Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di halaman kantor pusat Unima, Tondano, Minggu (17/8/2025).
Dalam upacara yang diikuti pimpinan dan staf, ASN/PPPK/THL dan perwakilan mahasiswa ini beberapa dosen dan pegawai diserahkan Satyalencana sebagai bentuk apresiasi/penghargaab atas pengabdian/dedikasi mereka.
Upacara yang diwarnai pakaian adat nusantara oleh peserta upacara ini dipimpin Wakil Rektor 2 Unima Ronal Matheos Ratu mewakili Rektor Unima Philip Joseph Kambey (yang menghadiri upacara sejenis yang diselenggarakan Pemprov Sulut di Kantor Gubernur, Jln. 17 Agustus Manado).
Dalam sambutannya, Warek (Wakil Rektor) 2 mengungkapkan hal-hal penting yang dilakukan Rektor terkait kemajuan Unima.
Rektor, menurut Ratu, dalam diam banyak memperbaiki sistem tatakelola di Universitas Negeri Manado yakni tatakelola di bidang akademik, keuangan dan perencanaan dan kemahasiswaan.
Sehingga tatakelola keuangan di Unima berjalan dengan baik dapat membayar gaji, tunjangan serdos, guru besar dan tukin dapat dibayar tepat waktu.
Yang terakhir, sebutnya, berkat lobi Rektor, Unima dapat penugasan pembukaan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian. (FA)
Meimonews.com – Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Oktovian Alexander Sompie mengajak civitas akademika Unsrat menjadikan momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini sebagai ajang refleksi.
Refleksi tentang “sejauh mana kontribuai kita bagi bangsa ini, dan sejauh mana kita mewarisi semangat juang para pahlawan,” ujar Rektor ketika memberikan sambutan pada Upacara Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Unsrat Manado, Minggu (17/8/2025).
Upacara yang dipimpin Rektor ini antara lain diikuti Wakil-wakil Rektor, pimpinan lembaga Unsrat, pimpinan fakultas se-Unsrat, aparat sipil negara dan tenaga harian lepas Unsrat, serta perwakian mahasiswa Unsrat.
“Universitas Sam Ratulanfi berkomitmen untuk terus bereran aktif dalam mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera dan bangsanya maju,” tandas Rektor.
Hal yang disebutkan Rektor sejalan dengan tema peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini yakni Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju.
Tema ini, menurut Rejtir, mengingatkan kita semua bahwa bersatu adalah kunci kekuatan bangsa. Tanpa persatuan, bangsa kita mudah terpecah; Berdaulat berarti bangsa ini harus berdiri di atas kaki sendiri, memiliki kemandirian dalam ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi dan budaya.
Selain itu, rakyat sejahterah adalah tujuan utama pembangunan, menghadirkan keadilan sosial dan kualitas hidup yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia; Indonesia maju adalah cita-cita yang harus kita wujudkan melalui kerja keras, inovasi dan kolabirasi.
Dikemukakan, hari ini, delapan puluh tahun yang lalu, para pendiri bangsa dengan kebetanian, tekad dan pengorbanan yang luar biasa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Perjuangan panjang itu, menurut Rektor, bukanlah hal mudah. Darah, air mata dan pengorbanan jiwa dan raga telah menjadi harga yang harus dibayar untuk meraih kemerdekaan. Maka, setiap kita berdiri di sini, hari ini adalah wujud syukur dan penghormatan kepada pahlawan bangsa.
Sebagai bagian dari perguruan tinggi negeri di bawan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Universitas Sam Ratulangi memiliki peran strategis dalam memgisi kemerdekaan.
“Tugas kita bukan lagi mengangkat senjata melainkan berjuang melalui ilmu pengetahuan, riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Disebutkan, kita dituntut untuk pertama, menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan,teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mampu menjawab tantangan global. Kedua, mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter dan berintegritas, yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa di berbagai bidang.
Ketiga, membangun kolaborasi, inovasi baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional demi terwujudnya kemandirian bangsa. Keempat, berperan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional khususnya di Sulawesi Utara dengan tetap berlandaskan pada nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan.
“Begitu juga bagi adik-adik mahasiswa yang saya banggakan, kalian adalah gereasi penerus, generasi emas Indonesia. Ingatkah bahwa perjuangan di era sekarang, menuntut kalisn untuk mempelajari ilmu dengan sungguh-sungguh, mwnguasai teknologi, berpikir kritis serta berani berinovasi,” ujar Rektor.
Tetapi lebih dari itu, sambung Rektor, kalian harus tetap menjunjung tinggi nilai moral, etika.dan kebangsaan. Karena Indonesia maju hanya bisa dicapai dengan generasi muda yang bukan hanya pintar tapi juga berintegritas.
Rektor berterima kasih kepada para mahasiswa sebagai anggota pengibar bendera yang di dampingi oleh Mennwa Unsrat.
Disampaikan pula pada bahwa pada momen peringatan HUT Kemerdekaan RI Tahun ini Presiden memberikan pengjargaan kepada 136 tebaga pendidik dan tenaga kependidikan Unsrat berupa Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun, 20 Tahun, dan 10 Tahun. (FA)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Sosialisasi Kebijakan Akreditas BAN-PT (Badan Ankreditasi Nasional Perguruan Tinggi), Jumat (15/8/2025).
Sosialisasi yang dilaksanakan secara daring dan luring dari Aula Lantai 4 Rektorat Unsrat ini diikuti ratusan peserta baik dari lingkungan Unsrat termasuk Dekan-dekan maupun perwakilan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Sulut.
Tampil sebagai narasumber adalah Muhammad Isman Yusuf dan Bambang Suryoatmono dari BAN-PT sementara ucapan selamat datang dan kata penutup oleh Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Montolalu mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie.
Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT Imam Buchori memberikan sambutan dan yang membuka kegiatan adalah Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak.
Berbagai problematika yang dialami perguruan tinggi yang penyebabnya bukan dari perguruan tinggi tersebut diungkapkan peserta kepada narasumber. Diberikan pula masukkan terkait dengan permasalahan yang ada serta sejumlah pertanyaan disampaikan untuk mendapat respons.
Karo Perencanaan Kerjasama dan Humas Unima Vivi W. Saroinsong saat memanfaatkan sesi dialog
Poin-poin tertentu langsung diberikan tanggapan termasuk menjawab pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung, ada yang harus diperdalam, ada yang membutuhkan waktu untuk mengecek datanya.
Rino Rogi, perwakilan Fakultas Pertanian Unsrat mengajukan beberapa pertanyaan saat sesi dialog
Dengan adanya sosialisasi ini maka ada satu pemahaman dan sikap bersama untuk ditindaklanjuti terkait ada kebijakan baru akreditasi.
Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Montolalu (mewakili Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie) ketika memberikan ucapan selamat datang
Wakil Rektor 2 Unsrat berterima kasih kepada para peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini serta para narasumber dari BAN-PT serta dari LLDIKTI Wilayah XVI. (FA)
Meimonews.com – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Kota Manado tahun 2025 dikukuhkan dalam suatu upacara di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (14/8/2025).
Bertindak swbagai pembina upacara yang dihadiri Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan, Forkopimda Kota Manado, Asisten II Atto Bulo, Kepala SKPD, pelatih, kepala sekolah, serta orangtua anggota Paskibraka.adalah Walikota Manado Andrei Angouw.
Dalam sambutannya, Wakikota mengingatkan pentingnya memaknai kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan, serta mendorong generasi muda menjadi ‘petarung’ untuk kebaikan.
“Terapkan nilai-nilai agama, wujudkan Indonesia yang adil dan beradab, serta junjung tinggi persatuan. Ingat, demokrasi tanpa kebijaksanaan adalah anarki,” ujar Walikota.
Mantan Ketua DORD Sulut ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah lolos seleksi.
“Kalian adalah pilihan dari yang terbaik. Tugas ini akan melekat pada diri kalian seumur hidup. Jadilah teladan bagi teman-teman kalian,” ujarnya.
Rangkaian upacara diawali dengan pembukaan, mengheningkan cipta, pembacaan naskah pengukuhan, dan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Putera Indonesia secara serentak oleh seluruh anggota Paskibraka.
Setelah pernyataan pengukuhan oleh Pembina Upacara, dilakukan penyematan lencana secara simbolis oleh Wali Kota, diikuti oleh orang tua. (elka)
Meimonews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025 di Auditorium Unsrat Manado, Kamis – Jumat (14-15/8/2025).
Pembukaan kegiatan dilakukan dalam Sidang Senat Terbuka Unsrat yang dipimpin Ketua Senat Unsrat Barnabas Harold Ralph Kairupan dan dihadiri antara lain Senat Unsrat, Pimpinan Unsrat, Pimpinan Fakultas se-Unsrat dan ribuan mahasiswa baru (maba) Unsrat, Kamis (14/8/2025).
Selama PKKMB, para maba akan mendapat pembekalan oleh para narsumber baik dari dalam maupun luar lingkungan Unsrat.
Dalam sambutannya, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie menegaskan, PKKMB ini bukanlah sekedar seremonial tetapi sebagai jembatan pertama menuju dunia kampus, di mana para maba akan menempa diri, menggali ilmu dan membentuk karakter sebagai calon pemimpin bangsa.
Universitas Sam Ratulangi, sebut Rektor memiliki satu visi yaitu menciptakan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing global.
Untuk mewujudkannya, para maba harus belajar, berinovasi dan berkontribusi positif, junjung nilai-nilai kejujuran, disiplin dan menjaga etika.
Rektor mengajak untuk menjadikan Universitas Sam Ratulangi sebagai tempat lahirnya para pemikir, pencipta dan pemimpin masa depan. (FA)
Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar orientasi, pendidikan, dan pelatihan intensif bagi mahasiswa program profesi dokter, dokter gigi, dan ners dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Faked Unsrat) Manado, Jumat(8/8/2025).
Acara dibuka oleh Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati di dampingi antara lain Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjannah Jane Niode.
Pelatihan ini mencakup aspek dalam pelayanan kesehatan, termasuk Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.
Dalam sambutannya Yunemenegaskan, pelatihan ini dirancang untuk membekali para calon tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan esensial sebelum mereka terjun langsung ke lingkungan kerja rumah sakit.
“Kami berharap para mahasiswa dapat lebih siap dan kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman bagi pasien,” ujarnya.
Yune menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas, dengan fokus pada keselamatan pasien, pekerja, dan lingkungan rumah sakit.
Peserta pelatihan diharapkan mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari dalam praktik kerja lapangan, dengan penekanan pada pencegahan cedera akibat kesalahan tindakan.
Peserta didorong untuk menjaga sikap dan komunikasi yang baik, serta mengikuti SOP dan program yang telah dirancang.
“Rumah sakit memiliki kebijakan tegas terhadap perundungan, kekerasan seksual, atau pungutan liar, dan peserta diimbau untuk melaporkan jika mengalami hal tersebut,” tandasnya.
Nurdjannah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Pelatihan ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari program profesi dokter dan diselenggarakan di rumah sakit pendidikan utama.
“Sebanyak 154 peserta mengikuti pelatihan selama enam hari, yang meliputi pencegahan infeksi, keselamatan kerja, dan pelayanan prima,” ujarnya.
Ia berharap, peserta dapat mengembangkan komitmen dan empati dalam memberikan layanan kesehatan, serta memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan bertanggung jawab. (Fer)
Meimonews.com – Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus memberikan Kuliah Umum di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat Manado, Senin (11/8/2025).
Dalam kuliah umum ini, Gubernur memaparkan Pokok-pokok pikiran Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jang Panjang (RPJMP) Sulawesi Utara kepada para akademisi, mahasiswa, dan jajaran pimpinan universitas.
Gubernur menjelaskan visi, misi, dan strategi utama yang akan menjadi fondasi pembangunan Sulawesi Utara dalam beberapa dekade mendatang.
Di momen tersebut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dan Universitas Sam Ratulangi untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih maju.
Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya menjelaskan, kuliah umum ini memiliki makna yang sangat penting dan menjadi acuan dalam merancang serta menyesuaikan program pendidikan yang relevan dan aplikatif.
Rektor berharap kuliah umum ini menjadi wadah yang memperkuat sinergi antara Pemrov Sulut dan Universitas Sam Ratulangi dalam menciptakan ekosistem kolaboratif mendukung terwujudnya Sulawesi Utara maju, mandiri dan berdaya saing global. (FA)
Meimonews.com – Sektor pertanian menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pertumbuhan populasi dan tuntutan akan keamanan pangan yang semakin meningkat.
Itulah sebabnya, Sam Herodian (Staf Khusus Kementerian Pertanian Indonesia) menegaskan pentingnya memperkuat pendidikan tinggi pertanian melalui inovasi dan teknologi untuk mencapai swasembada pangan.
Penegasan tersebut disamipaikannya ketika menjadi Keynote Speaker Onsite pada International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025 yang diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Kamis (7/8/2025).
Dikemukakan, dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045 beserta Asta Cita 2 dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, pemerintah menekankan perguruan tinggi pertanian harus menjadi garda terdepan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang terampil, berpengetahuan luas, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
“Kurikulum pendidikan tinggi pertanian perlu direformasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” tandasnya saat membawakan materi dengan judul Strengthening Agricultural Higher Education Through Innovation and Technology to Achieve Food Self-Sufficiency.
Hal ini, sebutnya, termasuk mengajak petani milenial/Gen Z dalam pertanian cerdas seperti pengenalan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan precision farming.
Diingatkan perlunya kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan inovatif.
“Pemerintah dan juga Kementerian juga mengajak para akademisi, mahasiswa, dan peneliti untuk terus berkontribusi dalam menemukan solusi-solusi kreatif untuk tantangan-tantangan pertanian, dengan tujuan akhir menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan panitia pimpinan Fabiola Saroinsong (Ketua) dan diikuti 140 peserta dari 5 negara yang merupakan peneliti, pelaku industri (pariwisat), dosen dan mahasiswa ini merupakan kolaborasi Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado pimpinan Dedie Tooy (Dekan) berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI).
Kegiatan yang mengusung tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini menampilkan sejumlah pakar internasional sebagai pembicara.
Invited Speaker Onsite terdiri dari Fabian M. Dayritt (Filipina), Rajesh M. K (India), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia), Jeremy Badgery Parker (Australia), Jelfina C. Alow (Indonesia) dan Samanhudi, (Indonesia).
Keynote online yakni Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, (Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia) sementara Invited Speaker online terdiri dari Tamara Jackson (Adelaide University, Australia), Nurul Huda (Universiti Malaysia Sabah, Malaysia), dan Jean-Marc Roda (French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), Prancis.
Dalam pemaparan materinya, Anton Nugroho mengungkapkan, penguatan pendidikan tinggi pertanian, khususnya di Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia, menjadi strategi penting untuk mendukung keberlanjutan pangan, lingkungan, dan energi di Indonesia.
Visi Indonesia 2045 mencakup pilar-pilar utama, termasuk pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Pembangunan berkelanjutan ini menghadapi tantangan, seperti permintaan pangan yang terus meningkat namun kapasitas produksi yang menurun, sehingga neraca bahan pangan masih defisit,” ujarnya dalam materinya berjudul Penguatan Pendidikan Tinggi Pertanian melalui Inovasi dan Kolaborasi Internasional dalam rangka keberlanjutan pangan, lingkungan dan energi.
Di sisi lingkungan, visi 2045 menargetkan ekonomi hijau dengan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 34-41 persen dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di atas 80.
Dalam menghadapi tantangan ini, Unhan RI berperan aktif dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk pertahanan negara, khususnya dalam menghadapi krisis pangan dan energi.
Peran ini diwujudkan melalui berbagai program studi yang relevan, seperti Sains Pangan dan Ketahanan Energi di tingkat magister, serta program diploma di bidang pertanian, perikanan, dan kelautan.
Selain itu, Unhan RI juga melakukan riset kolaboratif untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi. Riset-riset tersebut meliputi pengolahan lahan dengan larutan mikroba buatan, penyiapan benih menggunakan mikoriza, pembuatan pupuk organik nusantara, oestisida organik, dan pestisida sulfur, dan pengembangan gandum, Program SMC untuk Ketahanan Energi Berbasis Sawit dan Ketahanan Pangan.
“Upaya ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional (PSPN) yang mencakup pencetakan sawah baru, revitalisasi sistem irigasi, pengembangan benih unggul, dan transformasi pertanian modern,” tandasnya.
Dengan demikian, menurutnya, pendidikan tinggi pertanian di Unhan RI berfungsi sebagai pilar untuk menciptakan SDM yang mandiri, berkarakter, dan kompeten guna mengatasi ancaman krisis pangan dan energi sebagai bagian dari pertahanan negara.
Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, dalam sambutannya mengungkapkan, suatu bagin bagi Faperta Unsrat karena bisa melaksanakan kegiatan ini yang diikuti lebih dari 200 peserta baik secara langsung maupun daring, termasuk lebih dari 20 Dekan Faperta dari seluruh Indonesia.
Kegiatan InCAFEE ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan kolaborasi yang diselenggarakan beberaa hari tersebut. Kegiatan lainnya adalah Lokakarya Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) Wilayah Timur dan Kongres Nasional Perhimpunan Agroteknologi Indonesia.
“Kami bangga menjadi tuan rumah pertemuan akademik internasional ini di Manado dan berharap acara ini dapat memperkuat kolaborasi dan inovasi di bidang pertanian,” ujarnya. (FA)
Meimonews.com – Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado merayakan puncak Dies Natalis ke-25 di kompleks kampus, Kairagi 1 Manado, Kamis (7/8/2025).
Perayaan diawali misa syukur yang dipimpin Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC sebagai selebran utama di dampingi antara lain Pastor Melky Malingkas Pr, Pastor Revi Rafael Tanod Pr dan Pastor Andre Rumajar Pr sebagai selebran.
Hadir dalam perayaan ini tokoh-tokoh penting seperti Superior General of The Brothers of The Christian School dan co-founder Unika De La Salle Br. Armin Altamirano Luistro FSC dan Consul General Filipina Mary Jennifer Domingo Dingal, serta seluruh sivitas akademika dan alumni.
Perayaan yang berlangsung penuh makna, tidak hanya sebagai momentum syukur dan refleksi, tetapi juga menjadi ruang berbagi kisah inspiratif dari para pendiri dan pemimpin kampus.
Superior General of The Brothers of The Christian School dan co-founder Unika De La Salle Br. Armin Altamirano Luistro FSC saat memberikan sambutan
Di momen tersebut Bruder Armin (Pimpinan Tertinggi Bruder Lasalle Dunia berkedudukan di Roma dan pendiri Unika De La Salle Manado bersama Mgr. Yos Suwatan MSC) membagikan kesaksian haru tentang doa dan devosi untuk kampus.
Dalam sambutannya, Armin menyampaikan sebuah kesaksian yang mengharukan tentang perjalanan awal Unika De La Salle Manado.
Sebagian undangan yang hadir pada puncak perayaan Dies Natalis ke-25 Unika De La Salle Manado
Diungkapkan, pada masa-masa sulit awal berdirinya universitas ini, ia sempat berpikir Unika De La Salle tidak akan bertahan lama karena begitu banyak permasalahan yang menghadang. “Saya sempat merasa, universitas ini mungkin akan segera berakhir,” kenangnya jujur.
Namun, di tengah kegundahan tersebut, Armin mengambil langkah spiritual yang sangat pribadi. Ia melakukan devosi khusus kepada Bunda Maria Bintang Laut (Our Lady of the Star), memohon agar universitas ini tetap mampu bertahan dan berkembang.
Br. Armin foto bersama Rektor Unika De La Salle Manado Pastor Johanis Ohoitimur MSC (kanan) dan mantan Rektor Pastor Revi Rafael Tanod Pr
“Saya secara pribadi mempersembahkan universitas ini dalam devosi kepada Bunda Maria Bintang Laut. Saya berdoa agar Unika De La Salle terus diberi jalan untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya dengan suara penuh haru.
Kesaksian ini disampaikan Bruder Armin secara publik untuk pertama kalinya di depan seluruh keluarga besar Lasallian.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan harunya karena kini dapat menyaksikan sendiri bagaimana Unika De La Salle Manado telah bertumbuh dan menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan di Indonesia.
“Melihat kebersamaan dan semangat Lasallian yang hidup sampai hari ini adalah jawaban dari semua doa dan harapan yang saya panjatkan,” tandasnys.
Rektor Unika De La Salle Manado Pastor Johanis Ohoitimur MSC menyambut baik pesan inspiratif tersebut.
Dalam pidatonya, Pastor Yong (sapaan Rektor) menegaskan bahwa semangat, doa, dan dedikasi para pendiri serta seluruh komunitas Lasallian akan terus menjadi fondasi utama pengembangan kampus di masa depan.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-25 Arteurt Merung, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis, mulai dari sivitas akademika, alumni, tamu undangan, hingga para mitra dan sponsor.
Art (sapaan akrabnya) berharap, semangat persaudaraan dan pelayanan Lasallian yang telah terbangun selama seperempat abad ini akan terus menjadi landasan kuat dalam menapaki masa depan Unika De La Salle Manado. (elka)
Meimonews.com – Pembahasan RUU KUHAP tidak terlepas dari berbagsi kontroversi, baik dari sisi substansi maupun implikasinya terhadap lembaga-lembaga penegak hukum.
Oleh karena itu, perlu adanya forum diskusi yang melihatkan akademisi, praktisi hukum, pembuat kebijakan dan masyarakat luas untuk memberiksn masukan yang konstruktif terhadap proses legislasi tersebut.
Untuk itu, Universitas Negeri Manado (Unima) pimpinan Joseph Philip Kambey (Rektor) bekerjasama dengan Komisi Kejaksaan RI menggelar Seminar Nasional Rancangan Undang-undang KUHAP dan Penegakan Hukum di Indonesia.
Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwandi saat menyampaikan materi
Seminar yang diikuti baik kalangan internal maupun eksternal Unima ini, sebut Ketua Panitia Pelaksana Donal Matheos Ratu (Wakil Rektor 2 Unima), menghadirkan Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwandi, Guru Besar FISH Unima Adensi Timomor dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno sebagai narasumber.
Sebelum pemaparan materi pada seminar yang dimoderatori Henry Noch Lumenta, Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi Muhammad Taufik memberikan sambutan.
Adensi Timomor ketika ketika memaparkan materinya
Pujiyono dalam pemaparan materi mengungkapkan, dalam KUHAP lama tidak ada mens rea tapi di KUHAP baru, hal itu wajib ada. Kalau hari-hari ini hakim tidak menggunakan itu, kita tidak bisa menyalahkan. Tapi itu menimbulkan ketidakpuasan baik bagi pembela arau pengacara maupun jaksa.
“Ketidakuasan ini adalah hal-hal yang wajar. Tapi, kalau kita bicara dalam konteks ilmu/keilmuan, KUHAP itu tidak mewajibkan ada mens rea secara lex scripta itu tidak ada. Itu wajar. Tapi, ke depan, di KUHAP 2023, itu (mens rea) wajib ada,” ujarnya.
Ketua Pengadilan Tinggi Manado Amin Sutikno saat membawakan materinya
Beberapa perubahan itu, mrnurutnya, yang harus diakomodasi. Dalam hukum formil, itu harus ada. Harus ditegakkan. Kalau itu tidak ditegakkan dalam hukum formil maka penegakkan hukum material tidek bisa tegak.
Disebutkan, beberapa perubahan itu tidak tegak karena cara menetapkan orang tersangka kemudian terdakwa sampai orang itu jadi terpidana, itu dasarnya adalah kata aku. Kata aku adalah hukum murni. Itu tidak bisa tegak.
Itukah sebabnya, sebutnya, KUHAP itu harus diubah. Walau ada kritik di sana-sini dan masukkan, ini bagian dari upaya perbaikan.
Prof Amstrong memanfaatkan sesi tanya jawab
Dalam perubahan hukum di RPJM, sslah satu yang paling penting adalah membangun integrasi dan koesivitas antar penegak hukum, dari hulu sampe hilir. Dari tingkat penyidikan sampai eksekusi, itu adalah koesivitas.
Maka, sambungnya, dalam konteks koesivitas ini, kita mengenal yang namanya integrate criminal justice system dalam hukum pidana. Dalan integrate criminal justice system, kita mengenal yang namanya sistem hukum terpadu.
Salah satu peserta lainnya ikut memberikan pendapat/bertanya
Ada namanya sistem. Selain ada sistem tapi juga ada keterpaduan. Sekarang pertanyaan, evaluasi, apakah KUHAP lama ada keterpaduan ?
Ternyata, banyak yang mengatakan bahwa KUHAP lama mengandung
different functional youngsteration power. Ada tugas masing-masing tapi ada pemisahan yang begitu tegas. Ada kompartemenisasi antar penegak hukum. Dalam koesivitas perlu adanya rangkaian.
Timomor di awal pemaparan materinya mengatakan, sebelum berbicara lebih jauh tentang R-HAP (Rancangan Hukum Acara Pidana), kita perlu lebih dahulu meletakan pemahaman bahwa HAP sebagai Ius Constitutun atau hukum yang berlaku di masa depan..
Oleh karena itu, R-HAP ini memerlukan pandangan atau pendapat sebagai bahan masukan ataupun koreksi konstruktif sehingga memenuhi syarat ideal dan terukur sebelum R-HAP ini disahkan.
“Perlu terus diingatkan, HAP itu memiliki dasar atau filosofinya,” ujar Timomor seraya menjelaskan, filosofi HAP itu sama sekali bukan untuk memproses orang-orang yang melakukan tindak pidana tetapi filosofis HAP adalah melundungi individu dari kesewenang-wenangan aparat penegak hukum.
Filosofi hukum, menurutnya, harus menjadi roh, semangat atau spirit yang terus menjiwai pembentukan dan penyusunan R-HAP nasional.
Dikemukakan, bertolak dari beberapa azas dalam HAP, ada beberapa pasal dalam R-HAP 2025 yang mungkin perlu dikritisi. Dan ini terkait dengan fungsi dan kewenangan kejaksaan.
Timomor lantas memberikan salah satu contoh yakni pasal 12 ayat 11 R-HAP yang berbunyi Jika penyidik dalam jangka waktu 14 hari setelah menerima permintaan untuk mulai melakukan penyidikan dari penuntut umum sebagaimana yang dimaksud pada ayat 9 tidak melakukan penyidikan maka pelapor atau pengaduh “dapat” memohon kepada penuntut umum untuk melakukan pemeriksaan dan penuntutan.
Secara teoritis, sebutnya, jika dilihat dari komponen struktur sistem hukum menurut Lawrens Friedman yakni struktur hukum, substansi hukum dan kultur hukum, dilihat dari bekerjsama hukum di Indonesia nampak implementasinya oleh aktor-aktor hukum masih dijumpai bias-bias dan cukup paradoks.
“Bias-bias tersebut muncul karena lebih pada faktor non hukum, cara-cara perilaku berhukum, dsn komoetensi moral sebagai core dari integritas (moral base) yang rapuh.
Kepala Pengadilan Negeri Manado di awal pemaparan materinya menjelaskan urgensi pembaharuan KUHAP.
Pertama, sebagai hukum acara atau hukum formil untuk melaksanakan hukum material yaitu KUHP baru/UU No. 1 tahun 2023 yang akan efektif berlaku 1 Januari 2026. Kedua, jaminan perlindungan yang lebih kuat bagi tersangka, terdakwa, terpidana dan saksi maupun korban tindak pidana..
Ketiga, rancangan KUHAP memperkuat tugas, fungsi dan wewenang aparat penegak hukum dalam kerangka sistem peradilan pidana terpadu (ICJS). Keempat, merubah pengaturan mengenai praperadilan, upaya paksa, keadilan restirative, ganti kerugian, rehabilitasi, restitusi, penguatan peran advokat, saksi mahkota dan upaya hukum.
Kelima, RUU KUHAP memuat 20 bab 334 pasal ditambah penjelasan UU yang mengakomodir konvensi internasional dan putusan pengadilan.
Setelah menjelaskan poin-poin terkait dengan pra peradilan, pembuktian dan saksi mahkota, Sutikno memberikan beberapa saran untuk RUU.
Pemanggilan paksa bagi terdakwa yang tidak hadir di persidangan khususnya perkara-perkara tidak dapat ditahan, sebutnya, mekanismenya belum jelas, jika terdakwa ditemukan dan dilakukan penangkapan hanya diperbolehkan 1 hari, lagi pula hari itu belum tentu jadual sidang perkaranya.
Oleh karena itu disarankan ketentuan lamanya penangkapan diatur dapat diperpanjang lebih dari 1 hari dalam hal tertentu sebagaimana diatur dalam pasal 90 ayat 2 RUU.
Selain itu, tindak pidana yang ancaman pidannya kurang dari 5 tahun tetapi bisa ditahan di dalam KUHP baru berubah pasal-pasalnya, jika RUU KUHAP tidak dapat diundangkan sebelum 1 Januari 2026 akan menimbulkan masalah penahanan.
Oleh karenanya, ia mengajak untuk mendorong dan mengawal RUU KUHAP lekas rampung dan maksimal hasilnya. (FA)