Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof.  Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).

Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.

Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.

“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.

Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)

Meimonews.com – Upaya memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan rumah sakit, RSUP Kandou menghadirkan Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) baru berlantai dua.

Gedung tersebut diresmikan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan, Selasa (30/6/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pelatihan, dan pengembangan tenaga kesehatan. Tidak hanya menjadi simbol hadirnya sarana baru, gedung tersebut langsung difungsikan sebagai pusat pembelajaran dan peningkatan kapasitas SDM sejak hari pertama diresmikan.

Ruangan tersebut sudah difungsikan dalam kegiatan pelatihan seperti saat Dirut membawakan materi kepada peserta diklat sebagai bentuk komitmen pimpinan rumah sakit dalam mendorong budaya belajar, peningkatan kompetensi, serta penguatan profesionalisme seluruh tenaga kesehatan dan pegawai di RSUP Kandou.

Gedung Diklat yang baru dibangun ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan fasilitas yang modern dan representatif.

Di lantai dua tersedia aula berkapasitas sekitar 50 orang yang dapat dimanfaatkan untuk seminar, workshop, pelatihan, konferensi, maupun kegiatan ilmiah lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa ruang kelas berkapasitas sekitar 20 orang yang dirancang khusus untuk kegiatan pembelajaran dalam kelompok kecil sehingga proses pelatihan dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif.

Sementara lantai satu dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya ruang meeting yang dapat digunakan untuk rapat koordinasi maupun diskusi akademik, ruang perpustakaan sebagai pusat referensi ilmu pengetahuan, serta ruang skill laboratory (skill lab) yang menjadi sarana praktik bagi peserta pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan klinis.

Gedung ini juga dilengkapi dengan pantry sebagai fasilitas penunjang kenyamanan peserta, musala untuk memenuhi kebutuhan ibadah, serta toilet yang nyaman dan representatif sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat berlangsung dengan baik.

Dirut mengatakan, keberadaan Gedung Diklat merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia rumah sakit.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang bermutu harus didukung oleh tenaga kesehatan dan seluruh SDM yang terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

“Kehadiran Gedung Diklat ini merupakan wujud komitmen RSUP Kandou dalam membangun budaya belajar yang berkesinambungan. Kami ingin seluruh tenaga kesehatan dan pegawai memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kompetensi sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ujarnya.

Ditambahkan, pemanfaatan gedung ini menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dibangun bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi benar-benar menjadi pusat pembelajaran, inovasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan RSUP Kandou.

Dengan hadirnya Gedung Diklat dua lantai tersebut, RSUP Kandou Manado semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan Indonesia Timur yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, pelatihan, penelitian, dan peningkatan mutu sumber daya manusia secara berkelanjutan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima bantuan alat kesehatan canggih berupa Heart Lung Machine (Mesin Jantung-Paru) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), Kamis (25/6/2026).

Penyerahan alat dilakukan oleh Planning and Budgeting Officer Direktorat Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Ahmed Ramadhan Nur Lubis, kepada Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi jajaran direksi.

Program SIHREN merupakan inisiatif Kemenjes untuk memperkuat layanan rujukan nasional melalui penyediaan alat kesehatan bagi layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).

Kehadiran Heart Lung Machine di RSUP Kandou diharapkan meningkatkan kapasitas pelayanan bedah jantung dan penanganan kasus-kasus kompleks bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.

Dirut RSUP Kandou menyampaikan apresiasi kepada Kemenkes RI atas dukungan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Kandou,” ujarnya,

Bantuan Heart Lung Machine melalui program SIHREN ini, menurut Dirut, semakin melengkapi layanan RSUP Kandoui dan akan terintegrasi dengan layanan yang telah ada maupun pengembangan layanan baru di Pusat Kanker RSUP Kandou.

Dijelaskan, alat ini berperan penting dalam operasi jantung karena mampu mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru selama tindakan berlangsung, sehingga meningkatkan keselamatan pasien dan memungkinkan tim medis menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan peninjauan langsung terhadap unit Heart Lung Machine.

Dengan penambahan fasilitas ini, RSUP Kandou semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, modern, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Fer)

Meimonews.com – Pelaksanaan Pit Stop Akreditasi Starkes RSUP Kandou yang diselenggarakan di lantai dasar rumah sakit, Selasa-Jumat (23-26/6/2026) sangat ramai dan antusias peserta sangat tinggi.

Ratusan staf/pegawai dan KSO RSUP Kandou terlihat memadati mulai dari tempat ceck-in, stand-stand yang ada hingga tempat check-out tempat kegiatan.

Dirut RSUP Kandou pun mengambil waktu untuk memantau pelaksanaannya, setelah bertugas beberapa hari di luar daerah.

Petugas Pit Stop memang sedikit kewalahan karena cukup banyaknya peserta yang mengantri tapi tetap dengan suasana kekeluargaan dan kemeriahan. Ada canda-gurau baik di antara peserta maupun dengan petugas.

 

Di meja sekretariat pertama (check-in) peserta melakukan pendataan, wajib memakai ID Card, melakukan akses e-Book (ada panduan praktis menuju mutu berkelanjutan),hafal nomor urut untuk mempermudah verifikasi di stand.

Kemudian, hunting stand (zona edukasi dan simulasi). Ada 16 stand yang harus dilalui, walau tidak harus berurutan. Di setiap stand ada edukasi dan aksi serta beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan benar untuk kemudian bisa melanjutkan ke stand berikutnya, ada dokumentasi, bahkan ada kuis (bagi beruntung dapat hadiah).

Setelah selesai mendatangi stand demi stand sampai menyelesaikan 16 stand, peserta diberikan pin, yang diserahkan petugas sekretariat check-out.

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dan Manager Hukum dan Humas RSUP Kandou Edwin Gidion Kristanto yang dihubungi terpisah di sela kegiatan, Jumat (26/6/2026) berterima kasih karena kegiatan ini telah berjalan dengan baik, apalagi diikuti banyak peserta dan antusiasme yang tinggi.

“Hal ini disebabkan karena momen begini sangat langka terjadinya,” ujar Tumbel. “Dan, karena adanya dukungan dari pimpinan rumah sakit (di bawah pimpinan Starry Homenta Rampengan – Red) dan jajaran termasuk staf/pegawai,” ujar Kristanto.

Tumbel menjelaskan, pit stop ini merupakan bagian dari rencana kerja (time line persiapan akreditasi RSUP Kandou, yang rencananya akan dilaksanakan awal September 2026.

Tujuan dari Pit Stop ini adalah untuk menyosialisasikan kembali apa yang dimaksud dengan standar akresitasi. “Standar akreditasi ada 16. Oleh karena itu, setiap standar itu dibuat stand. Jadi ada 16 stand di Pit Stop ini,” ujarnya.

Pelaksana Pit Stop, menurutnya, mendisain suasananya agar meriah, tidak tegang dan bukan sekedar belajar tapi ada pelepasan kepenatan di rumah sakit. Setiap stand dibuat familiar bahkan ada quis berhadiah agar aurahnya jadi positif dan agar pegawai/staf siap mengikuti akreditasi dan tepat sasaran.

Kalau biasanya bikin sosialisasi di aula terlihat kaku dan terasa lebih terbatas, maka dengan dibuat pit stop terlihat staf begitu antusias dan merespons renacana akreditasi RSUP dengan baik.

“Itulah tujuan dan harapan diadakannya pit stop menjelang akresitasi. Agar tidak tegang, tidak diselimuti dengan begini dan begitu. Persiapan dilakukan dengan serius tapi tetap dengan santai, dengan enjoy. Begitulah kira-kira maksud dan tujuan diadakannya Pit Stop,” ujarnya.

Pegawai atau staf yang telah berhasil melewati 16 stand, sebutnya diberikan pin bukti kelulusan (Pitstop Akreditasi Starkes RSUP Kandou).

Diketahui, Pit Stop Akreditasi Starkes RSUP Kandou dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani, Selasa (23/6/2026). (lexie kalesaran)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima penghargaan sebagai Mitra Strategis dalam Optimalisasi Pengurusan Piutang Negara Tahun 2025 pada ajang Bentenan Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Kementerian Keuangan RI wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Suluttenggomalut), Kamis (25/06), di Gedung Keuangan Negara Manado, Kamis (25/6)2026).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan RSUP Kandou dalam mendukung optimalisasi pengelolaan serta pengurusan piutang negara sepanjang periode penilaian kinerja tahun 2025.

Penghargaan diterima Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan dan turut disaksikan jajaran pimpinan RSUP Kandou yakni Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, Manajer Tata Usaha dan Rumah Tangga Novi Rapar, Asisten Manajer BMN Djunarto, serta Asisten Manajer Mobilisasi Dana Yeheskiel Dondokambey.

Kanwil DJKN Suluttenggomalut sebagai instansi vertikal DJKN memiliki tugas melaksanakan koordinasi, bimbingan teknis, supervisi, pengendalian, evaluasi, dan pelaksanaan tugas di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, serta lelang.

Keberhasilan pelaksanaan tugas tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk RSUP Kandou.

Direktur Utama RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Kanwil DJKN Suluttenggomalut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi RSUP Kandou untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan dan aset negara secara profesional dan akuntabel.

Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran RSUP Kandou dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik. RSUP Kandou mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJKN Suluttenggomalut atas kepercayaan dan apresiasi yang diberikan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi serta berkomitmen menjalankan pengelolaan keuangan, aset, dan piutang negara secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dirut.

Ditambahkan, kolaborasi yang baik antara instansi pemerintah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Melalui Bentenan Awards 2026, Kanwil DJKN memberikan apresiasi kepada para stakeholder yang telah berkontribusi dalam pencapaian target kinerja tahun 2025.

Penghargaan yang diterima RSUP Kandou menjadi bukti komitmen rumah sakit dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. (Fer

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menggelar kegiatan Pit Stop Akreditasi Starkes di aula lantai 1 rumah sakit, Selasa – Jumat (23-26/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama Ekwanto (Direktur Perencanaan dan Keuangan) di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto dan Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagiani,

Ketua Akreditasi RSUP Kandou Ronaldy Tumbel dalam sambutannya menjelaskan, Pit Stop merupakan bagian dari rangkaian persiapan akreditasi yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dan standar yang dipersyaratkan telah dipenuhi sebelum pelaksanaan survei akreditasi.

“Pit Stop ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tim akreditasi untuk mempersiapkan seluruh hal yang menjadi kebutuhan dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Ekwanto dalam sambutannya mewakili Dirut RSUP Kamdou Starry Homenta Rampengan mengatakan, kegiatan Pit Stop menjadi momentum bagi seluruh insan RSUP Kandou untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Starkes).

Menurutnya, target RSUP Kandou bukan hanya mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna, tetapi juga memastikan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan benar-benar diterapkan dalam setiap aspek pelayanan rumah sakit.

“Akreditasi bukan sekadar dokumen di atas meja atau sertifikat di dinding. Akreditasi adalah cerminan nyata bagaimana kita mengidentifikasi pasien dengan benar, membangun komunikasi yang efektif, menerapkan kepatuhan terhadap hand hygiene, serta mengelola risiko di setiap unit pelayanan,” jelas Ekwanto

Ekwanto mengajak seluruh unit, mulai dari tenaga medis, keperawatan, penunjang hingga administrasi, memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal dengan aktif berdiskusi, melakukan simulasi alur pelayanan, serta segera melakukan perbaikan terhadap setiap kekurangan yang ditemukan.

“Kita semua adalah satu kesatuan tim. Kekuatan sebuah rantai ditentukan oleh mata rantai yang paling lemah. Karena itu, mari bersama-sama menunjukkan dedikasi dan profesionalisme agar RSUP Kandou terus memberikan pelayanan yang aman dan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Ekwanto berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan semangat dan komitmen tinggi demi meraih hasil akreditasi terbaik.(Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou Manado menerima kunjungan kehormatan dari Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, Rabu (10/6/2026).

Kedatangan Tilaar yang merupakan putra daerah Sulawesi Utara tersebut disambut Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi ajang silaturahmi antara kedua tokoh.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen Tilaar menjelaska, kunjungannya ke RSUP Kandou bertujuan untuk bersilaturahmi dengan Dirut sekaligus mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin.

Dirut menyambut baik kunjungan Gubernur Akmil tersebut. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi yang baik antara berbagai institusi, termasuk TNI dan sektor kesehatan, merupakan hal yang penting dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat hubungan kelembagaan serta mempererat tali persaudaraan antara putra-putra Sulawesi Utara yang saat ini mengemban tugas dan tanggung jawab di bidang masing-masing.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dengan diskusi ringan mengenai berbagai perkembangan di daerah serta komitmen bersama dalam mendukung kemajuan Sulawesi Utara. Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan atas pertemuan tersebut. (FA

Meimonews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 16 Manado menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada RSUP Kandou Manado melalui Program BRI (Bank Rakyat Indonesia) Peduli, yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Bank Operasional dan Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou Manado tersebut menjadi wujud sinergi antara sektor perbankan dan layanan kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

Acara ini dihadiri Direktur Utama Starry Homenta Rampengan, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dari pihak BRI, hadir Regional Chief Executive Officer (RCEO) Elizabeth Primasari, Area Head Manado Ana Damayanti, Regional Funding Transaction Head Endry, Regional Business Support Head Johan Arief, dan Branch Office Head David Ronald Sihombing.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BRI melalui bantuan ambulans tersebut.

“Atas nama Direksi dan seluruh Civitas Hospitalia RSUP Kandou Manado, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bank Rakyat Indonesia atas dukungan dan kepedulian yang diberikan melalui Program BRI Peduli berupa bantuan satu unit ambulans,” ujar Dirut.

Bantuan ini sambungnya, merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Dirut, ambulans merupakan sarana yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berfungsi mendukung penanganan kegawatdaruratan, rujukan pasien, hingga berbagai kebutuhan operasional rumah sakit lainnya.

“Kehadiran ambulans ini akan sangat membantu rumah sakit dalam meningkatkan akses, kecepatan, dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.

Ditegaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dan dikelola sesuai standar pelayanan yang berlaku demi kepentingan masyarakat luas.

Regional CEO BRI Region 16 Manado menjelaskan, bantuan ambulans tersebut merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Hari ini membawa berkah bagi kita semua. Kami sangat berbahagia dapat menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans. Misi kami adalah membantu masyarakat melalui Rumah Sakit Kandou. BRI menjaga ekonomi rakyat, sedangkan rumah sakit menjaga kesehatan masyarakat. Jadi visi kita sama, yakni melayani masyarakat,” ujarnya.

Elizabeth juga memaparkan berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih BRI di tingkat nasional maupun internasional. Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada sektor UMKM, tetapi juga terus mengembangkan layanan di sektor ritel dan berbagai bidang lainnya.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi RSUP Kandou dan masyarakat yang dilayani,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 16 Manado terkait Bank Operasional dan Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit sebagai langkah memperkuat kerja sama kedua institusi.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kunci ambulans dari pihak BRI kepada manajemen RSUP Kandou yang diterima Dirut.

Setelah itu, jajaran direksi rumah sakit bersama perwakilan BRI melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kendaraan ambulans yang baru diserahkan.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUP Kandou semakin optimal, khususnya dalam mendukung mobilitas pasien dan penanganan kasus-kasus darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia perbankan dan sektor kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan melakukan telusur akhir pekan di ruang perawatan pasien Irina B, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang dilakukan secara langsung di kamar-kamar pasien itu bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan serta kondisi fasilitas dan lingkungan perawatan tetap terjaga dengan baik.

Dalam kunjungannya, Dirut menyambangi pasien yang dirawat di Gedung Rawat Inap Irina B dan berinteraksi langsung dengan para pasien dan keluarga untuk mendengarkan berbagai masukan terkait pelayanan yang mereka terima selama menjalani perawatan.

Selain memantau kondisi ruangan dan sarana pendukung, Dirut juga menanyakan secara langsung kepada pasien mengenai pelayanan yang diberikan oleh dokter dan perawat, termasuk aspek keramahan, kesopanan, serta responsivitas tenaga kesehatan dalam melayani kebutuhan pasien.

“Bagaimana pelayanan dokter dan perawat ? Apakah mereka ramah dan sopan selama memberikan pelayanan?” tanya Dirut kepada sejumlah pasien.

Para pasien yang ditemui memberikan respons positif. Mereka mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di RSUP Kandou dan merasa diperhatikan selama menjalani perawatan.

Tidak hanya melakukan pemantauan pelayanan, Dirut juga memberikan dukungan moril kepada pasien serta menyemangati mereka agar tetap optimistis dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan.

Dalam beberapa kesempatan, Dirut turut menyampaikan pesan-pesan rohani dan motivasi kepada pasien sebagai bentuk dukungan psikologis agar mereka tetap kuat menghadapi kondisi kesehatan yang dialami.

Kegiatan telusur akhir pekan ini merupakan bagian dari upaya manajemen RSUP Kandou untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat komunikasi antara pimpinan rumah sakit dengan pasien sebagai penerima layanan. (Fer)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan terus melakukan telusuran guna memastikan pelayanan di rumah sakit yang dipimpinnya berjalan baik, terkontrol dan terpenuhinya kepuasan pasien.

Hal tersebut terlihat ketika Dirut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring langsung ke sejumlah fasilitas vital rumah sakit unggulan di Indonesia Timur ini, Rabu (3/6/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan medis berjalan lebih cepat, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat.

Fokus utama pemantauan kali ini tertuju pada alur distribusi obat dan kesiapan operasional di ruang farmasi.

Dirut menegaskan, ketersediaan obat dan kecepatan pelayanan farmasi merupakan salah satu kunci utama kepuasan pasien.

“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi obat. Sistem di ruang farmasi harus berjalan optimal agar pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hak mereka. Pelayanan yang cepat dan berkualitas adalah harga mati,” ujar Starry di sela sidak.

Selain sektor farmasi, Dirut juga memberikan perhatian serius pada aspek keselamatan pasien dengan memonitor langsung penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan rumah sakit.

Menurut Dirut, penguatan PPI sangat krusial untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, baik bagi pasien, pengunjung, maupun para tenaga medis yang bertugas.

Dalam telusuran tersebut, Dirut menginstruksikan seluruh jajaran kepala instalasi dan tenaga kesehatan untuk memperketat protokol kebersihan, sterilisasi alat medis, serta manajemen limbah klinis.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendongkrak mutu pelayanan RSUP Kandou Manado sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara. (Fer)