Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengadakan survei akreditasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), rumah sakit pendidikan Indonesia bagian Timur dan kebanggaan Sulut ini.

Survei akan berlangsung secara daring dan luring. Secara dari daring diadakan Senin (7/9/2026), sementara secara luring dijadualkan pada Rabu – Jumat (9-11/2026).

Dengan dimulainya survei akreditasi ini, seluruh unit pelayanan RSUP Kandou bersiap mengikuti rangkaian penilaian hingga tahap akhir.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki sistem pelayanan dan memastikan standar mutu serta keselamatan pasien diterapkan secara konsisten.

Pembukaan survei diadakan di Auditorium Lantai 2 Gedung Administrasi RSUP Kandou dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou Manado Yuli Astuti Saripawan bersama anggota Dewan Pengawas, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menyambut baik kedatangan tim surveior KARS sekaligus memberikan semangat kepada seluruh civitas hospitalia dalam proses akreditasi.

“Selamat datang dan selamat bertugas bagi tim surveior. Selamat berjuang buat Rumah Sakit Kandou menuju akreditasi,” ujar Dirut.

Dijelaskan, pelaksanaan akreditasi merupakan bagian dari upaya RSUP Kandou untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Seluruh jajaran rumah sakit diminta mengikuti proses survei dengan terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit.

Standar pelayanan yang diterapkan juga harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya saat menghadapi survei.

Survei akreditasi RSUP Kandou berpedoman pada Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI.

Penilaian mencakup berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit, termasuk mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, serta pelaksanaan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Dirut mengingatkan seluruh civitas hospitalia agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien selama proses survei berlangsung.

Pelaksanaan akreditasi tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kebutuhan pasien maupun kelancaran pelayanan rumah sakit. “Yang paling penting, pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik. Kita tunjukkan apa yang memang kita kerjakan sehari-hari sesuai standar,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Beberapa waktu terakhir ini, sejumlah tenaga outsourcing di RSUP Kandou Manado sering melayangkan protes akan kondisi mereka, terlebih terkait kesejahteraan, termasuk nasib untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Terkait persoalan itu, Manager Hukum dan Humas RSUP Kandou Erwin Kristanto dalam percakapsn dengan Meimonews.com via telefon, Kamis (27/8/2026).memberikan tanggapan dari managemen rumah sakit.

Dijelaskan, Komisi IV DPRD Sulut telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memfasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang melibatkan setidaknya belasan tenaga kerja outsourcing dalam jasa kebersihan RSUP Prof Kandou Manado pada 18 Mei 2026.

RDP yang dipimpin Louis Schraam di dampingi Cindy Wurangian, Paula Runtuwene, Vionita Kuerah dan Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter.tersebut menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, KSBSI, perwakilan tenaga kerja, manajemen PT HTR, PT Berkah Mitra Indah (BMI) serta pihak manajemen RSUP Kandou,

Ketua KSBSI Sulut Jack Andalangi menjelaskan permasalahan yang dialami oleh 15 orang mantan pekerja jasa kebersihan yang pengelolaannya diserahkan melalui sistem alih daya (outsourcing). Persoalan ini bermula saat mereka bekerja di bawah naungan PT HTR dan PT BMI dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2025.

Menurut Andalangi, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran hak normatif ketenagakerjaan. Diantaranya adalah pembayaran upah yang dinilai berada di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga menimbulkan selisih kekurangan upah yang harus dibayarkan.

Selain itu, terdapat dugaan pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja, namun dana tersebut tidak disetorkan ke pihak berwenang. Iuran BPJS pun disebutkan dibebankan sepenuhnya kepada pekerja, padahal sebagian merupakan kewajiban pengusaha. Masalah lain yang disorot adalah jam kerja lembur yang dilayani namun tidak dibayarkan sesuai ketentuan.

Sementara itu, pihak PT HTR membantah adanya unsur pemaksaan. Menurut mereka, sistem pemotongan dan aturan kerja yang diterapkan merupakan hasil kesepakatan bersama yang sudah dikonsultasikan dengan Disnakertrans, serta dilengkapi bukti persetujuan tertulis dari para pekerja.

Terkait uang lembur yang tidak dibayarkan tunai, perusahaan beralasan hal itu dikompensasi dengan penggantian hari libur atau waktu istirahat. Alasan tidak dilakukannya kenaikan upah adalah karena nilai kontrak kerja sama dengan pihak RSUP Kandou tidak memungkinkan adanya penyesuaian.

Disisi lain, Manajer PT BMI Rafika Hasan menjelaskan kondisi anggaran pada tahun 2025 saat kontrak berjalan. Saat itu, perusahaan dihadapkan pada dua pilihan yakni melanjutkan pekerjaan atau mengurangi jumlah tenaga kerja sebesar 20 persen. Dari total 140 orang personil, nilai anggaran yang ada sebenarnya hanya cukup untuk menggaji sekitar 120 orang sesuai standar.

Namun, perusahaan memutuskan tetap mempertahankan seluruh pekerja demi menjaga kualitas pelayanan, meski konsekuensinya harus melakukan penyesuaian yang tidak tertulis secara rinci dalam kontrak.

Hal lain mengenai nasib para outsourcing RSUP Kandou Manado itu adalah berharap untuk bisa diangkat menjadi CPNS Kemenkes RI. Namun manajemen menegaskan bahwa soal pengangkatan itu pihaknya tidak memiliki hak, karena semuanya diatur oleh pihak Kementerian.

“Memang mereka sebelumnya merupakan Honorer. Namun saat ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menghapus honorer, kemudian bisa diangkat menjadi CPNS tapi harus melalui mekanisme seleksi. Tetapi ada beberapa yang tidak lulus karena faktor nilai hasil tes tak sesuai standar,” ujar Erwin.

Sehingga, menurutnya, ketika itu pihak manajemen mengalihkan mereka untuk menjadi tenaga outsourcing sambil menunggu proses jika nantinya penerimaan CPNS di Kemenkes. Tujuan lain adalah agar mereka tetap memperoleh nafkah meski sudah bukan lagi status honorer melainkan outsourcing.

Erwin menjelaskan, Kemenkes RI telah menegaskan bahwa wewenang pengangkatan PNS berada di bawah kendali lembaga pemerintah non-kementerian yang berwenang, bukan dilakukan secara sepihak oleh Kemenkes.

Semua pengangkatan PNS harus mengikuti peraturan yang ada, dalam hal ini dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB,

Dirjen Kesehatan Lanjutan (Kesla) Kemenkes RI Azhar Jaya, sebut Erwin, telah membantah soal beredarnya surat di berbagai platform media sosial sejak awal April 2026 yang memuat rencana pengangkatan tenaga kesehatan (nakes) non-ASN menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara otomatis.

Di mana dalam surat bernomor KP.01.01/D.I/2611/2026 itu mencatut kop Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menyebutkan adanya pengalihan status bagi pegawai medis dan kesehatan Non-ASN yang telah bekerja minimal 6 bulan untuk langsung diusulkan menjadi CPNS.

Dirjen Kesla telah menegaskan, adanya kesalahpahaman dalam mengartikan isi surat tersebut. Karena dokumen itu hanyalah surat pemberitahuan untuk kebutuhan administratif internal, bukan instruksi pengangkatan langsung.

“Surat ini merupakan surat pemberitahuan dan bukan surat proses pengangkatan sebagai CPNS. Tujuannya adalah kami ingin mendata para tenaga kesehatan di RS Kemenkes yang belum menjadi CPNS. Jadi hanya berupa pendataan,” ujar Erwin mengutip Dirien Kesla. (*)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof.  Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).

Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.

Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.

“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.

Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)

Meimonews.com – Upaya memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan rumah sakit, RSUP Kandou menghadirkan Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) baru berlantai dua.

Gedung tersebut diresmikan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (30/6/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kesehatan. Tidak hanya menjadi simbol hadirnya sarana baru, gedung tersebut langsung difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan peningkatan kapasitas SDM sejak hari pertama diresmikan.

Ruangan tersebut sudah difungsikan dalam kegiatan pelatihan seperti saat Dirut membawakan materi kepada peserta diklat sebagai bentuk komitmen pimpinan rumah sakit dalam mendorong budaya belajar, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme seluruh tenaga kesehatan dan pegawai di RSUP Kandou.

Gedung Diklat yang baru dibangun ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan fasilitas yang modern dan representatif.

Di lantai dua tersedia aula berkapasitas sekitar 50 orang yang dapat dimanfaatkan untuk seminar, workshop, pelatihan, konferensi, maupun kegiatan ilmiah lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa ruang kelas berkapasitas sekitar 20 orang yang dirancang khusus untuk kegiatan pembelajaran dalam kelompok kecil sehingga proses pelatihan dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif.

Sementara lantai satu dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya ruang meeting yang dapat digunakan untuk rapat koordinasi maupun diskusi akademik, ruang perpustakaan sebagai pusat referensi ilmu pengetahuan, serta ruang skill laboratory (skill lab) yang menjadi sarana praktik bagi peserta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan klinis.

Gedung ini juga dilengkapi dengan pantry sebagai fasilitas penunjang kenyamanan peserta, musala untuk memenuhi kebutuhan ibadah, serta toilet yang nyaman dan representatif sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Dirut mengatakan, keberadaan Gedung Diklat merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia rumah sakit.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang bermutu harus didukung oleh tenaga kesehatan dan seluruh SDM yang terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

“Kehadiran Gedung Diklat ini merupakan wujud komitmen RSUP Kandou dalam membangun budaya belajar yang berkesinambungan. Kami ingin seluruh tenaga kesehatan dan pegawai memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kompetensi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Ditambahkan, pemanfaatan gedung ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dibangun bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi pusat pembelajaran, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan RSUP Kandou.

Dengan hadirnya Gedung Diklat dua lantai tersebut, RSUP Kandou Manado semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan Indonesia Timur yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan peningkatan mutu sumber daya manusia secara berkelanjutan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima bantuan alat kesehatan canggih berupa Heart Lung Machine (Mesin Jantung-Paru) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), Kamis (25/6/2026).

Penyerahan alat dilakukan oleh Planning and Budgeting Officer Direktorat Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Ahmed Ramadhan Nur Lubis, kepada Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi jajaran direksi.

Program SIHREN merupakan inisiatif Kemenjes untuk memperkuat layanan rujukan nasional melalui penyediaan alat kesehatan bagi layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

Kehadiran Heart Lung Machine di RSUP Kandou diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan bedah jantung dan penanganan kasus-kasus kompleks bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Dirut RSUP Kandou menyampaikan apresiasi kepada Kemenkes RI atas dukungan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou,” ujarnya,

Bantuan Heart Lung Machine melalui program SIHREN ini, menurut Dirut, semakin melengkapi layanan RSUP Kandoui dan akan terintegrasi dengan layanan yang telah ada maupun pengembangan layanan baru di Pusat Kanker RSUP Kandou.

Dijelaskan, alat ini berperan penting dalam operasi jantung karena mampu mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru selama tindakan berlangsung, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan memungkinkan tim medis menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan peninjauan langsung terhadap unit Heart Lung Machine.

Dengan penambahan fasilitas ini, RSUP Kandou semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, modern, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Pelaksanaan Pit Stop Akreditasi Starkes RSUP Kandou yang diselenggarakan di lantai dasar rumah sakit, Selasa-Jumat (23-26/6/2026) sangat ramai dan antusias peserta sangat tinggi.

Ratusan staf/pegawai dan KSO RSUP Kandou terlihat memadati mulai dari tempat ceck-in, stand-stand yang ada hingga tempat check-out tempat kegiatan.

Dirut RSUP Kandou pun mengambil waktu untuk memantau pelaksanaannya, setelah bertugas beberapa hari di luar daerah.

Petugas Pit Stop memang sedikit kewalahan karena cukup banyaknya peserta yang mengantri tapi tetap dengan suasana kekeluargaan dan kemeriahan. Ada canda-gurau baik di antara peserta maupun dengan petugas.

 

Di meja sekretariat pertama (check-in) peserta melakukan pendataan, wajib memakai ID Card, melakukan akses e-Book (ada panduan praktis menuju mutu berkelanjutan),hafal nomor urut untuk mempermudah verifikasi di stand.

Kemudian, hunting stand (zona edukasi dan simulasi). Ada 16 stand yang harus dilalui, walau tidak harus berurutan. Di setiap stand ada edukasi dan aksi serta beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan benar untuk kemudian bisa melanjutkan ke stand berikutnya, ada dokumentasi, bahkan ada kuis (bagi beruntung dapat hadiah).

Setelah selesai mendatangi stand demi stand sampai menyelesaikan 16 stand, peserta diberikan pin, yang diserahkan petugas sekretariat check-out.

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dan Manager Hukum dan Humas RSUP Kandou Edwin Gidion Kristanto yang dihubungi terpisah di sela kegiatan, Jumat (26/6/2026) berterima kasih karena kegiatan ini telah berjalan dengan baik, apalagi diikuti banyak peserta dan antusiasme yang tinggi.

“Hal ini disebabkan karena momen begini sangat langka terjadinya,” ujar Tumbel. “Dan, karena adanya dukungan dari pimpinan rumah sakit (di bawah pimpinan Starry Homenta Rampengan – Red) dan jajaran termasuk staf/pegawai,” ujar Kristanto.

Tumbel menjelaskan, pit stop ini merupakan bagian dari rencana kerja (time line persiapan akreditasi RSUP Kandou, yang rencananya akan dilaksanakan awal September 2026.

Tujuan dari Pit Stop ini adalah untuk menyosialisasikan kembali apa yang dimaksud dengan standar akresitasi. “Standar akreditasi ada 16. Oleh karena itu, setiap standar itu dibuat stand. Jadi ada 16 stand di Pit Stop ini,” ujarnya.

Pelaksana Pit Stop, menurutnya, mendisain suasananya agar meriah, tidak tegang dan bukan sekedar belajar tapi ada pelepasan kepenatan di rumah sakit. Setiap stand dibuat familiar bahkan ada quis berhadiah agar aurahnya jadi positif dan agar pegawai/staf siap mengikuti akreditasi dan tepat sasaran.

Kalau biasanya bikin sosialisasi di aula terlihat kaku dan terasa lebih terbatas, maka dengan dibuat pit stop terlihat staf begitu antusias dan merespons renacana akreditasi RSUP dengan baik.

“Itulah tujuan dan harapan diadakannya pit stop menjelang akresitasi. Agar tidak tegang, tidak diselimuti dengan begini dan begitu. Persiapan dilakukan dengan serius tapi tetap dengan santai, dengan enjoy. Begitulah kira-kira maksud dan tujuan diadakannya Pit Stop,” ujarnya.

Pegawai atau staf yang telah berhasil melewati 16 stand, sebutnya diberikan pin bukti kelulusan (Pitstop Akreditasi Starkes RSUP Kandou).

Diketahui, Pit Stop Akreditasi Starkes RSUP Kandou dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani, Selasa (23/6/2026). (lexie kalesaran)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis dalam Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara Tahun 2025 pada ajang Bentenan Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kementerian Keuangan RI wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut), Kamis (25/06), di Gedung Keuangan Negara Manado, Kamis (25/6)2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan RSUP Kandou dalam mendukung optimalisasi pengelolaan serta pengurusan piutang negara sepanjang periode penilaian kinerja tahun 2025.

Penghargaan diterima Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan turut disaksikan jajaran pimpinan RSUP Kandou yakni Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, Manajer Tata Usaha dan Rumah Tangga Novi Rapar, Asisten Manajer BMN Djunarto, serta Asisten Manajer Mobilisasi Dana Yeheskiel Dondokambey.

Kanwil DJKN Suluttenggomalut sebagai instansi vertikal DJKN memiliki tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, supervisi, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan tugas di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, serta lelang.

Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk RSUP Kandou.

Direktur Utama RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Kanwil DJKN Suluttenggomalut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi RSUP Kandou untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan dan aset negara secara profesional dan akuntabel.

Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran RSUP Kandou dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik. RSUP Kandou mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJKN Suluttenggomalut atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi serta berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan, aset, dan piutang negara secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dirut.

Ditambahkan, kolaborasi yang baik antara instansi pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Melalui Bentenan Awards 2026, Kanwil DJKN memberikan apresiasi kepada para stakeholder yang telah berkontribusi dalam pencapaian target kinerja tahun 2025.

Penghargaan yang diterima RSUP Kandou menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. (Fer

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Pit Stop Akreditasi Starkes di aula lantai 1 rumah sakit, Selasa – Jumat (23-26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani,

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dalam sambutannya menjelaskan, Pit Stop merupakan bagian dari rangkaian persiapan akreditasi yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dan standar yang dipersyaratkan telah dipenuhi sebelum pelaksanaan survei akreditasi.

“Pit Stop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tim akreditasi untuk mempersiapkan seluruh hal yang menjadi kebutuhan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Ekwanto dalam sambutannya mewakili Dirut RSUP Kamdou Starry Homenta Rampengan mengatakan, kegiatan Pit Stop menjadi momentum bagi seluruh insan RSUP Kandou untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Starkes).

Menurutnya, target RSUP Kandou bukan hanya mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna, tetapi juga memastikan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan benar-benar diterapkan dalam setiap aspek pelayanan rumah sakit.

“Akreditasi bukan sekadar dokumen di atas meja atau sertifikat di dinding. Akreditasi adalah cerminan nyata bagaimana kita mengidentifikasi pasien dengan benar, membangun komunikasi yang efektif, menerapkan kepatuhan terhadap hand hygiene, serta mengelola risiko di setiap unit pelayanan,” jelas Ekwanto

Ekwanto mengajak seluruh unit, mulai dari tenaga medis, keperawatan, penunjang hingga administrasi, memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, melakukan simulasi alur pelayanan, serta segera melakukan perbaikan terhadap setiap kekurangan yang ditemukan.

“Kita semua adalah satu kesatuan tim. Kekuatan sebuah rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah. Karena itu, mari bersama-sama menunjukkan dedikasi dan profesionalisme agar RSUP Kandou terus memberikan pelayanan yang aman dan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ekwanto berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan semangat dan komitmen tinggi demi meraih hasil akreditasi terbaik.(Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima kunjungan kehormatan dari Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, Rabu (10/6/2026).

Kedatangan Tilaar yang merupakan putra daerah Sulawesi Utara tersebut disambut Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi ajang silaturahmi antara kedua tokoh.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen Tilaar menjelaska, kunjungannya ke RSUP Kandou bertujuan untuk bersilaturahmi dengan Dirut sekaligus mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin.

Dirut menyambut baik kunjungan Gubernur Akmil tersebut. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi yang baik antara berbagai institusi, termasuk TNI dan sektor kesehatan, merupakan hal yang penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat hubungan kelembagaan serta mempererat tali persaudaraan antara putra-putra Sulawesi Utara yang saat ini mengemban tugas dan tanggung jawab di bidang masing-masing.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dengan diskusi ringan mengenai berbagai perkembangan di daerah serta komitmen bersama dalam mendukung kemajuan Sulawesi Utara. Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan atas pertemuan tersebut. (FA