Meimonews.com – Tanggal 7 September 1973 Starry Homenta Rampengan lahir di Manado. Berbagai jenjang karier telah dilaluinya dengan suka-duka. Berbagai gelar akademis telah diraihnya dengan jerih-payah disertai semangat pantang menyerah. Jenjang karier sebagai ASN (aparat sipil negara) hingga pelbagai jabatan telah dilalui dan dijalaninya apa adanya.

Dosen tetap Fakultas Kedokteran Unsrat sejak tahun 2000 dan telah menyandang gelar guru besar (profesor) ini senantiasa bersyukur atas berkat yang diterimanya termasuk jabatan Direktue Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou).

Momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53, Starry mensyukurinya dengan memperingatinya dengan sederhana, tanpa bermegahria. Ia merayakannya dengan berbagi kasih kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan di Pusat Kanker Anak Estella RS Kandou, Senin (7/9/2026).

Wakil Ketua Komite Medik RSUP, Kandou 2019 serta Sekretaris Bagian/SMF Kardilogi dan Kedokteran Vascular Faked Unsrat 2015-2023 dan mantan Kepala Bagian/SMF Kareiolpgi dan Kedokteran Vascular ini memilih mengisinya dengan berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang tengah berjuang menghadapi penyakit. Ia datang membawa bantuan berupa makanan dan kain handuk untuk diberikan kepada anak-anak di Pusat Kanker Anak Estella.

Suasana haru terasa ketika ia menyempatkan diri menyapa dan berbincang dengan anak-anak serta keluarga mereka. Senyum dan perhatian yang diberikan menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pengobatan.

Bagi pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini, bertambahnya usia tidak hanya menjadi alasan untuk bersyukur, tetapi juga kesempatan untuk berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Di hari ulang tahun saya yang ke-53 ini, harapan saya sederhana. Kiranya semua pasien boleh memperoleh kesembuhan. Kiranya Tuhan memberikan mukjizat bagi mereka yang sedang berjuang dan menguatkan setiap keluarga pasien,” ujarnya.

Mantan peserta pelatihan seperti Khoo Teck Puat Hospital – Manjemen Rumah Sakit di Singapura 2010, Fellow of International College of Angiology di International College of Angiology 2011, Fellow of American College of Cardiology di American College of Cardiology 2012 ini berharap, anak-anak yang sedang menjalani pengobatan senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan dan masa depan yang baik.

Kehadirannya di tengah anak-anak tersebut bermakna pesan bahwa perhatian dan kasih sayang tidak selalu harus diberikan dalam bentuk besar. Sebuah kunjungan, sapaan, uluran tangan dan doa dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang melewati masa-masa sulit.

Di usia yang ke-53, Starry, seperti dikutip Humas RSUP Kandou, memilih merayakan hari istimewanya dengan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Pusat Kanker Estella. Sebuah perayaan sederhana, namun meninggalkan pesan kemanusiaan yang mendalam: ketika seseorang mampu berbagi, kebahagiaan akan terasa lebih berarti. (Lexie)

Meimonews.com – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengadakan survei akreditasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou), rumah sakit pendidikan Indonesia bagian Timur dan kebanggaan Sulut ini.

Survei akan berlangsung secara daring dan luring. Secara dari daring diadakan Senin (7/9/2026), sementara secara luring dijadualkan pada Rabu – Jumat (9-11/2026).

Dengan dimulainya survei akreditasi ini, seluruh unit pelayanan RSUP Kandou bersiap mengikuti rangkaian penilaian hingga tahap akhir.

Hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki sistem pelayanan dan memastikan standar mutu serta keselamatan pasien diterapkan secara konsisten.

Pembukaan survei diadakan di Auditorium Lantai 2 Gedung Administrasi RSUP Kandou dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Hadir pada acara pembukaan tersebut, Ketua Dewan Pengawas RSUP Kandou Manado Yuli Astuti Saripawan bersama anggota Dewan Pengawas, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto, Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, serta Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menyambut baik kedatangan tim surveior KARS sekaligus memberikan semangat kepada seluruh civitas hospitalia dalam proses akreditasi.

“Selamat datang dan selamat bertugas bagi tim surveior. Selamat berjuang buat Rumah Sakit Kandou menuju akreditasi,” ujar Dirut.

Dijelaskan, pelaksanaan akreditasi merupakan bagian dari upaya RSUP Kandou untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Seluruh jajaran rumah sakit diminta mengikuti proses survei dengan terbuka dan memberikan informasi sesuai dengan pelaksanaan pelayanan di masing-masing unit.

Standar pelayanan yang diterapkan juga harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hanya saat menghadapi survei.

Survei akreditasi RSUP Kandou berpedoman pada Standar Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI.

Penilaian mencakup berbagai aspek penyelenggaraan rumah sakit, termasuk mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, serta pelaksanaan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

Dirut mengingatkan seluruh civitas hospitalia agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien selama proses survei berlangsung.

Pelaksanaan akreditasi tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kebutuhan pasien maupun kelancaran pelayanan rumah sakit. “Yang paling penting, pelayanan kepada pasien tetap berjalan dengan baik. Kita tunjukkan apa yang memang kita kerjakan sehari-hari sesuai standar,” ujarnya. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mendorong seluruh pihak untuk mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Masyarakat yang bekerja perlu mendapatkan perlindungan sehingga dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih aman,” ujar Walikota pada acara Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Rabu (26/8/2027).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado Juwenly Jona Librata Soselisa, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, para Camat dan Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, mantan Ketua DPRD Sulut ini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Walikota menjelaskan pentingnya pelayanan ketenagakerjaan, termasuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan berbagai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan lainnya.

Menurutnya, perlindungan tersebut memiliki kaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesejahteraan keluarga.

Kepada para Lurah, Walikota menekankan pentingnya validasi data kepesertaan, termasuk memastikan data warga yang telah meninggal dunia diperbarui. Validasi data yang akurat diperlukan agar hak dan manfaat jaminan sosial dapat diberikan kepada pihak yang berhak.

Walikota juga meminta agar proses pengunggahan dan validasi data dapat dilakukan secara efektif di tingkat kelurahan.

Selain persoalan jaminan sosial ketenagakerjaan, Walikota mengingatkan juga kepada para Lurah dan Ketua Lingkungan mengenai sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya data kemiskinan ekstrem, kamtibmas, khususnya kasus yang berkaitan dengan senjata tajam, kebersihan dan pengelolaan sampah, PJU, anak terlantar, ODGJ, serta pengukuran tanah yang menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ditegaskan, Ketua Lingkungan dan Lurah memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk melakukan pemutakhiran data serta menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Setelah membuka kegiatan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Perisai, yang ditandai penyerahan rompi dan kartu nama anggota Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) serta penyerahan santunan kematian kepada ahli waris. (elka)

Meimonews.com – Beberapa waktu terakhir ini, sejumlah tenaga outsourcing di RSUP Kandou Manado sering melayangkan protes akan kondisi mereka, terlebih terkait kesejahteraan, termasuk nasib untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Terkait persoalan itu, Manager Hukum dan Humas RSUP Kandou Erwin Kristanto dalam percakapsn dengan Meimonews.com via telefon, Kamis (27/8/2026).memberikan tanggapan dari managemen rumah sakit.

Dijelaskan, Komisi IV DPRD Sulut telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memfasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang melibatkan setidaknya belasan tenaga kerja outsourcing dalam jasa kebersihan RSUP Prof Kandou Manado pada 18 Mei 2026.

RDP yang dipimpin Louis Schraam di dampingi Cindy Wurangian, Paula Runtuwene, Vionita Kuerah dan Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter.tersebut menghadirkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, KSBSI, perwakilan tenaga kerja, manajemen PT HTR, PT Berkah Mitra Indah (BMI) serta pihak manajemen RSUP Kandou,

Ketua KSBSI Sulut Jack Andalangi menjelaskan permasalahan yang dialami oleh 15 orang mantan pekerja jasa kebersihan yang pengelolaannya diserahkan melalui sistem alih daya (outsourcing). Persoalan ini bermula saat mereka bekerja di bawah naungan PT HTR dan PT BMI dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2025.

Menurut Andalangi, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran hak normatif ketenagakerjaan. Diantaranya adalah pembayaran upah yang dinilai berada di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga menimbulkan selisih kekurangan upah yang harus dibayarkan.

Selain itu, terdapat dugaan pemotongan iuran BPJS Ketenagakerjaan dari gaji pekerja, namun dana tersebut tidak disetorkan ke pihak berwenang. Iuran BPJS pun disebutkan dibebankan sepenuhnya kepada pekerja, padahal sebagian merupakan kewajiban pengusaha. Masalah lain yang disorot adalah jam kerja lembur yang dilayani namun tidak dibayarkan sesuai ketentuan.

Sementara itu, pihak PT HTR membantah adanya unsur pemaksaan. Menurut mereka, sistem pemotongan dan aturan kerja yang diterapkan merupakan hasil kesepakatan bersama yang sudah dikonsultasikan dengan Disnakertrans, serta dilengkapi bukti persetujuan tertulis dari para pekerja.

Terkait uang lembur yang tidak dibayarkan tunai, perusahaan beralasan hal itu dikompensasi dengan penggantian hari libur atau waktu istirahat. Alasan tidak dilakukannya kenaikan upah adalah karena nilai kontrak kerja sama dengan pihak RSUP Kandou tidak memungkinkan adanya penyesuaian.

Disisi lain, Manajer PT BMI Rafika Hasan menjelaskan kondisi anggaran pada tahun 2025 saat kontrak berjalan. Saat itu, perusahaan dihadapkan pada dua pilihan yakni melanjutkan pekerjaan atau mengurangi jumlah tenaga kerja sebesar 20 persen. Dari total 140 orang personil, nilai anggaran yang ada sebenarnya hanya cukup untuk menggaji sekitar 120 orang sesuai standar.

Namun, perusahaan memutuskan tetap mempertahankan seluruh pekerja demi menjaga kualitas pelayanan, meski konsekuensinya harus melakukan penyesuaian yang tidak tertulis secara rinci dalam kontrak.

Hal lain mengenai nasib para outsourcing RSUP Kandou Manado itu adalah berharap untuk bisa diangkat menjadi CPNS Kemenkes RI. Namun manajemen menegaskan bahwa soal pengangkatan itu pihaknya tidak memiliki hak, karena semuanya diatur oleh pihak Kementerian.

“Memang mereka sebelumnya merupakan Honorer. Namun saat ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menghapus honorer, kemudian bisa diangkat menjadi CPNS tapi harus melalui mekanisme seleksi. Tetapi ada beberapa yang tidak lulus karena faktor nilai hasil tes tak sesuai standar,” ujar Erwin.

Sehingga, menurutnya, ketika itu pihak manajemen mengalihkan mereka untuk menjadi tenaga outsourcing sambil menunggu proses jika nantinya penerimaan CPNS di Kemenkes. Tujuan lain adalah agar mereka tetap memperoleh nafkah meski sudah bukan lagi status honorer melainkan outsourcing.

Erwin menjelaskan, Kemenkes RI telah menegaskan bahwa wewenang pengangkatan PNS berada di bawah kendali lembaga pemerintah non-kementerian yang berwenang, bukan dilakukan secara sepihak oleh Kemenkes.

Semua pengangkatan PNS harus mengikuti peraturan yang ada, dalam hal ini dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang yakni Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB,

Dirjen Kesehatan Lanjutan (Kesla) Kemenkes RI Azhar Jaya, sebut Erwin, telah membantah soal beredarnya surat di berbagai platform media sosial sejak awal April 2026 yang memuat rencana pengangkatan tenaga kesehatan (nakes) non-ASN menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara otomatis.

Di mana dalam surat bernomor KP.01.01/D.I/2611/2026 itu mencatut kop Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan menyebutkan adanya pengalihan status bagi pegawai medis dan kesehatan Non-ASN yang telah bekerja minimal 6 bulan untuk langsung diusulkan menjadi CPNS.

Dirjen Kesla telah menegaskan, adanya kesalahpahaman dalam mengartikan isi surat tersebut. Karena dokumen itu hanyalah surat pemberitahuan untuk kebutuhan administratif internal, bukan instruksi pengangkatan langsung.

“Surat ini merupakan surat pemberitahuan dan bukan surat proses pengangkatan sebagai CPNS. Tujuannya adalah kami ingin mendata para tenaga kesehatan di RS Kemenkes yang belum menjadi CPNS. Jadi hanya berupa pendataan,” ujar Erwin mengutip Dirien Kesla. (*)

Meimonews.com – Guna mencegah bahaya kebakaran di musim kemarau panjang ini, Pemerintah Kota Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado mengajak warga untuk melakukan 4 (empat) hal.

“Mengingat musim kemarau yang panjang ini. maka kami mengimbau untuk nenjaga lingkungan dari bahaya api. Kami mengimbau warga untuk melakukan 4 hal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Minggu (23/8/2026).

Pertama, jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kedua, hindari membakar sampah di tempat terbuka. Ketiga, matikan api sisa perapian setelah digunakan. Keempat, periksa listrik dan matikan peralatan.

 

“Mat bersama cegah kebakaran dan jaga lingkungan kita. Cegah kebakaran selamatkan lingkungan,” ajak Sambuaga. (elka)

Meimonews.com – Festival Koor Manado Tahun 2026 yang akan digelar oada 19 – 22 November 2026 diluncurkan di Gedung Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (21/8/2026).

Peluncuran dilakukan secara bersama, antara lain oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang. Turut hadir Ketua LPPD Manado Merry Mawardi, Asisten 1 Setdakot Manado Julises Oehles dan sejumlah pejabat Penkot Manado.

Festival ini dimaksudkan untuk mendukung seni, pariwisata, ekonomi kreatif, dan identitas Manado sebagai kota musik ini.

Festival ini juga mengoptimalkan potensi Manado sebagai kota kreatif bidang musik. Tradisi paduan suara di berbagai kelompok masyarakat menjadi salah satu kekuatan penyelenggaraannya.

Festival ini diharapkan membuka kolaborasi bagi komunitas musik, pelaku seni, ekonomi kreatif, dan pemangku kepentingan.

Sualang yang adalah juga Ketua Panitia menegaskan, tradisi bernyanyi telah mengakar di masyarakat Manado. Menurutnya, paduan suara memperkuat kebersamaan sekaligus memperkenalkan Manado di tingkat nasional dan internasional.

“Festival ini menyatukan hati, merajut persatuan, dan membawa nama Manado ke panggung nasional maupun internasional,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Manado ini. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkot Manado, Jumat (21/8/2026).

Pemkot Semarang yang dipimpin Walikota Agustina Wilujeng dan rombongan diterima Walikota Manado dan tim di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Jeffry Worang, Kepala Dinas Perkim Peter Eman, Kepala Dinas Kominfo Noviyanti Mongkau, Kabag Prokopim Setda Kota Manado Gladly Taliawo, rombongan Pemkot Semarang, serta undangan lainnya.

Kunker tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh informasi dan mempelajari pengalaman Pemkot Manado dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya terkait penerapan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) serta pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang memaparkan secara umum kondisi Kota Semarang, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.

Selanjutnya, Walikota Manado menyampaikan gambaran mengenai Kota Manado, mulai dari kondisi wilayah dan kependudukan, kehidupan sosial kemasyarakatan, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Pembahasan kemudian difokuskan pada pengelolaan PJU di Kota Manado. Walikota menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 15 ribu titik PJU di Kota Manado.

Pengelolaannya mencakup aspek operasional, pengawasan di lapangan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk mekanisme kerja sama dengan PT PLN.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengelolaan PJU adalah pola pengawasan yang melibatkan Ketua Lingkungan (Kaling). Menurut Walikota, Kaling memiliki peran penting karena mengetahui kondisi PJU di wilayah masing-masing.

Apabila ditemukan PJU yang tidak berfungsi, informasi tersebut dapat segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti oleh instansi teknis terkait, termasuk Dinas Perkim Kota Manado.

Selain sistem pemantauan berbasis IoT, pemanfaatan PJU tenaga surya (solar cell) turut menjadi salah satu materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemkot Manado dan Pemkot Semarang. (elka)

Meimonews.com – Warga Kima Atas Kecamatan Mapanget Kota Manado yang terkena dampak kekeringan dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino diberi bantuan berupa air bersih.

Kegiatan kolaborasi Badan Penanggulangan Bemcana Daerah (BPBD) Kota Manado, PDAM Wenang Wanua dan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut ini dilakukan Kamis (20/8/2026).

Tak kurang dari 6.000 liter air bersih disalurkan pada kegiatan yang merupakan implementasi program Pemerintah kota Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang khususnya terkait dengan kemarau panjang dan dampak fenomena El Nino.

Berdasarkan pendataan sementara, sebut Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga, jumlah penerima manfaat yang telah terdata sebanyak 6 Kepala Keluarga (KK) dengan total 16 jiwa, yang berada di Lingkungan III Kelurahan Kima Atas.

Penerima bantuan tersebut, ungkap Sambuaga, berdasarksn masukkan dari Pemerintah Kelurahan.

“Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi dan kerjasama lintas sektor antara BPBD Kota Manado, PDAM Wanua Wenang, dan PMI Sulawesi Utara di Kelurahan Kima Atas,” ujarnya.

Mereka yang mennerima bantuan tersebut karena dinilai layak/pantas untuk mendapat bantuan tersebut. (elka)

Meimonews.com – Bupati Malang HM Sanusi dan rombongan mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (18/8/2026).

Bupati Malang dan rombongan diterima Walikota Manado Andrei Angouw di dampingi Asisten III Setda Kota Manado Donald Supit, serta para Kepala Perangkat Daerah lainnya di Aula Serbaguna Pemkot Manado.

Kunker Pemerintah (Pemkab) Malang ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2025–2029, khususnya terkait percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan melalui penguatan konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi kelautan, pariwisata, investasi, serta inovasi pembangunan daerah.

Melalui kunker ini, Pemkab Malang bermaksud melakukan koordinasi sekaligus studi pembelajaran kepada Pemerintah Kota Manado terkait berbagai program dan inovasi pembangunan yang telah diterapkan di Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja sekaligus memaparkan gambaran umum Kabupaten Malang, meliputi kondisi kependudukan, wilayah, sosial kemasyarakatan, serta perkembangan ekonomi daerah, termasuk sektor industri dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Walikota Manado menyampaikan gambaran umum Kota Manado, khususnya kondisi perekonomian daerah yang turut didukung oleh sektor perdagangan dan jasa.

Walikota menjelaskan, Kota Manado merupakan kota jasa dan perdagangan, sementara sektor pariwisata juga terus berkembang meskipun kontribusinya terhadap perekonomian daerah masih belum sebesar sektor perdagangan dan jasa.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini turut memaparkan perkembangan penduduk Kota Manado.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, antara lain penerangan jalan umum (PJU), posisi Kota Manado sebagai wilayah transit bagi daerah-daerah di sekitarnya maupun negara tetangga.

Selain itu, digitalisasi pemerintahan, Command Center dan Call Center 112, peran Ketua Lingkungan, keterlibatan tokoh-tokoh agama, serta berbagai hal lainnya.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kota Manado dan Pemerintah Kabupaten Malang. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengingatkan, kedaulatan harus terus dijaga melalui persatuan dan keberamaan, keadilan diwujudkan melalui imtegritas serta keberpihakan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Walikota Manado ketika memberikan sambutan pada upacara memperongati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Imdonesia yang diadakan di Lapangan Sparta Tikala Manado, Senin (17/8/2026).

Untuk kemakmuran, sambung Walikota Manado yang menjadi Inspektur Upacara (Irup), dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan inovasi.

“Kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab kita untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan karya nyata bagi kemajuan Kota Manado dan Indonesia,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini Wali mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang telah memasuki usia ke-81 tahun dengan mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Hadir pada upacara ini, Wakil Walikota Manado Richard Sualang, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan dan.Merry Mawardi, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Ketua DWP Kota Manado Syenny Dandel-Tamuntuan.

Selain itu, Pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama BUMD Kota Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Manado, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh Walikota Manado dan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Kota Manado Aaltje Dondokambey. (elka)