Meimo News

Meimonews.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Utara Olvie Atteng mengapresiasi dan berterima kasih kepada wajib pajak (WP) yang telah membayar pajak kendaraan bermotornya tepat pada waktunya.

“Terima kasih dan patut diapresiasi bagi wajib pajak yang telah membayar pajak kendaraan bermotornya tepat waktunya,” ujar Atteng kepada Meimonews.com via telefon, Jumat (17/6/2022).

Kesediaan membayar pajak tersebut, menurut Atteng, sangat membantu pembiayaan pembangunan di daerah ini, untuk Sulut maju dan sejahtera. Sebab, pendapatan pajak merupakan sumber pembiayaan pemerintahan, pembangunan serta untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

“Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sehubungan dengan adanya keringanan pembayaran pajak program Pemda Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK),  Atteng mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan terbatas tersebut. Sebab,  ada batas waktunya.

“Program keringanan tunggakan pajak, bebas denda dan bebas bea balik nama kendaraan bermotor  (BBNKB) hanya sampai 9 Juli 2022,” sebut Atteng

Untuk informasi lebih lanjut seperti persyaratan/ketentuan berkaitan dengan program keringanan tersebut, Olvie mengimbau kepada warga untuk menghubungi UPTD Samsat setempat. (af)

Meimonews.com – Demo Udara pada kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam XIII/Merdeka, Kamis (16/6/2022) mendapat dukungan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri).

Pesawat C130 Hercules didatangkan dari Skadron Udara 32 Lanud Abd Rahman Saleh diawaki Mayor Penerbang Ebor. Sejalan dengan instruksi Komandan Lanudsri Marsma TNI M. Satriyo Utomo, S.H.

Para awak C130 A1316 Hercules mengangkut 16 penerjun Free Fall menuju Drop Zone atau sasaran dengan ketinggian 8500 feet dan kembali ke Lanud Sam Ratulangi Manado.

Keenam belas penerjun mendapatkan penekanan yang penting oleh Danlanudsri bahwasanya olahraga dirgantara selalu memiliki resiko yang tinggi. Sebab itu, diperlukan sikap kehati-hatian dalam hal ini.

Marsma Utomo berpesan kepada semua pendukung Demo Udara,  koordinasi intens harus dilakukan antara tim peterjun, crew pilot, maupun dengan Koordinator Demo Udara. “Tidak ada keraguan, tidak ada kira-kira. Di Angkatan Udara yang ada eksakta. Pasti !” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Danlanudsri, kesiapan, mental dan parameter. Demo udara penuh dengan resiko. Dilarang untuk jumawa, arogan dan tidak pula menganggap enteng. Jika ada yang merasa tidak fit, tidak nyaman, segera mundur. Perencanaan harus matang. Planning adalah 90 persen keberhasilan.

Enam belas penerjun ini berasal dari FASI Sulut, Kopassus, Kostrad dan Kodam 13/Merdeka. Sebanyak lima penerjun FASI Sulut, tiga di antaranya wanita. Mereka melaksanakan Free Fall dan mendarat aman di Lapangan Rindam XIII/Merdeka.

Warna-warni payung atlet Free Fall menghiasi langit Kota Tomohon. Beberapa penerjun merentangkan bendera yakni bendera Merah Putih, bendera Provinsi Sulut, bendera Provinsi Sulteng, bendera Provinsi Gorontalo serta bendera Kodam 13/Merdeka.

Atlet penerjun wanita asal Sulut Pingkan Mandagi (peraih perak Pon XX Papua 2021) dan Liven Tuegeh (Fasida Sulut Atlit Pon XX Papua 2021) serta Chintia Doodoh (Fasida Sulut Atlit Pon XX Papua 2021), merupakan srikandi-srikandi yang turut memeriahkan ulang tahun Kodam 13/Merdeka di tahun 2022.

Sementara itu, tim paralayang yang telah mendaki Gunung Lokon sejak semalam, dibatalkan melakukan lompatan disebabkan cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya penerjunan dari puncak Gunung Lokon.

Kali ini, jelas Kapen Lanudsri Mayo (Sus) Michiko Moningkey dalam siaran persnya, bertindak selaku Koordinator Demo Udara adalah Kadispotdirga Lanudsri Kolonel Pasukan Paulus Purwadi. (af)

Meimonews.com – Wakil Walikota Manado Richard Sualang meminta kepada para perangkat daerah agar berupaya lebih baik lagi dalam hal cascading penyusunan kinerja.

“Jika memang masih ada hambatan maka baiklah disampaikan,” ujar Wawali ketika memberikan sambutan/arahan mewakili Walikota Andrei Angouw pada kegiatan Tindak Lanjut Penajaman Cascading Penyusunan Kinerja Perangkat Daerah Lingkup Pemerintahan Kota Manado, di Ruangan Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (14/6/2022).

Kekurangan ataupun kekeliruan, sambung Wawali, haruslah diperbaiki, supaya kita dapat bersama-sama melangkah maju.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado ini menegaskan agar jangan malu bila masih ada kekurangan, tapi malulah jika tidak belajar dan berubah. Dari hal ini, semoga kedepannya dapat meraih predikat A dan bahkan di tahun-tahun berikutnya beroleh predikat AA.

Usai sambutan, para perangkat daerah mulai dari Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian hingga Camat mempresentasikan cascading penyusunan kinerjanya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Dr. Micler Lakat, Kepala Bapelitbang Dr. Ir. Liny Tambayong, ST, M.Si, para asisten serta perwakilan perangkat daerah di lingkup Pemerintahan Kota Manado. (lk)

Meimonews.com – Kuliah Tatapmuka di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) direncanakan berlangsung Agustus nanti yakni pada semester ganjil tahun ajaran 2022.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA seperti dikutip Humas Drs. Max Rembang kepada Meimonews.com dan PROSULUT.com di Manado, Senin (13/6/2022).

“Unsrat telah siap melaksanakan kembali kuliah tatapmuka, setelah dua tahun belakangan ini melaksanakan kuliah onlime (non tatapmuka). Kuliah tatapmuka direncanakan mulai Agustus mendatang yakni pada waktu semester ganjil 2022,” ujarnya.

Rencana dimulainya kuliah tatapmuka ini, menurut Rembang, setelah adanya rapat pimpinan Unsrat yang dilaksanakan belum lama ini.

Ditambahkan, kebijakan tersebut tinggal menunggu surat edarannya. “Semoga tidak ada perubahan. Semua tergantung pimpinan,” sebut Rembang seraya menjelaskan, kuliah tatapmuka ini dimungkinkan seiring membaiknya penanganan Pandemi Covid-19. (af)

Meimonews.com – Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) menggelar Temu Kangen bersama wartawan/rekan media yang ada di Sulawesi Utara, Selasa (14/6/2022) pagi.

Sekitar 30-an wartawan/rekan media baik nasional maupun daerah, baik cetak, elektronik maupun online hadir dalam temu kangen ini. Sementara dari Lanudsri sendiri dihadiri antara lain Marsma M. Satriyo Utomo, SH (Komandan),   Kolonel Adm Darwis Akmal P., S.E., M.A.P (Kadis Personil), Mayor Adm Setyo Dwi Sasongko (Pekas) dan Mayor Michico Moningkey.

Temu kangen yang diadakan di Balai Prajurit Lanud Sri, Jl. AA Maramis, Lapangan, Mapanget (Manado) ini diisi dengan kegiatan senam aerobik, olahraga bersama, sarapan bersama serta door-price ini.

Dalam sambutannya, Marsma Utomo mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan wartawan/rekan media sudah cukup lama diinginkan, namun karena kondisi yang belum memungkinkan maka keinginan tersebut belum bisa terwujud.

Pandemi Covid-19, menurutnya, telah membuat keinginannya dan jajaran untuk bertemu/bertatapmuka dengan rekan-rekan media jadi terhambat. Beruntung, karena situasi mulai terkendali sehingga temu kangen/silahturahni ini bisa terwujud. Dan Lanudsri berharap, ke depan, kegiatan seperti ini bisa terulang lagi.

Selain itu, pada forum ini diharapkan ada masukkan/saran dari rekan-rekan media untuk kemajuan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi ke depan. “Saya berharap pula sinergitas antara Lanudsri dengan rekan-rekan media terus terjaga,” ujarnya.

Sejumlah wartawan/rekan media pun berharap sama. Bahkan, kalau dimungkinkan ada iven yang dilaksanakan dengan melibatkan wartawan/media. (lk)

Meimonews.com – Langkah / upaya cerdas dilakukan RSUP (Rumah Sakit Umum Pusat) Prof. Kandouw pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SPd, KBD terkait dengan penyiapan darah bagi pasien di rumah sakit yang terletak di Kecamatan Malalayang Manado ini.

Pihak rumah sakit telah menyediakan fasilitas bagi warga yang ingin menyumbangkan darahnya. Ada petugas UTD (Unit Transfusi Darah) yang akan melayaninya.

“Warga yang ingin menyumbangkan darahnya bisa langsung berhubungan dengan UTD RSUP Prof. Kandouw. Silahkan datang, kami siap melayani. Menampung dan menyimpan darah tersebut untuk stok darah bagi pasien rumah sakit di sini,” ujar Kepala UTD RSUP Prof Kandouw dr. Stephan Lapian.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang tunggu UTD dan ruang kerjanya, Senin (13/6/2022), dokter Stephan lantas menjelaskan prosedur dan mekanisme warga dan keluarga/kenalan pasien yang akan mendonorkan darahnya.

Diungkapkan, pelayanan donor darah ini sudah tersediakan mengingat banyak pasien-pasien di rumah sakit ini yang membutuhkan darah namun ketersediaannya masih terbatas. Oleh karena itu, bila ada warga yang bersedia dan peduli terhadap kegiatan kemanusiaan ini, pihak RS khususnya UTD sangat berterima kasih.

Warga yang ingin jadi pendonor, begitu datang ke lokasi, ungkap dokter Stephan, dilayani dengan ramah oleh petugas untuk mengikuti prosedur standart medis.

Setelah mengisi formulir yang disediakan dan pemeriksaan, dan memenuhi syarat (tekanan darah normal, hb sesuai dan standart lainnya), petugas memasang alatnya untuk pengambilan darah hingga selesai.

Waktunya tidak lama. “Begitu pengambilan darah selesai maka setelah istirahat sejenak sambil disediakan snack, pendonor bisa langsung pulang, ” jelasnya.

Prosedur/mekanisme kegiatan pengambilan darah baik dari warga atau keluarga dan kenalan pasien yang akan mendonorkan darahnya telah beberapa kali dilihat Meimonews com.

Mekanisme / prosedurnya terlihat tidak rumit. Hanya beberapa saat saja, tetapi tetap mengikuti prosedur medis, kegiatan pengambilan darah sudah selesai dan pendonornya merasa senang, terlihat gembira.

Satu hal yang patut diapresiasi, saat berada di UTD RSUP Prof. Kandouw Meimonews.com melihat seorang penggiat kegiatan donor darah Paul Hendrata ikut menyumbangkan darahnya.

Paul sudah mendonorkan darah sejak lama. “Hari ini (13/6/2022) saya mendonorkan darah sudah yang ke-120 kali, dan akan terus memberikan darah saya,” ujarnya.

Paul mengimbau/mengajak warga yang ingin mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan agar mendatangi UTD RSUP Prof. Kandouw kapan saja. (lk)

Meimonews.com – Calon-calon pemimpin Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang memiliki kapasitas, kapabel dan tidak transaksional masih banyak.

Mereka itu adalah dosen-dosen yang tersebar di fakultas-fakultas dan lembaga pendidikan di Unsrat yang berpredikat profesor, doktor dan lain-lain.

“Bila dipercayakan kepada mereka, diyakini, Unsrat akan semakin maju dan berkembang,” ujar Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo dalam percakapan dengan Meimonews.com di Manado, baru-baru.
Mereka itu, sambung Dekan Fakultas Teknik Unsrat ini,  bisa mengangkat citra/keberadaan Unsrat menjadi lebih baik dari yang ada sekarang, walau diakui, sekarang ini sudah termasuk baik.

Menjadi pertanyaan, apakah mereka (calon-calon pemimpin itu) diberi kesempatan lewat mekanisme yang ada (pemilihan oleh para anggota Senat Unsrat dan perwakilan Kemendikbudristek) untuk menjadi pemimpin (Rektor) Unsrat ke depan, menggantikan Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat, M.Sc, DEA yang akan mengakhir masa kepemimpinan periode keduanya dalam waktu dekat ini ?

Fabian mengungkapkan, saat ini, ada program yang cukup bagus yang  hendaknya dikembangkan termasuk di Unsrat yaitu Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, yang diprogramkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Bila selama ini kita selalu berpikir bahwa sistem pendidikan itu sakral, tidak bisa berubah, papar dosen teladan II Unsrat ini, maka kita akan ketinggalan zaman. Kita mestinya berubah untuk menjadi lebih baik, lebih maju ke depan.

Pengurus Persatuan Insinyur Indonsia (PII) Manado ini menjelaskan, konsep Menteri Makarim dengan konsep belajarnya dengan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, cocok dengan Revolusi Industri dewasa ini.

Dijelaskan, sistem pendidikan dulu hingga sekarang bukan jelek. Cuma, sistem ini sudah perlu ada perubahan. Harus menyesuaikan dengan keadaan. Dan, itu yang harus diadakan perubahan. “Kalau selama ini torang terlalu kaku dan menganggap terlalu sakral sistem pendidikan kita maka sudah seharusnya diubah,”  ujarnya.

Program Kemendikbudristek itu, tambah Pengurus Forum Dekan Fakultas Teknik Indonesia ini, sangat inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Sebab, dalam dunia pendidikan, hal-hal terkait dengan penelitian bisa berkembang dengan cepat.

Bagi orang yang sudah merasa mapan dengan sistem yang ada sekarang, sebutnya, program yang ditawarkan Menteri dengan lompatan-lompatan yang cukup signifikan untuk memajukan dunia pendidikan mengikuti revolusi industri ini, memang terasa lain, dan masih sulit menerima.

Sebagai calon Rektor, hal-hal yang sudah bagus harus dipertahankan sementara bila ada hal-hal yang perlu diubah/ditingkatkan hendaknya dilakukan dan mengikuti perkembangan yang ada, menuju Revolusi Industri 5.0.

Apalagi dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, para mahasiswa diberikan kesempatan belajar yang besar. Bukan karena sipil (jurusan) maka yang dipilih/diajarkan cuma hal-hal yang terkait dengan sipil melainkan, di samping hal-hal sipil tapi juga hal-hal lain agar kelak, setelah para mahasiswa lulus mereka bisa melakukan hal-hal yang diperoleh selama masa pendidikan seperti menjadi enterpreneurship, kewirausahaan. Mereka bisa siap pakai dan mandiri.

“Kalau selama ini torang hanya terfokus dengan kampus itu sendiri maka dengan adanya program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar  maka torang boleh berkolaborasi dengan universitas besar dan top dunia. Dan, itu ada. Torang boleh berkolaborasi dengan universitas lain dalam hal penelitian,” ujarnya.

Ditegaskan, dengan adanya Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, sekat-sekat yang ada, yang bisa menghambat kemajuan pendidikan jadi terhapuskan.
Dan, masih banyak lagi keunggulan-keunggulan dan manfaat jangka panjang dari program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Diyakini, bila pemimpin-pemimpin ke depan melaksanakan apa-apa yang ada dalam program tersebut maka lembaga pendidikan tinggi ini akan lebih maju dan berkembang.

Berkaitan dengan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM), yang diyakini mengangkat citra/keberadaan Unsrat bila diterapkan, Fabian menyebutkan, program tersebut semestinya dilaksanakan karena merupakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi di mana di dalamnya ada program Zona Integrasi.

Di dalam program  Zona Integritas ada dua yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBM). Bersih dari korupsi dan melayani. Birokrat yang bersih dan melayani. Bukan bos ! Mindset ini yang mesti diubah. Dan, memang tidak gampang.
“Contoh yang paling gampang, torang (pimpinan) cenderung, mahasiswa dan dosen perlu pa torang. Torang beking torang pe suka-suka. Itu khan mental yang lama. Mestinya torang (pemimpin) melayani kepada mereka,” tandasnya.

Memang, sambungnya, mengubah itu susah tapi tergantung pimpinannya. Kalau dia mau dan mampu, itu bisa dilakukan. Kalau cuma bikin administrasi saja tapi tidak melaksanakannya, percuma. Dan, musti ada pengawasannya.

Di Fakultas Teknik sudah diterapkan. Makanya, Fakultas yang dipimpinnya telah mendapat predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan sudah diikutkan dalam program WBM.

Bila terpilih sebagai Rektor Unsrat Periode 2022-2026, dengan prestasi atau capaian yang diperoleh termasuk sebagai Dekan Fakultas Teknik Unsrat dua periode, Fabian akan melaksanakan program Presiden Joko Widodo yakni Reformasi Birokrasi, program Kampus Merdeka, Merdeka Belajarnya Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim inovasi-inovasi dan program-progran lain yang sudah disusunnya dalam visi, misi dan program sebagai Calon Rektor Unsrat. (fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Daerah Optimalkan Daerah Sehatkan Keluarga (RSUD ODSK) baru diresmikan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE pada 23 April 2022 menyusul launching pada 1 April 2022 , namun kebutuhan pasien dimudahkan dan diprioritaskan.

Sejalan dengan itu, pelbagai upaya dan langkah dibuat pihak manajemen agar kepuasan pasien dan keluarga terpenuhi. Halmana, sejalan dengan motto rumah sakit yakni Our Patient’s, Our Priority (Torang Pe Pasien, Torang Pe Prioritas).

“Kebutuhan dan kepentingan pasien merupakan prioritas manajemen rumah sakit ini (RSUD ODSK),” ujarvDirut RSUD ODSK dr. Enrico H. Rawung, MARS kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (9/6/2022).

Baca juga : Dipimpin dokter Andi Silangen, RSUD ODSK Sukses Lakukan  Operasi Perdana Bedah Digestik

Ia lantas menguraikan langkah dan upaya manajemen rumah sakit terkait dengan kepuasan pasien tersebut.

Dijelaskan, ada dua pintu masuk di RSUD ODSK, yang pertama, bila pasien dalam kondisi darurat, langsung ke IGD (Instalasi Gawat Darurat), sementara non darurat atau yang rujukan dari RS kelas C, pasien ke poliklinik. Di sini, ada yang namanya anjungan pasien mandiri.dia daftar secara digital dan memilih sendiri dokter atau poliklinik yang pasien perlukan. Kemudian, dia mendapatkan kertas dan perlu ke ruang registrasi.

Begitu pasien tiba di RS, di depan pintu masuk, counter masuk, ada yang merah, dia daftar di situ, dokter atau poliklinik yang dipilih, yang diklik dan akan keluar kertas, nota untuk kemudian ke ruang registrasi, yang akan mengarahkan ke doktet atau poliklinik mana yang dituju.

Kalau pasien BPJS, akan terverifikasi kepesertaannya, dan akan keluar surat egalitas bahwa dia benar-benar pasien BPJS, yang rajin atau taat membayar iuran agar proses pembayaran pengobatannya bisa diklaim BPJS. Begitu keluar, dia akan ke poliklinik yang dituju untuk mendapat pelayanannya dan kemudian dia pulang.

Baca juga :  Masyarakat Sulut Diajak Manfaatkan Momen Keringanan PKB

Untuk pasien yang non BPJS, yang membayar,  maka ketika di proses registrasi akan keluar stroke pembayaram, yang bisa dibayar pakai  cris secara caselest  atau bayar cash/langsung kemudian dibrigjing ke E-Pendapatan Bapenda atau Dispenda.

Jadi, sebutnya, kebocorannya nol. Setiap uang pendapatan, uang masuk, langsung ke report ke sistem Bapenda/Dispenda. Setelah itu, pasien ke atas untuk mendapatkan pelayanan, kemudian bisa pulang.

Kalau dia (pasien) baik BPJS maupun non BPJS harus menginap, dari poli, dia akan dikirim ke ruang rawat inap untuk menginap di kamar yang tersedia. Demikianpun pasien yang gawat darurat, yang perlu rawat nginap, disediakan tempat/kamar nginapnya. “Jadi, dibuat sesimpel mungkin pelayanan kepada pasien-pasien,” ujarnya.

Baca juga : Menkes Beberkan Cara Cegah Hepatitis Akut

Untuk kasus-kasus tertentu, pasien yang tidak sadar, kita tidak tahu siapa keluarganya, tidak bawa uang, kedaruratan. Kita handle dulu. Kita life saving dulu. Kita selamatkan dulu nyawanya. Bila sudah sadar baru diproses administrasinya.

Jadi, diutamakan dulu adalah bagaimana menolong orang, menyelamatkan pasien, menyelamatkan nyawanya. Masalah administrasi adalah tahap yang kedua.

Kalau pasien yang tidak mampu bayar ? Kalau pasien demikian, setelah kita rawat, kita siapkan carity program. Sudah ada beberapa pasien demikian yang kita tangani. Kita yang di rumah sakit yang melakukan dan melaporkan kepada pimpiman.

Baca juga : KTN Hadirkan Kepala BNN Sulut sebagai Pembicara Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Katolik St. Ignatius Malalayang

RS ODSK memiliki 380 kamar. Satu lantai ada sekitar 30 kamar. Kamar-kamar tersebut tersebar di lantai 6 sampai lantai 11. Jenis kamarnya ada VVIP,  VIP, kelas 1 hingga kelas 3.

Dokter sekitar 60-an sudah termasuk dokter umum,  dokter spesialis dan dokter sub spesialis. Yang pasti semua layanan yang sudah dibuka full, dokternya sudah terpenuhi Operasionalnya sudah memenihi syarat.

Total tenaga medis dam non medis sekitar 300-an, yang terdiri dari dokter, perawat, admin dan tenaga penunjang lainnya.

Dokter Enrico dipercayakan jadi Dirut pada 21 Maret 2022. Hanya 10 hari setelah dilantik sebagai Dirut, rumah sakit yang dipimpinnya angsung dioperasionalkan. “Biasanya tiga bulan persiapannya.tapi saya hanya 10 hari. Saya percepat,” tukasnya tanpa bermaksud membanggakan diri.

Diungkapkan, waktu ia dipercaya memimpin rumah sakit ini, ‘mesinnya’ belum jalan. Sub sistemnya belum jalan. Kemudian, dipacu pelaksanaannya. Semua instalasi yang ada, baik utama maupun penunjang langsung dioperasionalkan. Yang macet-macet langsung dibenahi dan dibereskan dalam waktu cepat.

“Awal-awalnya, core bisnisnya yaitu pelayanan medik dibikin start lebih awal. Rumah sakit core bisnisnya khan pelayanan medik, kita bikin berjalan secara stabil. Dan, itu sudah dilakukan PPA baik dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga medis lainnya. Mereka sudah bekerja secara kolaboratif,” paparnya. (af)

Meimonews.com – Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Manado yang berada di Jalan Boulevard Manado diinspeksi Walikota Manado Andrei Angouw, Rabu (8/6/2022) siang.

Kehadiran Walikota di dampingi Kabag Umum Setda Noviyanti Mongkau di MPP tersebut untuk melihat kondisi kantor dan ruangan serta beberapa counter pelayanan yang ada di lokasi ini.

Baca juga : Walikota Manado : Pelaksanaan Parkir Bahu Jalan Harus Sesuai Konsep dan Visi Pembangunan Kota

Orang nomor satu di Ibukota Provinsi Sulut ini ingin memastikan berbagai fasilitas yang ada dan tersedia menunjang aktivitas pelayanan kepada masyarakat. Terdapat beberapa fasilitas yang masih kurang dan harus dilengkapi menjadi perhatian Walikota.

Kantor MPP ini, memang belum lama beroperasi. Sebab bangunannya baru selesai dibangun setelah bertahun-tahun terbengkalai.

Baca juga : Buka Kegiatan Penajaman Cascading Kinerja Pemkot, Walikota Ingatkan Tolok Ukur Pencapaian Target

Bagi mantan Ketua DPRD Sulut ini, kehadiran Kantor MPP yang sangat megah ini tentunya dimaksudkan untuk   menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Artinya, kehadiran MPP ini dapat membantu masyarakat dan mempermudah untuk berbagai urusan administrasi dan segala surat menyurat serta masalah perijinan. (lk)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menata parkiran tentu harus disesuaikan dengan konsep dan visi pembangunan Kota Manado dalam melakukan penataan kota

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika mengikuti pembahasan teknis tentang Pelaksanaan Parkir Bahu Jalan di ruang rapat Kantor Walikota, Rabu (8/6/2022)

“Ada hal-hal yang harus terintegrasi dengan program pembangunan lainnya. Maka harus dibicarakan lebih lanjut dengan instansi terkait,” ujar pejabat yang sangat peduli terhadap pembangunan infrastruktur untuk kepentingan rakyatnya.

Baca juga : Buka Kegiatan Penajaman Cascading, Walikota Ingatkan Tolok Ukur Pencapaian Target

Konsep yang ditawarkan pihak ketiga direspon Walikota namun disampaikan bahwa ada hal-hal substansial yang harus dibahas bersama instansi teknis berdasarkan program pembangunan yang sedang dilaksanakan di Kota Manado.

Sebelum memberikan respon, Walikota yang di dampingi Sekretaris Dinas PerhubunganJeffry Worang dan Kabag Umum Setda Noviyanti Mongkau, mendengarkan pemaparan pihak perusahaan/pihak ketiga yang menawarkan konsep parkiran di Kota Manado.

Baca juga : Peringatan Setahun Kepemimpinan AARS Diwarnai Ibadah dan Launching Batik Manado

Pihak ketiga menyampaikan beberapa contoh penerapan sistem dan aplikasi parkir ini di beberapa daerah di Indonesia yang sudah diterapkan seperti di Semarang, Batam, Makasar dan lain-lain. (lk)