Meimonews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 16 Manado menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans kepada RSUP Kandou Manado melalui Program BRI (Bank Rakyat Indonesia) Peduli, yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Bank Operasional dan Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou Manado tersebut menjadi wujud sinergi antara sektor perbankan dan layanan kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

Acara ini dihadiri Direktur Utama Starry Homenta Rampengan, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dari pihak BRI, hadir Regional Chief Executive Officer (RCEO) Elizabeth Primasari, Area Head Manado Ana Damayanti, Regional Funding Transaction Head Endry, Regional Business Support Head Johan Arief, dan Branch Office Head David Ronald Sihombing.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan BRI melalui bantuan ambulans tersebut.

“Atas nama Direksi dan seluruh Civitas Hospitalia RSUP Kandou Manado, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bank Rakyat Indonesia atas dukungan dan kepedulian yang diberikan melalui Program BRI Peduli berupa bantuan satu unit ambulans,” ujar Dirut.

Bantuan ini sambungnya, merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Dirut, ambulans merupakan sarana yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena berfungsi mendukung penanganan kegawatdaruratan, rujukan pasien, hingga berbagai kebutuhan operasional rumah sakit lainnya.

“Kehadiran ambulans ini akan sangat membantu rumah sakit dalam meningkatkan akses, kecepatan, dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya.

Ditegaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal dan dikelola sesuai standar pelayanan yang berlaku demi kepentingan masyarakat luas.

Regional CEO BRI Region 16 Manado menjelaskan, bantuan ambulans tersebut merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Hari ini membawa berkah bagi kita semua. Kami sangat berbahagia dapat menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans. Misi kami adalah membantu masyarakat melalui Rumah Sakit Kandou. BRI menjaga ekonomi rakyat, sedangkan rumah sakit menjaga kesehatan masyarakat. Jadi visi kita sama, yakni melayani masyarakat,” ujarnya.

Elizabeth juga memaparkan berbagai capaian dan prestasi yang telah diraih BRI di tingkat nasional maupun internasional. Ia menegaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada sektor UMKM, tetapi juga terus mengembangkan layanan di sektor ritel dan berbagai bidang lainnya.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi RSUP Kandou dan masyarakat yang dilayani,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 16 Manado terkait Bank Operasional dan Pengelolaan Keuangan Rumah Sakit sebagai langkah memperkuat kerja sama kedua institusi.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kunci ambulans dari pihak BRI kepada manajemen RSUP Kandou yang diterima Dirut.

Setelah itu, jajaran direksi rumah sakit bersama perwakilan BRI melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kendaraan ambulans yang baru diserahkan.

Melalui bantuan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUP Kandou semakin optimal, khususnya dalam mendukung mobilitas pasien dan penanganan kasus-kasus darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia perbankan dan sektor kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Manado Starry Homenta Rampengan melakukan telusur akhir pekan di ruang perawatan pasien Irina B, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang dilakukan secara langsung di kamar-kamar pasien itu bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan serta kondisi fasilitas dan lingkungan perawatan tetap terjaga dengan baik.

Dalam kunjungannya, Dirut menyambangi pasien yang dirawat di Gedung Rawat Inap Irina B dan berinteraksi langsung dengan para pasien dan keluarga untuk mendengarkan berbagai masukan terkait pelayanan yang mereka terima selama menjalani perawatan.

Selain memantau kondisi ruangan dan sarana pendukung, Dirut juga menanyakan secara langsung kepada pasien mengenai pelayanan yang diberikan oleh dokter dan perawat, termasuk aspek keramahan, kesopanan, serta responsivitas tenaga kesehatan dalam melayani kebutuhan pasien.

“Bagaimana pelayanan dokter dan perawat ? Apakah mereka ramah dan sopan selama memberikan pelayanan?” tanya Dirut kepada sejumlah pasien.

Para pasien yang ditemui memberikan respons positif. Mereka mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di RSUP Kandou dan merasa diperhatikan selama menjalani perawatan.

Tidak hanya melakukan pemantauan pelayanan, Dirut juga memberikan dukungan moril kepada pasien serta menyemangati mereka agar tetap optimistis dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan.

Dalam beberapa kesempatan, Dirut turut menyampaikan pesan-pesan rohani dan motivasi kepada pasien sebagai bentuk dukungan psikologis agar mereka tetap kuat menghadapi kondisi kesehatan yang dialami.

Kegiatan telusur akhir pekan ini merupakan bagian dari upaya manajemen RSUP Kandou untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat komunikasi antara pimpinan rumah sakit dengan pasien sebagai penerima layanan. (Fer)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan terus melakukan telusuran guna memastikan pelayanan di rumah sakit yang dipimpinnya berjalan baik, terkontrol dan terpenuhinya kepuasan pasien.

Hal tersebut terlihat ketika Dirut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus monitoring langsung ke sejumlah fasilitas vital rumah sakit unggulan di Indonesia Timur ini, Rabu (3/6/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan medis berjalan lebih cepat, efisien, dan berkualitas bagi masyarakat.

Fokus utama pemantauan kali ini tertuju pada alur distribusi obat dan kesiapan operasional di ruang farmasi.

Dirut menegaskan, ketersediaan obat dan kecepatan pelayanan farmasi merupakan salah satu kunci utama kepuasan pasien.

“Kami ingin memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi obat. Sistem di ruang farmasi harus berjalan optimal agar pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hak mereka. Pelayanan yang cepat dan berkualitas adalah harga mati,” ujar Starry di sela sidak.

Selain sektor farmasi, Dirut juga memberikan perhatian serius pada aspek keselamatan pasien dengan memonitor langsung penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di lingkungan rumah sakit.

Menurut Dirut, penguatan PPI sangat krusial untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, baik bagi pasien, pengunjung, maupun para tenaga medis yang bertugas.

Dalam telusuran tersebut, Dirut menginstruksikan seluruh jajaran kepala instalasi dan tenaga kesehatan untuk memperketat protokol kebersihan, sterilisasi alat medis, serta manajemen limbah klinis.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendongkrak mutu pelayanan RSUP Kandou Manado sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara. (Fer)

Meimonews.com – Bupati Minahasa Robby Dondokambey melakukan kunjungan kemanusiaan dengan menjenguk bayi terlantar asal Kabupaten Minahasa yang sedang menjalani perawatan di RSUP Kandou Manado, Senin (25/5/2026).

Setelah berada di RS pendidikan dan rujukan nasional tipe A ini, Bupati disambut dengan hangat oleh Dirut Starry Homenta Rampengan dan jajaran manajemen untuk kemudian menjenguk bayi asal Minahasa tersebut.

Bayi tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Kabupaten Minahasa dan sempat mendapatkan penanganan awal di RSUD Sam Ratulangi Tondano sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Kandou untuk penanganan medis lebih lanjut.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUP Kandou yang telah memberikan pelayanan cepat dan maksimal terhadap bayi tersebut.

Bupati berharap kepada pihak RSUP Kandou agar dapat merawat dan memberikan penanganan terbaik bagi bayi tersebut hingga kondisinya benar-benar stabil.

Dirut RSUP Kandou menegaskan, keselamatan dan penanganan medis bayi menjadi prioritas utama pihak rumah sakit. “Yang paling utama adalah penanganan dan keselamatan bayi tersebut,” ujarnya.

Dirut menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam proses penanganan bayi terlantar tersebut. “Terima kasih atas kunjungan dari Pemerintah Minahasa kepada RS Kandou dalam penanganan bayi terlantar asal Minahasa ini,” ujarnya.

Saat ini kondisi bayi terus dipantau secara intensif oleh tim medis RSUP Kandou guna memastikan proses perawatan berjalan optimal dan kondisi kesehatan bayi semakin membaik. (Fer)

Meimonews com – Pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional terus menjadi komitmen RSUP Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou atau RS Kandou) Manado dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, termasuk pasien rujukan dari berbagai daerah di Indonesia Timur.

Komitmen tersebut merupakan instruksi langsung Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan bersama jajaran direksi untuk terus mengedepankan pelayanan prima kepada seluruh pasien.

Apresiasi datang dari Mey Klafie, orangtua pasien asal Papua yang tengah menjalani pengobatan di Poliklinik Estela RSUP Kandou. Dengan penuh haru, ia mengaku sangat puas terhadap pelayanan yang diterima selama mendampingi anaknya menjalani perawatan.

“Saya Mey Klafle asal Papua, orangtua pasien rujukan dari Papua ke RS Kandou dan berobat di Poliklinik Estela. Di sini saya merasa sangat puas sekali dengan pelayanan tim medis di RS Kandou. Susternya sangat ramah, dokternya juga baik. Pokoknya semua memuaskan,” ungkap Mey di ruang Estela, Rabu (13/5/2026), seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

Mey sampai menangis melihat perhatian dan keramahan tenaga kesehatan yang melayani pasien dan keluarga dengan penuh kepedulian. “Kami tidak bisa membalas kebaikan tenaga medis yang melayani anak kami. Saya doakan Tuhan memberkati semua pelayanan di RS Kandou supaya menjadi berkat bagi banyak orang,” tambahnya.

Apresiasi atas pelayanan baik dari RSUP Kandou datang pula dari Asmi Mokodongan, pasien asal Kotamobagu yang mengaku puas dengan pelayanan selama menjalani perawatan dan operasi di rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Utara ini.

Asmi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tenaga medis RS Kandou, mulai dari dokter, perawat hingga petugas pelayanan yang dinilainya ramah dan profesional selama proses pengobatan.

“Saya merasa bangga dan sangat puas dengan pelayanan di RS Kandou Manado. Dokternya sangat bagus, susternya juga luar biasa ramah. Pelayanannya sangat baik,” ujar Asmi di ruang perawatan Irina D Atas RS Kandou Selasa (11/5/2026).

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada dokter yang menangani operasi dirinya, terutama dr. Joel, serta tim anestesi dan seluruh tenaga medis di ruang Irina D Atas yang disebutnya memberikan perhatian penuh selama masa perawatan.

“Terima kasih kepada dokter yang telah menangani dan melaksanakan operasi saya, terutama fokter Joel. Saya sangat berterima kasih karena sekarang saya sudah sehat,” katanya.

Asmi juga mengaku terkesan dengan sikap para perawat dan tenaga kesehatan yang dinilainya selalu memberikan pelayanan dengan penuh perhatian dan keramahan kepada pasien.

Menurutnya, pelayanan di RSUP Kandou Manado sangat membantu proses pemulihan pasien, sehingga dirinya merasa nyaman selama menjalani pengobatan.

“Suster-suster di Irina D Atas luar biasa. Dokter-dokternya hebat, pelayanannya mantap. Saya sangat berterima kasih kepada Direktur Utama Prof Starry Rampengan dan seluruh jajaran RS Kandou,” sebutnya, seperti dikutip Humas RSUP Kandou.

Sebelum keluar rumah sakit Asmi turut mengajak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan agar tidak ragu berobat di RSUP Kandou Manado.

“Saya mengajak masyarakat yang mau berobat supaya datang ke RS Kandou Manado, karena pelayanannya luar biasa,” tandasnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan pada setiap pimpin apel selalu menegaskan bahwa pihak rumah sakit terus mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik, cepat, profesional, dan penuh empati kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kepedulian bagi pasien maupun keluarga.

Dirut terus mengingatkan seluruh jajaran agar memberikan pelayanan dengan hati. Kepuasan dan kenyamanan pasien menjadi prioritas utama RS Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan timur Indonesia.

Testimoni pasien dan keluarga seperti ini menjadi motivasi bagi RSUP Kandou untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan terpercaya bagi masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – RSUP Kandou dan RSUP Dr. Hasan Sadikin (akrab disebut RSHS) Bandung berkolaborasi membahas sistem remunerasi dan sosialisasi sistem Informasi sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan ini dilaksanakan secara hybrid dan daring dari Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Manado.

Turut hadir jajaran direksi RSUP Kandou yakni Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

Dari pihak RSHS Bandung, hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Fitra Hergyana (yang turut memberikan sambutan), Direktur Perencanaan dan Keuangan Herry Rukmana serta Manajer Tim Kerja Pelaksana Keuangan Eddie Surachman Suriadinata (juga terlibat dalam diskusi).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien melalui adopsi praktik terbaik serta optimalisasi sistem manajemen rumah sakit.

RSUP Kandou menjadikan RSHS Bandung sebagai rujukan pembelajaran, mengingat reputasinya sebagai rumah sakit unggulan dalam pelayanan dan tata kelola.

Pertemuan ini terfokus pada pembahasan remunerasi sebagai instrumen strategis dalam mendukung kinerja layanan, termasuk peningkatan kualitas pelayanan di berbagai unit seperti instalasi gawat darurat (IGD) dan layanan operasi.

RSHS juga memaparkan target pengelolaan keuangan yang sehat, peningkatan kualitas pelayanan dengan komposisi penilaian 60 persen layanan, 30 persen penunjang, dan 10 persen lainnya, serta pencapaian klasifikasi rumah sakit “Kelas A”.

Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik terbaik yang telah diterapkan di RSHS Bandung dapat diadaptasi dan diimplementasikan di RSUP Kandou guna mendorong peningkatan kualitas layanan serta tata kelola rumah sakit yang lebih baik.

Dirut RSUP Kandou dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan rumah sakit yang efektif melalui sistem remunerasi yang transparan dan akuntabel. (Fer)

Meimonews.com – Komisi IX DPR RI di dampingi perwakilan Kementerian Kesehatan RI dan perwakilan BPJS Kesehatan mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke RSUP Kandou Manado, Kamis (24/4/2026).

Wakil rakyat pusat dan rombongan tersebut diterima Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi jajaran dewan direksi.

Dalam sambutannya, Dirut mempresentasikan profil rumah sakit, termasuk capaian layanan, pengembangan fasilitas, serta tantangan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, Dirut juga memaparkan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan sebagai rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia.

“Kami RS Kandou Manado menyambut dengan sukacita atas kedatangan dari Komisi IX dan rombongan di rumah sakit tercinta ini untuk melakukan visitasi,” ujarnya.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan serta sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran perwakilan Kementerian Kesehatan dan mitra kerja dari BPJS Kesehatan dalam kunker ini adalah bagian dari upaya kolaborasi dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan yang optimal.

Usai sesi pemaparan, Komisi IX DPR RI dan rombongan di dampingi Dirut dan jajaran direksi melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruangan pelayanan dan fasilitas rumah sakit.

Peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. (Fer)

Meimonews.com – Keluarga Besar Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. DR Kandou (RSUP Kandou) menggelar Perayaan Paskah 2026 di Mercy Water Park Tateli, Minahasa, Sabtu (12/4/2026).

Suasana kebersamaan terlihat kental sepanjang kegiatan, yang tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga diwarnai dengan berbagai aktivitas kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antarpegawai.

Kegiatan kerohanian penuh sukacita dan kebersamaan yang dihadiri Direktur Utama Starry Homenta Rampengan dan Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati serta ajaran manajemen dan seluruh keluarga besar rumah sakit ini dipimpin pendeta Melky Tamaka.

Dalam khotbahnya, Pendeta Tamaka mengajak seluruh jemaat untuk memaknai Paskah sebagai momentum kemenangan iman dan pengharapan baru.

Nilai-nilai kebangkitan Kristus diharapkan dapat menjadi landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Direktur Utama menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap perayaan Paskah ini semakin memperkuat semangat pelayanan, kebersamaan, serta dedikasi seluruh jajaran RSUP Kandou dalam menjalankan tugas sebagai pelayan kesehatan.

Kegiatan ini menjadi momen sekaligus kebersamaan bagi seluruh keluarga besar RSUP Kandou dalam merayakan makna Paskah dengan penuh sukacita dan kebersamaan. (*/Fer)

Meimonews,com – Pelaksanaan Paskah Nasional 2026 telah berlangsung di kawasan Megasmas Manado, Rabu (8/4/2026) yang dihadiri ribuan orang termasuk Utusan Khusus Presiden RI Hasjim Djojohadikusumo, Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn. Yulius Selvanus dan undangan lainnya seperti Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan.

Kehadiran pimpinan RSUP Kandou terasa lebih dari sekadar formalitas. Ia tidak datang hanya sebagai tamu undangan.

Keikutsertaannya merupakan bagian dari tanggung jawab yang dipercayakan, sebagai panitia dalam perhelatan rohani berskala nasional tersebut. Sebuah peran yang dijalani dengan kesungguhan, sejalan dengan komitmennya dalam pelayanan kesehatan (yankes).

Tak berhenti pada keterlibatan struktural, Dirut juga menghadirkan dukungan nyata melalui kesiapan tim medis serta fasilitas ambulans guna memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman dan terlayani dengan baik.

Dirut bahkan memantau langsung pelaksanaannya di lapangan.

Langkah ini menjadi wujud kepedulian terhadap setiap peserta yang hadir, sekaligus memastikan aspek kesehatan tetap terjaga.

Dukungan penuh yang diberikan menjadi cerminan bahwa pelayanan tidak hanya berlangsung di dalam ruang rumah sakit, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, dalam setiap momentum penting, termasuk perayaan iman seperti Paskah. (Fer)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Starry Homenta Rampengan dan Tim Akreditasi melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ruangan pelayanan dalam rangka memastikan kesiapan akreditasi, Selasa (7/4/2026).

Pemantauan difokuskan pada kesiapan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), kelengkapan administrasi, serta sarana dan prasarana penunjang.

Sejumlah unit yang menjadi perhatian antara lain Irina A, CCSD, dan Instalasi Gizi.

Dalam kegiatan tersebut, Dirut didampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, para manajer, asisten manajer, serta tim akreditasi rumah sakit.

Usai peninjauan, dilakukan evaluasi menyeluruh yang dipimpin Dirut.

Dalam arahannya, Dirut menekankan pentingnya tindak lanjut cepat terhadap setiap temuan di lapangan agar seluruh aspek kesiapan dapat terpenuhi sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari RSUP Kandou dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memastikan seluruh standar akreditasi dapat dipenuhi secara optimal. (*/Fer)