Meimo News

Meimonews.com ‘- Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Bhayangkara, Polresta Manado menggelar Bakti Kesehatan berupa Donor Darah di Komplreks Polresta Manado, Selasa (7/6/2022).

Kegiatan yang melibatkan Unit Transfusi Darah (UTD) RSUP Prof. Kandouw (tujuh orang termasuk Paul Hendrata), RS Bhayangkara Polda Sulut (sekitar tiga orang) dan beberapa personil dari Polresta Manado ini dikoordinasi dokter Arya Perdana.

Dalam kegiatan ini terlihat ibu-ibu Anggota Bhayangkari (termasuk istri-istri perwira) dan Polwan baik dari Polresta Manado maupun Polsek-polsek jajaran, serta dari lingkungan TNI yang menjadi pendonor darah.

“Berdasarkan catatan yang ada, tak kurang dari 150-an orang yang siap mendonorkan darahnya,” ujar Kepala UTD RSUP Kandouw dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com via telefon, Selasa (7/6/2022).

Namun, dari data terakhir, hanya sebanyak 116 orang yang menjadi pendonor. “Hal ini karena ada beberapa calon pendonor tak bisa diambil darahnya karena sesuatu sebab,” jelas Paul Hendrata, yang dihubungi terpisah.

Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Manado Kombes Pol. Parulian Sirait, Wakapolresta AKBP Faizol Wahyudi, dan pejabat utama seperti Kabag SDM Kompol Agnes Timbuleng, Kasat Sabhara Kompol Barto Dambe, Kasi Keuangan AKP Nico Tampatty, serta Ketua PC Bhayangkari Polresta Manado Ny. Parulian Sirait. (af)

Meimonews.com – Momen membuka pelaksanaan kegiatan Penajaman Cascading Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dipakai Walikota Andrei Angouw untuk mengingatkan aparat Pemkot Manado terhadap kinerja yang hendak dicapai.

Ketika memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (7/6/2022), Walikota memaparkan soal tolok ukur agar dapat mencapai target dari visi dan misi AARS (Andrei Angouw dan Richard Sualang) sesuai dengan RPJMD Pemkot Manado saat ini.

“Dengan ada target, semua pekerjaan akan menjadi jelas dan saya berharap hal ini menjadi acuan dalam melaksanakan pekerjaan kita. Sekali lagi bahwa target-target itu tercapai dan realistis,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini lantas memberikan beberapa contoh dari beberapa Dinas/Badan yang harus dilakukan sesuai tupoksinya dalam meningkatkan kinerja.

Walikota menyarankan beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, PTSP, Dinas Pariwisata dan Dinas/Badan lainnya supaya fokus dengan target dan tolok ukur yang sudah disiapkan sesuai dengan tupoksi masing-masing SKPD.

Di kesempatan tersebut, Walikota juga kembali menyinggung soal gaji dan honor bagi ASN dan THL yang sering tertunda.

Masalah ini sering diutarakannya dalam berbagai pertemuan dan kegiatan bersama jajaran pemerintah kota. Baginya, hal seperti ini akan mengganggu kinerja. “Makanya harus diperhatikan soal gaji ini,” tegas Walikota.

Kegiatan diawali laporan Kepala Bapelitbangda Kota Manado Dr. Lini Tambayong yang memaparkan tentang substansi kegiatan pelaksanaan ini serta hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Kota Manado beberapa tahun terakhir sejak 2011-2021 berdasarkan RPJMD Kota Manado.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Pemerintah Kota Manado Dr. Micler C.S. Lakat S.H.,M.H, para Asisten, Kepala Balitbangda Kabupaten Banggai, Kepala SKPD Pemerintah Kota Manado, para Camat dan peserta lainnya serta para narasumber dari Menpan RB. (lk)

Meimonews.com -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK Manado berhasil melakukan operasi perdana bedah digestif di Instalasi Bedah rumah sakit, Senin (6/6/2022).

Operasi dipimpin dr. Fransiskus Andi Silangen, SpB, KBD yang adalah Ketua DPRD Sulut bersama dr. Toar Mambu, SpB, KBD dan turut didampingi Tim Bedah Digestif RSUP Prof. Kandouw yang dipimpin Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB, KBD.

Kepada wartawan, dokter Andi (sapaan akrab Fransiskus Andi Silangen) menjelaskan, operasi yang dipimpinnya adalah operasi laparascopic cholecystectomy untuk mengeluarkan batu empedu dengan menggunakan alat semacam teropong berkamera yang dimasukkan ke dalam rongga perut pasien dengan sayatan rekatif kecil/minimal.

“Dengan teknik ini, jika tanpa komplikasi, pasien bisa pulang dalam 1-2 hari setelah operasi,” ujar  dokter ahli bedah digestif ini.

Direktur RSUD ODSK dr. Enriko H. Rawung, MARS yang ikut mengawal jalannya operasi di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD ODSK menyambut gembira kesuksesan operasi ini.

Dokter Enriko menjelaskan, pasien yang dioperasi adalah seorang wanita berusia 70 tahun. Operasi dilaksanakan sejak jam 18:36-20:15 Wita, dan berjalan sukses.

“Ini membuktikan sistem internal RSUD ODSK telah handal dan sanggup melaksanakan operasi yang terbilang canggih ini,” ujarnya seraya menyebutkan, persiapan operasi cukup rumit, namun pihaknya gembira bisa operasi ini bisa berjala dengan baik.

Dari hasil laporan yang diterima, kondisi pasien pasca operasi baik dan stabil. :Jika tidak ada komplikasi besok atau lusa pasien bisa pulang,” ujar doktet Enrico.

Jenis operasi ini  adalah operasi canggih dengan menggunakan alat laparoscopi yang masih jarang dilakukakan di Sulawesi Utara.

Masalah penyakit batu empedu adalah masalah yang bisa mengganggu fungsi tubuh lain jika tidak ditangani dengan cepat.

Dikerahui, kalau meradang, si batu bisa menyebabkan fungsi liver terganggu, dan kolesterol jahat bisa tidak terkontrol.

Jika upaya mengeluarkan si batu dengan operasi bedah terbuka konvensional, maka pasien bisa dirawat berminggu-minggu di rumah sakit untuk menunggu luka operasi sembuh dengan resiko komplikasi infeksi pasca operasi.

Dengan teknik laparoskopi, hari ini operasi, besok pasien bisa pulang, karena luka sayatan operasi sangat kecil. (lk)

Meimonews.com – Beberapa personil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut mengirim utusan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Kamis (2/6/2022)

Personil Bapenda Sulut yang ikut dalam Rakornas tersebut adalah Olvie Atteng (Kepala), Conny Kuhon (Sekretaris), Erick Tambun (Kabid Anggaran) dan Melky Matindas (Kabid Aset).

Selain itu, sejumlah dari Kabupaten/Kota se-Sulut dalam kegiatan yang secara nasional diikuti perutusan 27 Provinsi dan 215 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Rakornas dibuka Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan ditutup Dirtjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri). Dalam Rakornas sehari ini diadakan tiga panel diskusi dengan menampilkan sejumlah pembicara.

Panel pertama yang mengangkat tema  Bimbingan Percepatan Realisasi APBD dan Penggunaan Produk Dalam Negeri menampilkan pembicara dari BPK, KPK, Reskrim Mabes Polri, Kejagung dan BPKP.

Panel kedua dengan tema Kebijakan dan Implementasi Percepatan Realisasi PAD dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) serta Pelaksanaan Program Taspen menampilkan pembicara dari LKPP, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ditjen Bina Pembangunsn Daerah Kemendagri dan Direksi PT Taspen.

Panel ketiga dengan tema Kebijakan dan Implrmentasi Pengelolaan Keuangan Daerah menampilkan pembicara yakni Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah, Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, Direktut Pelaksanaam dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Direktur Patda, Direktut Fasilitasi Dana Perimbangan dan Pinjaman Daerah serta Direktur BUMD, BLUD dan BMD.

Padaa Rakornas, diadakan Penganugerahan Realisasi PAD Tahun 2021 berupa Realisasi Patda Tertinggi, Realisasi Belanja Daerah Tertinggi, Realisasi Peningkatan PAD Tertinggi, dan Penghargaam Realisasi Program Taspen (Taspen Award).

Dalam percakapan dengan Meimonews.com via WA, Senin (6/6/2022), Sekretaris Bapenda Sulut Conny Kuhon mengungkapkan, pada Rakornas tersebut, beberapa Kabupaten/Kota di Sulut mendapat penganugerahan/penghargaan.

Kabupaten Bolaang Mongondouw meraih penghargaan tertinggi tingkat Kabupaten sementara Kota Kotamobagu untuk tingkat Kota. Khusus penghargaan peningkatan PAD, Kota Tomohon masuk kategori tertinggi. (af)

Meimonews.com – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-77 Pancasila dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Dokter Bhinneka Tunggal Ika (DBTI)
dan HUT ke-3 Gerakan Pembumian Pancasila (GPP), Pengurus DBTI dan GPP lewat Panitia menggelar Seminar di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Rabu (1/6/2022).

Sejumlah pembicara tampil pada seminar tersebut yakni Guntur Soekarno (Putra Bung Karno), Ganjar Pranowo (Ketua Alumni UGM), Daldiyono (sesepuh  DBT), Putu Moda Arsana (perintis DBTI dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia), Arief Hidayat (Hakim Mahkamah Konstitusi), Andre Rahadian (Ketua Ikatan Alumni UI), Antonius Manurung (Ketua Umum DPP GPP). Hariyono Wakil Ketua BPIP), dan Bondan Kanumoyoso (sejarawan dari UI).

Guntur mèngungkapkan, Bung Karno sering mengatakan bahwa yang terpenting bagi sebuah ideologi adalah pro rakyat. Pancasila merupakan ideologi yang pro pada rakyat karena digali berdasarkan kondisi dan keprihatinan rakyat.

Pembumian Pancasila, sebut Guntur mengutip perkataan Bung Karno (ayahhandanya), harus diartikan sebagai upaya menjadikan Pancasila sebagai way of life dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Menurut Bung Karno, Pancasila merupakan meja statis dan dinamis. Sebagai meja statis merupakan tempat di mana di atasnya terdapat wilayah negara Indonesia. Sedangkan meja dinamis adalah Pancasila sebagai dasar ke mana bangsa dan negara Indonesia menuju yaitu masyarakat sosialis religius yang berketuhanan,” ujar Guntur.

Ketua Alumni UGM Ganjar Pranowo menegaskan, dari segi perwujudan Pancasila, pembumian Pancasila berarti harus berani dan tidak ragu terhadap kaum radikal yang hendak mengganti Pancasila.

“Selain itu, perlu pula disertai contoh teladan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tandas Gubernur Jawa Tengah ini.

Wakil Ketua BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) Hariyono mengemukakan, 1 Juni 1945 sebagai hari kelahiran Pancasila memiliki bukti historis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, tambahnya, 1 Juni 1945 tidak dapat dilhat sebagai suatu episode yang terpisah dari perjuangan bangsa dan tidak dapat ditafsirkan secara regimentatif. “Tanpa memahami sosok Bung Karno kita tidak dapat memahami Pancasila,” tegasnya.

“Pancasila jangan hanya dilihat hanya dari kelahirannya pada pidato 1 Juni 1945, tapi sebenarnya Bung Karno sudah memikirkannya jauh sebelumnya dan terus berproses sejak masih di Bandung,” tambah Bondan Kanumoyoso, sejarawan dari UI.

Pancasila, menurutnya, lahir dari keprihatinan bangsa Indonesia pada waktu itu. Pancasila bukan lahir dalam semarak gegap gempita, melainkan dari keprihatinan rakyat. Tanpa pemahaman yang utuh mengenai lahirnya Pancasila maka dapat terjadi disorientasi.

“Perlu juga melihat bagaimana perwujudan Pancasila dalam praktik nyata sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta juga melihat Pancasila yang tumbuh di antara bangsa-bangsa di dunia,” kata Bondan.

Dalam percakapan lewat telefon dengan Meimonews.com, Kamis (2/6/2022), Paulus Januar (Panitia Pengarah) menjelaskan, di akhir kegiatan peringatan Harla Pancasila, dibacakan Deklarasi yang disampaikan DBTI dan DPP.

Pada deklarasi tersebut antara lain diharapkan penetapan 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila tidak hanya dalam bentuk Keputusan Presiden tapi sangat perlu dikuatkan dalam bentuk Undang-Undang.

“Selain itu, mengimbau Presiden Republik Indonesia agar menumpas seluruh kekuatan deideologisasi Pancasila,” sebut Paulus mengutip sebagian isi deklarasi. (lk)

Meimonews.com – Markus Paulus Rasuh terpilih sebagai Hukum Tua Desa Lolah 3 Kecamatan Tombariri Timur Kabupaten Minahasa setelah dalam proses pemilihan yang diadakan, Selasa  (31/5/2022) berhasil mengungguli calon lainnya.

Pada pemilihan yang turut dihadiri perwakilan Kejaksaan, Staf Khusus Bupati, Perwakilan Polres, Polsek Tombariri dan Camat tersebut, Rasuh mengalahkan tiga calon lainnya dengan suara cukup signifikan.

Baca juga : KTN Hadirkan Kepala BNN Sulut sebagai Pembicara Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Katolik St. Ignatius Malalayang

Rasuh yang merupakan calon nomor urut 1 mendapat dukungan sebanyak 316 suara, nomor urut 2 Rini Terok 54 suara, nomor urut 3 Yance Wondal 248 suara dan nomor urut 4 Sakarias Karundeng 52 suara. Satu suara rusak.

Mantan Hukum Tua Desa Lolah 3 ini memiliki visi sebagai calon Hukum Tua yakni  Terwujudnya Desa Lolah 3 yang Religius, Berdaya Saing, Aman dan Damai serta Menjamin Kesinambungan Pembangunan.

Baca juga : Misa Syukur, Awali Perayaan 60 Tahun Hidup Membiara Mgr. Yos

Untuk misinya, ada enam yakni, pertama, mewujudkan keimanan dan ketagwaan kepada Tuhan yang Mahaesa. Kedua,  meningkatkan sumber daya manusia yang berbasis digitalisasi. Ketiga,  memberdayakan potensi sumber daya alam berbasis lingkungan hidup.

Baca juga : Limi dan Rinny Resmi Bupati Bolmong dan Bupati Sangihe

Keempat, meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana pertanian. Kelima,  menjamin keamanan,  keyamanan dan kedamaian hidup bernasyarakat. Keenam,  menjamin kesinambungan berbasis SDGs (Subtainable Development Goals). (af)

Meimonews.com – Memperingati 60 Tahun Hidup Membiara Mgr. Josephus ‘Yos’ Suwatan MSC, Komunitas MSC Wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur (Sulkaltim) menggelar Misa Syukur di Kapel Biara MSC Paal 3 Karombasan Manado, Selasa (31/5/2022).

Mgr.Yos memimpin misa di dampingi Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Superior Daerah (Supda) MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa MSC.

Usai misa, acara syukuran dilanjutkan dengan pemasangan lilin, pemotongan kue dan penyerahan kue dari Mgr. Yos kepada Mgr. Rolly, Pastor Tinggogoy MSC dan Pastor Agus Sumaraw Pr,  penyuapan kue dari Supda MSC Sulkaltim Pastor Herry Purasa kepada Mgr. Yos dan makan bersama di samping biara (didirikan tenda). Di sela acara, Mgr. Rolly didaulat Pastor Igo MSC untuk meminta menyanyikan lagu Ave Maria guna menghibur dan menyemarakkan acara.

Sejumlah pastor, frater, bruder, suster dan undangan terbatas menghadiri acara syukuran Mgr. Yos, Uskup Emeritus Manado tersebut dengan tetap mengikuti prokes yang ada.

Walaupun sudah berunur lansia (82 tahun),  namun biarawan kelahiran Tegal, 10 April ini masih kuat berdiri dan memimpin langsung misa termasuk memberikan kotbah.

Baik Mgr. Rolly, Pastor Herry, sejumah pastor lain, frater, bruder, suster maupun umat yang menghadiri perayaan syukur ini terlihat dan bersyukur karena Mgr. Yos masih diberi kekuatan dan memimpin langsung misa syukur 60 tahun mantan Uskup Manado dan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.

Mgr. Yos berterima kasih karena bisa merayakan ulang tahun hidup membiaranya yang ke-60 tahun. Banyak sukaduka dialaminya mulai dari ketertarikannya untuk masuk seminari dan komunitas MSC.

Mantan Mahasiswa Fakultas Kedokteran ini tak menyangka bisa menjadi seorang imam, biarawan bahkan bisa menduduki jabatan pelayanan seperti Provinsial MSC Indonesia, Uskup Manado dan bahkan Ketua KWI tersebut.

Mgr. Rolly mengapresiasi perjalanan pengabdian, panggilan Mgr. Yos mulai dari saat menjadi seorang biarawan, seorang imam, bahkan sampai menduduki jabatan penting seperti Uskup Manado bahkan Ketua KWI.

“Mgr. Yos telah mengabdikan diri lewat komunitas (MSC), hidup bersama, lewat hidup doa, sebagai lansia dan sedang menerjemahkan sebuah buku dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia, untuk menunjukkan aktivitasnya  sebagai anak (Bunda) Maria. Ini menunjukkan semangatnya tetap ada,” ujar Mgr. Rolly.

Provinsial MSC Indonesia Pastor Samuel Maranresy dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asistem 3 Bruder Yanny Wati mengakui peran cukup beaar dari Mgr. Yos dalam karya pelayanannya termasuk untuk komunitas MSC.

Satu hal yang istimewa dalam diri Mgr. Yos Suwatan adalah kesetiaan beliau dalam komunitas.  Bukan hanya komunitas dunia nyata tapi juga dunia maya. Di era teknologi internet, beliau  juga tetap eksis dalam WA Group MSC Indonesia.

“Mgr. Yos selalu hadir dengan sapaan-sapaan beliau dan postingan-postingan yang memancing diskusi para konfrater. Misal yang terakhir adalah mengingatkan Hari Lanjut Usia Nasional (29 Mei),” sebut Pastor Samuel. (lk)

Meimonews.com – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado St. Thomas Aquinas Manado menggelar Rapat Umum Anggota (RUAC) di Margasiswa, Jln. Sam Ratulangi Manado, Jumat-Senin (27-30/5/2022).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam forum tertinggi tingkat cabang tersebut. Di antaranya pemilihan Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado Periode 2022-2023, pemilihan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) PMKRI Cabang Manado dan Pembentukan Delegasi PMKRI Cabang Manado ke Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI Tahun 2022.

Baca juga : KTN Hadirkan Kepala BNN Sulut sebagai Pembicara Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Katolik St. Ignatius Malalayang

Terpilih secara aklamasi Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado periode 2022-2023 adalah Avidian Paulus Kumarurung, yang pada periode 2020-2021 menjadi Presidium Gerakan Kemasyarakatan. Kepengurusan DPC PMKRI Cabang Manado selengkapnya akan ditentukan Ketua Presidium terpilih.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringan PKB

Untuk BPK PMKRI Cabang Manado periode 2022-2023 terpilih sebagai Ketua adalah Novena Moningka, Sekretaris Frederika Nona Suriman sedang Anggota Gabby Carolina Jennifer Mantik.

Untuk delegasi ke MPA, 18 orang menyatakan kesediaanya untuk ikut dalam forum tertinggi tingkat PMKRI Pusat, namun yang berhak menjadi delegasi empat orang, yang akan ditunjuk Ketua Presidium (Kapres) terpilih.

Baca juga : Peringati Dies Natalis ke-75 PMKRI, Depertim dan Moderator Ungkapkan Harapan kepada PMKRI Gorontalo

Dalam sambutanya, Avidian Paulus Kumarurung mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjadi nahkoda, pemimpin baru PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas Periode 2022-2023.

“Saya berterimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pemilihan ini. Semoga dengan amanah yang diberikan oleh forum RUAC sebagai forum tertinggi di PMKRI Cabang Manado boleh berdampak baik bagi Gereja dan Tanah Air,” ujar Avidian Paulus Kumarurung.

Semoga ke depannya, sambung Vidi (sapaan akrabnya),  perhimpunan ini dapat sejalan sesuai dengan arah gerak perhimpunan yang menjadi rekomendasi bersama dalam forum tertinggi ini. (af)

Meimonews.com – Ada harapan yang disampaikan Dewan Pertimbangan (Depertim) dan Moderator kepada Pengurus dan Anggota PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo di momen peringatan Dies Natalis ke-75 PMkRI (nasional) yang diselenggarakan di Sekretariat/Margasiswa PMKRI Calon Cabang (CC) Gorontalo St. Yohanes Paulus II, Jl. P. Kalengkongan Kelurahan Tenda Kota Gorontalo, Rabu (25/5/2022).

Talulembang Sule (salah satu Depertim PMKRI CC Gorontalo) berharap, peringatan Dies Natalis ke-75  PMKRI ini menjadi momen bagi PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II untuk ke depan bisa betbuat yang terbaik untuk negara, masyarakat dan gereja.

Baca juga : Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

“Sebagai mahasiswa Katolik diharapkan mampu berkipah, memberikan yang terbaik, menjadi kader-kader terbaik yang berjuang negara, bangsa dan gereja,” ujar Lembang, sapaan akrab Talulembang Sule, yang bersama Lexie Kalesaran (Pembina) menjadi pemrakarsa kehadiran PMKRI Gorontalo.

Selain itu, Lembang menegaskan, kader-kader PMKRI harus kritis dan mengambil peran bila ada hal-hal berkaitan dengan permasalahan kebangsaan. “Kader-kader PMKRI termasuk di Gorontalo harus tampil terdepan dalam menanggapi isu-isu nasional,” harapnya.

Baca juga : Wujud Peduli Lingkungan, Karyawan Freshmart Bersih-bersih Muara Sungai Sario

Sementara Pastor Ronny Singal Pr (Moderator) menegaskan, tema yang diusung dalam dies kali ini yakni Kolaborasi Membangun Negeri berarti ada semacam cita-cita untuk mampu bersinergi, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

“Entah dengan Pemerintah dan Gereja, untuk menjadi satu kekuatan dalam membangun Indonesia yang kita cintai,” ujar Pastor Ronny yang adalah juga Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo.

Baca juga : Pertama Kali Ikut Lomba OSN, SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Siapkan 10 Siswa

Dies Natalis ke-75 PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) St. Thomas Aquinas (nasional) 25 Mei 2022 yang diselenggarakan PMKRI Gorontalo diawali Misa Syukur yang dipersembahkan Moderator Pastor Ronny Singal Pr.

Usai misa dilanjutkan dengan Sidang Kehormatan yang dipimpin Ketua Presidium PMKRI CC Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung, dengan agenda antara lain pembacaan sejarah lahir PMKRI (nasional), sambutan-sanbuatan, selayang pandang kegiatan PMKRI Gorontalo dan penyerahan sertifikat bagi yang telah lulus MPAB (Masa Penerimaan Anggota Baru).

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Acara selanjutnya adalah Syukuran yang ditandai pemotongan nasi tumpeng oleh Ketua Presidium PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II Jujur Marpaung dan diserahkan kepada Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Reine Koraag serta Depertim Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan. Setelah itu, makan bersama.

Kegiatan dies ini dihadiri Moderator PMKRI CC Gorontalo Pastor Ronny Singal Pr, Pembimas Katolik Kemenag Gorontalo Reine Koraag, Depertim Talulembang Sule, Daud Sandalayuk dan Wimala Weliangan, Pembina Lexie Kalesaran, Pengurus dan Anggota PMKRI Gorontalo, Pengurus Kelompok Kategorial dan Teritorial Paroki St. Kristogorus Gorontalo serta undangan lainnya. (af)

Meimonews.com – Komunitas Tolak Narkoba (KTN) dengan dukungan Kepala SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Manado Henny Purasa menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada siswa SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Manado, Jumat (27/5/2022).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di kompleks sekolah tersebut dihadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Brigjen Pol. Victor Jefry Lasut sebagai salah satu pembicara. Pembicara lain adalah Ketua KTN Lexie Kalesaran.

Sebanyak tiga puluhan siswa ikut dalam kegiatan sosialisasi yang dipandu Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Olivia AM Alamintik dan pengantar kata oleh Kepala Sekolah Henny Purasa.

Brigjen Lasut dalam pemaparan materinya yang berjudul Narkotika dan Bahayanya mengulas apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, ancaman perkembangan narkoba jenis New Psychoactive Subtances,  situasi regional, nasional dan lokal (Sulut), desa/kelurahan rawan narkoba, Indonesia Darurat Narkoba.

Selain itu, faktor penyebab mengkonsumsi narkoba baik eksternal maupun internal, serta modus operandi peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.

Dalam pemaparan materinya yang berjudul Narkoba No, Prestasi Yes, Kalesaran mengulas apa itu narkoba dan jenis-jenisnya, pengelompokan narkoba serta contoh-contoh dampak dari penyalahgunaan narkoba, tanda-tanda atau perilaku pecandu narkoba.

Selain itu, apa yang mesti dibuat/dilakukan siswa sebagai generasi muda penerus bangsa. Para siswa diharapkam belajar tentang menahan diri, belajar arti kehidupan dan belajar untuk masa depan.

Kepada para siswa, diajak untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain-lain.

Diajak pula untuk menjadi anak muda yang dibanggakan baik keluarga, sekolah, masyarakat, gereja atau kelembagaan keagamaannya masing-masing.

Kepala SMA Katolik St. Ignatius Malalayang Manado Henny Purasa  berterima kasih kepada Pengurus KTN yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini yang menghadirkan juga Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. VJ Lasut sebagai salah satu pembicara bersama dengan Ketua KTN Lexie Kalesaran.

Kegiatan sosialisasi ini, bagi Purasa, sangat penting bagi siswa di sekolahnya agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dan berharap agar lewat sosialisasi ini siswa yang ada di sekolahnya jadi tahu tentang bahaya narkoba dan tidak coba-coba pakai. (af)