Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rountable Meeting dengan tema Membangun Koalisi untuk Transisi Net Zero di Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif program PAIR (Partnerships for Australia-Indonesia Research) yang bertujuan untuk menggalang kerjasama lintassektor dalam mencapai target emisi nol bersih atau Net Zero di wilayah Sulawesi Utara.

Berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari pemerintah provinsi, akademisi, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah hadir pada kegiatan yang diadakan di Ruang Rapat Kantor Pusat Unsrat Manado, Rabu (6/8/2025) ini.

Rountable Meeting yang turut dihadiriWakil Gubernur Sulut Johanis Victor Mailangkay ini diharapkan dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk membentuk sebuah Koalisi Net Zero Sulawesi Utara yang solid.

Rektor Unsrat Oktoviab Berty Alexander Sompie dalam sambutan yang dibacakan Wakil Rektor 1 Unsrat Arthur G. Pinaria menjelaskan, dalam forum ini akan dibahaa agenda besar membangun koalisi menuju transisi energi net zero di Sulut.

Semua tahu bahwa perubahan iklim adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Damaknya sudah dirasakan yakni cuaca ekstrim, kenaikan nuka air laut, dan kerentanan daerah pesisir yang semakin meningjat.

“indonesia telah menegaskan target net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepatcepat. Ini bukan tugas mudah. Butuh jerha keras lintas sektor dan lintas generas,” tegasnys.

Sulawesi Utara, menurut Rektor, meniliki peluang emas. Kita memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa yakni energi surya di pesisir, enerpi angin di kepulauan, bioenergi dari limbah pertanian, hingga mikrohidro di pegunungan. Semua ini adalah modal besar untuk membangun masa depan rendah karbon yang sesuai konteks lokal.

“Universitas Sam Ratulangi siap berada di garis depan. Kami melakukan riset strategisstrategis, khususnya pada transisi energi di fasilitas kesehatan, yang tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga meningkatkan layanan kesehatan di daerah terpencil yang rentan terhadap dampak iklim,” ujar Pinaria membacakan sambutan Rektor. (FA)

Meimonews.com – Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (RI) Pujiyono Suwandi menegaskan, untuk pemberantasan korupsi ke depan, mustahil kalau tanpa perlawanan.

“Maka kita butuh pemberantasan dari aparat-aparat yang tangguh dan berintegritas,” ujar Pujiyono kepada wartawan, usai membawakan materi pada Seminar Nasional Rancangan UU KUHAP dan Penegakan Hukum di Indonesia, Rabu (6/8/2025).

Seminar yang diselenggarakan Universitas Negeri Manado (Unima) pimpinan Rektor Joseph Philip Kambey bekerjasama dengan Komisi Kejaksanaan RI di Gedung Training Center Kampus Unima, Tondano ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya Pujiyono.

Upaya yang dilakukan aparat-aparat kejaksaan hari-hari ini cukup diapresiasi tapi perlu lagi ditingkatkan profesionalisme dan integritasnya.

Pujiyono mengapresiasi pelaksanaan seninar nasional yang diselenggarakan Univeritas Negeri Manado (Unima) bekerjasama dengan Komisi Kejaksaan RI (yang melibatkan banyak pihak terkait dan lingkungan Unima).

“Masukkan-masukkan konstruktif yang dikanalisasi lewat perguruan tinggi bisa memberikan masukkan yang konstruktif bagi perbaikan KUHAP berikut,” ujarnya di dampingi, antara lain Ketua Panitia Seminar Donal Matheos Ratu (Wakil Rektor 2 Unima), Wakil Rektor 1 Unima Mister Gideon Maru dan Kajati Sulut Andi Muhammad Taufik dan staf. (FA)

Meimonews.com – Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Joseph Philip Kambey menegaskan, universitas sebagai institusi akademik memiliki peran strategis dalam memberikan kritik, masukkan, dan kajian ilmiah terhadap arah reformasi hukum yang sedang berlangsung.

“Oleh karena itu, saya menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini sebagai bentuk nyata kontribusi civitas akademika bersama instansi terkait terhadap pembangunan hukum di Indonesia,” ujarnya ketika memberikan sambutan pada Seminar Nasional yang diadakan di Gedung Training Center Kampus Unima, Tondano, Rabu (6/8/2025).

Seminar Nasional yang merupakan bentuk kerjasama Unima dengan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (RI) ini mengusung tema Rancang Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia.

Rektor berharap seminar ini tidak hanya menjadi ruang tukar gagasan akademik tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata berupa usulan-usulan yang relevan bagi pengambil kebijaksanaan dan aparat hukum.

Lebih dari itu, sambungnya, seminar ini diharapkan turut berperan dalam meningkatkan literasi hukum di kalangan mahasiswa serta masyarakat luas.

Rektot Unima Joseph Philip Kambey saat memberikan sambutan

“Saya yakin, melalui diskusi dan pemaparan dari para narasumber, kita akan mendapat perspektif yang luas dan kritis mengenai substansi RUU KUHAP serta implikasinya terhadap masa depan penegakan hukum di Indonesia,” tandas mantan Plt. Wakil Rektor 3 Unima dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini.

Di akhir sambutan, Rektor atas nama civitas akademika Unima menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya untuk Ketua Komisi Kejaksaan RI dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut atas inisiasi kerjasama dengan Unima dan pihak Unima siap mendukung langkah selanjutnya, membangun kolaborasi yang berdampak.

Kajati Sulut Andi Muhammad Taufik sedang memberikan sambutan

Rektor berharap tujuan seminar ini bisa tercapai dan memberikan manfaat sebesar- besarnya bagi perkembangan ilmu hukum dan penegakan keadilan di Indonesia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muhammad Taufik dalam sambutannya mengungkapkan, tantangan penegakan hukum Indonesia ke depan tentunya tidak mudah.

Ketua Panitia Donal Matheos Ratu (Wakil Rektor 2 Unima) di dampingi Wakil Rektor 1 Unima Mister Gidion Maru memberikan cenderamata kepada Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwandi

Faktor-faktor pemicu meningkatnya tren kejahatan di semua sektor membutuhkan imstrumen hukum yang kuat dan tangguh, sejalan dengan perkembangan negara Indonesia yang dibanggakan.

“Dan, tentunya, untuk mencapai semua inj, dibutuhkan kesiapan kita semua untuk menyambut peneraan hukum-hukum yang baru di tahun 2026 yang akan datang,” ujarnya.

Kajati berharap kepada peserta seminar agar antusias ikutserta untuk memberikan masukkan-masukkan yang positif dan membangun demi tercapainya keadilan, kepastian dan kemanfaatan sehingga tujuan hukum untuk menciptakan masyarakat yang adil, aman, sejahtera dan tertib dapat tercapai.

Para narasumber seminar yang dimoderatori Henry Noch Lumenta

Ketua Pantia Donal Matheos Ratu melaporkan bahwa peserta seminar berjumlah sekitar 250 orang yang mengikuti secara langsung dan ratusan yang mengikuti secara daring melalui zoom dan Kanal YouTube Unima.

Para peserta baik dari lingkungan Unima maupun pihak terkait seperti perwakilan perguruan negeri maupun swasta, Kajari se-Sulut, Kanwil Dirjen Pemasyarakatan Sulut, Kepala Lapas/Rutan, Ketua Peradi Sulut, Ketua LPSK Sulut, para jaksa dan hakim, serta PPNS Kanwil Bea dan Cukai.

Dari lingkungan Unima terdiri dari Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua dan Sekretaris SPI, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala UPA, Direktur dan Sekretaris BLU, Koordinator PPG, Kepala Klinik.

Selain itu, Mahasiswa Prodi S2 Hukum Pascasarjana, Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Mahasiswa Prodi Administrasi Negara, Mahasiswa Prodi PPKN, serta BEM Universitas dan Fakultas.

Seminar yang dimoderatori Henry Noch Lumenta ini menghadirkan 3 narasumber yakni Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwandi, Guru Besar FISH Unima Adensi Timomor, dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno.

Pujiyono membawakan materi Penyelarasan KUHAP dan KUHP 2023, Tumimomor tentang Prinsip Filosofis Hukum Acara Pidana dan Penegakan Hukum semantara Sutikno tentang RUU KUHAP dan Penegakan Hukum di Indonesia. (FA)

Meimonews.com – Bentuk kerjasama dengan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (RI), Universitas Negeri Manado (Unima) akan menggelar Seminar Nasional.

Seminar bertemakan Rancangan Undang-Undang KUHAP dan Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia ini akan diadakan di Gedung Training Center Unima, Tondano, Rabu (6/8/2025).

Untuk itu, Rektor Unima Joseph Philep Kambey telah mengeluarkan surat undangan kepada peserta seminar.

Sekretaris Rektor Unima Marcia Imelda Watulingas kepada Meimonews.com, Selasa (5/8/2025) menjelaskan, ada enam belas unsur yang akan menjadi peserta dari lingkungan Unima.

Mereka adalah Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat, Ketua dan Sekretaris SPI, Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Lembaga, Kepala Biro, Kepala UPA, Direktur dan Sekretaris BLU, Koordinator PPG, Kepala Klinik.

Selain itu, Mahasiswa Prodi S2 Hukum Pascasarjana, Dosen dan Mahasiswa Prodi S1 Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Mahasiswa Prodi Administrasi Negara, Mahasiswa Prodi PPKN, serta BEM Universitas dan Fakultas.

Pihak terkait termasuk dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Sulawesi Utara akan juga diundang untuk menjadi peserta seminar sehari ini,

Untuk materi seminar, tambahnya, ada tiga materi yang akan dibahas pada seminar nasional yang diawali laporan Ketua Panitia Matheos Donal Ratu (Wakil Rektor 2 Unima), Sambutan Rektor dan sambutan Kajati Sulut Andi Muhammad Taufik.

Ketiga pemateri adalah Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwandi, Guru Besar FISH Unima Adensi Timomor, dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno. (FA)

Meimonews.com – Paroki St. Kristoforus Gorontalo kini memiliki pimpinan (pastor paroki) baru, yang sebelumnya dijabat Pastor Ronny Marcelino Sinyal Pr, saat ini dijabat Pastor Cladius Berty Rumondor Pr.

Acara serahterima jabatan Pastor Paroki tersebut dilaksanakan pada misa di Aula SMP Santa Maria dan dilanjutkan dengan syukuran, Minggu (3/8/2025).

Misa dipimpin Pastor Ronny di dampingi Ketua Pusat Pastoral Keuskupan Manado (Puspa Kusuma) Pastor Frangki Runtu Pr dan Pastor Berty.

Ratusan umat paroki setempat dan sebagian umat dari Paroki St. Fransiskus Xaverius Mokupa (paroki yang sebelumnya dipimpin Pastor Berty) dan sejumlah undangan lainnya hadir pada misa dan syukuran ini.

Pastor Ronny telah berkarya/melayani sebagai Pastor Paroki St. Kristoforus Gorontalo selama 5 tahun 8 bulan. Saat ini, Pastor Ronny akan bertugas di Paroki St. Paulus Tompaso Baru. (FK/elka)

Meimonews.com – Keuskupan Manado yang wilayah pelayanannya tersebar di tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, kini memiliki satu paroki baru yakni Paroki St. Thomas Aquino Sea.

Paroki baru ini merupakan pemekaran dari Paroki St. Petrus Rasul Warembungan dan merupakan paroki ke-77 di Keuskupan Manado.

Peresmian Paroki Sea dilakukan dalam perayaan ekaristi/misa di gereja dan dilanjutkan dengan acara syukuran di bangsal halaman depan gereja, Minggu (3/8/2025).

Penyerahan berkas termasuk SK pendirian paroki dan pengangkatan pastor paroki dari Uskup Manado kepada Pastor Hermas Asumbi

Misa dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC di dampingi Prokur/Ekonom Keuskupan Manado Pastor Yansen Dianomo Pr, Pastor Paroki Warembungan Alfianus Windy Tangkuman Pr dan Pastor Paroki St. Thomas Aquino Hermas Asumbi MSC serta Frater Diakon Michael Kewo Pr.

Ratusan umat dan sejumlah undangan hadir pada peresmian paroki ini berdasarkan surat keputusan (SK) Uskup Manado no. 59/U/SK/VII/2025 tertanggal 30 Juli 2025.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC saat memberikan sambutan pada acara syukuran di bangsal depan gereja paroki

Paroki baru ini memiliki 2 Stasi yakni St. Klemens Wenwin dengan 5 wilayah rohani dan Stasi Caritas Christi CHT dengan 3 wilayah rohani serta Pusat Paroki dengan 11 wilayah rohani.

Umat wilayah paroki baru ini tersebar di sejumlah perumahan di antaranya Wenwin, CHT, Wamaru, Trimitra ,Lestari 1,2,3,4, dan 5, Permata Asri, Bukit Indah, Bangun Griya, Bumi Permai, Parum Warembungan dan Desa Sea.

Pastor Paroki St. Thomas Aquino Pastor Hermas Asumsi saat memberikan sambutan

Untuk Pastor Paroki, Uskup Manado lewat SK No. 60/U/SK/VII/2025 tertanggal 30 Juli 2025 telah menunjuk dan mengangkar Pastor Hermas Asumbi MSC sebagai Pastor Paroki St. Aquino Sea.

Sebelum terbentuknya Dewan Paroki, Pastor Hermas di dampingi Koordinator Bidang (Korbit) 1-5 yakni Henny Purasa, Hardi Sanggel, Johanis Wowor, Ronny Binioli dan Jacob Rotty.

Korbid 1 Henny Purasa ketika menyampaikan ucapan terima kasih

Pastor Tangkuman berterima kasih karena setelah melalui proses panjang tiga stasi di Sea yang sebelumnya masuk dalam wilayah Paroki Warembungan, bisa menjadi paroki baru dengan nama Paroki St. Thomas Aquino Sea. “Ini merupakan penyelenggaraan Tuhan,” ujarnya.

Peresmian paroki ini, menurutnya, bisa terjadi karena peran banyak pihak terutama umat setempat dan pastor serta lainnya. Apa yang diharapkan sudah terallisasi, sudah menjadi paroki.

Perayaan ekaristi/misa di gereja

Pastor Asumbi dalam sambutannya menegaskan ketaatannya kepada Uskup Manado karena ia telah ditunjuk dan diangkat untuk memimpin/melayani di paroki ini sebagai pastor paroki.

“Saya taat kepada uskup. Oleh karenanya saya menerima penugasan sebagai pastor di paroki ini selama 3 tahun masa jabatan,” ujarnya seraya menambahkan siap diganti, walau belum genap 3 tahun bila diperlukan Uskup.

Diungkapkan, ia pernah ke tempatnya St. Thomas Aquino, yang memang memiliki kecerdasan luar biasa sehingga disebut Doktor Angelicus (doktor yang banyak tahu tentang Tuhan).

Pastor yang pernah bertugas di Jepang ini berharap teladan dari St. Thomas Aquino dapat dipedomani di paroki ini.

Ratusan umat dan sejumlah undangan dalam acara syukuran di bangsal depan gereja

Uskup Manado dalam sambutannya menyebut persiapan pendirian paroki yang umatnya, sebelum ini masuk dalam Paroki Warembungan, telah matang. Itulah sebabnya, Keuskupan Manado meresmikan pendiriannya sebagai paroki baru.

Paroki St. Thomas Aquino Sea ini, menurut mantan Provinsial MSC Indonesia ini, bisa diresmikan karena adanya dukungan banyak pihak terutama umat, pastor dan lainnya.

“Mari tidak hanya dengan ucapan selamat tapi menghadap ke depan. Kiranya kebersamaan pusat paroki dan dua stasi terus dimantapkan,” ujar uskup kelahiran Lembean, Minahasa Utara ini.

Hukum Tua Desa Sea Beatrix Tamuntuan saat memberikan sambutan

Uskup mengingatkan untuk terus memantapkan sebagai persekutuan, berjalan bersama agar mujizat itu terus nyata dalam kehidupan setiap hari.

Persekutuan, menurut Uskup, itu dibangun mulai dari keluarga, wilayah rohani, paroki, keuskupan hingga gereja universal, “Terus bakudukung karena hal itu sangat baik dan bangunlah kerjasama di paroki ini,” ajak Uskup,

Salah satu umat wilayah rohani Paroki St. Thomas Aquino foto bersama Uskup, Pastor Paroki dan Pastor Paroki Warembungan di acara syukuran

Senada dengan Pastor Asumbi, Uskup menguraikan tentang kehebatan St. Thomas Aquino. Oleh karena, Uskup mengajak agar hendaknya umat di paroki ini menjadikan teladan St. Thomas Aquino jadi pegangan/pedoman dalam pelayanan di paroki ini.

Ditegaskan untuk siap-siap berjalan sesuai arah dasar rencana strategis (renstra) sesuai dengan tuntunan Tuhan dalam pelayanan,

Turut memberikan sambutan pada acara syukuran yang turut dihadiri mantan pastor yang pernah melayani di Stasi yang kini jadi paroki seperti Pastor Hanny Mentang Pr, Superior Daerah MSC Sulkaltim Kornelius Kilu Keban, sejumlah pastor lainnya termasuk Vikep Tombulu Berje Karundeng Pr adalah Hukum Tua Desa Sea Beatrix Tamuntuan.

Sebelum makan bersama, Korbid 1 menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, baik umat setempat termasuk bapak-bapak yang telah mempersiapkan acara peresmian ini serta kepada umat, donator, pastor, Keuskuan Manado dan lainnya sehingga Paroki St. Thomas Aquino bisa berdiri dan diresmikan. (elka)

Meimonews – Menjelang peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang terletak di Desa Sea 1 Kabupaten Minahasa oleh Presiden RI Prabowo Subianto pertengahan Agustus 2025, Staf Khusus (Stafsus) Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) Tjitjik Srie Tjahjandarie memimpin Rapat Koordinasi (Rakor).

Mendampingi Tjitjik pada Rakor yang diadakan di Gedung Rektorat Unsrat Manado, Jumat (1/8/2025) dan dihadiri pimpinan Unsrat fan instansi terkait adalah Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.

Berbagai hal menyangkut persiapan peresmian AMN termasuk hal-hal yang ditemui saat Tjitjik tim dan di dampingi Rektor Unsrat dan pimpinan Unsrat lainnya dibicarakan dalam Rakor tersebut.

Tjitjik mengungkapkan, tadi pagi saya sudah mendapat laporan dari pimpinan Unsrat yang saya lihat sudah lengkap. “Ini merupakan langkah-langkah yang harus disiapkan karena target kita tanggal 10 Agustus, seluruh persiapan peresmian AMN sudah harus beres,” ujarnya.

Itulah sebabnya, sambungnya, kita punya beberapa hari untuk membereskan hal-hal yang tuntas sampai ada tanggal 10 Agustus.

Saat viisitas lapangan, Kamis (31)7)3025), Tjitjik melihat ada beberapa hal yang harus dibagi tugas.

Dikemukakan, kalau terkait perbaikan, perawatan yang ada di AMN, kita sudah koordinasikan dengan PUPR, dan PUPR telah berjanji bahwa untuk pembersihan lingkungan sekitar dan perbaikan gedung itu sudah beres pada tanggal 10 (Agustus).

Rektor, sebutnya, sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sebenarnya, yang punya gawe ini adalah Gubernur. “Tapi, alhamdullilah, Unsrat dimasukkan di dalam agenda kunjungan AMN. Ini suatu berkat untuk Unsrat dan Kementerian kita (Kemendiktisaintek),” ujarnya.

Ditambahkan, Rektor Unsrat akan mengurus eksternal, koordinasi dengan Pemprov, Polda dan lain-lain termasuk dengan fasilitas-fasilitas eksternal termasuk jalan dan persiapannya.

Rektor dan Asisten 1, menurutnya, telah ditunjuk menjadi PIC. Tugas kita (Kemendiktisaintek termasuk Unsrat) urusan internal yakni terkait dengan penyelenggaraan AMN ini.

Ditegaskan, ada beberapa hal yang harus disingkronkan terutama terkait dengan sistem akademik seperti aksesibilitas. Termasuk juga sistem perpustakaan. Di situ khan ada komputer. Di ruang perpustakaan perlu ada 1-2 komputer yang aplikasinya konek dengan Unsrat yang sudah online. Sehingga adik-adik mahasiswa punya akses sumber pembelajaran dengan Unsrat

Disinggung juga perlunya akses ruang kesehatan. Nantinya, Fakultas Kedokteran kita memohon bantuan pinjaman sementara alat-alat kesehatan yang diperlukan untuk pelayanan kesehatan dasar seperti tensi dan yang berhubungan dengan pertolongan pertama.

Diharapkan dengan kehadiran Presiden semua fasilitas putra dan putri yang ada dinAsrama Mahasiswa Nusantara sudah lengkap dan masing-masing putra dan putri sudah menempati tempatnya masing-masing. (FA)

Meimonews.com – Staf Khusus (Stafsus) Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI) Tjitjik Sri Tjahjandarie mengadakan pertemuan dengan Rektor Unsrat Okyovian Berty Alexander Sompie, Kamis (31/7/2025).

Memdampingi Rektor dalam pertemuan diadakan di Kantor Rektorat Unsrat ini, antara lain para Wakil Rektor dan Ketua Senat Unsrat Manado.

Beberapa hal terkait keberadaan Unsrat disampaikan Rektor kepada Stafsus Kemendiktisaintek RI.

Usai pertemuan tersebut, Rektor mendampingi Stafsus tersebut untuk berkunjung ke Asrama Mahasiswa Nusantara, Manado.

Stafsus Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kemendiktisaintek RI Tjitjik Sri Tjahjandarie di dampingi Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie saat melakukan pengecekan di Asrama Mahasiswa Nusantara

 

Di Asrama mahasiswa Nusantara ini, Stafsus tersebut melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi yang ada.

Sarana dan prasarana yang ada dicek langsung sambil berdiskusi dengan pimpinan Unsrat Manado. (FA)

Meimonews.com – Minggu (27/7/2025) waktu Indonesia, selisih 6 jam dengan Roma, Italia (Roma lebih cepat dari wilayah Indonesia Bagian Barat) seluruh umat Katolik di dunia memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia V di Minggu Biasa XVII.

Berkenaan dengan momen tersebut, Paus Leo XIV (Peminpin Gereja Katolik Sedunia) memberikan renungan “Pengharapan : Tuntunan pada Sukacita,” mengacu pada Kitab Kejadian 18:20-33, Kolose 2:12-14 dan injil Lukas 11:1-13).

Sebagian (poin-poin penting) atau seluruh renungan itu dibacakan/disampaikan Pastor/Pemimpin Misa di gereja setempat.

Di awal renungannya, Paus Leo XIV mengungkapkan, dalam perayaan ini mendiang Paus Fransiskus telah memilih tema Berbahagialah yang tidak kehilangan harapannya (Sir. 14:2).

Para kakek nenek dan lansia Paroki St. Fransisius Xaverius Pineleng foto bersama usai misa memperingati Hari Kakek Nenek dan Lansia V yang dipimpin Pastor Anis Salaki MSC

Pengharapan selalu menuntun kita pada sukacita dan kasih. Paus Fransiskus saat terakhir dirawat di RS menulis bahwa meskipun kondisi fisik kita lemah, tak ada yang dapat menghalangi kita untuk mengasihi, berdoa, memberi diri dan menjadi berkat bagi yang lain.

Menjadi lansia (lanjut usia) merupakan sebuah ritme alami yang akan dihadapi oleh semua orang. Karena itu kita diajak untuk tidak membiarkan para lansia kesepian dan kehilangan harapan. Kehadiran para lansia mengajak kita untuk merenungkan bahwa Tuhan kita setia dari masa ke masa.

Paus Leo XIV, dalam pesannya, mengajak kita untuk melihat pengalaman beberapa tokoh penting dalam KS, antara lain : Abraham dan Sara, Zakharia dan Elisabet, yang merasa kehilangan harapan akan masa depan karena tidak memiliki anak.

Kedua pasangan ini kemudian secara ajaib Tuhan tunjukan bahwa Dia setia pada janji-Nya dan mendengarkan jeritan hati semua orang yang berharap kepada-Nya. Mereka pun akhirnya dianugerahi buah hati.

Tokoh berikut adalah Musa. Musa dipanggil Tuhan pada saat dia sudah berusia 80 thn. Musa pun seakan kehilangan harapan karena sudah tua. Namun sekali lagi Tuhan menunjukkan bagaimana tangan-Nya yang perkasa memberi harapan pada Musa untuk berani mengambil keputusan membawa keluarga bangsa Israel keluar dari penderitaan di Mesir.

Akhirnya, harapan itu diteguhkan Yesus pada hari ini dengan mengajak kita untuk tidak malu meminta kepada Allah, Bapa kita. “Mintalah, maka kamu akan diberi,” kata Yesus. Yesus mengajarkan kita untuk tetap percaya dan berharap bahwa Bapa akan memberi yang terbaik bagi kita.

Paus Leo XIV mengajak, narilah kita menunjukkan cinta kita pada mereka yang telah lanjut usia, sebab dalam diri para lansia kita melihat tanda pengharapan bahwa Tuhan adalah kekuatan kita. Rasul Paulus, mengatakan, “Jika aku lemah maka aku kuat,” (2Kor. 12:10) karena Tuhan.(*)

Meimonews.com — Universitas Negeri Manado (Unima) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) pendirian Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian.

Bimtek yang dipimpin Inspektur Jenderal Kemdiktiristek RI Chatarina Mulyana dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi ini diadakan di Artotel Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Mewakili Unima, hadir Rektor Joseph Philip Kammbey, Wakil Rektor Bidang Akademik Mister Gideon Maru, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Donal Matheos Ratu.

Selain itu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Kedokteran Angelheart Joy Maynard Ratu, Ketua Tim Pembukaan Fakultas Pertanian/Dekan FMIPA-K, Mokosuli Yermia, bersama tim persiapan pembukaan kedua fakultas tersebut.

Dalam forum ini, Unima memaparkan kesiapan institusional dalam mendirikan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian, yang mencakup aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan dukungan kelembagaan.

Paparan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan pendampingan dalam rangka memastikan kualitas dan kesiapan penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang kesehatan dan pertanian. (*/FA)