Meimonews.com – Kabar gembira bagi wajib pajak kendaraan bernotor (ranmor) yang taat membayar pajak. Bagi wajib pajak yang taat membayar pajak ranmor akan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam hal ini Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulut.

“Wajib pajak yang taat membayar pajak kendaraan bernotor akan diberikan emas,” ujar Kepala Bapenda.Sulut June E. Silangen kepada Meimonews.com via telefon, Rabu (18/3/2026).

Program yang bekerjasama dengan PT Jasa Raharja Sulawesi Utara (pimpinan Ni Made Ayu Mulidyawati) ini, sebut June berlaku untuk periode pembayaran 1 Maret sampai 30 Juni 2026.

Peserta program ini adalah wajib pajak orang pribadi, bukan pemilik kendaraan dinas milik TNI/Polri/BUMN/BUMD maupun imstansi lainnya. “Jadi musti kendaraan pribadi,” jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pajak Daerah (UPTD PPD) Manado .Michael Langelo,

Dan, sambung Langelo dalam penjelasanya terkait program ini, data identitas pajak pada sistem Samsat harus sesuai dengan dokumen resmi yaitu KTP dan nomor HP jangan lupa harus valid dan aktif agar dapat dihubungi pada saat pengumuman undian emas.

“Jangan lupa membayar pajak tepat pada waktunya secara online untuk pajak tahunan agar terhindar dari denda administrasi dan berpeluang untuk mendapatkan emas pada bulan Juli 2026,” imbau June. (elka)

Meimonews.com – Serius melakukan perubahan agar RSUP Kandou menjadi lebih baik, berbagai upaya dilakukan Starry Homenta Rampengan sebagai Dirut RSUP Kandou.

Upaya seperti kegiatan telusur terus dilakukan untuk mengetahui keadaan atau permasalahan yang ada dan segera bertindak untuk melakukan perbaikan bila ditemukan adanya masalah.

Seperti terlihat, Selasa (17/3/2026), Dirut Starry di dampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang serta pejabat terkait melakukan telusur ke sejumlah unit pelayanan rumah sakit untuk memastikan progres perbaikan fasilitas dan peningkatan sistem pelayanan.

Telusur dilakukan di sejumlah ruangan, di antaranya Irina D, NICU, PICU, Irina E Bawah, Irina E Atas, serta Ruang Estella.

Dalam telusur/peninjauan itu, jajaran direksi memeriksa berbagai aspek pelayanan mulai dari ketersediaan alat kesehatan, kondisi fisik bangunan, hingga sarana dan prasarana penunjang.

Hasil dari telusur yang dilakukan menunjukkan adanya progres perbaikan yang cukup signifikan, sebagai tindak lanjut dari monitoring yang terus dilakukan oleh Dirut Starry.

Selain meninjau fasilitas, tim juga melakukan pengecekan terhadap sistem pelayanan, administrasi, hingga pelayanan farmasi guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar pelayanan rumah sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Dirut juga menyempatkan diri menyapa pasien dan keluarga pasien yang ditemui di ruang perawatan.

Ia memberikan dukungan serta motivasi kepada para pasien, sekaligus mendengarkan secara langsung kondisi pelayanan yang mereka rasakan.

Di sela-sela kunjungan, Dirut juga mencermati berbagai kebutuhan fasilitas yang masih perlu ditingkatkan di ruang rawat inap.

Penataan ruang perawatan, peningkatan sarana prasarana, serta pemenuhan tenaga dokter spesialis menjadi bagian dari fokus pembenahan yang terus dilakukan manajemen rumah sakit

Dengan berjalan menyusuri selasar rumah sakit dan keluar masuk ruang perawatan, Dirut bersama jajaran direksi memastikan bahwa proses perubahan dan peningkatan kualitas layanan di RSUP Kandou terus berjalan secara nyata demi memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. (*/Fer)

Meimonews.com – Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang (PMKP) RSUP Kandou Wega Sukanto mewakili Direktur Utama (Dirut) Starry Homenta Rampengan hadir dalam Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Kinerja Pelayanan Rumah Sakit di Tengah Transisi Iuran Tunggal BPJS Kesehatan yang diadakan di Kantor DPD RI Sulit, Senin (16/03).

Kehadiran Direksi RSUP Kandou tersebut menunjukkan komitmen RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional dalam mendukung penguatan sistem pelayanan kesehatan (yankes) khususnya dalam menghadapi dinamika kebijakan pembiayaan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

FGD ini turut dihadiri pimpinan BPJS Kesehatan, perwakilan farmasi, serta Dinas Kesehatan Sulut.

Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat saling bertukar pandangan, menyampaikan masukan, serta merumuskan langkah strategis guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, efektif, dan berkelanjutan di tengah masa transisi kebijakan iuran tunggal BPJS Kesehatan.

FGD yang dirangkaikan dengan sesi diskusi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk membahas strategi peningkatan kinerja pelayanan kesehatan di tengah perubahan kebijakan sistem iuran BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan itu, Wega memaparkan kesiapan rumah sakit dalam penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kebijakan pemerintah.

Wega menjelaskan, terdapat 12 kriteria KRIS yang harus dipenuhi oleh rumah sakit, di mana 9 kriteria harus siap diterapkan, sementara 3 kriteria lainnya bisa dapat menyesuaikan dengan kondisi fasilitas yang ada.

Selain itu, Wega juga menjelaskan tentanh pentingnya transformasi layanan rujukan serta peningkatan berbagai fasilitas pendukung rumah sakit, seperti penataan area parkir, taman, toilet, hingga ruang tunggu pasien dan keluarga.

Tidak hanya itu, aspek waktu tunggu pelayanan dan tingkat kepuasan pelanggan juga menjadi indikator penting yang terus dipantau oleh Kementerian Kesehatan RI (Fer)

Meimonews.com – Saat pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran dan Validasi Data yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (16/3/2026), Walikota Manado Andrei Angouw memaparkan berbagai permasalahan yang ditemui di lapangan terkait proses pendataan masyarakat.

Itulah sebabnya, Walikota yang di dampingi Wakil Walikota Richard Sualang antara lain menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara para pelaksana di lapangan, mulai dari Camat, Lurah, Ketua Lingkungan hingga petugas pendata, khususnya dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima pelayanan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Menurutnya, penentuan kategori kesejahteraan masyarakat melalui sistem desil, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10, memang memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Namun, proses tersebut sangat penting agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengingatkan agar proses pendataan dilakukan secara objektif dan akurat, tanpa didasarkan pada penilaian subjektif dari pendata.

Ditegaskan, masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus menjadi prioritas penerima bantuan, terutama kelompok miskin ekstrem yang masuk dalam kategori Desil 1.

Walikota meminta agar para Camat menindaklanjuti hasil rapat koordinasi ini dengan menggelar rapat atau musyawarah di tingkat kecamatan dan kelurahan bersama seluruh Lurah dan Ketua Lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, diharapkan pihak Badan Pusat Statistik (BPS) dapat memberikan penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme pendataan serta penentuan kategori desil masyarakat.

Dalam Rakor tersebut Kepala BPS Sulut Agus Sudibyo dan Kepala BPS Kota Manado Simon Remiasa memberikan pemaparan terkait proses integrasi dan validasi data. Rapat koordinasi kemudian diakhiri dengan sesi dialog bersama para peserta.

Hadir dalam kegiatan ini Sekdakot teaven Dandel sejumlah Kepala SKPD terkait seperti Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Erwin Kontu, Kadis Kominfo Noviyanti Ningsih Mongkau, para Camat dan Lurah, serta undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Upaya memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital terus didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Ratusan perempuan potensial dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Digital Marketing yang diadakan di Ruang CJ Rantung Kantor Gubernur di Manado, Senin (16/3/2026).

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi tentang strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, hingga teknik membuat konten promosi yang menarik.

Peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai pemanfaatan platform e-commerce dan marketplace sebagai sarana memperluas pemasaran produk.

Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar pelaku usaha perempuan. Dalam sesi diskusi, peserta saling bertukar pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga kurangnya pemahaman tentang teknologi digital.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap semakin banyak perempuan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal.

Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha yang mandiri, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya ketika membuka kegiatan,
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Sulut Tienneke Adam menjelaskan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pelatihan digital marketing ini, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk dan meningkatkan daya saing usaha mereka.

“Perempuan Sulawesi Utara memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat. Dengan kemampuan digital marketing, produk-produk lokal dapat dipromosikan secara lebih luas bahkan hingga ke pasar nasional dan global,” ujarnya.

Para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain mendapatkan materi teori, mereka juga diajak untuk melakukan praktik langsung mengenai cara mempromosikan produk melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan platform digital lainnya.

“Program pelatihan digital marketing bagi perempuan potensial ini diharapkan dapat terus berlanjut pada masa mendatang sebagai bagian dari strategi pemberdayaan perempuan di Sulawesi Utara, ujar Neltje Sumajow peserta pelatihan. (JK)

Meimonews.com – Guna mempererat silaturahmi serta meningkatkan kekompakan manajemen RSUP Kandou dan petugas pengamanan (pam), Direktur Layanan Operasional RSUP Kandou Erwin Sondang Siagian (mewakili Dirut Starry Homenta Rampengan) menghadiri Buka Puasa Bersama dengan para Petugaas Pam dari PT GTS.

Mendampingi Diryanops pada kegiatan yang diadakan di ruang Pos Utama RSUP Kandou, Jumat (13/3/2026) antara lain Manajer Hukum dan Humas RSUP Kandou Erwin Kristanto.

Acara diawali dengan tausiah yang disampaikan Asisten Manajer BMN Djunarto, dilanjutkan dengan doa bersama dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kekompakan antara manajemen rumah sakit dan para petugas keamanan yang selama ini bertugas menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan rumah sakit.

Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara manajemen rumah sakit dan petugas keamanan dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung pelayanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pasien dan pengunjung RSUP Kandou

Kehadiran jajaran manajemen ini juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas securiti dalam menjalankan tugasnya.

Komisaris PT GTS Ramly Ettah, dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras para petugas keamanan.

“Selain sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antara petugas keamanan dengan seluruh karyawan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara manajemen rumah sakit dan petugas keamanan dapat terus terjalin dengan baik demi mendukung pelayanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pasien dan pengunjung RSUP Kandou. (Fer)

Meimonews.com – Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menegaskan, perawat memiliki peran yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien.

“Perawat harus terus menjaga semangat kerja, disiplin, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien,” ujarnya ketika memberikan arahan pada Apel Keperawatan di Aula Lantai 2 Kantor Administrasi, Kamis (12/3/2026).

Selain itu, tambah pejabat kelahiran Manado pada 7 September 1973 ini, pengelolaan administrasi juga harus tertata dengan baik agar pelayanan berjalan efektif dan profesional.

Olehnya, Dirut memotivasi kepada seluruh tenaga keperawatan agar terus meningkatkan semangat kerja, profesionalisme, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Mantan Wakil Ketua Komite Medik RSUP Kandou dan mantan Kepala Bagian/SMF Kareiolpgi dan Kedokteran Vascular ini mengingatkan pula tentang pentingnya pengelolaan administrasi yang baik sebagai bagian dari sistem pelayanan rumah sakit yang tertib, terukur, dan akuntabel.

Apel keperawatan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen seluruh tenaga keperawatan di RSUP Kandou dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendukung terciptanya pelayanan rumah sakit yang prima, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Mendampangi Dirut pada apel tersebut, antara lain Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati serta Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto. (Fer)

Meimonews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonsia (BI) Gorontalo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Gorontalo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo luncurkan program Literasi Bersama Gerakan Cegah Stunting dan Cinta Rupiah (Lebegacor) sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas keluarga dan generasi masa depan, Selasa (10/3/2026).

Peluncuran program yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie ini dihadiri Kepala Perwakilan (Kaper) BI Gorontalo Bambang Setya Permana, Kaper BKKBN Gorontalo Diano Tino Tandaju, Wakil Bupati Gorontalo H. Tonny S. Junus, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo serta berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Gorontalo, Selasa (10/3/2026).

Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas literasi mengenai Cinta, Bangsa dan Paham (CBP) Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak sekalgus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak serta penggunaan rupiah dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.

Stunting masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, kemampuan koqnitif dan kesehatan jangka panjang.

Berbagai fakta seperti keterbatasan ekonomi, kurangnya akses terhadap pangan bergizi, sanitasi yang belum memadai serta rendahnya literasi gizi menjadi penyebab utama munculnya resiko stunting di tingkat keluarga.

Sejalan dengan itu, literasi pengelolaan uang rupiah yang bijak juga penting diperkuat agar keluarga semakin berdaya dalam membangun generasi sehat dan SDM yang gemilang serta semakin sadar untuk senantiasa menjaga dan merawat uang rupiah yang merupakan simbol nasionalisme NKRI.

Melalui program Lebegacor selain mendapatkan literasi CBP Rupiah para keluarga penerima manfaat, juga akan mendapatkan bantuan nutrisi ,

Program ini direncanakan akan konsisten dilaksanakan dua kali sebulan sepanjang tahun 2026 dengan lokasi berbeda untuk pemerataan.

Program ini menyasar para tenaga PKB (penyuluh keluarga berencana) yang akan diberikan pengembangan kapasitas di bidang literasi CBP Rupiah dan sistem pembayaran dalam bentuk training of trainer,

Para penyuluh BKKBN yang tersebar di desa dan kelurahan di provinsi Gorontalo akan memberikan edukasi pencegahan stunting dan CBP Rupiah kepada para orangtua secara rutin setiap bulan, (lex)

Meimonews.com – Guna memastikan kondisi sarpras (sarana dan prasarana) serta mutu pelayanan kepada pasien tetap terjaga, Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan melakukan kegiatan telusur fasilitas dan pelayanan rumah sakit, Selasa (10/3/2026).

Mendampingi Dirut pada kegiatan ini Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian serta Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto.

Dalam telusur tersebut, Dirut memantau langsung berbagai perbaikan yang sementara berjalan di sejumlah ruangan rawat inap dan poliklinik, mulai dari peralatan kesehatan, troli, wastafel, toilet, pintu hingga atap bangunan.

Dirut juga mengecek kondisi jaringan internet guna memastikan kelancaran sistem pelayanan dan administrasi di rumah sakit.

Dirut menginstruksikan agar seluruh fasilitas yang mengalami kerusakan segera didata dan dilakukan perbaikan serta menekankan pentingnya gerak cepat dalam menindaklanjuti setiap temuan di lapangan.

“Setiap telusur harus ada hasilnya. Jangan hanya telusur tetapi tidak ada tindak lanjut. Setiap minggu kita telusur sekaligus melihat hasil perbaikan dari temuan sebelumnya,” ujarnya.

Instruksi yang diberikan langsung ditindaklanjuti oleh tim terkait, sementara Dirut sendiri terus mengawasi secara langsung sejauh mana proses perbaikan yang sedang berlangsung.

Selain memantau sarana prasarana, Dirut juga meninjau langsung pelayanan kepada pasien dengan mengunjungi beberapa ruangan perawatan. Dirut berdiskusi dan melakukan evaluasi bersama dokter serta tim medis mengenai kondisi pasien dan pelayanan yang diberikan.

Sikap humanis Dirut terlihat saat berinteraksi dengan pasien. Orang nomor satu di Rumah Sakit Pendidikan Pengelpla Utama (RSPPU) ini sesekali menyapa dan menanyakan langsung pengalaman pasien terkait pelayanan di RSUP Kandou.

“Cepat sembuh ya,” ujar Dirut kepada pasien sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada pasien.

Dalam kesempatan tersebut, Dirut juga mengecek absensi dokter dan perawat sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin serta kualitas pelayanan di rumah sakit.

Kepada tenaga kesehatan, Dirut juga mengingatkan pentingnya bekerja dengan integritas dan panggilan hati.”Kita bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia,” pesannya kepada para tenaga kesehatan saat berinteraksi di sela-sela kegiatan telusur. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou yang kini dipimpin Starry Homemta Rampemgan (Direktur Utama) ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan yang ditandatangani Menkes RI Budi G. Sadikin No. HK.01.07/Menkes/101/2026 tertanggal 11 Feburari 2026.

“RSUP Kandou ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) karena dinilai oleh Kemenkes RI telah memenuhi persyaratan dan standar sebagaimana mestinya,” ujar RSUP Kandou Erwin Kristanto kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).

Seperti diberitakan Meimonews.com Kamis (5/3/2026) saat visitasi Tim Kologiun Radiologi bersama Tim Kemenkea RI (baca ; RSUP Kandou Jalani Visitasi Lapangan terkait Penetapan RSPPU Prodi Radiologi), Perwakilan Kementerian Kesehatan RI Rima Kuraisina menyampaikan bahwa proses penetapan RSPPU ini merupakan bagian dari langkah strategis penguatan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

Ditegaskan pentingnya sinergi antara rumah sakit, kolegium, serta institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pengusulan dan pengembangan program studi ke kementerian terkait.

Dengan ditetapkan RSUP Kandou sebagai RSPPU, pimpinan rumah sakit dan jajaran bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan tidak hanya di lingkungan rumah sakit tetapi juga di jejaring rumah sakit daerah khisusnya di kawasan Indonesia Timur. (Fer)