Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) bukan sekadar sebuah prestasi pribadi, melainkan kepercayaan dan kehormatan besar yang harus dijaga serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado ketika menjadi Inspektur Upacara dalam Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Manado Tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Sabtu (15/8/2026).

Pada upacara tersebut, sebanyak 38 anggota Paskibraka, terdiri dari 19 putra dan 19 putri, secara resmi dikukuhkan sebagai Paskibraka Kota Manado Tahun 2026.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Walikota Manado Richard Sualang, jajaran Forkopimda Kota Manado, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Manado Sonny Takumansang, serta undangan lainnya.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah misi mulia, yaitu menjaga kehormatan Sang Merah Putih, mengibarkannya dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi teladan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengajak seluruh anggota Paskibraka untuk menjadi generasi muda yang berakhlak baik, cerdas, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi bagi nusa dan bangsa.

Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orangtua dan pihak sekolah atas dukungan moral maupun material selama proses seleksi dan pelatihan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para pembina dan instruktur atas dedikasi, kesabaran, serta kerja keras dalam membimbing dan mempersiapkan para anggota Paskibraka agar mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Selamat atas pengukuhan anggota Paskibraka Kota Manado Tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai tugas dan pengabdian kita sekalian untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Walikota. (elka)

Meimonews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan pemantauan, evaluasi dan koordinasi kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di kelurahan yang terdampak.

Kegiatan yang masuk dalam program penanggulangan bencana ini dilakukan tim BPBD Manado yang dikoordiner Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Michael Andrian Karundeng di beberapa lokasi, pekan lalu.

“Beberapa lokasi telah didatangi tim dalam kegiatan ini,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga kepada Meimonews.com di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini, menurut Sambuaga, bertujuan untuk mendeteksi titik api secara dini, menyelaraskan langkah penanggulangan lintas sektor, serta mengukur efektivitas kesiapsiagaan sumber daya daerah dalam menekan risiko bencana di musim kemarau.

“Sasaran kegiatan adalah meningkatkan efektivitas pencegahan, kecepatan penanganan darurat serta memperkuat sinergi lintas sektor guna meminimalkan luas wilayah terdampak dan risiko kerusakan lingkungan di daerah rawan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw telah mengeluarkan Keputusan Nomor 289/Kep/B.06/BPBD/2026 tentang Penetapan Statis Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau di Kota Manado Tahun 2026.

Menindaklanjuti keputusan Walikota Manado tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Toar Lumimuut Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa (11/8/2026).

Rakor yang dibuka pelaksanaannya oleh Assisten 1 (Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat) Sekretariat Daerah Kota Manado Julises Oehlers ini diikuti antara pimpinan dari BPBD Manado, Damkar, Satpol PP, Kesbangpol, BMKG, Basarnas, Polresta Manado, BKSAUA, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas LH, PMI, POC, RAPI, dan perwakilan Kecamatan-kecamatan.

Rakor yang dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Manado Donald Sambuaga ini dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi, sinergitas, dan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah dan instansi terkait.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun langkah-langkah penanganan, pembagian tugas, kesiapan sumber daya, dan rencana aksi bersama dalam rangka meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanggulangan bencana serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat di Kota Manado.

Beberapa pembicara tampil dalam rakor ini yakni Kepala Stasiun Metereologi Samratulangi Manado, Badan Meteorologi, Klimatoligi dan Geofisika (BMKG), Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Kabagops Polresta Manado Constantien Samuri (mewakili Kapolrestas Manado) dan Kepala Kantor SAR Kota Manado Berti Kowaas. (elka)

Meimonews.com – Tim Penilai Uji Petik Nomine Pemerintah Kota Manado memgadakan pertemuan dengan Walikota Manado Andrei Angouw di Ruang Rapat Mall Pelayanan Publik (MPP) Manado, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Kadin Manado, serta undangan lainnya tersebut terkait dengan Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Kota Manado.

Penilaian Kinerja PTSP dan PPB merupakan evaluasi yang dilakukan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pelayanan perizinan sekaligus melihat berbagai upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan kemudahan berusaha yang semakin baik.

Penilaian ini juga mendorong peningkatan transparansi, akuntabilitas, efektivitas pelayanan, serta kualitas tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam penilaian kinerja PTSP, sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain efektivitas kelembagaan, ketersediaan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta standar pelayanan publik pada Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP).

Sementara itu, penilaian kinerja PPB mencakup berbagai aspek terkait kecepatan, kemudahan, dan kepastian dalam pelayanan perizinan berusaha berbasis risiko bagi investor maupun pelaku usaha.

Dalam pertemuan tersebut, tim penilai juga melakukan wawancara dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terkait penyelenggaraan pelayanan PTSP dan berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan.

Tim penilai turut memberikan sejumlah masukan dan rekomendasi yang dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pelayanan.

Kota Manado sendiri telah tiga kali masuk dalam nominasi penilaian kinerja PTSP dan PPB dan pada penilaian sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga secara nasional.

Tim penilai berharap Pemerintah Kota Manado dapat menjaga konsistensi kinerja yang selama ini telah berjalan dengan baik serta terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif.

Setelah penyampaian hasil dan arahan dari tim penilai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Berita Acara dari Tim Penilai kepada Walikota Manado. (elka)

Meimonews.com – Saat ini sejumlah daerah termasuk Kota Manado mengalami fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas batas normal. Fenomena ini mengubah pola angin dan arus laut global, sehingga memicu penurunan curah hujan drastis dan musim kemarau yang lebih kering.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado pimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado melakukan edukasi Siaga El Nino.

Kepada Meimonews.com, di suatu lokasi, Jumat (7/8/2026), Kepala Pelaksana BPBD Manado Donald Sambuaga menjelaskan, ada enam poin yang diperlukan untuk menghadapi fenonena tersebut.

Pertama, E (Efisiensi menggunakan air). Yang bisa dilakukan adalah gunakan air secukupnya, perbaiki kebocoran kran dan pipa, tampung air hujan saat tersedia, gunakan ulang air yang masih layak untuk menyiram tanaman.

Saat El Nino, sebutnya, curah hujan cemderung berkurang sehingga ketersediaan air bisa menurun. “Air adalah sumber yang sangat berharga. Maka, gunakanlah dengan bijak !” ujarnya.

Kedua, L (Lindungi diri dari cuaca panas).Yang bisa dilakukan adalah gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar, perbanyak minum air putih, kurangi aktivitas berat pada siang hari, dan jaga kesehatan tubuh agar tetap fit dan terhindar dari headstroke.

Hal itu, jelas Sambuaga, karena suhu udara saat El Nino dapat terasa lebih panas dari biasanya.

Ketiga, N (No bakar sampah). Yang harus dihindari adalah membakar sampah sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, dan menyalakan api di lahan kosong.

“Yang harus dilakukan adalah segera laporkan jika melihat titip api,” ujarnya seraya menyebutkan nomor telefon yang bisa dihubungi yakni Call Center 112atau WhatsApp 085161167112.

Menurutnya, cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menyebabkan kebakaran. Satu percikan api dapat menjadi kebakaran besar saat musim kemarau. “Mari bersama menjaga lingkungan tetap aman,” imbau mantan Camat Wenang ini.

Keempat I (Ikuti informasi resmi). Sumber informasi resmi adalah BMKG, BPBD Kota Manado, dan Pemerintah Kota Manado.

Pantau perkembangan cuaca dan peringatan dini dari sumber terpecaya. “Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Informasi yang tepat menbantu kita mengambil.langkah yang tepat, selalu ikuti informasi resmi dan terpercaya,” ujarnya.

Kelima, N (Nyalakan kepedulian lingkungan). Yang bisa dilakukan adalah jaga kebersihan lingkungan, lakukan kerja bakti bersama warga, rawat tanaman dan ruang terbuka hijau, serta hemat air dan gunakan seperlunya.

Lingkumgan yang bersih dan terawat, menurutnya, lebih siap menghadapi dampak musim kemarau. “Lingkungan yang terjaga hidup lebih sehat dan resiko bencana berkurang,” jelasnya.

Keenam O (Optimalkan kesiapsiagaan). Dijjelaskan, kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi dampak El Nino. “Tanggao, siap, selamat !” tandasnya seraya menambahkan, siap menghadai El Nino.

“Ingat ! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan langkah kecil hari ini, kita bisa mencegah bencana besar di masa depan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw memaparkan presentasi sebagai nomine dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2026 di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Berbagai capaian penyelenggaraan PTSP serta berbagai upaya percepatan pelaksanaan berusaha yang telah dilakukan Pemerintah Kota Manado sepanjang tahun 2026 dipaparkaan Walikota, di dampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Manado M. Sofyan.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menjelaskan bahwa perekonomian Kota Manado menunjukkan ketahanan yang kuat selama periode 2021-2025 dan secara konsisten tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sulut maupun nasional.

Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Manado meningkat dari 5,53 persen menjadi 5,77 persen, yang menunjukkan penguatan momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

Walikota juga memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang diterapkan Pemerintah Kota Manado untuk mendukung iklim investasi, antara lain menjaga keamanan dan kenyamanan kota agar tetap kondusif bagi investor, meningkatkan daya beli masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kebijakan subsidi yang tepat sasaran, memperluas pasar melalui peningkatan konektivitas antar daerah dan sektor pariwisata, serta memperkuat sistem pelayanan perizinan yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kemudahan berusaha.

“Sebaik apa pun infrastruktur, perizinan, dan investasi, tetapi kalau daya beli masyarakat rendah dan tidak tersedia market, maka tidak mungkin investor akan masuk ke kota kita,” ujar Walikota.

Pemaparan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai profil Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Manado, meliputi aspek kelembagaan, inovasi pelayanan, transformasi digital, serta berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam mendukung percepatan investasi dan kemudahan berusaha di Kota Manado. (elka)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) Manado menandatangani komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Penandatanganan komitmen tersebut dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan dan Penaingkatan Pelayanan Kesehatan (yankes) Ibu dan Anak di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Rakor yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Azhar Jaya, beberapa guru besar seperti Rinawati Rohsiswatmo, dan Hananto Andriantoro, serta dari RSUP Kandou (rumah sakit utama layanan KIA) dan RSUD ODSK (Sulut), RSUD Prof.  Aloei Saboe (Gorontalo) dan RSUD dr. Chasan Boesoirie (Maluku Utara) ini dilaksanakan Rabu – Jumat (5-7/8/2026).

Dari RSUP Kandou dihadiri oleh Dirut dan Direktur Medik dan Keperawatan Wega Sukanto.

Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar rumah sakit rujukan Indonesia bagian Timur yang telah memiliki antara lain Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan Akreditasi internasional untuk rumah sakit pendidikan, yang menegaskan komitmennya untuk bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya,” jelas Dirut.

“Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian,” tambah pemilik Certifiet Patient Centered Care Professional (CPPCC) di Komisi Akreditasi Rumah Sakit 2025 ini.

Semua ini, sebutnya, dilakukan RSUP Kandou, yang saat ini menjadi pengampu 17 RS di Sulawesi Utara, 6 Gorontalo, dan 11 RS di Maluku Utara, demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas.

“Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.” tandas dokter yang pernah ikut Pelatihan Tata Kelola Etik mengacu Kodersi 2022 dan Penerapannya di Rumah Sakit di PERSI 2024 ini. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, seluruh instansi harus mengubah pola penanganan bencana dari yang bersifat reaktif menjadi preventif.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dampak El Nino dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Walikota ketika memberikan sambutan pada Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana di Lapangan Apel Mapolresta Manado, Selasa (4/8/2026).

Apel tersebut, menurut Walikota, menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan kesiapan personil dan peralatan dalam menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau.

Apel ini juga digelar menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kekeringan, berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta terganggunya ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok

Sejumlah langkah strategis pun disiapkan, mulai dari penegakan larangan pembakaran lahan (zero burning), peningkatan patroli dan pemantauan titik panas (hotspot), penguatan koordinasi Satgas Pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, hingga pengawasan distribusi air bersih dan penyediaan sumber air di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, menegaskan, Polresta Manado siap mendukung penuh upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh instansi terkait.

“Penanganan dampak El Nino membutuhkan kerja sama semua pihak. Kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar risiko yang muncul dapat ditekan semaksimal mungkin. Sinergi yang kuat akan menjadi modal utama dalam melindungi masyarakat,” ujar Kapolresta.

Melalui apel tersebut, sambung Kapolresta seluruh peserta juga melakukan pengecekan kesiapan personil dan perlengkapan sebagai bentuk komitmen menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Kepada.masyarakat diimbau untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan menggunakan air secara bijaksana, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Manado mampu menghadapi dampak El Nino secara lebih siap, sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan stabilitas keamanan tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Hadir pada apel yang dipimpin Walikota Manado yang juga membacakan amanat Kapolda Sulut Irjen Pol. Roycke Harry Langie ini adalah Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado Jimmy Rotinsulu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kepala Satpol PP Kota Manado Novly Siwy, jajaran TNI-Polri, personil Dinas Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, serta undangan lainnya. (FA)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya bertujuan memenuhi aspek administrasi maupun pengelolaan keuangan.

Penegasan tersebut disampaikan Walikota membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Berbasis Aplikasi E-Integrity, yang diselenggarakan di Hotel Gran Puri Manado, Senin (3/8/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut Heru Setiawan, selaku narasumber utama, Sekretaris Inspektorat Kota Manado, para kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.

Penilaian SPIP tidak hanya dua hal tersebut, “tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Penerapan SPIP secara konsisten, jelas mantan Ketua DPRD Sulut ini, akan memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan.

Oleh karenanya, Walikota mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengikuti proses penilaian maturitas SPIP dengan sungguh – sungguh, termasuk melakukan penginputan data secara benar, lengkap, dan tepat waktu melalui aplikasi E-Integrity.

Menurut Walikota, data yang akurat menjadi dasar dalam mengukur tingkat kematangan sistem pengendalian intern serta menjadi acuan dalam penyempurnaan tata kelola pemerintahan di masa mendatang.

“Saya berharap setiap perangkat daerah dapat melakukan penginputan data penilaian maturitas SPIP Terintegrasi berbasis aplikasi E-Integrity dengan baik. Dengan demikian, kita dapat memastikan seluruh proses pemerintahan berjalan sesuai tugas, fungsi, dan target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Andrei Angouw menegaskan, lurah memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam memastikan data kependudukan di setiap wilayah selalu akurat dan mutakhir.

Setiap perubahan data penduduk, seperti kelahiran, kematian, perpindahan, maupun perubahan status lainnya, sebut Walikota harus segera diketahui dan dicatat dengan baik sehingga pemerintah memiliki basis data yang valid dalam menyusun kebijakan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Data yang akurat akan menghasilkan pelayanan publik yang tepat sasaran,” ujar Walikota ketika membuka Sosialisasi Terkait Pelayanan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado di Hotel Gran Puri Manado, Rabu (29/7/2026).

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Manado pimpinan Erwin S. Kontu (Kepala Dinas).

Kegiatan ini, menurut Walikota, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kota Manado.

Walikota juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pemanfaatan sistem digital, jelasnya, menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik.

Sebagai contoh, Walikota menyampaikan bahwa berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, kini telah memanfaatkan sistem digital sehingga membutuhkan data kependudukan yang akurat dan lengkap.

Hadir pada kegiatan ini, Asisten I Setda Kota Manado Julises Oehlers, Kadis Dukcapil Manado Erwin Kontu dan staf para Lurah se-Kota Manado, serta undangan lainnya. (elka)