Meimonews.com -.Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan membuka pelaksanaan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan (Diklar) bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter dan Dokter Gigi, Senin (26/01/2025).

Kegiatan yang diadakan di Aula Lantai 2 Kantor Pusat RSUP Kandou ini meliputi Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta penerapan Pelayanan Prima bagi peserta didik yang akan melaksanakan praktik di RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Rampengan menegaskan, RSUP Kandou Manado sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan kesehatan (yankes) yang bermutu dan aman bagi pasien.

Menurut Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) ini, orientasi dan pelatihan tersebut wajib diikuti oleh seluruh peserta didik sebelum menjalani praktik klinik.

Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh berbagai pengetahuan penting yang dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Intinya, kita harus melayani pasien dengan penuh kasih sayang, memiliki rasa empati, serta tulus dalam memberikan pelayanan,” ujarnya di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati.

Selain itu, Rampengan menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan. Diingatkan seluruh peserta didik untuk senantiasa menerapkan budaya 5 S, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun dalam setiap interaksi pelayanan.

“Wajah rumah sakit, di mana pun kalian bekerja nanti, terletak pada sikap dan perilaku adik-adik sekalian,” ujar dokter spesialis jantung dan pembulu darah ini.

Dirut berharap seluruh peserta didik dapat disiplin dan serius mengikuti seluruh rangkaian orientasi dan diklat, sebagai bekal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai terobosan penting dan membanggakan dilakukan RSUP Prof. Dr. RD Kamdou (acap disebut RSUP Kandou RS Kandou) yang kini dipimpin Starry H. Rampengan (Direktur Utama). Dan, capaian penting ini menguatkan layanan kesehatan.

Terbaru, rumah sakit rujukan utama di Kawasan Timur Indonesia ini resmi menghadirkan layanan pemeriksaan renografi, sebuah metode diagnostik kedokteran nuklir yang mampu menilai fungsi ginjal secara akurat, cepat, dan aman.

Renografi menjadi salah satu pemeriksaan yang banyak direkomendasikan untuk mengetahui kondisi ginjal secara menyeluruh, termasuk menilai aliran darah, kerja ginjal kanan dan kiri, hingga pengeluaran urin. Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi yang tidak dapat terdeteksi melalui metode konvensional.

Renografi memberikan gambaran komprehensif mengenai fungsi masing-masing ginjal sehingga memudahkan dokter dalam menentukan penanganan yang tepat.

“Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk pasien dengan dugaan gangguan ginjal maupun pasca tindakan medis,” ujar Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Arlene Angelina.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan dalam berbagai kondisi, di antaranya menilai keseimbangan fungsi ginjal kanan dan kiri; dugaan penyumbatan saluran kemih; pemantauan pasca transplantasi atau operasi ginjal; rvaluasi hipertensi akibat gangguan ginjal; dan kelainan saluran kemih bawaan pada anak

Penggunaan isotop dalam renografi aman dan tidak berbahaya bagi tubuh. Dosis radioaktif yang dipakai sangat kecil dan tidak menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan nyaman.

Kehadiran layanan ini sekaligus menempatkan RSUP Kandou sebagai rumah sakit pertama dan satu-satunya di Sulawesi yang telah menyediakan pemeriksaan renografi. Hal ini menjadi bukti komitmen RSUP Kandou dalam menghadirkan teknologi kedokteran yang inovatif dan berkualitas.

Manajemen RSUP Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal, terutama pada kelompok berisiko seperti penderita hipertensi, diabetes, kelainan saluran kemih, serta pasien pasca operasi.

“Dengan renografi, pasien tidak perlu menunda pemeriksaan karena teknologinya non-invasif, cepat, dan hasilnya sangat membantu menentukan terapi yang tepat,” jelas Arlene.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan renografi dapat diperoleh melalui Instalasi Kedokteran Nuklir atau layanan informasi RSUP Kandou Manado.

Dengan dukungan teknologi modern dan tenaga kesehatan kompeten, RSUP Kandou terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. (Fer)

Meimonews com – Lagi, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. RD Kandou Manado yang kini dipimpin Starry H. Rampengan membuat sejarah dalam dunia medik. Kali ini, RSUP Kandou membuat sejarah baru dalam dunia bedah urologi Indonesia.

Untuk pertama kalinya, rumah sakit ini berhasil melakukan tindakan phalloplasty atau rekonstruksi penis pada dua pasien laki-laki yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat tumor. Prosedur dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS), Nunat (9/1/026)

Tindakan bedah prosedur uretroplasty dan URS RGP bilateral ini pada pasien berinisial KT (50) dan SM (52). Operasi dipimpin oleh Eko Arianto dari Divisi Urologi RSUP Kandou, dan dilakukan secara kolaboratif bersama tim urologi RS Hasan Sadikin Bandung yaitu Rahmad Mustafa dan Vicky Ferdian, serta tim dokter RSUP Kandou lainnya.

Phalloplasty merupakan prosedur bedah rekonstruktif untuk membentuk penis baru setelah kehilangan organ genital akibat trauma, kanker, atau kondisi kongenital. Teknik ini tidak hanya mengejar fungsi berkemih, tetapi juga fungsi seksual dan aspek psikologis pasien.

Menurut Eko Arianto, kedua pasien memiliki riwayat tumor penis dan telah menjalani penektomi total sebelumnya. “Secara onkologis, pasien sudah sehat. Namun secara psikologis, seorang laki-laki kehilangan alat kelamin tentu sangat terpengaruh,” ujarnya.

Tim urologi memastikan kondisi onkologis pasien telah bebas tumor (tumor-free) melalui pemeriksaan berkala selama dua tahun sebelum dilakukan rekonstruksi.

Prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahap yakni Pembuatan batang penis (phallus), Menggunakan flap jaringan dari dinding perut untuk membentuk struktur penis baru.

Setelah itu, rekonstruksi uretra (uretroplasty) Dilakukan enam bulan kemudian, untuk memastikan penis dapat berfungsi dalam sistem berkemih.

Tahap selanjutnya pemasangan implan penis (penile implant) untuk mendukung fungsi ereksi, teknik ini menggunakan material titanium.

“Setelah semua tahap selesai, diharapkan dua fungsi utama penis terpenuhi yaitu fungsi berkemih dan fungsi seksual. Secara teoritis, ejakulasi dan reproduksi masih memungkinkan,” jelas Eko.

Selain fungsi, aspek estetika juga menjadi perhatian. “Kami juga melakukan rekonstruksi kepala penis (glansplasty) menggunakan mukosa rongga mulut agar tampilan mendekati penis anatomis,” tambahnya.

Diaebutkan bahwa teknik teknik yang sudah disampaikan tadi sebetulnya sudah pernah dilakukan secara terpisah. Namun teknik rekonstruksi yang diterapkan merupakan kombinasi modifikasi.:

Fondasi batang penis merupakan tindakan pertama kali di Indonesia, dan modifikasi teknik pada satu pasien adalah yang pertama dilakukan di Indonesia Timur.

Atas keberhasilan ini, pimpinan RSUP Kandou menyampaikan apresiasi.

Turut hadir dalam persiapan tindakan Wega Sukanto, selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang serta jajaran pejabat dan tenaga medis terkait. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou Manado Starry H. Rampengan, memimpin apel perdana civitas hospitalia rumah sakit yang akrab disebut dengan nama RSUP Kandou atau RS Kandou di awal tahun 2026, yang dilaksanaksn di halaman kantor pusat rumah sakit, Senin (5/1/2026).

Apel yang menjadi momen konsolidasi sekaligus pemberian motivasi kepada seluruh jajaran dalam menghadapi tantangan dan target kerja ke depan ini turut dihadiri Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Dalam amanatnya, Dirut menyampaikan rasa syukur karena seluruh civitas RSUP Kandou dapat melewati tahun 2025 dengan baik dan kembali berkumpul dalam keadaan sehat serta diberkati.

Mewakili Direksi, Starry memberikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai RS Kandou sepanjang tahun 2025.

“Di tahun 2026 ini kita akan menghadapi banyak tugas besar, salah satunya akreditasi rumah sakit. Saya tegaskan, mutu dan keselamatan pasien tidak bisa ditawar lagi, itu sudah harga mati. Ini adalah prioritas pertama dan utama,” ujar Starry.

Dirut menekankan pentingnya penguatan budaya patient safety, pelaksanaan audit internal mutu yang konsisten, serta kesiapan seluruh unit dalam memenuhi standar dan indikator akreditasi. Menurutnya, seluruh aspek pelayanan harus berjalan selaras dengan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan.

Dirut mengajak seluruh ASN RSUP Kandou untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja.

Para gawai didorong agar memperdalam ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas diri melalui berbagai pelatihan, serta siap beradaptasi dengan perkembangan sistem digital menuju smart hospital.

Dirut berharap setiap direktorat mampu membuktikan bahwa RSUP Kandou telah melakukan berbagai perbaikan signifikan di tahun 2026.

Untuk itu, Dirut memberikan tantangan kepada seluruh direktorat agar kembali menciptakan sebanyak-banyaknya prestasi di tingkat nasional.

“Tantangan ini saya berikan sebagai motivasi dan penyemangat, agar di tahun 2026 kita semua tetap solid, bersemangat, dan membawa RS Kandou menjadi rumah sakit yang semakin maju dan lebih baik,” ujernya. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan nasional. Emergency Medical Team (EMT) RSUP Kandou resmi dilepas untuk memberikan bantuan kesehatan di Provinsi Aceh, Jumat (26/12/2025).

Pelepasan tim dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry H. Rampengan di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto serta jajaran pejabat terkait lainnya

EMT RSUP Kandou yang diberangkatkan terdiri dari lima tenaga kesehatan lintas profesi, yakni Rico SH Sondakh (dokter umum), Daniel Saikat (perawat), Yandri Andreas Bakker (perawat), Steven Johanes Aror (elektromedis) dan Sultan (apoteker).

Tim ini akan membantu penanganan dampak bencana di wilayah Aceh. Sesuai arahan Health Emergency Operational Center (HEOC) Banda Aceh, TCK-EMT RSUP Kandou akan melaksanakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tengah.

Rencananya, EMT RSUP Kandou akan diberangkatkan pada Sabtu (27/12/ 2025) melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju Aceh.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anggota tim yang akan menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada lima tenaga kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team RSUP Kandou yang akan bertugas di Banda Aceh untuk pengabdian kemanusiaan,” ujar Prof. Starry.

Ditegaskan, nilai utama tenaga kesehatan adalah melayani dengan hati dan profesionalisme. “Sebagai tenaga kesehatan, kita bekerja dengan hati yang penuh kasih, melayani dengan profesionalisme dan dedikasi. Kita memberikan pelayanan terbaik agar apa yang kita lakukan dapat membawa kesembuhan,” ujarnya.

Dirut menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh tim. “Selamat bertugas, semoga Tuhan menyertai,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) dan Bank SulutGo (BSG) melakukan kerjasama terkait Penempatan Dana di BSG.

Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) dilakukan Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan bersama Dirut BSG Revino M. Pepah di ruang webinar RSUP Kandou, Selasa (11/11/2025).

Turut hadir dan menyaksikan penandatangan PKS dalam rangka memperkuat kerjasama kedua pihak tersebut adalah beberapa pejabat/staf dari BSG dan RSUP Kandou.

Dalam sambutannya, Starry menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara RSUP Kandou dan BSG.

Starry berharap kerjasama ini dapat menjadi awal dari sinergi yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang keuangan tetapi juga di sektor kesehatan.

“Kami berharap BSG dapat menjadi mitra yang baik bagi RSUP Kandou. Ke depan, kami membuka peluang untuk kerja sama di bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pepah menjelaskan, kerjasama ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan RSUP Kandou kepada BSG dalam pengelolaan dan penempatan dana.

“Kami sangat mengapresiasi pimpinan RSUP Kandou yang telah membuka diri untuk bekerja sama dengan kami. Harapan kami, kerjasama ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut, termasuk di bidang kesehatan seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” kata Pepah.

BSG, menurut Pepah berkomitmen untuk melaksanakan kerjasama ini dengan sebaik-baiknya serta siap menerima masukan dari pihak RSUP Kandou guna memperkuat kemitraan ke depan. (Afer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umun Pusat RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou Manado menggelar Workshop Peningjatan Mutu dan Keselamatan Pasien dalam Pemenuhan Standar Akreditasi di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Administrasi rumah sakit, Selasa (19/8/2025).

Sebanyak 150 tenaga kesehatan dan pegawai administrasi dari berbagai unit di RSUP Kandou mengikuti kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Kandou Manado Yune Laukati selaku Plh. Dirut RSUP Kandou.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUP Kandou dapat semakin solid dalam membangun budaya keselamatan pasien demi tercapainya layanan kesehatan yang lebih bermutu dan terpercaya bagi masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Laukati menekankan pentingnya tanggung jawab seluruh jajaran rumah sakit untuk menghadirkan layanan kesehatan yang bermutu, aman, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Sulawesi Utara dan sekitarnya, sebutnya, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga bebas dari risiko yang dapat dicegah.

“Peningkatan mutu dan keselamatan pasien bukan sekadar kewajiban administratif atau tuntutan akreditasi, tetapi adalah panggilan moral dan profesional kita,” ujarnya.

Ditegaskan, prinsip patient safety harus menjadi budaya bersama di RSUP Kandou, di mana setiap tenaga medis hingga staf penunjang memiliki kepedulian yang sama untuk mencegah insiden, melaporkan masalah, serta melakukan perbaikan berkelanjutan.

‎Workshop ini, menurutnya, menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman standar mutu dan keselamatan pasien sesuai regulasi Kementerian Kesehatan dan standar internasional, mengidentifikasi potensi risiko serta strategi pencegahan insiden, sekaligus mengembangkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien.

Salah satu peserta workshop, perawat di Instalasi Rawat Inap RSUP Kandou, mengaku kegiatan ini memberi banyak wawasan baru.

“Materi workshop sangat relevan dengan tantangan sehari-hari di lapangan. Kami jadi lebih paham bagaimana mengenali risiko sejak dini dan mengambil langkah pencegahan. Harapannya, pelayanan kepada pasien bisa semakin aman dan berkualitas,” ujarnya.‎ (Fer)

Meimonews.com – Jalan sehat dan senam bersama mengawali pembukaan rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia RI bagi seluruh civitas, staf medis, tenaga keperawatan, serta karyawan RSUP Kandou.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks rumah sakit ini dibuka pelaksanaannya oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati mewakili Dirut Starry Rampengan, Jumat (8/8/2025).

Dalam sambutannya, Yune menyampaikan pentingnya semangat persatuan dan kesatuan dalam memajukan Indonesia “Dengan semangat kemerdekaan, mari kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan terus berkontribusi untuk Indonesia Maju,” ujarnya.

‎Yune mengajak kepada civitas RS Kandou lewat momen ini agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta berkontribusi dalam membangun bangsa yang sehat dan sejahtera.

“Mari kita ciptakan lingkungan rumah sakit Kandou yang merdeka, merdeka dari korupsi, merdeka dari bullying dan perundungan,” ajaknya.

‎”Dengan semarak merah putih, mari kita semarakan rumah sakit Kandou dengan 5 ‘S’ yaitu Senyum, Salam, Sapa, dan Sopan Santun,” tambahnya.

‎Yune berharap ke depan RSUP Kandou makin maju dengan bergandengan tangan menjadi patner, bukan lagi tentang atasan dan bawahan. Tetapi bagaimana kita saling menghormati satu dan lainnya untuk rumah sakit kandou kedepan yang semakin maju dan diberkati Tuhan.(Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar orientasi, pendidikan, dan pelatihan intensif bagi mahasiswa program profesi dokter, dokter gigi, dan ners dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, Jumat(8/8/2025).

Acara dibuka oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati di dampingi antara lain Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjannah Jane Niode.

‎Pelatihan ini mencakup aspek dalam pelayanan kesehatan, termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

Dalam sambutannya Yunemenegaskan, pelatihan ini dirancang untuk membekali para calon tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan esensial sebelum mereka terjun langsung ke lingkungan kerja rumah sakit.

“Kami berharap para mahasiswa dapat lebih siap dan kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi pasien,” ujarnya.

‎Yune menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas, dengan fokus pada keselamatan pasien, pekerja, dan lingkungan rumah sakit.

Peserta pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam praktik kerja lapangan, dengan penekanan pada pencegahan cedera akibat kesalahan tindakan.

Peserta didorong untuk menjaga sikap dan komunikasi yang baik, serta mengikuti SOP dan program yang telah dirancang.

“Rumah sakit memiliki kebijakan tegas terhadap perundungan, kekerasan seksual, atau pungutan liar, dan peserta diimbau untuk melaporkan jika mengalami hal tersebut,” tandasnya.

‎Nurdjannah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Pelatihan ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari program profesi dokter dan diselenggarakan di rumah sakit pendidikan utama.

“Sebanyak 154 peserta mengikuti pelatihan selama enam hari, yang meliputi pencegahan infeksi, keselamatan kerja, dan pelayanan prima,” ujarnya.‎

‎Ia berharap, peserta dapat mengembangkan komitmen dan empati dalam memberikan layanan kesehatan, serta memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan bertanggung jawab. (Fer)

Meimonews.com – Suasana mencekam menyelimuti Pelabuhan Manado menyusul peristiwa kebakaran Kapal Barcelona 5 yang tengah berlayar dari Talaud menuju Manado, Minggu (20/7/2025).

Insiden yang terjadi minggu siang tersebut mengakibatkan seluruh penumpang melompat ke laut.

Menanggapi situasi darurat ini, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado Starry Rampengan langsung turun ke lapangan bersama tim medis untuk melakuakan pertolongan bagi korban.

Ruang perawatan darurat rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini selalu siap untuk mengantisipas para korban jika dirujuk dan memastikan ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, dan peralatan medis yang memadai.

Dirut menyampaikan imbauan kepada seluruh personil RSUP Kandou agar tetap siaga. “Saya telah menginstruksikan seluruh tim medis dan administrasi RSUP Kandou untuk bersiaga penuh. Prioritas utama kita adalah menyelamatkan nyawa dan memberikan perawatan terbaik bagi para korban,” ujarnya.

Dirut menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban terbakarnya kapal laut Barselona 5. (Fer)