Meimonews.com – Program Kamberu yang merupakan program inovasi dan terobosan pimpinan SMA Negeri 8 (Smandel) Manado mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulut, dalam hal ini, Wakil Gubernur Sulut Steven O. Kandouw.

Apresiasi itu diungkapkan Wagub Sulut ketika ia di dampingi sang istri dr. Kartika Devi Tanos, Asisten I Drs. Denny Mangala, MS dan Kepala Dinas Pendidikan Sulut Dr. Femmy Suluh, MSi berkunjung ke Smandel, Rabu (27/3/2024).

“Inovasi-inovasi seperti ini sangatlah diperlukan untuk meningkatkan minat dan bakat siswa dalam bidang pertanian,” ujar Wagub.

Wagub lagi panen ikan mujair. (Foto : Dokumen eskul perfilman Smandel PSP Kamberu)

Dalam motivasi dan paparannya, Wagub sempat memberikan penilaian atas kenerja sekolah/kepala sekolah dengan nilai 9,8 dari 10 atau 98 dari 100 dan disambut tepuk tangan dan gegap gempita dari 1100-n siswa serta para guru dan yang hadir di lapangan.

Wagub juga menyampaikan hal ini tidak akan terjadi jika tidak ada keberanian kepala sekolah selaku nahkoda kapal yang mau dan berani menekan tombol Enter.

“Kerjasama sekolah dengan Komite bersama semua orangtua sudah nampak nyata dengan terlaksannya program Kamberu ini,” sebutnya.

Ditambahkan, hal ini yang namanya kolaborasi/sinergitas yang kompak, sekolah, komite sekolah, orangtua siswa dan para siswa semua supaya benar-benar membawa dampak untuk waktu sekarang dan bekal positif berwirausaha setelah selesai dari SMA Negeri 8 PSP Kamberu ini.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini

Program Kamberu (kampanye bertani urban) merupakan sebuah rencana aksi wirausaha pertanian di sekolah yang menggerakkan seluruh elemen sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pertanian berkelanjutan sebagai proyek pembelajaran.

Sebagai sekolah penggerak, sebut Kepala SMA Negeri 8 Manado Drs. Mediatrix Maryani Ngantung, M.Pd kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (27/3/2024), harus ada inovasi yang dibuat agar sekolah ini maju.

Makanya, pihaknya membuat terobosan dengan melibatkan Dr. Marten Meruntu, orangtua siswa yang punya kepedulian dan pengetahuan bertani lewat program bertani di sekolah dengan nama Kamberu.

“Lewat program ini, kami ingin agar para siswa tidak malu untuk berkebun/bertani. Sebab, bidang ini cukup menjanjikan, dan bisa membantu masalah-masalah bangsa,” ujarnya.

Dipakainya nama Kamberu, jelas mantan Kepala SMA Negeri 9 Manado ini, terinspirasi dari satu babak dari tarian Maengket yang disebut Maowey Makamberu, di mana gerak dan lagunya mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian yang berlipat ganda.

Secara etimologis, Kamberu berasal dari bahasa daerah suku-suku Minahasa dan beberapa dialek menyebut juga “kan weru” yang berarti makanan baru.

Dalam kunjungannya ke lembaga pendidikan.menengah atas yang berlokasi di Kelurahan Kairagi Dua tersebut, Wagub memberikan pula motivasi kepada para siswa untuk terus giat belajar dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan dan perguruan tinggi.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk meraih masa depan yang cerah. “Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan kalian. Oleh karena itu, teruslah belajar dengan tekun dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Dalam kunjungannya di SMA Negeri 8 Manado ini, Wagub dan rombongan memanen kangkung sehat dan ikan mujair yang ada di kompleks sekolah ini. (Fer)

Meimonews.com – Mewakili Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, Sekretaris BKKBN Perwakilan Sulut Lady D. Ante, S.Pd, MAP dan Tim Satgas PPS Sulut yang diketuai Danny Lalamentik road show menghadiri dan memberikan materi di kegiatan Rembuk Stunting di tiga Kabupaten di Sulut.

Kegiatan rembuk stunting pertama yang diikuti adalah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kemudian di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dan di Kabupaten Minahasa.

Rembuk stunting di Kabupaten Boltim dilaksanakan di Kantor Bupati, Tutuyan, Selasa (19/3/2024), di Kabupaten Bolmut yang dilaksanakan di Kantor Bapelitbang, Boroko, Kamis (21/3/2024), dan di Kabupaten Minahasa yang dilaksanakan di Kantor Bupati, Tondano, Senin (25/3/2024).

Pada kegiatan di Boltim yang dibuka pelaksanaannya oleh Sekda Boltim Ir. Sonny Warokka, PhD, Sekretaris BKKBN Sulut, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa dengan data yang ada menjadi  bahan intervensi keluarga yang beresiko stunting,  dengan memaksimalkan fungsi TPK, penguatan kelembagaan tingkat Kabupaten TPPS Kecamatan dan Desa, serta mendorong semua pihak untuk terlibat dalam akselerasi percepatan  penurunan sunting (PPS).

Di akhir pemaparan pada kegiatan yang bertujuan untuk menyepakati  pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, membangkitkan  komitmen publik  dalam kegiatan penurunan stunting, Sekretaris BKKBN Sulut menginformasikan kepada peserta bahwa di lingkungan BKKBN Sulut saat ini  berada pada Penerapan  Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi.

Di sela pelaksanaan Rembuk Stunting ini dilakukan pula penandatanganan Komitmen Bersama Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Boltim.

Di Kabupaten Bolmut yang sekaligus merupakan Rapat Koordinasi Konvergensi Lintas Program/Lintas Sektor dalam Penanggulangan Pencegahan Stunting itu, Ante memaparkan materi Pemantauan dan  Evaluasi dalam rangka  PPS di  Kabupeten Bolmong  Utara.

Ante menjelaskan, kondisi saat ini, angka  stunting  di Sulawesi Utara mengalami  kenaikan 0,8 persen yaitu dari 20,5 persen menjadi menjadi 21,3 persen tahun 2023.

Langkah  ini, sebut Ante, harus segera  diantisipasi oleh seluruh kabupaten/kota di Sulut. “Perlu langkah-langkah konkrit untuk menurunkannya. Salah satunya adalah peran dari semua pihak,” ujarnya pada kegiatan yang diikuti 60 peserta  di antaranya Kapolres, para Kadis terkait, para Sangadi, mitra kerja, Ketua-ketua organisasi wanita, Kepala Puskesmas dan PLKB se Kabupaten Bolmut.

Dikemukakan, ada 64 indikator dalam  Master Ansit menjadi acuan dalam  menyukseskan penurunan stunting di daerah.

Atas nama BKKBN Sulut, Ante mengapresiasi kekompakan dari TPPS termasuk dukungan dari Pj. Bupati Bolmut Sirajudin  Lasena, SE. M.Ec.Dev  yang menekankan kepada Tim untuk  berpedoman pada total football, dalam  hal in,  pekerjaan apapun harus total dalam melaksanakannya.

Di Kabupaten Minahasa yang dibuka pelaksanaannya oleh Pj Bupati Minahasa Dr. Jemmy S. Kumendong, M.Si, Sekretaris BKKBN Sulut membawakan materi Pemantauan dan Evaluasi dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Minahasa.

Kumendong, dalam sambutannya, mengatakan, upaya untuk penurunan stunting perlu dilakukan penguatan dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi maupun masyarakat melalui intervensi spesifik dan sensitif.

Pada kegiatan ini dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Minahasa Tahun 2024 oleh Pj. Bupati, Ass. I, Ketua TP PKK, perwakilan Kodim 1302 Minahasa, Kepala OPD, para Camat, perwakilan KUA, TPPS dan Satgas PPS. (Fer)

Meimonews.com – Pimpinan dan staf Kantor Imigrasi Kemenkuham Sulut berbagi takjil di momen Bulan Suci Ramadhan 1445 H, Selasa (26/3/2024).

Puluhan takjil dibagikan kepada pengemudi dan penumpang kendaraan bermotor baik roda dua (motor) maupun roda empat dan selebihnya (mobil) yang melintas di depan kantor yang berada di Jln. 17 Agustus Manado itu.

Kepala Imigrasi Made Hepy Juniartha langsung memimpin kegiatan berbagi takjil ini.

Penerima takjil senang dengan ada pemberian takjil ini, seperti terlihat langsung oleh wartawan Meimonews.com di lokasi kegiatan. (lk)

Meimonews.com – Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) memaparkan 5 (lima) pilar dasar menyukseskan program Bangga Kencana dan penurunan stunting.

Pemaparan tersebut disampaikan Hasto pada Temu Kader Pembantu Pembina Keluarga Keluarga Berencana (PPKBD) Jawa Tengah yang dilaksanakan di BPSDM Banyumanik Semarang, Senin (25/3/2024).

Disebutkan, pilar pertama adalah komitmen. Pilar kedua adalah dalam penyampaian informasi baiknya menggunakan metode massive information system. “Gethok tularnya ke masyarakat harus kenceng, meski uangnya hanya sedikit kita bisa menggunakan banyak cara untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Perubahan perilaku dalam masyarakat, sambungnya, bisa terjadi dengan penyampaian informasi baik yang terus menerus.

Pilar ketiga adalah peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah desa.

Pilar yang keempat adalah harus tersedia bahan makanan dalam masyarakat.  Makanan berprotein hewani tidak harus mahal.

Hasto mencontohkan protein yang terdapat di ikan lele lebih baik daripada protein hewani yang berasal dari ayam atau daging.

Pilar yang terakhir (kelima) adalah penguatan dan pengembangan sistem data informasi. “Dengan bangga saya sampaikan bahwa SIGA BKKBN, menjadi satu-satunya data tolak ukur Program Bangga Kencana,” tandas Hasto.

Disebutkan pula, ada 3 (tiga) tantangan penurunan stunting dalam masyarakat yaitu menyangkut perilaku makan, perilaku sanitasi dan perilaku reproduksi.

Ditegaskan, BKKBN tanpa adanya kader PPKBD tidak ada apa-apanya. “Seperti yang kita tahu, kader PPKBD merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting dalam masyarakat,” ujarnya.

Kader PPKBD, menurutnya, merupakan unit langsung yang bersentuhan dengan masyarakat. “Peran kader PPKBD dalam masyarakat sangat strategis. Mereka sangat dekat dan mengenal lingkungan masyarakatnya,” sebut Hasto.

Dijelaskan, salah satu penyebab penurunan stunting yang tidak terlalu signifikan adalah mengenai perilaku masyarakat. “Standar prevalensi angka stunting dari WHO kurang lebih 20 persen sehingga kalau bisa prevalensi angka stunting di Indonesia bisa di bawah 20 persen.

Beberapa tantangan penurunan stunting dalam masyarakat menyangkut perilaku makan, sanitasi dan perilaku reproduksi.  “Untuk itulah, peran kader PPKBD membantu mensosialisasikan Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting sangat dibutuhkan,” tandanya.

Menilik hasil survey prevalensi angka stunting, dokter Hasto menyebut jangan berkecil hati. Ibaratnya hasil survey itu adalah quick count, sedangkan hasil EPPGBM yang terdata benar dalam masyarakat adalah real count. “Mari kita bersama-sama berdoa untuk hal yang terbaik,” pintanya.

Di kesempatan itu pula, Kepala BKKBN RI menjelaskan tentang korelasi pemakaian kontrasepsi dengan penurunan stunting tentu berkaitan erat. Dengan pemakaian kontrasepsi, promo 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu dekat) dapat dilaksanakan, sehingga resiko melahirkan bayi yang terpapar stunting dapat dihindari.

“Kita harus punya komitmen yang fokus, terhadap program penurunan stunting dan program bangga kencana. Kita harus dapat memberikan contoh baik perilaku yang baik, dan tidak hanya ucapan saja. Teman-teman kader PPKBD tersebut yang sudah memakai kontrasepsi jangka panjang  (vasektomi dan tubektomi) merupakan salah satu contoh teladan kepada masyarakat,” ujar Hasto. (*/Fer)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU Asean Eng yang diwakili Dekan Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, Agr. menjadi keynote speaker Talkshow Hari Air Dunia (HAD) tahun 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dekanat Lantai 5 Fakultas Teknik Unsrat Manado,  akhir pekan lalu ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Ir. Sugeng Harianto, M.Si, MT dan Kepala Bapelitbang Kota Manado Dr. Linny, Tambajong, ST, M.Si.

Bertindak sebagai moderator pada talkshow yang mengangkat tema Water for Peace (Air untuk Perdamaian) ini adalah Dr. Jeffry Sumaraw, MT yang adalah dosen Fatek Unsrat Manado.

Prof. Fabian menegaskan, potensi air tanah di Kota Manado saat ini sudah sangat kecil, yang diakibatkan oleh eksplorasi air tanah yang semakin tinggi.

“Persoalannya, pertama, karena perkembangan kota, di mana saat ini kita menjadi kota bisnis; kedua, sumber air tanah seperti hutan, semakin kecil, karena kita dituntut untuk perkembangan perumahan, jalan, dan sebagiannya serta adanya pencemaran air,” ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, para pengambil kebijakan, kalau bisa kita sama-sama menjaga, bersinergi untuk sama-sama melihat permasalahan dan memecahkan secara komunikatif demi menjaga air untuk generasi yang mendatang.

Adapun dari paparan talkshow yang dilaksanakan, disebutkan beberapa program penyediaan air baku yang dilaksanakan oleh Balai Sungai, antara lain pembangunan intake sarana air baku di beberapa daerah seperti di Kepulauan Sangihe, Talaud dan di Minahasa Utara, serta pembangunan prasarana air baku di Bendungan Lolak dan Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Dirjen SDA Kementerian PUPR
Bob Arthur Lombogia, dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan HAD dilaksanakan seiring dengan Pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke 10, yang akan diselenggarakan di Bali pada Mei mendatang, sehingga tema HAD di tahun ini yakni Water for Peace (Air Untuk Perdamaian).

“Melalui tema ini, kita ketahui bersama bahwa peran air dalam kehidupan manusia adalah sangat penting. Oleh sebab itu, pengelolaan sumber daya air adalah suatu hal yang harus kita lakukan secara bersama-sama agar air dapat terjaga baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas daripada air itu sendiri untuk kehidupan kita manusia,” ujarnya

Lombogia berharap, kegiatan talkshow dapat menghasilkan buah-buah pikiran, ide-ide maupun inovasi dalam rangka pelestarian sumber daya air untuk diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang.

Doktor Linny dalam pemaparan materinya mengungkap pentingnya upaya penyelamatan dan latar belakang penyediaan air minum.

Dalam pasal 33 UUD 45 disebutkan, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pasal 28H (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Menguatkan point ini, doktor Linny menyebutkan, Deklarasi Majelis Umum PBB bahwa air bersih dan sanitasi sebagai Hak Asasi Manusia.

Disebutkan pula 6 Prinsip Dasar Pengelolaan SDA (Putusan MK No. 85/PUU-XI/2013) Negara harus memenuhi Hak Rakyat Atas Air; Target 6 SDGs : air bersih menjamin Ketersediaan dan keberlanjutan pengelolaan air; RPJMN Indonesia (2020-2024, Universal Access (100%) Sektor Air Minum; serta Renstra PUPR (2020-2024) 100 persen Air Minum Layak.

“Amanah itu menyatakan bahwa tugas negara untuk menyediakan air minum layak,” ujarnya dalam pemaparan materinya yang berjudul Solusi dan tantangan Indonesia hadirkan akses air bersih di daerah terpencil. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri pertemuan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado dan Ecosystem Builder Satu Tampa bertempat di Ruang Rapat Walikota Manado, Jumat (22/3/2024).

Hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Daerah Kota Manado Dr. Micler Lakat, SH, MH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Steven Tumiwa, S.Pd., M.Pd, serta perwakilan Ecosystem Builder Satu Tampa.

Pertemuan ini membahas tentang rencana pemanfaatan Museum Coelacanth Manado menjadi Creative Hub Coelacanth Manado.

Lokasi tersebut, rencananya akan dimanfaatkan sebagai creative hub, rumah UMKM, hingga fasilitas untuk e-sports.

Pemanfaatan lokasi ini melibatkan kolaborasi Pemerintah Kota Manado, Ecosystem Builder Satu Tampa dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN.

Walikota berharap, lokasi yang strategis dari Creative Hub Coelacanth Manado akan bermanfaat untuk masyarakat dan menarik banyak wisatawan.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Sulut ini menekankan, pemanfaatan Creative Hub Coelacanth Manado dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sesuai dengan regulasi yang berlaku. (lk)

Meimonews.com – BKKBN Perwakilan Sulut menggelar Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh di Hotel Aston Manado, Senin-Selasa (18-19/3/2024).

Puluhan Juang Kencana, kader BKL Kabupaten/kota dan PLKB/PKB hadir pada kegiatan yang dihadiri Ketua PWRI Sulut Drs. Frans Wagey, M.Si dan dr. Arista F. Wowor, M.Kes selaku Kepala Seksi Kesra dan Gizi  Dinas Kesehatan Sulut sebagai narasumber.

7 dimensi  lansia tangguh dan orientasi pendampingan jangka  panjang  bagi  lansia Sulut merupakan urutan ke 5 dari 10 provinsi yang persentase lansianya tertinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan sosialisasi  ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader yang ada di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lansia.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut  Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg  saat  menutup kegiatan menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak dalam memajukan kesejahteraan lansia di wilayah Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menghadiri dan memberikan materi pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Minahasa yang diadakan di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Tondano, Selasa (19/3/2024).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Tim PPS Kabupaten Minahasa ini dipimpin Pj. Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si di dampingi Sekda Minahasa Lynda D. Watania, MM, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Reviva Maringka dan Asisten Administrasi Umum Wenny Talumewo.

Turut hadir Komandan Kodim 1302 Minahasa Letkol Inf. Mutakbir, Kapolres Minahasa AKBP. S. Sophian, SIK, MH, Ketua TPPS Provinsi Sulut Sam Patoro Larobu, SH, MH, Kepala BPS Minahasa Leopold Richard Rawung, SE.

Selain itu, Plt. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Jonny Tendean, Kepala Bappelitbangda Philip Siwi, sejumlah Kepala Dinas seperti Kadis Kominfo Maya Marina Kainde, SH, MAP, beberapa Kabag dan Camat se-Kabupaten Minahasa.

Kegiatan ini diawali dengan laporan pelaksanaan percepatan penurunan stunting oleh Kepala Dinas PPKB Kabupaten Minahasa Dra. Meita Agow,  dan dilanjutkan dengan pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Kabupaten Minahasa oleh Bupati Minahasa.

Pada kesempatan itu, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut menyampaikan materi mengenai pemantauan dan evaluasi untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Minahasa.

Tandaju memaparkan strategi dan inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Minahasa guna menyelesaikan masalah stunting dengan efisien.

Kaper menekankan pada sistem kerja yang berkelanjutan diharapkan mampu menghasilkan penurunan stunting secara menyeluruh dan terencana di Kabupaten Minahasa.

Bupati Minahasa menegaskan, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Minahasa memerlukan komitmen yang kuat, dan betul-betul dibuktikan pelaksanaannya sampai tingkat Desa/Kelurahan.

Diungkapkan, penurunan stunting di Kabupaten Minahasa masih di angka 16.5 persen, tetapi diharapkan bisa mencapai di angka 94 persen. “Hal ini perlu menjadi perhatian penanganan stunting, yang bisa dianggarkan dalam Dana Desa sehingga penurunan stunting ini dapat terorganisasi,’ ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg menghadiri dan menjadi narasumber Rembuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Kota Tomohon yang diselenggarakan Bapelitbang Kota Tomohon pimpinan Inggrit Palit.
.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan termasuk Walikota Tomohon Caroll JA Senduk, SH, Ketua TP PPK Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng selaku Wakil Ketua TPPS Tomohon, Wakil Ketua DPRD Tomohon Erens Keren dan undangan lainnya ini diadakan di gedung AAB Guest House Tomohon, Senin (18/3/024).

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan intervensi percepatan penurunan stunting dengan cara yang tepat dan efektif, serta merumuskan agenda perangkat daerah yang dapat mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RPJMB melalui mekanisme RKPD.

Tandaju memberikan materi yang berkaitan langsung dengan strategi dan inovasi untuk percepatan penurunan stunting di Kota Tomohon.

Tandaju memberikan wawasan serta solusi yang dapat diimplementasikan secara praktis guna mencapai hasil yang diinginkan dalam percepatan penurunan Stunting .

Walikota Tomohon Caroll J.A  Senduk, SH dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjalankan upaya PPS dengan mematuhi 8 Aksi Konvergensi yang telah ditetapkan.

Langkah-langkah konkrit tersebut di antaranya intervensi gizi spesifik dan sensitif serta memperkuat kerjasama antar stakeholder menjadi fokus utama dalam menjaga momentum penurunan angka stunting di Kota Tomohon.

“Dalam rangka penurunan percepatan stunting di Kota Tomohon, pemerintah melakukan perencanaan yang berkualitas dan terintegrasi agar kegiatan tersebut dapat terlaksanakan sesuai tujuan pemerintah,” ujar Walikota.

Disebutkan, penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang difokuskan pada seribu hari pertama kehidupan.

“Intervensi gizi spesifik adalah peningkatan gizi dan kesehatan, sedangkan intervensi gizi sensitif adalah intervensi penyedia seperti air bersih, sanitasi, dan sebagainya. Intervensi gizi sensitif memiliki kontribusi yang besar dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Sekitar 700 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Negeri Manado (Unima) Gelombang I Tahun 2024 mendapat pembekalan dari Walikota Manado Richard Sualang, Selasa (19/3/2024).

Pembekalan yang dilakukan Walikota Manado ini merupakan bagian dari pembekalan mahasiswa Unima semua prodi yang akan berKKN di Kota Manado selama tiga bulan ke depan.

Tema yang diangkat dalam pembekalan  adalah Unima Berkualitas Untuk Masyarakat Sulut Maju Sejahtera.

Beberapa program unggulan dari Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang (AARS) dipaparkan Wawali.

Program-program tersebut di antaranya membangun dan menata pasar semi modern, pengelolaan profesional, mempererat pelayanan dan pendataan kependudukan serta meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan dan masih banyak lagi.

“Semoga ini bisa menjadi bekal bagi adik-adik sekalian saat KKN nanti,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini.

“Mungkin ada ide-ide kreatif dari adik-adik yang merupakan sumber daya terbaik Unima untuk Kota Manado. Ini yang kami harapkan output dari adik-adik bukan sekedar lulus menggenapi SKS,” tambahnya. (lk)