaksana PPS.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota memiliki akses  koordinasi dan kapasitas untuk memberikan pemantauan, penguatan dan dukungan teknis kepada berbagai pemangku kepentingan terkait penyerapan dana BOKB dan PPS di tingkat daerah,” ujar Mangala.

Pemerintah Provinsi Sulut yakin melalui kegiatan   ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. (Fer)

Meimonews.com – Plt.  Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr. Ivonne E  Rotty, M.Kes dengan tegas menyampaikan Instruksi Menteri Kesehatan No KH.02.01/Menkes/1512/2023 terkait dengan pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik pada rumah sakit pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Instruksi tersebut ditekankan dokter Ivonne (sapaan akrabnya) saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS), serta penanganan Covid-19 di Aula Komkordik RSUP Kandou Manado, Selasa (5/9/2023).

Pada kegiatan yang dihadiri mahasiswa profesi ners dari Fakultas Keperawatan Universitas Klabat Airmadidi (Unklab) Minahasa Utara ini, dokter menjelaskan pentingnya perilaku baik dalam pelayanan kesehatan, terutama kepada peserta didik yang memasuki lingkungan rumah sakit pendidikan.

Dokter Ivonne menekankan bahwa sikap baik dan penuh empati harus dijunjung tinggi di setiap lapisan masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan.

Dalam RS Pendidikan, sebutnya, peserta didik harus menjadi contoh yang baik, memastikan lingkungan yang aman, dan menghindari segala bentuk perundungan terhadap sesama. Instruksi ini mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi semua peserta didik. (Fer)

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan penunjukan Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUP Prof Dr. R.D Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado

Dalam peran barunya, Ivonne akan berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Memfokuskan upayanya untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya di Executive Class, serta memperbaiki berbagai aspek internal rumah sakit.

Menurut dr. Ivonne, pelayanan yang berkualitas adalah prioritas utama. “Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, terutama di Executive Class untuk memenuhi harapan pasien dan keluarga mereka,” ujar Ivonne, usai memimpin apel pagi RSUP Kandou, Senin (4/9/2023).

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sarana dan prasarana rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua pengunjung.

Salah satu perubahan yang akan segera terjadi, sebutnya, adalah perbaikan sistem parkir di RSUP Kandou. “Kami akan mengatur ulang parkiran agar pengunjung merasa nyaman dan tidak mengalami kesulitan saat mencari tempat parkir. Keamanan juga akan ditingkatkan dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian akses,” ujarnya.

Selain itu, antrian pasien akan diatur lebih efisien untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan proses pendaftaran dan pemeriksaan berjalan lancar.

Ia  juga menekankan pentingnya komunikasi internal yang baik di antara staf rumah sakit untuk memastikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas.

“Kami menghargai kepercayaan masyarakat kepada RSUP Kandou, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan kami. Dengan perubahan ini, kami berharap RSUP Kandou akan menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat,” ujarnya.

Perubahan-perubahan ini mencerminkan upaya RSUP Kandou untuk terus menjadi lembaga perawatan kesehatan yang dapat diandalkan dan mendekati visi mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut mengadakan Touring Jumat Berkah dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan menyalurkan bantuan untuk beberapa keluarga yang memiliki anak stunting, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan yang dipimpin Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng ini di dampingi Satgas PPS (Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting), Kepala Dinas PPKB Kota Manado Drs. Sammy Kaawoan, MAP,  PLKB Kota Manado dan staf BKKBN Sulut.

Touring ini dimaksudkan untuk menyukseskan program PPS  ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut  dengan memberikan bantuan bagi anak anak stunting dari rumah ke rumah.

Bantuan yang diberikan merupakan kumpulan sukarela dari komunitas BKKBN Sulut.

Bantuan diberikan kepada Miguel Batutoneng (lahir pada 13 Oktober 2018 dengan berat badan 3,2 kg), Minho KS Sanger (lahir pada 31 Maret 2021 dengan berat badan 3,2 kg), Kamelia Mokoagouw (lahir pada 31 Mei 2022 dengan berat badan 2,6 kg), dan Syakila Tangkilisan (lahir pada 30 Maret 2021dengan berat badan 2,7 kg) yang diterima orangtua mereka. (Fer)

Meimonews.com  – Sebanyak 216 kantor darah berhasil dikumpulkan lewat kegiatan Unit Transfusi Darah (UTD) Keliling Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) bekerjasama dengan sejumlah pihak.

“Sampai dengan Jumat (25/8/2023) sudah 10 kegiatan yang kami buat dan berhasil mengumpulkan sebanyak 216 kantong darah,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023).

Jumlah tersebut (216 kantong) diperoleh dari 12 kegiatan donor darah yang dilakukan bekerjasama dengan lembaga/instansi/perusahaan yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Disebutkan, masih ada lagi satu kegiatan yang telah dilakukan, namun datanya sedang disiapkan.  Dan, ada lagi kegiatan yang akan dilakukan di Agustus ini.

Dokter kreatif ini lantas merincikan jenis-jenis darah yang terkumpul tersebut. Untuk golongan darah A 42 kantong, golongan darah B 43 kantong, golongan darah O 119 kantong dan golongan darah AB 12 kantong.

Upaya UTD RSUP Kandou ini, menurut Lapian, merupakan salah satu upaya yang dilakukan RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen (Dirut) terkait dengan upaya pemenuhan ketersediaan darah untuk pasien di rumah sakit.

“Pak Dirut memberikan arahan agar UTD melakukan kegiatan jemput bola. UTD melakukan kegiatan aksi donor darah, mengumpulkan darah-darah pendonor untuk dijadikan stok darah rumah sakit termasuk bekerjasama dengan lembaga/pihak terkait,” ujarnya.

Arahan itu, dijadikan semangat untuk UTD bergerak, menjemput bola, bekerjasama dengan pihak yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Lapian mengajak kepada warga yang ingin mendonorkan darahnya untuk mendatangi UTF RSUP Kandou atau menghubungi nomor kontak 081340781386. (Fer)

Meimonews.com – Sejumlah terobosan dan prestasi dibuat dan diraih Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou atau akrab disebut RSUP Kandou di masa kepemimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.

Sejumlah prestasi tersebut di antaranya, membuat RS Kandou mendapat akreditasi A  sebagai institusi penyelenggara pelatihan; resmi menjadi unit penyelenggara ujian kompetensi (Ukom) bagi tenaga kesehatan (nakes).

Ada juga prestasi berupa kesuksesan melakukan operasi transplantasi ginjal pertama di Indonesia Timur dengan diampuh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ada pula terobosan berbuah kesuksesan lain yang dibuat, seperti pelaksanaan kegiatan donor darah dengan cara jemput bola, di mana UTD (Unit Transfusi Daerah) melakukan aksi donor darah di banyak tempat, bekerjasama dengan banyak pihak sehingga kekurangan darah di rumah sakit bisa terbantukan karena ada banyak pendonor darah sukarela ikut dalam aksi sosial ini.

Di rumah sakit ini telah pula melakukan sistem digitalisasi. Sistem informasi di rumah sakit telah berbasis IT. Sehingga semua kegiatan akan berbasis digitalisasi.

“Bila mau tahu absen, mau tahu renumerasi, berapa pasien yang dilayani, itu sudah sangat transparan, sudah bisa langsung dilihat karena sudah digitalisasi;” ujar pejabat yang punya semangat kerja keras dan pengabdian yang tinggi ini.

Dari sisi pengampuhan, dokter Jimmy (sapaan akrabnya) mengungkapkan bahwa pihak RSUP Kandou telah melakukan kerjasama dengan Gubernur Sulut. “Semua rumah sakit di daerah ini telah di bawah pengampuhan RSUP Kandou karena adanya kerjasama tersebut,” ujarnya.

Bahkan, RSUP Kandou bukan hanya menjadi rumah sakit pengampuh di Sulut tapi di Indonesia Timur termasuk Papua.

Saat ini telah pula dimatangkan pembangunan Cancer Center yang tahun depan (2024) akan dimulai pelaksanaan pembangunannya.

Pihaknya juga berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan medik yang lebih canggih seperti transplantasi ginjal dan operasi kembar siam.

Terkait dengan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pelatihan/pendidikan, RSUP Kandou telah melakukan banyak pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan di mana sertifikat yang dikeluarkan berasal dari Kementerian Kesehatan.

“Sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan, kami melakukan pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan yang terakreditasi. Sertifikatnya dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Terobosan, prestasi dan kesuksesan yang dibuat/diraih itu, sebut dokter Jimmy, saat berdialog dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023), dipersembahkan untuk kemajuan RSUP Kandou. Menjadi rumah sakit kebanggaan Bumi Nyiur Melambai.

Dokter Jimmy yang kini dipercayakan pula oleh Kementerian Kesehatan sebagai Dirut RS Hasan Sadikin Bandung, ingin agar RSUP Kandou terus maju dan berkembang serta mencatat prestasi/kesuksesan yang membanggakan termasuk semakin memuaskan pelayanan kepada masyarakat di waktu-waktu ke depan.

Terobosan dan prestasi tersebut bisa dicapai/diraih di bawah kepemimpinannya sejak tahun 2018 karena dukungan pula dari rekan-rekan direksi dan staf serta pihak-pihak terkait. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut berkolaborasi dengan TNI AU Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado mengadakan Bakti Sosial Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Miangas Kecamatan Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud, Senin (28/8/2028) mengusung tema Langitku Biru, Cinta Keluarga, Cinta Keluarga Indonesia.

Kepala BKKBN RI Dr. dr. (HC) Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di dampingi Deputi Bidang KB/KR dr. Eni Gustina, MPH dan Kepala Perwakilan Sulut Ir. Tino Tandaju, M.Eng hadir membuka kegiatan dan berdialog dengan masyarakat Desa Miangas yang terdiri dari pasangan usia subur, Lansia dan remaja SMP.

Hasto memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Talaud atas sambutan yang meriah dan atas capaian dana DAK KB Kabupaten Talaud yang cukup baik.

Ia juga mengingatkan kembali tentang perlunya merencanakan kehamilan dan menghindari 4 T (terlalu cepat, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu dekat), dan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat agar generasi muda Kepulauan Talaud bebas dari stunting.

Bupati Kepulauan Talaud Dr. dr. Elly Engelbert Lasut, ME dalam sambutannya yang dibawakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Talaud Meike Maatuil, S.Kep, MM mengungkapkan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Talaud berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 berada pada angka 26 persen, jauh lebih tinggi dari rata rata Provinsi Sulawesi Utara yaitu 20,5 persen.

Namun, sambungnya, Pemerintah Daerah tetap berkomitmen dan optimis Kabupaten Talaud dapat menekan angka stunting sesuai dengan target nasional yaitu 14 persen di tahun 2024.

Pada kegiatan ini Danlanudsri Marsma TNI Muhammad Mujid, SE, MM dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) oleh Kepala BKKBN, yang disambut antusias oleh Danlanud Sri dan jajarannya yang juga memiliki komitmen kuat dalam mengeliminasi permasalahan stunting di Indonesia pada umumnya dan Sulut khususnya.

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini ditandai pembubuhan tanda telapak tangan pada prasasti di lokasi titik nol Utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina oleh Kepala BKKBN RI.

Hal ini menunjukkan kesungguhan dan komitmen BKKBN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang pengendalian penduduk, keluarga berencana dan sebagai koordinator Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

Pada kegiatan bakti sosial diadakan pemberian bantuan berupa beras dan telur kepada keluarga beresiko stunting di Pulau Miangas dan peninjauan kegiatan pelayanan KB dan kesehatan. (Fer)

Meimonews.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG(K) menegaskan, Program Peningkatan Keluarga untuk mencegah stunting (yang terus digalakkan BKKBN termasuk BKKBN Sulawesi Utara) harus disukseskan.

“Mari jadikan keluarga menjadi keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia. Mari bahu membahu membangun keluarga. Jagalah kebersihan lingkungan keluarga dengan menata sanitasi,” ujar Wardoyo pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Sulut di Ruang Terbuka Publik (RTP) Amurang, Minahasa Selatan, Minggu (27/8/2023).

Hadir pada kegiatan ini di antaranya Deputi KB BKKBN RI dr. Eni Agustina, MPH, Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharma Sondakh, SH (mewakili Gubernur Sulut), Bupati Minahasa Selatan Frangky Donny Wongkar, SH dan jajaran, Pemkab/Pemkot se-Sulut, Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng dan jajaran serta para undangan lainnya.

Wardoyo menyebutkan, melahirkan anak lebih tidak masalah, yang paling penting jaga jarak kelahiran. Angka hidup pria lebih rendah karena lelaki lebih banyak ensidennya.

Stunting itu, menurutnya, pendek tapi pendek tidak tentu stunting. Stunting. Itu  sakit sakitan, pertumbuhan lambat.

Diungkapkan, akhir 2023 stunting ditargetkan menjadi 17 persen dan pada tahun 2024, sesuai harapan Presiden Joko Widodo, akan menjadi 14 persen.

Oleh karena itu, Wardoyo menyarankan untuk mengumpulkan para bidan dan melaksanakan pengukuran dan penimbangan dengan baik semua anak balita.

Selain itu diingatkan agar anggaran diserap dengan baik, untuk membelikan makanan tambahan bagi anak dan keluarga beresiko dan anak stunting.

Di kesempatan itu, Wardoyo mengungkapkan apresiasi BKKBN RI terhadap Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Frangky Donny Wongkar, SH dan jajaran yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Harganas ke-30 tingkat Provinsi Sulut.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng saat memberikan sambutan

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng menjelaskan, dalam rangka pelaksanaan Harganas ke-30 tahun 2023 antara lain dilaksanakan Gelar Dagang Produk (yang tergabung dalam kelompok UPPKA),  pelayanan kesehatan dan pelayanan KB, gelar Dapur Sehat atasi stunting (Dahsat) serta pentas seni dan budaya dari 15 Kabupaten dan Kota se-Sulut.

Harapan dengan kegiatan Harganas ke-30 yang bertemakan Keluarga Bebas Stunting untuk Sulut Laju, sebut Tandaju, dapat memberikan daya ungkit dalam pencapaian program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Kepala Dinas Dukcapil dan KB Sulut Christodharma Sondakh dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulut menegaskan, momen Harganas ke 30 ini merupakan  momentum yang luar biasa, bukan sekedar memperingati tapi bagaimana memahami pentingnya keluarga  dalam membangun fondasi keluarga.

“Mari kita tingkatkan waktu yang berkualitas dan   menjunjung tinggi nilai nilai keluarga,” ajaknya.

Ketika memberikan sambutan, Bupati Minahasa Selatan Frangky Donny Wongkar, SH memberikan apresiasi yang tinggi kepada  Kepala BKKBN Pusat, Gubernur Sulut yang diwakili oleh Kadis Dukcapil Sulut yang telah mempercayai Kabupaten Minsel menjadi tuan rumah penyelenggaraan peringatan Harganas ke-30 tingkat Provinsi Sulut.

Bupati menyapa seluruh hadirin dengan salam bahagia dan menyampaikan selamat mengikuti peringatan Harganas Tahun 2023 tingkat Provinsi Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 yang dipusatkan di Minahasa Selatan, Sabtu (26/8/2023).

Kegiatan yang diadakan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Amurang itu dibuka pelaksanaannya oleh Bupati Minsel Frangky Donny Wongkar, SH yang ditandai dengan pemukulan tetengkoren.

Sekretaris BKKBN Perwakilan Sulut Lady D. Ante, S.Pd, MAP mewakili Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada bupati dan jajaran yang sudah bersedia menjadi tuan dan nyonya rumah pelaksanaan Harganas  Provinsi Sulut tahun 2023, yang  bertemakan Keluarga Bebas Stunting, untuk Menuju Indonesia Maju.

Disebutkan, dari  keluarga yang terencana akan  melahirkan SDM yang berkualitas dan berdaya juang dan bersinergis.

“Pemerintah Kabupaten Minsel yang di bawah pimpinan Bupati  Frangky Donny Wongkar, SH telah melaksanakan beberapa aksi dalam rangka percepatan penurunan stunting menuju zero stunting,” ujar Lady.

Bupati Kabupaten Minsel merasa tersanjung karena diberi kepercayaan menjadi tuan rumah peringatan Harganas ke-30 tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

“Selaku kepala daerah, saya terus memiliki kepedulian untuk mencipta zero stunting, berkomitmen dengan seluruh perangkat Pemkab untuk membuat  stunting di Kabupaten Minsel menjadi zero stunting,” ujar Wongkar. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut dan Bank SulutGo mengadakan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang berlangsung di Lantai 7 Bank SulutGo, Rabu (23/8/2023)

PKS yang ditandatangani Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju dan Direktur Pemasaran Bank SulutGo Pius Batara ini terkait dengan upaya BKKBN untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan.

Turut hadir pada acara ini adalah Ketua  Pokja Adpin Rosilli B. Wowoling, S.Sos, M.Si, Ketua Pokja Keuangan dan BMN Marta Tumonggor, BM dan tim lainnya dari BKKBN serta Pemimpin Divisi Pemasaran Dana Jummy Roboth dan Pemimpin Cabang Utama Monalisa Manoppo, Pemimpin Departemen dari Bank SulutGo.

Out put dari penandatangan PKS ini adalah pelaksanaan pemutahiran PK-23 telah menghasilkan data by name by address menjadi tolok ukur serta bahan intervensi program pembangunan masyarakat terutama berkaitan dengan percepatan penurunan stunting dan pesasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim.

Tandaju menjelaskan, BKKBN Sulut terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam pengelolaan keuangan. “BKKBN terus mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta berkomitmen dalam mencegah terjadinya perilaku koruptif dalam pengelolaan keuangan, aman, efisien, transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Hal itu, menurut Tandaju, agar dapat meminimalisir resiko penyalahgunaan dalam penyaluran operasional yang tidak tepat sasaran. Maka, pembayaran non tunai menjadi langkah yang tepat.

Batara mengatakan, pihak Bank akan terus berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah. “Bank SulutGO tidak akan berhenti berinovasi secara digital demi menghadirkan pelayanan yang modern dan mudah bagi seluruh lapisan nasabah.

Komitmen Bank SulutGo ke depan, siap untuk terus menjadi supporting sistem bagi pengelolaan keuangan BKKBN agar dapat dilaksanakan dengan lebih modern, akuntabel dan up-to date. (Fer)