Meimonews.com – Keselamatan pasien menjadi perhatian utama RSUP Kandou Manado dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa keperawatan yang akan menjalani pendidikan klinis.

Sebelum memasuki lingkungan klinis, mahasiswa harus memahami tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.

“Anda berada di rumah sakit pusat rujukan. Memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Untuk itu, pelatihan awal ini wajib diikuti sebelum masuk pendidikan klinis,” ujar Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan ketika berbicara kepada para mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) yang mengikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Rabu (16/9/2026).

Menurut Dirut, teori harus berjalan bersama praktik. Pengalaman langsung di rumah sakit menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi pasien.

“Belajar tanpa praktik sia-sia. Di sini adik-adik belajar dan praktik. Adik-adik hadir sebagai perpanjangan Tuhan untuk menolong sesama manusia sebagai tenaga kesehatan,” sebutnya.

Dirut memaparkan sejumlah materi yang menjadi bekal mahasiswa selama berada di lingkungan RSUP Kandou, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

Selain aspek kompetensi, Dirut juga menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang aman. Ia menyatakan proses pendidikan di RS Kandou harus bebas dari bullying atau perundungan.

Para mahasiswa diminta menyerap seluruh materi yang diberikan dan menjadikannya sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. “Serap semua materi dengan baik untuk bekal nanti dalam dunia pekerjaan,” pesan Dirut.

Mewakili Polnustar, Ns. Asri menyampaikan terima kasih kepada jajaran RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa Polnustar untuk menjalani pendidikan. “Terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan RS Kandou yang sudah menerima mahasiswa kami untuk melakukan pendidikan,” ujarnya,

Kegiatan dibuka Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati.

Turut hadir, Manajer Tim Kerja Diklat RSUP Kandou Frets Melope, Asisten Manajer Pendidikan Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – Langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di perbatasan utara NKRI terus dipacu.

Itu terlihat ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) bersama PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menggelar kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kepulauan Sangihe, Tahuna, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan edukasi dan inklusi keuangan ini difokuskan pada penguatan literasi keuangan bagi kelompok nelayan, pelaku usaha perikanan, serta masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Hadir dalam.kegiatan ini, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Kepala OJK SulutGo Robert HP Sianipar; Direktur Operasional BSG Louisa J. Parengkuan serta Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanis EH Pilat.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis berupa buku tabungan massal dan akses kredit usaha bagi perwakilan nelayan Sangihe.

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi interaktif oleh tim edukator OJK dan Bank SulutGo, yang disambut antusias oleh ratusan warga pesisir Tahuna hingga penutupan acara.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Bupati Kepulauan Sangihe menyampaikan apresiasi dan menyambut positif inisiasi OJK dan Bank SulutGo yang menjadikan Sangihe sebagai sasaran prioritas gerakan nasional ini.

Nelayan dan pelaku usaha pesisir merupakan pahlawan ekonomi daerah kita. Namun, tantangan berupa fluktuasi hasil tangkapan akibat cuaca serta maraknya ancaman kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong menuntut masyarakat kita untuk lebih cerdas mengelola keuangan.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sangat mendukung edukasi ini agar hasil keringat nelayan kita dapat dikelola dengan aman dan mendukung kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Kepala OJK SulutGo menegaskan pentingnya pemerataan pemahaman literasi perbankan hingga ke daerah kepulauan dan perbatasan.

Dijelaskan, keberadaan OJK bersama industri jasa keuangan adalah untuk memastikan masyarakat tidak hanya paham cara bertransaksi, tetapi juga terproteksi dari bahaya kejahatan finansial digital.

Direktur Operasional BSG menjelaskan, Bank SulutGo bertindak sebagai Campaign Manager program GENCARKAN di tingkat provinsi.

BSG terus menghadirkan kemudahan akses keuangan praktis melalui jaringan layanan Kantor BSG di pelosok pulau serta akses permodalan terjangkau seperti KUR Mikro Nelayan BSG.

“Pola pendapatan nelayan sangat tergantung pada musim. Melalui GENCARKAN, kami hadir membawa solusi agar nelayan paham strategi menyisihkan pendapatan di masa panen ikan untuk dana darurat, serta memanfaatkan layanan transaksi digital yang aman melalui BSGtouch,” ujar Louisa. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kondisi musim kemarau, Selasa (15/9/2026).

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Manado dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih selama berlangsungnya musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (15/9/2026).

Masyarakat di Kelurahan Bailang khususnya Lingkungan 2 dan masyarakat Kelurahan Merah khususnya Lingkungan 1 Kecamatan Bunaken Darat ini, sebutnya, didatangi Tim dari BPBD Manado, PDAM Manado dan Balai Penataan Prasarana dan Kawasan Pemukiman Sulut untuk menyalurkan bantuan air bersih tersebut.

“Masyarakat Lingkungan 2 Kelurahan Bailang yang berjumlah 17 KK dengan 83 jiwa serta masyarakat Lingkungan 1 Kelurahan Meras yang berjumlah 11 KK dengan 52 jiwa diberikan air bersih pada kegiatan ini,” jelasnya.

Masyarakat setempat terlihat senang dan berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi mereka karena adanya musim kemarau yang berkepanjangan ini. (elka)

Meimonews.com – LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Unsrat pimpinan Jefrey Ignatius Kindangen mengadakan Pembekalan KKT (Kuliah Kerja Terpadu) Angkatan 149 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027).

Kegiatan pembekalan ini diadakan selama 3 hari yakni Selasa – Kamis (15-17/9/2026) di Auditorium Unsrat Manado.

Tujuan diadakannya KKT adalah menghasilkan sarjana yang memiliki kepedulian dan mampu menanggulangi permasalahan di masyarakat secara nyata dan interdisipliner; Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh di ruang kelas untuk membantu pembangunan masyarakat; serta Memenuhi pilar ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Ada sejumlah materi yang diberikan kepada para mahasiswa peserta KKT tersebut. “Ada beberapa materi yang diberikan kepada para mahasiswa KKT TA 2026/2027,” ujar Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKT LPPM Unsrat Rignolda Djamaluddin kepada Meimonews.com, usai kegiatan hari pertama.

Materi-materi pembekalan, jelas Rignolda, mencakup aspek strategis pelaksanaan KKT yang harus dipahami oleh mahasiswa, yakni Arah kebijakan KKT unsrat; Struktur organisasi pelaksana dan tata-laksana tugas dan koordinasi; Kelengkapan dan tata-kelola posko.

Selain itu, Penyusunan program kerja utama/tematik dan tambahan; Pemerintahan desa/kelurahan; Pelaporan dan yudisium; Simulasi pembentukan posko dan penyusunan program.

Ke- 7 hal tersebut diselesaikan di dalam kelas besar. Selanjutnya pembekalan tingkat dosen pembimbing dan pengawas untuk memastikan kesiapan pemberangkatan. Mahasiswa yang ke lapangan harus berhasil mengikuti pembekalan.

“Untuk mahasiswa dengan program tematik akan diberi pembekalan khusus berkaitan dengan tema yang akan dikerjakan mahasiswa atau berdasarkan kerjasama dengan institusi tertentu,” tambahnya. (FA)

Meimonews.com – Dekan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unsrat Ferry Markus Daud Liando menegaskan, terjadinya kegaduhan politik di berbagai negara lebih disebabkan oleh karena tingkat kemakmuran suatu negara berada pada level rendah.

Jika angka kemiskinan tinggi, pelayanan publik buruk, biaya pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan tidak bagus maka kecenderuungan yang terjadi di negara itu adalah kekacauan, ketidakpastian serta terjadi instabilitas politik.

Penegasan tersebut disampaikan Liando ketika memberikan sambutan pembukaan Seminar Nasional Peran Mahasiswa sebagai Jembatan Solusi di Tengah Gejolak Sosial Politik dan Ekonomi yang diadakan di Lantai 2 FISIP Unsrat, Selasa (15/9/2026).

Seminar nasional yang meghadirkan Dosen Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhamadiyah Indonesia Aos Kuswandi sebagai pembicara utama ini dihadiri Wakil Dekan 1 Alfon Kimbal MSI, Wakil Dekan 2 Shirley Goni, para pimpinan jurusan dan dosen serta ratusan mahasiswa FISIP Unsrat.

Liando mengungkapkan, sejumlah negara yang dinamikamia politiknya sangat stabil seperti Denmark, Swedia, Finlandia dan Norwegia. “Negara-negara itu politiknya sangat stabil. Penyebabnya karena masyarakatnya makmur,” ujarnya.

Di negara- negara tereebut dari biaya sekolah, biaya kesehatan, biaya perumahan, rumah pemukiman serta jaminan lapangan pekerjaan bagi rakyatnya sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat percaya dengan pemimpinnya, sehingga tidak pernah terdengar adanya kegaduhan di negara itu.

Jika negara Indonesia bisa di kelola dengan baik, maka kemakumaran rakyat dapat tercapai. “Kita sesungguhnya negara kaya. Sumber daya alam kita cukup tersedia untuk mensejahterakan masyarakat. Tinggal komitemen dan motivasi pemerintah dalam mengelola negara secara professional,” sebutnya. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 8 (delapan) suster Konggregasi Suster-suster JMJ (Jesus Maria Joseph) akan memperingati Hidup Membiara pada Rabu (16/9/2026).

Peringatan istimewa yang diwarnai misa syukur tersebut akan diadakan di Komunitas Sta. Anna Lembean, Minahasa Utara.

Sejumlah imam/pastor termasuk Pastor Paroki St. Paulus Lembean Pastor Aloysius Wilar Pr akan memimpin misa syukur yang mengangkat tema Dalam segala hal tidak binasa karena Engkau menguduskan kami.

Kedelapan suster tersebut adalah Sr. Rafael Keni SJMJ dan Sr. Johanetta Langitan SJMJ yang akan memperingati 70 tahun hidup membiara, Sr. Vinsensia Siunta SJMJ, Sr. Elsabeth Ray SJMJ dan Sr. Caroline Tan SJMJ memperingati 40 tahun hidup membiara serta Sr. Kristina Karonggora SJMJ, Sr. Anastasya Sambine SJMJ, dan Sr. Bernadetha Nurut SJMJ memperingati 25 tahun hidup membiara. (lex)

Meimonews.com – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat Jamaluddin Jompa menegaskan, Peraturan Akademik merupakan landasan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Universitas Sam Ratulangi.

Karena itu, implementasinya dalam kurikulum harus dipahami secara bersama dan diterjemahkan secara nyata dalam proses pembelajaran.

Penegasan tersebut dikemukakan Plt. Rektor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Unsrat Gehart Arthur Pinaria pada Workshop Implementasi Peraturan Akademik Unsrat Nomor 3 Tahun 2026 dalam Kurikulum di Hotel Tateli, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang antara lain dihadiri Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi, para pimpinan lembaga dan unit kerja, lingkungan Unsrat ini dilaksanakan hingga Sqbtu (12/9/2026).

“Kurikulum bukan sekadar dokumen akademik, tetapi merupakan instrumen utama untuk memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujarnya.

Melalui workshop ini, Plt. Rektor berharap dapat memastikan keselarasan antara Peraturan Akademik, kurikulum, proses pembelajaran, asesmen, dan capaian pembelajaran lulusan.

Perlu juga menjadikan momentum ini untuk memperkuat penerapan Outcome-Based Education (OBE), pembelajaran yang adaptif, pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence, serta penguatan karakter dan kompetensi lulusan.

Plt. Rektor meminta kepada seluruh fakultas dan program studi agar hasil workshop ini ditindaklanjuti dengan melakukan pemetaan terhadap kurikulum masing-masing dan melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan Peraturan Akademik Nomor 3 Tahun 2026.

“Mari kita jadikan perubahan regulasi ini bukan sebagai beban administratif, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan mutu akademik dan menghasilkan lulusan Unsrat yang unggul, adaptif, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya berharap. (lexie)

BSG Siap Gelar BSG Fest 2026, 53 Unit Kendaraan Disiapkan dalam Penarikan Undian Tabungan ASN dan Pensiunan

Meimonews.com – Bank SulutGo (BSG) siap menggelar BSG Fest 2026 di Atrium Manado Town Square 3, Jumat – Sabtu (25-26/9/2026).

Ada sejumlah kegiatan akan digelar pada momen membahagiakan bagi para nasabah BSG dan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini.

Sejumlah kegiatan tersebut adalah Line Dance Competition, ASN Group Singing Competition, ASN Fashion Show Kreasi Wastra Sulut-Go, serta booth UMKM.

Selain itu, program sosial BSG Peduli melalui kegiatan donor darah dan penampilan khusus penyanyi Fresly Nikijuluw.

Menariknya, sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah melalui BSG Fest 2026, disediakan 53 unit kendaraan pada penarikan undian Tabungan ASN dan Pensiunan.

Hadiah yang disiapkan untuk periode undian 31 Januari – 31 Agustus 2026 tersebut terdiri dari dua unit mobil Toyota Agya dan 51 unit sepeda motor Honda Revo Fit.

Direktur Utama BSG Revino Maydi Pepah menjelaskan, BSG Fest 2026 menjadi momentum bagi perseroan untuk memberikan apresiasi sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah dan masyarakat.

“BSG Fest ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada nasabah, khususnya nasabah ASN dan pensiunan yang telah mempercayakan kebutuhan perbankannya kepada BSG,” ujarnya.

Ditambahkan, BSG tidak hanya menghadirkan penarikan undian, tetapi juga dengan berbagai kegiatan yang dapat melibatkan ASN, komunitas, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.

Keterlibatan UMKM dan komunitas dalam BSG Fest, menurut Pepah, menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa BSG tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah.

BSG Fest bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mengembangkan potensi masyarakat dan memperkenalkan berbagai layanan serta program BSG.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BSG akan terus hadir dan bertumbuh bersama masyarakat Sulawesi Utara,” ujar pejabat karier perbankan ini. (elka)

Meimonews.com – Dekan FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unsrat Ferry Markus Daud Liando mengungkapkan, salah satu tantangan terberat yang dialami para sarjana saat ini adalah makin ketatnya persaingan dalam memperoleh lapangan pekerjaan.

“Ada banyak sarjana yang hingga kini masih sulit mendapatkan pekerjaan. Konskuensinya adalah pengangguran, beban keluarga dan penyakit sosial,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada kegiatan Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat di Sekolah Alkitab Langowan, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, ada empat penyebab sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Pertama, makin terbatasanya institusi baik pemerintah maupun swasta yang membutuhkan tenaga kerja. Kedua, adanya kecanggihan teknologi yang telah banyak menggantikan tenaga manusia.

Ketiga, makin menjamurnya tenaga kerja asing yang mendominasi pangan pekerjaan. Keempat, lemahnya daya saing ketika berkompetisi mendapatkan lapangan pekerjaan.

Namun demikian, sebutnya, di tengah tantangan tersebut, para mahasiswa harus harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. “Sebab tidak mungkin para mahasiswa hanya terus bergantung pada bantuan orang tua,” tandasnya.

Wakil Dekan 3 FISIP Unsrat Donald M. Monintja saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat

Dikemukakan, kelak setiap mahasisswa kelak akan membentuk keluarga baru, membesarkan dan akan menyekolahkan anak-anak dan semuanya itu tidak mungkin hanya bergantung pada orang tua.

“Para mahasiswa yang akan menjadi sarjana harus berusaha untuk bekerja karena ini juga sebagai bentuk kesaksian dan tanggungjawab. Tidak elok jika sudah sarjana tapi masih disebut pengagguran,” ujarnya.

Dujelaskan, salah satu pemicu kakacauan, kerusuhan dan kejahatan dipicu oleh pemuda-pemuda produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ditambahkan, meski makin ketatnya persaingan dalam mendapatkan pekerjaan, namun bukan berarti akan menutup peluang dan kesempatan. Jika mahasiswa kristen mampu mewujudkan kualitas diri yang unggul, maka akan sangat mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang diibutuhkan.

Dekan lantas membagi beberapa tips sebagai strategi bersaing untuk mendapatkan pekerjaan serta strategi dalam pengembangan karier dalam dunia pekerjaan kelak.

Pertama, kejar kecerdasan mulai dari keseriusan belajar. Intelektul dan kepinteran sangat mendukung peluang mendapatkan pekerjaan. Kedua, perlu memiliki karakter dan track record yang baik. Karakter menjadi salah sastu penentu utama keberhasilan seseorang. Meski pinter tapi jika tidak jujur, tidak sopan, angkuh dan selalu negatif thinking terhadap orang lain, maka kepinteran itu tidak akan menjadi berguna.

Ketiga, harus memiliki skill atau keterampilan baik penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, pengembangan talenta seni atau keterampilan lain yang bisa saja menjadi persoaln branding yang diakui orang lain.

Keempat, perluas jejaring sosial. Jika poin 1, 2 dan 3 telah kita miliki maka secara otmatis memudahkan kita membangun jejaring sosial. Kadang kesempatan pekerjaan itu datang dari orang yang mengenal kita dan mengetahui diri kita memiliki kepinteran, karakter dan keterampilan yang baik.

“Keempat cara ini, bukan hanya memudahkan kita dalam mendaptkan pekerjaan, namun menjadi bekal kita dalam pengembangan karier jika kita sudah bekerja,” tegasnya.

Bina Rohani Mahasiswa Kristen FISIP Unsrat yang mengangkat tema Be Empowered ini berlangsung dua hari, yang dimulai Jumat (11/9/2026).

Sejumlah materi diberikan kepada para peserta kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Dekan 3 Donald M. Monintja. (FA)