Meimonews.com – Kabar dukacita beredar. Mantan birokrat dan salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Manado (meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah) yakni Ir. Joost Leopold Tambayong berpulang ke rumah Bapa pada Minggu (14/9/2025) sore di RSUP Kandou Manado karena sakit.
Kabar meninggalnya anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan Johan Tambajong (papa) dan Wihelmina Dotulong (mama) menjadi perbincangan karena merasa kehilangan tokoh yang banyak karyanya bukan hanya di lingkungan gereja Katolik tapi juga di lingkungan pemerintah Kota Manado dan Provinsi Sulut serta masyarakat/umum.
Itulah sebabnya, sejak kabar meninggalnya suami dari Lieke Theresia Tanod (istri) tersebut beredar banyak orang yang mendatangi rumahnya yang berada di Kelurahan Winangun 1 Kota Manado.

Betapa tidak, papa dari tiga anak ini semasa hidupnya menjadi pernah menjadi pejabat di lingkungan pemerintah baik di tingkat kota Manado maupun provinsi Sulut seperti Kadis Pekerjaan Umum (PU) Manado, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Manado, Kadis SDA Sulut dan Kepala Badan Aset Daerah (BAD) Sulut.
Dalam lingkungan gereja, Joost pernah memegang jabatan penting, di antaranya Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik (PK) Sulut, Ketua Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, mantan Dewan Pertimbangan (Depertim) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado.

Selain itu, mantan Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Hati Kudus Yesus (HKY) Karombasan, Prodiakon Paroki HKY Karombasan, dan aktivis Merriage Encounter (ME) Distrik VIII Manado,
Kader/senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulut kelahiran Manado, 12 September 1950 ini pernah pula menjadi Ketua Umun Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Squash Indonesia (PSI) Sulut.
Rencananya, misa requiem tokoh berprinsip tegas tapi baik hati (suka dan telah banyak membantu orang dan organisasi) ini akan dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di rumah duka pada Kamis (18/9/2025) siang. (lex)





