Meimonews.com – Jika bepergian ke Kota Gorontalo dan sekitarnya atau ingin menikmati hiburan sesaat atau week-end, apa salahnyay bila mencoba mendatangi dan menginap di Grand City Hotel.

Hotel yang terletak di jalan Nani Wartabone No. 109 Kota Gorontalo ini memberikan layanan yang diyakini membuat yang datang atau menginap akan terus terpuaskan. Bahkan, akan balik lagi.

Betapa tidak, saat kedatangannya saja, petugas / karyawan hotel sudah menyapa dengan ramah dan memberikan pelayanan sesuai yang dibutuhkan.

Di bagian resepsion, kita tidak akan menunggu lama untuk mendapat pesanan kamar dan .langsung diantar ke kamar yang dituju. Barang-barang bawaanpun ikut diangkat.

Di hotel milik Elok Kurniawan ini memiliki sejumlah fasilitas. Kamar yang ada berjumlah 32 yang terdiri dari 14 superiors, 10 deluxe dan 8 suites.

Untuk superior, harga perkamarnya Rp. 220 ribu dengan fasilitas yang diberikan berupa shawer kamar mandi, AC, TV, TV kabel, air minum, telefon, pemanas air dan kulkas.

Untuk delux, harganya Rp. 330 ribu dengan fasilitas air panas untuk mandi, AC, TV, TV kabel, air minum, telefon, pemanas air dan kulkas.

Khusus untuk suite, harganya Rp. 412.500 dengan fasilitas air panas untuk mandi, AC, TV, TV kabel, air minum, telefon, pemanas air, kulkas serta snack.

“Disediakan extra bed seharga Rp. 100 ribu. Kami juga menyediakan makan pagi,” ujar Iin, salah satu karyawan hotel kepada Meimonews.con di kompleks hotel, Minggu (20/2/2022) pagi.

Di hotel ini tersedia fasilitas berupa welcome drink arrival, laundry serviced, hotel car, restaurant, meeting and conference facility.

Untuk paket pertemuan full board twin sharing 2 pax Rp. 650 ribu dengan fasilitas kamar, 2 kali coffee break, 1 kali makan siang, 1 kali makan malam termasuk ruang pertemuan. Untuk 1 pax Rp. 525 ribu dengan fasilitas sama seperti yang seharga Rp. 650 ribu.

Untuk paket sehari Rp. 160 ribu dengan fasilitas 2 kali coffee break, 1 kali makan siang dan 1 kali makan malam. Untuk setengah hari Rp. 85 ribu dengan fasilitas 2 kali coffee break dan 1 kali makan siang atau makan malam.

Untuk paket mini A Rp. 70 ribu dengan fasilitas 1 kali coffe break dan 1 kali makan siang. Untuk paket mini B Rp. 35 ribu dengan fasilitas 1 kali coffe break.

Disediakan pula catering box seharga Rp. 40 ribu (meal, water, fruit) dan snack box seharga Rp. 20 ribu (water, cakes).

Di hotel ini,.tersedia pula rental meeting room, only room rental Rp. 1 juta / 8 jam, minimum room rental Rp. 650 ribu / 3 jam.

Rate are inclusive standard room meeting equipment yakni in focus, screen, white board, board, masker, sound system, wireles.

Kapasitas ruang pertemuan maximum for theater style 80 orang, maximum for class room 50 orang, maximum for a shape class 40 orang.

“Room rental included government tax and serivice,” ujar Elok Kurniawan di satu kesempatan. (Lexie Kalesaran)

Meimonews.com – Kepemimpinan dan pengambilan keputusan sangat erat kaitannya. Sebab, dalam menjelaskan fungsinya sebagai pemimpin diharuskan mempu membuat keputusan dengan baik dan tepat.

Salah satu gaya kepemimpinan yang relevan dibahas dalam POF (Pekan Orientasi Fungsionaris) PMKRI Calon Cabang Gorontalo ini adalah kepemimpinan tim. Yaitu kepemimpinan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan tim yang kuat dan solid dalam mengemban berbagai tugas yang ada dalam organisasi.

Hal tersebut disampaikan Talulembang Sule, SH (Dewan Pertimbangan PMKRI Calon Cabang Gorontalo St. Yohanes Paulus II) ketika berbicara pada POF PMKRI Calon Cabang Gorontalo di sekretariat / margasiswa ormas tersebut, Minggu (20/2/2022).

POF PMKRI Calon Cabang Gorontalo yang diikuti belasan peserta termasuk DPC PMKRI Calon Cabang Gorontalo ini dilaksanakan Sabtu – Minggu (21-22/2/2022) dengan menampilkan sejumlah pembicara / narasumber termasuk Penasehat Rohani PMKRI Calon Cabang Gorontalo RD Ronny Singal yang adalah juga Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo.

“Kepemimpinan tim merupakan gaya kepemimpinan yang diterapkan pada kepengurusan PMKRI yang dikenal dengan istilah kepemimpinan yang kolektif / kolegial yaitu sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan,” ujar Sule.

Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Manado St. Thomas Aquinas ini menjelaskan, team work adalah sekelompok orang yang bekerja demi meraih sasaran / tujuan organisasi / kelompok. Mereka menikmati pekerjaan itu dan mampu meraih hasil terbaik berkualitas tinggi dari kerjasama mereka itu.

Ada 10 syarat team work,.menurutnya. Yaitu memiliki tujuan yang jelas, lingkungan kerja yang kondisif, gaya kepemimpinan yang terbuka, rasa memiliki yang tinggi, menghargai keunikan dari setiap anggota, mendorong kreativitas dan inovasi, mampu mengatasi konflik, menjalankan pola kepemimpinan partisipatif, membuat keputusan bersama-sama, tim terus memperbaiki diri dan bersama – sama.

“Kunci keberhasilan dari team work berada di tangan pemimpin,” tandas Sule yang membawakan materi berjudul Team Work, Empowerment dan Inovasi, yang dipandu Ketua Presidium PMKRI Gorontalo Jujur Marpaung.

Menurut Sule, ada tujuh proses / tahapan pengambilan keputusan yaitu pengenalan masalah, perumusan masalah, pencarian alternatif, pemilihan alternatif, pengambilan keputusan, evaluasi, dan solusi.

Berhubungan dengan empowerment, disebutkan, konsep empowerment (pemberdayaan) dikaitkan dengan adanya dua premise mayor yaitu ‘kegagalan’ dan ‘harapan.’

Kegagalan yang dimaksud adalah gagalnya model kepemimpinan dalam menanggulangi masalah manajemen organisasi sedangkan harapan muncul karena adanya alternatif – alternatif kepemimpinan yang memasukkan nilai – nilai kepemimpinan yang partisipatif.

Perilaku kepemimpinan partisipatif perlu dikembangkan organisasi PMKRI yakni pemimpin yang berkonsultasi dengan anggota (pengurus lainnya) dan menggunakan saran mereka sebelum mengambil suatu keputusan.

“Tujuan organisasi hanya dapat dicapai jika didukung oleh tim kerja yang baik. Metode untuk meningkatkan kinerja yaitu diskriminasi, pemberian harapan, pengembangan dan komunikasi,” ujar Sule.

Terkait dengan inovasi, dijelaskan, inovasi adalah alat bagi organisasi atau individua dalam menciptakan sumber daya baru untuk meningkatkan kinerja atau menghasilkan suatu produk baru.

Inovasi organisasi adalah sebuah adopsi gagasan atau perilaku baru dalam organisasi seperti produk atau jasa baru, teknologi baru, struktur dan sistem administrasi baru atau perencanaan dan program baru dalam organisasi. Inovasi membutuhkan proses dan waktu untuk mencapai tujuannya.

Kepemimpinan di PMKRI, ungkap Sule,.tidak boleh bersifat pasif. menunggu, reaktif tapi harus mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi dan secara aktif mengkaji dan mengembangkan inovasi dalam pengembangan manajemen, pola pengkaderan dan strategi perjuangan

“Hal tersebut agar PMKRI mampu menghasilkan kader – kader yang disegani, militan dalam membela kepentingan gereja, bangsa dan negara berdasar empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” jelas Kabagops BIN Gorontalo ini.

Keberhasilan mewujudkan visi masa depan pengkaderan PMKRI, menurutnya, sangat bergantung dari kepemimpinan ada di tubuh PMKRI. Oleh sebab itu, perlu tingkatkan tim kerja yang solid, kuat, inovatif dan berkinerja.

“Lakukan evaluasi dan perbaikan serta peningkatan kualitas dan kuantitas terhadap berbagai program di tiga bidang yakni kristianitas, intelektualitas dan fraternitas,” saran alumni Fakultas Hukum Unsrat Manado ini. (lk)

Meimonews.com – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) secara virtual Sabtu (19/2/2022), yang rencananya dilaksanakan pada akhir tahun 2021.

Rakernas dipimpin Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKK Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny Frangky Sompie, SH, MH di dampingi Ayub Yunus (Sekjen), Audy Wyuisang (Wakil Ketua III) dan Teddy Matheos (Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi Keanggotaan).

Rakernas mengusung tema Maesa-esaan dan Matombo-tombolan. Tema ini diejawantahkan dalam salah satu hasil krusial rakernas, yaitu rekonsiliasi atau penyatuan yang ditekankan oleh Sompie dalam sambutan di Rakernas V DPP KKK 2022.

Peserta Rakernas memberikan apresiasi atas kepemimpinan Ronny Sompie selama memimpin KKK khususnya satu tahun belakangan ini yang senantiasa mengupayakan rekonsiliasi dalam setiap program-program DPP KKK.

Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Dewan Pakasaan KKK banyak hadir dan memberikan masukan. Mereka antara lain Evert Ernest Mangindaan, Theo Sambuaga, H. Ali Demak, Desie Mamahit, Max Boseke, Jeffry Rawis, Bernie Tamara, Harry Sorongan, Welly Rawung, dan Pdt. Lisye Sumampouw.

Laporan kinerja DPP KKK masa bakti 2017-2022 yang juga meliputi kegiatan sepanjang tahun 2021 dipaparkan Sompie pada Rakernas ini.

Saat ini, KKK telah memiliki 16 DPD dengan 6 Koordinator Wilayah yang dirangkap oleh 6 Ketua DPD KKK sebagai Koordinator Wilayah dalam menjembatani informasi dan koordinasi dari DPP KKK kepada jajaran DPD dan DPC di seluruh Tanah Air.

Untuk DPC (Dewan Pimpinan Cabang) telah berjumlah 36 DPC dan 4 calon DPC KKK di bawah DPD KKK Kalimantan Tengah yang sedang menunggu untuk dilantik dan dikukuhkan oleh DPP KKK.

Salah satu keputusan dalam sidang komisi yang dipimpin Ketua Komisi Organisasi Teddy Matheos dan Sekretaris Steven Palit yang berhubungan dengan rekonsiliasi adalah pertama, meneruskan mandat kepada Ketum DPP KKK untuk melanjutkan proses Rekonsiliasi; kedua, mengupayakan terjadinya Deklarasi bersama menuju proses MPA; ketiga, Ketum DPP KKK dibantu secara teknis oleh tim khusus yang diketuai Ketua Departemen OKK. (lk)

Meimonews.com – Kolaborasi orqanisasi gereja yakni WKRI, Legio Maria dan Lansia serta didukung LC Paroki St. Antonius Padua Tataaran digelar Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) 2022, Sabtu (19/2/2022).

Kegiatan yang diadakan dalam rangka HOSS tersebut adalah pengobatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan darah dan mata, pemberian kacamata di kompleks gereja serta perayaan ekaristi di gereja yang dipimpin Pastor Dismas Salatia Pr (pastor paroki)

Pastor Dismas menegaskan, di masa Pandemi Covid-19 ini, masalah kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Tapi pihak Gereja juga harus terlihat untuk mengambil bagian dalam pelayanan khususnya di bidang kesehatan bagi masyarakat,” ujar Pastor Dismas.

Oleh karena itu, tambahnya, dalam peringatan Hari Orang Sakit se-Dunia kali ini dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum berupa pemeriksaan darah dan mata serta pembagian kacamata.

“Ini bukan saja hanya untuk umat Katolik setempat, melainkan bagi seluruh masyarakat,” ujar Pastor Dismas.

Kegiatan sosial ini mendapat respon positif dari warga yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Tak orang dari 140 orang baik umat maupun masyarakat Tataaran ikut dalam kegiatan ini,” ujar Ketua Legio Christi Paroki St. Antonius Padua Tataaran Ronny Boentoro kepada Meimonews.com di Tataaran, Senin (21/2/2022).

Disebutkan, warga yang datang dalam pemeriksaan kesehatan mengaku senang dengan adanya pengobatan gratis ini karena hal itu sangat membantu masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19. (lk)

Meimonews.com – Wakil Ketua DPRD Sulut Dr. Johanes Victor Mailangkay, SH, MH memberikan penegasan agar komunitas Advent harus berada di frontline (garis terdepan) dalam melawan sikap separatisme, radikalisme dan intoreran serta diskriminatif terhadap orang yang berbeda dlm agama, suku, ras dan berbeda golongan dengan kita.

“Caranya adalah dengan tumbuh kembangkan dan kedepankan sikap toleransi serta semakin mendalami dan mempraktekan dalam kehidupan bermasyakat, berbangsa dan bernegara berdsrkan Pancasila, UUD 1945 dlm wadah NKRI yang Bhineka Tunggal Ika,” ujar Mailangkay.

Hal tersebut disampaikan Mailangkay ketika berbicara pada kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (SWK) pada komunitas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) ‘Jemaat Maasing bertempat di gereja Adven Maasing, Jumat (18/2/2022).

Narasumber kegiatan, Dr. Merry Elisabeth Kalalo, SH, MH (Dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado) menekankan pada upaya untuk memahami dan menghayati sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang berhasil mengusir penjajah Belanda dan fasisme Jepang dari bumi Indonesia.

Selain itu, mengajak untuk memerangi sikap radikalisme, separatisme, intoleransi serta diskriminasi dengan semakin bukan saja mengetahui dan mengerti tetapi juga menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia yang termuat dalam Pancasila dan UUD 45 dalam wadah NKRI yang Bhineka Tunggal Ika.

Moderator sosialisasi adalah Drs. Max Silinaung, MSi (Dosen Universitas Klabat Airmadidi dan mantan birokrat senior Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. (lk)

Meimonews.com – Meninggalnya wartawan senior Times Indonesia Herry Djon Dumais akibat kecelakaan bersama istrinya di jalan raya Girian (Bitung), Jumat (18/2/2022) mendapat perhatian dari Wakil Ketua Umum (Waketum) GM FKPPI Pusat Ir. Ages Soerjanto.

Melalui Ketua GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI Polri) Sulut Dr. Johanes Victor Mailangkay, SH MH, Soerjanto memberikan bantuan dana sebagai bentuk kepedulian sosialnya.

Bantuan dana tersebut diserahkan Mailangkay kepada anak satu-satunya almarhum yakni Danny Dumais, mahasiswa semester 2 Fakultas Hukum Unsrat Manado.

Bantuan yang diberikan tersebut, jelas Mailangkay kepada Meimonews.com via telefon, Jumat (18/2/2022), memang tidak seberapa tapi merupakan bentuk empati dari pak Ir. Ages Soerjanto terhadap keluarga yang mengalami musibah, dalam hal ini kecelakaan yang mengakibatkan kematian.

Upacara pemakaman almarhum dilaksanakan di rumah duka, Perum Girian Indah, Sabtu (19/2/2022) jam 12.00 Wita. (lk)

Meimonews.com – Barisan Adat Masyarakat Sulawesi Utara (Barmas) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sulawesi Utara menegaskan siap mengawal sampai tuntas permasalahan tanah yang dihadapi masyarakat Kelurahan Tongkaina, Manado.

Sikap tersebut diambil organisasi adat tiga etnis masyarakat di Bumi Nyiur Melambai ini setelah mendengar langsung keluhan masyarakat setempat terhadap permasalahan yang dihadapi.

Dalam rilis kepada Meimonews.com, Selasa (15/2/2022), Barmas Sulut menyebutkan, adanya pihak yang ingin menguasai lahan milik warga masyarakat Kelurahan Tongkaina membuat mereka yang mendiami lahan tersebut kian tertekan.

Mereka kini terancam akan tersingkir dari lahan garapannya dan lebih parah lagi bahkan terancam kehilangan rumah tinggalnya, yang selama ini sudah didiami selama puluhan tahun atau turun-temurun.

Pasalnya, warga terus mempertahankan lahan milik mereka sejak tahun 1990 sampai saat ini, meski buku register tanah di kantor kelurahan telah hilang dan diketahui disimpan oleh seseorang yang saat ini justru berpihak kepada pengusaha yang berupaya menguasai tanah di Kelurahan Tongkaina.

“Kami sangat merasa ditekan dengan adanya seorang pengusaha yang berusaha mengambil alih tanah kami, bahkan tanaman kelapa pun dipanen oleh orang lain yang mengklaim kepemilikan lahan yang selama ini digarap dan di tempati selama puluhan tahun,” ungkap Sarlota, warga Kelurahan Tongkaina, saat bertemu dengan Pengurus Barmas Sulut.

Melihat masyarakat Tongkaina yang terus menerus diintimidasi oleh pihak korporasi, Barisan Masyarakat Adat Sulawesi Utara (Barmas) pun mengunjungi masyarakat adat di tiga etnis budaya di Sulut, tepatnya di Kelurahan Tongkaina dan menyerap aspirasi mereka.

“Barmas diberikan informasi oleh masyarakat terkait permasalahan ini dan ternyata sudah sangat lama masyarakat diintimidasi oleh pihak pengusaha yang menjanjikan pembangunan hotel berbintang 5 dan lapangan golf di Tongkaina,” ujar Defly.

“Intinya, tanah milik masyarakat adat di tiga etnis budaya di Sulawesi Utara ini, berusaha diambil paksa oleh pihak pengusaha,” ujar Defly seraya menyebut perusahaan tersebut (PT MTMWE).

Dengan melihat, menyimak kesaksian serta keluh kesah masyarakat adat di Kelurahan Tongkana, maka Barmas Sulut akan mengawal kepentingan masyarakat ini sampai benar-benar tuntas.

“Kami menyerap aspirasi, dan sudah melihat airmata 50 warga menetes meminta bantuan, pendampingan dalam mendapatkan keadilan, dan Barmas DPD Sulut akan berdiri di depan membela kepentingan masyarakat adat ini, serta akan melawan pihak-pihak yang mencoba melakukan intimidasi, serta merampas apa yang menjadi hak masyarakat,” tandas Defly.

Sebelumnya, sebut Defly, Barmas DPD Sulut sudah berkali-kali melakukan audiensi bersama seluruh penegak hukum di Sulut, dan salah satu yang disampaikan adalah memberantas mafia tanah.

“Kami sudah memiliki komitmen dengan aparat penegak hukum untuk memberantas mafia tanah di Sulut. Jadi, jangan coba-coba membodohi tanah rakyat, sebab saya akan lawan,” ujarnya.

Sekretaris DPD Barmas Sulut Fernando FX. Melo membenarkan di mana organisasi adat Barmas Sulut telah beberapa kali melakukan tatapmuka bersama penegak hukum dan membicarakan banyak hal termasuk permasaalahan tanah di Sulut.

“Kami sudah melakukan audiensi bersama TNI dan Polri serta Kejaksaan dan membicarakan banyak hal termasuk dengan banyaknya permasalahan tanah di Sulut,” jelasnya. (*)

Meimonews.com – Danau Tondano dengan alam sekitarnya sangat terkait satu sama lainnya. Kelestarian danau Tondano juga memerlukan dukungan dari kelestarian alam sekitarnya.

Selain berkaitan dengan lingkungan hidup dan danau Tondano sebagai sumber air bagi seluruh Tanah Minahasa yang dilaluinya sampai ke Kota Manado, ada sudut pandang lain yang perlu juga dicermati dari manfaat danau Tondano bagi pariwisata di Tanah Minahasa (Minahasa, Tomohon, Minsel, Mitra, Minut, Manado dan Bitung).

“Untuk itu, perlu masterplan atau grandstrategy pembangunan pariwisata danau Tondano ke depan sampai tahun 2045, Indonesia Emas,” ujar Irjen Pol. (Purn) Dr. Ronny F. Sompie dalam percakapan dengan Meimonews.com via telefon, Selasa (15/2/2022).

Untuk mendukung visi tersebut, sambung mantan Dirjen Imigrasi tersebut, diperlukan juga Perda Tata Ruang bagi kepentingan pembangunan pariwisata danau Tondano. Tata Ruang yang baik, akan menjadi pedoman bagi Pemda dalam mengendalikan dan mengatur para investor dan masyarakat pemilik hak atas tanah di sekitar danau Tondano.

Dikemukakan, akses publik untuk menjangkau pinggiran danau Tondano untuk menikmati keindahan alam di pinggir danau tersebut perlu disediakan dan tidak ditutup oleh kepentingan para pemilik hotel, restoran, rumah makan dan semua kegiatan di sekeliling danau Tondano.

“Kita bisa belajar dari Pemda Kabupaten Sangihe, ketika membangun boulevard di sepanjang pantai Kota Tahuna. Bibir pantai di sepanjang jalan Boulevard di Kota Tahuna tidak ditempati toko, resto dan hotel, sehingga publik bisa bebas menikmati keindahan pantai di Kota Tahuna,” saran Analis Keimigrasian Ahli Utara Kemenkumhan RI ini.

Pengalaman itu juga bisa kita belajar dari Pemda Kabupaten Badung dalam membangun pariwisata di Kuta dan Seminyak yang memberikan akses bagi publik untuk mengitari pantai Bali tanpa harus dipagari kepentingan hotel dan seluruh bangunan privat yang menggunakan lahan ke arah pantai Bali. Hal itu juga terjadi di sepanjang pantai Sanur Bali di wilayah Kota Denpasar.

Dengan demikian, sebut mantan Kapolda Bali tersebut. kalau kita mau mengitari pantai dari Sanur sampai Seminyak sangat mudah, baik dengan jalan kaki maupun naik sepeda bahkan naik sepeda motor.

Kalau mau benchmarking di luar negeri, kita bisa belajar dari Pemerintah Singapore dalam menata ruang bagi publik di Pulau Sentosa. Akses publik untuk turun ke pantainya tidak tertutup oleh kepentingan investasi di sana yang membangun hotel, resto dan kegiatan usaha lainnya.

“Hal itu juga yang dibangun oleh Pemerintah Malaysia dan Philipina dalam membangun pariwisata di pinggiran sungai dan pantainya,” sebut Ketua KKK Indonesia kelahiran Surabaya, 17 September 1961 ini.

Kita bisa belajar banyak dari negara tetangga kita terdekat soal membangun pariwisata di pinggiran danau, laut dan sungai.

“Artinya, sungai mulai dari muara danau Tondano sampai ke Kota Manado juga perlu diatur dengan Tata Ruang Daerah yang bisa dijadikan pedoman bagi para investor dan setiap rakyat,” ujar Sompie yang menjadi Kepala Devisi Humas Mabes Polri tahun 2013 – 2015.

Ini, ungkapnya, sedikit pandangannya untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran bagi Pemda setempat dan masyarakat di sekitar danau Tondano tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan dan menggunakan danau Tondano untuk kepentingan (destinasi) pariwisata ke depan sampai tahun 2045, Indonesia Emas. (lk)

Meimonews.com– Menghormati jasa para pahlawan khususnya dalam perjuangan 14 Februari 1946, Ketua Dewan Penasehat GPPMP Irien Pol. (Purn) Dr. Ronny F. Sompie dan Pengurus GPPMP mengadakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Kalibata, Senin (14/2/2022).

“Kehadiran saya sebagai salah satu wakil Ketua Dewan Penasehat GPPMP bersama-sama pimpinan rombongan Bapak Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) yang juga Ketua GPPMP dan beberapa pimpinan GPPMP lainnya untuk memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan khususnya dalam perjuangan 14 Februari 1946 di TMP Kalibata,” ujar Sompie.

Kepada Meimonews.com via WhasApp, usai ziarah, Sompie menjelaskan, setiap tahun melaksanakan ziarah dan tabur bunga di TMP Kalibata ini untuk memberikan penghormatan dan meneruskan semangat juang merah putih bagi generasi penerus yang bisa meneladani para pahlawan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan di tahun 1946 yang lalu.

Kedatangan mereka di TMP Kalibata tidak memandang latar belakang etnis agama, suku dan sebagainya karena kita Satu yaitu Indonesia.

Pihaknya juga melaksanakan kegiatan ini di seluruh provinsi termasuk di Sulawesi Utara. Kita menunjukkan bagaimana upaya untuk terus membangun persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Sompie berharap agar seluruh pengurus dan juga anggota GPPMP tentunya terus menyuarakan suara tentang bagaimana kita merawat Bhinneka Tunggal Ika secara mengejawantahkan dan membumi di masyarakat.

“Agar kita terus membangun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang kuat perekonomiannya, kesejahteraannya yang kuat rasa persatuan dan kesatuannya, tidak terpengaruh atau tidak tergoyahkan oleh upaya-upaya memecah belah,” ujar mantan Dirjen Imigrasi ini. (lk)