Meimonews.com – Respons cepat dilakukan Diruktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan terkait dengan adanya keluhan masyarakat soal biaya tarif parkir di rumah sakit tersebut.

Respons cepat dilakukan pimpinan baru rumah sakit pemerintah itu dengan menurunkan biaya tarif parkir hingga lima puluh (50) persen,

Kebijakan populis tersebut diwujudkan dengan dilakukannya penandatanganan adendum antara RSUP Kandou dengan pengelola parkir, Kamis (26/6/2025).

Dengan adanya adendum ini maka tarif parkir roda empat turun dari Rp. 30.000 per hari menjadi Rp. 15.000 per hari dan mulai berlaku Jumat (27/6/2025) jam OO.OO Wita. Khusus tarif parkir roda dua tetap.

Keputusan ini dinilai sebagai bukti kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada masyarakat, segera bertindak tanpa menunggu proses birokrasi yang panjang. “Perubahan ini menunjukkan komitmen kami pada pelayanan publik yang manusiawi,” tegas Rampengan.

Baginya, pelayanan kesehatan yang bermartabat mencakup aspek finansial. Penurunan tarif parkir ini menjadi simbol perhatian RSUP Kandou terhadap beban psikologis dan ekonomi keluarga pasien.

‎Langkah ini menegaskan posisi RSUP Kandou sebagai rumah sakit milik rakyat, yang peduli pada kenyamanan dan martabat setiap pengunjung. (Fer)

Meimonews.com – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou saat ibadah syukur yang dihadiri pertama kalinya oleh Direktur Utama Starry Rampengan di Gereja Oikumene Lukas rumah sakit, Rabu (25/6/2025).

Injil Matius 4:18-22 yang dibacakan pemimpin ibadah Pdt. Ferdinand Wati semakin mempertegas tema syukur dan pengabdian.

Kehadiran seluruh Dewan Direksi, Direktorat termasuk Direktorat Medik & Keperawatan, SDM & Diklit, Perencanaan & Keuangan, Layanan Operasional, Kepala Instalasi dan Ruangan, serta CPNS baru, menunjukkan komitmen penuh dalam kegiatan keagamaan ini saat menyampaikan puji-pujian.

‎Dirut Starry mengajak seluruh jajaran RSUP Kandou untuk membuka lembaran baru serta menekankan pentingnya pelayanan yang dijiwai kasih dan kepedulian. “Mari kita buka lembaran baru di RSUP Kandou,” ujarnya.

‎Starry mengajak seluruh civitas Kandou untuk melayani dengan hati dan penuh kasih. ‎”Kasih Kristus nyata di kehidupan kita. “Marilah kita berbuah bersama-sama. Kalau kita baik ke orang lain, kebaikan selalu ada di pihak kita. Mari kita berkarya untuk RSUP Kandou yang kita cintai,” ajaknya.

‎Sambutan Dirut menggarisbawahi komitmen RSUP Kandou untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi rumah sakit rujukan yang terpercaya bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya.‎

‎Ibadah syukur ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan semangat kerja seluruh civitas hospitalia RSUP Kandou dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, mempresentasikan rencana aksi strategis untuk memberantas perundungan (bullying) di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), khususnya Ilmu Penyakit Dalam di Aula rumah sakit, Senin (26/5/2025)

Presentasi tersebut menandai komitmen kuat kedua institusi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan kondusif bagi para peserta didik.

Presentasi ini berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan kasus perundungan.

Rencana aksi ini mencakup peningkatan edukasi dan kesadaran akan dampak perundungan, penyediaan mekanisme pelaporan yang mudah dan aman, penguatan pengawasan, serta penegakan sanksi yang tegas bagi pelaku perundungan.

Plt. Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Yuli Astuti Saripawan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Faked Unsrat atas kehadiran dan dukungan penuh dalam sosialisasi rencana aksi ini.

Astuti berharap kerjasama yang erat ini akan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan bagi peserta didik PPDS di RSUP Kandou.

“Dengan adanya rencana aksi ini, kami berharap Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kemenkes dapat memonitor niat baik kita bersama, sehingga prodi Ilmu Penyakit Dalam dapat kembali beroperasi optimal di RSUP Kandou,” ujarnya.

Ditambahkan, komunikasi dan koordinasi yang intensif akan terus dijaga untuk memantau perkembangan pendidikan di RSUP Kandou dan jejaring Faked Unsrat Manado. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas implementasi rencana aksi yang telah disepakati.

Dekan Faked Unsrat Billy Johnso Kepel menyatakan bahwa rencana aksi ini merupakan hasil proses yang panjang dan telah menunjukkan progres signifikan. Ia menekankan komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan yang ada, baik dalam proses pendidikan maupun pelayanan di RSUP Kandou.

“Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya optimistis bahwa dengan kolaborasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan dan mendukung perkembangan para dokter spesialis masa depan.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat berharap implementasi rencana aksi ini akan membawa perubahan budaya positif di lingkungan PPDS, memungkinkan para dokter spesialis masa depan berkembang optimal tanpa terbebani oleh praktik perundungan. Keberhasilan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Layanan Operasional RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Wega Sukanto bersama staf mengikuti sosialisasi pengawasan dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) di Hotel Centra Minahasa Utara, Selasa (6/5/2025).

Staf yang bersama Wega yang ikut dalam kegiatan yang ditujukan bagi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan pelaku usaha di wilayah Sulut ini adalah Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas, Ruslianto Urendeng dan Kepala Instalasi Sanitasi Kesehatan Lingkungan Rendy Petrus Runtuwarow.

‎Kehadiran Wega dalam sosialisasi ini menunjukkan komitmen RSUP Kandou dalam pengelolaan LB3 yang aman dan bertanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak negatif limbah berbahaya.

Keikutsertaan staf dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antar bagian dalam memastikan pengelolaan LB3 di rumah sakit milik pemerintah ini sesuai standar.‎ (Fer)

Meimonews.com – Guna pengumpulan data untuk kajian cepat persiapan implementasi Kebijakan KRIS-JKN (Kriteria Rumah Sakit Ideal – Jaminan Kesehatan Nasional), Tim Kementerian Koordinatir Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkunjung ke RSUP Kandou, Selasa (29/4/2025).

‎Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Wega Sukanto di dampingi Ketua Tim Persiapan Pelaksanaan KRIS JKN, Novi Rapar, dan Manager Tim Kerja Hukum dan Humas, Ruslianto Urendeng,menyambut tim Kemenko PM tersebut.

Tim tersebut melakukan survei di berbagai ruangan RSUP Kandou, termasuk melakukan wawancara singkat dengan pasien dan keluarga pasien.

‎Novi Rapar menjelaskan, survei ini bertujuan untuk mendalami kesiapan RSUP Kandou dalam menerapkan sistem KRIS-JKN. “Rumah sakit telah memberikan perhatian serius terhadap implementasi ini dan memastikan telah memenuhi 12 kriteria yang ditetapkan,” ujarnya.

Rapar juga menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi tim internal untuk keberhasilan implementasi KRIS-JKN.

‎Kunjungan Tim Kemenko PM ini menandai langkah penting dalam persiapan RSUP Kandou untuk menerapkan sistem KRIS-JKN yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado bersama Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar rapat koordinasi (rakor) di ruang webinar RSUP Kandou, Rabu (23/4/2025).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Inspektorat Jenderal dan Direktorat Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Kemenkes serta Kemendiktiristek,

Yang menjadi f‎okus utama pertemuan kali ini adalah penguatan sinergi kedua institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Penyakit Dalam.

RSUP Kandou dan Faked Unsrat menyepakati pentingnya penyelarasan regulasi dan komitmen untuk bersama-sama mencetak dokter spesialis yang kompeten dan siap melayani masyarakat.

 

Plh Direktur Utama RSUP Kandou Ns. Suwandi I. Luneto menekankan, rencana aksi yang disusun bersama Faked Unsrat bertujuan untuk menyamakan persepsi dan implementasi regulasi yang berlaku di masing-masing institusi.

‎“Perkembangan kita menuju arah yang positif. Dengan begitu, apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap RS Kandou dan FK Unsrat akan segera terwujud,” ujar Suwandi seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

‎Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menyampaikan apresiasinya terhadap kerjasama yang selama ini telah terjalin.

“Kita sadar, dengan kolaborasi erat antara dua institusi ini, progres dari action plan sudah mulai terlihat. Meski masih ada kendala, kami optimis melalui kerja sama ini, kita dapat mencari solusi bersama dan melangkah ke arah perbaikan yang lebih baik,” ujarnya,

‎Dari hasil pertemuan, kedua institusi sepakat untuk segera menindaklanjuti kesepakatan yang ada dengan menyusun rencana aksi yang terukur dan terjadwal.

Langkah konkret tersebut ditujukan untuk meningkatkan kegiatan pendidikan kesehatan di lingkungan RSUP Kandou.

‎Diharapkan, kolaborasi ini dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan dokter spesialis, namun juga turut berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Utara.

‎Turut hadir dari RSUP Kandou, Ketua SPI Joudy Gessal, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Judy Flora Sengkey, Asisten Manajer Tim Kerja Pendidikan Silvana E. Sjeane Lumeno.l, Ketua Komkordik Janeline Tengor.

‎Dari Faked Unsrat turut hadir Wakil Dekan 1 Nurdjannah Jane Niode, Wakil Dekan 2, Damayanti Pangemanan, dan Wakil Dekan 3, Frans Wantania. (Fer)

Meimonews.com -;Sebanyak 27 mahasiswa dari Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) rmengikuti kegiatan orientasi pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado, Kamis (10/04).

Kegiatan ini merupakan tahap awal yang wajib diikuti sebelum mereka menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini.

Orientasi ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menjamin mutu pelayanan serta keselamatan pasien, dengan memastikan seluruh peserta memahami standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup berbagai aspek penting, seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS).

Tak hanya itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai pelayanan prima yang menjadi komitmen RSUP Kandou dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Pelaksana harian (Plh) Direktur Utama RSUP Kandou Suwandi I Luneto secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan, Plh. Dirut RSUP Kandou Suwandi I Luneto menyampaikan apresiasi atas antusiasme para mahasiswa yang akan turut berkontribusi dalam lingkungan rumah sakit.

“Selamat datang dan selamat bergabung di RSUP Kandou. Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa mengikuti seluruh prosedur dan aturan yang berlaku di sini dengan baik,” ujarnya.

Luneto menekankan pentingnya menjaga etika dan sikap profesional selama menjalani masa praktik, termasuk dalam hal berpakaian dan cara berinteraksi dengan pasien maupun tenaga medis lainnya.

“Mulai dari cara menyapa hingga berpakaian, semuanya mencerminkan profesionalitas kita. Ini bagian dari pelayanan prima yang harus dijaga,” sebutnya.

Kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari komitmen RSUP Kandou untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sesuai dengan standar nasional rumah sakit.

“Saya berharap dengan pembekalan awal ini, para mahasiswa UNPI dapat menjalankan tugas praktik dengan maksimal, sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” pintanya. (Fer)

Meimonews.com – ‎Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar rapat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara guna memperjelas status serta jangka waktu perjanjian kerja sama terkait layanan darah.

‎Rapat yang berlangsung di ruang webinar RS Kandou, Rabu (26/3/2025) ini dipimpin Manajer Hukum dan Humas Ruslianto Urendeng serta dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Manajer Timker Akuntansi dan BMN, Marcel Lahiang, Asisten Manajer Hukum dan Humas, Novita, Asisten Manajer Timker Pelayanan Medik Rico S. Sondakh, Asisten Manajer Timker Tata Usaha dan Rumah Tangga Djunarto, Kepala Unit Transfusi Yarianti, serta Penanggung Jawab Unit Pengelola Darah (UPD) Joel.

Dari PMI Sulut, hadir Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sulut Lucky Waworuntu, dan Kepala Bagian Pengelolaan Donor Ritje Papalapu.

‎Dalam rapat ini kedua pihak membahas berbagai aspek penting dalam mekanisme pelayanan darah, termasuk sistem pembayaran, aturan permintaan darah, serta prosedur distribusi darah secara elektif (terjadual) maupun dalam kondisi darurat (cito).

‎Disepakati, PMI wajib menggunakan metode yang sudah disepakati bersama, sesuai dengan standar pelayanan, dan melayani permintaan darah pada hari yang sama sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Dengan adanya kejelasan mengenai mekanisme kerja sama ini, diharapkan pelayanan darah bagi pasien di RS Kandou semakin optimal dan efisien. (Fer)

Meimonews.com – Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Republik Indonesia (Kemenkes RI), dalam hal ini Tim Penilian Kesesuaian Perizinan Berusaha Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Lanjutan melakukan evaluaai perizinan berusaha Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou.

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 2 kantor administrasi rumah sakit pemerintah yang akrab disebut RSUP Kandou, Jumat (7/3/2025) ini di awali pemaparan profil rumah sakit serta presentasi capaian oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou Jehezkiel Panjaitan.

Plt Direktur Utama RSUP Kandou Yuli Astuti Saripawan, dalam sambutannya menegaskan, proses penilaian ini merupakan bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan regulasi perizinan yang berlaku.

“Kegiatan ini adalah suatu proses yang harus diikuti. Semua aturan perizinan harus diselesaikan sesuai ketentuan. Dasar kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2024, yang mengatur tata kelola organisasi rumah sakit, termasuk penilaian kesesuaian, kualitas, serta tertib administrasi,” ujarnya.

Ditambahkan, penilaian ini menjadi momentum bagi RSUP Kandou untuk terus membangun dan meningkatkan mutu layanan dengan komitmen bersama.

Diharapkan, melalui proses evaluasi ini, RSUP Kandou dapat memastikan kesesuaian perizinan berusaha dengan standar yang telah ditetapkan, guna mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Guna mendukung tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Kegiatan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) yang dibuka pelaksanaannya oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUP Kandou Yuli Astuti Saripawan ini diadakan di Aula Lantai 2 Kantor Administrasi RSUP Kandou (sebutan akrabnya), Senin (17/2/2025).

Sejumlah pejabat dan tim terkait, termasuk para Direktur, Kepala SPI, para Manajer dan Asisten Manajer, Pejabat Pembuat Komitmen Tahun 2024, Pejabat Pengadaan Tahun 2024, Tim Pendukung PPK Tahun 2024, dan Kepala ULP hadir dalam kegiatan ini.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan seluruh pihak terkait dapat memahami proses pemeriksaan serta bekerja sama untuk kelancaran pelaksanaan audit.

Dalam sambutannya, Astuti menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan serta kerja sama dari seluruh pihak agar proses pemeriksaan berjalan lancar. (Fer)