Meimonews.com – Kota Manado mendapat apresiasi sebagai terbaik 2 kategori kota dalam Program 3 Juta Tumah dengan  250 kuota bedah rumah.

Wakil Walikota Manado Richard Sualang, mewakili Walikota Manado Andrei Angouw menerima apresiasi tersebit pada kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam acara yang turut dihadiri Mendagri Jenderal Polisi Purn. Muhammad Tito Karnavian.

Trofi penghargaan diterima Wakil Walikota Manado bersama Walikota Makassar Munafri Arifuddin (Juara 1) dan Walikta Bitung Hengky Honandar (Juara 3).

Atas capaian gemilang ini, ketiga pemerintah kota penerima penghargaan mendapatkan insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemkot Makassar menerima Rp. 6 miliar, Pemkot Manado menerima Rp. 4,5 miliar, sementara Pemkot Bitung menerima Rp. 3 miliar.

Apresiasi ini bukan sekadar tentang penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini bisa diteruskan menjadi kerja nyata dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak.

Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi warga Manado. (elka)

Meimonews.com – Kemarau panjang yang terus terjadi membuat masyarakat makin sulit mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyalurkan air bersih.

Itu terlihat ketika PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Manado dan Polairud Polda Sulut serta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Manado menyalurkan air bersih bagi masyarakat Pulau Manado Tua dan Pulau Siladen, Kota Manado, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 64 ribu liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di kedua pulau tersebut dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan KSOP Manado.

Kepada Meimonews.com, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, BPBD Manado turutserta dan berperan untuk mengkoordinasikan kegiatan di lapangan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan agar pendistribusian air bersih berjalan lancar dan aman.

Menurutnya, data sebelumnya mencatat bahwa masyarakat Bunaken Kepulauan telah mengalami hampir tiga bulan minim hujan dan sebagian masyarakat Manado Tua Dua sangat bergantung pada tampungan air hujan.

“Pemerintah juga menyatakan kebutuhan tambahan air masih diperlukan. BPBD tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi menjadi pusat koordinasi dan basis data kebutuhan kedaruratan,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, BPBD Kota Manado berperan dalam melakukan asesmen kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan, mengoordinasikan perangkat daerah dan unsur terkait, memfasilitasi pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih, serta melakukan monitoring dan pelaporan perkembangan kondisi kepada Pemerintah Kota Manado.

Kehadirannya dalam kegiatan tersebut, jelasnya, justru dapat menjadi momentum untuk membangun sistem penanganan kekeringan Kota Manado yang lebih terstruktur, bukan hanya respons ketika air sudah habis. (elka)

Meimonews.com – Kota Manado raih Terbaik 1 Kategori Pemerintah Kota dalam Anugerah Layanan Investasi 2026.

Trofi dan piagam penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu kepada Walikota Manado Andrei Angouw di Auditorium Nusantata Kementeeian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Penghargaan tersebut diraih Kota Manado atas hasil Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Penghargaan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Manado dalam mendorong kemudahan berusaha dan investasi, meningkatkan transparansi dalam pelayanan perizinan, serta mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi dunia usaha.

Hadir mendampingi Walikota Manado dalam kegiatan ini adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado Ny. Irene Angouw-Pinontoan, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado M. Sofyan, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Manado Noviyanti Mongkau. (elka)

Meimonews.com – Keselamatan pasien menjadi perhatian utama RSUP Kandou Manado dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa keperawatan yang akan menjalani pendidikan klinis.

Sebelum memasuki lingkungan klinis, mahasiswa harus memahami tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.

“Anda berada di rumah sakit pusat rujukan. Memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Untuk itu, pelatihan awal ini wajib diikuti sebelum masuk pendidikan klinis,” ujar Dirut RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan ketika berbicara kepada para mahasiswa Program Studi (Prodi) Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) yang mengikuti Orientasi Pendidikan dan Pelatihan di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Rabu (16/9/2026).

Menurut Dirut, teori harus berjalan bersama praktik. Pengalaman langsung di rumah sakit menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi pasien.

“Belajar tanpa praktik sia-sia. Di sini adik-adik belajar dan praktik. Adik-adik hadir sebagai perpanjangan Tuhan untuk menolong sesama manusia sebagai tenaga kesehatan,” sebutnya.

Dirut memaparkan sejumlah materi yang menjadi bekal mahasiswa selama berada di lingkungan RSUP Kandou, yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta Pelayanan Prima.

Selain aspek kompetensi, Dirut juga menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang aman. Ia menyatakan proses pendidikan di RS Kandou harus bebas dari bullying atau perundungan.

Para mahasiswa diminta menyerap seluruh materi yang diberikan dan menjadikannya sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. “Serap semua materi dengan baik untuk bekal nanti dalam dunia pekerjaan,” pesan Dirut.

Mewakili Polnustar, Ns. Asri menyampaikan terima kasih kepada jajaran RSUP Kandou yang telah menerima mahasiswa Polnustar untuk menjalani pendidikan. “Terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan RS Kandou yang sudah menerima mahasiswa kami untuk melakukan pendidikan,” ujarnya,

Kegiatan dibuka Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati.

Turut hadir, Manajer Tim Kerja Diklat RSUP Kandou Frets Melope, Asisten Manajer Pendidikan Sekplin Sekeon, serta Asisten Manajer Pelatihan Ns. Jimmy Kamagi. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (RSUP Kandou) dan Fakultas Kedokteran (Faked) Unsrat menandatangani Pakta Integritas PPDS dan Perjanjian Penyelenggaraan Pembelajaran Klinik di Aula Kantor Pusat RSUP Kandou, Selasa (15/9/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan bersamaan dengan penutupan kegiatan Orientasi, Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima serta Ketahanan Mental bagi peserta PPDS.

Dengan adanya kegiatan tersebut dan setelah menjalani rangkaian orientasi dan pelatihan dasar pelayanan rumah sakit, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUP Kandou Manado kini siap memasuki tahapan pendidikan klinis.

Para peserta PPDS selanjutnya menjalani proses pendidikan klinis di RSUP Kandou dengan bekal pengetahuan mengenai keselamatan pasien, mutu pelayanan, pencegahan infeksi, keselamatan kerja, pelayanan prima serta ketahanan mental

Dekan Faked Unsrat Billy Johnson Kepel menjelaskan, penandatanganan Pakta Integritas menjadi simbol kesanggupan semua pihak untuk menjalankan proses pendidikan secara bertanggung jawab.

Peserta PPDS, sebut Dekan, nantinya tidak hanya menghadapi persoalan akademik dan klinis, tetapi juga berbagai aspek nonakademis ketika berada di lingkungan pelayanan rumah sakit.

“Tidak semua profesi ada pakta integritas. Ini penting karena aspek klinis maupun nonklinis harus diantisipasi saat saudara terjun dalam pelayanan sebagai residen PPDS,” ujarnya.

Diingatkan, proses pendidikan yang akan dijalani selama kurang lebih empat tahun harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpegang pada Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Dekan menyampaikan terima kasih kepada Direktur Utama RSUP Kandou beserta jajaran yang telah menerima para peserta PPDS untuk menjalani proses pembelajaran klinik. “Terima kasih Pak Dirut dan jajaran. Terimalah mereka untuk belajar di RS Kandou,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan mengatakan, berakhirnya orientasi dan pelatihan menjadi tanda bahwa peserta didik telah siap memasuki pendidikan klinis. “Hari ini penutupan pelatihan. Itu tandanya peserta didik siap mulai dengan pendidikan klinis,” ujarnya.

Memasuki lingkungan klinis, Dirut meminta peserta PPDS menjaga sikap dan menghindari segala bentuk perundungan selama menjalani pendidikan.

Secara khusus, Dirut menitipkan tiga hal kepada para peserta didik, yakni belajar sungguh-sungguh, melayani dengan hati, dan memperlakukan semua orang dengan rasa hormat.

“Jangan membeda-bedakan. Apakah tenaga kesehatan ini atau itu, cleaning service, tenaga kesehatan lainnya, maupun bagian administrasi. Semua harus kita perlakukan dengan rasa hormat,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan dan pelayanan rumah sakit, menurutnya, merupakan tempat untuk membentuk kemampuan sekaligus karakter seorang dokter. Karena itu, peserta PPDS dituntut mampu menunjukkan sikap profesional, menghargai sesama dan mengutamakan kepentingan pasien.

“RS Kandou dan Faked Unsrat memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dokter. Jadilah dokter yang berdedikasi,” pesannya.

Dirut juga mengingatkan, pendidikan kedokteran tidak hanya berorientasi pada kemampuan klinis. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting yang harus dijalankan secara seimbang.

Usai memberikan sambutan, Dirut di dampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Yune Laukati menutup kegiatan orientasi, pendidikan dan pelatihan peserta PPDS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan 1 Faked Unsrat Nurdjanah Jane Niode. (FA)

Meimonews.com – Pemerintah Kota Manado melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat kondisi musim kemarau, Selasa (15/9/2026).

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Manado dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan air bersih selama berlangsungnya musim kemarau,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (15/9/2026).

Masyarakat di Kelurahan Bailang khususnya Lingkungan 2 dan masyarakat Kelurahan Merah khususnya Lingkungan 1 Kecamatan Bunaken Darat ini, sebutnya, didatangi Tim dari BPBD Manado, PDAM Manado dan Balai Penataan Prasarana dan Kawasan Pemukiman Sulut untuk menyalurkan bantuan air bersih tersebut.

“Masyarakat Lingkungan 2 Kelurahan Bailang yang berjumlah 17 KK dengan 83 jiwa serta masyarakat Lingkungan 1 Kelurahan Meras yang berjumlah 11 KK dengan 52 jiwa diberikan air bersih pada kegiatan ini,” jelasnya.

Masyarakat setempat terlihat senang dan berterima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi mereka karena adanya musim kemarau yang berkepanjangan ini. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw berharap hasil Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Pemerintah Kota Manado dapat mendukung penerapan konsep manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

Harapan tersebut disampaikan Walikota pada acara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Pemerintah Kota Manado yang diadakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Manado bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulut ini dihadiri Kepala BPSDM Sulut Franky Tintingon, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala BKPSDM Kota Manado Otniel Tewal,

Turut hadir Camat se-Kota Manado, panitia pelaksana, widyaiswara, para mentor pelatihan, serta para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas.

“Peningkatan kapasitas dan pengembangan karier melalui penempatan pada jabatan tertentu harus diikuti dengan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar walikota.

Walikota juga berharap hasil dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Kota Manado, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan dampak positif bagi pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, tambah mantan Ketua DPRD Sulut ini, para peserta memiliki kemampuan untuk bekerja secara profesional, menjalankan tugas dengan baik, serta membangun kerja sama dalam tim.

Hal tersebut dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Kota Manado.

Dijelaskan, Pemerintah Kota Manado sangat berkepentingan terhadap tersedianya sumber daya manusia yang baik dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur harus diwujudkan melalui kemampuan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dalam menghadapi berbagai persoalan konkret di tengah masyarakat

Di penghujung acara penutupan dilakukan penyerahan piagam penghargaan kepada 10 peserta terbaik serta pelepasan tanda peserta. (elka)

Meimonews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang terus memberi perhatian kepada warga yang.terdampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Setelah sejumlah warga di kepulauan Manado Tua diberi bantuan air bersih pada pekan lalu, Selasa (8/9/2026) warga di Pulau Bunaken didatangi dan diberi bantuan berupa air bersih.

Sejumlah personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan PDAM Manado dengan memggunakan kapal Pelni (KM Gandha Nusantara 18) membawa 4 tong berisi 16.000 liter air untuk diberikan kepada warga setempat.

“Air bersih diberikan kepada warga Kelurahan Bunaken yang tersebar di 6 lingkungan dengan jumlah 149 KK dan 370 jiwa,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Penyaluran bantuan, sebutnya, dilakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kelurahan Bunaken dan Pemerintahan Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Warga setempat berterima kasih dengan adanya perhatian ini karena mereka sedang dalam keterbatasan air bersih. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, peningkatan pendapatan daerah (Patda) tidak dapat hanya dibebankan kepada satu perangkat daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado pada Rapat Koordinasi Peningkatan Pendapatan Daerah Kota Manado sekaligus Launching Pelayanan Digital PBB di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (7/9/2026).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sulut Ni Made Ayu Mulidyawati, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Bapenda Kota Manado Jefry Mongdong, Kepala Dinas Kominfo Kota Manado Noviyanti Mongkau, serta Camat, Lurah, dan Ketua Lingkungan se-Kota Manado.

Kegiatan diawali dengan penayangan video dan Launching Pelayanan Digital PBB. Digitalisasi pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Manado dalam menghadirkan layanan perpajakan yang lebih mudah dan efisien, sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak daerah.

“Diperlukan sinergi seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat yang paling dekat dengan masyarakat,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan, penyelenggaraan pemerintahan merupakan rangkaian pembagian tugas dan kewenangan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan.

Dalam konteks peningkatan pendapatan daerah, Walikota turut mendorong intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak daerah memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah dalam membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (elka)

Meimonews.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekurangan air akibat kondisi musim kemarau dan fenomena El Nino, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado dan Pemprov Sulut melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan air bersih.

Salah satunya adalah penyaluran air bersih di Kelurahan Manado Tua II Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, pekan lalu.

Kegiatan penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi dengan BWS S1, PT Pelni, PDAM, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kelurahan.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih karena terdampak kekeringan dan kekutangan air bersih diberikan bantuan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan personil yang terdiri dari BPBD 4 orang, BWS 10 orang, Kecamatan Bunaken Kepulauan 4 oang, (Camat dan staf), Kelurahan Manado Tua II 7 orang (Lurah, staf dan Ketua Lingkungan), Kru kapal (Maranathan01) 10 orang.

Bantuan yang dibawa air bersih sebanyak 72.000 liter. Penyaluran dibagikan ke masyarakat dengan jumlah KK dan jiwa sebagai berikut : Lingkungan 1 (80 KK dan 220 jiwa), Lingkungan 2 (110 KK dan 331 jiwa), Lingkungan 3 (89 KK dan 272 jiwa), Lingkungan 4 (66 KK dan 196 jiwa).

“Total yang disalurkan di Kelurahan Manado Tua II berjumlah 345 KK dan 1019 jiwa. Waktu penyaluran mulai jam 09.30 wita dan berakhir jam 22.00 wita,” sebut Sambuaga. (elka)