Meimonews.com – Minggu (10/9/2023) warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Sulawesi Utara merayakan secara serentak Pengucapan Syukur Tahun 2023.

Terkait dengan momen tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE memberikan sambutan yang dibacakan di gereja yang merayakan oleh pejabat yang ditugaskan.

Di awal sambutannya, Gubernur mengajak untuk merenungkan dan mempersembahkan terima kasih atas anugerah yang telah diberikan melalui ungkapan rasa syukur yang mendalam kepada Maha Besar Tuhan (Opo Empung Wailan Wangko) atas berkatNya yang melimpah-ruah pada tahun ini.

Tradisi pengucapan syukur, menurutnya, merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Acara ini bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga simbol dari kesatuan dan persatuan yang telah ada sejak zaman dahulu,” sebut Gubernur.

Kepala Ďaerah yang terpilih dua periode ini menegaskan, meskipun kita hidup di Kabupaten dan Kota yang berbeda, budaya dan kekerabatan kita tetap melekat kuat, menjadi sarana yang mempererat tali persaudaraan di antara kita semua, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang.

Karenanya, pengucapan syukur tahun ini adalah momentum yang penting bagi kita semua untuk bersatu dan bersyukur atas segala berkat dan kesuksesan dalam kehidupan serta keberhasilan panen yang telah kita capai.

“Kita harus mengapresiasi para petani dan mereka yang bekerja di sektor pertanian yang telah berkontribusi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan kita,” tegasnya.

Selain itu, kita juga harus bersyukur atas berbagai prestasi dan kemajuan yang telah kita capai dalam berbagai sektor pembangunan di Sulawesi Utara, sehingga di tengah kebahagiaan ini, kita juga tidak boleh melupakan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik.

Mari, ajak Profesor HC ini, kita terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga lingkungan kita, dan membangun Sulawesi Utara yang lebih baik.

“Ini adalah tugas bersama kita semua, dan dengan persatuan dan semangat gotong royong, kita pasti dapat meraih kemajuan yang lebih besar di masa depan,” sebutnya.

Apalagi, di bulan September ini pula, menjadi waktu yang spesial bagi kita semua masyarakat Sulawesi Utara, karena kita akan memperingati HUT ke-59 Provinsi Sulut.

Dalam memeriahkan HUT tahun ini, Pemerintah Provinsi sedang dan akan menggelar beberapa kegiatan besar yang diharapkan dapat menghibur masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan daerah kita.

Kegiatan tersebut antara lain, Pameran Discover North Sulawesi di Jakarta; International Yacht Competition; International Fishing Tournament; Upacara Peringatan HUT Provinsi di Pohon Kasih Megamas, serta Aeroshow Pesawat Tempur dan Parasut Show pada tanggal 23 September; serta Pesta Rakyat dan Pameran Pembangunan di Pasar Tematik Tongkaina.

“Untuk itu, dalam semangat Kerja Hebat untuk Sulut Lebih Maju, Saya mengajak kepada segenap Jemaat sekalian untuk dapat melanjutkan informasi ini kepada keluarga dan kerabat, dan kiranya bisa datang dan memeriahkan setiap event yang akan diselenggarakan,” sebutnya.

Gubernur mengingatkan ketika kita bersatu dalam Pengucapan Syukur ini, kita juga harus mengingat pentingnya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di wilayah kita.

Ditekankan bahwa perayaan ini harus dijalani dengan penuh kedamaian dan penghormatan terhadap orang lain. Kita semua tahu bahwa minuman keras dan perilaku yang mengganggu ketertiban dapat merusak suasana perayaan dan bahkan mengancam keselamatan masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur mengimbau kepada semua warga GMIM, khususnya generasi muda, generasi emas pembangunan gereja dan bangsa untuk menjauhi perilaku mabuk-mabukkan dan menjaga ketertiban selama perayaan ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen GMIM, para pendeta, hamba-hamba Tuhan, pelayan khusus, perangkat pelayanan dan seluruh Jemaat, atas semangat persatuan dan kebersamaan yang selalu kita tunjukkan.

“Mari kita jaga tradisi pengucapan syukur ini sebagai warisan budaya yang sangat berharga dan terus memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” harapnya. (elka)

Meimonews.com – Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Prof Dr. RD Kandou Manado dr. Yeheskiel Panjaitan, SH. MARS bersama Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, SE melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait Jejaring Pengampuh Pelayanan Prioritas dan optimalisasi layanan kesehatan berkualitas di Provinsi Gorontalo.

Penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis (7/9/2023) ini melibatkan pemerintah Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit Pengampuh Nasional dan Regional.

Pakaya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada rumah sakit pengampuh yang sudah turut bekerjasama karena sesuai dengan tujuan dari kesepakatan ini adalah meningkatkan pelayanan kesehatan prioritas kepada masyarakat Gorontalo.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Gorontalo akan semakin ditingkatkan, memberikan manfaat besar bagi penduduk Gorontalo dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang berkualitas”, ujarnya.

Dokter Yeheskiel menggarisbawahi pentingnya Transformasi 6 Pilar dalam menghadirkan perubahan positif. Dirjen Yankes Kemenkes memberikan penekanan khusus pada Pilar Nomor 2, yang berkaitan dengan transformasi layanan rujukan.

Pilar Nomor 2 ini, yang berfokus pada peningkatan akses dan mutu layanan rujukan, menjadi prioritas utama dalam upaya Kemenkes untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan di seluruh propinsi.

Salah satu contoh konkrit dari komitmen ini adalah kesepakatan bersama rumah sakit pengampuh nasional,rumah sakit regional dan Pemerintah Propinsi Gorontalo.

Dalam pertemuan tersebut, rumah sakit pengampuh nasional dan regional, serta gubernur dan bupati yang ada di Gorontalo, bergabung untuk menandatangani kesepakatan penting yang akan membawa perubahan besar dalam layanan kesehatan.

Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mutu layanan rujukan di wilayah tersebut.

Dokter Yeheskiel menyatakan, “Peningkatan akses dan mutu layanan rujukan adalah langkah penting dalam memastikan masyarakat Gorontalo mendapatkan perawatan kesehatan yang terbaik. Dengan kerja sama antara semua pihak terkait,”,ujarnya.

Transformasi Pilar Nomor 2 ini diharapkan akan membantu mengatasi masalah aksesibilitas dan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia, dan kesepakatan di Gorontalo menjadi salah satu contoh terbaik dari komitmen ini.

Ia berharap, langkah serupa akan diambil di seluruh negara untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Bagi Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandou, percepatan penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua pemangku kepentingan.

“Tidak hanya komitmen tingkat pusat maupun provinsi namun upaya advokasi serta komitmen pemerintah daerah juga harus optimal,” ujar Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala ketika membawakan sambutan mewakili Sekprov Sulut  Steve Kepel pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut bekerjasama dengan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut.

Komitmen ini, sambung Mangala pada kegiatan yang turut dihadiri Kadis Dukcapil KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg, harus tetap dijaga dan betul-betul dibuktikan pelaksanaan maupun pelaporannya di daerah.

Mangala lantas memaparkan perkembangan stunting di daerah ini dan target penurunan stunting tahun 2024.

Disebutkan, data stunting di Sulut pada tahun 2022 berada di 20,5 persen, hanya turun 1,1 persen dari tahun 2021 pada angka 21,6 persen. “Terget nasional stunting 2024 berada di bawah 14 persen. Artinya, di dua tahun berjalan ini kita harus mampu turunkan 6,1 persen,” ujar Mangala.

Dilihat progres prevalensi stunting di Sulut yang melambat, olehnya rapat ini diharapkan ada komitmen yang sama antara provinsi dan kabupaten/kota untuk mempercepat penurunan stunting yang menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo.

“Progresnya agak lambat sehingga tahun ini dipush lagi untuk mencapai target (turun) 3,01 persen di tahun 2023. Lebih bagus lagi kalau progresnya lebih dari itu. Agar tahun 2024 tantangan kita tidak terlalu berat,” tandasnya.

Mangala berharap, pada rapat ini para peserta perwakilan dari 15 kabupaten/kota di Sulut menyamakan persepsi serta membagikan informasi terkait penurunan stunting.

Sharing informasi supaya di forum seperti ini kita bisa saling menukar informasi dalam percepatan penurunan stunting,” imbau mantan Asisten 1 Setdakab Minahasa ini.

Terkait penerapan pola, Mangala ingatkan agar harus dipikirkan lebih jauh. Sebab, ada laporan masuk seperti contoh pemberian bantuan untuk anak stunting atau keluarga yang ibunya bisa melahirkan anak stunting, tidak tepat sasaran.

“Ada sentuhan yang salah dalam artian, ada yang kasih susu dan telur. Tapi, susu dan telur yang keluar ini bukan dikonsumsi anak tapi orang tua. Lebih parah lagi, ada bantuan susu dengan biskuit untuk anak tapi setiap ada tamu, biskuit ini diberikan ke tamu,” paparnya seraya menambahkan, bantuan yang tidak tepat sasaran itulah yang membuat angka stunting progresnya berjalan lambat.

Mangala juga menyoroti terkait penyerapan anggaran untuk penanganan stunting masih sangat rendah. “Kami juga dapatkan data dari BKKBN BOKB distribusi teralokasi di 15 kabupaten/kota dengan nilai 54,97 miliar, dimana 45,13 % untuk stunting tapi apa yang kita lihat didata yang masuk ke kita sampai hari ini yang terealisasi baru 16 % lebih sedikit.

Ini, menurutnya, masih jauh, padahal ini sudah bulan September. Hitungannya September, Oktober, November, Desember 4 bulan. Artinya 7 bulan yang sudah lewat penyerapannya sangat-sangat kecil, sangat-sangat minim,” ujar Mangala.

“Penanganan stunting ini menjadi tugas kita bersama di samping program pemerintah. Ini adalah misi kemanusiaan tolong kita care sama-sama untuk misi kemanusiaan di mana kita harus memberikan perhatian dan kepedulian untuk kemudian mengangkat anak-anak stunting ini dengan kepedulian kita

Mangala yakin melalui kegiatan  ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.

Dalam kegiatan ini ditampilkan dua pemateri yakni Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, Spd, MAP sebagai narasumber, yang dipandu Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Sebelum kegiatan dibuka Asisten 1 mewakili Sekdaprov Sulut, Ketua Panitia Alfira Dilapanga memberikan laporan terkait pelaksanaan kegiatan yang diikuti 60 peserta baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Sulut. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut dan Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang CJ Rantung Lantai 2 Kantor Gubernur, Kamis (7/9/2023) ini dibuka pelaksanaannya oleh Asisten 1 Setdaprov Sulut Denny Mangala mewakili Sekdaprov Sulut Steve Kepel di dampingi Kadis Dukcapil-KB Sulut Christodharma Sondakh dan Plh.Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP mewakili Kaper Ir. Diano Tino Tandaju M.Erg.

Tampil sebagai pemateri kegiatan adalah Kepala Bappeda Sulut Elvira M. Katuuk, ST, ME dan Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Lady Ante, S.Pd, MAP dengan moderator Ketua Satgas PPS Sulut Muphy Kuhu, STP.

Katuuk membawakan materi Strategi Konvergensi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting sementara Ante membawakan materi Akselerasi Penyerapan Dana DAK Fisik Subbidang KB dan  BOKB Tahun Anggaran 2023.

Ketua Panitia Alfira Dilapanga, SKM dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri dari Sekda Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadiskes Sulut, Kadiskes Kabupaten/Kota se-Sulut, Kadis PPKB Kabupaten/Kota se-Sulut, Bappeda Sulut, Dinas Dukcapil Sulut dan BKKBN Sulut.

Tujuan dari kegiatan ini, sebutnya, pertama, mengevaluasi strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting; kedua, menguatkan sinergitas Tim Percepatan Penurunan Stunting; dan ketiga, meningkatkan realisasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan DAK fisik Subbidang KB dan BOKB Tahun Anggaran 2023.

Terkait dengan penyerapan dana untuk mendukung program percepatan penurunan stunting di daerah Sulut, Mangala salam.sambutannya menegaskan, dalam rangka memaksimalkan penyerapan anggaran untuk mendukung semua program pemerintah tersebut diharapkan semua pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan fungsi konsultasi, fasilitasi koordinasi dan penguatan penyediaan satu data secara maksimal sesuai arahan dan instruksi Ketua Pelaksana PPS.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota memiliki akses  koordinasi dan kapasitas untuk memberikan pemantauan, penguatan dan dukungan teknis kepada berbagai pemangku kepentingan terkait penyerapan dana BOKB dan PPS di tingkat daerah,” ujar Mangala.

Pemerintah Provinsi Sulut yakin melalui kegiatan   ini pemerintah kabupaten/kota akan solid dan dapat bekerjasama dan memberikan manfaat dan kontribusi demi menciptakan SDM di Provinsi Sulawesi Utara yang hebat, unggul dan dapat bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional. (Fer)

Meimonews.com – Plt.  Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Dr. dr. Ivonne E  Rotty, M.Kes dengan tegas menyampaikan Instruksi Menteri Kesehatan No KH.02.01/Menkes/1512/2023 terkait dengan pencegahan dan penanganan perundungan terhadap peserta didik pada rumah sakit pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Instruksi tersebut ditekankan dokter Ivonne (sapaan akrabnya) saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja RS (K3RS), serta penanganan Covid-19 di Aula Komkordik RSUP Kandou Manado, Selasa (5/9/2023).

Pada kegiatan yang dihadiri mahasiswa profesi ners dari Fakultas Keperawatan Universitas Klabat Airmadidi (Unklab) Minahasa Utara ini, dokter menjelaskan pentingnya perilaku baik dalam pelayanan kesehatan, terutama kepada peserta didik yang memasuki lingkungan rumah sakit pendidikan.

Dokter Ivonne menekankan bahwa sikap baik dan penuh empati harus dijunjung tinggi di setiap lapisan masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan.

Dalam RS Pendidikan, sebutnya, peserta didik harus menjadi contoh yang baik, memastikan lingkungan yang aman, dan menghindari segala bentuk perundungan terhadap sesama. Instruksi ini mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman bagi semua peserta didik. (Fer)

Meimonews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan penunjukan Dr. dr. Ivonne E. Rotty, M.Kes sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUP Prof Dr. R.D Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado

Dalam peran barunya, Ivonne akan berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Memfokuskan upayanya untuk meningkatkan kualitas layanan, khususnya di Executive Class, serta memperbaiki berbagai aspek internal rumah sakit.

Menurut dr. Ivonne, pelayanan yang berkualitas adalah prioritas utama. “Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, terutama di Executive Class untuk memenuhi harapan pasien dan keluarga mereka,” ujar Ivonne, usai memimpin apel pagi RSUP Kandou, Senin (4/9/2023).

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki sarana dan prasarana rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua pengunjung.

Salah satu perubahan yang akan segera terjadi, sebutnya, adalah perbaikan sistem parkir di RSUP Kandou. “Kami akan mengatur ulang parkiran agar pengunjung merasa nyaman dan tidak mengalami kesulitan saat mencari tempat parkir. Keamanan juga akan ditingkatkan dengan peningkatan pengawasan dan pengendalian akses,” ujarnya.

Selain itu, antrian pasien akan diatur lebih efisien untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan proses pendaftaran dan pemeriksaan berjalan lancar.

Ia  juga menekankan pentingnya komunikasi internal yang baik di antara staf rumah sakit untuk memastikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas.

“Kami menghargai kepercayaan masyarakat kepada RSUP Kandou, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan kami. Dengan perubahan ini, kami berharap RSUP Kandou akan menjadi rumah sakit pilihan utama bagi masyarakat,” ujarnya.

Perubahan-perubahan ini mencerminkan upaya RSUP Kandou untuk terus menjadi lembaga perawatan kesehatan yang dapat diandalkan dan mendekati visi mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut mengadakan Touring Jumat Berkah dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan menyalurkan bantuan untuk beberapa keluarga yang memiliki anak stunting, Jumat (1/9/2023).

Kegiatan yang dipimpin Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Eng ini di dampingi Satgas PPS (Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting), Kepala Dinas PPKB Kota Manado Drs. Sammy Kaawoan, MAP,  PLKB Kota Manado dan staf BKKBN Sulut.

Touring ini dimaksudkan untuk menyukseskan program PPS  ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut  dengan memberikan bantuan bagi anak anak stunting dari rumah ke rumah.

Bantuan yang diberikan merupakan kumpulan sukarela dari komunitas BKKBN Sulut.

Bantuan diberikan kepada Miguel Batutoneng (lahir pada 13 Oktober 2018 dengan berat badan 3,2 kg), Minho KS Sanger (lahir pada 31 Maret 2021 dengan berat badan 3,2 kg), Kamelia Mokoagouw (lahir pada 31 Mei 2022 dengan berat badan 2,6 kg), dan Syakila Tangkilisan (lahir pada 30 Maret 2021dengan berat badan 2,7 kg) yang diterima orangtua mereka. (Fer)

Meimonews.com  – Sebanyak 216 kantor darah berhasil dikumpulkan lewat kegiatan Unit Transfusi Darah (UTD) Keliling Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) bekerjasama dengan sejumlah pihak.

“Sampai dengan Jumat (25/8/2023) sudah 10 kegiatan yang kami buat dan berhasil mengumpulkan sebanyak 216 kantong darah,” ujar Kepala UTD RSUP Kandou dr. Stephen Lapian kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023).

Jumlah tersebut (216 kantong) diperoleh dari 12 kegiatan donor darah yang dilakukan bekerjasama dengan lembaga/instansi/perusahaan yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Disebutkan, masih ada lagi satu kegiatan yang telah dilakukan, namun datanya sedang disiapkan.  Dan, ada lagi kegiatan yang akan dilakukan di Agustus ini.

Dokter kreatif ini lantas merincikan jenis-jenis darah yang terkumpul tersebut. Untuk golongan darah A 42 kantong, golongan darah B 43 kantong, golongan darah O 119 kantong dan golongan darah AB 12 kantong.

Upaya UTD RSUP Kandou ini, menurut Lapian, merupakan salah satu upaya yang dilakukan RSUP Kandou pimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen (Dirut) terkait dengan upaya pemenuhan ketersediaan darah untuk pasien di rumah sakit.

“Pak Dirut memberikan arahan agar UTD melakukan kegiatan jemput bola. UTD melakukan kegiatan aksi donor darah, mengumpulkan darah-darah pendonor untuk dijadikan stok darah rumah sakit termasuk bekerjasama dengan lembaga/pihak terkait,” ujarnya.

Arahan itu, dijadikan semangat untuk UTD bergerak, menjemput bola, bekerjasama dengan pihak yang punya kepedulian terhadap kegiatan kemanusiaan ini.

Lapian mengajak kepada warga yang ingin mendonorkan darahnya untuk mendatangi UTF RSUP Kandou atau menghubungi nomor kontak 081340781386. (Fer)

Meimonews.com – Sejumlah terobosan dan prestasi dibuat dan diraih Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. dr. RD Kandou atau akrab disebut RSUP Kandou di masa kepemimpinan Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD.

Sejumlah prestasi tersebut di antaranya, membuat RS Kandou mendapat akreditasi A  sebagai institusi penyelenggara pelatihan; resmi menjadi unit penyelenggara ujian kompetensi (Ukom) bagi tenaga kesehatan (nakes).

Ada juga prestasi berupa kesuksesan melakukan operasi transplantasi ginjal pertama di Indonesia Timur dengan diampuh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ada pula terobosan berbuah kesuksesan lain yang dibuat, seperti pelaksanaan kegiatan donor darah dengan cara jemput bola, di mana UTD (Unit Transfusi Daerah) melakukan aksi donor darah di banyak tempat, bekerjasama dengan banyak pihak sehingga kekurangan darah di rumah sakit bisa terbantukan karena ada banyak pendonor darah sukarela ikut dalam aksi sosial ini.

Di rumah sakit ini telah pula melakukan sistem digitalisasi. Sistem informasi di rumah sakit telah berbasis IT. Sehingga semua kegiatan akan berbasis digitalisasi.

“Bila mau tahu absen, mau tahu renumerasi, berapa pasien yang dilayani, itu sudah sangat transparan, sudah bisa langsung dilihat karena sudah digitalisasi;” ujar pejabat yang punya semangat kerja keras dan pengabdian yang tinggi ini.

Dari sisi pengampuhan, dokter Jimmy (sapaan akrabnya) mengungkapkan bahwa pihak RSUP Kandou telah melakukan kerjasama dengan Gubernur Sulut. “Semua rumah sakit di daerah ini telah di bawah pengampuhan RSUP Kandou karena adanya kerjasama tersebut,” ujarnya.

Bahkan, RSUP Kandou bukan hanya menjadi rumah sakit pengampuh di Sulut tapi di Indonesia Timur termasuk Papua.

Saat ini telah pula dimatangkan pembangunan Cancer Center yang tahun depan (2024) akan dimulai pelaksanaan pembangunannya.

Pihaknya juga berupaya untuk melakukan tindakan-tindakan medik yang lebih canggih seperti transplantasi ginjal dan operasi kembar siam.

Terkait dengan ditetapkan sebagai rumah sakit penyelenggara pelatihan/pendidikan, RSUP Kandou telah melakukan banyak pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan di mana sertifikat yang dikeluarkan berasal dari Kementerian Kesehatan.

“Sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan, kami melakukan pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan yang terakreditasi. Sertifikatnya dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Terobosan, prestasi dan kesuksesan yang dibuat/diraih itu, sebut dokter Jimmy, saat berdialog dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (28/8/2023), dipersembahkan untuk kemajuan RSUP Kandou. Menjadi rumah sakit kebanggaan Bumi Nyiur Melambai.

Dokter Jimmy yang kini dipercayakan pula oleh Kementerian Kesehatan sebagai Dirut RS Hasan Sadikin Bandung, ingin agar RSUP Kandou terus maju dan berkembang serta mencatat prestasi/kesuksesan yang membanggakan termasuk semakin memuaskan pelayanan kepada masyarakat di waktu-waktu ke depan.

Terobosan dan prestasi tersebut bisa dicapai/diraih di bawah kepemimpinannya sejak tahun 2018 karena dukungan pula dari rekan-rekan direksi dan staf serta pihak-pihak terkait. (Fer)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut berkolaborasi dengan TNI AU Lanud Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado mengadakan Bakti Sosial Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Miangas Kecamatan Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud, Senin (28/8/2028) mengusung tema Langitku Biru, Cinta Keluarga, Cinta Keluarga Indonesia.

Kepala BKKBN RI Dr. dr. (HC) Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di dampingi Deputi Bidang KB/KR dr. Eni Gustina, MPH dan Kepala Perwakilan Sulut Ir. Tino Tandaju, M.Eng hadir membuka kegiatan dan berdialog dengan masyarakat Desa Miangas yang terdiri dari pasangan usia subur, Lansia dan remaja SMP.

Hasto memberikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Talaud atas sambutan yang meriah dan atas capaian dana DAK KB Kabupaten Talaud yang cukup baik.

Ia juga mengingatkan kembali tentang perlunya merencanakan kehamilan dan menghindari 4 T (terlalu cepat, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu dekat), dan pentingnya mengkonsumsi makanan sehat agar generasi muda Kepulauan Talaud bebas dari stunting.

Bupati Kepulauan Talaud Dr. dr. Elly Engelbert Lasut, ME dalam sambutannya yang dibawakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Talaud Meike Maatuil, S.Kep, MM mengungkapkan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Kepulauan Talaud berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 berada pada angka 26 persen, jauh lebih tinggi dari rata rata Provinsi Sulawesi Utara yaitu 20,5 persen.

Namun, sambungnya, Pemerintah Daerah tetap berkomitmen dan optimis Kabupaten Talaud dapat menekan angka stunting sesuai dengan target nasional yaitu 14 persen di tahun 2024.

Pada kegiatan ini Danlanudsri Marsma TNI Muhammad Mujid, SE, MM dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) oleh Kepala BKKBN, yang disambut antusias oleh Danlanud Sri dan jajarannya yang juga memiliki komitmen kuat dalam mengeliminasi permasalahan stunting di Indonesia pada umumnya dan Sulut khususnya.

Pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini ditandai pembubuhan tanda telapak tangan pada prasasti di lokasi titik nol Utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina oleh Kepala BKKBN RI.

Hal ini menunjukkan kesungguhan dan komitmen BKKBN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang pengendalian penduduk, keluarga berencana dan sebagai koordinator Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.

Pada kegiatan bakti sosial diadakan pemberian bantuan berupa beras dan telur kepada keluarga beresiko stunting di Pulau Miangas dan peninjauan kegiatan pelayanan KB dan kesehatan. (Fer)