Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut menggelar Pembinaan SDM dan Penguatan Bangga Kencana dan Halal Bi Halal di Hotel Sentra Manado, Selasa (30/4/2024).

Turut hadir pada kegiatan ini perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut, BPS Sulut, Koalisi Kependudukan, Mitra Kerja lainnya.

Pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg tersebut beberapa pembicara ditampilkan baik terkait dengan kegiatan pembinaan maupun halal bi halal.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat memberi sambutan

Dalam sambutannya, Tandaju mengurai makna halal bi halal. Disebutkan, bulan  Syawal  tiba  sudah  menjadi tradisi bangsa ini untuk  saling  bersilaturahmi ke saudara–saudara  yang lain untuk saling meminta maaf, karena saling memaafkan adalah salah satu sifat terpuji yang sangat dianjurkan dalam agama.

Tradisi saling maaf-memaafkan diselenggarakan secara pribadi dengan acara  yang lebih formal dan khusus, yang lebih dikenal dengan sebutan  halal bi halal.

Menurut Tandaju, momentum  halal bi halal sebagai ajang silaturahmi   Perwakilan  BKKBN Provinsi Sulut dengan para stakeholder dalam memperkuat  hubungan kerjasama dalam  berbagai momentum dan bagi para pegawai dalam rangka meningkatkan kapasitas dan SDM sebagai Aparatur Sipil Negara.

Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, IPU Asean Eng.(guru besar bidang ilmu sains bangunan dan Wakil Rektor 4 Unsrat Manado) saat membawakan materi

Mengakhiri  sambutannya, Tandaju mengajak untuk dapat melapangkan dada,  membuka hati dengan rasa sabar dan penuh keiklasan atas ridho Tuhan, memohon dan memberi maaf atas kesalahan di antara kita semua, baik sengaja maupun tidak sengaja,

“Semoga dengan ikatan tali persaudaraan ini akan mempererat hubungan kita demi mewujudkan Sulut Hebat menuju Indonesia Maju,” ujarnya.

Ustadz Hi. Kudrat Dukalang. S.Ag. M.Pd. saat memberikan ceramah

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyajian materi tentang Standar Rumah Tinggal yang Nyaman dan Sehat untuk Keluarga Reproduksi yang dibawakan Prof. Dr. Ir. Sangkertadi, DEA, IPU Asean Eng.(guru besar bidang ilmu sains bangunan dan Wakil Rektor 4 Unsrat Manado).

Setelah itu, penyampaian ceramah tentang Kasih yang dibawakan Ustadz Hi. Kudrat Dukalang. S.Ag. M.Pd. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. RD Kandou Manado menjadi pusat perhatian bagi para ahli kardiologi pediatrik dari seluruh Indonesia dalam rangka Pediatric Cardiology Update XII.

Hal tersebut terlihat saat diadakannya Workshop Intervention Consultant di Gedung Cardio Vasculer Brain Venter (CVBC) Lantai 4 rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou itu, Selasa (30/4/2024).

Dalam kegiatan yang menampilkan para ahli terkemuka tersebut, perkembangan terbaru dalam diagnosis dan pengobatan penyakit jantung pada anak-anak mendapat sorotan.

Para peserta berkesempatan untuk belajar langsung dari praktisi-praktisi terbaik dalam teknik intervensi terbaru untuk kasus-kasus yang kompleks secara live.

Ketua Panitia Kegiatan Dr.dr. Erling David Kaunang, Sp.A(K) menyampaikan, pihaknya sangat senang dapat memberikan pengetahuan yang berharga dalam bidang kardiologi pediatrik.

Acara ini juga menjadi platform penting bagi pertukaran pengetahuan antara para profesional medis, memperkuat jejaring kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas perawatan kesehatan Jantung anak di Indonesia.

“Pediatruc Cardiology Update XII di Manado merupakan kegiatan tahunan, Jadi setiap tahunnya dokter  spesialis anak, konsultan jantung anak (super spesialis) berkumpul di center-center yang melaksanakan kegiatan pelayanan jantung anak, diantaranya Workshop Consultan Cardiologi,” jelas dokter David.

Disebutkan, Workshop Consultan Cardiologi dikhususkan untuk dokter-dokter konsultan jantung anak, akan diberikan ilmu-ilmu yang terupdate

Sehubungan dengan pelayanan jantung anak, di antaranya ada intervensi jantung anak yaitu tindakan  intervensi untuk kelainan jantung bawaan (penutupan jantung bocor) atau penutupan devec atau kelainan jantung.

“Di samping itu, ada juga pembahasan-pembahasan kasus dan metode terbaru tentang  pelayanan jantung anak dan penanganan-penangan terbaru,” ujarnya.

Diungkapkan, workshop dilaksanakan secara online. “Jadi, ada yang langsung mengerjakan, ada yang memantau langsung di ruangan kateterisasi laboratorium dr. David Waworuntu, Sp.A (K).

Ada juga yang dibicarakan di dalam workshop secara online. Begitu tindakan langsung dishot secara online baik tindakan maupun alat  penunjang diagnosis seperti ekocardiografi penunjangnya kateterisasi intervension, (Katerisasin jantung untuk melakukan tindakan intervensi),”sebutnya.

Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) dr. Rizky Adriansyah, M.Ked (Ped), Sp.A(K) memberikan apresiasi dan terima kasih  kepada RSUP Kandou dan anggota dari UKKnya.

“Kegiatan ini sudah kita rencanakan dari tahun yang lalu sejak terakhir dilakukan di Bali, dan tentunya kita berharap layanan jantung anak berkembang tidak hanya di Indonesia bagian barat tapi juga di Indonesia bagian timur juga perlu pengembangan layanan jantung anak,” ujarnya

Ditambahkan, kalau dibandingkan dengan negara- negara lain kita masih jauh, tapi kita harapkan dengan pemerataan pelayanan yang ada, juga mendukung program Kemenkes untuk bagaimana menurunkan angka kematian bayi baru lahir, yang salah satu penyebab penyakit jantung bawaan.

Untuk  itu, diupayakan agar seluruh  dokter mulai dari layanan primer dan sekunder dari seluruh Rumah Sakit Umum Kabupaten/ Kota juga RSUP Kandou sebagai pusat rujukan, untuk layanan jantung anaknya berkembang lebih cepat.

Menurut dr. Rizky, melihat perkembangan yang ada, untuk itu kita mengundang para dokter terutama dokter-dokter yang selama ini kalau kita adakan acara di Indonesia bagian barat dokter dokter bagian timur sulit hadir .

“Sengaja kita buat khusus dokter-dokter yang ada di Indonesia bagian timur, (Sulawesi, Papua, Maluku) agar bisa belajar bersama-sama di sini untuk bagaimana layanan jantung anak di bagian timur bisa berkembang, dan kita memilih Manado karena dilihat lebih strategis untuk rujukan papua dan maluku,” ujarnya

Direktur Utama RSUP Kandou Dr. dr. Ivonne Elisabeth Rotty, M.Kes menyambut baik pelaksanaan kegiatan Pediatric Cardiology Update XII dan Workshop Intervention Consultant.

Dirut berharap, kegiatan ini dapat mengembangkan pengetahuan keterampilan serta pemahaman layanan kardiologi pediatric dalam melakukan tindakan intervensi yang aman dan tepat. (Fer)

Meimonews.com – Erupsi Gunung Ruang yang terletak di Kecamatan Tagulandang Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro) kembali terjadi pada Selasa (30/4/2024) pagi.

Dampak erupsi yang sudah pada level empat tersebut terasa sampai di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara termasuk di Kota Manado.

Oleh karena itu, karena Kota Manado terkena dampaknya seperti abu vulkanik yang tersebar cukup banyak maka Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw sebagai Walikota dan Richard Sualang sebagai Wakil Walikota bertindak cepat.

Lewat akun facebook (fb) Pemerintah Kota Manado mengeluarkan imbauan agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar mewaspadai abu vulkanik tersebut.

“Masyarakat diimbau selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan,” akun fb tersebut.

Dijelaskan, abu vulkanik yang terhirup bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti radang saluran pernapasan atas akut, radang pada selaput mata, serta dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan radang di paru-paru. (lk)

Meimonews.com – Pemadanan data stunting antara elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (EPPGBM) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sangat penting.

Hal tersebut ditegaskan Kepala BKKBN RI Dr. (Hc) dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K)
pada acara Rakernas Bangga Kencana dan PPS di Jakarta, baru-baru.

“Jadikan data itu harus diverifikasi. Ada data EPPGBM itu datanya dapat dari posyandu melalui penembangan. Alatnya sudah baru, petugasnya sudah dilatih, kemudian dia mengerjakan serentak, hasilnya dikumpulkan. Data ini harus diverifikasi, karena data yang di EPPGBM itu sudah jauh di bawah 20 persen stuntingnya,” ujar Hasto.

Dijelaskan, berdasarkan data EPPGBM jika dianalisis secara menyeluruh, angka stunting di Indonesia bisa di bawah 14 persen. Karena itu, ia menekankan penting untuk mengulas atau mereview data SKI dan EPPGBM, kemudian dipadankan sehingga ada keselarasan data.

Menurutnya, EPPGBM itu seperti real count, sedangkan SKI itu seperti quick count, karena survei. Oleh karena itu, yang perlu kita sikapi sekarang EPPGBM dimaksimalkan menjadi 100 persen, jadi penimbangan-penimbangan yang belum lengkap, dimaksimalkan sampai 100 persen.

“Kalau EPPGBM diverifikasi, saya yakin angkanya akan jauh di bawah 20 persen, sehingga saya yakin kalau menggunakan EPPGBM, datanya bahkan bisa di bawah 14 persen, tetapi kalau menggunakan angka survei, angkanya masih jauh, maka titik temunya saya kira ada diverifikasi EPPGBM bulan April, kemudian bulan Mei oleh Menteri Kesehatan,” katanya.

Ditegaskan pula, verifikasi dan validasi (verval) data EPPGBM bisa dilakukan dengan lebih akurat, karena di daerah sudah memiliki standar pengukuran balita yang jelas.

“Kalau dulu alatnya masih beda-beda, ada dacin, digital, itu belum seragam, sekarang seharusnya angka real count lebih bagus, dan sudah standar, karena alatnya sudah seragam,” jelasnya. (Fer)

Meimonews.com – Sebanyak 83 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2023 di lingkungan BKKBN Sulut dilantik dan diambil sumpah/janjinya oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg.

Pelantikan dan Pengangkatan PPPK yang terdiri dari 11 PKB Ahli Pertama, 4 PLKB Terampil dan 68 PLKB Pemula tersebut dilaksanakan pada apel kerja BKKBN Perwakilan Sulut di halaman Kantor,  Senin (29/4/2024).

Turut hadir pada kegiatan yang diikuti pegawai di lingkungan BKKBN Sulut ini adalah sejumlah Kepala Dinas OPD-KB se-Sulut.

Para PPPK dilantik dan diangkat tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala BKKBN Perwakilan Sulut setelah melalui proses/tahapan seleksi yang telah diatur sesuai peraturan yang ada.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan kepada PPPK tersebut saat Kaper memberikan sambutan.

Pertama, para PPPK siap ditempatkan di mana saja sesuai surat pernyataan yang sudah ditandatangani di atas meterai. Kedua, status kepegawaian serta penerimaan gaji dan tunjungan berada di BKKBN Perwakilan Sulut.

Ketiga, melaksanakan tugas di kabupaten/kota dan bersinergi dengan OPD-KB sesuai penempatannya. Keempat, sesuai perjanjian kinerja, PPPK memiliki masa tugas selama 5 tahun. Kelima, maksimalkan kinerja di lapangan sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dengan profesional, penuh tanggung jawab, berdedikasi tinggi, dan loyalitas untuk program Bangga Kencana PPS.

Keenam, perhatikan capaian atau target sesuai dengan perjanjian kerja. Ketujuh, wajib memasukkan laporan bulanan melakui aplikasi New Siga, Kedelapan, perhatikan kedisiplinan terkait presensi dan pengisian laporan kerja harian melalui aplikasi E-Visum. Berkoordinasi dengan lini lapangan sebagai pengampu Penyuluh KB. Kesembilan, berintegritas dalam penggunaan dana BOKN.

“Laksanakan tugas dengan baik dan bertanggung jawab. Semoga dengan kehadiran PPPK di kabupaten dan kota akan membuat warna baru di lapangan dan dinas,” sebut Kaper di akhir sambutannya. (Fer)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado telah menetapkan program Jumat Bersih. Setiap waktu tersebut personil yang asa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mulai dari Sekretariat Pemkot hingga Kelurahan melakukan bersih-bersih.

Lokasi kegiatan diatur oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Seperti halnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setiap Jumat pagi sampai selesai, mereka melakukan kegiatan bersih-bersih di lokasi yang sudah ditentukan.

Kalau tidak ada masalah terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya maka semua personil dikerahkan untuk bersih-bersih.

Jumat (26/4/2024) lalu beberapa tempat disambangi personil BPBD Manado. “Ada beberapa lokasi yang kami datangi dan mengangkat sampah-sampah yang ada di lokasi tersebut,” ujar Kepala BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com via di sela kegiatan.

Lokasi bersih saat itu mulai dari depan RS bersalin Kirana menuju ke Kantor Walikota Manado. Kegiatan dilakukan jam 06.00 – 09.00 Wita.

“Sebanyak 30 personil yang terdiri dari 21 PNS dan 9 tenaga harian lepas (THL) bergotong-royong mengangkat sampah plastik, botol dan sisa-sisa dahan pohon diangkat dan dimasukkan ke dalam tas plastik atau kardus dan dibawa ke bak sampah yang dilewati saat kegiatan pungut sampah hari ini,” ujar Sambuaga.

Pekerjaan bersih-bersih begini dilakukan personil BPBD Manado, sebagai implementasi program Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, dengan gembira dan tanpa merasa ada beban, malah dijadikan sebagai menu olahraga untuk kesehatan.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan bersih-bersih begini, warga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarang. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Manado menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat di Hotel Gran Puri Manado, Kamis (25/4/2024).

Sekitar 30 peserta utusan/perwakilan lembaga pemerintah, organisasi/LSM dan wartawan mengikuti Rakor yang berlangsung sehari itu.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Manado AKBP Hilman Muthalib, SH, Asisten 1 Pemkot Manado Julises Oehlers dan Akademisi Dr. Ita Pingkan Rorong ME menjadi narasumber kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Kota Manado AKBP Heru Yulianto, SH, MH.

Peserta Rakor yang berasal dari berbagai perwakilan pemerintah, organisasi/LSM dan wartawan

Dalam sambutannya, Kepala BNN Kota Manado menegaskan tentang bahaya narkoba dan bagaimana agar tidak ada lagi yang menggunakan narkoba dan menjadi pengedar narkoba.

Apalagi, sebutnya, di dalam lapas (lembaga pemasyarakatan) saja ada yang bisa mengedarkan narkoba. Demikian pun di beberapa tempat lain.

Oleh karena itu, ia mengajak para peserta dapat mencari solusi bagaimana agar masyarakat tidak menggunakan narkoba atau tidak lagi menggunakan narkoba serta tidak menjadi pengedar narkoba.

Kasatpol PP Manado Johanis Waworuntu saat memanfaatkan sesi tanya-jawab

“Kalau ada yang mengunakan, silahkan melapor maka akan diadakan rehabilitasi,” ujarnya seraya mengajak peserta untuk melakukan test urine di instansi/lembaga masing-masing dalam rangka P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). (elka)

Meimonews.com – Terobosan penting dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut dalam kaitannya dengan penanganan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara (datun).

Hal itu terlihat pada kehadiran Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut di Kantor Bapenda Sulut, Jumat (19/4/3034) pada rapat yang membahas kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara tentang Penanganan permasalahan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Rapat  yang dipimpin Kepala Bapenda Sulut  June E. Silangen, SE.Ak, MM dan didampingi Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Sulut Franky Son, SH, MH, Kepala BKAD Sulut Clay J.H. Dondokambey, S.STP, MAP ini dihadiri jajaran Kejati, Inspektorat, BKAD, Bapenda, dan Biro Pemerintahan dan Biro Hukum Pemprov Sulut.

Dalam rapat tersebut, secara detail dibahas hal-hal seperti penguatan legal opinion dari pihak terkat (Kejati Sulut) bila ada permasalahan hukum di jajaran pemerintah Pemprov Sulut. Dengan ada legal opinion ini maka jajaran Pemprov Sulut tidak perlu ragu-ragu lagi dalam pengambilan keputusan.

June menjelaskan, dalam rangka penagihan pajak perlu bersamaan dengan Kejati Sulut. Awalnya hanya dengan Bapenda tapi pihak Bapenda mengusulkan kepada Asdatun Kejati Sulut untuk bersama dengan Pemprov Sulut/Gubernur Sulut.

“Diusulkan demikian karena Pemprov Sulut dan jajarannya perlu juga pendampingan bukan hanya masalah seperti pajak, pengadaan barang dan jasa tapi juga masalah-masalah lain,” ujar June dalam percakapan dengan Meimonews.com di ruang kerjanya, usai rapat.

Oleh karenanya, sambung June, dibuatlah draf nota kesepahaman untuk dibahas bersama, dan ke depan bukan hanya Bapenda Sulut saja yang membuat nota kesepahaman bersama dengan Kejati tapi dengan OPD (organisasi perangkat daerah lain) juga. (elka)

Meimonews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara mewisuda 66 siswa Sekolah Lanjut Usia (lansia) di Desa Munte Kabupaten Minahasa Selatan untuk mengantisipasi terjadinya banjir populasi menua atau aging population.

Kegiatan yang dilaksanakan, Jumat (19/4/2024) ini dihadiri Kepala BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dan staf serta Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, Ketua TP-PKK Minsel Elsje Rosje Wongkar Sumual, Sekda Minsel Glady Kawatu, SH, M.Si, Forkopimda Minsel, para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Minsel, dan Forum Koordinasi Pimpinan  Kecamatan.

Sekolah lansia adalah pendidikan non formal sebagai upaya pemberian informasi, pelatihan tentang kesehatan, sosial budaya agar lansia dapat hidup bahagia sejahtera.

“Ini merupakan komitmen BKKBN untuk mewujudkan lansia Indonesia yang sehat, mandiri, aktif,  produktif, dan bermartabat (Smart), sebagai bentuk integrasi program bina keluarga lansia (BKL) dan sekolah lansia,” ujar Tandaju saat memberikan sambutan.

Diungkapkan, Sekolah Lansia Smart  Pakalowiren  merupakan sekolah lansia  pertama di Sulawesi Utara dengan sasaran usia pra lansia 45 tahun ke atas.

Sekolah Lansia Smart Pakalowiren   diluncurkan pada 9  September 2023 lalu dengan pembelajaran selama enam bulan (September 2023 hingga April 2024).

Untuk pertama kalinya, sekolah ini telah meluluskan 66 siswa pada angkatan pertamanya dengan predikat Sangat Baik dan Baik.

Tandaju berharap, sekolah lansia ini akan terus berlanjut di desa lainnya di Kabupaten Minahasa Selatan dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulut.

Menurutnya, alumni Sekolah Lansia Smart Pakalowiren dapat menjadi motivator bagi lansia lainnya yang ada di Desa Munte agar tetap berkarya. “Semangat lansia dalam menimba ilmu ini juga dapat menjadi contoh bagi generasi muda,’ ujarnya.

Disebutkan, pendidikan bagi lansia merupakan salah satu hal penting. Ini menunjukkan bahwa lansia memiliki semangat belajar yang tinggi, menjadi pribadi yang sehat dan produktif.

“Menjadi tua adalah sebuah perjalanan hidup yang pasti terjadi, tetapi menjadi sehat dan terus produktif di usia senja adalah pilihan,” ujar Tandaju.

Sekolah lansia merupakan sebuah upaya dari pemerintah untuk mewujudkan lansia Indonesia yang tangguh dan tujuan program sekolah ini yakni untuk meningkatkan kualitas kegiatan BKL dan tujuh dimensi lansia tangguh, yang mencakup spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional dan kejujuran, serta lingkungan. “Usia tua tidak menjadi penghalang untuk menimba ilmu,” tandas Tandaju.

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny  Wongkar, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para lansia yang diwisuda.

Dengan hadirnya program sekolah  Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL), sebutnya menjadi  Solusi  dalam  meningkatkan potensi lansia khususnya  bagi lansia yang masih potensial dalam  keluarga dan masyarakat  untuk  mewujudkan lansia yang Smart.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Dinas PPKB Kabupaten Minsel dan  Pemerintah Daerah dan segenap  masyarakat Desa  Munte atas  semangat, antusiasme dan dedikasi  dalam pelaksanaan  program ini,” ujar Wongkar.

Bahkan, sambungnya, telah  mengikuti  kegiatan penilaian Kampung  Keluarga  Berkualitas (KB) tahun  2024 dan berbagai kegiatan strategis lainnya yang  merupakan bentuk partisipasi dan  kontribusi yang telah diberikan,’ ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wongkar mengajak seluruh masyarakat  Desa  Munte untuk terus berjuang dan solid bergerak bersama dengan Pemerintah  Kabupaten Minahasa Selatan.

Sebagai siswa terbaik putra diraih Rori  Mongkau sementara putri oleh Lientje  Assa.

Di acara tersebut, turut diserahkan  piagam penghargaan Keluarga  Harmonis kepada keluarga Mongkau-Piri  dan keluarga Ngayow-Piri. (Fer)

Meimonews.com – Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro) tidak saja berdampak kepada masyarakat daerah setempat tapi juga masyarakat di sejumlah daerah.

Menyikapi adanya penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Ruang tersebut, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw (Walikota) dan Richard Sualang (Wakil Walikota) mengimbau kepada masyarakat Kota Manado yang akan beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker.

Abu vulkanik yang tersebar di atas motor yang diparkir di halaman terbuka baru sekitar dua jam

Kenapa harus menggunakan masker ? Karena abu vulkanik yang terhirup bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Setidaknya, sebut imbauan Pemkot Manado tersebut, ada tiga dampaknya. Pertama, radang saluran pernapasan atas akut; kedua, radang pada selaput mata, dan ketiga, dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan radang di paru-paru. (lk)